Tag: hikmah

  • 3 Versi Doa Sebelum Wudhu, Muslim Amalkan Yuk!



    Jakarta

    Doa sebelum wudhu dapat dibaca ketika hendak memulai wudhu. Pelaksanaan wudhu dimaksudkan untuk bersuci sebelum melakukan salat.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 6,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Dijelaskan dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi oleh Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh bin Baz, wudhu berarti menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT.

    Adapun, terkait doa sebelum wudhu terdiri dari berbagai versi. Menukil dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih oleh Anshari Taslim, berikut bacaannya yang dapat diamalkan.

    3 Versi Doa Sebelum Wudhu

    1. Doa Sebelum Wudhu Versi Pertama

    Sebelum wudhu, hendaknya kaum muslimin membaca basmalah. Sebagaimana merujuk dari hadits, Nabi SAW bersabda:

    “Tidak ada salat tanpa wudhu dan tidak ada wudhu tanpa membaca nama Allah padanya.” (HR Abu Daud)

    Lafaz basmalah ialah sebagai berikut,

    سْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    2. Doa Sebelum Wudhu Versi Kedua

    Setelah membaca basmalah, kaum muslimin bisa melafalkan doa sebelum wudhu yang juga disebut sebagai niat.

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala.”

    3. Doa Sebelum Wudhu Versi Ketiga

    Selain doa di atas, ada doa sebelum wudhu versi lain yang dapat dipanjatkan seperti dikutip dari buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil.

    doa wudhu

    Arab latin: Bismillaahir rohmaanir rohiim, robbi a’uudzu bika min hamazaatisy syayaathiin wa a’uudzu bika robbi an yahdhuruun

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan dan aku berlindung kepada-Mu pula dari kehadiran mereka di sisiku.”

    Doa Setelah Wudhu: Arab, Latin dan Arti

    Merujuk pada sumber yang sama, usai melaksanakan wudhu ada doa yang bisa dibaca dengan bunyi sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj ‘alnii minattawwaabiina waj ‘alnii minal mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah agar aku termasuk dalam golongan yang bertaubat dan yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Ada juga doa setelah wudhu versi panjang,

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiina, waj’alnii minal mutathahhiriina, subhanakallahumma wa bi hamdika, asyhadu anlaa ilaahaillaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dalam orang-orang yang bertaubat dan yang menyucikan diri. Engkau Maha Suci, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

    Itulah doa sebelum wudhu dan sesudahnya yang dapat diamalkan kaum muslimin. Jangan lupa dibaca ya!

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk Rumah Sesuai Sunnah, Yuk Baca agar Berkah!



    Jakarta

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa setiap memasuki rumah. Doa ini dilafalkan dengan harapan agar rumah tersebut membawa keberkahan.

    Selain membaca doa, dianjurkan juga untuk mengucapkan salam dan memperbanyak dzikir. Salam ketika memasuki rumah bisa dilafalkan baik saat di rumah tersebut ada orang ataupun tidak ada.

    Dalam kitab Al-Adzkar: Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah oleh Imam Nawawi dijelaskan ketika masuk rumah dianjurkan untuk berdoa, “Bismillah (Dengan nama Allah).”


    Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An Nur ayat 61,

    لَّيْسَ عَلَى ٱلْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى ٱلْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَن تَأْكُلُوا۟ مِنۢ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَٰنِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَٰمِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّٰتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَٰلِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَٰلَٰتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَأْكُلُوا۟ جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ ٱللَّهِ مُبَٰرَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

    Artinya: Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

    Doa Masuk Rumah dan Artinya

    Diriwayatkan dalam Kitab At-Tirmidzi, dari Anas bin Malik, dia mengatakan; Rasulullah SAW berkata kepadaku, “Wahai putraku, apabila engkau menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam sehingga menjadi berkah bagimu dan bagi keluargamu.”

    Berikut bacaan doa masuk rumah:

    اللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلِجِ وَ خَيْرَ المَخْرَجِ, بِاسْمِ اللّٰهِ وَ لَجْنَا، بِاسْمِ اللّٰهِ خَرَجْنَا، وَ عَلَى اللّٰهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

    Arab latin: Allahumma innii as-aluka khairal mauliji, bismillahi wa lajnaa, wa bismillahi kharajnaa, wa ‘alallahi rabbanaa tawakkalnaa

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.

    Doa ini sebagaimana diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud, dari Abu Malik Al-Asy’ari, yang bernama asli Al-Harits, ada pula yang mengatakan Ubaid, ada juga yang mengatakan Ka’ab atau Amr. Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila seseorang masuk rumahnya, maka hendaklah dia berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar. Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, hanya kepada Allah kami bertawakal,’ lalu hendaklah dia mengucapkan salam kepada keluarganya.”

    Dari Abu Umamah Al-Bahili yang bernama asli Shadayyu bin Ajlan, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,

    “Ada tiga orang yang kesemuanya mendapat jaminan dari Allah: Seseorang yang berjuang di jalan Allah, maka dia mendapat jaminan dari Allah hingga Allah mewafatkannya lalu memasukkan ke dalam surga-Nya atau menolaknya tergantung pahala yang diperoleh dan ghanimahnya; seseorang yang pergi ke masjid, maka dia berhak mendapat jaminan dari Allah hingga Dia mewafatkannya lalu memasukkan surga-Nya atau menolaknya tergantung pahala yang dịperoleh dan ghanimahnya; dan seseorang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia berhak mendapatkan jaminan dari Allah yang Mahasuci dan Mahaluhur”

    Hadits lain yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila seseorang masuk rumahnya lalu berdzikir kepada Allah ketika masuk dan ketika makan, setan berkata, “Tiada tempat menginap bagi kalian dan tidak pula makan malam.’

    Apabila dia masuk lalu tidak berdzikir kepada Allah ketika masuk, setan berkata, ‘Kalian dapat menginap di tempat ini.’ Jika dia tidak berdzikir ketika makan, setan berkata, ‘Kalian dapat menginap dan makan malam di tempat ini’.” (HR Muslim)

    Dalam Kitab lbnu As-Sunni, dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, dia mengatakan; Apabila Rasulullah kembali ke rumah pada siang hari, beliau berdoa, “Segala puji bagi Allah yang mencukupi kebutuhanku dan memberikan tempat tinggal kepadaku. Segala puji bagi Allah yang memberiku makan dan minum. Segala puji bagi Allah yang melimpahkan anugerah kepadaku. Aku memohon kepada-Mu agar menjauhkanku dari api neraka.”

    Wallahu a’lam.

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa agar Langit Cerah dan Tidak Hujan, Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Doa agar langit cerah dan tidak hujan dapat dibaca ketika cuaca sedang buruk. Meski tergolong sebagai rahmat dari Allah SWT, hujan yang mengguyur terus menerus dalam volume besar dapat menimbulkan kerusakan.

    Membaca doa agar langit cerah dan tidak hujan sama seperti mengharapkan perlindungan dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an sendiri terkait fenomena hujan, mendung, petir dan guruh disebutkan dalam sejumlah ayat.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nur ayat 43,


    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَاءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

    Artinya: “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

    Kumpulan Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan

    Setidaknya ada sejumlah doa yang dapat dibaca agar langit cerah dan tidak hujan. Apa saja? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq.

    1. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Pertama

    Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Rasulullah SAW kala langit gelap dan hujan turun secara terus menerus:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    2. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa pereda hujan versi lainnya sebagaimana diriwayatkan dari hadits Abu Daud dan Tirmidzi:

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    3. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Ketiga

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    Itulah sejumlah doa agar langit cerah dan tidak hujan yang bisa dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Penutup Majelis, Dibaca Usai Mencari Ilmu agar Berkah



    Jakarta

    Membaca doa bisa diamalkan kapanpun, termasuk saat menghadiri majelis ilmu. Sebagaimana yang dianjurkan bagi muslim, menimba ilmu adalah sebuah kewajiban dan Allah SWT meninggikan derajat orang yang berilmu.

    Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah Ayat 11,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


    Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    Dalam Islam, majelis ilmu memiliki kedudukan yang penting. Rasulullah SAW bahkan mengistilahkan majelis ilmu sebagai taman-taman surga.

    Mengutip buku Adab dalam Majelis oleh Hafidz Muftisany disebutkan bahwa majelis ilmu yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah pertemuan yang membahas ilmu agama maupun ilmu umum.

    Ketika berada dalam majelis ilmu, ada adab yang perlu diperhatikan. Diantara adab dalam majelis itu salah satunya yakni membaca doa penutup majelis.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang duduk di sebuah majelis dan banyak berkata terjadi kegaduhan di dalamnya (bersenda gurau), kemudian sebelum berdiri ia mengucapkan, (doa penutup majelis), niscaya akan diampuni dosanya selama ia berada di majelisnya itu,” (HR Tirmidzi).

    Doa Penutup Majelis Ilmu Sesuai Sunnah

    1. Doa Penutup Majelis Versi Pertama

    سُبْحانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ أشْهَدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ أنْتَ أسْتَغْفِرُكَ وأتُوبُ إِلَيْكَ

    Bacaan latin: Subhânakallâhumma wa bihamdika asyhadu an-lâilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik

    Artinya: “Maha Suci Engkau, ya Allah. Segala sanjungan untukMu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.” (HR Tirmidzi).

    2. Doa Penutup Majelis Versi Kedua

    سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Bacaan latin: Subhaana rabbikaa rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, wal hamdulillahi rabbil ‘aalamiin

    Artinya: “Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. Selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (QS As Saffat ayat 180-182).

    3. Doa Penutup Majelis Versi Panjang

    Berdasarkan keterangan hadits yang dikisahkan dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW jarang meninggalkan majelis ilmu sebelum membaca doa ini untuk para sahabatnya (HR Tirmidzi).

    Doa yang dimaksud juga mengandung permohonan agar diberi keselamatan dunia dan akhirat. Mengutip H. Hamdan Hamedan, MA dalam buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit, berikut bacaan doa penutup majelis yang dimaksud selengkapnya.

    اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

    Bacaan latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahulu bainanaa wa baina ma’shiyyatik, wa min thaa’atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi ‘alaina mashaaibad dunya.

    Allahumma matti’naa bi asmaa’inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj’alhul waaritsa minna waj’alhu tsa’ranaa ‘alaa man ‘aadanaa wa laa taj’al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha ‘ilminaa wa laa tusallith ‘alainaa man laa yarhamunaa.

    Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

    Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami,” (HR Tirmidzi).

    Itulah beberapa doa penutup majelis yang bisa dibaca usai mencari ilmu. Doa ini tentu saja berisi harapan agar Allah SWT memberikan keberkahan atas ilmu yang didapat.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakit Disebut Jadi Penggugur Dosa, Begini Haditsnya


    Jakarta

    Dalam Islam, sakit bukan hanya sekadar kondisi kesehatan melainkan juga ujian yang Allah SWT berikan. Mereka yang sakit memiliki keistimewaan.

    Pada sebuah hadits bahkan disebutkan bahwa sakit dapat menjadi penggugur dosa seseorang. Benarkah demikian?

    Hadits Sakit Penggugur Dosa

    Menukil buku Bimbingan Orang Sakit susunan Saiful Hadi El-Sutha, apabila kaum muslimin dapat menyikapi sakit yang ia derita dengan sabar sekaligus berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya akan menjadi berkah. Setidaknya ada beberapa hadits yang menjelaskan terkait sakit sebagai penggugur dosa.


    Diriwayatkan oleh Al Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya.” (HR Al Hakim)

    Dalam redaksi lain, terdapat juga hadits yang membahas sakit dapat menggugurkan dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tidaklah menimpa seorang muslim suatu penyakit, keletihan, kepedihan, kesedihan, hingga kecemasan yang dirasakannya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” (HR Muslim)

    Bahkan, Allah SWT berfirman dalam surah Al An’am ayat 17,

    وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗٓ اِلَّا هُوَ ۗوَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Artinya: “Dan jika Allah menimpakan keburukan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia sendiri. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Selain itu, sakit dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang sehat jika ia tetap memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT.

    Dr. Zaprulkhan menyebutkan dalam bukunya Hikmah Sakit Mereguk Kasih Sayang Ilahi, Allah SWT menghadirkan bermacam-macam penyakit kepada hamba-Nya dalam rangka membersihkan dosa-dosa yang telah dikerjakan. Jadi, sakit dapat menggugurkan dosa karena dosa merupakan salah satu dari musibah atau bencana yang dapat menguji keimanan seorang hamba.

    Rasulullah bersabda, “Tiada henti-hentinya suatu bencana menimpa kepada orang mukmin lelaki maupun perempuan, baik mengenai dirinya atau sanak keluarganya, atau harta kekayaannya hingga ketika wafat dia menghadap Allah sudah dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR At Tirmidzi)

    Anjuran Menjenguk Orang Sakit

    Kaum muslimin juga dianjurkan untuk menjenguk sesamanya jika ada yang sakit. Dalam Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi dikatakan Nabi Muhammad SAW menjenguk sahabatnya yang sakit.

    Ketika menjenguk kerabat yang sakit, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan dengan berbagai doa yang dibacakan untuk mengharapkan kesembuhannya.

    Ada doa yang dibacakan Rasulullah SAW untuk mengharap kesembuhan orang yang sakit. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Setelah Wudhu dan Manfaat Mengamalkannya, Muslim Sudah Tahu?


    Jakarta

    Doa setelah wudhu dapat dipanjatkan oleh umat Islam. Anjuran ini merujuk pada hadits dari Umar bin Khattab RA yang dinukil dari Kitab Al-Adzar susunan Imam Nawawi.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)


    Pada dasarnya, wudhu diartikan sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Selain itu, wudhu juga bisa diartikan sebagai bersuci sebelum sholat seperti dikutip dari buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi susunan Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz.

    Adapun, terkait dalil wudhu dijelaskan dalam surah Al Maidah ayat 6.

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

    Lalu, bagaimana doa setelah wudhu?

    Bacaan Doa Setelah Wudhu

    Menurut buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi doa setelah wudhu yang dapat dibaca.

    1. Doa Setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Doa Setelah Wudhu Versi Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Wudhu

    Membaca doa setelah wudhu mengandung banyak manfaat. Dijelaskan oleh DR H Sagiran melalui buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ diartikan sebagai orang-orang yang bertobat.

    Dari tobat tersebut artinya menyucikan kita dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang suci.

    Itulah doa setelah wudhu dan manfaat mengamalkannya. Jangan lupa dibaca ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebaik-baik Manusia Adalah yang Bermanfaat bagi Orang Lain, Ini Haditsnya


    Jakarta

    Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Sudah sepantasnya sebagai manusia kita saling membantu dan berguna bagi satu sama lain.

    Mengutip buku Kultum 23 Ramadhan susunan Heri Suprapto, berikut bunyi haditsnya:

    “Seorang mukmin itu adalah orang yang bisa menerima dan diterima orang lain, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menerima dan tidak bisa diterima orang lain. Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR Thabrani)


    Menukil dari buku Ketika Notaris Berdakwah karya H R Daeng Naja, hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan kaum muslimin untuk berbuat baik terhadap makhluk yang lain. Ini menjadi indikator bagaimana mukmin yang sebenarnya.

    Keberadaan manusia sebetulnya ditentukan oleh kemanfaatannya pada yang lain. Setiap perbuatan yang dilakukan maka balasannya juga akan kembali. Begitu pula jika kita memberi manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali pada diri kita sendiri.

    Dikatakan dalam buku Handbook Wakaf Amerta oleh Dr Tika Widiastuti dkk, hakikat manusia yang utama ialah sebagai hamba Allah SWT. Sebagai seorang hamba, mereka melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

    Selain itu, dalam Al-Qur’an manusia dikatakan sebagai al-nas yang maknanya merujuk pada hakikat manusia dalam hubungannya dengan sesamanya. Manusia tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia lainnya karena mereka merupakan makhluk sosial.

    Sifat manusia yang saling memerlukan membentuk pola hubungan dengan orang lain untuk saling memberi dan mengambil manfaat. Manusia terbaik akan lebih banyak memberi manfaat daripada mengambil manfaat dari hubungannya dengan manusia lainnya.

    Manusia yang memberi manfaat banyak bahkan akan dicintai oleh Allah SWT seperti dijelaskan dalam hadits riwayat Ath-Thabrani,

    “Ada sebuah hadits di mana seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, ‘Yaitu, orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR Thabrani)

    Selain itu, dikatakan pula manusia yang memberi manfaat sama seperti melakukan kebaikan yang besar pahalanya. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang berbunyi,

    “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi sesuatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada itikaf sebulan di masjidku ini.” (HR Thabrani)

    Cara Menjadi Orang Baik dan Bermanfaat

    Untuk menjadi orang baik dan bermanfaat bagi orang lain dapat dilakukan dengan dua cara. Merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah caranya.

    1. Mempelajari Al-Qur’an dan Mengajarkannya

    Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari,

    “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)

    Dalam hadits riwayat Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Sebaik-baik kalian islamnya adalah yang paling baik akhlak jika mereka menuntut ilmu.” (HR Ahmad)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sehabis Sholat Dhuha: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa habis sholat Dhuha dapat dibaca oleh kaum muslimin. Banyak keutamaan yang terkandung dalam sholat Dhuha, khususnya terkait rezeki.

    Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, Rasulullah SAW bersabda:

    “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan 4 rakaat sholat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR Ahmad)


    Adapun, terkait doa sehabis sholat Dhuha dapat dibaca untuk melancarkan rezeki dan hajat lain seperti dikutip dari buku Keberkahan Sholat Duha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki susunan Arif Rahman.

    Lantas, bagaimana bunyi doa sehabis sholat Dhuha?

    Doa Sehabis Sholat Dhuha

    Berikut bacaan doa sehabis sholat Dhuha yang dinukil dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha tulisan ustaz Khalillurahman El-Mahfani.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin:

    Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya :

    “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha, kecantikan adalah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu.”

    “Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Merujuk pada sumber yang sama, dalam sejumlah hadits disebutkan terkait keutamaan sholat Dhuha. Salah satunya ialah diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    Selain itu, dikatakan pula kaum muslimin yang mendirikan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat akan dibuatkan istana di surga kelak. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Itulah bacaan doa sehabis sholat Dhuha dan keutamaan mengamalkan ibadah sunnah tersebut. Jangan lupa dipanjatkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Nabi Sulaiman agar Memperoleh Kekayaan hingga Luluhkan Hati Seseorang



    Jakarta

    Doa Nabi Sulaiman AS diabadikan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Ada juga doa Nabi Sulaiman AS yang tercantum dalam beberapa kitab para ulama.

    Doa Nabi Sulaiman AS meliputi banyak permohonan. Putra dari Nabi Daud AS ini pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dikaruniai kekayaan, meluluhkan hati seseorang, hingga doa agar dimudahkan menerima ilmu pengetahuan.

    Mengutip buku The Leadership of Sulaiman karya Ibnu Mas’ud dijelaskan bahwa Nabi Sulaiman AS merupakan nabi sekaligus Raja Bani Israel. Ia merupakan anak dari Nabi Daud AS yang juga menjadi raja sebelumnya.


    Sebagian sumber mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS lahir sekitar tahun 975 SM dan wafat 935 SM. Sedangkan sumber lainnya mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS lahir pada tahun 989 SM dan wafat pada tahun 923 SM. Dari kedua pendapat tersebut, tampaknya pendapat yang terakhir yang mendekati kebenaran.

    Usia Nabi Sulaiman AS tidak terlalu panjang, hanya 66 tahun. Ia wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis, Palestina (Jerusalem).

    Nama lengkap Nabi Sulaiman AS ialah Sulaiman (Sulaeman, Sulayman, Salomon) bin Daud (Dawud) bin Isya bin Uwaed bin Abir bin Salmun bin Nakhsyun bin Awinadzab bin Aramn bin Hashrun bin Faridh bin Yahudza bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim AS.

    Dalam urutan 25 Nabi Allah yang wajib diketahui oleh orang Islam, Nabi Sulaiman AS merupakan nabi yang ke-18. Ia menjadi nabi dan rasul setelah Nabi Daun AS dan sebelum Nabi Ilyas AS.

    Nabi Sulaiman AS diangkat menjadi raja saat usianya 13 tahun. Ia menggantikan sang ayah, Nabi Daud AS.

    Kerajaan Nabi Sulaiman merupakan kerajaan yang sangat besar dan tidak tertandingi.

    Sejak kecil, Nabi Sulaiman AS sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan. Ia sudah menunjukkan banyak bakat yang luar biasa, utamanya dalam ilmu pengetahuan dan ketatanegaraan.

    Kecerdasannya ini membuat Nabi Sulaiman AS tidak hanya mampu memimpin manusia, namun juga memimpin hewan dan makhluk halus. Tentu saja semua atas kehendak dan izin Allah SWT.

    Doa Nabi Sulaiman AS

    Semasa hidupnya, Nabi Sulaiman AS pernah berdoa agar diberi kemudahan dalam hidupnya. Doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman antara lain untuk mendapatkan kekayaan, diberi pemahaman dalam menerima ilmu pengetahuan, mampu meluluhkan hati orang, dan doa agar selalu mensyukuri nikmat dari Allah SWT.

    Merangkum buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, S.Ag, berikut doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman AS:

    1. Doa Nabi Sulaiman untuk Memperoleh Kekayaan

    Doa Nabi Sulaiman saat meminta kerajaan yang tak tertandingi ini termaktub dalam Al-Qur’an Surat Shad ayat 35:

    قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

    Arab Latin: Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak seorang jua pun miliki sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

    2. Doa Nabi Sulaiman untuk Meluluhkan Hati Ratu Bilqis

    Saat Nabi Sulaiman menaklukkan kerajaan Ratu Bilqis, dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman mengirimkan surat yang meminta agar Ratu Bilqis tunduk dan menyembah Allah SWT.

    Berikut ini doa meluluhkan hati dari kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an surat An-Naml ayat 30-31:

    إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۙ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

    Arab Latin: Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

    Artinya: “Sesungguhnya surat ini dari seseorang bernama Sulaiman, dan sesungguhnya (isinya) dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kalian sombong kepadaku, tapi datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

    Ayat tersebut menekankan kekuatan basmalah sebagai doa. Membaca basmalah menjadi salah satu adab agar doa terkabul.

    3. Doa Diberi Pemahaman dalam Menerima Ilmu

    Berikut ini doa agar diberi ilmu dan pemahaman seperti Nabi Sulaiman, yang bersumber dari Kitab Perukunan Melayu Besar.

    Isi kitab tersebut antara lain diambil dari karya Syekh Muhammad Arsyad Banjar. Berikut bacaannya doa yang bisa kamu amalkan:

    فَفَهَّمْنَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُدَ الجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِيْنَ يَا حَيُّ، يَا قَيُّوْمُ، يَا رَبَّ مُوْسَى وَهَارُوْنَ وَرَبَّ إِبْرَاهِيْمَ، وَيَا رَبَّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِيَ الفَهْمَ وَالعِلْمَ وَالحِكْمَةَ وَالعَقْلَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Artinya: “Kami memberikan pemahaman kepada Sulaiman. Setiap dari mereka Kami berikan kebijaksanaan dan ilmu. Kami tundukkan gunung dan burung kepada Daud. Mereka bertasbih. Kamilah yang melakukan itu semua. Wahai zat yang hidup, wahai zat yang tegak, wahai Tuhan Musa, Harun, Tuhan Ibrahim, wahai Tuhan Muhammad SAW. Ya Allah, karuniakan aku pemahaman, ilmu, kebijaksanaan, dan akal dengan rahmat-Mu wahai zat yang maha pengasih,”

    4. Doa Nabi Sulaiman Agar Tetap Bersyukur

    Doa Nabi Sulaiman AS agar selalu menjadi hamba yang bersyukur termaktub dalam Al-Qur’an surat An-Naml Ayat 19. Ayat ini dapat diamalkan sebagai doa.

    فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

    Arab latin: …Robbi awzi’nii an asykuro ni’matakal latii anʼamta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.

    Artinya: …Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.

    Demikian beberapa doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman AS. Doa ini dapat diamalkan setiap umat Islam agar mendapatkan nikmat yang berkah dari Allah SWT.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Orang Meninggal, Lengkap dengan Artinya



    Jakarta

    Bacaan doa untuk orang meninggal menjadi amalan yang disunnahkan Rasulullah SAW. Seorang muslim dianjurkan membacakan doa bagi kerabat atau keluarga yang meninggal dunia.

    Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melakukan takziah jika mendengar kabar duka. Doa untuk seseorang yang meninggal dunia bertujuan agar Allah SWT memudahkan jalannya menuju alam akhirat serta mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya.

    Dalam Buku Induk Doa dan Zikir yang ditulis Imam Nawawi dijelaskan, bahwa orang-orang yang bertakziah dan mendoakan saudaranya yang meninggal akan mendapatkan balasan pahala. Takziah atau berbelasungkawa ialah menasihati untuk sabar dan menceritakan hal-hal yang menghibur hati orang yang ditinggal mati, meringankan kesedihannya, dan memudahkan untuk menyanggah musibahnya.


    Dalam kitab Imam Tirmidzi dan kitab Sunanul Kubra Imam Baihaqi melalui Abdullah ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang berbelasungkawa kepada orang yang tertimpa musibah, baginya pahala yang sama dengan orang yang tertimpa musibah itu.”

    Orang-orang yang berbelasungkawa dan mendoakan orang yang meninggal akan mendapatkan keutamaan balasan surga. Sebagaimana diriwayatkan di dalam kitab Imam Tirmidzi melalui Abu Barazah, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang berbelasungkawa kepada wanita yang ditinggal mati anaknya, kelak dia diberi pakaian burdah di dalam surga.”

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak sekali-kali seorang mukmin berbelasungkawa kepada saudaranya yang tertimpa musibah, melainkan Allah SWT akan memakaikan kepadanya sebagian dari perhiasan kehormatan di hari kiamat.”

    Bacaan Doa untuk Orang Meninggal

    Ketika melakukan takziah, seorang muslim bisa mengucapkan kalimat istirja sebagai doa untuk jenazah.

    Diriwayatkan dari Abu Musa RA dalam hadits At-Tirmidzi, dianjurkan untuk mengucapkan Istirja ketika mendengar seorang anak adam yang meninggal.

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

    Arab latin: Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun

    Artinya: “Sesungguhnya kami berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.”

    Terdapat beberapa doa yang bisa dibacakan untuk orang yang meninggal. Berikut rinciannya:

    1. Doa saat mendengar kabar duka

    إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن وَإِنَّا إليَ رَبِّنِا َلمُنْقَلِبُون الَلهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ ِفي اُلمحِسنِينِ وِاجْعَلْ ِكتابَهُ ِفي ِعلّيِّين وَاْخلُفْهُ في أَهْلِهِ في الغَابِرين وَلا تحَرِْمْنا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

    Arab Latin: Innalillahi wa inna ilahi raji’un, wa inna ila rabbina lamunqalibun, allahummaktubhu indaka fil muhsinin, waj’al kitabahu fi’illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil ghabirin, wa la tahrimnaa ajrahu wala taftinna ba’dahu.

    Artinya: “Sesungguhnya kamu milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami kembali. Ya Allah, tuliskan-lah ia di sisi-Mu termasuk golongan orang-orang yang baik. Jadikan-ah catatannya di illiyyin. Ganti-lah ia di keluarganya dari orang-orang yang meninggalkan. Jangan-lah Engkau haramkan bagi kami pahalanya dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya.”

    2. Doa untuk orang meninggal

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Arab latin: Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    3. Doa untuk orang meninggal perempuan

    للَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab Latin: Allaahummaghfir lahaa warhamhaa wa’aafi haa wa’fu anha wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah, dan lepaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan, muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkan pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungi-lah dari siksa kuburnya serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    4. Doa untuk orang meninggal laki-laki

    لَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

    Arab Latin: Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’madkhola hu wahgsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa’aidz hu min’adzaabil qobri wa fitnati hi wa min’adzaabin naar.

    Artinya: “Ya Allah, ampuni-lah, rahmati-lah, bebaskan-lah dan lepaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah dia. Dan muliakan-lah tempat tinggalnya, luaskan-lah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkan-lah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran.

    Dan ganti-lah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungi-lah dari siksa kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.”

    5. Doa saat takziah

    أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لمَيِّتِكَ

    Arab Latin: A’dlamallahu ajraka wa ahsana aza’aka wa ghafaraka li mayyitika

    Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.”

    إِنَّ لِلهِ تَعَالى مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى فمُرْهَا فَلْتَصْبرْ وَلْتَحْتَسِبْ

    Arab Latin: Inna lillahi taala ma akhadza wa lahu ma a’tha wa kullu syai-in ‘indahu bi ajalin musamma famurha faltashbir wa tahtasib

    Artinya: “Sesungguhnya Allah maha memiliki atas apa yang dia ambil dan dia berikan. Segala sesuatu mempunyai masa-masa yang telah ditetapkan di sisi-Nya. Hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala dari Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com