Tag: heating

  • Catat Ya! Begini Panduan dan Perawatan Stabilizer yang Benar



    Jakarta

    Stabilizer kerap digunakan untuk menyiasati tegangan listrik yang tidak seimbang. Alat ini juga dapat melindungi perangkat elektronik dari kerusakan karena tegangan listrik yang tidak stabil.

    Pemasangan stabilizer perlu dilkukan oleh orang yang ahli. Jika tidak, stabilizer dapat menimbulkan api karena aliran listrik kacau. Ada beberapa kejadian, pemasangan stabilizer yang salah justru menimbulkan listrik di rumah mati hingga kebakaran.

    SPV Teknik PLN Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan sebelum memasang stabilizer, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah pastikan tegangan di rumah lebih besar dari daya stabilizer yang akan terpasang.


    “Dia itu ada kapasitor yang bisa bekerja di atas 190 Volt, (sekitar) di 200 Volt, di 220 Volt,” kata Yudhi saat dihubungi detikProperti pada Jumat (18/10/2024).

    Kemudian, pastikan stabilizer yang digunakan merupakan produk yang berkualitas dan telah berstandar SNI. Apabila ingin menaikkan tegangan listrik di rumah, pastikan kabel yang terpasang di rumah juga ikut disesuaikan.

    “Saat pemasangan, pastikan juga kabel tersebut sudah sesuai standar dengan arus yang akan dihantarkan. Misalkan daya 2.200, kabel itu harus sesuai juga. Setelah itu kita pastikan juga produk stabilizernya apa, apakah sudah SNI,” ujarnya.

    Kamu juga perlu memastikan kabel yang terpasang sudah kencang, dalam keadaan tertutup, dan disimpan dengan rapih.

    “Dari pemasangan, pemasangan pengawatan yang terpasang dipasang oleh instalatir. (yang menyebabkan stabilizer rusak) kabelnya bisa kurang kencang dan masih menggunakan isolasi terbuka, nah itu kan tidak boleh,” tambahnya.

    Apabila dari pemasangannya sudah tepat, bisa dipastikan stabilizer dapat bekerja dengan optimal dan aman. Namun kamu juga tetap mengawasi dan merawat alat tersebut agar tahan lama. Berikut beberapa hal yang harus diterapkan.

    1. Letakkan stabilizer di tempat yang kering, terhindar dari air dan area basah.

    2. ⁠Gunakan kabel penyaluaran stabilizer yang telah berstandar untuk beban listrik. Hal ini untuk mencegah kerusakan stabilizer akibat korsleting atau over heating.

    3. ⁠Pengecekan secara berkala dan menjaga kebersihannya. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada kabel, soket, atau kemungkinan ada binatang yang bersarang di dalam stabilizier.

    4. ⁠Matikan stabilizer jika tidak digunakan dan saat keluar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! 4 Cara Efektif Kurangi Kelembapan di Dapur



    Jakarta

    Kelembapan di rumah tentunya tidak bisa dihindari, salah satunya di dapur. Adanya kelembapan yang berlebih akan menimbulkan masalah-masalah yang tidak diinginkan, seperti masalah pada interior dapur.

    Dapur berkontribusi hingga 25% terhadap tingkat kelembapan di rumah, terutama dengan ventilasi yang buruk dan tanpa kipas angin. Sehingga penting untuk menjaga kelembapan di dapur.

    Dilansir dari Livingetc, berikut beberapa cara mengurangi kelembapan di dapur yang berlebih.


    Buka Jendela Dapur

    Ventilasi yang tepat sangat membantu dalam upaya mengurangi tingkat kelembapan. Apabila cuaca di luar cerah, buka jendela agar udara segar masuk dan mengurangi kelembapan.

    Hal ini akan membantu menciptakan aliran udara dan menurunkan tingkat kelembapan berlebih.

    Masak dengan Panci Tertutup

    Perubahan kecil seperti memasak dengan tutup panci dapat membuat perbedaan untuk dapur kamu. Menahan uap air saat memasak akan mengurangi pelepasan kelembapan sekaligus mempercepat waktu memasak.

    Disarankan untuk menggunakan tutup panci agar uap berkurang. Begitu juga saat makanan sudah matang, menutup makanan akan menjaga tetap hangat dan dapur bebas lembap.

    Mencuci Piring dengan Benar

    Kebiasaan mencuci piring yang benar akan membantu dalam mengurangi kelembapan. Disarankan untuk tidak menjemur piring di dapur, karena hal ini akan menambah kelembapan yang tidak perlu di udara.

    “Gunakan rak pengering di dekat jendela atau di bawah kipas langit-langit untuk mempercepat penguapan,” kata Josh Wilson, pendiri Wilson Plumbing & Heating.

    Ventilasi dapur sangat penting, tetapi mengatur kelembapan di tempat ini bisa jadi sulit apabila hal ini tidak dilakukan.

    Hiasi dengan Tanaman Hias

    Pertimbangkan untuk menggunakan tanaman penyerap air seperti bunga lili atau pakis Boston sebagai dekorasi dapur. Selain menghadirkan dedaunan yang cantik di dalam ruangan, pemilihan tanaman dapur yang tepat akan membantu mengurangi kelembapan.

    “Tanaman ini dapat mengurangi tingkat kelembapan secara alami dengan menyerap uap air melalui daunnya. Pastikan untuk tidak menyiramnya terlalu banyak, karena kelembapan tanah yang berlebihan dapat memberikan efek sebaliknya,” kata Josh

    Namun disarankan untuk tidak meletakkan terlalu banyak tanaman, hal ini justru akan dapat menambah kelembapan sehingga harus dibatasi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Penyebab AC Berisik, Bisa Jadi Ada Kerusakan


    Jakarta

    9 Penyebab AC Berisik, Bisa Jadi Ada Kerusakan

    AC merupakan perangkat yang membantu menjaga kenyamanan di dalam ruang, terutama saat suhu panas. Namun, masalah suara berisik yang muncul dari AC seringkali mengganggu kenyamanan.

    Bunyi berisik pada AC juga bisa mengindikasikan adanya masalah pada perangkat. Berikut beberapa penyebab AC berisik.


    9 Penyebab AC Berisik

    AC yang berisik dapat disebabkan komponen longgar, kumparan kotor, hingga kipas yang bocor. Mengutip laman Elegance Air, BTN Property, dan Luce berikut penjelasan dari penyebab AC berisik :

    1. Adanya Komponen yang Longgar

    Getaran berlebihan bisa disebabkan adanya komponen yang longgar, misal motor kipas dalam AC yang kendur. Akhirnya, timbul suara benturan logam.

    2. Kumparan yang Kotor

    Jika AC mengeluarkan suara dengung, kemungkinan besar masalahnya adalah pada kumparan yang kotor. Kotoran yang menyelimuti kumparan bisa menimbulkan suara seperti dengungan.

    3. Kompresor yang Rusak

    Kompresor merupakan bagian penting dari sistem AC. Masalah seperti kebocoran atau kerusakan pada komponen internalnya bisa membuat AC berisik.

    4. Ada Serpihan yang Tersangkut

    Penyebab dari suara berisik lainnya adalah serpihan yang tersangkut di dalam AC. Suara bisa timbul meski hanya ada serpihan lembut seperti kertas.

    5. Pipa Bergetar

    Pipa yang menghubungkan bagian dalam dan luar bisa menjadi penyebab AC bergetar atau berderit. Hal ini terjadi saat pipa tidak terpasang dengan baik atau ada masalah dengan isolasi.

    6. Baling-baling Aus

    Baling-baling dalam unit AC yang aus bisa membuat kinerjanya menjadi tidak seimbang. Kondisi tersebut menyebabkan bunyi yang tidak normal.

    7. Kondensor Tidak dalam Posisi Kokoh

    Kondensor merupakan komponen yang berfungsi untuk mendinginkan gas refrigeran. Apabila kondensor tidak dalam posisi yang rata atau kokoh, maka bisa menyebabkan AC bergetar dan berisik.

    8. Level Refrigeran yang Tidak Tepat

    Level refrigeran yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mengganggu kinerja AC. Hal tersebut dapat membuat suara yang tidak normal.

    9. Kipas yang Bocor

    Kerusakan pada baling-baling, seperti patah atau bocor juga menjadi penyebab selanjutnya. Kondisi ini menimbulkan suara berisik saat kipas AC berputar.

    Cara Mencegah AC Berisik

    Untuk mencegah AC yang berisik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan mulai dari pembersihan filter AC hingga pemeriksaan secara rutin.

    1. Bersihkan Filter AC

    Membersihkan filter udara mencegah debu dan kotoran menumpuk di sistem pendingin udara. Jika filter rusak, kotoran akan mudah masuk ke dalam unit sehingga menyebabkan bunyi. Bersihkan filter dengan sabun dan air, biarkan kering, lalu pasang kembali ke AC.

    2. Bersihkan Unit Luar Ruangan AC

    Sistem HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning) terdiri dari kipas blower dalam ruang dan unit kondensor luar ruangan. Meski sudah membersihkan unit dalam ruangan secara teratur, seringkali perawatan unit luar ruangan terabaikan. Padahal unit ini perlu dibersihkan karena terpapar udara luar.

    3. Jadwalkan Perawatan Rutin

    Penjadwalan servis AC secara berkala menjadi kunci merawat AC. Menurut laman Luce, unit AC harus menjalani pembersihan umum setiap enam bulan sekali dan perbaikan menyeluruh setahun sekali untuk mempertahankan kondisi dan kinerjanya.

    4. Segera Lakukan Perbaikan

    Jika merasa ada masalah pada AC, perbaiki segera. Hal ini mencegah kerusakan lebih lanjut dan biaya perbaikan yang tinggi di kemudian hari.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Penyebab AC Keluar Air, Bisa Jadi Tanda Kerusakan


    Jakarta

    Pernahkah kamu mendapati lantai basah karena tetesan air dari unit AC di rumah? Kebocoran AC tentu akan menjadi masalah yang mengganggu.

    Hal ini juga bisa menjadi tanda adanya kerusakan dari AC. Ketahui beberapa penyebab AC keluar air berikut ini.

    Penyebab AC Keluar Air

    AC yang mengeluarkan air bisa disebabkan karena berbagai masalah seperti saluran pembuangan tersumbat, filter udara yang kotor, serta kumparan evaporator beku. Berikut penjelasannya mengutip salah satu laman produsen AC, Service Champion, dan ARS Rescue Rooter.


    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Saluran pembuangan yang tersumbat mencegah AC mengosongkan wadah pembuangan dengan benar. Wadah pembuangan bisa tersumbat oleh kotoran atau serpihan yang menumpuk. Hal ini membuat air rentan berbalik dan menimbulkan kebocoran.

    Kamu bisa membersihkannya dengan vacuum cleaner basah atau kering. Tapi hati-hati agar tidak merusak unit HVAC (Heating, Ventilation, dan Air-Conditioning).

    2. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor akan membatasi aliran udara di atas kumparan evaporator, sehingga menyebabkan kondensasi dan kebocoran air. Sebagai informasi, menurut detikEdu, kondensasi merupakan proses perubahan uap air di udara menjadi butiran air.

    3. Tingkat Refrigeran Rendah

    Kadar refrigeran yang rendah membuat kumparan evaporator menjadi terlalu dingin. Hal ini menyebabkan kumparan membeku dan basah saat mencair. Adapun tanda-anda lain dari kadar referigeran yang rendah adalah suara gemericik atau mendesis dan pendinginan yang tidak efektif.

    4. Pemasangan AC yang Tidak Tepat

    AC yang dipasang dengan cara yang salah atau saluran pembuangan yang tidak dikonfigurasi dengan benar bisa menyebabkan masalah drainase dan kebocoran air. Jadi, pastikan kamu meminta bantuan tenaga profesional ketika memasang AC.

    5. Wadah Pembuangan Rusak

    Wadah pembuangan sangat penting untuk mengalirkan kondensat berlebih. Jika wadah pembuangannya rusak, aliran air akan terhalang dan bisa menyebabkan kebocoran air.

    6. Kumparan Evaporator Beku

    Seiring berjalannya waktu, kumparan evaporator bisa tersumbat. Bukannya mendinginkan udara panas dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, kumparan tersebut kotor dan melambat karena zat pendingin ak bisa melewati kumparan ke dalam unit.

    Tanpa panas yang diserap, kumparan menjadi semakin dingin dan membeku. Es yang mencair dengan cepat memenuhi wadah pembuangan dan menyebabkan kebocoran air.

    7. Isolasi Rusak

    Isolasi dalam AC membantu mengurangi jumlah kondensasi yang dihasilkan. Jika ada kerusakan seperti berlubang atau retak. AC tidak bisa berfungsi dengan baik dan dapat menyebabkan kebocoran. Kondisi ini juga bisa menyebabkan beberapa bagian AC membeku.

    8. Saluran Pembuangan Terputus

    Kebocoran AC juga bisa disebabkan karena saluran pembuangan yang terputus. Wadah pembuangan menyalurkan air ke saluran pembuangan, namun sambungan yang terputus membuat air bocor ke mana mana. Perlu diketahui, sistem AC yang mengalami kebocoran air akibat saluran pembuangan air yang bermasalah memerlukan perhatian profesional untuk memperbaikinya.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Tak Harus Dibersihkan Setiap Bulan, Ini Waktu yang Tepat


    Jakarta

    Agar AC dapat mendinginkan seluruh ruangan secara optimal maka perlu dibersihkan secara rutin. Kamu dapat menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan debu dan kotoran yang menempel di pendingin udara.

    Namun, masih banyak orang yang tak tahu kapan AC harus dibersihkan secara berkala. Beberapa orang mencuci AC setiap tiga bulan sekali, tapi ada juga yang melakukannya setiap bulan.

    Pada dasarnya, mencuci AC memang perlu dilakukan secara berkala agar AC dapat bekerja maksimal. Namun bukan berarti pendingin udara perlu dibersihkan setiap bulan.


    Dilansir situs Melbourne Heating & Cooling, disarankan untuk membersihkan AC rumah setiap 3-4 bulan sekali. AC wajib dibersihkan agar membantu meningkatkan aliran udara dan memastikan pendingin udara dapat berfungsi secara efisien.

    Selain itu, membersihkan AC dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap terjaga. Jika AC jarang dibersihkan maka filter udara akan kotor, sehingga udara yang keluar dari AC bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri yang membahayakan kesehatan.

    Kamu juga perlu mengecek kondisi AC secara menyeluruh setiap dua kali dalam setahun oleh teknisi profesional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC masih dalam kondisi prima serta mengecek apakah terdapat kerusakan pada komponennya atau tidak.

    Tips Membersihkan AC yang Bisa Dilakukan Sendiri

    Selain menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan pendingin udara, kamu juga perlu melakukan pengecekan AC sendiri secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC dalam kondisi baik dan dapat digunakan hingga bulan-bulan berikutnya.

    Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengecek dan membersihkan AC di rumah:

    • Cek filter udara AC secara teratur setiap sebulan sekali.
    • Periksa unit AC outdoor apakah terdapat debu, kotoran, atau daun yang menghalangi.
    • Cek apakah ada tanda-tanda kebocoran pada unit AC indoor. Jika ditemukan ada tetesan air segera panggil teknisi untuk memperbaikinya.

    Ketika AC dibersihkan setiap 3-4 bulan sekali, teknisi akan membersihkan bagian koil kondensor dan koil evaporator. Sebab, koil yang kotor dapat mengurangi kapasitas pendinginan sekaligus meningkatkan konsumsi energi.

    Teknisi juga akan mengecek level freon AC. Jika AC tidak lagi menghembuskan udara dingin secara menyeluruh, mungkin ada indikasi terjadi kebocoran freon AC.

    Tanda-tanda AC Sudah Harus Dibersihkan

    Ada sejumlah tanda-tanda yang harus diperhatikan ketika AC sudah harus dibersihkan, yaitu:

    1. AC Tidak Dingin

    Tanda-tanda yang paling jelas dan sangat terasa adalah AC sudah tidak dingin. Hal ini disebabkan karena filter AC sudah kotor dan tersumbat oleh kotoran, sehingga aliran udara yang keluar menjadi tidak lancar.

    2. Tagihan Listrik Meningkat

    Jika tagihan listrik dalam sebulan terakhir meningkat drastis, maka bisa jadi karena AC sudah kotor. Sebab, pendingin ruangan akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara ketika filter AC dalam kondisi tersumbat atau kotor.

    3. Bau Tidak Sedap

    Saat AC dinyalakan seharusnya mengeluarkan udara sejuk dan tidak berbau. Namun jika kamu mencium bau apak dari AC, maka bisa jadi AC sudah kotor akibat dipenuhi jamur dan bakteri.

    Itulah penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk membersihkan AC rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


    Jakarta

    Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

    Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

    Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


    Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

    Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

    Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

    1. Debu dan Kotoran Terlihat

    Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

    2. Aliran Udara Lemah

    Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

    3. Tercium Bau Tak Sedap

    AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

    4. Tagihan Listrik Bengkak

    Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

    5. Terdengar Bunyi

    Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

    6. Embusan Udara Hangat

    Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

    Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Didiamkan, Ini 6 Tanda Filter AC Perlu Dibersihkan


    Jakarta

    Filter AC perlu dibersihkan secara berkala. Jika tidak, kotoran dan debu bakal menumpuk dan menimbulkan masalah ke depannya.

    Penumpukan kotoran dan debu dapat menyumbat komponen AC dan membuat fungsi kerjanya tidak optimal. Sebab, aliran udara tidak lancar sehingga AC harus bekerja lebih keras.

    Kalau dibiarkan, konsumsi energi menjadi besar dan tagihan listrik membengkak. Pemilik AC juga bisa boncos kalau harus memperbaiki komponen yang rusak gegara filter kotor.


    Sebelum rugi, kenali tanda-tanda harus bersihkan filter berikut ini.

    Ciri-ciri Filter AC Perlu Dibersihkan

    Inilah ciri-ciri filter kotor dan perlu dibersihkan, dikutip dari Melbourne Heating & Cooling.

    1. Debu dan Kotoran Terlihat

    Salah satu tanda paling jelas kalau AC harus dicuci adalah terlihat debu dan kotoran pada permukaan. Jika melihat lapisan debu pada eksterior unit, kemungkinan bagian dalamnya juga sudah berdebu.

    2. Aliran Udara Lemah

    Kalau aliran udara dari AC terasa lemah padahal setelannya sudah full, bisa jadi filternya tersumbat. Hal ini membuat unit bekerja lebih keras untuk mendorong udara.

    3. Tercium Bau Tak Sedap

    AC yang sudah lama tak dibersihkan bisa tumbuh jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terperangkap. Nah, kondisi ini bisa ketahuan dari bau tak sedap yang muncul.

    4. Tagihan Listrik Bengkak

    Jika tagihan listrik tiba-tiba tinggi padahal enggak ada perubahan penggunaan, bisa jadi filter AC kotor jadi penyebabnya. AC yang kotor menghabiskan lebih banyak energi karena bekerja lebih keras mempertahankan suhu udara.

    5. Terdengar Bunyi

    Selain itu, bunyi-bunyi aneh ketika AC menyala juga menandakan filter kotor, lho. Kotoran dan debu mengganggu kipas atau komponen lain di dalam AC.

    6. Embusan Udara Hangat

    Alih-alih mendapat embusan udara dingin, AC yang kotor bisa mengeluarkan udara hangat. Hal ini dapat terjadi karena filter yang kotor atau kumparan kondensor tersumbat sehingga sistem pendingin tidak bekerja secara efektif.

    Itulah tanda sudah waktunya bersihkan AC. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • AC Kurang Dingin? Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


    Jakarta

    Saat cuaca lagi panas-panasnya, paling enak menyalakan AC di rumah. Namun, kalau udara yang keluar dari AC kurang dingin, rasanya tetap gerah dan panas.

    AC yang tidak dingin bisa jadi pertanda masalah, lho. Ada yang nggak beres dengan perangkatnya sehingga mesti dicek dan diperbaiki sama tukang servis AC.

    Supaya lebih paham, sebaiknya pemilik rumah ketahui dulu penyebab AC tidak dingin. Simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab AC Tidak Dingin

    Inilah beberapa faktor yang bikin AC kurang dingin, dikutip dari laman Neighborhood Plumbing, Heating, Cooling & Electrical, Rabu (15/10/2025).

    1. Setting AC Kurang Tepat

    Terkadang penyebab AC kurang dingin itu sederhana, cuman salah penyetelan. Penghuni rumah bisa tanpa sengaja setting AC ke ‘fan’ alih-alih ‘cool’. Hal itu membuat blower berjalan tapi kompresor tidak bekerja sehingga udara yang keluar nggak dingin.

    Selain itu, bisa saja penghuni menyetel AC dengan suhu terlalu tinggi. Akibatnya, udara yang keluar kurang dingin. Oleh karena itu, pastikan untuk mengecek setelan AC pada remotnya ya.

    2. Filter Kotor

    Filter itu bagaikan paru-paru AC. Jika filter kotor atau tersumbat, sistem AC mesti bekerja lebih keras. Lama-lama penumpukan kotoran itu bakal menghalangi aliran udara sehingga AC menjadi tidak dingin.

    Solusinya adalah membersihkan filter AC. Filter yang bersih bisa sangat mempengaruhi pendinginan ruangan. Idealnya, filter dibersihkan sebulan sekali kalau pemakaian AC sangat sering digunakan.

    3. Kumparan Kondensor Kotor

    AC split terbagi menjadi dua bagian, yakni unit indoor dan outdoor. Kondensor outdoor memiliki kumparan yang berfungsi untuk melepaskan panas.

    Kalau kumparan tertutup debu, kotoran, atau dedaunan, hawa panas tidak bisa keluar. Tanpa pertukaran panas yang tepat, AC tidak bisa mendinginkan ruangan.

    4. Kekurangan Refrigeran

    Refrigeran atau yang lebih dikenal sebagai freon sangat penting buat mendinginkan udara. Jika ada kebocoran atau tingkat freon rendah, udara nggak akan dingin.

    Refrigeran yang rendah biasanya menandakan ada kebocoran di dalam sistem. Kebocoran itu bisa terjadi pada pipa tembaga, sambungan, atau kumparan. Lalu, kebocoran sering kali akibat keausan, korosi, atau pemasangan perangkat yang buruk. Masalah seperti ini membutuhkan bantuan dari tukang servis AC.

    5. Masalah Kompresor

    Kompresor berfungsi memompa refrigeran ke sistem AC. Tanpanya, udara ruangan nggak bakal dingin.

    Terkadang kompresor tidak menyala meski kipas sudah berjalan. Hal itu bisa disebabkan oleh kerusakan kapasitor atau kompresor. Pemilik rumah perlu meminta bantuan tukang servis buat memperbaikinya.

    Itulah beberapa penyebab AC tidak bisa mendinginkan ruangan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu Ideal buat Bersihkan AC? Ini Anjurannya


    Jakarta

    AC membuat udara di dalam ruangan menjadi dingin dan segar. Namun, untuk mempertahankan kondisi itu, AC perlu dibersihkan secara berkala.

    Filter AC semakin lama digunakan akan kotor dan berdebu. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat mengganggu kinerja AC. Alhasil, AC bermasalah dan enggak dingin.

    Meski AC mesti rutin dibersihkan, bukan berarti harus panggil tukang servis setiap bulan ya. Temukan waktu ideal untuk membersihkan AC berikut ini.


    Waktu Ideal buat Bersihkan AC

    Dikutip dari Melbourne Heating & Cooling, pemilik rumah dianjurkan untuk membersihkan AC setiap 3-4 bulan sekali. Hal ini membantu meningkatkan aliran udara serta memastikan AC berfungsi secara efisien.

    Pembersihan secara berkala tak hanya membuat udara dingin, tetapi juga menjaga kualitas udara di rumah. Jika AC kotor, udara yang keluar bisa bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri sehingga dapat mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    Selain membersihkan AC, pemilik perlu mengecek kondisi mesin secara menyeluruh dengan bantuan teknisi profesional. Lakukan pengecekan sebanyak dua kali dalam satu tahun. Langkah ini penting untuk memastikan adanya kerusakan pada komponen AC atau tidak.

    Pertanda AC Harus Dibersihkan

    Kenali tanda-tanda AC sudah saatnya dibersihkan berikut ini.

    1. AC Tidak Dingin

    Kalau AC mulai terasa kurang dingin, bisa saja itu pertanda perlu membersihkan filternya. Sebab, filter AC yang kotor dan tersumbat membuat aliran udara menjadi tidak lancar.

    2. Bau Tak Sedap

    Udara yang keluar dari AC seharusnya terasa sejuk dan tidak berbau. Jika penghuni mencium bau apak, kemungkinan AC kotor dan dipenuhi bakteri dan jamur.

    3. Tagihan Listrik Meningkat

    Perhatikan juga kalau belakangan tagihan listrik meningkat drastis, bisa jadi itu karena AC kotor. AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara kalau filternya kotor sehingga energi yang dipakai pun semakin besar.

    Itulah informasi seputar AC kotor yang perlu dibersihkan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Penyebab Suhu di Rumah Terasa Panas Banget dan Bikin Gerah


    Jakarta

    Beberapa hari terakhir cuaca di Indonesia lagi panas-panasnya. Suhu udara di sejumlah kota bisa mencapai 37,6 derajat Celcius. Kondisi ini tentu bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan.

    Maka dari itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tidak berada di luar ruangan dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Sebab, di rentang waktu tersebut suhu udara sangat panas.

    Meski dianjurkan berada di dalam ruangan, terkadang suhu ruangan juga ikut menjadi panas. Hal ini menyebabkan tubuh terasa gerah dan udara menjadi pengap.


    Kalau suhu di dalam rumah terasa panas dan bikin gerah, sebaiknya segera diatasi agar penghuni kembali merasa nyaman. Ketahui penyebab udara panas di rumah dalam artikel ini.

    Penyebab Suhu Rumah Panas dan Bikin Gerah

    Ada sejumlah penyebab suhu di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Dilansir situs Southern Living, berikut penyebabnya.

    1. Terlalu Banyak Sinar Matahari

    Faktor yang pertama karena terlalu banyak sinar matahari yang masuk ke rumah. Pada dasarnya, cahaya matahari dapat membantu menerangi rumah sekaligus mencegah kelembapan.

    Namun, di kondisi cuaca panas esktrem seperti sekarang ini, sebaiknya hindari menyerap sinar matahari terlalu banyak. Hal itu yang membuat suhu di dalam rumah jadi terasa sangat panas.

    “Ketika sinar matahari bersinar langsung melalui jendela, ia memanaskan semua yang terpapar olehnya, seperti lantai, furnitur, dan dinding. Hal ini dikenal sebagai pemanas surya pasif,” kata Owner Air Treatment Company Dan Simpson.

    Simpson mengatakan jendela besar yang menghadap matahari langsung dan tanpa gorden jadi pemicu udara terasa panas di dalam rumah. Pada waktu tertentu, terutama saat siang hari, suhu di dalam ruangan terasa jauh lebih panas karena sinar matahari terlalu banyak masuk ke dalam ruangan tersebut.

    “Ruangan dengan jendela besar tanpa penutup yang menghadap matahari dapat menjadi sangat panas dalam waktu singkat sehingga terasa sangat panas daripada bagian rumah lainnya,” jelasnya.

    2. Retakan di Jendela dan Pintu

    Munculnya retakan di jendela dan pintu rumah ternyata jadi pemicu suhu di dalam ruangan terasa sangat panas. CEO A. Fagundes Plumbing & Heating Al Fagundes menyebut retakan kecil sekalipun tetap memungkinkan udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    “Suhu udara yang sangat panas itu dapat menghambat kinerja AC dan menyebabkan pendinginan yang tidak merata. Untuk itu, segera tutup retakan dengan didempul demi menjaga udara dingin tetap masuk dan udara panas tetap keluar,” tutur Fagundes.

    3. Warna Atap Rumah Hitam Gelap

    Banyak hunian modern yang kini menggunakan atap rumah berwarna hitam gelap. Meski terlihat estetis, tapi warna ini bisa menjadi faktor utama meningkatnya suhu panas di dalam rumah.

    “Jika atap Anda berwarna gelap, kemungkinan besar atap tersebut menyerap banyak sinar matahari dan memancarkan panasnya ke loteng,” ungkap Fagundes.

    4. Tidak Ada Ventilasi Udara

    Faktor berikutnya karena rumah tidak memiliki ventilasi udara yang memadai atau bahkan sama sekali tidak memilikinya. Kondisi ini tentu bisa menimbulkan suhu udara panas di dalam rumah yang bikin penghuni terasa gerah dan pengap, terutama saat siang hari.

    Di sisi lain, ventilasi udara yang buruk bisa memicu masalah kesehatan karena udara kotor di dalam rumah tidak bisa keluar, sedangkan udara bersih tidak bisa masuk ke dalam rumah. Sejumlah penyakit yang berisiko terjadi di antaranya gangguan pernapasan, alergi, hingga TBC.

    5. Dinding Bata

    CEO Chris Heating & Cooling Jon Gilbertsen mengatakan rumah yang menggunakan dinding bata ternyata bisa meningkatkan udara panas di dalam ruangan. Sebab, bata dikenal sebagai material yang dapat menyerap panas matahari dan melepaskan panas tersebut saat malam hari.

    “Jika Anda tinggal di rumah dari bata tanpa sekat termal seperti celah udara, panas yang terkumpul di dalam bata akan menghangatkan ruangan sampai malam hari, bahkan setelah suhu di luar ruangan mulai turun,” imbuhnya.

    6. Terlalu Banyak Peralatan Elektronik yang Menyala

    Selain kulkas, beberapa barang elektronik lainnya yang menyala seperti oven dan mesin cuci juga dapat meningkatkan suhu di dalam ruangan sehingga terasa panas. Lampu yang terus dibiarkan menyala saat siang juga menciptakan hawa panas.

    “Di ruangan berukuran 10×10 meter dengan pintu tertutup, kondisi ini dapat meningkatkan suhu ruangan, terutama jika aliran udara buruk dan perangkat elektronik yang terus menyala sepanjang hari,” tutur Gilbertsen.

    Itulah enam hal yang bikin suhu ruangan di dalam rumah jadi terasa panas dan bikin gerah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com