Tag: hikmah

  • Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Sebagai seorang hamba, sudah sepatutnya kita bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Allah SWT berikan. Nikmat yang diberikan tidak hanya harta, melainkan juga kesehatan dan lain sebagainya.

    Cara bersyukur kepada Allah SWT juga dapat dilakukan dengan memanjatkan doa kepada-Nya. Allah SWT bahkan berjanji menambah kenikmatan bagi hamba-Nya yang bersyukur.

    Dalam surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman:


    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

    Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

    Kumpulan Doa Mensyukuri Nikmat

    Mengutip buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI serta buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh H Hamdan Hamedan MA, berikut sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin dalam mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan.

    1. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Pertama

    Doa mensyukuri nikmat tercantum dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surat An Naml ayat 19:

    فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

    Arab latin: Fa tabassama ḍāḥikam ming qaulihā wa qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    2. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kedua

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي شَكُورًا وَاجْعَلْنِي صَبُوْرًا وَاجْعَلْنِي فِي عَيْنَيَّ صَغِيرًا وَفِي أَعْيُنِ النَّاسِ كَبِيرًا.

    Arab latin: Allaahummaj-‘alnii syakuuran waj-‘alnii shabuuran waj-‘alnii fii ‘ainayya shaghiiran, wa fii a’yunin-naasi kabiiraa.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang pandai bersyukur kepada-Mu, sabar menerima cobaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah aku kecil dalam pandanganku sendiri, tetapi besar dalam pandangan orang lain.”

    3. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأمْرِ وَالْعَزِيمَةِ عَلَى الرَّهْدِ وَأَسْأَلُكَ مُكْرَ نِعْمَتِكَ وَحُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيْمًا وَلِسَانًا صَادِقًا.

    Arab latin: Allaahumma innii as-alukats tsabaata fil amri wal ‘aziimati ‘alar-rusydi wa as-aluka syukra ni’matika wa husna ‘ibaadatika wa as-aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kemantapan dalam setiap urusan, dan aku memohon kepada-Mu niat yang kuat untuk mendapatkan petunjuk-Mu, dan aku memohon kepada-Mu untuk mampu mensyukuri nikmat-Mu dan kebaikan melakukan ibadah, dan aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang mampu berkata jujur.” (HR. Nasa’i no. 1.304)

    4. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Keempat

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِالنَّهَارِ وَجَاءَ بِاللَّيْلِ سَكَنًا نِعْمَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا لَكَ مِنَ الشَّاكِرِينَ الْحَمْدُ اللَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي يَوْمِي هَذَا فَرُبَّ مُبْتَلًى قَدِ ابْتُلِيَ فِيمَا مَضَى مِنْ عُمْرِي ، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ وَفِي الْآخِرَةِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Alhamdulillahil ladzi dzahaba bin nahar wa jaa bil laili sakanan ni’matan minhu wa fadhlan. Allahummaj’alna laka minasy syakirin. Alhamdulillaahil ladzi ‘afani fi yaumi hadza farubba mubtalan qad ibtuliya fima madla min ‘umri. Allahumma ‘afini fima baqiya minhu wa fil akhirati wa qina ‘adzaban nar.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan siang hari dan mendatangkan malam untuk waktu beristirahat sebagai nikmat dan karunia dari-Nya. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang bersyukur kepada-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan aku hari ini. Telah banyak cobaan yang telah aku jalani dari umurku. Ya Allah, sehatkan aku dari sisa umurku, dan dikhirat lindungilah aku dari siksa neraka.”

    5. Doa Mensyukuri Nikmat Versi Kelima

    اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شريكَ لَكَ فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الفكر.

    Arab latin: Allaahumma maa ashbaha bii min ni’matin au bi-ahadin min khalqika fa minka wahdaka laa syariika laka fa lakal hamdu wa lakasy syukru.

    Artinya: “Ya Allah, nikmat apa pun yang ada padaku di waktu pagi atau yang ada pada setiap makhluk-Mu, semuanya hanya dari-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu, bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu segala syukur.” (HR Abu Dawud no. 5.073 & HR. Baihaqi no. 4.459)

    Itulah deretan doa yang dapat dipanjatkan untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Versi Doa Sholat Istisqo, Amalan Meminta Turunnya Hujan


    Jakarta

    Doa sholat istisqo terdiri dari berbagai versi. Sholat istisqo sendiri artinya amalan yang dilakukan oleh kaum muslimin untuk memohon turunnya hujan.

    Allah SWT berfirman dalam surah Hud ayat 52,

    وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ


    Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya! Niscaya Dia akan menurunkan untukmu hujan yang sangat deras, menambahkan kekuatan melebihi kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.”

    Sayyid Sabiq melalui Fikih Sunnah-nya mengatakan bahwa tidak ada waktu khusus pelaksanaan sholat istisqo. Dengan demikian, amalan tersebut dapat dilakukan kapan saja selain pada waktu yang dilarang.

    Kumpulan Doa Sholat Istisqo

    Mengutip buku Super Lengkap Shalat Sunnah oleh Ubaidurrahim El-Hamdy, doa yang dibaca ketika Nabi SAW melaksanakan sholat istisqo terdiri dari sejumlah versi menurut hadits Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi.

    Doa sholat istisqo dapat dibaca setelah mengerjakan amalan tersebut, berikut bunyinya.

    اللَّهمَّ اسْقِنَا عَيْنَا مُغْنِنَا رَبَّنَا نَافِعًا غَيْرُ ضَارِ عَاجِلا غَيْرُ آحِلٍ.

    Arab latin: Allaahumasqinaa ghaitsan mughiitsan naafi’an ghairu dhaarin ‘aajilan ghairu aajilan. marii-an

    Artinya: “Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang menyejuk- kan, menggembirakan dan membawa manfaat serta tidak membawa mudharat, dengan segera tanpa ditunda.” (HR. Abu Dawud, Hakim, dan Baihaqi)

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِكَ، وَاشْرُ رَحْمَكَ وَأَحْيِ بَلْدَكَ البَيتِ

    Arab latin: Allaahumas qi ‘ibaadaka wa bahaa-imika, wan syur rah- mataka wa ahyi baldakal mayyit.

    Artinya: “Ya Allah, hujanilah hamba-hamba-Mu dan juga binatang- binatang-Mu, tebarkanlah kasih sayang-Mu, dan hidup- kanlah negeri-Mu yang mati (gersang) ini.” (HR. Abu Dawud)

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَانِ الرَّحِيمِ ، مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ لاإِلَهَ إِلَّا اللَّهَ فَعَلَ مَا يُرِيدُ اللَّهُم أَتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَّكَ أَنتَ الْغَنِي وَبَحْنُ الْفُقَرَاءَ، أُنزِلَ عَلَيْنَا الْغَيْتَ، وَاجْعَلْ مَا أَنزَلْتَ لنَا قُوةً وبلاغا إِلَى حِينٍ.

    Arab latin: Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maaliki yaumid diin. Laa ilaaha illaallaahu yaf’alu maa yuriid, allaahumma antallaahu laa ilaaha illaa anta, antal ghaniyyu wa nahnul fuqaraa’, anzil ‘alainal ghait- sa, waj’al maa anzalta lanaa quwwatan wa ballaaghan ilaa hiinin.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemu- rah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pem- balasan, (Al-Fatihah 2-4). Tiada Tuhan selain Allah Yang Melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Ya Allah, Engkau Allah yang tiada Tuhan selain Engkau. Engkau kaya dan kami tidak memliki apa-apa. Turunkanlah hujan kepada kami. Dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan yang menembus waktu.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

    Itulah doa sholat istisqo yang dapat dibaca selesai mengerjakan amalan sunnah tersebut. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat yang Allah SWT berikan kepada para hamba-Nya. Hujan juga disebut sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)


    Meski demikian, hujan yang turun terus menerus dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Saat hal tersebut terjadi, ada sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin.

    Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Arti

    1. Doa Pereda Hujan Versi Pertama

    Menukil buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, doa pereda hujan ini diamalkan Rasulullah SAW untuk meminta langit cerah. Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Nabi Muhammad SAW,

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan. (HR Bukhari).

    2. Doa Pereda Hujan Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa pereda hujan versi lainnya sebagaimana diriwayatkan dari hadits Abu Daud dan Tirmidzi,

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    3. Doa Pereda Hujan Versi Ketiga

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    Itulah sejumlah doa pereda hujan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya, Aamiin ya rabbal alaamiin.

    (aeb/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits tentang Sholat Jenazah, Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Sholat jenazah dikerjakan sebagai bentuk doa bagi orang yang sudah meninggal. Menurut ijma’ ulama, hukum pengerjaannya ialah fardhu kifayah.

    Menukil buku Terjemah Fiqhul Islam wa Adillathuhu Juz 2 oleh Prof Wahbah Az-Zuhaili, maksud dari fardhu kifayah ialah kewajiban mengamalkannya menjadi gugur setelah sebagian muslim mengerjakannya.

    Muhamad Bagir melalui buku Fiqih Praktis-nya menyebutkan bahwa sholat jenazah boleh dikerjakan di setiap waktu, meski waktu terlarang sholat sekali pun. Namun, jika tidak ada alasan yang mendesak, maka sepatutnya untuk melaksanakan pada waktu diperbolehkannya sholat.


    Bahkan, dalam sejumlah hadits juga dijelaskan terkait sholat jenazah. Berikut deretan haditsnya,

    Hadits tentang Sholat Jenazah

    Mengutip buku Fiqih Lengkap Mengurus Jenazah karya M Nashiruddin al-Albani berikut sejumlah hadits yang membahas tentang sholat jenazah,

    1. Pahala Bagi yang Menyolatkan Jenazah

    مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ

    Artinya: “Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR Bukhari)

    2. Anjuran Salat Jenazah

    مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيُصَلِّى عَلَيْهِ ثَلاَثَةُ صُفُوفٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ إِلاَّ أَوْجَبَ

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim mati lalu disholatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan doa mereka akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi dan Abu Daud)

    3. Sholat Jenazah Dapat Memberi Syafaat

    مَا مِنْ مَيِّتٍ يُصَلِّى عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلاَّ شُفِّعُوا فِيهِ

    Artinya: “Tidaklah seorang mayit disholatkan (dengan sholat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (doa mereka) akan diperkenankan.” (HR Muslim)

    4. Pahala Sholat Jenazah Seraya Mengiringinya

    « مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ ». قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ « أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ ».

    Artinya: “Barangsiapa sholat jenazah dan tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qirath. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya, maka baginya (pahala) dua qirath.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qirath?” “Ukuran paling kecil dari dua qirath adalah semisal gunung Uhud,” jawab beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Muslim)

    5. Sholat Jenazah Memiliki Empat Kali Takbir

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى لِلنَّاسِ النَّجَاشِيَ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ فَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّ وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

    Artinya: “Rasulullah SAW mengabarkan kematian Najasyi (gelar bagi raja Habasyah) kepada orang-orang pada hari kematiannya, lalu beliau pergi bersama mereka menuju tempat sholat untuk mensholatkannya, dan beliau bertakbir empat kali.” (HR Muslim)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Sebelum Ulangan, Amalkan agar Diberi Kemudahan


    Jakarta

    Doa sebelum ulangan dapat dibaca sebelum ujian berlangsung. Meski telah berusaha dengan belajar, berserah diri kepada Allah SWT sudah menjadi hal yang sepatutnya dilakukan kaum muslimin.

    Anjuran berdoa sendiri termaktub dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Al Mu’min ayat 60:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut kumpulan doa sebelum ulangan yang bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin sebagaimana dinukil dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi.

    Kumpulan Doa Sebelum Ulangan

    1. Doa Sebelum Ulangan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

    Arab latin: Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

    2. Doa Sebelum Ulangan Versi Kedua

    اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

    Arab latin: Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan.

    Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

    3. Doa Sebelum Ulangan Versi Ketiga

    بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

    Arab latin: Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina.

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

    4. Doa Sebelum Ulangan Versi Keempat

    اللَّهُمَّ لَا سَهُلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

    Arab latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan, wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

    5. Doa Sebelum Ulangan Versi Kelima

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    Itulah kumpulan doa sebelum ulangan disertai arab latin dan artinya. Jangan lupa dibaca ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS Agar Anak Tampan dan Bercahaya



    Jakarta

    Ada sebuah tradisi di kalangan muslimin ketika ingin memiliki anak yang tampan dan bercahaya, yaitu dengan membaca doa Nabi Yusuf AS. Berikut adalah cara mengamalkan doa Nabi Yusuf tersebut!

    Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya. Mereka akan mempersiapkan segalanya bahkan sejak sebelum sang buah hati lahir. Mulai dari perlengkapan kelahiran bayi, baju, mainan, dan lain sebagainya.

    Tak lupa, orang tua juga selalu mendoakan bayi yang masih ada di dalam kandungan agar diberi kesehatan, kecerdasan, saleh, dan lain-lain. Tak jarang, para orang tua juga berdoa untuk ketampanan atau kecantikan sang bayi.


    Biasanya, para orang tua akan berdoa dengan doa Nabi Yusuf AS agar mendapat rida Allah SWT dan diberikan keturunan yang rupawan tampan bagai nabi paling tampan tersebut.

    Berikut cara mengamalkan doa Nabi Yusuf AS agar anak tampan dan saleh berdasarkan buku Mukjizat Surat Yusuf dan Maryam karya Rizem Aizid.

    Persiapan Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS

    Perlu diketahui terlebih dahulu, membaca doa Yusuf AS agar anak berparas rupawan tidak ada syariat atau tuntunan maupun sunahnya. Namun sebagian orang tetap mengamalkan ini sebagai bentuk ikhtiar.

    Adapun syarat-syarat dalam membaca surah Yusuf agar harapan dan doa memperoleh anak tampan layaknya Nabi Yusuf AS adalah sebagaimana berikut:

    1. Bersuci

    Sebelum mengamalkan doa Nabi Yusuf AS dan memegang Al-Qur’an, hendaknya seorang muslim bersuci terlebih dahulu, baik dengan cara mandi besar maupun wudhu.

    Al-Qur’an adalah kitab suci. Oleh karena itu, sudah sepantasnya orang yang akan memegang kitab suci itu haruslah dalam keadaan yang suci pula.

    2. Memperhatikan Adab Membaca Al-Qur’an

    Jika ingin mengamalkan doa Nabi Yusuf AS atau membaca surah Yusuf, maka seseorang harus memperhatikan adab dalam membaca Al-Qur’an. Seperti memegangnya dengan tangan kanan dan tidak merusaknya.

    3. Memilih Tempat Bersih dan Suci

    Agar harapan terkabul, maka seseorang harus memilih tempat yang bersih dan suci ketika membacanya. Hindari tempat-tempat kotor dan buruk seperti kamar mandi, kuburan, dan lain sebagainya.

    4. Menghadap Kiblat

    Meski sepele, menghadap kiblat sebelum mengamalkan doa Nabi Yusuf AS juga tidak boleh dilewatkan. Hal ini dianjurkan oleh syariat.

    5. Membaca Surah Yusuf dengan Tartil

    Bagian yang tak kalah penting adalah membaca surah Yusuf atau doa Nabi Yusuf AS dengan tartil. Artinya, seseorang harus tenang dan meresapi setiap maknanya.

    6. Resapi Makna dan Artinya

    Keenam, resapilah betul-betul makna dan arti dari setiap ayat yang dibaca. Hal ini sangat penting bagi perkembangan psikologi sang buah hati.

    Cara Mengamalkan Doa Nabi Yusuf AS

    Agar mengamalkan doa Nabi Yusuf AS lebih baik lagi, maka seorang muslim harus memperhatikan tiga hal di bawah ini.

    1. Mengamalkan doa Nabi Yusuf AS di malam hari

    Agar doa lebih terkabul maka seseorang perlu membaca doa Nabi Yusuf AS di malam hari. Sebab, Allah SWT telah memposisikan waktu sepertiga malam dan salat tahajud sebagai waktu terbaik untuk berdoa.

    Allah SWT sudah menjanjikan bahwa apabila ada seorang hamba-Nya yang berdoa di malam hari, maka tidak akan terjadi kecuali doa tersebut dikabulkan oleh-Nya.

    Di saat seperti inilah waktu yang tepat untuk meminta keturunan yang baik hatinya, amalnya, dan juga rupanya.

    2. Yakin Doa Nabi Yusuf AS Bisa Menjadi Wasilah

    Cara mengamalkan doa Nabi Yusuf yang kedua adalah dengan meyakini sepenuh hati bahwa surah Yusuf itu dapat menjadi perantara atau wasilah dikabulkannya doa oleh Allah SWT.

    Jika keinginan yang dipanjatkan adalah seorang anak yang tampan dan saleh, maka ia harus meyakini dengan membaca surah Yusuf, akan lahir seorang anak yang tampan lahir dan batinnya.

    3. Tawakal kepada Allah SWT

    cara mengamalkan doa Nabi Yusuf yang terakhir adalah dengan bertawakal kepada Allah SWT.

    Tawakal dalam konteks ini maksudnya adalah memperlihatkan ketidakmampuan seseorang dan menggantungkan semuanya kepada Allah SWT karena hanya Dia Yang Maha Kuasa.

    Setelah semua usaha sudah dilakukan semaksimalnya, maka langkah selanjutnya adalah menyerahkan semua hasilnya kepada Allah SWT. Dia-lah yang Maha Mengatur dan paling tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bisa Menjadi Obat Segala Penyakit, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Perintah berdoa termaktub dalam beberapa ayat Al-Qur’an dan dijelaskan pula oleh Rasulullah SAW melalui beberapa hadits. Doa bahkan bisa menjadi obat berbagai penyakit.

    Setiap mukmin diperintahkan untuk berdoa dalam berbagai kondisi. Termasuk ketika mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT.

    Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf Ayat 55, Allah SWT berfirman,


    ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

    Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

    Setiap Penyakit Ada Obatnya

    Melalui buku Terapi Penyakit Hati, Ibnul Qayyim al- Jauzi menjelaskan bahwa doa bisa menjadi cara untuk mengobati penyakit.

    Diceritakan, Syaikh Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah ditanya, “Wahai Syaikh, seseorang terkena musibah. Sebenarnya ia sadar, jika musibah itu berlangsung terus-menerus, nasibnya rusak di dunia dan di akhirat. Ia telah berusaha sungguh-sungguh mencegah musibah itu dengan berbagai cara, tapi musibah itu makin menjadi-jadi. Bagaimana ia mengatasinya? Bagaimana ia melepaskan diri dari musibah itu?”

    Imam Ibnul Qayyim menjawab, “Alhamdulillah. Dengarkanlah wahai Saudaraku. Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad riwayat Bukhari, Abu Hurairah menuturkan sabda Nabi Muhammad,

    “Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya.”

    Dalam Shahih Muslim, terdapat sabda Rasulullah riwayat Jabir bin Abdillah,
    “Untuk setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat sesuai dengan penyakit, ia akan sembuh dengan izin Allah.”

    Maksud hadits ini, apabila seseorang diberi obat yang sesuai dengan penyakitnya, dan waktunya sesuai dengan ketentuan Allah SWT, atas izin-Nya orang sakit itu akan sembuh.

    Dalam Musnad Imam Ahmad, disebutkan sebuah hadis riwayat Usamah bin Syarik, di mana Rasulullah SAW bersabda,
    “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan kesembuhan. Dia ajarkan kepada orang yang Dia ajarkan dan tidak Dia pahamkan orang yang Dia bodohkan (yang tidak diberi petunjuk).”

    Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda,
    “Sesungguhnya Allah tidak menimpakan sesuatu penyakit kecuali memberikan pula obatnya, kecuali satu penyakit. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, penyakit apakah itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Penyakit tua’.”

    Penyakit yang dimaksud dalam beberapa hadits ini meliputi penyakit hati, ruh dan fisik. Nabi Muhammad mengategorikan kebodohan sebagai salah satu penyakit. Obatnya adalah bertanya atau belajar kepada orang yang pandai atau lebih berilmu.

    Abu Daud meriwayatkan penuturan Jabir bin Abdullah, “Kami keluar bepergian. Salah satu dari kami terkena batu sehingga kepalanya terluka. Ketika tertidur, orang itu bermimpi bersenggama dengan istrinya hingga mengeluarkan air mani. Ia pun bertanya kepada teman-temannya, ‘Apakah aku diizinkan untuk bertayamum?’

    Mereka menjawab, ‘Engkau tidak perlu bertayamum. Bukankah engkau tahan air? Namun orang itu tetap mandi. Akibatnya, ia meninggal. Setelah tiba di Madinah, kami menghadap Rasulullah memberitahukan masalah yang dialaminya. Rasulullah menjawab, “Kalian telah membunuhnya. Allah akan membalas kalian. Mengapa kalian tidak bertanya apabila tidak mengerti Sesungguhnya obat orang bodoh adalah dengan bertanya. Orang tadi cukup bertayamum. Sedangkan untuk lukanya, jika amat dalam, ambilkanlah sepotong kain dan usapkanlah di atasnya. Selanjutnya ia dapat mencuci seluruh tubuhnya sehingga bagian yang luka tidak perlu terkena air.”

    Rasulullah lantas menjelaskan, kebodohan adalah penyakit dan obatnya adalah kemauan untuk bertanya atau mencari ilmu. Allah SWT menjelaskan dalam al-Qur’an bahwa Al-Qur’an adalah asy-syifa (penyembuh).

    Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Fussilat Ayat 44,

    وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

    Artinya: Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

    Secara keseluruhan, Al-Qur’an adalah Syifa atau penyembuh, sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT di atas.

    Maksud dari “penyembuh” dalam konteks ini adalah penyembuh hati dari kebodohan dan keraguan. Allah tidak menurunkan penyembuh yang lebih mujarab untuk mengobati penyakit daripada Al-Qur’an.

    Doa Adalah Obat Penyakit

    Dalam hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Abu Sa’id meriwayatkan, beberapa sahabat Nabi Muhammad SAW menempuh suatu perjalanan jauh. Ketika tiba di salah satu perkampungan Arab, mereka mohon izin kepada penduduk setempat untuk singgah. Permohonan mereka ditolak. Kemudian mereka pun pergi.

    Saat itu, kepala kampung dipatuk ular hingga pingsan. Warga sibuk berupaya mengobatinya, namun gagal. Seorang warga berkata, “Bagaimana jika kita mendatangi para musafir itu, barangkali ada di antara mereka yang dapat mengobati?”

    Beberapa warga pun datang menemui para sahabat dan berkata, “Wahai Tuan-tuan musafir! Kepala dusun kami tersengat ular berbisa. Kami telah berusaha sekuat tenaga, namun tak berhasil menyembuhkannya. Barangkali ada di antara kalian yang bisa berbuat sesuatu.”

    Salah seorang sahabat berkata, “Ya, aku akan mengobatinya walau kalian telah menolak kami untuk singgah di tempat ini. Aku akan mengobatinya dengan syarat kalian memberi kami sesuatu.”

    Mereka pun setuju dan berjanji memberikan beberapa ekor kambing.

    Salah seorang sahabat itu pun berupaya menyembuhkan sang kepala dusun. Ia membaca Surah Al-Fatihah sampai selesai. Atas izin Allah SWT, kepala dusun yang sakit itu pun bangkit dan sembuh total, seakan tak pernah terkena apa-apa.

    Sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat, orang yang mengobati itu diberi beberapa ekor kambing seperti yang dijanjikan. Para musafir menghendaki agar kambing itu dibagi-bagikan.

    Namun, orang yang mengobati berkata kepada teman-temannya, “Kita tidak akan melakukan apa-apa hingga kita bertemu dengan Rasulullah SAW. Kita akan menceritakan apa yang telah kita lakukan dan menunggu keputusan beliau.”

    Mereka pun menghadap Rasulullah dan menceritakan kejadian itu. Beliau berkata, “Siapa yang memberitahumu bahwa Al Fatihah itu ruqyah? Engkau telah tepat melakukannya. Bagi-bagikan kambing itu dan berilah aku sebagian.”

    Bacaan Al-Qur’an tersebut ternyata mampu menyembuhkan dan mengatasi penyakit secara total, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.

    Al-Fatihah merupakan doa yang bisa dijadikan obat yang paling mudah. Seandainya dipakai untuk pengobatan secara baik, seseorang tentu akan melihat hasil menakjubkan.

    Seorang sahabat Nabi pernah menuturkan, “Aku tinggal di Kota Makkah selama beberapa waktu. Aku menderita berbagai macam penyakit dan tidak menjumpai dokter maupun obat. Maka, aku mencoba mengobati diriku sendiri dengan Surah Al-Fatihah. Ternyata aku sembuh.

    Karena itu, aku menyampaikan hal itu setiap kali ada orang yang mengeluh sakit. Setelah mempraktikkannya, kebanyakan mereka sembuh dengan cepat.”

    Pelajaran yang dapat diambil dari beberapa kisah ini adalah bahwa segala macam zikir, ayat, dan doa bisa menjadi obat bermanfaat untuk penyembuhan.

    Tapi terkabulnya doa sangat ditentukan oleh kekuatan dan kemauan keras orang yang bersangkutan. Datangnya kesembuhan sangat dipengaruhi oleh pelakunya.

    Tidak terkabulnya suatu doa, kadang akibat adanya penghalang kuat yang menghalangi kemanjuran obat tersebut.

    Ada beberapa sebab yang membuat doa terkabul, baik dalam menolak hal-hal yang tidak dikehendaki maupun mendapatkan hal-hal yang diharapkan.

    Ketika berdoa mengharapkan kesembuhan atas suatu penyakit, hendaknya menanamkan dalam hati bahwa hanya Allah SWT Sang Maha Penyembuh.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bacaan Doa Nabi Daud, Panjatkan untuk Meluluhkan Hati Seseorang


    Jakarta

    Terdapat sebuah doa yang dapat dibaca untuk meluluhkan hati seseorang. Doa ini dibaca oleh Nabi Daud AS.

    Beliau merupakan nabi yang dikaruniai ilmu pengetahuan yang luas. Bahkan, banyak doa yang dipanjatkan olehnya sebagaimana sabda Nabi SAW yang berbunyi,

    “Di antara doa Nabi Daud, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.’ Rasulullah SAW menggelari Nabi Daud dengan sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi)


    Lantas, seperti apa doa Nabi Daud yang dibaca untuk meluluhkan hati seseorang?

    Bacaan Doa Nabi Daud untuk Meluluhkan Hati Seseorang

    Menukil buku Setiap Doa Pasti Allah Kabulkan tulisan Abu Ezza, berikut doa Nabi Daud untuk meluluhkan hati seseorang.

    1. Doa Nabi Daud untuk Meluluhkan Hati Seseorang Versi Pertama

    اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاوُدَالْحَدِيْد

    Arab latin: Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid

    Artinya: “Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan Daud (akan) besi.”

    2. Doa Nabi Daud untuk Meluluhkan Hati Seseorang Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Arab latin: Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii … (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadiKka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan keculi karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah… (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir’aun pada Musa AS. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud AD. Karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubu-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang.”

    3. Doa untuk Meluluhkan Hati Seseorang Versi Lainnya

    Selain itu, ada juga doa lain yang dapat dipanjatkan untuk meluluhkan hati seseorang seperti dikutip dari buku Doa Rindu Jodoh & Momongan: Doa Sehari-hari, Aplikatif, dan Mudah susunan Mohammad Irsyad.

    Allahumma laa sahla illaa maa ja’althu sahlan wa anta taj’ alul hazna idza syi’ta sahlan

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan, terkecuali sesuatu itu telah Engkau jadikan kemudahan. Dan Engkau dapat menjadikan tanah yang keras menjadi mudah jika engkau berkehendak.”

    Itulah doa Nabi Daud yang dapat dibaca untuk meluluhkan hati seseorang. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Meraih Kemenangan, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Doa meraih kemenangan dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Pada dasarnya, umat Islam diperintahkan untuk berdoa kepada Allah SWT.

    Dalam surah Al Mukmin ayat 60, Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Doa termasuk ke dalam ibadah, sebagaimana disebutkan dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki tulisan KH Sulaeman bin Muhammad Bahri. Berdoa atau menyampaikan permohonan adalah ciri ibadah seseorang kepada Allah SWT.

    Rasulullah SAW dalam sebuah hadits juga menjelaskan terkait pentingnya doa, beliau bersabda:

    “Tiap muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah atau dijauhkan Allah daripadanya suatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang.” (HR At Turmudzi)

    Doa Meraih Kemenangan Berbagai Versi

    Mengutip buku Doa dan Zikir Orang Sukses oleh Zaki Zamani, berikut sejumlah doa meraih kemenangan yang bisa dibaca oleh kaum muslimin.

    1. Doa Meraih Kemenangan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالْفَوْزَ بالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma inni as’aluka mujibati rahmatika, wa ‘aza’ima maghfiratika, was-salamata min kulli ithmin, wal-ghanimata min kulli birrin, wal-fawza bil- jannati, wannajata mina-nar

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang menyebabkan turunnya rahmat-Mu, segala sesuatu yang memastikan ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keberuntungan dari setiap perbuatan baik, kemenangan dengan meraih surga dan keselamatan dari neraka,”

    2. Doa Meraih Kemenangan Versi Kedua

    Dalam buku Pegangan Hadits Arba’i An-Nawawi susunan Tim Mutiara, ada juga doa kemenangan versi lain yang dapat dibaca yaitu:

    Rabbanaa wa syi’ ta kulla syai-ir rahmataw wa ‘ilman faghfir lil ladziina taabuu wattaba’u sabiilaka waqihim ‘adzaabal jahiim. Rabbanaa wa-adkhilhum jannaati adninillati wa’attahum wa man shalaha min aabaa-ihim wa azwaajihim wa dzurriyyaatihim innaka antal’aziizul hakiim. Waqihimus sayyiaati wa mantaqis sayyiaati yaumaidzin faqad rahimtah, wa dzaalika huwal fauzul ‘adhiim.

    Artinya: “Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalanMu, dan peliharalah mereka dari siksa neraka yang menyala-nyala. Wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang shaleh diantara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua, sesungguhnya. Engkaulah yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan, dan barangsiapa yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar.”

    3. Doa Meraih Kemenangan Versi Ketiga

    اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًالِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًاوَّ يَنۡصُرَكَ اللّٰهُ نَصۡرًا عَزِيۡزًا

    Arab latin: Inna fatahna laka fat han mubina, liyoghfiro lakallahuma takodda min zambika wa maa ta’akhoro wa yutimma ni’matahu alayka wa yahdiyaka siroo tommustakii maa wayan surokallahu nasron aziiz.

    Artinya: “Sesungguhnya kami telah membentangkan bagimu kemenangan yang gemilang. Agar dia mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu dan yang akan datang. Dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu. Dan dia memberi petunjuk di jalan yang lurus. Dan Allah akan memberikan pertolongan kepadamu dengan pertolongan yang mulia.”

    4. Doa Meraih Kemenangan Versi Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الفلاح والنجاح

    Arab latin: Allahumma inni as’alukal falaaha wannajaaha

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, keberuntungan dan keselamatan,”

    Itulah sejumlah doa yang dapat dibaca untuk meraih kemenangan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hadits tentang Pemimpin yang Baik, Salah Satunya Mencintai dan Dicintai Rakyat


    Jakarta

    Dalam Islam, pemimpin terbaik sepanjang masa ialah Nabi Muhammad SAW. Sebagai utusan Allah SWT, beliau menjadi suri tauladan sekaligus sosok panutan memimpin umat.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 59,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا


    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

    Dalam buku Al-Ahkam As-Sulthaniyyah: Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara dalam Syariat Islam tulisan Imam Al Mawardi, ayat di atas menjelaskan bahwa Allah SWT mewajibkan kaum muslimin mentaati ulil amri di antara kita. Maksud dari ulil amri adalah para imam, khalifah atau pemimpin yang memerintah.

    Hadits tentang Pemimpin yang Baik

    Mengutip buku Kepemimpinan dalam Perspektif Islam karya Ari Prasetyo, berikut sejumlah hadits yang membahas terkait pemimpin yang baik.

    1. Hadits Pemimpin Harus Bersikap Amanah

    Amanah merupakan akhlak mulia yang artinya dapat dipercaya. Sifat ini dimiliki oleh Nabi SAW dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan menyiarkan agama Islam.

    Karenanya, seorang pemimpin yang baik harus memiliki sifat amanah. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadits yang berbunyi,

    “Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (HR Muslim)

    2. Hadits Pemimpin Harus Bertanggung Jawab

    Dari ‘Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Ketahuilah setiap dari kalian adalah seorang pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin orang banyak akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan isteri pemimpin terhadap keluarga suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, budak juga seorang pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”

    3. Hadits Pemimpin yang Mencintai dan Dicintai Rakyat

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (Hadits riwayat Imam Muslim).

    4. Hadits Mematuhi Aturan Pemimpin yang Baik

    Kaum muslimin juga diminta untuk taat dan patuh pada pemimpin yang baik, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

    “Patuh dan taat itu (pada pemimpin) adalah wajib bagi seseorang dalam hal apa yang ia suka atau benci, selama tidak diperintah berbuat maksiat. Jika diperintah maksiat, maka tidak wajib patuh dan taat.” (HR Bukhari)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com