Tag: hewan

  • 3 Penyebab Lalat Sering Muncul di Rumah dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Lalat merupakan serangga kecil yang dapat mengganggu manusia. Hewan ini memang tidak menggigit, tapi sering hinggap di makanan dan minuman yang kita konsumsi. Masalahnya, lalat dapat membawa kotoran yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.

    Sebenarnya membasmi lalat terbilang cukup mudah, yakni bisa menggunakan obat semprotan nyamuk yang dijual bebas. Namun terkadang, lalat masih bisa datang lagi ke rumah meski sebelumnya sudah dibasmi.

    Ada sejumlah penyebab mengapa lalat bisa muncul lagi di rumah. Namun tenang, masalah lalat ini dapat dicegah dengan beberapa cara. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Lalat Sering Muncul di Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah penyebab lalat kerap muncul di rumah:

    1. Ada yang Membusuk di Dalam Rumah

    Lalat merupakan serangga yang memakan bahan organik. Hewan ini kerap mencari makan di dapur, meja makan, tempat sampah, tumpukan kompos, dan air yang menggenang.

    Lalat juga suka hinggap di bangkai hewan. Kalau kamu mencium aroma tak sedap di dalam rumah dan setelah dicari tahu ternyata ada bangkai hewan, maka tak heran jika menemukan banyak lalat beterbangan.

    Serangga kecil ini juga suka hinggap di makanan yang sudah membusuk. Apabila kamu tidak segera membuang sisa makanan yang ada di dapur atau tempat sampah, maka dapat mengundang lalat untuk datang ke rumah.

    2. Suhu Hangat

    Lalat termasuk hewan yang dapat berkembang biak pada suhu hangat, yakni sekitar 24 derajat Celcius atau lebih. Suhu hangat ini dapat membantu larva lalat cepat matang dalam waktu 4-13 hari saja.

    3. Cepatnya Reproduksi

    Secara umum, banyak dari spesies lalat yang mampu bereproduksi dengan cepat. Rata-rata umur seekor lalat adalah 15-30 hari dan bisa menghasilkan hingga 500 telur sepanjang umurnya.

    Lalu, rata-rata proses pertumbuhan telur hingga menjadi lalat dewasa hanya butuh waktu 7-10 hari saja. Bahkan lalat bisa semakin cepat tumbuh jika berkembang biak di suhu hangat.

    Jika kamu menemukan ada lima lalat betina di rumah, mungkin lalat tersebut dapat berkembang biak dan menghasilkan 2.000 ekor lalat dalam waktu kurang dari satu bulan. Wow!

    Cara Mencegah Lalat Berkembang Biak di Rumah

    Ketiga faktor di atas menjadi penyebab utama lalat kerap datang ke rumah. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya datang lagi. Berikut tipsnya:

    1. Jaga Kebersihan Rumah

    Cara yang paling ampuh adalah dengan selalu menjaga kebersihan rumah. Langkah ini sangat sederhana, yakni:

    • Buang sampah pada tempatnya
    • Segera cuci piring dan gelas setelah dipakai
    • Bersihkan sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai, dapur, atau meja makan
    • Segera buang sampah dapur keluar rumah agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan, segera buang sisa kotoran dan bersihkan tempat untuk BAB-nya agar tidak mengundang lalat. Kamu juga perlu membersihkan tempat makannya agar tetap kering.

    2. Simpan Makanan dengan Baik

    Lalat bisa masuk ke dalam rumah karena menemukan sumber makanan. Jika kamu meletakkan sisa makanan di atas meja, sebaiknya ditutup dengan tisu, piring, atau penutup lainnya agar tidak digerogoti lalat. Bila perlu kamu menyimpan sisa makanan dan minuman ke dalam kulkas.

    3. Tutup Akses Masuk Lalat

    Pada dasarnya lalat hidup di luar ruangan. Serangga ini masuk ke dalam rumah karena ingin mencari makan atau tempat untuk berkembang biak.

    Maka dari itu, cobalah tutup akses masuk lalat dengan cara menutup rapat pintu. Selain itu, kamu juga bisa memasang jaring anti serangga di jendela atau pintu rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! 3 Tempat di Rumah Ini Bisa Jadi Sarang Belatung


    Jakarta

    Belatung merupakan salah satu hewan yang biasa ditemukan di tempat kotor. Pada umumnya hewan ini sering terlihat di luar ruangan, tapi bisa juga muncul di dalam rumah.

    Dilansir situs Family Handyman, belatung adalah lalat muda alias larva lalat. Hewan ini tidak memiliki kaki dan warnanya putih. Dilihat secara sekilas belatung mirip seperti cacing. Hewan ini memiliki 1-2 bintik hitam pada salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai lubang pernapasan.

    Secara umum, belatung dapat ditemukan dalam jumlah banyak pada satu tempat tertentu. Mereka akan berubah menjadi kepompong, lalu akhirnya menjadi lalat.


    Belatung dapat hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan, sehingga area tersebut tak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Faktor cuaca juga dapat membunuh belatung karena tidak dapat bertahan hidup di kondisi terlalu dingin atau panas.

    Meski biasa ditemukan di luar ruangan yang kotor dan bau, bukan berarti belatung tidak dapat muncul di dalam rumah. Ada beberapa tempat yang menjadi ‘sarang’ bagi belatung untuk hidup. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Belatung Bisa Muncul di Rumah, Ini Tempatnya

    Dikutip situs Homes and Garden, berikut sejumlah tempat di dalam rumah yang sering muncul belatung dalam jumlah banyak:

    1. Tempat Sampah Terbuka

    Salah satu area yang kerap terdapat banyak belatung adalah tempat sampah. Sebab, lalat senang berada di tempat kotor dan bau untuk mencari sumber makanan. Di sisi lain, lalat juga dapat bertelur di tempat sampah karena menyediakan sumber makanan bagi larva.

    Maka dari itu, pastikan kamu selalu rutin membuang sampah yang ada di dalam rumah. Jangan biarkan menumpuk selama berhari-hari karena bisa memicu munculnya belatung.

    Selain itu, jangan biarkan tempat sampah terus terbuka setiap saat. Hal itu juga dapat mengundang lalat untuk datang dan berkembang biak di sana.

    2. Piring Kotor

    Selain di tempat sampah, belatung juga bisa muncul di piring kotor. Soalnya, lalat dapat hinggap dan bertelur di atas piring yang penuh sisa makanan. Lalat menganggap tempat itu sangat sempurna untuk berkembang biak serta sumber makanan bagi belatung.

    Untuk itu, jangan pernah membiarkan piring kotor di wastafel atau di meja makan selama berhari-hari. Segera cuci piring tersebut sampai bersih dan lap menggunakan kain kering.

    Tak hanya piring makan, kamu juga perlu mencuci tempat makan milik hewan peliharaan di rumah. Pastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal karena dapat mengundang lalat dan serangga lainnya untuk datang.

    3. Halaman Rumah

    Belatung juga bisa ditemukan di sekitar perkarangan rumah. Umumnya hal ini disebabkan karena ada kotoran hewan, bangkai binatang, atau kompos yang tidak segera dibersihkan. Maka jangan heran kalau ditemukan banyak lalat dan belatung di halaman.

    Tips Membasmi Belatung di Rumah

    Kamu dapat membasmi belatung dengan menggunakan obat semprotan nyamuk. Jika sudah mati, kamu bisa menyingkirkannya dengan vacuum cleaner atau sapu.

    Jika masih ada sejumlah belatung yang hidup, kamu bisa membasminya dengan membuat larutan alami dari garam dan cuka putih. Berikut langkah-langkahnya:

    • Tuang 2 sendok makan garam ke dalam wadah, lalu campur cuka putih secukupnya
    • Masukkan 2-3 gelas air panas ke dalam wadah, kemudian aduk hingga merata
    • Setelah itu, tuang larutan tersebut ke dalam botol semprot
    • Semprotkan cairan garam dan cuka putih ke area yang terdapat belatung di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Mencegah Kucing Buang Kotoran di Halaman Rumah



    Jakarta

    Kehadiran kucing liar di halaman rumah memang bisa bikin risih. Selain sering buang kotoran sembarangan, hewan berbulu ini kerap datang tanpa diundang untuk mencari tempat aman atau sumber makanan.

    Kalau dibiarkan, halaman rumah bisa jadi kotor dan nggak sedap dipandang. Belum lagi risiko menginjak ‘ranjau’ yang tertimbun di tanah. Tapi tenang, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah kucing buang kotoran di halaman rumah tanpa harus menyakitinya.

    Berikut ini tips mencegah kucing liar masuk dan buang kotoran sembarangan di pekarangan, dirangkum dari Time for Paws dan The Spruce.


    1. Bersihkan Sisa Makanan dan Tutup Tempat Sampah

    Kucing liar biasanya datang karena mencium aroma makanan. Jadi pastikan kamu membersihkan sisa makanan dengan baik dan menutup tempat sampah rapat-rapat agar tidak menarik perhatian mereka.

    2. Jangan Pernah Memberi Makan

    Walaupun kasihan, memberi makan kucing liar bisa bikin mereka balik lagi. Kucing akan mengingat lokasi yang menyediakan makanan dan kembali ke sana secara rutin.

    3. Pasang Pagar atau Penghalang Khusus

    Kucing bisa dengan mudah masuk melalui celah pagar. Coba pasang pagar rapat atau tambahkan penghalang seperti paku tumpul atau kawat ayam agar mereka enggan lewat. Bisa juga gunakan karpet plastik kasar di area tanah yang sering didatangi.

    4. Tanam Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Beberapa tanaman seperti lavender, rosemary, mint, atau serai diketahui tak disukai kucing karena aromanya yang menyengat. Tanam di area pekarangan untuk menghalangi mereka datang.

    5. Taburkan Pecahan Cangkang Telur

    Cangkang telur yang sudah dihancurkan bisa membuat permukaan tanah terasa tidak nyaman bagi kucing. Taburkan di area yang sering mereka kunjungi, terutama di tempat mereka biasa buang kotoran.

    6. Sebarkan Aroma yang Tak Disukai Kucing

    Kucing punya penciuman tajam dan sensitif terhadap bau menyengat. Kamu bisa gunakan bahan alami seperti bawang putih, cuka, ampas kopi, tembakau, hingga eucalyptus. Sebar secara rutin di area tertentu untuk mengusir mereka secara alami.

    Itulah enam cara efektif buat menjaga halaman rumah tetap bersih dari ulah kucing liar. Nggak cuma bikin rumah lebih nyaman, tapi juga lebih sehat. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas! Ini Jalur Kalajengking Masuk Rumah Tanpa Disadari


    Jakarta

    Pernah lihat kalajengking di rumah? Hewan yang satu ini bisa berbahaya bagi manusia apabila disengat karena pada bagian ujung ekornya berbisa.

    Adanya kalajengking di rumah bukan tanpa alasan. Hewan ini biasanya masuk ke rumah untuk mencari makanan atau bersembunyi. Pada siang hari, kalajengking mencari perlindungan atau tempat istirahat di dalam retakan atau celah pada pagar, dinding, atau pekarangan rumah.

    Lalu, bagaimana cara kalajengking masuk rumah? Melansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Jalur Masuk Kalajengking

    Ventilasi AC

    Kalau di rumah pakai AC, hati-hati karena kalajengking bisa masuk lewat ventilasi AC. Dilansir dari Angi, kalajengking sering menemukan celah di antara saluran dan penutup ventilasi. Dari sana, mereka bisa masuk ke bagian dalam rumah.

    Bawah Jendela atau Pintu

    Dilansir dari Responsible Pest & Scorpion Control, kalajengking juga bisa masuk ke dalam rumah dari celah jendela dan pintu. Sebaiknya, pasang karet atau penghalang di bawah pintu agar kalajengking tidak bisa masuk.

    Celah Bangunan

    Kalajengking juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah atau retakan kecil di bagian luar rumah maupun dinding garasi. Kalajengking bisa masuk melalui celah sekecil 0,5 cm dan kerap ditemukan di dasar dinding garasi yang belum dirapikan serta sekitar pipa dan kabel yang tidak disegel yang masuk ke dalam rumah.

    Terbawa Penghuni Rumah

    Kalajengking bisa saja masuk ke dalam karena tidak sengaja terbawa oleh penghuni rumah. Misalnya, penghuni membawa kotak, benda, atau tanaman dari tempat yang ada kalajengking ke dalam rumah.

    Cara Mencegah Kalajengking Masuk Rumah

    Berikut ini langkah mencegah kalajengking masuk ke dalam rumah dikutip dari insectek.

    Pangkas Pohon dan Semak-semak

    Kalajengking suka bersembunyi di semak-semak dan pohon. Jika tumbuhan ini menempel atau dekat bangunan rumah, kalajengking bisa merayap ke dalam rumah. Oleh karena itu, pastikan tidak ada semak-semak atau pohon terlalu dekat rumah.

    Buang Tumpukan Kayu dan Puing Pekarangan

    Kalajengking bisa bersembunyi pada tumpukan barang seperti kayu atau puing.Semakin lama suatu tempat tidak tersentuh, semakin besar potensi adanya kalajengking yang bersembunyi di sana. Jadi sebaiknya bersihkan pekarangan dari tumpukan barang.

    Tutup Celah Jendela dan Pintu

    Kalajengking bisa masuk ke dalam rumah lewat bukaan maupun celah. Penghuni bisa mencegahnya masuk rumah dengan menutup retakan atau celah pintu, jendela, fondasi, dan dinding.

    Perbaiki Kebocoran dan Bersihkan Genangan Air

    Penghuni rumah bisa perbaiki kebocoran dan bersihkan genangan air di rumah untuk mencegah kalajengking masuk. Sebab, kalajengking biasanya mencari air.

    Rumah yang mengalami kebocoran dan ada genangan air jadi kondisi yang ideal buat menarik kalajengking. Selain itu, serangga lain yang jadi mangsa kalajengking juga tertarik dengan sumber air.

    Itulah jalur masuk dan cara mencegah kalajengking masuk rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menanam Tanaman Anti Tikus di Sudut Rumah



    Jakarta

    Tikus sering kali jadi tamu tak diundang yang bikin resah di rumah. Selain menjijikkan, hewan pengerat ini juga bisa menularkan berbagai penyakit serius. Nah, salah satu cara alami untuk mengusirnya adalah dengan menanam tanaman hias tertentu di sudut rumah.

    Tanaman-tanaman ini dikenal memiliki aroma yang menyengat dan tak disukai tikus. Dikutip dari Country Living dan Triangle Pest, berikut beberapa tanaman yang bisa kamu tanam di rumah sebagai pengusir tikus alami:

    1. Rosemary

    Rosemary bukan cuma bumbu dapur, tapi juga bisa jadi “pengawal” rumah dari serangan tikus. Aroma kuat dari daun rosemary tidak disukai tikus dan bisa mengusir mereka dari sudut rumah.


    Tanaman ini bisa kamu tanam di pot kecil dan diletakkan di area rawan tikus seperti dekat lemari dapur, bawah tangga, atau dekat saluran pipa.

    Menurut Igor Podyablonskiy, pakar tanaman dari My Flowers, rosemary tumbuh subur di tempat yang terkena sinar matahari langsung dan memiliki drainase tanah yang baik.

    “Rosemary bisa dipangkas agar terlihat lebih menarik dan rapi saat ditaruh di dalam ruangan,” ujarnya.

    2. Mint

    Tanaman mint punya aroma segar yang kita suka, tapi justru dibenci oleh tikus. Tanaman ini bisa tumbuh cepat, bahkan di tempat yang teduh sekalipun. Cocok untuk diletakkan di sudut dapur atau dekat tempat sampah.

    “Tanaman mint bisa ditanam di halaman atau pot kecil, dan daunnya bisa digunakan juga untuk teh atau garnish makanan,” jelas Igor.

    Selain anti-tikus, mint juga memberikan kesan segar dan bersih di dalam rumah.

    3. Lavender

    Lavender dikenal memiliki aroma menenangkan bagi manusia, tapi tidak bagi tikus. Minyak alami yang terkandung dalam bunga lavender bisa mengganggu penciuman tikus, sehingga mereka cenderung menghindarinya.

    Tanaman ini cantik untuk ditaruh di dalam rumah, terutama di dekat jendela, lemari penyimpanan, atau kamar mandi.

    “Setelah berbunga, pangkas tanaman untuk mempertahankan bentuk dan memicu pertumbuhan baru,” saran Igor.

    4. Daffodil

    Bunga daffodil atau bunga Narcissus juga bisa jadi solusi anti-tikus. Tanaman ini mengandung alkaloid yang bersifat racun bagi hama, termasuk tikus.

    Kamu bisa menanamnya langsung di tanah atau di pot, namun pastikan pot tersebut dilapisi kawat kasa tipis agar tikus tidak menggali masuk.

    Tips Menempatkan Tanaman Anti Tikus

    Agar manfaatnya maksimal, kamu bisa menaruh tanaman-tanaman ini di:

    • Sudut dapur yang lembap
    • Dekat lubang saluran air
    • Bawah tangga atau sudut ruangan gelap
    • Lemari penyimpanan atau rak makanan

    Dengan cara ini, rumah tak hanya jadi lebih hijau dan cantik, tapi juga lebih aman dari serangan tikus. Yuk, mulai tanam tanaman anti tikus di rumah sekarang!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Badan Nggak Gatal, Ini 5 Cara Cegah Kutu Busuk Ada di Kasur


    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu hewan yang kerap muncul di kasur. Serangga ini bisa menyebabkan gatal dan meninggalkan bekas pada tubuh. Tak heran keberadannya ingin dibasmi penghuni rumah.

    Selain gatal, kutu busuk juga bisa menyebabkan kasur bau dan cepat kotor. Serangga ini kerap bersembunyi di pinggiran dan dalam kasur, terutama yang jarang terkena sinar matahari.

    Nah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya kutu busuk di kasur atau perabotan lainnya. Dilansir dari dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Bersihkan Barang yang Berserakan

    Rumah yang berantakan menyediakan lebih banyak tempat bagi kutu busuk untuk bersembunyi. Dilansir dari United State Environmental Protection Agency, jika kutu busuk ada di kasur, gunakan penutup khusus kutu busuk (encasement) untuk mempersulit kutu busuk menjangkau penghuni rumah saat tidur. Biarkan encasement terpasang selama setahun. Pastikan produk yang dibeli telah teruji sehingga dapat bertahan selama setahun penuh tanpa robek.

    Rutin Cuci Seprai

    Rutin mencuci seprai bisa mengurangi jumlah kutu busuk. Dilansir dari Departemen Kesehatan New York, cuci seprai, sarung bantal, selimut, dan seprai lalu masukkan ke dalam pengering panas selama minimal 30 menit.

    Perlu diperhatikan juga bahwa kutu busuk dan telurnya bisa bersembunyi di keranjang cucian, jadi jangan lupa untuk membersihkannya juga.

    Bersihkan Pakai Vacuum Cleaner

    Cara lainnya yaitu membersihkan dengan menggunakan vacuum cleaner atau penyedot debut. Bersihkan karpet, lantai, furnitur berlapis kain, rangka tempat tidur, kolong tempat tidur, di sekitar kaki tempat tidur, dan semua celah di ruangan dengan penyedot debu.

    Ganti kantong debu setelah setiap penggunaan agar kutu busuk tidak bisa kabur. Masukkan kantong debu bekas ke dalam kantong plastik tertutup rapat dan buang ke tempat sampah luar. Bisa juga masukkan sampah hasil vacuum cleaner dan masukkan ke dalam plastik sebelum dibuang.

    Tutup Celah Masuk Kutu Busuk

    Tutup semua retakan dan celah serta semua lubang tempat pipa atau kabel masuk ke dalam rumah. Untuk menutup celah maupun retakan bisa pakai caulk.

    Gunakan Jasa Profesional

    Selain cara-cara di atas, bisa juga menggunakan jasa profesional untuk mengatasi kutu busuk, apalagi jika serangga tersebut sudah ada di kasur.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah adanya kutu busuk di kasur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 7 Tanaman Ini Beracun buat Kucing


    Jakarta

    Memiliki tanaman di dalam rumah tentu bisa membuat ruangan terasa asri dan segar. Namun, penghuni rumah harus berhati-hati dalam memilih tanaman, apalagi kalau punya hewan peliharaan kucing.

    Hal itu karena ada beberapa tanaman yang bisa beracun bagi kucing. Bahkan ada yang bisa menyebabkan masalah kesehatan serius seperti aritmia jantung.

    Berikut ini deretan tanaman yang bisa beracun bagi kucing dikutip dari The Spruce dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA).


    1. Janda Bolong

    clean image of propagation of Philodendron Monstera, Swiss Cheese Plant leaves, cuttings in water rooting in glass vase, copy spaceMonstera. Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Tanaman janda bolong atau monstera ini bisa beracun buat kucing. Tanaman ini mengandung kalsium oksalat yang tidak terlarut sehingga berbahaya bagi kucing. Apabila dimakan, bisa menyebabkan infeksi mulut, muntah-muntah hingga sulit menelan makanan.

    2. Pothos

    Golden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and gardenGolden pothos or Epipremnum aureum at window in the bedroom home and garden Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

    Tanaman ini banyak ditemukan di rumah karena perawatannya yang mudah. Meski terlihat cantik, namun tanaman ini bisa berbahaya apabila dimakan oleh kucing karena mengandung kalsium oksalat. Apabila dikonsumsi kucing, bisa menyebabkan iritasi mulut, mengeluarkan air liur berlebihan hingga sulit menelan makanan.

    3. Bunga Daffodil

    Tanaman hias daffodilTanaman hias daffodil Foto: Getty Images/iStockphoto/redhumv

    Bunga daffodil memiliki warna yang indah dan terang sehingga membuatnya tampak cantik. Akan tetapi, bunga daffodil bisa menjadi berbahaya apabila dimakan oleh kucing. Bagian bunga maupun batangnya beracun apabila dikonsumsi kucing dalam jumlah banyak. Bagian umbinya (bulbs) yang paling beracun, jika dikonsumsi dalam jumlah kecil saja bisa menyebabkan diare, muntah-muntah, gangguan pencernaan, darah rendah hingga aritmia jantung.

    4. English Ivy

    Ivy in a potEnglish Ivy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

    Tanaman ini sering ditemukan di rumah menjadi tanaman gantung. Daunnya yang unik bisa membuat tampilan rumah menjadi lebih bagus. Meski bentuk daunnya unik, namun apabila dimakan oleh kucing bisa berbahaya.

    Dilansir dari The Spruce Pets, tanaman ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa terbakar atau iritasi di bagian mulut, sulit napas, koma, atau bahkan kematian.

    5. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designLidah mertua. Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Lidah mertua merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah dirawat. Tak heran, banyak penghuni rumah yang memiliki tanaman tersebut di rumah.

    Meskipun tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, hewan peliharaan seperti kucing bisa keracunan jika mengonsumsi lidah mertua.

    Dilansir dari American Society for the Prevention of Cruelty to Animals, tanaman ini mengandung saponin yang apabila dimakan oleh kucing bisa menimbulkan gejala diare, muntah-muntah, dan mual.

    6. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldTanaman giok. Foto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Tanaman yang satu ini juga kerap ditemukan di rumah karena mudah diurus dan dianggap dapat membawa keberuntungan. Namun hati-hati, karena tanaman ini sangat beracun bagi kucing, anjing, dan juga kuda. Belum diketahui secara pasti penyebab racunnya tetapi semua bagian tanaman tersebut bisa memberikan reaksi pada kucing. Tanaman ini bisa menyebabkan kucing depresi, muntah, serta inkoordinasi.

    7. Aloe Vera

    Tanaman aloe vera atau lidah buayaTanaman aloe vera atau lidah buaya Foto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

    Aloe vera atau lidah buaya memiliki segudang manfaat untuk manusia. Namun, tanaman ini bisa beracun bagi kucing jika dikonsumsi serta menyebabkan diare, lemas, serta muntah-muntah.

    Itulah beberapa tanaman yang beracun bagi kucing. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Jitu Amankan Perabotan Rumah biar Nggak Dicakar Kucing


    Jakarta

    Memiliki hewan peliharaan seperti kucing terkadang bisa menjadi hiburan tersendiri maupun teman bagi penghuni rumah. Namun, pemilik kucing juga harus siap dengan segala tingkah lakunya, termasuk mencakar benda-benda sekitar.

    Kucing memang suka mencakar permukaan benda. Mereka suka mencakar ketika main, untuk menandakan teritori maupun mempertajam kuku.

    Kegiatan tersebut tentunya bisa membuat perabotan di rumah rusak kalau tidak segera diatasi. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari barang-barang rusak karena dicakar kucing.


    Dilansir dari Washington Post, NPR, dan American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), berikut ini informasinya.

    1. Taruh Tiang Khusus Cakaran Kucing

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman untuk dicakar kucing, yaitu tiang cakaran. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main kucing. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar.

    Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar kucing. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga kucing tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    “Anda perlu memiliki lebih dari satu tiang garukan, dan Anda ingin meletakkannya di lokasi yang kemungkinan besar digunakan kucing Anda,” kata seorang ahli perilaku hewan bersertifikat dan konsultan perilaku kucing dari Sacramento, Mikel Delgado, dikutip dari NPR.

    2. Lapisi Perabotan

    Cara aman selanjutnya adalah melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari cakaran kucing. Misalnya, membungkus perabotan dengan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    Bisa juga dengan mengarahkan speaker ke dinding agar tidak dicakar kucing. Tempelkan plastik, double-tape, amplas atau karpet terbalik pada furniture atau lantai yang sering menjadi sasaran cakaran kucing.

    3. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Penutup ini biasa disebut juga dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan kucing dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    4. Pakai Cipratan Air

    Jika kucing masih mencakar perabotan rumah, pemilik bisa mencoba dengan mengejutkannya dengan bertepuk tangan atau mencipratkan air. Gunakan cara ini sebagai opsi terakhir karena kucing bisa mengasosiasikan pemiliknya dengan kejadian tersebut dan belajar menjadi takut kepada pemiliknya.

    Itulah beberapa cara untuk mengamankan perabotan dari cakaran kucing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Ampuh Hilangkan Bulu Hewan Peliharaan dari Perabotan hingga Pakaian


    Jakarta

    Memelihara hewan seperti kucing dan anjing di rumah bisa membuat penghuni merasa memiliki teman. Keberadaannya memang menyenangkan, namun terkadang bulu-bulunya menempel di perabotan rumah hingga pakaian.

    Tentunya hal ini tidak diinginkan bagi pemilik hewan dan juga penghuni rumah lainnya, ‘kan? Nah, berikut ini ada beberapa tips untuk menghilangkan bulu hewan peliharaan dari perabotan rumah dan pakaian.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Seprai hingga Handuk

    Dilansir dari Martha Stewart, untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari seprai maupun handuk bisa menggunakan sarung tangan karet. Caranya, basahkan sarung tangan karet dengan air dan usapkan ke atas seprai maupun selimut.

    “Bulu akan menempel di sarung tangan dan Anda bisa lebih mudah mengumpulkan bulu dan membuangnya,” kata Brian Sansoni dari American Cleaning Institute.

    Setelah itu cuci barang-barang tersebut. Sebelum dicuci, masukkan barang ke dalam pengering dan gunakan siklus pengering tanpa panas selama 10 menit untuk melonggarkan bulu hewan peliharaan yang seringkali tersangkut.

    “Masukkan juga lembaran pengering, karena penumpukan listrik statis dapat membuat bulu tetap menempel pada kain,” ujar Sansoni.

    Keluarkan pakaian dari pengering, kibaskan sisa bulu hewan peliharaan (sebaiknya di luar ruangan), lalu masukkan ke dalam mesin cuci untuk dibersihkan secara menyeluruh.

    Karpet

    Untuk membersihkan bulu hewan peliharaan dari karpet bisa dengan penyedot debu atau vacuum cleaner. Sebaiknya, bersihkan karpet dengan vacuum cleaner setiap minggu.

    “Setelah menyedot debu, Anda dapat menggulung [karpet] dengan lint roller atau sikat pembersih khusus bulu hewan peliharaan setiap satu atau dua hari, tergantung pada berapa banyak hewan peliharaan yang Anda miliki dan seberapa parah kerontokannya,” tutur direktur operasi franchise Two Maids, Kathy Cohoon.

    Permukaan Meja

    Bulu hewan peliharaan bisa terbang dan mendarat di berbagai permukaan, termasuk meja. Tentunya permukaan meja harus tetap dijaga kebersihannya karena terkadang dipakai untuk menaruh makanan.

    Cohoon menyarankan untuk membersihkan bulu hewan peliharaan menggunakan sapu atau penyedot debu. Bisa juga bersihkan dengan lap basah pada area yang masih terdapat bulu hewan peliharaan. Selanjutnya, bersihkan area dengan pembersih serbaguna atau larutan khusus material.

    “Jika hewan peliharaan berjalan di atas meja dapur, ingatlah untuk sering-sering mendisinfeksi area tersebut,” kata Cohoon.

    Pakaian

    Lint Roller

    Bulu hewan terkadang suka menempel pada pakaian. Untuk menghilangkannya, bisa pakai lint roller. Caranya dengan meletakkan pakaian pada permukaan yang halus dan rata lalu roll lint roller ke atas dan ke bawah sampai bulu hilang.

    Pakai Cuka

    Dilansir dari Homes & Gardens, Co-Founder dari Stripped Down Laundry, Joshua dan Ashlie Waterman, menggunakan cuka saat mencuci pakaian bisa membantu menghilangkan bulu hewan peliharaan. Caranya, tambahkan 1/2 cangkir cuka ke dalam tumpukan cucian di dalam mesin cuci untuk membantu mengendurkan serat pakaian, mengurangi pH cucian sehingga mengurangi daya melekat statis pada pakaian.

    Pakai Bola Pengering

    Jika tidak ingin mencuci pakai cuka, penghuni rumah bisa menggunakan bola pengering untuk menghilangkan bulu hewan pada pakaian.

    “Kami menyarankan untuk menambahkan lembaran pengering, atau lebih baik lagi menggunakan bola pengering, ke dalam mesin pengering untuk mengurangi listrik statis – bola pengering wol yang dibasahi sedikit dengan air sebelum ditambahkan adalah yang terbaik untuk ini. Dan merupakan salah satu yang terbaik. cara menghilangkan kerutan pada pakaian juga!” kata Joshua dan Ashlie Waterman.

    Tak hanya itu, Joshua dan Ashlie menyarankan untuk memasukkan pakaian ke dalam mesin pengering dengan siklus ‘dry air cycle’ selama 10 menit sebelum dicuci.

    “Siklus awal ini membantu mengendurkan dan menghilangkan bulu hewan peliharaan sehingga lebih mudah dihilangkan saat proses pencucian,” tuturnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan bulu kucing dari perabotan hingga pakaian. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Bau Kucing di Rumah? Ini 3 Tips Jitu untuk Menghilangkannya


    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan yang paling banyak dipelihara oleh penghuni rumah. Keberadaannya memang bisa membuat penghuni rumah tidak kesepian, tetapi kadang bau kotorannya bisa mengganggu.

    Seiring berjalannya waktu, penghuni rumah bisa saja terbiasa dengan bau kucing. Namun, belum tentu tamu yang datang ke rumah bisa tahan dengan bau tersebut.

    Kotoran kucing mengeluarkan bau yang kuat. Dilansir dari The Spruce, aroma itu berasal dari kandungan urea yang tinggi dan komposisi kimia yang unik pada kotoran. Selain dari kotoran, bau kucing bisa disebabkan oleh muntahan atau rontokan bulu kucing.


    Kalau nggak segera ditangani, bisa-bisa baunya semerbak ke penjuru rumah. Nah, berikut ini ada beberapa cara untuk menghilangkan bau kucing.

    Rawat Kucing

    Hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi bau kucing adalah mengatasi dari sumbernya. Pemilik perlu merawat kucing seperti dengan memastikan makanan yang dikonsumsi aman untuk pencernaan. Lalu, memeriksa kesehatan kucing, terutama saat mengalami gangguan pencernaan atau susah makan. Kemudian, bulu kucing juga perlu dirawat agar wangi dan tidak mudah rontok.

    Rajin Bersihkan Rumah

    Memelihara kucing di rumah, berarti pemilik harus siap menemukan rontokan bulu kucing di mana-mana. Bulu kucing bisa jadi sumber bau tidak sedap di rumah. Oleh karena itu, sebaiknya membersihkan rumah setiap hari terutama di area yang sering didatangi oleh kucing.

    Bersihkan Kotak Pasir

    Kucing biasanya buang kotoran di dalam kotak pasir khusus. Nah, kotak pasir tersebut harus dibersihkan secara rutin. Jangan biarkan kotoran kucing terlalu lama didiamkan.

    Agar lebih bersih, bisa juga ditambahkan cuka saat membersihkan kotak pasir. Caranya, tambahkan cuka ke dalam air dan semprotkan pada noda di kotak pasir.

    Diamkan bekas semprotan itu selama 15-30 menit dan basuh dengan kain bersih. Lalukan langkah-langkah ini secara berulang sampai noda benar-benar hilang. Cara ini juga bisa diaplikasikan pada noda kotoran kucing di bagian rumah lainnya.

    Kalau pemilik sibuk dan tak sempat membersihkannya, ada kotak pasir modern yang dapat mengganti pasir kotor secara otomatis, lho. Dengan begitu, pemilik rumah cukup membuang pasir kotor yang sudah dimasukkan ke plastik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com