Tag: hewan

  • 8 Tanaman yang Ampuh Mencegah Ular Masuk ke Taman Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang ditakuti banyak orang. Sebab, gigitan dan cairan bisanya dapat melukai hingga menyebabkan meninggal dunia.

    Sayangnya, di beberapa daerah ular kerap masuk ke dalam rumah. Tak ayal banyak warga yang panik hingga akhirnya menghubungi petugas Damkar untuk bisa mengeluarkan ular dari rumah.

    Sebagai bentuk pencegahan, ternyata kamu bisa menanam beberapa tanaman untuk mencegah ular masuk. Apa saja tanaman tersebut? Simak dalam artikel ini.


    Tanaman yang Ampuh Cegah Ular Masuk ke Taman Rumah

    Ada sejumlah tanaman yang disebut ampuh mencegah ular masuk ke rumah. Jadi tak hanya bikin hunian lebih asri, tapi juga melindungi penghuni rumah dari serangan ular.

    Dikutip dari Homes and Gardens, Kamis (17/7/2025), berikut tanaman yang bisa mencegah ular masuk ke rumah:

    1. Marigold

    Marigold dapat digunakan untuk mengusir serangga karena mengeluarkan aroma yang menyengat. Terutama marigold Prancis dan Amerika, keduanya mengeluarkan aroma pedas yang kuat sehingga dapat mengusir ular.

    Tanaman ini dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari. Akar marigold yang kokoh juga dapat tumbuh agresif jika dirawat dengan tepat, sehingga dapat menyebar dan semakin mempersulit ruang gerak ular untuk masuk ke rumah.

    2. Rosemary

    Tanaman ini dapat membantu mengusir ular dari halaman rumah karena aromanya yang menyengat. Disarankan menanam rosemary dalam jumlah sedang atau di dalam pot. Sebab, daunnya yang lebat dikhawatirkan menjadi tempat persembunyian ular.

    “Rosemary memiliki daun-daun yang lebat yang dapat berfungsi sebagai tempat berlindung ular,” kata ahli pengendali hama Nicole Carpenter.

    3. Serai

    Serai tak hanya digunakan sebagai bumbu masak, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir ular. Aroma segar dari serai justru tidak disukai ular karena dapat menyulitkan mereka untuk berburu makanan.

    Disarankan untuk tidak menanam terlalu banyak serai di perkarangan rumah. Sebab, bentuk tanamannya yang mirip semak-semak dikhawatirkan menjadi tempat bersembunyi ular.

    4. Lavender

    Sama seperti tanaman lainnya, lavender juga mengeluarkan aroma menyengat yang dibenci ular karena dapat mengganggu indra penciuman. Dengan begitu, lavender bisa menjadi “pagar alami” agar hewan melata tersebut tidak akan masuk ke rumah.

    Banyak orang yang menanam lavender ke dalam pot karena merupakan salah satu tanaman pot terbaik untuk penyerbuk. Meski begitu, kamu juga dapat menanamnya langsung di tanah.

    5. Lidah Mertua

    Lidah mertua atau juga disebut snake plant memiliki daun tinggi dan melengkung seperti pedang. Uniknya, bentuk daun tersebut justru tidak disukai oleh ular, entah karena merasa terancam atau ujung daunnya yang tajam.

    Tanaman ini dapat tumbuh subur di luar ruangan dan wilayah beriklim hangat. Kamu dapat menanam lidah mertua di tempat yang terang, tapi jangan persis di bawah sinar matahari langsung. Lalu, jangan menanam di tanah basah karena menyebabkan akarnya membusuk.

    6. Kaktus

    Tanaman yang satu ini memang tidak mengeluarkan bau tajam, tapi disebut ampuh mencegah ular masuk ke taman rumah. Duri kaktus yang tajam membuat ular merasa kesakitan saat melewatinya, sehingga akhirnya memilih untuk menghindar.

    Sebagai alternatif, kamu juga dapat memanfaatkan kaktus untuk melindungi tanaman lain di halaman rumah, khususnya tanaman yang dijadikan tempat persembunyian ular.

    7. Eucalyptus

    Eucalyptus mengeluarkan aroma kuat hampir sepanjang tahun. Dengan begitu, tanaman ini sangat cocok digunakan untuk mengusir serangga hingga hewan berbahaya seperti ular. Tanaman eucalyptus sangat cocok jika ditanam di halaman sempit.

    8. Daffodil

    Sebenarnya, daffodil tidak secara langsung dapat mencegah ular masuk ke pekarangan. Namun, tanaman ini justru lebih ampuh mengusir tikus yang jadi makanan ular. Dengan semakin sedikit sumber makanannya, maka ular tidak akan kembali ke halaman rumah.

    Itulah delapan tanaman yang ampuh mencegah ular masuk ke tanaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Mandi Banyak Lalat Kecil? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu hewan yang kerap muncul di rumah. Ada satu jenis lalat yang mungkin sering ditemui di kamar mandi, tetapi bentuknya berbeda dengan lalat pada umumnya. Lalat ini jauh lebih kecil dan lebih banyak diam. Lalat satu ini ternyata bernama lalat limbah.

    Dilansir laman Family Handyman, lalat limbah senang hidup di saluran drainase, pipa, dan air yang tergenang. Lalat limbah dapat berkembang biak dengan memakan lendir-lendir yang menempel pada tempat tersebut.

    Lalat ini hanya memiliki panjang sekitar 0,6 cm. Tubuhnya kecil berwarna cokelat keabu-abuan atau hitam, dan tampak seperti bulu halus. Sayapnya juga berbulu dan berbentuk seperti daun. Lalat ini memang sering diam. Saat lalat limbah sedang beristirahat, sayapnya menutupi tubuhnya seperti atap untuk perlindungan. Saat merasakan ada gangguan, lalat limbah akan terbang pendek dan melompat-lompat ke lokasi lain.


    Lalat limbah biasanya hidup selama 21-27 hari. Lalat betina bertelur di tempat yang lembap, seperti saluran pembuangan, biasanya menghasilkan antara 15 dan 40 telur sekaligus. Telur-telur ini menetas dalam dua hari dan berubah menjadi larva. Larva hidup selama 9-15 hari dan ini merupakan masa terpanjang dalam hidup mereka.

    Penyebab Lalat Limbah Muncul di Kamar Mandi

    1. Mencari Makanan

    Lalat limbah biasanya tidak akan muncul pada kamar mandi yang bersih karena mereka datang ketika ada sumber makanan. tertarik pada bahan yang berbau busuk, alga, bakteri, dan jamur. Biasanya sumber makanannya menempel di dekat saluran pembuangan, lekukan bagian bawah barang di kamar mandi dan sudut-sudut yang jarang dibersihkan.

    2. Saluran Pembuangan Jarang Digunakan

    Lalat limbah akan sering muncul di dalam kamar mandi yang jarang digunakan. Sebab, biasanya jarang dibersihkan dan minim gangguan.

    Cara Cegah Lalat Limbah di Kamar Mandi

    Inilah beberapa cara untuk mencegah lalat limbah muncul di kamar mandi.

    1. Sering Membersihkan Kamar Mandi

    Kamar mandi yang bersih pasti tidak ada lumut dan alga yang menempel pada permukaan kamar mandi. Salah satu tanda adanya lumut adalah permukaan lantai yang licin dan kamar mandi sering berbau. Salah satu faktor kemunculan lumut di kamar mandi adalah kondisinya yang lembap.

    2. Sering Gunakan Saluran Pembuangan

    Untuk mencegah lalat limbah muncul di dalam kamar mandi, gunakan kamar mandi minimal sehari sekali agar saluran pembuangan tetap berfungsi. Selain dipastikan tetap terpakai, jaga juga kebersihannya jangan sampai tersumbat.

    3. Pasang Penutup Saluran Pembuangan

    Lalat limbah biasanya muncul di kamar mandi melalui saluran pembuangan. Salah satu cara agar serangga kecil tersebut tidak muncul di kamar mandi adalah dengan memasang penutup saluran pembuangan ketika tidak digunakan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini 5 Cara Aman Usir Kelelawar dari Rumah


    Jakarta

    Kelelawar sering kali beterbangan di sekitar rumah, terutama saat malam hari. Terkadang, kelelawar juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atap yang terbuka.

    Kehadiran kelelawar di dalam rumah tentu bikin resah penghuninya karena bisa menimbulkan suara berisik hingga membawa penyakit berbahaya. Belum lagi kotoran kelelawar yang dapat memicu bau tak sedap.

    Perlu diketahui, kelelawar termasuk hewan yang tertarik pada rumah karena hangat dan terasa aman. Dengan tingginya urbanisasi, mamalia terbang ini sudah terbiasa hidup berdampingan dengan manusia sehingga mereka tidak merasa takut.


    Namun sebaliknya, ada banyak orang yang merasa khawatir dengan kehadiran kelelawar di rumah. Untuk mengusirnya, ada sejumlah cara aman yang bisa diterapkan. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Aman Usir Kelelawar di Rumah

    Jika kamu ingin mengusir kelelawar sendiri dari rumah, sebaiknya jangan dilakukan sembarangan. Dilansir situs Homes and Gardens, berikut cara aman mengusir kelelawar:

    1. Cari Jalur Masuk Kelelawar

    Langkah yang pertama dalam mencari jalur masuk kelelawar ke dalam rumah. Cobalah cari celah-celah kecil di sekitar atap dan loteng. Agar lebih mudah, kamu dapat mengamati jalur masuk kelelawar ke dalam rumah saat malam hari.

    “Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari titik masuk. Kelelawar bisa masuk melalui celah dan retakan kecil, sekecil setengah inci,” kata AH David pemilik Pest Control Weekly.

    2. Singkirkan Sumber Makanan

    Salah satu alasan kelelawar sering datang ke rumah karena mungkin terdapat sumber makanan. Sebab, kelelawar sering memakan hama kecil seperti serangga.

    Meski begitu, tak semua kelelawar memakan serangga karena ada beberapa jenis spesies yang pemakan buah. Jika kelelawar diketahui pemakan serangga, cobalah bersihkan bagian atap dan loteng rumah karena bisa jadi terdapat sarang serangga.

    Apabila kelelawar memakan buah yang ada di halaman rumah, coba lindungi pohon tersebut dengan jaring khusus agar mamalia tersebut tidak bisa mengambilnya.

    3. Pasang Lampu Terang

    Kelelawar merupakan hewan nokturnal dan menyukai kondisi cahaya redup. Maka tak heran hewan satu ini sering bersembunyi di tempat gelap.

    Peter Gros selaku pakar satwa liar menyarankan agar memasang lampu terang di loteng dan halaman rumah. Langkah ini dinilai efektif untuk membantu mengusir kelelawar dan mencegah mereka bersarang di dalam rumah.

    4. Pakai Bahan Alami

    Cobalah gunakan beberapa bahan alami untuk mengusir kelelawar, seperti minyak esensial rasa peppermint, kayu manis, atau kayu putih. Jika ingin menggunakan minyak esensial sebagai bahan utama, campurkan dengan secangkir air hangat dan setengah cangkir gula.

    Setelah itu, aduk seluruh bahan hingga merata dan tuang ke dalam botol semprot. Sebelum digunakan, kocok botol terlebih dahulu dan semprotkan cairan ke sarang atau tempat yang sering ditemukan kelelawar untuk mengusirnya.

    5. Bersihkan Area yang Dihinggapi Kelelawar

    Kelelawar akan berusaha mencium area tempat tinggalnya untuk menandai wilayah dan menemukan rumah mereka. Agar mereka tidak datang lagi, segera bersihkan area tersebut hingga bersih.

    Kamu bisa menggunakan cairan pembersih khusus yang wangi dan ampuh untuk mengusir sisa kotorannya. Gunakan sarung tangan, baju lengan panjang, dan juga masker saat membersihkan sarang kelelawar agar tidak terpapar penyakit.

    Kalau menemukan ada celah di atap rumah, sebaiknya segera diperbaiki agar kelelawar tidak datang kembali untuk membuat sarang baru.

    Demikian lima tips mengusir kelelawar dari rumah dengan aman. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Diserbu Kaki Seribu saat Musim Hujan? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Kaki seribu merupakan salah satu hewan berjenis lipan yang senang hidup di tempat yang sejuk dan lembap. Kaki seribu biasanya tidak menetap terlalu lama di satu tempat. Mereka berpindah mencari lokasi yang lebih baik, terutama jika lingkungan terasa panas dan kering.

    Dikutip dari Southern Living, kaki seribu biasanya tinggal di bawah tanah. Mereka tertarik pada tumpukan daun kering, mulsa, hamparan bunga, dan batu di sekitar rumah.

    Oleh karena itu, jika melihat kaki seribu ada di dalam rumah adalah hal yang jarang. Apabila mereka masuk hingga ke dalam rumah dan di tempat-tempat yang tak biasa, kemungkinan besar area tersebut merupakan tempat yang sejuk dan lembap.


    Bisa juga mereka tengah menuju daerah yang lebih lembap di dekat sana. Daerah tersebut biasanya sempit, gelap, dan dingin. Apabila di rumah terdapat tumpukan barang atau sudut-sudut rumah yang memenuhi kriteria tersebut, harap berhati-hati.

    Cara Cegah Kaki Seribu Masuk ke Rumah

    Dilansir dari Southern Living, kaki seribu bisa dicegah untuk tidak muncul di permukaan dengan cara berikut.

    1. Tutup Celah di Rumah

    Kaki seribu bisa masuk rumah melalui celah, retakan, atau bukaan pada pintu dan jendela. Saat memasuki musim hujan, usahakan celah tersebut dalam keadaan tertutup sehingga kaki seribu tidak ada kesempatan untuk masuk.

    2. Hilangkan Kelembapan

    Kelembapan merupakan musuh utama kerusakan bangunan. Selain itu, kelembapan juga bisa memicu datangnya kaki seribu. Untuk mengurangi kelembapan di rumah, coba pakai perangkat elektronik bernama dehumidifier. Singkirkan pula penyebab munculnya kelembapan.

    Jangan biarkan membuang tanaman mati, tumpukan daun, batu, atau mulsa menumpuk di rumah karena bisa menjadi sarang baru bagi kaki seribu.

    3. Hilangkan Genangan Air

    Jangan biarkan di halaman rumah terdapat genangan air. Sebab, genangan air dapat menarik perhatian kaki seribu, bahkan hewan lainnya. Genangan air muncul karena tidak ada resapan, tidak ada jalur mengalirkan air, permukaan tanah yang cekung, atau karena ada kebocoran pada pipa. Jadi atasi dahulu permasalahannya agar tidak ada lagi genangan air di rumah.

    Itulah penyebab dan cara mencegah kaki seribu masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Langkah Mudah Bersihkan Pipis Kucing Biar Nggak Tercium Bau Pesing


    Jakarta

    Pernah nggak pagi-pagi keluar rumah mencium bau tak sedap? Setelah dicari ternyata ada kucing yang pipis sembarangan di dekat tanaman di rumah.

    Tentu pemilik rumah nggak bisa menyalahkan kucing karena memang sifat hewan sering buang kotoran sembarangan. Nggak semua kucing dilatih untuk buang di tempat yang benar. Terlalu banyak kucing liar daripada kucing peliharaan.

    Dilansir dari The Vets, kucing yang pipis sembarangan ternyata bukan kebiasaan semata. Bisa juga karena ada pemicunya. Salah satunya adalah kucing tersebut mengalami masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis.


    Selain itu, perilaku pipis sembarangan pada kucing juga bisa disebabkan karena stres, kecemasan, atau perasaan tengah menguasai wilayah. Bisa pula karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasirnya, misalnya kotak pasir tersebut kotor.

    Hal yang perlu diingat oleh pemilik rumah saat menemukan bau bekas pipis kucing adalah harus segera dibersihkan. Dengan begitu, kotoran tersebut lebih mudah dibersihkan dan kucing tidak lagi datang ke halaman rumah. Untuk lebih jelasnya, bisa ikuti tips berikut.

    3 Tips Hilangkan Bau Pipis Kucing di Rumah

    1. Harus Segera Bersihkan

    Kotoran kucing mengandung bakteri, apabila didiamkan mereka bisa mengurai zat kimia dan menghasilkan bau seperti amonia yang tidak sedap. Apabila pipis kucing sampai mengering, akan lebih sulit menemukan sumber bau tersebut. Kucing juga bisa kembali lagi ke rumah kita dan buang air di tempat yang sama karena wilayah tersebut sudah ditandai milik mereka.

    2. Bersihkan Pakai Tisu atau Kain

    Air mengalir saja tidak cukup untuk membersihkan pipis kucing. Untuk di tempat-tempat tertentu kotoran tersebut dibersihkan menggunakan kain atau tisur. Saat mengelap kotoran tersebut usahakan memakai sarung tangan agar kotoran tidak mengenai tangan langsung.

    Setelah itu, masukkan ke kantong sampah yang aman dan jangan sampai berceceran. Tidak disarankan saat membersihkan menggunakan air panas karena bau pipis kucing akan lebih sulit dihilangkan.

    3. Hindari Pembersih Mengandung Amonia

    Pakai cairan pembersih buat membersihkan bekas pipis kucing. Pastikan cairan tersebut tidak mengandung zat berbasis amonia. Penggunaan produk pembersih berbasis amonia bisa memicu kucing pipis kembali di tempat yang sama. Gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih atau detergen dan air soda.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Disiram Air Panas, Ini Cara Cegah Kucing Liar ke Atap Rumah


    Jakarta

    Kucing memang hewan yang menggemaskan dan tidak berbahaya. Namun, tingkahnya sering buat resah, terutama kucing-kucing liar.

    Sebagai contoh kucing yang suka naik ke atap. Hal yang meresahkan adalah apabila mereka buang air atau justru berantem dengan kucing lain di atas. Tingkah mereka ini justru bisa merusak atap rumah dan apabila ada genting yang jatuh khawatir tertimpa orang di bawahnya.

    Ternyata ada lho trik biar kucing nggak naik lagi ke atap rumah. Trik ini bukan dengan memasang pagar atau perangkap yang membahayakan kucing, tetapi dengan meletakkan sesuatu yang tak disukai kucing.


    Dilansir Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut beberapa trik yang bisa diikuti.

    1. Taruh Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Pernah dengar jika ada tanaman-tanaman yang sebenarnya tidak disukai oleh kucing. Biasanya faktor dari aroma. Jenis tanaman yang beraroma kuat adalah lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Letakkan tanaman tersebut di area tempat kucing sering naik. Bukan tepat di atap rumah.

    2. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Saat ini sudah muncul alat penyiram otomatis yang bisa hidup saat ada pergerakan atau berdasarkan waktu. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap. Jangan sekali-kali menyiram kucing dengan air panas.

    3. Letakkan Kulit Jeruk

    Seperti yang kita ketahui, jeruk memiliki aroma yang khas. Aroma ini tidak disukai oleh kucing. Cara memasang perangkapnya adalah dengan meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah sehingga mereka enggan mendekat ke rumah.

    4. Pangkas Dahan Pohon

    Salah satu cara kucing naik ke atap bisa melalui dahan pohon. Untuk menghentikan tingkah kucing yang kerap membuat rusak atap, sebaiknya pangkas dahannya secara teratur, terutama yang mengarah ke bagian atas rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab dan Cara Cegah Ular Masuk Lingkungan Rumah, Termasuk Ular Weling


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang kerap membahayakan bagi manusia. Kehadiran ular dapat mengancam nyawa karena hewan ini bisa menggigit dan mengeluarkan bisa.

    Ada beberapa jenis ular berbisa seperti ular kobra atau weling. Bisa dari ular tersebut mengandung venom atau racun yang jika masuk ke dalam tubuh manusia bisa berujung kematian.

    Jika ada ular masuk ke lingkungan rumah, cara membasminya adalah bukan dengan dibunuh. Sebab, ada beberapa jenis ular seperti weling yang justru akan menyerang saat terancam. Ular ini dapat mengeluarkan bisa yang berpotensi 70% menyebabkan kematian bagi korbannya.


    Mengutip laman National Library of Medicine (NCBI), bisa ular weling mengandung neurotoksin yang sangat kuat. Bisa milik ular weling juga diketahui bisa menyebabkan rhabdomyolysis dan gangguan kardiovaskular seperti hipertensi dan syok.

    Pada umumnya, ular berbisa sering ditemui di tengah hutan atau kebun. Namun, dalam sejumlah kasus ular berbisa juga muncul di permukiman penduduk, terutama di tempat yang tidak disangka-sangka.

    Lantas, bagaimana cara mengatasi ular yang masuk ke lingkungan rumah jika tidak dengan membunuhnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Penyebab Ular Masuk ke Lingkungan Rumah

    Kemunculan ular di perumahan penduduk bisa jadi karena terdapat tempat yang mendukung bagi ular untuk datang. Dikutip dari Herping Thailand, berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Menemukan Sumber Makanan

    Ular biasanya memakan hewan seperti serangga, kodok, tikus, dan hewan pengerat. Jika hewan-hewan tersebut ada di lingkungan rumah kamu, maka tak heran ular akan masuk untuk mendapatkan makanannya.

    Untuk itu, singkirkan sumber makanan ular dengan cara membasminya. Jika sudah disingkirkan maka ular tak datang lagi karena ia tidak menemukan sumber makanan.

    2. Cocok Untuk Berkembang Biak

    Alasan kenapa ular sering datang ke rumah kamu mungkin karena tempat tersebut cocok baginya untuk berlindung dan berkembang biak. Sebab, ular menyukai tempat yang lembap, terutama saat ingin berganti kulit. Disarankan agar halaman rumah selalu dalam kondisi bersih terutama bagian rumput.

    3. Terdapat Sumber Air

    Jika terdapat sumber air di rumah yang cukup banyak, hal itu bisa membuat ular akan selalu datang ke rumah. Meskipun hewan berbisa ini tak mengonsumsi banyak air, tetapi dalam beberapa kasus ular bisa datang karena ingin minum air.

    Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular masuk ke dalam rumah. Mengutip catatan detikProperti, berikut langkah-langkahnya:

    1. Rawat Halaman dalam Kondisi Bersih

    Ular termasuk hewan yang suka tinggal di lingkungan lembap. Maka dari itu, kamu harus mencegah area-area lembap di sekitar rumah, seperti memangkas rumput yang panjang di jalaman, menyingkirikan batu, batang kayu, dan puing sisa bangunan.

    Keempat hal tersebut apabila berserakan di sekitar rumah justru dapat dimanfaatkan oleh ular sebagai tempat tinggalnya.

    2. Rajin Membuang Sampah

    Sampah merupakan sumber makanan bagi hewan pengerat seperti tikus, hal itu juga menjadi ‘harta karun’ bagi ular karena mendapatkan sumber makanan. Jadi, agar ular tidak muncul di halaman rumah sebaiknya kamu rajin membuang sampah sehingga tidak ada tikus-tikus yang datang.

    3. Buat Semacam Rumah Panggung

    Membuat rumah panggung disebut efektif mencegah ular masuk ke rumah. Sebab, rumah yang tidak menempel di tanah dapat menyulitkan ular untuk masuk.

    Celah antara rumah dan tanah tidak perlu terlalu tinggi, cukup sekitar 30-50 cm saja. Namun, jika kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditinggikan maka bisa dengan cara sebelumnya, yakni rajin membersihkan halaman.

    4. Membuat Jalur Khusus

    Jika kamu tinggal di rumah yang punya halaman luas, sebaiknya buat jalur setapak khusus untuk berjalan. Langkah ini untuk menghindari kaki diserang oleh ular secara mendadak. Selain itu, hadirnya jalur ini juga mempermudah penghuni rumah saat berjalan kaki di halaman.

    Menutup lubang jadi salah satu cara berikutnya untuk mencegah ular masuk ke rumah. Tidak hanya lubang yang berada di tanah, tapi juga lubang atau celah di dinding, atap, kloset, dan saluran air. Sebab, ular akan berusaha mencari tempat persembunyian dengan menyelinap masuk di antara lubang-lubang atau celah.

    6. Buat Pagar Beton

    Cara yang terakhir adalah dengan membuat pagar beton. Sebab, ular akan kesulitan untuk menerobos pagar beton dan akhirnya memilih untuk putar balik. Langkah ini bisa diterapkan untuk rumah yang memang sering ditemui ular atau yang berada di dekat kebun.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Basmi Kamitetep di Rumah, Bisa Pakai Sabun



    Jakarta

    Kamitetep merupakan nama serangga yang mungkin asing bagi beberapa orang. Sebab, serangga satu ini bentuknya unik dan berbeda dari serangga pada umumnya.

    Kamitetep atau Phereoeca uterella memiliki bentuk seperti larva. Warna tubuh luarnya terlihat bertekstur berwarna mirip pasir. Jika dilihat sekilas, kamitetep lebih mirip dengan debu yang menggumpal. Serangga satu ini sangat menyukai tempat yang lembap dan kotor seperti gudang, area di luar rumah, di pojokan barang yang jarang dibersihkan.

    Kamitetep meskipun tidak menggigit atau menyerang, tetapi bulu halusnya dapat menyebabkan gatal-gatal hingga iritasi bagi yang memegangnya. Oleh sebab itu, kamitetep perlu diwaspadai dan dijauhi.


    Cara mengusir kamitetep dari rumah ternyata tidak sulit lho. Ada beberapa cara membasminya dengan bahan-bahan yang biasa ada di rumah, dilansir Bugwiz berikut di antaranya.

    Tips Basmi Kamitetep

    Inilah cara membasmi kamitetep di rumah.

    1. Pakai Sabun Cuci Piring

    Bahan yang ternyata efektif untuk mengusir kamitetep adalah sabun cuci piring. Bahan-bahan sabun cuci piring memakai bahan-bahan yang dapat membuat kamitetep dehidrasi dan merusak lapisan lilin pada tubuhnya.

    Sabun cuci piring harus dicampurkan dengan 3-4 liter air. Ketika dicampurkan jangan sampai terlalu banyak busa. Kemudian, tusuk selubung hewan tersebut agar tidak bergerak. Lubang kecil yang muncul dapat menjadi akses sabun cuci piring bisa masuk ke tubuh kamitetep. Apabila hanya disemprot atau disiram ke tubuh kamitetep, tidak akan begitu berefek karena tubuhnya memiliki lapisan lilin.

    2. Gunakan Pestisida

    Bahan kedua yang bisa digunakan adalah pestisida. Namun, bahan ini harus digunakan hati-hati karena bisa berbahaya jika terkena hewan peliharaan atau anak-anak.

    Sebelum memutuskan untuk memakai pestisida, pastikan produk tersebut aman digunakan di dalam ruangan.

    3. Bersihkan Rumah

    Cara paling aman, mudah, dan efektif mengusir kamitetep adalah dengan rajin membersihkan rumah. Rumah yang bersih bukan tempat yang cocok untuk kamitetep.

    Tempat yang harus dibersihkan ada seluruh ruangan, terutama di area yang mungkin jarang dijamah seperti plafon, atap, di bawah perabotan, dan lain-lain. Area-area tersebut menjadi tempat berkumpulnya santapan kamitetep seperti jaring laba-laba, wool, maupun larva untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau hewan ini ditemukan di tempat-tempat yang jarang dibersihkan.

    4. Jaga Kelembapan Rumah

    Selain harus bersih, rumah juga harus bebas dari lembap. Seperti yang disebutkan sebelumnya jika kamitetep menyukai tempat dengan kelembapan tinggi.

    Cara mengatasi rumah yang lembap adalah dengan memaksimalkan ventilasi udara dan cahaya di rumah. Bisa juga dengan menggunakan dehumidifier, perangkat elektronik yang efektif menyerap kelembapan pada ruangan.

    5. Tutup Pintu Masuk Kamitetep

    Dilansir The Pest Informer, kamitetep sering masuk lewat retakan dan celah di dinding, jendela, dan pintu. Sebelum benar-benar mengusir kamitetep, cari dahulu akses masuknya dan tutup akses tersebut. Apabila ada retakan di dinding, segera ditambal agar tidak menjadi tempat penampungan serangga.

    Itulah sejumlah cara untuk membasmi kamitetep. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Usir Curut dari Rumah, Bisa Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Pernahkah melihat hewan seperti tikus tapi ukurannya kecil dan hidungnya mancung? Kemungkinan hewan itu adalah curut. Mereka terkadang ditemukan di rumah, seperti di dapur, pekarangan, atau tempat penyimpanan makanan.

    Kehadiran curut dapat mengancam kesehatan penghuni karena kotorannya bisa mengandung sumber penyakit. Oleh karena itu, penghuni harus segera mengusir curut kalau menemukannya di rumah.

    Bagaimana cara mengusir curut dari rumah? Simak tipsnya berikut ini.


    Tips Usir Curut di Rumah

    Inilah cara membuat rumah bebas dari curut, dikutip dari situs Do My Own, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

    1. Pakai Bahan Alami

    Penghuni dapat mengusir curut menggunakan bahan alami seperti bawang putih atau minyak jarak. Bahan tersebut mengeluarkan aroma yang tidak disukai curut, sehingga bakal mencegah mereka masuk rumah.

    2. Bersihkan Pekarangan

    Bersihkan pekarangan rumah dengan menghilangkan genangan air dan menutup tempat sampah. Cara ini akan meminimalisir populasi serangga yang disukai curut.

    3. Pakai Lem Tikus

    Tangkap curut yang berkeliaran di rumah menggunakan lem tikus. Cara ini aman karena tidak mengandung racun atau menimbulkan bau.

    4. Pasang Perangkap Tikus

    Pasang perangkap tikus yang dapat menjepit untuk membasmi tikus. Letakkan potongan daging atau ikan kecil di area tersebut yang disukai curut. Perangkap ini cukup ampuh daripada perangkap tertutup yang tidak terlalu menarik bagi curut.

    5. Tutup Celah Masuk Curut

    Curut dapat masuk rumah melalui celah kecil pada dinding atau lantai. Sebaiknya tutup atau perbaiki lubang untuk mencegah curut masuk rumah.

    6. Jangan Tinggalkan Makanan Hewan Piaraan

    Jangan biarkan makanan hewan peliharaan atau biji-bijian burut di luar ruangan. Segera bersihkan makanan hewan setelah selesai. Makanan tersebut dapat memancing curut dan serangga buat mendekat dan memakannya.

    7. Pakai Minyak Esensial

    Terakhir, coba gunakan minyak esensial seperti peppermint buat bikin curut nggak betah di rumah. Caranya dengan meneteskan minyak pada kapas, lalu oleskan pada tempat yang sering dilewati curut.

    Itulah beberapa tips untuk membasmi curut di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ular Sering Muncul di Rumah? Coba Taburkan Bahan Dapur Ini, Auto Kabur!


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan berbisa yang apabila merasa terancam dapat menyerang. Ular memiliki bisa yang dapat menyebabkan pembengkakan, pendarahan, merusak jaringan, saraf, dan organ sehingga cukup berbahaya.

    Hewan melata ini bisa ditemui di mana saja, tidak harus di hutan. Ular menyukai tempat yang gelap dan tenang. Ia bisa muncul dari semak-semak hingga area perairan. Rumah yang sering kebanjiran harus waspada karena bisa saja ular terseret arus air dari sungai yang meluap.

    Untuk mencegah ular masuk ke rumah di luar kondisi banjir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir Northwest Exterminating, berikut beberapa bahan yang tidak disukai ular dan bisa dijadikan penghalang mereka datang.


    1. Bawang Putih dan Bawang Bombai

    Tanaman bawang-bawangan terkenal memiliki efek ketika diiris karena terdapat senyawa sulfur yang terlepas ketika diiris. Selain itu, ada lho kandungan bawang yang tidak disukai oleh ular yakni asam sulfonate. Senyawa ini dapat menghasilkan mengaktifkan allicin yang berfungsi menguarkan aroma khas pada bawang putih.

    Cara memasang perangkapnya dengan mencincang halus bawah putih atau bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

    2. Cuka

    Bahan selanjutnya yang efektif mengusir ular adalah cuka dapur. Cairan ini bisa dituang ke sekitar kolam agar ular tidak berani naik ke permukaan.

    3. Jeruk Nipis

    Campuran jeruk nipis, cabai rawit, dan minyak papermint ternyata bisa membuat ular kabur. Campuran ketiga bahan ini harus dimasukkan ke dalam botol kaca dan disemprotkan ke halaman atau lubang yang bisa menjadi akses ular masuk.

    4. Kapur Barus

    Kapur barus atau kamper merupakan benda yang biasa diletakkan di kamar mandi. Bentuknya kecil dan keras. Bentuk dan warnanya beragam dan mengeluarkan aroma yang sedap.

    Namun, aroma ini tidak disukai oleh ular. Di dalam kapur barus terdapat senyawa naftalena yang dapat membuat ular iritasi.

    5. Sulfur

    Bahan terakhir yang bisa dipakai adalah sulfur. Bahan ini dapat menyebabkan dua efek, yakni bau tak sedap dan iritasi pada kulit ular. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah. Jangan lupa ketika meletakkannya memakai sarung tangan yang aman. Selain itu, jauhkan dari hewan peliharaan dan anak-anak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com