Tag: hewan peliharaan

  • 8 Tips Tinggalkan Hewan Peliharaan di Rumah Biar Nggak Bikin Kacau


    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa khawatir meninggalkan hewan peliharaan sendirian di rumah saat harus bekerja atau pergi ke luar sebentar? Pemilik rumah tidak harus membawa hewan peliharaan ke mana pun kalian pergi atau mengurung mereka di luar rumah.

    Membiarkan hewan peliharaan beraktivitas di rumah adalah pilihan paling aman untuk memastikan mereka tidak dibawa orang lain dan terhindar dari bahaya di jalan.

    Nah namun, ada juga yang merasa khawatir meninggalkan hewan peliharaan di rumah


    Lalu bagaimana caranya mengawasi hewan peliharaan agar tetap aman dan tidak merusak barang saat pemiliknya tengah pergi? Mengutip dari Reolink.com pada Selasa (23/1/2024) berikut hal yang perlu disiapkan.

    1. Pasang kamera pengawas

    Penggunaan kamera pengawas semacam CCTV di era kini sangat berguna. Selain di ruang publik, tidak ada salahnya memasang kamera pengawas di spot-spot tertentu di dalam rumah.

    Maka, saat pemilik rumah tidak ada, CCTV bisa merekam kegiatan hewan peliharaan. Selain itu, CCTV juga bisa ditonton secara real time atau di waktu bersamaan, sehingga pemilik rumah bisa mengecek keadaan hewan peliharaan secara langsung.

    2. Atur suhu rumah

    Sama seperti manusia, hewan peliharaan juga peka terhadap suhu ruangan. Saat kondisinya mereka harus ditinggal, pastikan di dalam rumah suhunya tidak terlalu panas dan pengap.

    Buka sedikit jendela untuk sirkulasi udara atau menyalakan AC agar ruangan tetap sejuk. Hindari penggunaan barang elektronik yang bisa menarik perhatian hewan peliharaan seperti menimbulkan asap atau memiliki suara yang keras.

    3. Jauhkan benda berbahaya

    Beberapa hewan peliharaan mudah terdistraksi terhadap benda yang menarik perhatiannya. Pemilik rumah harus menjauhkan beberapa benda yang rawan pecah, tumpah, terbakar, mudah ditelan, dan sebagainya.

    Sebagai contoh kaleng cat, botol minum kaca, vas bunga kaca, cairan berbahan kimia, mainan kecil, dan masih banyak lagi.

    4. Siapkan makanan dan minuman hewan peliharaan

    Selain tidur, hewan peliharaan akan tenang apabila dihadapkan dengan makanan. Jadi sebelum meninggalkan rumah siapkan terlebih dahulu makanan mereka yang cukup selama pemilik berada di luar.

    5. Pasang sensor alarm pada pintu

    Apabila di rumah memiliki pintu kecil khusus untuk keluar masuk hewan, pemasangan sensor alarm di pintu dapat sangat berguna.

    Hal ini juga diperlukan di pintu kendang, apabila hewan peliharaan kerap kabur dan lolos dengan mudah dari kendang.

    Sensor alarm ini mengirimkan sinyal kepada pemilik setiap pintu terbuka atau ada yang merusak pintu kendang yang sebelumnya terkunci rapat.

    6. Memiliki detektor asap

    Untuk berjaga-jaga saat terjadi kebakaran, perlu adanya detektor asap. Alat ini akan mengirim pesan peringatan kepada pemilik rumah. Langkah ini dapat membantu proses evakuasi dini bagi hewan peliharaan yang berada di rumah sendirian.

    7. Kalungkan GPS

    Beberapa hewan yang aktif, perlu dikalungkan sebuah GPS. Fungsinya untuk membantu pemilik hewan peliharaan mengetahui lokasi mereka. Pemasangan GPS yang aman adalah di leher mereka.

    8. Pasang layar untuk video call

    Saat ini pemilik rumah bisa mengobrol dengan hewan peliharaannya meski berjauhan. Sebuah teknologi semacam tablet yang otomatis tersambung dengan rumah bisa membantu keduanya saling menyapa.

    Hewan peliharaan tidak perlu diajarkan untuk menerima panggilan video tersebut karena sudah otomatis.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 10 Tanaman Ini Berbahaya Bagi Hewan Peliharaan di Rumah



    Jakarta

    Tanaman adalah salah satu faktor bagus yang dapat memberi ruangan di rumahmu lebih banyak tekstur. Sayangnya, tidak semua tanaman aman bagi hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

    Bagi para pemelihara hewan peliharaan, memastikan hewan favoritnya dari bahaya adalah tanggung jawab besar yang harus dihadapi. Dilansir dari Garden Design, Sabtu (23/3/2024) walaupun banyak tanaman yang aman, tapi ada juga tanaman yang bisa menyebabkan iritasi ringan sampai kematian.

    Sebelum membeli tanaman hias, cari tahu dulu tanaman tersebut tidak hanya kondisi pertumbuhannya, tapi juga keamanan bagi hewan peliharaanmu. Berikut beberapa tanaman yang berbahaya bagi hewan peliharaan.


    1. Palem Sagu

    beautiful green tropical palm tree in a potIlustrasi palem sagu Foto: Getty Images/iStockphoto/Solstizia

    Palem sagu (Cycas revoluta) memiliki tampilan yang elegan, tapi seluruh bagian tanaman ini beracun jika termakan oleh hewan peliharaan, bagian yang paling beracun adalah bijinya. Nama racunnya adalah cycasin; gejala yang dapat ditimbulkan meliputi gagal hati, tinja berdarah, muntah, pendarahan internal, penyakit kuning, retensi cairan di area perut, dan kematian. Pengobatan harus secepat mungkin dilakukan melihat dari bahaya dan parahnya gejala.

    2. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldIlustrasi tanaman giok Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman giok (Crassula ovata) atau yang juga dikenal sebagai jade plant, adalah tanaman sukulen yang ditanam sebab daunnya tebal dan tampilannya kokoh mirip pohon yang memberikan kesan eksotis. Tanaman ini diperkenalkan sebagai tanaman hias beberapa dekade lalu. Jika ada bagian tanaman yang termakan akan berbahaya bagi hewan peliharaan, tapi belum diketahui sifat racunnya. Gejala yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan, meliputi kehilangan nafsu makan, lesu, muntah, dan yang ekstrim adalah detak jantung yang lambat atau kejang-kejang.

    3. Amarilis

    Bunga amarilis.Bunga amarilis. Foto: iStock/ballycroy

    Amarilis (Hippeastrum) memiliki batang yang kokoh dan tinggi dengan bunga berbentuk terompet besar yang tersedia dalam berbagai warna. Tanaman ini memiliki nama lain, seperti cape belladonna, naked lady, dan St Joseph lily. Tanaman ini beracun ringan sampai sedang bagi hewan peliharaan, zat beracunnya adalah lycorine. Zat ini bisa membuat air liur berlebihan, depresi, diare, hipotensi, muntah, dan tremor. Umbinya lebih beracun daripada bunga dan daunnya.

    4. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Populer sebab banyak kegunaannya, lidah buaya (Aloe vera) adalah tanaman sukulen yang tumbuh alami di daerah tropis di seluruh dunia. Tanaman ini dibudidayakan sebagai tanaman di luar ruangan di daerah beriklim sedang, bisa juga dijadikan tanaman hias. Lidah buaya memiliki bentuk runcing dan mudah dirawat, gel yang diekstrak dari daunnya digunakan sebagai salep untuk mengobati luka bakar. Lidah buaya juga dipakai untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan lainnya.

    Aloe spp memiliki kandungan saponin, racun dengan sifat berbusa yang mirip sabun sangat bahaya bagi hewan peliharaan jika termakan. Gejalanya adalah diare, lesu, muntah, perubahan warna urin, dan terkadang tremor. Di beberapa kasus, toksisitasnya ringan sampai sedang. Namun, pada beberapa kasus ekstrim, jika tertelan bisa mengancam jiwa karena dehidrasi parah yang bisa terjadi.

    5. Ara Menangis

    Houseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white backgroundHouseplant tree (ficus benjamina) in a pot isolated on a white background Foto: Getty Images/iStockphoto/Viorika

    Ara menangis (Ficus benjamina) adalah pohon yang biasa ditanam di Asia dan Australia. Pohon ini memiliki daun yang melengkung dengan indah, mengkilap, dan tahan di berbagai kondisi pertumbuhan. Enzim ficin beracun bagi hewan peliharaan karena terdapat di semua bagian tanaman ara menangis, zat ini bisa merusak protein pada anjing yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan tubuh. Zat beracun lainnya adalah ficusin, bisa menimbulkan fotosiensifitas dan mengiritasi kulit saat terkena sinar matahari. Gejalanya meliputi agitasi, diare, kehilangan nafsu makan, air liur berlebihan, muntah, dan sakit mulut. Gejala kulit meliputi kemerahan, melepuh, dan peradangan. Toksisitas umumnya ringan kecuali kalau termakan dalam jumlah yang banyak.

    6. Philodendron

    Jenis philodendron.Jenis philodendron. Foto: 87 Philodendron Tampil Menawan/Yoe Kok Siong dan NS Budiana

    Philodendron adalah andalan para pecinta tanaman hias karena toleransinya pada kondisi pertumbuhan, terutama cahaya redup. Philodendron yang banyak ditanam adalah yang berdaun hati (Philodendron scandens), termasuk tanaman hias yang gampang tumbuh dan digemari sebab daunnya yang indah dan dapat merambat. Daunnya beracun bagi hewan peliharaan, bahan beracun berupa kristal kalsium oksalat dikeluarkan saat menggigit atau mengunyah bagian tanaman. Gejalanya meliputi air liur berlebihan, bengkak di mulut, nafsu makan kurang, nyeri, muntah, dan terkadang bisa terjadi penyempitan saluran napas. Toksisitasnya ringan sampai sedang.

    7. Begonia

    Begonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink BegoniaBegonia ,Begonia x semperflorens-cultorum or pink Begonia Foto: Getty Images/iStockphoto/Jobrestful

    Begonia (Begonia spp) memiliki daun berbentuk hati dan tersedia dalam bermacam corak dan warna, juga bunganya yang indah. Berbahaya jika termakan, racunnya adalah kalsium oksalat yang larut, yang terpusat di umbi bawah tanah dibandingkan batang dan daunnya. Efek yang ditimbulkan umumnya ringan, misal diare, muntah, kesulitan menelan, kehilangan nafsu makan, dan air liur berlebihan.

    8. Tanaman ZZ

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Tanaman ZZ (Zamioculcas zamiifolia) memiliki daun mengkilap dan melengkung yang bisa bertahan dalam cahaya redup dan bisa tumbuh subur dalam keadaan terabaikan. Beracun karena mengandung kalsium oksalat yang bersifat toksik ringan sampai sedang. Bisa menimbulkan pembengkakan di kulit, mata, dan selaput lendir. Dalam kasus lain, bisa terjadi diare, muntah, dan sakit perut bisa sembuh dengan sendirinya.

    9. Calla Lily

    White Cala lily over dark background, beautiful white flower on black backgroundWhite Cala lily over dark background, beautiful white flower on black background Foto: Getty Images/iStockphoto/Sirirak

    Calla lily (Zantedeschia aethiopica) terkenal dengan bunganya berbentuk tabung yang cantik dan bisa ditanam sebagai tanaman outdoor maupun indoor. Berbahaya jika termakan karena mengandung kristal kalsium oksalat. Gejalanya meliputi sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, kesulitan menelan, dan tersedak, yang bisa bertahan sampai dua minggu. Kalau termakan dalam jumlah besar, gejalanya meliputi gagal ginjal, kejang-kejang, kesulitan bernapas, muntah, bahkan kematian. Tingkat keracunannya ringan sampai sedang.

    10. Kalanchoe

    Beautiful Kalanchoe Luciae plant in the garden under the sunBeautiful Kalanchoe Luciae plant in the garden under the sun Foto: Getty Images/iStockphoto/soniabonet

    Kalanchoe (Kalanchoe blossfeldiana) memiliki warna cerah dan daun bergigi yang menarik. Sukulen tropis ini digemari para pecinta tanaman hias sebab gampang ditanam dan toleransinya di bermacam kondisi. Semua bagiannya beracun bagi hewan peliharaan, karena mengandung glikosida. Toksisitasnya ringan sampai sedang, gejalanya meliputi diare, muntah, dan air liur berlebihan. Pada kasus ekstrim, efeknya bisa berupa detak jantung tidak normal, kejang, kelesuan, pupil mata melebar, dan tremor.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hewan Peliharaan Tetangga Ganggu Kenyamanan, Begini Hukumnya Dalam Islam


    Jakarta

    Hewan peliharaan tentu saja menjadi hewan yang disayang dan dirawat oleh pemiliknya. Banyak alasan yang membuat seseorang menjadikan hewan tersebut sebagai peliharaannya.

    Namun, hewan peliharaan tetangga yang mengganggu bisa menjadi sumber ketidaknyamanan bagi kita, terutama ketika mereka merusak barang dan mencemari lingkungan sekitar. Hewan-hewan yang akan dibahas di sini adalah hewan peliharaan yang berupa burung dan juga ayam.

    Dari kondisi ini muncul beberapa pertanyaan seperti, bagaimana hukumnya membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di sekitar pemukiman? Dan apakah pemilik hewan tersebut wajib menanggung kerusakan yang disebabkan oleh hewan peliharaannya?


    Melansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU), simak jawaban lengkapnya menurut hukum Islam di bawah ini.

    Hukum Membiarkan Hewan Peliharaan Berkeliaran Di Sekitar Pemukiman

    Dalam Islam, melepaskan hewan diperbolehkan, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemilik hewan. Prinsip dasarnya adalah bahwa hewan-hewan tersebut tidak boleh menyebabkan keresahan atau mengganggu orang lain.

    Walaupun dilepaskan, pemilik hewan tersebut setidaknya harus mengawasi hewan peliharaannya supaya tidak mengganggu tetangga.

    حفة المحتاج في شرح المنهاج – (ج 23 / ص 202)
    فَلَوْ اعْتَادَ الطَّائِرُ النُّزُولَ عَلَى جِدَارِ غَيْرِهِ وَشَقَّ مَنْعُهُ كُلِّفَ صَاحِبُهُ مَنْعَهُ بِحَبْسِهِ أَوْ قَصِّ جَنَاحٍ لَهُ أَوْ نَحْوِ ذَلِكَ ، وَإِنْ لَمْ يَتَوَلَّدْ عَنْ الطَّائِرِ ضَرَرٌ بِجُلُوسِهِ عَلَى الْجِدَارِ ؛ لِأَنَّ مِنْ شَأْنِ الطَّيْرِ تَوَلُّدَ النَّجَاسَةِ مِنْهُ بِرَوْثِهِ وَيَتَرَتَّبُ عَلَى جُلُوسِهِ مَنْعُ صَاحِبِ الْجِدَارِ مِنْهُ لَوْ أَرَادَ الِانْتِفَاعَ بِهِ

    Artinya: Tuhfatul Muhtaj bi Syarhil Minhaj (vol. 23 / hal. 202)

    Jika burung itu terbiasa hinggap di tembok orang lain dan dihalangi, maka pemiliknya wajib mencegahnya dengan mengurungnya, memotong sayapnya, atau semacamnya.

    Karena dalam kasus burung, kotoran dihasilkan darinya melalui kotorannya, dan duduknya mengakibatkan pemilik tembok tidak dapat mengaksesnya jika dia ingin mengambil manfaat darinya.

    Apakah Pemilik Hewan Wajib Mengganti Kerusakan yang Disebabkan Oleh Hewan Peliharaannya?

    Penjelasan tentang aturan ini mengacu pada konsep dhaman dalam hukum Islam. Dhaman adalah tanggung jawab atau kewajiban untuk mengganti kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh hewan piaraan atau milik seseorang kepada orang lain.

    Misalnya, dalam konteks ayam atau burung dara, hewan-hewan ini sering kali tidak menyebabkan kerusakan atau gangguan besar ketika mereka dilepaskan dari kandang mereka.

    Oleh karena itu, menurut beberapa ulama, pemilik ayam atau burung dara tidak wajib membayar dhaman jika hewan-hewan tersebut tidak sengaja menyebabkan kerusakan atau gangguan saat mereka dilepaskan.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa pemilik masih bertanggung jawab untuk mengganti kerusakan yang disebabkan oleh hewan peliharaannya sesuai dengan prinsip tanggung jawab dalam Islam.

    Jadi, meskipun ada pengecualian tertentu, tetap penting bagi pemilik hewan untuk memastikan bahwa hewan-hewan mereka tidak menyebabkan kerugian kepada orang lain.

    Buat kamu yang pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Alami Cegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman di Taman Rumah


    Jakarta

    Hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan ayam sering memiliki kebiasaan menggali tanah sehingga merusak tanaman yang ada. Hal ini pasti membuat risih kamu yang punya taman di rumah.

    Pasalnya, harga tanaman hias saat ini sudah bukanlah hal yang sepele lagi, tidak hanya itu, merawat tanaman hias juga bukanlah pekerjaan yang mudah.

    Biasanya hewan peliharaan, terutama kucing, sering menggunakan tanaman sebagai tempat tidur siang yang empuk, dan terkadang juga sering menggigit dan mengunyah tanaman tersebut.


    Untuk mencegah hal tersebut terjadi, kamu bisa coba ikuti cara cara di bawah ini.

    Cara Mencegah Hewan Peliharaan Rusak Tanaman Dengan Cara Alami

    Dikutip dari thespruce.com, kucing memiliki hidung yang sensitif terhadap bau seperti jeruk, pisang, mustar, pinus, mentol, kayu putih, capsaicin (yang biasa ditemukan dalam cabai), dan herba aromatik seperti mint, rosemary, thyme, dan lavender.

    Selain mencoba untuk menggunakan aromatik seperti yang sudah disebutkan di atas, ada juga beberapa cara lain untuk mencegah kucing merusak tanaman. Berikut contohnya.

    1. Tanam Bunga Berduri atau Bunga dengan Aroma Menyengat

    Selain dari tanaman yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu juga bisa mencoba untuk menanam beberapa bunga bangkai dan tanaman berduri seperti bunga mawar dan sebagainya. Tanaman yang berduri bisa membuat kucing menjauhi daerah tanaman tersebut berada.

    2. Buat Pagar Dahan Berduri

    Jika kamu memiliki beberapa dahan bunga berduri yang sudah kering, kamu bisa merakitnya untuk dijadikan pagar untuk tanamanmu. Akan tetapi, cara ini tentunya hanya efektif untuk sementara waktu saja sampai dahan tersebut rusak dan menjadi kompos.

    3. Pasang Alat Semprot

    Bila kamu mempunyai taman yang luas, mungkin alat penyemprot tanaman otomatis bisa menjadi solusinya, selain bisa menjauhkan kucing, alat ini juga bisa membantu kamu untuk menyiram tanamannya.

    Selain itu, ada juga sistem semprotan khusus untuk mengusir hewan seperti burung, kucing, dan lain-lain. Sistem ini menggunakan sensor gerakan, dan nantinya akan menyemprotkan air pada lokasi pergerakan berada.

    4. Pasang Pagar

    Cara selanjutnya yaitu membuat pagar di sekeliling tanaman, bisa dengan menggunakan lakban transparan, floral wire deterrent, dan bird netting.

    5. Semprotan Cabai

    Bukan digunakan secara langsung ya, melainkan kamu bisa menggunakan semprotan cabai pada tanaman kamu. Beberapa tanaman juga ada yang bisa memanfaatkan semprotan cabai.

    6. Alihkan Perhatian

    Bila kucing tetap keras kepala untuk menggunakan taman bungamu sebagai tempat bermain, sebaiknya kamu coba untuk membuat tempat untuk mengalihkan perhatiannya. Cobalah untuk membuat taman khusus kucing dengan mainan dan hal-hal yang disukai kucing, seperti kotak pasir.

    7. Gunakan Cairan Pengusir Kucing

    Ada beberapa produk semprotan khusus untuk mengusir kucing. Cairan ini dibuat dengan bahan yang tidak berbahaya terhadap kucing, jadi kamu tidak perlu khawatir akan membunuh kucing tersebut.

    Itu dia 7 cara cegah hewan peliharaan merusak taman rumah kamu. Semoga bermanfaat!

    (zlf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hewan Peliharaan BAB Sembarangan di Sekitar Rumah, Pemiliknya Wajib Bersihkan?



    Jakarta

    Sudah sifat alamiah, hewan buang kotoran sembarangan. Namun, untuk hewan peliharaan biasanya pemiliknya sudah menyediakan tempat khusus. Kondisinya akan berbeda jika hewan tersebut dibawa keluar oleh pemiliknya dan di perjalanan membuang kotoran. Biasanya pemiliknya tidak akan membersihkan kotoran di jalan padahal bisa merugikan orang lain. Jika sudah begini, bisakah warga yang dirugikan menuntut pemilik hewan tersebut?

    Menurut Pengacara Muhammad Rizal Siregar jika kejadiannya hewan peliharaan BAB sembarangan di rumah tetangga atau di jalan, bukan termasuk tindakan pidana. Pemiliknya tidak dapat dituntut, tetapi tetangganya bisa memintanya untuk membersihkan kotoran tersebut.

    “Tidak ada ketentuan ganti ruginya apabila hewan BAB sembarangan. Hanya membersihkan saja,” kata Rizal kepada detikProperti pada Jumat (12/7/2024).


    Risiko ganti rugi bagi pemilik hewan peliharaan dapat dikenakan apabila hewan peliharaannya menimbulkan kerugian seperti merusak bagian dari properti, kendaraan, atau membahayakan jiwa.

    Dalam Pasal 1365 KUH Perdata, dijelaskan bahwa setiap perbuatan yang membuat kerugian orang lain akibat kelalaiannya dikategorikan sebagai perbuatan melanggar hukum (PMH).

    “Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.” Bunyi Pasal 1365 KUH Perdata.

    Selain karena kelalaian, pemilik hewan peliharaan juga bisa dikenakan hukuman pidana jika membahayakan orang secara sengaja dan memelihara hewan buas. Ketentuan ini tertuang dalam Pasal 340 RKUHP.

    “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori II (denda maksimal Rp 10 juta-red), setiap orang yang tidak mencegah hewan yang ada dalam penjagaannya yang menyerang orang atau hewan.” bunyi pasal 340 RUU KUHP seperti yang dikutip dari detikcom.

    Lebih lanjut, pemilik hewan peliharaan bisa terancam pidana 6 bulan penjara, jika melakukan hal berikut.

    1. Menghasut hewan sehingga membahayakan orang;

    2. Menghasut hewan yang sedang ditunggangi atau hewan yang sedang menarik kereta atau gerobak atau yang dibebani barang;

    3. Tidak menjaga secara patut hewan buas yang ada dalam penjagaannya; atau

    4. Memelihara hewan buas yang berbahaya tidak melaporkan kepada Pejabat yang berwenang.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah Banget! Pakai 4 Bahan Alami Ini, Laba-laba di Rumah Auto Kabur


    Jakarta

    Sarang laba-laba biasanya ditemukan di sudut rumah yang jarang dibersihkan. Keberadaan laba-laba sebenarnya tidak berbahaya karena laba-laba juga jarang menyerang manusia, tetapi memang keberadaannya kerap membuat risih dan rumah terlihat kotor jika ditemukan sarang ini.

    Maka dari itu, kamu harus sering membersihkan rumah secara merata termasuk ke area celah seperti di bawah meja, di belakang lemari, di plafon, atau tempat lainnya. Cara membersihkannya pun tidak susah. Cukup ambil sarang dengan sapu atau benda padat lainnya.

    Namun, jika kamu ingin laba-laba tidak bersarang lagi di rumah, kamu bisa menggunakan bahan khusus untuk membasmihnya. Melansir dari Mirror, Jumat (26/1/2024), berikut ini bahan yang efektif untuk membasmi laba-laba di rumah.


    1. Jeruk

    Sudah menjadi rahasia umum jika aroma jeruk cukup kuat. Namun, aroma tidak membuat laba-laba takut. Hewan satu ini lebih takut dengan air dari jeruk atau lemon karena terdapat senyawa insektisida (limonene dan linalool) yang membunuh banyak hama. Caranya kamu bisa memeras air jeruk atau lemon, lalu semprotkan pada area yang kerap ditemukan laba-laba.

    2. Minyak Esensial

    Sering digunakan sebagai cairan relaksasi dan bermanfaat untuk kesehatan, tetapi minyak esensial justru ampuh ditakuti oleh hama salah satunya laba-laba. Aroma yang paling ampuh untuk basmi laba-laba adalah peppermint karena aroma ini terlalu menyengat untuk laba-laba yang memiliki indera penciuman melalui kakinya.

    Untuk membuat ramuan tersebut, kamu perlu sekitar 20 tetes minyak esensial peppermint ke dalam botol berisi air, lalu semprotkan ke setiap sudut dan celah rumahmu. Kamu juga bisa menyemprotkannya ke selimut untuk mencegah mereka naik ke tempat tidur. Karena minyak ini beracun bagi hewan peliharaan, pastikan bahwa kamu menghindari metode ini dari peliharaan Kamu.

    3. Lilin Aromaterapi Serai

    Salah satu bahan masakan yang ampuh usir laba-laba adalah serai. Tanaman ini juga ampuh mengusir serangga seperti tawon dan nyamuk. Cara penggunaannya bisa dengan menjadikannya lilin aromaterapi kemudian letakkan di dekat jendela.

    4. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki segudang manfaat, termasuk untuk membasmi laba-laba di rumah. Cuka memiliki kandungan asam asetat yang sangat sensitif bagi laba-laba. Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika kamu dekat hewan peliharaan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Ini Bisa Usir Kecoa dari Rumah


    Jakarta

    Kecoa merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Keberadaan kecoa sering mengganggu penghuni rumah.

    Selain mengganggu, adanya kecoa juga dikhawatirkan membawa penyakit sebab hewan tersebut termasuk ke dalam vektor atau binatang pembawa penyakit. Tak heran, penghuni rumah sering mencari cara untuk mengusir atau bahkan membasminya.

    Nah, untuk mengusir kecoa dari rumah bisa dilakukan dengan menanam beberapa tanaman ini. Sebab, kecoa tidak menyukai aroma dari tanaman ini. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Daun Mint

    Dilansir dari Homes and Gardens, minyak dari daun mint bisa mengusir kecoa atau mencegahnya masuk ke dalam rumah. Kamu bisa menyampurkan 15 tetes peppermint oil atau minyak daun mint dengan 10 ons air (295 ml) air sebelum menyemprot ke bagian rumah yang ada kecoa.

    Lavender

    Lavender merupakan tanaman yang populer karena aromanya yang menenangkan dan juga bisa mengusir serangga bahkan kecoa. Kamu bisa menaruh bunga lavender di sekitar rumah untuk mencegahnya masuk.

    Daun Salam

    Dilansir dari Tom’s Guide, daun salam selain digunakan untuk menyedapkan makanan juga bisa untuk mengusir kecoa. Tanaman ini bisa dirawat di dalam maupun di luar rumah asalkan mendapat sinar matahari dan disiram secukupnya. Namun perlu dicatat, tanaman ini beracun untuk hewan anjing dan kucing jadi harus hati-hati ya kalau menanam tanaman ini dan kamu memiliki hewan peliharaan di rumah.

    Rosemary

    Tanaman ini juga bisa lho mengusir kecoa. Dilansir dari House Digest, kamu bisa menyimpan tanaman ini di ruangan yang terkena sinar matahari atau keringkan potongan rosemary dan diletakkan di dapur untuk mengusir kecoa.

    Catnip

    Tanaman catnip disukai dan aman untuk kucing. Namun, tidak disukai kecoa. Hal ini karena catnip mengandung nepetalactone, yaitu zat kimia yang secara aktif akan mengusir kecoak. Faktanya, catnip bermanfaat dalam banyak hal, karena catnip juga dapat mengusir lalat dan nyamuk.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa mengusir maupun mencegah kecoa masuk ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Cegah Lalat Masuk Rumah, Mudah!


    Jakarta

    Keberadaan lalat di rumah bisa mengganggu penghuni rumah. Selain mengganggu, lalat bisa saja membawa penyakit pada kakinya karena mereka suka hinggap di tempat-tempat yang kotor, seperti tempat sampah, yang bisa saja membawa bakteri dan kuman dari sana.

    Tak heran, penghuni rumah melakukan berbagai upaya untuk mengusir dan membasminya. Nah, sebelum masuk ke dalam rumah, ada beberapa hal yang yang bisa kamu lakukan lho untuk mencegah lalat masuk ke dalam rumah.

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, Kamis (5/9/2024), berikut ini informasinya.


    Cara Mencegah Lalat Masuk ke Rumah

    1. Jaga Rumah Agar Tetap Bersih

    Kamu bisa membersihkan rumah secara rutin untuk mencegah lalat masuk ke rumah. Misalnya, bersihkan segera jika ada tumpahan makanan atau minuman di ruangan.

    2. Basmi Tempat yang Berpotensi Jadi Sarang Lalat

    Tumpukan kompos, saluran pembuangan yang tersumbat, tempat sampah yang tidak tertutup, sisa makanan, dan sampah bisa menjadi tempat perkembangbiakan lalat. Maka dari itu, pastikan semua tempat sampah tertutup, kosongkan secara teratur dan bersihkan secara menyeluruh.

    Selain itu bila kamu mempunyai hewan peliharaan, biasakanlah untuk segera membersihkan dan membuang kotoran hewan peliharaan kamu. Kamu juga harus menjaga agar mangkuk makan hewan peliharaan kamu tetap bersih dan kering.

    3. Tutup Akses Masuk Lalat

    Lalat biasanya hidup di luar ruangan. Oleh karena itu, kamu harus biasakan untuk menutup rapat rumah, atau kamu bisa memasang jaring anti serangga pada jendela atau pintu rumahmu.

    4. Simpan Makanan Dengan Baik

    Bila kamu mempunyai banyak sumber makanan seperti buah dan makanan kering, kamu harus pastikan untuk menyimpannya pada tempat yang tertutup. Kamu juga bisa menyimpan makanan tersebut di kulkas.

    5. Panggil Profesional

    Jika keberadaan lalat di rumah sudah lalu banyak dan tidak bisa dibasmi sendiri, kamu bisa panggil seorang profesional untuk menanganinya. Para profesional bisa mengidentifikasi lalat dan membasmi tempat perkembangan biakannya.

    Nah itu dia cara mencegah lalat masuk rumah. Semoga setelah mempraktekkan cara ini, rumahmu jadi bebas dari lalat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanaman yang Ampuh Usir Serangga dan Mudah Ditanam di Rumah


    Jakarta

    Kamu pasti pernah merasa terganggu dengan kehadiran serangga di rumah. Beberapa jenis serangga yang biasa ditemukan di rumah di antaranya lalat, kecoa, nyamuk, semut, hingga kelabang. Hewan kecil ini susah-susah gampang untuk diusir karena ada beberapa yang bisa terbang sehingga tidak bisa langsung keluar rumah.

    Namun tenang, selain menggunakan bahan kimia untuk membasmih mereka, kamu juga bisa menggunakan tanaman. Beberapa tanaman ada yang ampuh untuk mencegah serangga datang ke rumah.

    Melansir dari berbagai sumber, Senin (7/10/2024), berikut beberapa tanaman yang bisa mengusir serangga.


    1. Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Dilansir dari The Spruce, Lavender adalah salah satu tanaman yang tidak disukai serangga seperti lalat dan kecoa. Lavender mengeluarkan aroma yang dibenci oleh serangga. Sementara jika tercium oleh manusia, aroma ini tidak masalah sama sekali. Lavender biasanya ditanam di luar rumah, bisa juga kamu membeli bunga batangan untuk diletakkan di vas bunga.

    2. Catnip

    Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio:Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio: Foto: iStock

    Pernah mendengan tanaman catnip? Tanaman ini disukai oleh kucing karena aromanya. Namun, Di aroma ini justru dibenci oleh lalat.

    3. Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Mint adalah tanaman yang apabila dimakan akan memberikan efek dingin pada setiap gigitannya. Selain itu, tanaman ini memiliki aroma yang segar yang tidak disukai lalat lho. Cara penanamannya juga cukup mudah bisa di wadah kecil. Kamu bisa meletakkan mint di dapur rumah agar mudah diambil.

    4. Daun Salam

    daun salam Foto: iStock

    Selain menjadi tanaman herbal, menurut Tom’s Guide, daun salam bisa untuk mengusir kecoa. Tanaman ini bisa dirawat di dalam maupun di luar rumah asalkan mendapat sinar matahari dan disiram secukupnya. Namun perlu dicatat, tanaman ini beracun untuk hewan anjing dan kucing jadi harus hati-hati ya kalau menanam tanaman ini dan kamu memiliki hewan peliharaan di rumah.

    5. Kemangi (Basil)

    Kemangi Foto: Getty Images/iStockphoto/Supersmario

    Dilansir dari detikEdu, Aroma kuat dari kemang, ampuh untuk mengusir serangga seperti nyamuk. Cara merawatnya adalah menjaga agar tanaman ini tetap lembap, perhatikan saluran airnya, dan letakkan di lokasi yang banyak matahari.

    6. Serai

    Ilustrasi Tanaman Serai Foto: Getty Images/iStockphoto/Nanniie_iiuu

    Tanaman selanjutnya adalah tanaman herbal lainnya yang cara menanamnya juga cukup mudah di rumah, yakni serai. Tanaman satu ini mudah sekali ditemukan di Indonesia dan biasa menjadi bahan dapur. Serai dapat menjadi bahan alami untuk mengusir nyamuk di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Penyebab Rumput Halaman Menjadi Berwarna Coklat, Salah Satunya Jamur


    Jakarta

    Rumput yang hijau dan subur seringkali menjadi ciri kesehatan dan keindahan sebuah taman atau halaman. Namun, tidak jarang rumput secara perlahan berubah warna menjadi coklat.

    Kondisi ini tentunya mengurangi daya tarik visual tanaman dan menandakan adanya masalah. Perubahan warna itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Apa saja?

    Penyebab Rumput Halaman menjadi Coklat

    Beberapa penyebab rumput halaman menjadi coklat di antaranya kurang air atau cuaca yang panas, penyakit dan jamur, hingga air seni hewan peliharaan. Menurut laman Neave Group dan Today’s Home Owner begini penjelasannya.


    1. Kurang Air atau Cuaca Panas

    Setiap jenis rumput membutuhkan air yang cukup untuk bisa tumbuh. Kekeringan atau cuaca yang sangat panas bisa menghalangi rumput mendapat cukup air dari tanah.

    Oleh sebab itu, siram halaman seminggu sekali atau dua kali sebulan atau bahkan lebih sering jika kamu tinggal di daerah rawan kekeringan. Cara termudahnya adalah menggunakan penyiram otomatis.

    2. Kutu Busuk

    Kutu busuk menjadi penyebab utama rumput coklat. Hewan ini akan memakan rumput dengan menghisap sari tanaman dan menyuntikkan cairan ludah ke daun dan batang.

    Hal ini menghalang air dan makanan sehingga membuat rumput mati. Kutu busuk paling aktif dalam kondisi panas, kering, dan cerah.

    Pertama-tama halaman akan terlihat layu, menguning, dan akhirnya coklat. Bercak-bercaknya akan terus membesar, meski sudah dilakukan penyiraman secara teratur.

    3. Terlalu Banyak Pupuk, Air, atau Keduanya

    Penggunaan pupuk yang tepat untuk rumput halaman akan memberikannya nitrogen, fosfor, dan kalium yang dibutuhkan untuk tumbuh.

    Menyiram halaman memang penting untuk menjaganya tetap sehat. Namun, terlalu banyak pupuk, air, atau keduanya bisa menyebabkan rumput berwarna coklat.

    Oleh sebab itu, perhatikan seberapa sering kamu memberikan pupuk pada rumput dan menyiraminya dengan air. Masalah kecoklatan pada rumput ini termasuk bercak-bercak besar yang berubah menjadi coklat.

    4. Penyakit dan Jamur

    Puluhan penyakit dan jamur bisa membuat rumput halaman menjadi coklat. Penyiraman yang sedang berlangsung dan sering menyebabkan kelembaban tinggi menyebabkan ada jamur di mana-mana.

    Untuk mencegah adanya penyakit pada rumput, hindari memotongnya terlalu rendah. Siram dengan benar, dan pastikan halaman memiliki drainase yang memadai.

    5. Air Seni Hewan Peliharaan

    Air seni hewan peliharaan juga bisa menjadi masalah bagi rumput karena bisa menyebabkannya menjadi berwarna coklat dengan cepat. Air ini mengandung nitrogen dalam kadar yang tinggi.

    Nitrogen adalah nutrisi utama untuk halaman yang sehat. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak bisa membuat rumput menjadi coklat dan akhirnya mati.

    Itulah sejumlah penyebab rumput halaman berubah menjadi coklat. Semoga artikel ini bisa membantumu.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com