Tag: hewan

  • Kamar Mandi Diserbu Cacing? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Cacing yang biasanya tinggal di dalam tanah ternyata bisa muncul di kamar mandi, lho. Hewan melata ini terkadang cukup mengganggu ketenangan penghuni rumah.

    Sebagian penghuni rumah merasa jijik dan geli sama cacing. Saat melihat cacing di kamar mandi, insting pertama penghuni mungkin langsung menyiramnya dengan air. Akan tetapi, jurus ini kurang ampuh.

    Penghuni yang tak suka cacing perlu tahu penyebab kemunculan beserta cara mengatasinya. Simak penjelasannya di sini.


    Penyebab Cacing Masuk Kamar Mandi

    Inilah beberapa faktor yang membuat cacing bisa muncul di kamar mandi.

    1. Lingkungan Lembap

    Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Industri Pest Management Indonesia (APJIPMI) Boyke Arie Pahlevi mengatakan cacing tinggal di lingkungan yang lembap. Kamar mandi sendiri merupakan ruangan yang lembap sehingga bisa ditinggali cacing.

    “Cacing tanah cenderung menyukai lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kamar mandi dan memastikan area tersebut tetap kering,” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    2. Celah Lantai Keramik

    Cacing dapat muncul melalui celah atau retakan di lantai keramik. Adanya celah itu membuat kamar mandi berpotensi didatangi cacing.

    Cara Cegah Cacing di Kamar Mandi

    Jika tak ingin ada cacing di kamar mandi, penghuni bisa mengikuti tips pencegahan berikut ini.

    • Hilangkan genangan air
    • Rutin bersihkan saluran air
    • Menjaga kebersihan kamar mandi
    • Menjaga tingkat kelembapan kamar mandi
    • Mengelola limbah rumah tangga dengan baik
    • Pastikan sumber air tidak terkontaminasi telur atau larva cacing

    Cara Basmi Cacing di Kamar Mandi

    Kalau kamar mandi diserang cacing, penghuni dapat membasminya dengan insektisida. Namun, pastikan untuk berhati-hati ketika menggunakan insektisida.

    “Studi menunjukkan bahwa insektisida seperti abamektin dan diazinon dapat mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi cacing tanah. Namun, penggunaan insektisida harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk untuk menghindari dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia,” tuturnya.

    Itulah penyebab cacing muncul di kamar mandi dan cara mengatasinya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Didiemin, Ini Cara Usir Tikus dari Atap Rumah


    Jakarta

    Tikus dapat masuk dan bersembunyi di atap rumah. Mereka bisa bersarang dan berkembang biak di sana.

    Jangan dibiarkan, penghuni harus memastikan rumah bebas dari serangan tikus. Sebab, tikus adalah hewan kotor yang membawa penyakit.

    Sebaiknya periksa atap rumah yang rawan jadi tempat tinggal tikus. Lalu, usir dan pastikan tikus tidak akan kembali lagi.


    Dilansir dari Cleanipedia, tikus bisa sampai bersarang di atap rumah karena beberapa faktor. Pertama, ada lubang atau celah yang menjadi akses masuk tikus. Kemudian, ada sumber makanan dan minuman bagi tikus di atap, misalnya air dari kebocoran.

    Di samping itu, beberapa tanda tikus adalah ada kotoran dan bekas cakaran. Jika menemukan tanda-tanda tikus di atap, segera usir dengan cara berikut ini.

    Cara Usir Tikus di Atap Rumah

    Inilah cara mengusir tikus yang ada di atap rumah.

    1. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

    Semprotkan cairan pembasmi tikus sepanjang jalur yang sering dilaluinya. Hewan pengerat ini punya naluri untuk mengikuti arah ruangan.

    2. Pasang Perangkap Tikus

    Gunakan perangkap lem untuk menangkap tikus. Biasanya lem tikus dilengkapi aroma yang memancing tikus untuk keluar.

    Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

    Selain itu, penghuni rumah sebaiknya mencegah tikus masuk ke rumah dengan cara berikut ini.

    1. Tutup Celah dan Lubang Dinding

    Periksalah lubang dan celah pada dinding. Pastikan untuk menutup celah tersebut agar tikus tidak tidak bisa masuk rumah.

    2. Tutup Pintu dan Jendela

    Tutup pintu dan jendela di malam hari untuk mencegah tikus menyelinap ke dalam rumah. Pemilik bisa saja tidak menyadari tikus masuk karena kondisi gelap ketika malam.

    3. Perbaiki Kebocoran Pipa

    Periksalah kebocoran saluran pipa air di sekitar rumah. Segera perbaiki pipa air yang bocor agar tidak menarik tikus buat datang.

    4. Amankan Makanan dan Sampah

    Simpanlah makanan dan bahan-bahan di dalam wadah tertutup biar tikus tidak bisa meraihnya. Lalu, jangan terlalu lama menyimpan sampah atau sisa makanan di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kesal Kucing BAB Sembarangan di Halaman Rumah? Begini Cara Usirnya


    Jakarta

    Kucing adalah hewan berbulu yang menggemaskan bagi sebagian orang. Namun, kalau kucing liar datang dan buang air besar (BAB) sembarang di halaman, penghuni rumah bisa merasa kesal.

    Kehadiran kucing liar dapat membuat pekarangan rumah terlihat kotor dan berantakan. Penghuni pun perlu lebih waspada agar tidak menginjak kotoran kucing saat berjalan di halaman rumah.

    Dikutip dari Time of Paws, kucing liar mendekati rumah karena mencari tempat berlindung dan sumber makanan. Oleh karena itu, penghuni harus membuat lingkungan rumah yang tidak nyaman bagi kucing.


    Bagaimana cara mencegah kucing masuk dan buang kotoran di halaman rumah? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Cegah Kucing BAB di Halaman Rumah

    Inilah tips mengusir kucing dari rumah sehingga tidak BAB sembarang di halaman, dikutip dari The Spruce.

    1. Tanam Tumbuhan yang Dibenci Kucing

    Penghuni bisa menanam tanaman yang dibenci di pekarangan. Pilih tanaman dengan aroma yang tidak disukai kucing, misalnya mint, lavender, dan rosemary.

    2. Sebar Pecahan Cangkang Telur

    Kemudian, buat kucing tidak nyaman berjalan di tanah dengan menaburkan pecahan cangkang telur. Pecahkan cangkang telur menjadi potongan kecil, lalu sebarkan di halaman rumah.

    3. Sebar Bau yang Dibenci Kucing

    Selain itu, sebarkan aroma yang dibenci kucing di sekitar rumah. Kucing menghindari bau menyengat seperti bawang putih, eucalyptus, kopi, tembakau, dan cuka. Cara ini cukup ampuh untuk mengusir kucing dari tempat tertutup misalnya plafon, mobil, atau area lain yang sulit dijangkau.

    4. Pasang Pagar Khusus

    Kucing bisa masuk halaman rumah melewati pagar bercelah. Sebaiknya pasang pagar yang sulit dilewati kucing. Misalnya dengan memasang paku penghalang yang tidak terlalu tajam pada celah pagar.

    5. Bersihkan Sampah

    Kucing tertarik buat mendatangi rumah yang sampahnya dibiarkan terbuka. Pastikan untuk menutup tempat sampah agar tidak bisa diraih oleh kucing. Kemudian, bersihkan sisa makanan supaya aroma tidak mengundang kucing.

    6. Jangan Beri Makan Kucing

    Kucing biasanya kembali ke tempat ia menemukan sumber makanan. Sebaiknya tidak memberi makan kalau nggak mau kucing kembali lagi ke rumah.

    Itulah cara mengatasi kucing yang suka BAB di halaman rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Lindungi Rumah Agar Tak Didatangi Ular Tiba-tiba


    Jakarta

    Ular adalah reptil yang dihindari karena bentuknya yang mengerikan serta berpotensi menyakiti manusia. Penghuni rumah pun harus waspada karena ular bisa saja muncul di sekitar tempat tinggal.

    Reptil ini bisa ditemukan di halaman maupun dalam rumah. Bukan tanpa alasan, ular datang ke rumah karena ada hal-hal yang menarik.

    Dikutip dari Herping Thailand, ular mendekati rumah karena mencari sumber makanan. Hewan melata itu biasanya memakan serangga, kadal, kodok, dan tikus.


    Selain itu, ular merasa kawasan rumah punya lingkungan yang cocok buat ular berlindung dan bereproduksi. Ular cenderung menyukai tempat yang lembap, terutama ketika mau ganti kulit.

    Nah, supaya rumah aman dari serangan ular, penghuni perlu ambil langkah pencegahan. Buatlah lingkungan rumah tidak menarik dan sulit didekati ular. Simak caranya berikut ini.

    Cara Cegah Ular Datang ke Rumah

    Inilah beberapa tips untuk mencegah ular datang ke rumah.

    1. Bersihkan Halaman Rumah

    Ular senang tinggal di tempat yang banyak benda seperti di halaman rumah. Penghuni bisa menghindari kedatangan ular dengan memotong pendek rumput serta menyingkirkan batu, batang kayu, dan puing bangunan di pekarangan.

    2. Rajin Buang Sampah

    Penghuni juga dapat menangkal ular dengan mengatasi dari sumber makanannya. Caranya dengan membuang sampah secara rutin. Langkah ini mencegah adanya tikus yang dapat menarik perhatian ular buat datang.

    3. Tutup Lubang di Rumah

    Selain itu, penghuni perlu memastikan lubang-lubang di sekitar rumah tertutup. Sebab, ular biasanya mencari tempat persembunyian yang aman dibandingkan berkeliaran dan menggigit manusia.

    4. Tinggikan Bangunan

    Selain itu, penghuni dapat meninggikan bangunan seperti rumah panggung agar tidak mudah dijangkau oleh ular. Jika memungkinkan, buat rumah dengan celah 30-50 cm dari lantai.

    5. Buat pagar Beton

    Kemudian, penghuni juga bisa membangun pagar beton di sekeliling rumah. Sebab, banyak ular tidak tahu cara memanjat pagar tersebut.

    6. Buat Jalur di Halaman

    Kalau punya halaman rumah yang luas, sebaiknya buat jalur setapak buat berjalan. Jalur itu memudahkan penghuni lebih waspada terhadap kehadiran ular.

    Itulah cara mencegah ular mendekati rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tungau di Kasur Bisa Bikin Kulit Gatal, Ini Cara Ampuh Membasminya!


    Jakarta

    Tungau merupakan salah satu jenis serangga yang sering mengganggu manusia. Sebab, gigitan dari tungau bisa menimbulkan rasa gatal, ruam, hingga bercak merah pada kulit.

    Hewan berukuran sangat kecil ini biasanya hidup dan berkembang biak di tempat tidur, terutama pada kasur dan seprai yang kotor dan bau. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk rutin mengganti seprai demi mencegah munculnya tungau.

    Jika kamu menemukan tungau di kasur, cara basminya bisa dengan menggunakan vacuum cleaner yang memiliki sinar UV. Namun jika kamu tidak punya vacuum cleaner, ada sejumlah cara lain yang juga efektif membasmi tungau. Apa saja?


    Cara Basmi Tungau di Kasur Secara Efektif

    Ada berbagai cara ampuh untuk membasmi tungau di kasur. Dilansir situs Web MD dan Healthline, berikut cara-caranya:

    1. Sesuaikan Suhu Ruangan

    Tungau merupakan hewan yang dapat berkembang biak di tempat lembap. Jika kamar tidur kamu sangat lembap, maka tak heran banyak ditemukan tungau di dalam kasur.

    Pastikan kamu memiliki ventilasi udara yang baik di dalam kamar agar tingkat kelembapannya tidak terlalu tinggi. Bisa juga menggunakan dehumidifier untuk mengatasi lembap di dalam ruangan.

    2. Cuci Seprai dengan Air Panas

    Jika menemukan ada tungau di tempat tidur, segera cuci seprai, sarung bantal, dan sarung guling menggunakan air panas. Langkah ini dilakukan untuk membunuh tungau dan telurnya secara optimal sehingga tidak dapat berkembang biak.

    “Salah satu cara untuk membasmi tungau adalah dengan panas. Para profesional biasa melakukannya dengan menggunakan air panas,” kata pakar pengendali hama Nicole Carpenter.

    Selain dicuci dengan air panas, kamu juga dapat menambahkan detergen anti-bakteri agar tungau dan telurnya benar-benar mati.

    3. Jemur Kasur

    Selain mencuci seprai, sebaiknya kamu juga menjemur tempat tidur di bawah sinar matahari terik. Panas dari matahari dapat membantu membasmi tungau yang bersembunyi di sela-sela kasur. Cara ini juga membantu mengurangi kelembapan tinggi di tempat tidur.

    4. Pakai Cara Alami

    Cara mengatasi tungau yang berkembang biak di tempat tidur bisa menggunakan garam. Bahan dapur ini dinilai ampuh untuk membasmi tungau.

    Caranya cukup dengan mencampur garam dan air secukupnya ke dalam botol semprot, lalu semprotkan pada bagian tempat tidur yang terdapat tungau. Tunggu beberapa saat agar garam bereaksi terhadap tungau.

    Jika menemukan ada sisa tungau yang sudah mati, segera buang ke dalam tempat sampah. Setelah itu, semprotkan minyak esensial lavender atau peppermint untuk menciptakan aroma wangi di tempat tidur.

    5. Semprot Disinfektan

    Cara yang terakhir adalah dengan menyemprotkan cairan disinfektan di tempat tidur atau area yang sering ditemukan ada tungau. Kandungan zat kimia pada disinfektan dinilai ampuh untuk membunuh tungau serta mencegah serangga kecil ini datang kembali.

    Namun, jika masih ditemukan ada tungau berkeliaran di kamar tidur, sebaiknya segera hubungi jasa pengendali hama (pest control) agar bisa ditangani oleh ahlinya.

    “Tungau bukanlah sesuatu yang selalu dapat ditangani sendiri, mereka bisa saja bersembunyi di dinding, stop kontak, sambungan furnitur, dan dapar bertahan hingga berbulan-bulan tanpa makan,” pungkas Carpenter.

    Itulah lima cara membasmi tungau di kasur secara efektif. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ketahui 5 Tanda Ular Bersarang di Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang berbahaya karena dapat menggigit dan mengeluarkan bisa. Bahkan, sudah banyak korban yang meninggal dunia akibat diserang reptil tersebut.

    Meski hidup di alam liar, tapi terkadang ular juga bisa masuk ke rumah penduduk. Sudah banyak kejadian seekor ular ditemukan bersembunyi di plafon, kamar mandi, hingga atap rumah.

    Maka dari itu, bukan tidak mungkin rumah kamu menjadi tempat yang nyaman bagi ular untuk bersarang dan berkembang biak. Jika dibiarkan, hal itu sangat berbahaya karena berisiko menyerang penghuni rumah.


    Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda ada sarang ular di rumah. Seperti apa ciri-cirinya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

    Dilansir situs Revoke Snake Repellent dan Accurate Pest Control, berikut tanda-tanda ada sarang ular di rumah:

    1. Ada Jejak Ular

    Ular merupakan reptil yang bergerak menggunakan kontraksi otot tubuh. Walau tidak memiliki kaki, tapi ular dapat meninggalkan jejak di tanah atau lantai yang berdebu.

    Jejak ular umumnya berbentuk pola ‘S’ tapi juga bisa berbeda tergantung dari gerakan ular. Ada juga pola jejak ular yang berbentuk seperti coretan menyamping.

    Jika kamu curiga ada aktivitas ular di dalam rumah, coba taburkan tepung ke area yang diyakini bakal dilalui ular. Kalau muncul jejak ular, segera panggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) agar hewan tersebut dapat ditangkap.

    2. Muncul Suara Desis

    Ular dapat mengeluarkan suara desis yang khas. Apabila suara desis terdengar dari dalam ruangan yang gelap atau sempit, maka bisa menandakan ada sarang ular di rumah.

    Sebagai informasi, ular adalah hewan yang senang tinggal di tempat kecil, gelap, dan lembap. Kondisi tersebut sangat cocok bagi ular untuk membuat sarang dan berkembang biak.

    Dalam banyak kasus, sarang ular bisa berada di ruang bawah tanah, loteng, atau bahkan kamar mandi. Jika terdengar suara desis ular, segera hubungi petugas Damkar untuk menangkap reptil tersebut.

    3. Ada Sisa Kulit Ular yang Mengelupas

    Ular termasuk hewan yang dapat berganti kulit lewat proses yang disebut ecdysis. Jika kamu melihat ada sisa kulit ular di sekitar rumah atau halaman, maka jadi pertanda nyata kalau ada sarang ular di kediaman kamu.

    4. Ada Kotoran Ular

    Tanda-tanda berikutnya adalah muncul kotoran ular yang tersebar di beberapa sudut rumah. Kotoran ular umumnya punya wujud seperti kotoran burung, yaitu cairan berwarna kuning dan putih serta mengandung urea.

    Sebagai pengingat, jangan menyentuh kotoran ular dengan tangan kosong. Untuk membersihkannya, gunakan sarung tangan tebal sebagai bentuk pencegahan agar tidak tertular penyakit.

    5. Muncul Bau yang Menyengat

    Jika kamu mencium bau tidak sedap dan menyengat hidung, bisa jadi itu merupakan kotoran ular. Jika kamu mencium bau tersebut dari tempat gelap, lembap, dan sempit, maka sebaiknya segera diperiksa untuk memastikan apakah ada sarang ular atau tidak.

    Pastikan kamu hati-hati saat mengecek area yang gelap dan lembap. Gunakan senter yang terang untuk melihat area di sekitar dan pakai masker untuk menghalau bau tidak sedap.

    Demikian lima tanda-tanda jika ada sarang ular di dalam rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Berumur Panjang, Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat menciptakan suasana asri dan sejuk pada hunian. Apalagi jika tanaman tersebut bisa tumbuh subur dalam waktu yang sangat lama.

    Ternyata, ada sejumlah tanaman hias yang memiliki umur panjang, lho. Bahkan, tanaman tersebut bisa hidup hingga mencapai puluhan tahun. Namun, dengan catatan tanaman harus dirawat sebaik mungkin.

    Penasaran, apa saja tanaman hias yang memiliki umur panjang sehingga bisa hidup sampai puluhan tahun? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Hidup Hingga Puluhan Tahun

    Ada beberapa tanaman hias yang memiliki umur panjang sehingga dapat hidup sampai bertahun-tahun. Dilansir situs Real Simple dan The Spruce, berikut daftarnya:

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuaFoto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Tanaman yang satu ini sangat populer dan jadi favorit banyak orang. Selain dapat mempercantik hunian, lidah mertua termasuk tanaman yang dapat tumbuh hingga puluhan tahun.

    Beberapa jenis lidah mertua memiliki masa hidup yang dapat mencapai lebih dari 20 tahun. Namun, awet atau tidaknya lidah mertua juga tergantung dari cara merawatnya.

    Ketika memindahkan lidah mertua ke pot atau repotting, pastikan terdapat lubang drainase untuk meminimalisir pembusukan akar. Disarankan untuk melakukan repotting setiap 2-3 tahun sekali.

    Pakar tanaman dan pendiri Gardenuity Donna Letier mengatakan lidah mertua merupakan tanaman yang mudah dirawat. Tanaman ini sebaiknya disiram sesekali saja saat tanahnya sudah kering.

    “Kesalahan terbesar adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Masukkan jari Anda ke dalam tanah, dan jika dua inci bagian atas tanah kering, saatnya menyiram,” kata Donna.

    2. Hosta

    Hosta atau disebut juga keladi tapak kuda merupakan salah satu tanaman yang mudah dirawat. Selain itu, tanaman ini juga bisa berumur panjang asalkan tahu bagaimana cara merawatnya dengan benar.

    Disarankan untuk menempatkan hosta di tempat yang teduh dan sedikit terpapar sinar matahari. Siram tanaman ini secara teratur saat tanah lembap, tapi tidak tergenang oleh air. Kamu dapat menyiram hosta seminggu sekali atau dua kali dalam seminggu agar bisa tumbuh subur.

    Salah satu tantangan saat menanam hosta adalah serangan hama, seperti siput dan bekicot. Jika kamu bisa mengendalikan hama tersebut di halaman, maka hosta bisa tumbuh subur sampai bertahun-tahun.

    3. Parlor Palm

    Parlor palm atau palem merupakan tanaman hias di dalam ruangan yang memiliki masa hidup panjang. Pada umumnya, tanaman ini bisa tumbuh hingga lebih dari 50 tahun.

    Tanaman palem termasuk yang mudah dirawat dan aman untuk hewan peliharaan karena tidak mengandung zat berbahaya. Palem menyukai udara lembap dan daunnya cukup sensitif terhadap sinar matahari, sehingga bisa diletakkan di tempat yang minim cahaya.

    Agar dapat tumbuh subur, kamu bisa menggunakan pot dengan lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Disarankan menyiram palem seminggu sekali karena jika terlalu sering dapat membuat akarnya cepat busuk.

    4. Pakis Boston

    Studio photo shoot of a Nephrolepis exaltata Foto: iStock

    Jika detikers menyukai tanaman hias yang asri dan awet, pakis boston bisa menjadi salah satu pilihan menarik. Selain mudah dirawat, tanaman ini dapat hidup hingga mencapai 50 tahun.

    Cara merawat pakis boston juga mudah, cukup menjaga tanahnya agar tetap lembap dan menyiramnya secara teratur. Selain itu, letakkan tanaman ini di tempat yang cukup sinar matahari agar bisa tumbuh subur.

    5. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldFoto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Satu lagi tanaman yang dapat bertahan hidup sampai bertahun-tahun, yakni tanaman giok. Disebut juga jade plant, tanaman ini menyukai area dengan banyak sinar matahari.

    Tanaman giok juga tidak perlu disiram secara rutin karena daunnya dapat menyimpan air. Dengan begitu, tanaman ini dapat bertahan hidup meski kamu lupa menyiramnya selama berhari-hari.

    Itulah lima tanaman hias yang memiliki umur panjang. Namun perlu diingat, tanaman tersebut akan bisa hidup selama bertahun-tahun jika dirawat dengan benar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Usir Cicak dari Rumah, Cuma Modal Bahan Dapur


    Jakarta

    Cicak merupakan salah satu hewan yang sering dijumpai di rumah. Keberadaannya memang tidak berbahaya, namun sebagian orang merasa takut atau jijik pada reptil tersebut.

    Ada saja yang melakukan berbagai cara untuk mengusir cicak agar tidak ada di rumah. Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan bubuk kopi.

    Tentunya itu bukan satu-satunya cara untuk mengusir cicak. Dilansir dari Livspace dan Times of India, berikut ini informasinya.


    1. Bubuk Kopi

    bubuk kopibubuk kopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

    Dilansir dari Times of India, aroma bubuk kopi yang menyengat bisa membuat cicak enggan datang lagi ke area tersebut. Caranya cukup mudah, bisa dengan mencampur bubuk kopi dan air lalu masukkan ke dalam botol semprot. Selanjutnya, semprot area yang sering dilalui cicak. Selain itu, bisa juga dengan menaruh bubuk kopi di setiap sudut rumah.

    2. Cangkang Telur

    hacks menggunakan cangkang telur dalam kesuburan tanamanCangkang telur. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Meski terdengar aneh, tapi ternyata cangkang telur efektif mengusir cicak dari rumah. Sebab, reptil tersebut mengira cangkang telur adalah predator sehingga lebih memilih ‘putar balik’.

    Penghuni rumah bisa menyebarkan cangkang telur bekas yang sudah dibersihkan di dapur, balkon, atau dekat jendela rumah. Sebaiknya ganti cangkang telur setiap 3-4 hari sekali agar tetap terlihat masih segar, sehingga efektif untuk mencegah cicak datang lagi.

    3. Lada

    ladalada Foto: Istimewa

    Bahan dapur yang satu ini bisa digunakan untuk mengusir cicak secara efektif. Cukup campur bubuk merica dengan air, kemudian tuang ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan cairan tersebut ke sudut-sudut rumah atau area yang sering dilalui cicak.

    4. Kapur Barus

    Aroma tajam kapur barus ampuh mengusir cicak. Letakkan kapur barus di lemari, dapur, atau kolong wastafel. Tapi hati-hati, jangan gunakan di rumah yang ada bayi atau hewan peliharaan ya, detikers.

    5. Turunkan Suhu Ruangan

    Cicak suka tempat hangat. Jadi, kamu bisa menyalakan AC dengan suhu rendah (sekitar 22 derajat Celsius) agar cicak enggan masuk ke dalam rumah.

    6. Pasang Jaring Jendela

    Untuk solusi jangka panjang, kamu bisa pasang jaring di jendela. Cahaya tetap masuk, tapi cicak dan serangga lain nggak bisa nyelonong seenaknya.

    7. Rutin Bersih-Bersih

    Cicak biasanya datang karena ada makanan atau serangga kecil. Jadi, pastikan rumah selalu bersih dan makanan tersimpan rapat. Jangan biarkan sisa makanan menumpuk di dapur.

    Itulah beberapa cara mengusir cicak dari rumah.

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati! 5 Kebiasaan Ini Dapat Mengundang Ular Datang ke Rumah


    Jakarta

    Ular merupakan salah satu hewan yang kerap muncul di rumah. Meski habitat aslinya berada di alam liar, tapi terkadang ular bisa masuk ke permukiman penduduk.

    Sudah banyak kasus ditemukan ular yang bersembunyi di plafon, atap rumah, atau kamar mandi. Bahkan, sudah beberapa kali muncul korban jiwa akibat serangan ular terhadap manusia.

    Ular ternyata bisa masuk ke rumah karena penghuninya masih melakukan sejumlah kebiasaan buruk. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Kebiasaan Ini Bikin Ular Tertarik Datang ke Rumah

    Ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat mengundang ular datang ke rumah. Sayangnya, hal tersebut sering tidak disadari oleh banyak orang. Dilansir situs Times of India, berikut penjelasannya:

    1. Tidak Merawat Kolam Air

    Membuat kolam air atau air mancur di rumah memang dapat mempercantik hunian. Namun, adanya kolam air justru dapat mengundang ular untuk datang ke rumah.

    Sebab, kolam air menjadi tempat yang cocok bagi hewan seperti kodok, siput, keong, dan serangga untuk berkembang biak. Nah, hewan-hewan itu juga menjadi sumber makanan bagi ular.

    Sebenarnya tidak masalah untuk membuat kolam air, asalkan perlu dibersihkan secara berkala agar tidak ada serangga dan hama. Kolam air yang bersih juga semakin mempercantik hunian.

    2. Rumput Lebat

    Apabila halaman rumah tidak pernah dirawat hingga tumbuh rumput yang lebat dan tinggi, maka bisa menjadi penyebab ular datang. Sebab, tumput yang lebat merupakan tempat yang cocok bagi hewan untuk membuat sarang, terutama tikus.

    Kehadiran tikus di halaman rumah dapat memancing ular untuk datang karena mereka telah menemukan sumber makanan. Maka dari itu, sebaiknya rawat halaman rumah dengan cara memotong rumput secara rutin.

    Setelah membersihkan halaman rumah, pastikan daun-daun yang berguguran segera dibuang ke tempat sampah. Jangan sampai daun tersebut dibiarkan menumpuk di halaman rumah karena bisa memancing ular untuk datang.

    Daun yang terus menumpuk dan tidak dibuang akan membusuk, lalu menghasilkan panas dan kelembapan yang ideal bagi serangga dan tikus untuk berkembang biak. Kondisi ini dapat menarik ular untuk datang karena telah menemukan sumber makanan.

    4. Jarang Merawat Tanaman Penutup Tanah

    Tanaman penutup tanah atau cover crop merupakan jenis tanaman yang berfungsi untuk melindungi tanah dari erosi, mencegah gulma, dan memperbaiki kualitas tanah.

    Beberapa tanaman penutup tanah seperti rumput gajah mini atau daun tapak mampu menciptakan suasana asri di halaman, tetapi juga bisa memancing ular untuk datang ke rumah.

    Soalnya, tanaman penutup tanah cenderung lembap dan teduh sehingga menjadi tempat yang aman bagi ular untuk bersembunyi. Sebagai bentuk pencegahan, sebaiknya kamu rutin memangkas tanaman jika sudah lebat guna mencegah ular bersembunyi.

    5. Menanam Tanaman yang Harum

    Banyak pemilik rumah yang sengaja menanam tanaman yang indah dan wangi agar mempercantik hunian. Namun, hobi ini justru bisa menarik ular untuk datang ke rumah.

    Tanaman hias seperti melati dan krisan memiliki aroma wangi yang sangat kuat. Tanaman ini dapat menarik serangga dan hewan kecil untuk datang, yang mana bikin ular ikut terpancing karena menemukan sumber makanan.

    Jika ingin menanam tanaman hias tersebut, sebaiknya diimbangi juga dengan menanam tanaman yang dapat mencegah ular seperti marigold, sereh, atau lavender. Tanaman itu juga mengeluarkan aroma yang wangi, tapi tidak disukai oleh ular.

    Itulah lima kebiasaan buruk yang dapat mengundang ular datang ke rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda-tanda Kutu Kasur Sudah Menjajah Tempat Tidur


    Jakarta

    Kutu kasur merupakan salah satu hewan yang kerap mengganggu manusia. Sebab, serangga kecil ini dapat menggigit dan menimbulkan gatal-gatal serta ruam pada kulit.

    Karena ukuran tubuhnya yang sangat kecil, terkadang banyak pemilik rumah tidak sadar kalau hidup berdampingan dengan kutu kasur. Maka dari itu, penting untuk mengetahui tanda-tanda ada kutu kasur di rumah.

    Ingin tahu ciri-ciri kutu kasur menggerayangi tempat tidur? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanda-tanda Kutu Kasur Muncul di Tempat Tidur

    Kutu kasur sering kali bersembunyi di sela-sela tempat tidur, sehingga keberadaannya tidak diketahui penghuni rumah. Namun, kamu dapat mengetahui jika ada tanda-tanda kutu kasur di rumah.

    Dilansir situs Times of India, berikut ciri-ciri ada kutu kasur di tempat tidur:

    1. Kulit Gatal-gatal

    Salah satu tanda-tanda yang paling mudah diketahui adalah kulit terasa gatal ketika bangun tidur. Meski banyak yang mengira gigitan nyamuk, tapi pola gigitan kutu kasur bisa berulang dan sama, yakni dapat berbentuk pola garis lurus atau zig-zag.

    Bercak gigitan kutu kasur cenderung menyebar ke beberapa titik, seperti di tangan, leher, wajah, dan punggung. Sensasi digigit kutu kasur terasa panas, perih, dan sangat gatal.

    2. Muncul Bercak Noda

    Pada seprai dan sarung bantal yang jarang diganti, biasanya terdapat bercak noda kecil berwarna cokelat atau merah darah. Noda ini dapat muncul akibat kutu kasur yang tergencet oleh badan kamu saat tidur. Lalu, terdapat juga bintik-bintik gelap di kasur yang merupakan kotoran kutu kasur.

    3. Cangkang Kulit

    Kutu kasur kerap meninggalkan cangkang kulitnya yang tembus pandang dan berlubang. Cangkang kulit ini biasa ditemukan di atas tempat tidur, terutama sepanjang jahitan dan bagian sudut kasur. Jika jumlahnya ada banyak, itu berarti ada sarang kutu kasur di tempat tidur.

    4. Telur Kutu Kasur

    Jika sudah berkembang biak di tempat tidur, maka kamu dapat menemukan beberapa telur kutu kasur yang berbentuk oval dan berwarna putih. Ukurannya yang sangat kecil terkadang sering tidak terlihat.

    Segera cek tempat tidur di rumah dan pastikan tidak ada telur kutu kasur. Soalnya, telur kutu kasur dapat menetas dengan cepat sehingga menghasilkan lebih banyak kutu busuk.

    5. Kasur Bau Apak

    Tanda-tanda berikutnya yakni mencium bau apak dari tempat tidur. Kondisi kasur yang bau dan lembap sangat ideal bagi kutu kasur berkembang biak dan menghasilkan telur yang banyak.

    Maka dari itu, penting untuk mengganti seprai dan sarung bantal secara berkala. Kondisi seprai yang kotor dapat mengundang kutu kasur dan bisa menggigitmu selama berhari-hari.

    6. Ada Kutu Kasur yang Sedang Berjalan

    Saat mengganti seprai dan menemukan ada serangga kecil yang tengah berjalan di atas kasur, maka bisa dipastikan hewan tersebut adalah kutu kasur. Hewan ini punya ukuran seperti biji apel, berwarna hitam kecokelatan, dan bergerak sangat lambat.

    Periksa kembali tempat tidur secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada telur atau kutu kasur yang masih hidup. Sebab, serangga ini dapat berkembang biak dengan cepat.

    Itulah enam tanda-tanda kutu kasur telah menjajah tempat tidur di rumah. Segera panggil pest control jika menemukan kutu kasur dalam jumlah yang banyak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com