Tag: hewan

  • Jangan Hanya Disiram, Begini Trik Ampuh Usir Cacing di Kamar Mandi


    Jakarta

    Kamar mandi bisa menjadi sarang bagi hewan-hewan yang menyukai tempat lembap. Salah satunya adalah cacing yang menyukai tempat yang basah dan berlumut. Di sana mereka bisa mendapatkan sumber makanannya.

    Cacing bisa datang dari mana saja bahkan dari lubang pembuangan air di kamar mandi. Kondisi kamar mandi yang kotor membuat kamar mandi licin, lembap dan mudah ditumbuhi jamur atau lumut.

    Hewan kecil ini sebenarnya tidak mengganggu manusia secara langsung. Bahkan pergerakan mereka lambat. Namun, keberadaan mereka di kamar mandi membuat pengguna kamar mandi tidak nyaman.


    Biasanya cacing bisa diusir dengan disiram air yang banyak, tetapi itu tidak menjamin cacing akan pergi selamanya. Dilansir The Guardian berikut cara agar kamar mandi aman dari cacing.

    1. Pastikan Kamar Mandi Selalu Bersih

    Saat ingin menangani sebuah masalah, kamu harus menangani penyebabnya terlebih dahulu. Kamar mandi yang kotor kerap menjadi penyebab cacing muncul. Oleh karena itu, minimal setiap hari kamar mandi bisa dibersihkan, terutama jika sepanjang hari sering dipakai. Cara membersihkannya juga harus meliputi semua sisi mulai dari lantai, keramik dinding, kloset, permukaan lubang pembuangan, bak mandi, shower, hingga gayung.

    2. Tambah Ventilasi

    Penyebab kedua kemunculan cacing adalah kondisi kamar mandi yang lembap dan basah. Cara untuk mengatasinya adalah pastikan di dalam kamar mandi memiliki ventilasi. Fungsinya agar kamar mandi bisa kering setelah digunakan. Tempat yang selalu lembap bisa memicu pertumbuhan jamur, bakteri, dan lumut.

    Jika tidak bisa memiliki ventilasi di dinding, kamu bisa menggunakan kipas khusus atau memisahkan area basah dan kering di kamar mandi.

    3. Perbaiki Pipa dan Keramik yang Bocor

    Cacing bisa datang melalui pipa bocor dan retakan keramik. Jika kamu melihat atau mengetahui tempat masuk mereka, langsung tutup akses tersebut.

    4. Cuka dan Soda Kue

    Kamu juga bisa membasmi cacing dengan menggunakan campuran cuka dan soda kue. Bahan pembersih ini juga ampuh untuk membersihkan kamar mandi. Cara memakainya cukup dicampurkan dan tuang ke sudut kamar mandi. Kemudian, gosok dan bilas.

    5. Gunakan Larutan Garam

    Selain soda kue dan cuka, garam juga ampuh untuk mencegah cacing muncul di kamar mandi. Caranya sama dengan cuka dan soda kue yakni tinggal ditaburkan pada area cacing sering muncul. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu lalu siram.

    6. Lemon

    Sama-sama mengandung asam, air lemon ampuh menjadi disinfektan alami yang dapat membantu menghilangkan bau dan mencegah cacing datang. Caranya dengan menuangkan secangkir jus lemon ke toilet dan diamkan semalaman. Setelah itu bilas.

    Itulah beberapa trik ampuh untuk mengusir cacing dari kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Membunuh Cicak Diperbolehkan dalam Islam, Ternyata Ini Alasannya



    Jakarta

    CIcak adalah salah satu hewan penunggu rumah. Hewan jenis reptil ini mudah sekali ditemukan di rumah, biasanya mereka hinggap di dinding, baik itu kamar tidur, kamar mandi, bahkan gudang sekali pun.

    Hewan satu ini sebenarnya mudah diusir. Melihat kita lewat saja, mereka bisa pergi menjauh. Namun, ada pula yang sudah diusir mereka tetap diam di tempat sehingga harus benar-benar terkena benda atau disiram, baru setelah itu mereka pergi.

    Keberadaan cicak sebenarnya tidak membahayakan karena mereka tidak menggigit. Namun, kotoran mereka bisa jadi masalah apabila terkena manusia karena mengandung bakteri jahat seperti Salmonella.


    Selain diusir, ternyata cicak boleh lho dibasmi atau dibunuh dalam Islam. Di dalam hadist sendiri cicak memang sudah disebutkan sebagai hewan yang sering mengganggu manusia. Di dalam bahasa Arab, cicak disebut Al Wazagh. Sementara dalam hadits cicak disebut dengan Al Fuwaisiq yang berarti ‘Si Kecil pengganggu’.

    Meskipun disebut hewan pengganggu, tetapi di dalam hadist tidak disebutkan bahwa kehadiran cicak dapat membawa kesialan atau menghambat keberuntungan.

    Ustad Farid Nu’man menjelaskan bahwa seorang muslim harus meyakini sial dan untung, malapetaka dan keselamatan, semuanya adalah ketetapan dari Allah Ta’ala semata. Hal ini juga sudah tertulis jelas di Quran, QS. At-Taubah, Ayat 51:

    قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

    Artinya:

    Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah, Ayat 51)

    Anggapan cicak adalah hewan pengganggu karena hewan yang kerap merayap di dinding ini bisa menyebarkan kotoran. Oleh karena itu, di dalam Islam ada anjuran untuk membunuh cicak karena kotoran tersebut menjijikan.

    “Cicak termasuk hewan yang kotor sekaligus menjijikkan bagi banyak orang. Sehingga keberadaannya sering dianggap mengganggu manusia di rumah-rumahnya. Oleh karenanya, Rasulullah SAW menganjurkan membunuhnya,” ucap Ustad Farid Nu’man kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, di dalam hadist juga disebutkan bahwa membunuh cicak dengan mengikuti aturan tertentu dapat mendatangkan pahala bagi yang melakukannya. Riwayat ini berasal dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu bahwa Nabi SAW bersabda:

    «مَنْ قَتَلَ وَزَغَةً بِالضَّرْبَةِ الأُولَى كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّانِيَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً، فَإِنْ قَتَلَهَا فِي الضَّرْبَةِ الثَّالِثَةِ كَانَ لَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً»

    Artinya:

    Barang siapa yang membunuh cicak sekali pukul maka dia dapat pahala sekian sekian, jika dua kali pukulan maka sekian, jika tiga kali pukulan maka sekian.” (HR. At Tirmidzi No. 1482, kata At Tirmidzi: hasan shahih)

    “Hikmah dari ini adalah bahwa semua bentuk gangguan kepada manusia mesti dihilangkan sampai akar-akarnya, termasuk gangguan dari hewan seperti cicak. Banyak manusia yang geli dan jijik dengannya ketika berada di lemari, makanan, dsb. Maka, syariat melindungi manusia dan menyingkirkan gangguannya,” pungkas Ustad Farid.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cacing yang Sering Muncul di Kamar Mandi dan Penyebabnya


    Jakarta

    Sebagian orang akan panik ketika melihat cacing tiba-tiba muncul dari lantai kamar mandi. Cacing ini bisa muncul di sela-sela lantai, nat atau dari lubang pembuangan air.

    Ternyata, cacing yang muncul di kamar mandi ada beberapa macam. Mereka pun muncul bukan tanpa sebab. Sistem pembuangan limbah adalah salah satu tempat berkembang biak hewan melata ini.

    Oleh karena itu, penting bagi kita untuk tetap menjaga kebersihan kamar mandi agar cacing tak lagi muncul. Misalnya, membersihkan lantai dengan cairan karbol atau pembersih yang tepat secara rutin.


    Tidak meninggalkan sampah dan tidak membuang sisa sampah atau apapun lewat saluran pembuangan air.

    Selengkapnya, ini 4 jenis cacing yang kerap muncul di kamar mandi dan penyebabnya:

    Jenis cacing yang muncul di kamar mandi dan sebabnya

    1. Cacing Darah

    Cacing darah biasanya juga dikenal dengan nama cacing selokan. Cacing ini mengandung zat besi dan porfirin dalam tubuhnya sehingga warnanya terlihat merah tak begitu mencolok. Cacing darah sering muncul terbawa air yang terkontaminasi atau air kotor dari selokan.

    Bila cacing ini muncul, berarti kamar mandi tak bersih, pasokan air kurang, dan ada penumpukan di saluran pembuangan limbah.

    2. Cacing Rambut Kuda

    Cacing ini awalnya berbentuk telur yang muncul dari perut serangga seperti jangkrik atau kecoa. Bila kita melihat kecoa di dalam kamar mandi dan membunuhnya, maka organ dalam yang terburai dari tubuh kecoa itu akan memunculkan cacing rambut kuda.

    Cacing rambut kuda ini banyak dianggap sebagai parasit manusia yang bisa menimbulkan penyakit.

    3. Cacing Tanah

    Cacing ini yang sering ditemui di kamar mandi. Cacing tanah biasanya muncul dari sela-sela lantai atau nat. Cacing tanah bisa muncul di kamar mandi karena lantai keramik pecah atau tidak tertutup sempurna sehingga ada celah baginya untuk keluar.

    4. Larva Lalat

    Lalat saluran pembuangan paling banyak ditemukan di kamar mandi, namun kebanyakan orang tidak dapat mengenalinya. Cacing ini memiliki saluran pernapasan berwarna gelap yang mencolok dan garis gelap di bagian punggung.

    Meskipun cacing ini tidak berbahaya bagi manusia, keberadaanya di sekitar kita tentu meresahkan. Kehadiran cacing ini merupakan indikasi adanya serangga lalat di saluran air kamu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 4 Jalur Rahasia Kalajengking Masuk ke Rumah



    Jakarta

    Terkadang ada saja hewan, serangga, bahkan arachnida yang masuk rumah. Kalajengking yang terkenal bisa menyengat manusia pun dapat muncul di dalam rumah.

    Kalajengking biasanya masuk rumah untuk mencari makanan atau tempat bersembunyi. Pada siang hari kalajengking mencari perlindungan dan istirahat di dalam retakan atau celah pada pagar, tembok, ataupun pekarangan rumah.

    Lantas, bagaimana cara kalajengking masuk rumah ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Cara Kalajengking Masuk Rumah

    Inilah beberapa cara kalajengking bisa masuk ke rumah.

    1. Celah dan Retakan pada Bangunan

    Kalajengking biasanya mencari celah atau retakan sebagai tempat persembunyian. Kalajengking dapat pindah ke area lain di rumah termasuk rongga dinding dan ke loteng untuk bersarang.

    Retakan dan celah kecil bagian luar rumah atau dinding garasi bisa dilalui kalajengking. Mereka mampu merayap melalui celah sekecil 1,58 milimeter.

    2. Lubang Ventilasi

    Kalajengking bisa masuk rumah lewat lubang ventilasi. Salah satunya ventilasi kamar mandi merupakan titik masuk umum bagi kalajengking yang mungkin akan menjatuhkan diri ke lantai setelah masuk. Kamu bisa mencegahnya masuk dengan memasang kasa jendela.

    3. Celah Pintu dan Jendela

    Arachnida satu ini dapat melewati celah pada pinggiran pintu dan jendela. Tentunya kalajengking bisa masuk kalau pintu terbuka, tetapi mereka pun bisa masuk dari celah di bawah pintu, lho.

    Supaya nggak masuk, pastikan untuk menutup celah pintu dan jendela. Misalnya memasang gabus atau karet khusus di bawah pintu.

    4. Terbawa oleh Penghuni Rumah

    Tentunya tidak ada yang ingin ada kalajengking di dalam rumahnya, kecuali bagi yang ingin memelihara kalajengking. Namun, kalajengking bisa tidak sengaja terbawa masuk oleh penghuni rumah. Misalkan kamu membawa kotak, benda, atau tanaman dari tempat yang ada kalajengking ke dalam rumah.

    Itulah beberapa cara kalajengking bisa masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 4 Tempat di Rumah yang Jadi Sarang Lalat Bertelur



    Jakarta

    Lalat merupakan hama yang bisa muncul di rumah. Hewan ini dianggap hama karena bisa mengganggu kesehatan orang. Apalagi hewan ini mudah bertelur.

    Lalat bisa bertelur di berbagai tempat di area rumah. Hal itu yang membuat populasi lalat bisa tumbuh dengan cepat di sekitar rumah.

    Lalat biasanya bertelur di area yang mendukung keturunannya dengan persediaan makanan. Melansir Pest Pointers, berikut beberapa tempat yang diyakini menjadi tempat bertelurnya lalat di rumah.


    Sisa-sisa Makanan di Rumah

    Salah satu tempat yang paling sering dihinggapi lalat untuk bertelur adalah pada sisa makanan. Makanan yang ditaruh diluar dalam waktu yang lama, atau bahkan sisa-sisa kecil yang jatuh.

    Saat lalat menemukan tempat berkembang biaknya, lalat akan memahami bahwa sisa makanan dapat mendukung keturunan barunya. Jika kamu membiarkan makanan di luar dalam waktu yang lama, hal ini akan memperbanyak lalat untuk menjadi tempat bertelur.

    Selain memastikan makanan tidak tertinggal dalam waktu lama, membersihkan sisa-sisa dan membuangnya dapat membantu mengurangi jumlah lalat di rumah.

    Dapur

    Mirip dengan makanan yang berserakan, tumpahan di dapur juga dapat memungkinkan lalat untuk berkembang biak. Kekacauan seperti tumpahan makanan yang tidak dibersihkan, atau bahan-bahan sisa yang menjadi tempat untuk bertelurnya lalat.

    Tumpahan yang berminyak, berlemak, atau membusuk akan menarik banyak lalat, karena zat-zat ini padat nutrisi dan kalori bagi keturunannya. Zat ini juga mengandung banyak protein, sehingga mendukung pertumbuhan dan reproduksi lalat baru.

    Kompos Dalam Ruangan

    Kompos menjadi tempat yang bagus untuk lalat bertelur. Kompos merupakan bahan yang sangat mirip dengan tempat lalat bertelur di alam. Di alam liar, lalat biasanya berkembang biak di bahan organik yang membusuk.

    Selain menjadi sumber makanan yang penting, kompos juga menarik bagi lalat karena panas yang dihasilkan. Panas ini optimal untuk mendukung perkembangan telur dan lalat muda yang sensitif terhadap suhu.

    Kotoran Hewan Peliharaan

    Tempat lain yang disukai oleh lalat adalah kotoran hewan peliharaan. Terkadang hewan peliharaan kamu meninggalkan kotoran di halaman atau bahkan di dalam rumah tanpa kamu sadari.

    Mirip dengan kompos, kotoran hewan peliharaan segar memiliki jumlah panas dan nutrisi yang tepat untuk mendukung telur lalat.

    Untuk mengatasinya, kamu dapat lebih waspada tentang di mana hewan peliharaan kamu buang air. Jika tidak sengaja buang air di dalam rumah, bersihkan secara menyeluruh dengan beberapa jenis semprotan disinfektan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Warna Air Kolam Ikan Berubah Jadi Hijau? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Keberadaan kolam ikan di rumah bisa menjadi dekorasi yang menarik. Adanya kolam ikan di rumah, berarti para penghuni juga harus siap untuk rutin membersihkannya.

    Jika kolam ikan dirawat dengan baik tentunya akan membuat tampilan rumah semakin menarik. Namun, jika tidak dirawat justru bisa merusak estetika rumah.

    Kolam ikan yang tak dirawat kerap kali berubah warna airnya. Biasanya, air mulai berubah menjadi warna hijau. Kok bisa?


    Melansir dari Michigan State University Extension Natural Resources, salah satu penyebab paling umum pada perubahan warna air adalah penumpukan nutrisi yang mengakibatkan mekarnya alga. Hal itu bisa membuat warna air berubah menjadi hijau, cokelat, bahkan merah.

    Tumbuhnya alga juga bisa menyebabkan masalah kualitas air serta menyebabkan penurunan kadar oksigen saat alga mati dan membusuk.

    Di sisi lain, perubahan warna air bisa dipengaruhi oleh keberadaan plankton, sedimen yang mengendap, maupun mineral yang terlarut. Perubahan warna air pada kolam tergantung pada penyebabnya.

    Cara Menghilangkan Alga dari Kolam

    Dilansir dari Yard Focus, ada beberapa cara untuk menghilangkan alga dari kolam. Berikut ini informasinya.

    Tambahkan Hewan Pemakan Alga ke Kolam

    Kamu bisa menambahkan ikan sapu-sapu untuk membantu membersihkan kolam ikan. Hewan ini akan menempel di sisi kolam ikan dan memakan lumut yang menempel di sana.

    Selain itu, kamu juga bisa menaruh berudu di dalam kolam ikan. Berudu memakan alga saat mereka akan tumbuh menjadi katak.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi. Dengan ikan dan berudu, kamu akan melihat air kolam yang lebih jernih dan lebih sedikit lumut dari waktu ke waktu.

    Tambahkan Tanaman Penyerap Nutrisi

    Kamu bisa menambahkan lili air maupun gelagah di kolam ikan. Tanaman ini akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan alga untuk tumbuh. Tanaman ini juga bisa tumbuh dengan baik tanpa mengganggu ikan maupun lingkungan.

    Pasang Filter Air

    Memasang filter adalah solusi yang paling banyak digunakan. Filter air bisa membuang nutrisi ekstra yang merupakan sumber makanan lumut dan membersihkan air dari kotoran. Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan yang baik juga meningkatkan kualitas air kolam secara keseluruhan, yang sangat bagus untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    Itulah penyebab dan beberapa cara mengatasi alga pada kolam ikan. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, 5 Tanaman Ini Bisa Jadi Tempat Persembunyian Ular di Rumah


    Jakarta

    Keberadaan ular di halaman bisa membuat penghuni rumah ketakutan. Ada beberapa hal yang bisa menarik ular untuk masuk ke pekarangan rumah, salah satunya tanaman.

    Beberapa tanaman bisa menjadi tempat persembunyian ular. Maka dari itu, kamu harus hati-hati saat memilih tanaman sebagai hiasan di rumah.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    1. Tanaman Semanggi

    bisnis daun semanggidaun semanggi Foto: dok. Koreaboo

    Tanaman dengan daun berbentuk hati ini sangat menarik perhatian. Apalagi jika dalam satu tangkai semanggi memiliki empat daun yang kerap dianggap sebagai tanda keberuntungan.

    Tanaman ini hanya hidup dalam waktu yang singkat. Namun, tingkat kepadatan daun semanggi yang tinggi di taman rumah bisa menjadi tempat mengumpan yang aman bagi ular.

    2. Bunga Melati

    Bunga melati.Bunga melati. Foto: iStock/Photographer

    Dilansir dari greenkin, ular menyukai bunga melati karena memiliki wangi yang harum dan dedaunan yang lebat.

    Hewan pengerat seperti tikus senang hidup di tempat gelap seperti di bawah semak-semak, yang membuat ular menangkap mereka dengan mudah. Ular juga suka mengumpat di balik tanaman dari predator.

    3. Pohon Jeruk

    Ilustrasi pohon jerukIlustrasi pohon jeruk Foto: Getty Images/mrtekmekci

    Ular tertarik pada pohon jeruk karena memberikan pasokan makanan yang banyak, tempat berlindung, hingga air. Alih-alih memakan buahnya, ular memburu hewan pengerat yang mengonsumsi jeruk.

    4. Rumput Tinggi

    Down low in tall grass perspective looking toward the lawn garden tractor. Suburban residential district neighborhood front yard in June near the city of Rochester in western New York State. NOTE: Colors and features on lawn tractor changed in Photoshop to be generic.Ilustrasi rumput. Foto: Getty Images/iStockphoto/Willowpix

    Jika halaman rumahmu memiliki rumput yang tinggi sebaiknya segera dipangkas. Sebab, rumput tinggi menjadi salah satu tempat yang digemari ular.

    Dilansir The Economic Times, rumput pampas bisa menjadi tempat persembunyian ular ketika memburu hewan pengerat atau serangga yang sedang berada di rumput tersebut.

    5. English Ivy

    A selection of photographs taken primarily in our English cottage garden of a wide variety of native plants, flowers, foliage and flora.English Ivy. Foto: Getty Images/Jack Holliday

    Tanaman English ivy memberikan tempat persembunyian yang pas bagi ular untuk membidik mangsanya, seperti serangga dan hewan pengerat kecil. Dedaunan yang rimbun memberikan tempat yang aman, sejuk, dan lembap bagi ular.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa mengundang dan menjadi tempat persembunyian ular.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Pakai Racun, Ini 9 Cara Usir Kucing Liar dari Halaman Rumah


    Jakarta

    Keberadaan kucing liar yang masuk ke halaman sering kali membuat penghuni rumah jengkel. Sebab, kucing tersebut kerap membuang kotoran sembarangan bahkan mengacak-acak tanaman.

    Mengusir kucing liar dari halaman tidak benar-benar membuatnya pergi. Mereka bisa saja kembali ke halaman rumah pada waktu yang berbeda.

    Alasan dan Cara Mencegah Kucing Liar Masuk Halaman Rumah

    Dilansir dari The Spruce, alasan masuknya kucing liar ke dalam halaman terjadi karena adanya makanan dan minuman yang dibutuhkan serta tempat untuk berlindung. Bagi pemilik rumah yang memiliki burung dan rumah burung, bisa saja hal tersebut menarik kucing liar untuk memburu kucing dan masuk ke pekarangan rumah.


    Kamu bisa mencegah kucing liar masuk ke dalam halaman rumah dengan membuat area yang membuatnya takut. Kamu bisa menanam tanaman yang tajam atau berbau menyengat sehingga membuat kucing enggan masuk ke pekarangan rumah.

    Cara Usir Kucing Liar dari Rumah Tanpa Racun

    Jika kucing liar masih terus masuk ke halaman rumah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusirnya. Berikut informasinya.

    1. Bersihkan Sisa Makanan

    Kucing liar biasa datang ke tempat yang ada banyak makanannya. Mereka akan terus-menerus datang bahkan bisa menetap di tempat tersebut. Karena itu, bersihkan sampah makanan yang dibuang lalu tutup rapat tempat sampah agar tidak mengundang kucing liar.

    Jika punya alat pemanggang, bersihkan pula sisa makanan yang menempel agar aromanya tidak menggoda kucing maupun hewan liar datang.

    2. Pasang Pagar Anti-Kucing

    Pagar yang ada celahnya dapat dengan mudah dilewati kucing. Akan tetapi, ketika cat-free fence (pagar anti kucing) dipasang, kucing akan kesulitan melewatinya. Sebab, pagar khusus ini memiliki paku penghalang seperti kawat berduri. Walau begitu, pagar anti kucing ini tidak akan menyakiti kucing liar kok karena pakunya tidak terlalu tajam.

    3. Sebar Cangkang Telur

    Ternyata cangkang telur bisa mengusir kucing liar yang datang lho. Caranya dengan meremukkan cangkang telur menjadi potongan kecil, tapi jangan terlalu kecil juga ya. Lalu sebarkan di pekarangan rumah.

    Cangkang telur cukup efektif lantaran permukaannya yang cenderung tajam. Hal itu membuat kucing liar tidak nyaman berjalan di atasnya. Untuk jumlah cangkang telurnya dapat disesuaikan dengan luas halaman rumah ya.

    4. Tanam Tanaman Pengusir Kucing

    Beberapa tanaman mengeluarkan aroma yang tidak disukai kucing, seperti lavender dan rosemary. Kamu bisa menanamnya di halaman rumah agar kucing liar tidak kembali datang.

    Walau kucing tidak senang dengan baunya, tapi aroma tumbuhan tersebut tidak sampai mengganggu manusia kok. Bahkan aroma tanaman ini bisa cukup disukai manusia. Selain itu, tanaman mint juga dapat dipilih karena sama-sama punya bau yang tidak disukai hewan.

    5. Taburkan Bubuk Kopi

    Produk yang dapat ditemukan di dapur seperti bubuk kopi juga dapat digunakan. Kamu dapat menyebarkannya di area halaman rumah yang sering didatangi kucing.

    Bubuk kopi bisa dimanfaatkan karena aromanya yang menyengat bisa mengganggu hewan liar. Di sisi lain, bubuk ini tergolong aman bagi tanaman di pekarangan tapi dapat mengubah tanah menjadi asam dengan kadar tinggi. Jadi, hati-hati ya saat menggunakannya.

    6. Pasang Penyemprot Air Otomatis

    Penyemprot air otomatis cukup berhasil untuk mengusir kucing liar. Alat ini umumnya dilengkapi pemancar inframerah yang jika ada hewan melewatinya akan mengeluarkan semburan air. Cara ini cukup efektif untuk menakuti kucing liar sehingga mencegah mereka untuk masuk ke halaman rumah.

    7. Semprotkan Air Cuka

    Cuka punya aroma kecut yang kuat. Untuk manusia saja, bau cuka cukup menyengat dan bisa mengganggu, terlebih untuk hewan. Karenanya, cuka dapat dimanfaatkan untuk mengusir kucing liar.

    Caranya mudah, cukup larutkan cuka ke dalam air lalu masukkan ke dalam botol semprot. Gunakan rasio 1:1 agar lebih gampang. Kemudian air cuka ini dapat disemprotkan ke area pekarangan yang kerap didatangi kucing. Baunya bisa bertahan lama dan membuat kucing liar tidak tahan.

    8. Gunakan Tusuk Gigi

    Tusuk gigi kayu dapat digunakan pula untuk mengusir kucing liar. Caranya bukan untuk dicolok-colokkan ke tubuh hewannya ya, tapi untuk diletakkan di area halaman yang kucing sering kunjungi. Dengan begitu, kucing tidak akan ke tempat itu kembali karena membuat tidak nyaman.

    9. Sebarkan Kulit Jeruk

    Mirip seperti bubuk kopi, kucing tidak suka aroma dari kulit jeruk. Ini karena baunya dapat membuat mereka terganggu dan tidak betah.

    Cara menggunakan kulit jeruk ini mudah, kamu cukup menyebar atau menguburnya di tempat yang didatangi kucing liar. Nantinya mereka tidak akan kembali dan cara ini juga terbilang aman untuk tumbuhan di sekitarnya.

    Nah, itulah sederet cara ampuh mengusir kucing liar agar tidak datang lagi ke pekarangan rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ular Sering Masuk Rumah di Musim Hujan, Ini Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Saat musim hujan, setelah banjir, atau badai, ular akan berpindah dari habitatnya. Oleh karena itu, saat musim hujan ular lebih sering masuk ke dalam rumah untuk mencari tempat yang lebih hangat. Setelah banjir, hujan lebat, atau badai, ular dapat berpindah dari habitatnya, yang menyebabkan mereka mencari tempat alternatif untuk mencari makanan dan tempat berlindung.

    Selain itu, musim hujan juga meningkatkan hewan seperti tikus dan katak yang jadi makanan utama ular. Hal tersebut akan menarik ular masuk ke area pemukiman untuk berburu, termasuk di rumah manusia.

    Cara Mencegah Ular Masuk Rumah

    Terkadang, ular akan memanjat tiang listrik dan kabel listrik untuk mencari makanan, seperti burung maupun hewan pengerat. Hal inilah yang kerap membuat ular bisa dengan mudah mengakses atap dan loteng rumah.


    Mengutip Critter Guard, berikut adalah adalah tips untuk mencegah ular masuk ke rumah saat musim hujan:

    1. Tutup Pintu dan Jendela Rumah

    Ular bisa masuk ke dalam rumah saat pintu dan jendela rumah terbuka. Kalau rumah kamu punya banyak akses terbuka, perhatikan setiap celahnya.

    Karena hal tersebut akan membuat risiko ular masuk lebih tinggi. Kalau pintu atau jendela terbuka supaya udara masuk, kamu bisa pertimbangkan untuk membeli kasa. Pasalnya kasa bisa mencegah hama dan ular memasuki rumah.

    2. Tutup Retakan atau Lubang-lubang yang Ada di Rumah

    Ular bisa merayap ke dalam celah-celah pintu, beton, teras kayu, lubang saluran air, hingga atap. Mereka akan bergerak di dalam celah-celah, sehingga menutupnya sangat penting untuk mencegah ular memasuki rumah.

    3. Pastikan Rumah Bersih dan Tidak Hewan Pengerat atau Serangga

    Supaya kamu tidak dimasuki ular setelah badai besar, pastikan di rumah kamu tidak jadi tempat tinggal hama seperti tikus (makanan ular).

    4. Rapikan Halaman Luar

    Memotong semua tanaman atau rumput, akan membantu mengurangi area tempat ular cenderung bersembunyi. Kamu perlu menyingkirkan tumpukan kayu, puing-puing, maupun daun yang biasanya jadi menjadi tempat persembunyian mereka.

    5. Pakai Obat Kimia Pengusir Ular

    Pengusir ular berguna dalam membantu mencegah dan menghalangi ular masuk rumah. Biasanya, obat kimia ini tersedia di sebagian besar toko perkakas.

    Penyebab Ular Sering Masuk ke Rumah saat Musim Hujan

    • Sebagai tempat alternatif untuk tempat berlindung dari cuaca dingin.
    • Mencari makanan seperti tikus, katak, dan serangga. Jika banyak mangsa di sekitar rumah, maka ular akan tertarik masuk.
    • Tempat yang senyap atau sepi dan jarang digunakan, seperti gudang, bawah tempat tidur, atau sudut-sudut rumah yang jarang dibersihkan juga bisa jadi tempat persembunyian yang ideal bagi ular.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Ampuh Mengusir Tikus di Rumah, Bisa Pakai Cuka Apel


    Jakarta

    Tikus merupakan salah satu hama yang banyak dibenci manusia. Tak hanya mencuri makanan, kehadiran tikus di rumah juga bisa membawa sejumlah penyakit bagi manusia.

    Selain menggunakan cairan pembasmi hama, ada beberapa cara lainnya yang disebut ampuh untuk mengusir tikus, misalnya menggunakan cuka apel atau ampas teh.

    Ingin tahu bagaimana cara mengusir tikus di rumah secara ampuh? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Ampuh Mengusir Tikus di Rumah

    Sebenarnya, mengusir tikus dari rumah bukanlah perkara yang sulit. Simak cara ampuh untuk mengusir tikus di rumah di bawah ini:

    1. Cuka Apel

    Tips yang pertama adalah dengan menggunakan cuka apel. Sebagai informasi, tikus memiliki indra penciuman yang tajam. Nah, kamu bisa memanfaatkannya untuk mengusir hama tersebut dengan bahan yang memiliki bau menyengat, contohnya cuka apel.

    Cara pakainya juga mudah, cukup campurkan cuka apel dan air dalam botol semprot. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke sekeliling rumah.

    2. Larutan Cabai

    Selain cuka apel, kamu juga bisa menggunakan larutan cabai untuk mengusir tikus di rumah. Sebab, tikus juga tidak menyukai aroma pedas dan menyengat yang keluar dari biji cabai.

    Cara penggunaannya juga mudah, cukup iris cabai dan ambil bijinya. Kemudian, campurkan dengan sabun cuci piring dan air, lalu masukkan cairan tersebut ke dalam botol semprot dan semprot ke sekeliling rumah.

    Sebagai pengingat, meski cairan ini tidak beracun tetapi dapat mengiritasi mata. Jadi, hati-hati dalam menggunakannya.

    3. Ampas Teh

    Ampas teh ternyata bisa dipakai untuk mengusir tikus di rumah, lho. Dilansir situs Pest Pointers, sebuah jurnal penelitian kimia dan farmasi mengungkapkan bahwa teh hitam mengandung zat tanin sebesar 11%-15%. Nah, zat tersebut diklaim mengeluarkan aroma yang nggak disukai para tikus.

    Selain teh hitam, ada beberapa jenis ampas teh lainnya yang dapat dijadikan sebagai bahan alami untuk mengusir tikus di rumah, yaitu teh hijau, teh peppermint, dan teh chamomile.

    4. Minyak Esensial

    Penggunaan minyak esensial juga diklaim ampuh untuk mengusir tikus dari rumah. Sejumlah minyak esensial seperti peppermint dan cengkeh bisa diletakkan di area yang sering didatangi tikus, seperti dapur dan lemari.

    Agar tikus tak datang lagi, penggunaan minyak esensial juga bisa dibarengi dengan cara lainnya, seperti memasang perangkap.

    5. Pasang Perangkap Tikus

    Memasang perangkap tikus bisa menjadi salah satu cara jitu untuk menangkap hama tersebut. Kamu bisa memasang perangkap di area yang sering dilalui tikus.

    Usahakan memasang perangkap saat malam hari. Sebab di waktu tersebut tikus sedang keluar mencari makan. Beberapa makanan yang dapat memancing tikus di antaranya ada selai kacang dan keju.

    Setelah berhasil ditangkap, pastikan melepas tikus dengan jarak sekitar 1,5 km dari rumah. Pastikan juga untuk melepas tikus di area yang tak berpenghuni.

    6. Minyak Kayu Putih

    Cara berikutnya adalah menggunakan minyak kayu putih. Aroma yang menyengat mampu membuat para tikus enggan kembali ke rumah detikers.

    Cara pakainya, gunakan larutan minyak kayu putih dengan konsentrasi 5%. Lalu, semprotkan cairan tersebut ke tempat-tempat yang sering dilalui tikus.

    7. Bawang Bombay

    Selain digunakan untuk bahan masakan, ternyata bawang bombay juga bisa dipakai untuk mengusir tikus. Hal ini berkat aroma yang menyengat sehingga tidak disukai tikus.

    Untuk cara pakainya, letakkan irisan bawang bombay di sejumlah titik yang sering dilalui tikus. Jika sudah membusuk, kamu bisa menggantinya dengan bawang bombay yang tidak terpakai.

    Dikutip dari Bobvila, kamu bisa menutup semua lubang di rumah agar tikus tidak datang lagi. Sebab, tubuhnya yang mungil membuat tikus dengan mudah memasuki lubang-lubang kecil, misalnya lewat ventilasi rumah atau celah pintu.

    9. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus. Cara pakainya yakni dengan mencampurkan cairan putih dengan air, lalu semprotkan ke titik-titik yang kerap dilalui tikus.

    Selain mencegah tikus datang kembali, cairan pemutih juga bisa dijadikan sebagai disinfektan untuk membersihkan area yang terkena kotoran atau darah tikus.

    10. Kapur Barus

    Cara ampuh berikutnya untuk mengusir tikus adalah dengan kapur barus. Benda yang juga disebut kamper ini mengandung racun yang bisa menyiksa hewan, terutama hama.

    Agar dapat mengusir tikus di rumah, kamu bisa menempatkan kapur barus di beberapa lokasi, seperti di loteng, dapur, dekat saluran air, kamar mandi, atau tempat yang menjadi sarang tikus.

    Demikian 10 cara ampuh mengusir tikus di rumah. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com