Tag: hikmah

  • Doa Taubat Zina Lengkap dengan Tata Cara Sholatnya


    Jakarta

    Membaca doa taubat zina merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam. Doa ini bisa dibaca setelah melaksanakan sholat taubat.

    Sebagaimana yang diketahui, zina termasuk ke dalam perbuatan keji dan kotor dalam Islam. Dalam surah Al Isra ayat 32, Allah SWT berfirman,

    وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا


    Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

    Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi melalui Kitab Minhajul Muslim yang diterjemahkan oleh Fedrian Hasmand mengartikan zina sebagai perbuatan haram dengan melakukan hubungan badan, baik melalui kemaluan atau dubur oleh dua orang yang bukan pasangan suami istri.

    Seseorang yang terlanjur berzina bisa mengerjakan sholat taubat dan memanjatkan doa taubat zina. Ahmad Sarwat melalui karyanya yang bertajuk Seri Fiqih Kehidupan (3): Shalat menjelaskan, pelaksanaan sholat taubat disyariatkan bagi mereka yang ingin sadar dan insyaf dari dosa serta maksiat. Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, Nabi SAW bersabda:

    “Tidaklah ada seorang hamba yang melakukan perbuatan dosa, lalu ia bersuci dengan baik dan sholat dua rakaat, kemudian memohon ampunan Allah SWT, kecuali pastilah Allah akan mengampuninya.’ Kemudian beliau membaca ayat: ‘Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri … (QS Ali Imran: 135-136).” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi & Tirmidzi)

    Berikut bacaan doa taubat zina yang dipanjatkan setelah sholat taubat.

    Doa Taubat Zina: Arab, Latin dan Artinya

    Mengutip Buku Pintar Shalat tulisan M Khalilurrahman Al Mahfani, doa taubat zina tercantum dalam surah Al A’raf ayat 23. Berikut bunyinya,

    رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Arab latin: Robbana dholamna Anfusana wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khosirin

    Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Al A’raf: 23)

    Menurut Tafsir Qur’an Kemenag RI, doa tersebut merupakan doa tobat Nabi Adam AS dan Hawa.

    Tata Cara Sholat Taubat Zina

    Mengacu pada sumber yang sama, tata cara sholat taubat dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

    1. Membaca niat sholat taubat zina dengan lafaz berikut,

      أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
      Arab latin: Ushalli sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aala
      Artinya: “Aku berniat menunaikan sholat sunnah taubat sebanyak dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

    2. Takbiratul ihram
    3. Membaca doa iftitah
    4. Membaca Al-Fatihah
    5. Membaca surah pendek dalam Al-Qur’an
    6. Rukuk
    7. I’tidal dan membaca doa i’tidal
    8. Sujud
    9. Duduk di antara dua sujud dan membaca doa duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua
    11. Kembali bangun dan lakukan gerakan serta bacaan yang sama untuk rakaat kedua
    12. Tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud akhir
    13. Salam

    Setelah salam umat Islam bisa melanjutkannya dengan membaca doa taubat zina seperti termaktub dalam surah Al A’raf ayat 23. Ada juga yang berpendapat, doa tersebut dibaca setelah niat sholat taubat dan sebelum takbiratul ihram. Pendapat lain menyebut doa taubat bisa dibaca dalam sholat, tepatnya setelah tasyahud akhir dan sebelum salam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mau Ujian, Amalkan agar Diberi Kemudahan dan Kelancaran


    Jakarta

    Doa mau ujian dibaca ketika akan menghadapi ulangan. Meski kaum muslimin sudah belajar dengan sungguh-sungguh, doa dapat menjadi salah satu usaha untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Doa Mau Ujian: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Mengutip dari Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi dan Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf, berikut sejumlah doa yang dapat dibaca ketika akan melaksanakan ujian.

    1. Doa Mau Ujian Versi Pertama

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    2. Doa Mau Ujian Versi Kedua

    بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

    Arab latin: Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina.

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

    3. Doa Mau Ujian Versi Ketiga

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الحَكِيمُ

    Arab latin: Subhaanakallaahumma laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu.

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

    4. Doa Mau Ujian Versi Keempat

    اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

    Arab latin: Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan.

    Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

    5. Doa Mau Ujian Versi Kelima

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تَنْسِنَاهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab latin: Allaahumma innii astaudi’uka maa ‘allamtaniihi fardud hu ilayya ‘inda haajatii ilaihi wa laa tunsinaahu yaa rabbal ‘alaamiina.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang Engkau telah mengajarkannya kepadaku. Maka kembalikanlah ia kepadaku sewaktu aku menghendakinya. Dan, janganlah Engkau melupakannya dariku, wahai Dzat Yang Menguasai seluruh alam.”

    6. Doa Mau Ujian Versi Keenam

    Selanjutnya ada juga doa Nabi Musa AS yang dapat dipanjatkan untuk melancarkan ujian yang tengah dijalani. Doa ini tercantum dalam surah Taha ayat 25-28,

    25. رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي …
    26. وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
    27. وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
    28. يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: … Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

    Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”

    Itulah doa mau ujian yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin ketika akan melaksanakan ulangan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Wudhu Pendek: Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Doa setelah wudhu versi pendek dibaca setelah membasuh anggota tubuh yang disyariatkan. Perintah wudhu sendiri tercantum dalam surah Al Maidah ayat 6,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, ketika kamu hendak melakukan salat, maka bersucilah dengan mencuci wajahmu dan tanganmu hingga siku, dan usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai dengan kedua mata kaki. Jika kamu junub mandilah, dan jika kamu sakit, dalam perjalanan, atau setelah buang air besar atau menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak menemukan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih). Sapulah wajahmu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak akan memberatkan kamu, melainkan Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya terhadap kamu agar kamu bersyukur.”


    Menurut buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi karya Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh bin Baz, wudhu artinya menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Wudhu juga sering dimaknai bersuci sebelum mengerjakan sholat.

    Usai melaksanakan wudhu, ada anjuran untuk membaca doa. Hal ini merujuk pada Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi. Dari Umar bin Khattab, Nabi SAW bersabda:

    “Barang siapa yang berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya,’ maka akan terbuka baginya kedelapan pintu surga. Dia diperkenankan memasuki surga melalui pintu mana pun yang diinginkannya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dalam Al-Kubra, Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah, dan sumber lainnya)

    Bacaan Doa setelah Wudhu Pendek

    Menukil buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Berbagai Situasi dan Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, berikut bunyi doa setelah wudhu pendek yang dapat dilafalkan oleh kaum muslimin.

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj ‘alnii minattawwaabiina waj ‘alnii minal mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah agar aku termasuk dalam golongan yang bertaubat dan yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Selain doa tersebut, ada juga doa setelah wudhu versi panjang yang dapat dibaca,

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiina, waj’alnii minal mutathahhiriina, subhanakallahumma wa bi hamdika, asyhadu anlaa ilaahaillaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam orang-orang yang bertaubat dan yang menyucikan diri. Engkau Maha Suci, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

    Tata Cara Wudhu yang Benar

    Mengutip buku Fikih Sunnah Wanita karya Abu Malik Kamal, berikut tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah Nabi SAW.

    1. Berniat dalam hati untuk berwudhu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”

    2. Membaca basmalah

    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    4. Berkumur tiga kali

    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    7. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali

    8.Mengusap kepala tiga kali

    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

    11. Membaca doa setelah wudhu

    Itulah bacaan doa setelah wudhu pendek dan informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hadits tentang Menuntut Ilmu, Salah Satunya Memudahkan Jalan Menuju Surga


    Jakarta

    Dalam Islam, menuntut ilmu jadi perintah yang harus dipahami oleh kaum muslimin. Allah SWT berfirman dalam surah Ar Rahman ayat 33,

    يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ ۝٣٣

    Artinya: “Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”


    Menurut buku Agar Menuntut Ilmu Jadi Mudah susunan Abdul Hamid M Djamil Lc, kewajiban menuntut ilmu terbagi ke dalam dua macam yaitu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Ilmu yang masuk ke dalam fardhu ‘ain ialah tauhid, fikih, dan tasawuf.

    Adapun, ilmu yang termasuk dalam kategori fardhu kifayah merujuk pada ilmu tafsir, ilmu usul fikih, ilmu hitung, dan lain sebagainya. Saat menuntut ilmu pun, ada sejumlah adab yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin.

    Selain dalam ayat Al-Qur’an, menuntut ilmu juga disebutkan dalam sejumlah hadits. Berikut hadits tentang menuntut ilmu yang dikutip dari buku Inilah! Wasiat Nabi Bagi Para Penuntut Ilmu karya Drs Wendi Zarman.

    1. Ilmu Termasuk Warisan Para Nabi

    Ilmu adalah warisan para nabi, hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi,

    “Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR Abu Dawud)

    Orang yang menuntut ilmu diganjar dengan pahala yang berlipat-lipat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits:

    “Siapa yang mengajak kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR Muslim)

    3. Ilmu Adalah Amalan Jariyah

    Ilmu termasuk ke dalam amalan jariyah. Artinya, ilmu yang bermanfaat akan terus mengalir pahalanya meski orang tersebut sudah meninggal dunia.

    “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputus semua amalnya (tidak bisa lagi menambah pahala) kecuali 3 orang, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan orang, atau anak saleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR Muslim)

    4. Rasulullah SAW akan Menyambut Penuntut Ilmu

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    “Selamat datang wahai penuntut ilmu. Sesungguhnya penutup ilmu benar-benar ditutupi para Malaikat dan dinaungi dengan sayap-sayapnya. Kemudian mereka saling bertumpuk-tumpuk hingga mencapai langit dunia (langit paling dekat dari bumi) karena kecintaan mereka (Malaikat) kepada ilmu yang dipelajarinya.” (HR Ath-Thabrani)

    Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa menuntut ilmu wajib hukumnya bagi kaum muslimin sebagaimana bunyi sabda beliau dalam hadits riwayat Ibnu Majah.

    “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR Ibnu Majah)

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

    Itulah sejumlah hadits tentang menuntut ilmu yang dapat dipahami oleh kaum muslimin. Deretan hadits tersebut membuktikan betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Keinginan Cepat Terkabul, Yuk Baca Doa Ini!


    Jakarta

    Doa menjadi peran penting kehidupan seseorang. Doa juga menjadi sarana untuk berkomunikasi kepada Allah SWT.

    Termaktub dalam surah Al-Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.””

    Setiap muslim pasti menginginkan keinginannya terkabul. Terdapat beberapa cara agar apa yang diinginkan terkabul, salah satunya dengan doa.

    Lantas, bagaimana doanya? Begini doa agar apa yang diinginkan terkabul.

    Doa Agar Keinginan Terkabul

    Dikutip dari buku Kitab Munajatun Nisa’: Doa-doa Mustajab Khusus Wanita oleh Ibnu Watiniyah, berikut beberapa doa agar keinginan terkabul,

    Al-Fatihah

    بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ . اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ . الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ . مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ . اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧

    Bacaan latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn. Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭal-ladhīna an’amta ‘alaihim ghairil-maghḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”

    Dilanjutkan Membaca Doa Ini

    اللَّهُمَّ أَنْتَ لَهَا وَلِكُلِّ حَاجَةٍ فَاقْضِهَا بِفَضْلِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا).

    Bacaan latin: Allahumma anta laha wa likulli hajatin faqdhina bifadhli bismillahirrahmanirrahim (ma yaftahillahu linnasi min rahmatin fala mumsika laha)

    Artinya: “Ya Allah, Engkau pemberi manfaat pada Fatihah dan pada setiap kebutuhan, maka kabulkan hajat (kami) dengan keutamaan bismillahirrahmânirrahim (apa yang Allah buka bagi manusia berupa rahmat maka tidak ada yang mampu menahannya).”

    Cara Agar Doa Terkabul

    Dirangkum dari buku Doa-doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya oleh Aulia Fadhli, berikut beberapa cara agar apa yang diinginkan terkabul:

    1. Ikhlas

    Seorang muslim yang sedang berdoa harus ikhlas dan yakin bahwa hanya Allah SWT lah yang dapat mengabulkan doanya. Setiap muslim harus meyakini bahwa tidak ada yang dapat memberi manfaat dan mencegah kemudharatan kecuali Allah SWT.

    2. Tidak Mempersekutukan Allah SWT

    Hanya kepada Allah SWT lah seorang hamba berdoa. Apa yang diinginkan akan terkabul jika seorang hamba tidak menyekutukan Allah SWT.

    3. Menyampaikan Doa dengan Merendahkan Diri dan Suara yang Lembut

    Termaktub dalam surah Al-A’raf ayat 55, Allah SWT berfirman,

    اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَۚ ٥٥

    Artinya: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

    4. Berharap Agar Doa Dikabulkan dan Memiliki Rasa Takut kepada Allah SWT

    Termaktub dalam surah Al-A’raf ayat 56, Allah SWT berfirman,

    وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦

    Artinya: “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”

    5. Tidak Berdoa dengan Tergesa-gesa

    Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman, ‘Akan Ku-kabulkan doa seseorang di antara kalian sepanjang ia tidak tergesa-gesa.’ Ia berkata, ‘Aku telah berdoa dan berdoa, namun aku tidak melihat terkabulnya doaku’, sehingga ia pun tidak lagi berdoa’” (HR Bukhari dan lainnya).

    6. Berdoa dengan Perasaan Sangat Butuh kepada Allah SWT

    Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian itu meminta dan berdoa kepada Allah SWT, maka perbanyaklah dan seringlah memintanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Bacaan Doa ketika Ada Petir, Amalkan saat Hujan Deras


    Jakarta

    Doa ketika ada petir dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Saat hujan, kilatan petir kerap muncul bersama dengan gemuruh guntur yang menggelegar.

    Sambaran petir dapat membahayakan dan menelan korban jiwa. Selain itu, petir juga mengakibatkan tumbangnya pohon ketika tersambar.

    Allah SWT menjelaskan terkait petir dalam surah Ar Ra’d ayat 13,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

    Doa ketika Ada Petir yang Dipanjatkan Rasulullah SAW

    Doa ketika ada petir merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Azzubair RA. Berikut bunyi doanya seperti dikutip dari Terjemah Kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha.

    1. Doa ketika Ada Petir Versi Pertama

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: Maha Suci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa ketika ada petir sebanyak tiga kali. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT akan melindungi kaum muslimin dari petir dan suara gemuruhnya yang menggelegar.

    2. Doa ketika Ada Petir Versi Kedua

    Selain doa di atas, ada juga doa ketika ada petir versi lainnya yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

    Itulah doa ketika ada petir yang bisa dibaca oleh kaum muslimin. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits tentang Anak Yatim dan Anjuran Menyantuninya


    Jakarta

    Dalam ajaran Islam, memuliakan anak yatim akan diganjar berbagai keutamaan. Pengertian yatim sendiri merujuk pada seseorang yang ditinggal wafat oleh sang ayah.

    Menukil dari buku Mari Mencintai Anak Yatim karya Muhsin M K, ada berbagai cara memuliakan anak yatim. Salah satunya mengangkat harkat dan martabat hidup mereka.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 8,


    وَاِذَا حَضَرَ الۡقِسۡمَةَ اُولُوا الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنُ فَارۡزُقُوۡهُمۡ مِّنۡهُ وَقُوۡلُوۡا لَهُمۡ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا

    Artinya: “Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekadarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

    Selain ayat Al-Qur’an, dalam sejumlah hadits juga disebutkan terkait anak yatim. Mengutip buku 1100 Hadits Terpilih oleh Muhammad Faiz Almath.

    Hadits tentang Anak Yatim

    1. Menyantuni Anak Yatim akan Mendapat Jaminan Surga

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa mengikutsertakan seorang anak yatim di antara dua orang tua Muslim, dalam makan dan minumnya, sehingga mencukupinya maka ia pasti masuk surga.” (HR Thabrani)

    2. Orang yang Merawat Anak Yatim Dekat Kedudukannya dengan Nabi SAW

    Orang yang merawat anak yatim niscaya kedudukannya dekat dengan Nabi Muhammad SAW di surga kelak. Kedekatan ini bahkan diibaratkan seperti jari telunjuk dan jari tengah.

    “Bahwa aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim dengan baik akan berada di surga, bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah, lalu Nabi mengangkat tangannya dan memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu ia renggangkan.” (HR Bukhari)

    3. Ketentuan Zakat Harta Benda Anak Yatim

    Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hanifah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Harta benda anak yatim tidak terkena zakat sampai dia baligh.” (HR Abu Hanifah)

    4. Wali Harta Anak Yatim

    Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Barangsiapa menjadi wali atas harta anak yatim hendaklah diperkembangkan (diperdagangkan) dan jangan dibiarkan harta itu susut karena dimakan sodaqoh (zakat).” (HR Baihaqi)

    5. Menyayangi Anak Yatim akan Diselamatkan pada Siksa Kiamat

    Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman,

    “Demi yang Mengutusku dengan Hak, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, menyayangi keyatiman dan kelemahannya.” (HR Thabrani)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Doa Rabbighfirli Waliwalidayya untuk Orang Tua


    Jakarta

    Sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tua, potongan lafal doa “rabbighfirli waliwalidayya” tentu saja tidak asing di telinga. Namun, apa arti doa rabbighfirli waliwalidayya tersebut?

    Mendoakan kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban bagi anak. Doa ini tidak hanya dipanjatkan ketika keduanya masih hidup di dunia, namun juga ketika mereka sudah meninggal.

    Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk mendoakan dan berbakti kepada orang tua, sebagaimana termaktub dalam surah Al-Isra’ ayat 24 yang berbunyi,


    وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

    Artinya: Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.”

    Salah satu doa yang sering dipanjatkan untuk kedua orang tua memiliki potongan lafal yang berbunyi “rabbighfirli waliwalidayya”. Lantas apa artinya? Berikut lafal selengkapnya dan artinya.

    Arti Doa Rabbighfirli Waliwalidayya

    Sebagaimana disebutkan oleh Ahmad Rasyid dalam bukunya yang berjudul Zikir Lengkap Pagi-Sore, lafal “rabbighfirli waliwalidayya” adalah potongan dari doa untuk kedua orang tua.

    Berikut adalah lafal doa untuk kedua orang tua beserta Arab, latin, dan artinya.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

    Latin: Rabbighfirli waliwalidayya war-ham-humaa kamaa rabbayaanii shagiiraa.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Kasihilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku sewaktu kecil.”

    Sebagai anak hendaknya senantiasa mengucapkan doa untuk kedua orang tua ini setiap hari sebagai bentuk kebaktiannya kepada kedua orang tua. Terlebih lagi, agar keduanya selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT dan diri sendiri mendapat pahala dari-Nya.

    Selain doa di atas, terdapat doa lain yang bisa dipanjatkan untuk kedua orang tua dan orang yang beriman di seluruh dunia. Doa tersebut berbunyi,

    رَّبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِي مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

    Latin: Rabbigh-firlii wa liwaalidayya wa liman dakhala baytiya mu minan wa lilmu`miniina wal-mu`minaati wa laa tazidizh- zhaalimiina ‘illa tabaaraa.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki serta perempuan. Dan, janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”

    Perintah Berbakti dan Bersyukur kepada Kedua Orang Tua

    Mendoakan kedua orang tua, salah satunya dengan doa “rabbighfirli waliwalidayya,” merupakan kewajiban setiap muslim yang beriman.

    Selain itu, Mutia Mutmainnah dalam bukunya Keajaiban Doa & Ridho Ibu menyebutkan, bersyukur kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua juga tak kalah penting.

    Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 14 yang berbunyi,

    وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤

    Artinya: Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun.) (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.

    Menurut tafsir Al Qur’an Kemenag, ayat ini menjelaskan tentang perintah Allah SWT kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya dengan berusaha melaksanakan perintah-perintahnya dan mewujudkan keinginannya.

    Terdapat beberapa cara untuk berbakti kepada kedua orang tua yang disebutkan oleh Harjan Syuhada dan Fida’ Abdilah dalam Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII, yaitu:

    1. Memperlakukan kedua orang tua dengan baik, sopan, hormat, dan penuh kasih sayang

    2. Mematuhi semua perintahnya selama tidak bertentangan dengan agama

    3. Wajib mengikuti semua nasihat yang telah diberikan keduanya kepada kita

    4. Membantu pekerjaan kedua orang tua sehari-hari

    5. Anak memiliki kewajiban untuk memelihara kedua orang tua, terutama ketika mereka sudah tidak bisa menjaga diri lagi, seperti saat sakit atau sudah tua

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Emosi! Ini 7 Keutamaan Menahan Marah Sesuai Hadits



    Jakarta

    Marah terjadi jika emosi yang dialami oleh setiap manusia meluap. Namun dalam Islam, menahan marah dianggap sebagai tindakan luhur yang membawa keberkahan dan pahala.

    Seorang muslim juga akan mendapatkan keutamaan yang mulia jika ia mampu menahan marahnya. Lantas, bagaimana cara menahan marah? Dan apa saja keutamaan menahan marah?

    Keutamaan Menahan Marah

    Merujuk pada buku Ihya Ulumiddin: Menghidupkan Kembali Ilmu-ilmu Agama oleh Imam Al-Ghazali, berikut beberapa keutamaan menahan marah sesuai dengan hadits:


    1. Allah SWT akan Menahan Siksa-Nya

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menahan kemarahannya, niscaya Allah menahan siksa-Nya daripadanya, dan siapa saja yang mengemukakan alasannya kepada Rabbnya, niscaya Allah menerima alasannya, dan siapa saja yang menyimpan lidahnya, niscaya Allah menutupi auratnya (segala sesuatu, yang dianggap malu). (HR Thabrani dan lainnya)

    2. Termasuk Orang yang Kuat

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang kuat di antara kalian adalah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya ketika marah, dan orang yang paling santun di antara engkau adalah orang yang memaafkan ketika mampu.” (HR Ibnu ad-Dunya dan lainnya)

    3. Mendapat Ridha dari Allah SWT pada Hari Kiamat

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menahan marah di mana seandainya ia mau melaksanakannya, maka ia dapat melaksanakannya, niscaya Allah memenuhi kalbunya dengan keridhaan pada hari Kiamat.”

    Dalam riwayat lain dinyatakan, “Niscaya Allah memenuhi kalbunya dengan rasa aman, dan keimanan.” (HR Ibnu ad-Dunya dan lainnya)

    4. Mendapatkan Pahala yang Besar

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba meneguk tegukan yang lebih besar pahalanya daripada seteguk kemarahan yang ditahannya karena mengharapkan keridhaan Allah.” (HR Ibnu Majah)

    5. Terlindung dari Neraka Jahannam

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya neraka Jahannam mempunyai pintu yang tidak memasukinya kecuali orang yang sembuh kemarahannya dengan perbuatan maksiat kepada Allah Ta’ala.”

    6. Hatinya Dipenuhi dengan Keimanan

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada tegukan yang lebih disukai oleh Allah SWT daripada tegukan kemarahan yang ditahan oleh seorang hamba. Dan tidaklah seorang hamba menahannya, kecuali Allah memenuhi kalbunya dengan keimanan.” (HR Ibnu ad-Dunya)

    7. Mendapatkan Bidadari

    Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja menahan kemarahan, sedang ia mampu melaksanakannya, maka Allah memanggilnya di hadapan makhluk-makhluk dan Dia menyuruhnya memilih mana bidadari yang dikehendaki.”

    Cara Menahan Marah

    Agar mendapatkan keutamaan dari menahan marah, maka setiap muslim harus mampu menahan perasaan marah dari dirinya. Merujuk pada Buku Ajar Akidah Akhlak oleh Syafiuddin dan Machnunah Ani Zulfah, berikut cara menahan marah:

    1. Menahan marah dengan beristighfar

    Jika seseorang sedang marah dalam keadaan berdiri, maka cara meredamnya dengan duduk. Namun jika marah dalam keadaan duduk, maka berusaha untuk tiduran atau berbaring sambil membaca istighfar.

    2. Meredam marah dengan menahan diri

    Pada suatu saat, datanglah seorang laki-laki yang meminta wasiat Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memberinya wasiat agar jangan marah.

    3. Meredam marah dengan berwudhu

    Wudhu menjadi salah satu cara untuk meredam rasa marah. Sebab, wudhu mampu mensucikan semua tindakan yang kurang suci, seperti rasa marah.

    4. Meredam marah dengan berdiam diri

    Obat yang sangat ampuh ketika marah muncul adalah diam. Sebab, jika sedang marah pasti kata-kata kasar akan keluar karena tidak bisa mengontrol. Maka dari itu, alangkah baiknya diam ketika sedang marah.

    5. Meredam marah dengan membaca ta’awudz

    Dengan membaca ta’awudz, maka seseorang memohon perlindungan Allah SWT dari godaan setan yang selalu membangkitkan rasa marah. Melalui syari’at Allah SWT yang agung, Allah SWT melindungi hamba-Nya dari segala kelicikan dan keburukan setan jika hamba-Nya membaca ta’awudz.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Akhir dan Awal Tahun, Bisa Dibaca Jelang Pergantian Tahun Baru 2024



    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca saat melewati pergantian tahun. Doa ini berisi ungkapan syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT sekaligus berisi harapan agar diberi kemudahan dalam menjalani hidup.

    Doa akhir dan awal tahun dapat dibaca jelang pergantian tahun baru 2024. Usahakan agar menanamkan sikap dan sifat tawakal kepada Allah SWT, Sang Maha Kuasa.

    Merangkum dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil dijelaskan bahwa doa berasal dari bahasa Arab da’aa-yad’uu. Doa memiliki banyak arti dan makna yang berbeda. Dalam setiap arti ini terdapat hikmah dan pelajaran.


    Abu Qasim Al-Qusyairi dalam bukunya yang berjudul Al-Asmaaa Al Husnaa, menjelaskan doa memiliki beberapa pengertian. Doa dapat bermakna ibadah kepada Allah SWT, doa juga dapat bermakna memohon bantuan dan pertolongan. Tak hanya itu, doa juga bermakna percakapan, memanggil dan memuji.

    Anjuran berdoa pun sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Quran surat Gafir ayat 60.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

    Artinya: Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa menjadi amalan yang bisa dikerjakan oleh seluruh muslim dan dapat dilakukan dalam berbagai kondisi. Doa juga dianjurkan untuk dibaca ketika momen pergantian tahun.

    Doa Akhir dan Awal Tahun

    Dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, doa akhir tahun bisa dibaca dengan harapan dapat terhindar dari godaan atau tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.

    1. Doa Akhir Tahun

    اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Arab latin: “Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilat taubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirlî wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini termasuk yang Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Engkau maklumi karena kemurahanMu sementara Engkau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Engkau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakaiMu. Karenanya aku memohon ampun kepadaMu, ampunilah aku. Ya Tuhanku, aku berharap Engkau menerima perbuatanku yang Engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahalaMu. Janganlah pupuskan harapanku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

    2. Doa Awal Tahun

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Arab latin: “Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal. Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fihi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.”

    Artinya: “Ya Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karuniaMu yang besar dan kemurahanMu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepadaMu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolonganMu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. KepadaMu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmatMu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

    Demikian bacaan doa akhir dan awal tahun yang bisa dibaca muslim. Selain berdoa, lakukan amalan lain seperti memperbanyak dzikir dan sholawat agar bisa meraih banyak keutamaan. InsyaAllah!

    Ada sejumlah pendapat terkait pembacaan doa akhir dan awal tahun. Di antaranya ada yang menyebut bahwa membaca doa itu termasuk dianjurkan, ada juga yang berpandangan bahwa doa tersebut bukan anjuran Nabi SAW.

    Sebagaimana penelusuran detikHikmah, belum ditemukan dalil shahih dari Al-Qur’an dan hadits mengenai anjuran membaca doa akhir dan awal tahun. Namun, sebagian ulama menyandarkan dalil doa ini terhadap dalil tentang berdoa secara umum.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com