Tag: hidayat

  • Biar Nggak Rugi, Ini 5 Tips Pilih Tukang Bangunan yang Bagus


    Jakarta

    Saat membangun rumah, pasti kita membutuhkan tukang. Jika kamu perhatikan, saat ini cukup mudah untuk meminta jasa tukang bangunan, tetapi apakah kamu tau cara mengetahui tukang yang bagus atau tidak?

    Sebagai penyedia jasa, memilih tukang bangunan terlihat susah-susah gampang. Jika kita lihat dari luar, semua tukang bekerja sama rata, tetapi perlu diingat setiap rumah memiliki kriteria, penggunaan bahan, hingga luas yang berbeda sehingga setiap pembangunan ada tantangannya tersendiri.

    Kamu pasti tidak ingin pembangunan rumah macet di tengah jalan karena salah pilih tukang kan? Agar kamu mudah saat memilih tukang, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan menurut CEO SobatBangun Taufiq Hidayat.


    Tips Pilih Tukang yang Bagus

    1. Pertimbangkan Rekomendasi Orang Terdekat

    Saat mencari tukang bangunan yang bagus kamu harus mempertimbangkan rekomendasi orang lain atau setidaknya orang terdekatmu yang juga baru saja menggunakan jasa tukang.

    Cara ini diumpamakan seperti kamu bingung memilih makanan di aplikasi online. Cara paling mudah untuk mengetahui makanan mana yang digemari adalah dilihat dari rating yang telah diberikan oleh orang lain.

    2. Pastikan Identitas Tukang Jelas

    Apabila kamu sudah memiliki kandidat tukang, kamu bisa memeriksa identitas mereka. Minimal mengecek KTP mereka. Jika mereka enggan memberikannya karena bersifat privasi, kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan mengapa membutuhkan data diri mereka.

    3. Tanyakan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi

    Untuk cara yang satu ini, bisa dijadikan nilai plus karena di Indonesia sendiri tidak ada kewajiban memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi. Jika tukang yang masuk kandidat kamu memiliki sertifikat ini, maka memiliki pemahaman yang cukup mengenai konstruksi bangunan.

    “Kalau negara kita itu belum terlalu (mengandalkan sertifikat). Jadi tukang itu, sebagian tukang ada yang sudah punya sertifikat keahlian, SKK. Biasanya kalau dia udah, bekerja di bangunan tinggi atau bangunan yang besar,” kata Taufiq kepada detikProperti pada Kamis (5/9/2024).

    4. Cara Pembayaran Tukang

    Bahasan seputar upah antara pemilik rumah dengan tukang harus jelas dan sepakat. Kamu bisa meminta pendapat ahli untuk mengetahui kisaran upah yang harus diberikan. Pertimbangannya apakah tukang ini akan dibayar harian atau berdasarkan progres.

    Dia menekankan apabila memperkerjakan tukang hingga malam atau lembur, pembayarannya berbeda. Bekerja dari pagi sampai pukul 21.00 WIB setara dengan upah 1 hari, lalu apabila hingga 23.00 WIB upah yang harus dibayarkan senilai 2 hari.

    5. Melihat Proyek Sebelumnya

    Tidak cukup dengan mendengar testimoni orang lain, kamu bisa melihat langsung proyek yang sudah dikerjakan tukang tersebut. Apalagi jika mereka baru saja membangun rumah tetangga. Namun, jika tukang tersebut belum punya proyek dekat rumah, kamu bisa minta sendiri hasil pekerjaan mereka.

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketika Nabi Sulaiman Taklukan Ratu Balqis untuk Menyembah Allah SWT



    Jakarta

    Nabi Sulaiman AS merupakan nabi yang diberikan mukjizat oleh Allah SWT untuk berbicara dengan binatang dan menundukkan kerajaan jin. Berikut ini kisah Nabi Sulaiman AS menjadi raja dan pasukannya terkuat di bumi.

    Ketika Nabi Sulaiman meminta kepada Allah SWT untuk dianugerahkan sebuah kerajaan dalam surah Sad ayat 35:

    قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ ٣٥


    Artinya: “Dia berkata, “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

    Kisah Nabi Sulaiman AS Mendapatkan Mukjizat dari Allah SWT

    Menurut buku Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria dan Nabi Yahya karya DR. Hamid Ahmad Ath-Thahir, saat Nabi Sulaiman AS berdoa sesuai yang tertera dalam surah Sad ayat 35 di atas, Allah SWT pun mengabulkan doanya.

    Allah SWT memberikan keistimewaan kepadanya, berupa angin yang senantiasa tunduk kepada perintah Nabi Sulaiman. Angin ini bisa membawa Nabi Sulaiman kemana saja dengan cepat layaknya hembusan angin di alam liar.

    Kemampuan lain yang Allah SWT berikan kepada Sulaiman ialah beliau mampu menundukan bangsa jin yang mempunyai tugas masing-masing. Ada jin yang bertugas menyelam ke dasar laut untuk mencari harta tenggelam di lautan. Ada pula yang ditugaskannya untuk mendirikan singgasana kerajaan yang mewah sepanjang masa.

    Selain itu, Allah SWT juga memberikan mukjizat kepada Nabi Sulaiman agar bisa memahami bahasa binatang, burung, dan serangga. Sehingga Nabi Sulaiman bisa berbicara dengan binatang-binatang tersebut.

    Kisah Nabi Sulaiman AS Berbicara dengan Semut

    Suatu hari, Nabi Sulaiman AS dan bala tentara yang berisi manusia, jin, dan binatang akan keluar dari kerajaan, karena banyaknya pasukan Nabi Sulaiman ini, menyebabkan langkah kaki mereka menggetarkan bumi, sehingga banyak debu-debu yang beterbangan ke udara.

    Tiba-tiba Nabi Sulaiman yang berada di barisan paling depan mendengar suara lemah yang berseru, “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarang mu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan balatentaranya. Sedangkan mereka tidak menyadarinya.”

    Suara ini merupakan suara seekor semut yang menyeru untuk sesama semut lainnya, supaya segera masuk ke dalam sarang agar tidak mati terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman AS.

    Sulaiman yang mengetahuinya tersenyum, lalu berdoa sebagaimana yang terdapat dalam surah An-Naml ayat 19:

    فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ ١٩

    Artinya: “Dia (Sulaiman) tersenyum seraya tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Kisah Nabi Sulaiman AS Menaklukan Ratu Balqis

    Menurut buku Rahasia Kekayaan Nabi Sulaiman karya Muhammad Gufron Hidayat, SE.I, ketika Nabi Sulaiman AS mendapatkan kabar dari pasukannya bahwa di Kerajaan Saba penyembah matahari, ada seorang ratu bernama Ratu Balqis yang amat dikagumi oleh kaum Balqis. Maka Nabi Sulaiman AS ingin mengajaknya beriman.

    Nabi Sulaiman AS pun mengetahui bahwa di kerajaan Saba, Ratu Balqis memiliki singgasana yang terbuat dari emas dan batu mulia, yang dijaga oleh para pengawal disiplin yang tidak pernah lalai sedikitpun. Maka dari itu, Nabi Sulaiman AS berpikir untuk menghadirkan singgasananya di kerajaanya, sehingga ketika ratu tiba, dia dapat duduk disana.

    Nabi Sulaiman AS ingin menunjukan bahwa kemampuannya itu berlandaskan dengan keislaman. Lantas, Nabi Sulaiman AS mengatakan kepada bawahannya, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang- orang yang berserah diri?”

    Golongan yang pertama menjawab adalah Ifrit dari kalangan jin yang telah Allah tundukkan untuk Nabi Sulaiman. “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu, sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya,” kata Ifrit.

    Istana Sulaiman berada di Palestina, sedangkan istana Balqis terletak di Yaman, dengan jarak antara kedua singgasana tersebut yang mencapai lebih dari ribuan mil. Tetapi, Nabi Sulaiman tidak memperdulikan inisiasi Ifrit yang berasal dari kalangan jin.

    Nabi Sulaiman berharap ada tanggapan lain yang mampu menghadirkan singgasana Balqis lebih cepat daripada yang Ifrit lakukan. Karena itu, beliau pun menoleh kepada seorang alim yang duduk di atas naungan.

    Orang alim yang dimaksud Nabi Sulaiman AS pun berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.”

    Tak lama setelah orang alim itu mengucapkan kalimatnya, singgasana Ratu Balqis sudah berada di hadapan Nabi Sulaiman. Dia berhasil memindahkan singgasana itu lebih cepat atau bahkan lebih singkat dari kedipan mata.

    Al-Qur’an al-Karim tidak mengungkapkan identitas orang yang menghadirkan singgasana itu, juga tidak menjelaskan apakah dia adalah malaikat, manusia, atau jin.

    Setelah Nabi Sulaiman AS bersyukur kepada Allah SWT, ia memperhatikan singgasana Ratu Balqis, yang dianggap sebagai simbol pembangunan dan kemajuan. Namun, singgasana itu tampak biasa dibandingkan dengan keagungan karya yang diciptakan oleh manusia dan jin di istana Sulaiman.

    Sulaiman kemudian memerintahkan perbaikan singgasana itu agar dapat menguji Balqis saat ia datang, untuk melihat apakah Balqis dapat mengenali singgasananya atau tidak.

    Nabi Sulaiman juga memerintahkan pembangunan sebuah istana khusus untuk menyambut Balqis.

    Istana ini dibangun di atas laut, dengan lantai dari kaca tebal dan kuat yang memberikan ilusi seolah-olah berjalan di atas air, di mana terlihat ikan-ikan berenang dan rumput laut bergerak di bawahnya.

    Pembangunan istana itu selesai, dan kaca lantainya begitu bersih hingga tampak seolah-olah tidak ada kaca sama sekali.

    Burung Hud-hud memberitahu Nabi Sulaiman bahwa Balqis telah sampai di dekat kerajaannya. Kemudian Balqis datang.

    Ketika Balqis datang, Nabi Sulaiman AS bertanya kepadanya, “Serupa inikah singgasanamu?”

    Ratu Balqis menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku.”

    Seketika itu, Ratu Balqis merasa ragu dengan singgasana yang tampak mirip dengan miliknya. Sebab ia begitu heran, bila memang ini singgasananya, bagaimana mungkin Nabi Sulaiman mampu mengambil singgasana yang dijaga ketat oleh pasukannya?

    Ratu Balqis pun tercengang karena istana Nabi Sulaiman AS lebih megah daripada istananya. Akhirnya Ratu Balqis pun menyerah dan mengaku kalah. Ia memohon ampun atas kesombongannya selama ini dan menuruti Nabi Sulaiman untuk beriman kepada Allah SWT.

    Tindakan Nabi Sulaiman AS ini hanyalah cara beliau berdakwah dan memberitahukan kepada Ratu Balqis, bahwa ilmu dan kekayaan yang dimilikinya karena penyembahan terhadap matahari tidak ada apa-apanya, dibanding ilmu dan kekayaan Nabi Sulaiman AS atas berkat anugerah Allah SWT.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com