Tag: hewan melata

  • Bukan Cuma Cari Makan, Ini Alasan Kelabang Muncul di Rumah dan Cara Usirnya



    Jakarta

    Kelabang merupakan salah satu jenis hewan melata. Ukurannya kecil sekitar 2,5-7,6 cm dan bergerak cukup gesit sehingga sering kali ketika hendak menangkapnya justru kehilangan jejak.

    Kelabang memiliki warna tubuh hitam kemerahan. Lalu, kaki-kakinya cukup banyak, ramping, dan panjang. Tubuh mereka bisa meliuk meskipun tidak se-elastis kaki seribu.

    Hewan ini bisa hidup di daerah tropis. Namun, bukan berarti mereka senang di daerah yang kering, kelabang kerap ditemukan di tempat yang lembap. Selain itu, kelabang merupakan hewan yang hidup di malam hari atau nokturnal. Mereka biasa memangsa kecoak, cacing tanah, ngegat, hingga kutu busuk.


    Alasan kelabang datang selain mencari makanan adalah mereka menemukan tempat gelap yang pas untuk bersembunyi, seperti di sudut dan celah rumah yang gelap. Bisa juga karena cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, udara dingin, atau gelombang panas sehingga mereka tidak bisa hidup di luar rumah.

    Penghuni rumah harus jauh-jauh dari hewan melata satu ini karena apabila terkena racunnya bisa bengkak, gatal, hingga kemerahan. Bahkan ada anjuran untuk berdoa dan memohon berlindung dari hewan melata ini. Berikut doanya.

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab latin: A’ūdzu bi kalimātillāhit tāmāti min kulli syaithānin wa hāmmatin wa min kulli ‘aynin lāmmah.

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala setan, hewan melata, dan segala penyakit ain yang ditimbulkan mata jahat.”

    Setelah memahami betapa berbahayanya hewan kecil ini, sekarang saatnya untuk mengetahui cara membersihkan atau mengusir kelabang dari rumah.

    Cara Mengusir Kelabang

    Dilansir dari The Spurce, berikut beberapa bahan yang bisa dipakai untuk mengusir kelabang dari rumah.

    Para ahli sepakat bahwa cara terbaik untuk mengusir kelabang adalah dengan menyingkirkan sumber makanannya terlebih dahulu.

    “Menjaga rumah Anda bebas dari hama adalah salah satu pencegah yang paling efektif, karena menghilangkan sumber makanan mereka,” jelas ahli entomologi Kris Bagnara, seperti yang dikutip pada Rabu (12/11/2025).

    Kemudian, pastikan rumah selalu rapi dan bersih. Menjaga agar tidak ada barang atau remah makanan yang berserakan. Lalu, tutup semua celah dan retakan yang berpotensi menjadi akses masuk bagi kelabang. Celah tersebut umumnya berada di sekitar jendela, pintu, atau lubang pembuangan.

    Terakhir adalah jangan biarkan rumah lembap karena kelabang paling suka tempat yang lembap. Selain itu, ruangan yang lembap juga dapat berbahaya bagi kesehatan penghuninya karena bisa memicu pertumbuhan black mold.

    “Gunakan dehumidifier, perbaiki kebocoran air, dan bersihkan talang air yang tersumbat untuk membuang genangan air dan mengurangi kelembapan yang mungkin terkumpul,” saran Bagnara.

    Itulah penyebab dan cara mengusir kelabang. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Langsung Dibunuh, Ini Cara Rasulullah Menyikapi Ular di Rumah


    Jakarta

    Ular kerap menimbulkan rasa takut, apalagi jika tiba-tiba muncul di dalam rumah. Banyak orang secara refleks langsung berusaha membunuhnya, mengingat bahaya yang mungkin ditimbulkan. Namun dalam ajaran Islam, tindakan tersebut tidak selalu dibenarkan.

    Islam mengajarkan prinsip kehati-hatian dan memperlakukan semua makhluk hidup sesuai dengan haknya. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al-An’am ayat 38,

    وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ ۗمَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ


    Artinya: Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan.

    Ayat ini mengingatkan bahwa semua makhluk, termasuk ular, adalah bagian dari ciptaan Allah dan hidup menurut aturan-Nya. Karena itu, manusia tidak diperkenankan bertindak semena-mena terhadap makhluk lain tanpa alasan yang dibenarkan.

    Tuntunan Rasulullah SAW Saat Melihat Ular di Rumah

    Salah satu tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam menyikapi ular yang masuk ke rumah adalah untuk tidak terburu-buru membunuhnya. Hal ini disebabkan adanya kemungkinan bahwa ular tersebut bukan hewan biasa, melainkan jin yang menyerupai ular.

    Dalam buku Hewan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits karya H. Brilly El-Rasheed, S.Pd., dijelaskan bahwa jin memiliki kemampuan menyerupai berbagai bentuk makhluk, termasuk binatang seperti ular.

    Imam an-Nawawi dalam Shahih Muslim bi Syarh An-Nawawi mengutip pendapat Al-Maziri yang menjelaskan bahwa larangan membunuh ular secara langsung ini berlaku khusus di lingkungan rumah-rumah penduduk Kota Madinah.

    Lebih lanjut, tuntunan Nabi SAW dalam menghadapi ular di rumah dijelaskan dalam hadits berikut. Abu Sa’id Al-Khudri RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya di Madinah ini ada segolongan jin yang telah masuk Islam. Jika kalian melihat salah satu dari mereka, maka mintalah agar ia keluar dalam waktu tiga hari. Jika ia tetap menampakkan diri kepada kalian setelah itu, maka bunuhlah ia, karena sesungguhnya dia adalah setan.” (HR Muslim)

    Hadits ini menunjukkan adanya prosedur khusus dalam menghadapi ular yang muncul di rumah. Memberi kesempatan selama tiga hari bertujuan untuk memastikan apakah makhluk tersebut benar-benar hewan biasa atau makhluk lain yang sedang bersemayam dalam bentuk ular.

    Jenis Ular Berbahaya yang Boleh Dibunuh Langsung

    Meski ada anjuran untuk bersikap hati-hati, Rasulullah SAW juga memberikan pengecualian terhadap jenis ular tertentu yang sangat berbahaya. Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Lubabah RA, beliau bersabda,

    “Janganlah kalian langsung membunuh ular yang muncul di dalam rumah, kecuali ular yang ekornya terpotong pendek dan memiliki dua garis di punggungnya. Karena ular jenis ini dapat menggugurkan kandungan dan menyebabkan kebutaan. Maka, bunuhlah ia.” (HR Muslim)

    Hadits ini menunjukkan bahwa jika ular memiliki ciri-ciri tersebut, tidak perlu menunggu tiga hari. Islam memprioritaskan keselamatan jiwa, dan dalam kasus ini, tindakan cepat justru dianjurkan untuk menghindari bahaya yang lebih besar.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com