Tag: hidung

  • Dinding Rumah Bau Apek karena Kelembapan? Ini Cara Mengatasinya



    Jakarta

    Pernah mencium bau apek dari dinding rumah saat baru pulang dari liburan panjang atau rumah lama tak ditinggali? Waspada, bau tersebut bisa jadi tanda adanya kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur.

    Bau apek memang umum terjadi di rumah yang lama tidak dihuni. Hal ini disebabkan oleh sirkulasi udara yang buruk, membuat ruangan menjadi lembap dan pengap. Kondisi seperti ini sangat disukai jamur, dan saat mereka berkembang biak, spora yang dilepaskan menimbulkan aroma khas yang tidak sedap.

    Menurut situs The Spruce, jamur biasanya tumbuh di area seperti pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding rumah. Tak hanya mengganggu kenyamanan, spora jamur juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Gejalanya bisa berupa mata gatal, bersin, ruam kulit, atau hidung tersumbat jika terpapar terlalu lama.


    Selain jamur, tumpukan debu yang tidak dibersihkan juga bisa memicu bau apek. Oleh karena itu, penting untuk segera melakukan pembersihan menyeluruh saat rumah mulai tercium bau tak sedap.

    Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau apek karena kelembapan, terutama di dinding rumah:

    1. Buka Semua Ventilasi

    Langkah pertama, buka semua jendela, pintu, dan ventilasi rumah agar udara segar masuk dan mendorong udara lembap keluar. Hindari menyalakan AC karena hal ini akan menutup sirkulasi udara. Jika ada, gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk membantu menurunkan tingkat kelembapan.

    2. Bersihkan Debu secara Menyeluruh

    Debu yang menumpuk juga bisa memicu bau tak sedap. Gunakan vacuum cleaner untuk menjangkau sudut-sudut yang sulit dibersihkan. Lakukan pembersihan dalam kondisi rumah tetap terbuka agar debu dan udara kotor bisa langsung keluar.

    3. Basmi Jamur dari Dinding

    Jamur yang menempel di dinding bisa dibersihkan dengan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Jika ingin alternatif alami, cuka juga cukup ampuh. Oleskan cuka ke permukaan yang berjamur, diamkan sejenak, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak lapisan dinding atau perabotan.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, pastikan bahan seperti wallpaper atau furnitur bisa dicuci. Coba dulu di satu titik kecil sebelum membersihkan seluruh permukaan. Gunakan cuka secara perlahan, jangan menggosok terlalu kuat,” ujar James Mellan-Matulewicz, Creative Director Bobbi Beck, dikutip dari Homes & Gardens.

    Dengan langkah-langkah tersebut, bau apek di dinding rumah akibat kelembapan bisa diatasi. Jangan tunda membersihkannya, karena semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko jamur menyebar dan mengganggu kesehatan penghuni rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cat Dinding Baunya Menyengat? Ini Alasannya



    Jakarta

    Bau cat dinding yang baru diaplikasikan ke dinding cukup kuat dan tajam. Bagi yang tidak biasa dengan itu pasti akan mudah merasa tidak nyaman, mual, hingga pusing.

    Dilansir laman House Beautiful bau tersebut berasal dari aktivitas VOC (volatile organic compounds), yakni bahan kimia yang menguap dari cat ke udara. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap. Semakin rendah persentase VOC, semakin kecil kemungkinan cat mengeluarkan bau menyengat.

    Dilansir dari How Stuff Works, fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan membantu dinding lebih cepat kering.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC tersebut bisa memicu efek samping pada kesehatan, baik jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti pusing, sesak napas, merasakan perih pada mata, hidung, dan tenggorokan, hingga mual. Sementara, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, dan ginjal. Dampak tersebut tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

    Kontraktor Wildan mengingatkan ruangan yang baru saja dicat sebaiknya tidak langsung ditempati. Ruangan tersebut lebih baik dibiarkan terbuka tanpa ada barang atau penghuni di dalamnya selama 2-3 hari. Dengan begitu, pemilik rumah bisa memberikan waktu untuk VOC tersebut aktif dan tidak berefek pada siapa pun.

    Apabila tidak bisa dalam keadaan terbuka, minimal di ruangan tersebut terdapat ventilasi yang cukup untuk udara segar masuk dan keluar.

    “Biasanya 2-3 hari bau catnya sudah hilang. Amannya semingguan,” ujarnya kepada detikcom, Rabu, (9/7/2025).

    Di sisi lain, bagi yang masih harus bolak-balik mengecat, sebaiknya gunakan masker khusus atau masker biasa untuk menyaring udara yang terhirup. Sesekali keluar dari ruangan tersebut dan menghirup udara segar. Jangan lupa untuk selalu minum air putih dan beristirahat agar tidak merasa pusing dan mual.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Posisi Kipas Angin yang Harus Dihindari, Bisa Picu Ruangan Tambah Panas


    Jakarta

    Kipas angin merupakan perangkat elektronik yang dapat mengusir hawa panas dan bisa ditempatkan di mana saja. Kipas angin juga tidak ada aturan ruangan harus dipakai di ruangan tertutup atau terbuka.

    Meski begitu, ada beberapa posisi pemakaian kipas angin yang harus dihindari. Hal ini dikarenakan kipas bisa mendorong hawa panas ke dalam ruangan apabila salah meletakkannya. Dilansir Ideal Home, berikut posisi yang harus dihindari ketika memakai kipas.

    1. Permukaan Tinggi

    Biasanya kita meletakkan kipas yang memiliki kaki di lantai dan tingginya tidak lebih dari tinggi manusia dewasa. Ada pula kipas yang diletakkan di atas. Ternyata meletakkan kipas di permukaan tinggi kurang disarankan karena bisa mengeluarkan udara panas. Hal ini tentunya bisa membuat ruangan terasa makin panas.


    Sebaiknya, letakkan kipas angin di posisi yang lebih rendah ke untuk membantunya mengambil udara dingin yang telah turun dan mendorongnya ke penghuni ruangan.

    Namun, menurut arsitek Denny Setiawan, tidak masalah jika ingin memakai kipas angin di plafon. Model kipas angin tersebut seperti baling-baling helikopter. Model kipas angin seperti ini justru dapat menggerakkan udara panas keluar sehingga rumah jadi lebih adem.

    2. Dekat Jendela

    Lokasi selanjutnya yang harus dihindari adalah meletakkan kipas angin di dekat jendela karena bisa membawa udara yang panas dari luar rumah. Penempatan yang tepat apabila ingin lokasi di dekat jendela adalah terdapat dua kipas angin di dekat jendela. salah satunya menghadap luar jendela dan yang satunya menghadap ke dalam ruangan untuk mendapatkan udara sejuk. Selain itu, meletakkan kipas angin di dekat jendela juga bisa membawa masuk serbuk sari sehingga memicu risiko terjadinya alergi.

    3. Tempat Berdebu

    Jangan mencoba meletakkan kipas angin di area yang berdebu, kamar yang jarang dibersihkan, atau area yang sedang dibersihkan dan penuh debu. Angin dari kipas angin hanya akan menerbangkan debu dan bisa terhirup oleh penghuni rumah. Bagi yang alergi debu bisa menyebabkan mereka bersih sepanjang hari dan hidung gatal.

    Aturan ini juga berlaku untuk kipas angin yang sudah mulai berdebu, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar angin yang dikeluarkan lebih banyak dan terasa lebih adem.

    4. Dekat Tanaman

    Terakhir, kipas angin sebaiknya tidak dihidupkan di dekat tanaman karena bisa membuat daun-daun kering dan merusak daun yang rapuh. Tanaman cukup mendapat hembusan dari angin yang alami.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk menyalakan kipas angin. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Hilangkan Bau Cat Dinding Pakai Bahan Alami


    Jakarta

    Bau cat dinding bisa menyebabkan mual dan pusing. Bau ini biasanya tidak akan hilang dalam hitungan jam, melainkan bisa sampai berhari-hari.

    Dilansir laman House Beautiful, bau cat yang menyengat itu merupakan hasil dari aktivitas VOC (volatile organic compounds), yakni bahan kimia yang menguap dari cat ke udara. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap. Semakin rendah persentase VOC, semakin kecil kemungkinan cat mengeluarkan bau menyengat.

    Kenapa VOC harus terbuang ke udara? Selain karena massanya yang ringan, fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan membantu dinding lebih cepat kering.


    Peran VOC memang baik untuk kualitas cat, tetapi jika dilihat dari sisi kesehatan, menurut Healthline, ada efek jangka pendek dari mencium bau cat, yakni pusing, sesak napas, merasakan perih pada mata, hidung, dan tenggorokan, hingga mual. Sementara, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, dan ginjal. Dampak tersebut tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

    Kontraktor Wildan menyarankan, ruangan atau bangunan yang baru saja selesai dicat sebaiknya tidak ditempati dan digunakan sementara waktu, sekitar 3-7 hari. Hal ini untuk menghindari terpapar efek samping dari senyawa tersebut.

    Apabila ingin menyamarkan bau tersebut atau menghilangkannya setelah 7 hari, coba samarkan dengan aroma-aroma alami. Dilansir The Spruce berikut bahan alami yang dapat menyamarkan bau cat dinding.

    1. Baking Soda

    Baking soda atau soda kue ampuh untuk menyerap bau-bau tak sedap atau kelembapan. Cara menggunakannya adalah menuangkan bubuk soda kue ke dalam wadah dengan dinding pinggiran yang dangkal. Tuang ke dalam beberapa wadah lainnnya sesuai dengan luas dinding yang dicat.

    Letakkan di ruangan yang baru dicat dan diamkan selama semalaman. Setelah itu, langsung buat baking soda ke dalam tempat yang aman dan bersihkan ruangan.

    2. Bawang Bombai

    Bawang bombai terkenal sebagai bahan makanan yang sering membuat mata berair ketika dipotong. Manfaat bawang bombai ternyata cukup banyak, salah satunya adalah dapat menyerap senyawa VOC.

    Caranya cukup mengiris dua bawang bombai ukuran sedang dan letakkan potongan tersebut di piring kecil sekali pakai. Sebab, khawatir senyawa tersebut menempel pada piring. Letakkan di ruangan atau di dekat dinding yang baru dicat dan diamkan semalaman. Setelah itu, buang bawang bombai dan piring tersebut.

    3. Air Berisi Perasan Lemon

    Cara mudah lainnya untuk menghilangkan bau cat adalah siapkan air yang di dalamnya terdapat potongan tipis lemon. Air akan menyerap VOC dengan sendirinya. Sementara potongan lemon akan memberikan aroma yang segar pada ruangan. Diamkan air dan lemon tersebut selama 24 jam.

    4. Bubuk Kopi Kering

    Pecinta kopi, coba cek stok di rumah masih ada nggak? Bubut kopi kering ternyata bisa lho digunakan untuk menyerap bau tak sedap dari cat dinding. Bubuk tersebut harus langsung dibuang setelah didiamkan untuk menyerap VOC karena tidak layak konsumsi.

    5. Cuka Putih

    Cuka putih merupakan bahan yang jitu sebagai penetral bau. Cuka rumah tangga (10%) memiliki konsentrasi asam asetat yang lebih tinggi daripada cuka masak (5%) dan lebih ampuh dalam mengatasi bau. Untuk dapat menyerap bau, letakkan cuka putih ke dalam mangkuk dan diamkan semalaman.

    6. Pakai Minyak Esensial

    Minyak esensial dengan wangi vanila dan peppermint bisa menyamarkan bau cat. Caranya dengan meneteskan 1-2 tetes minyak esensial pada mesin khusus atau letakkan di mangkuk atau piring kecil yang tersebar di seluruh ruangan. Cairan tersebut harus diganti setiap hari.

    itulah beberapa bahan alami yang bisa dipakai untuk menghilangkan bau menyengat cat dinding, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tunggu Bau Apek, Begini Waktu Ideal Mencuci Handuk



    Jakarta

    Penghuni rumah masih ingat enggak kapan terakhir kali mencuci handuk? Ternyata handuk itu harus rutin dicuci, lho.

    Handuk sering digunakan penghuni rumah untuk mengeringkan tubuh setelah mandi. Benda ini kerap kali dalam keadaan basah, lalu kering kembali. Nah, penghuni rumah perlu mencuci handuk untuk menjaga kebersihan.

    Lalu, seberapa sering handuk perlu dicuci ya?


    Dilansir dari Real Simple, ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson mengatakan handuk harus sering dicuci. Biasanya handuk bisa dipakai untuk mandi sebanyak 3-4 kali sebelum akhirnya dicuci.

    Namun, intensitas itu dalam keadaan normal, yakni handuk dibiarkan hingga kering lagi setelah dipakai. Jika penghuni tak ingat sudah menggunakan handuk berapa kali, indikatornya adalah bau apak dari handuk.

    “Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson, dikutip dari Real Simple.

    “Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

    Di sisi lain, Johnson menjelaskan handuk harus sering dicuci karena bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri. Handuk yang kotor pun membuat pengguna berisiko mengalami jerawat dan infeksi.

    “Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

    “Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

    Selain itu, handuk khusus untuk mengeringkan tanah sebaiknya dicuci setiap 2 hari sekali. Sementara handuk anggota keluarga yang sakit perlu selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Cocok buat di Kamar, Bikin Tidur Makin Nyenyak


    Jakarta

    Kamar tidur seharusnya menjadi tempat yang menenangkan buat penghuni rumah beristirahat. Salah satu cara untuk menambah kenyamanan di kamar tidur adalah meletakkan tanaman hias.

    Banyak tanaman tak hanya meregulasi kelembapan udara, tetapi juga membuat suasana tenang. Hal ini membantu penghuni untuk tidur nyenyak.

    “Meletakkan tanaman hijau di kamar tidur Anda akan menambah suasana alami dan ketenangan. Ini akan membantu Anda rileks dan tidur,” ujar Lisa Eldred Steinkopf atau lebih dikenal sebagai The Houseplant Guru, dikutip dari Good Housekeeping, Senin (27/10/2025).


    Bagi yang mencari tanaman hias buat di kamar tidur, simak rekomendasinya berikut ini.

    Tanaman yang Cocok di Kamar Tidur

    Inilah beberapa tanaman yang cocok ditaruh di kamar tidur.

    1. Spider Plant

    cat playing in spider plantSpider Plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant atau lili paris termasuk tanaman hias paling populer dan digemari buat di rumah. Bentuknya cantik dengan daunnya yang melengkung berwarna hijau-putih sehingga menambah keindahan kamar tidur.

    Tanaman hias ini sangat cocok buat kamar tidur karena mereka memproduksi oksigen di malam hari. Dengan begitu, spider plant menjadi tanaman yang bikin penghuni rumah tidur lebih nyenyak.

    2. Tanaman Mint

    Ilustrasi tanaman mintIlustrasi tanaman mint Foto: Getty Images/iStockphoto/t_kimura

    Bagi yang menderita alergi atau sering pilek, coba pertimbangkan buat pelihara tanaman mint. Tanaman ini bisa bekerja sebagai dekongestan alami yang membantu melegakan hidung tersumbat dan meredakan dengkuran.

    Cara merawat tanaman mint juga cukup mudah. Penghuni rumah perlu memastikan tanahnya tetap lembap dan diletakkan di dekat jendela.

    3. Aglaonema

    bunch of green houseplant cuttings, Aglaonema, rooting and growing in a large glass vaseAglaonema Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

    Aglaonema atau Chinese evergreen adalah pilihan yang tepat buat bikin tidur nyenyak di kamar. Tanaman ini dapat meningkatkan kelembapan, membantu pernapasan lebih baik, dan mengurangi batuk di malam hari. Aglaonema melepaskan kelembapan ke udara yang dapat membantu menjaga kulit tetap terhidrasi.

    4. Rosemary

    Tanaman herbal rosemaryRosemary Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Rosemary selain jadi bahan masakan, ternyata juga bisa bikin suasana kamar lebih relax lho. Tanaman hias ini kaya akan antioksidan dan asam carnosic yang membantu melawan racun di lingkungan kamar. Biar rosemary tumbuh subur, pastikan memberi paparan sinar matahari penuh dan menyiram dua minggu sekali ya.

    5. Anggrek

    pot bunga anggrek.Pot Bunga Anggrek Foto: Getty Images/Elizabeth Fernandez

    Jika ingin menambah sentuhan warna di kamar tidur, anggrek bisa jadi pilihan yang bagus. Tanaman ini cocok di kamar apalagi diletakkan di meja nakas atau ambang jendela.

    “Anggrek (bukan anggrek biasa yang dijual di toko kelontong) bersifat hipoalergenik dan membersihkan udara, serta menghasilkan bunga,” kata Christopher Satch, pendiri dan CEO NYC Plant Help.

    Itulah beberapa pilihan tanaman yang cocok ditaruh di kamar tidur. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Fatwa Haram Sound Horeg, Ketua MUI Pusat: Ini Upaya Cegah Mafsadah



    Jakarta

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa haram terkait sound horeg. Sebagaimana diketahui, kehadiran sistem audio dengan ukuran besar itu memunculkan suara yang sangat keras dan kerap kali mengganggu ketertiban umum.

    Fatwa dari MUI Jatim ini mendapat dukungan dari MUI Pusat. Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh turut memberi tanggapannya.

    “Saya dapat memahami fatwa (sound horeg haram) tersebut sebagai bagian dari upaya mencegah mafsadah dan gangguan yang merugikan masyarakat juga untuk melindungi masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis saat dihubungi detikHikmah, Rabu (16/7/2025).


    Lebih lanjut, Prof Niam menyampaikan bahwa segala hal yang mendatangkan gangguan serta mafsadah harus dicegah. Dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mafsadah artinya kerusakan, kebinasaan, atau akibat buruk yang menimpa seseorang (kelompok) karena perbuatan atau tindakan pelanggaran hukum.

    Guru Besar Bidang Ilmu Fikih itu juga menuturkan apabila sarana sound horeg digunakan untuk kepentingan kebaikan maka diizinkan.

    “Sebaliknya, jika sarana ini digunakan untuk kepentingan kebaikan dan tidak mendatangkan mafsadah, ya dibolehkan,” sambungnya.

    Terpisah, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jatim KH Sholihin Hasan menjelaskan bahwa MUI Jatim menerima surat permohonan fatwa yang berasal dari anggota masyarakat mengenai sound horeg di Jawa Timur.

    “Bahwa kami menerima laporan dan aduan dari masyarakat soal sound horeg yang banyak mudaratnya di tengah masyarakat,” katanya seperti dilansir dari detikJatim.

    Masyarakat juga meminta MUI Jatim mengeluarkan fatwa terkait sound horeg. Tak sampai di situ, MUI Jatim turut memberi rekomendasi ke pemerintah terkait pembatasan sound horeg.

    Selama proses pembuatan fatwa, Sholihin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggandeng ahli kesehatan telinga, hidung, tenggorokan (THT), Pemprov Jatim, dan ahli desibel terkait volume suara.

    “Dan dari kesimpulannya, semua menyatakan bahwa sound horeg lebih banyak mudaratnya. Kami sudah gandeng ahli kesehatan hingga ahli soal desibel musik, semua menyatakan demikian,” terangnya.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com