Tag: hikmah

  • Doa Sehabis Adzan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa sehabis adzan termasuk ke dalam amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dianjurkan karena waktu antara adzan dan iqamah dianggap sebagai momen doa yang mustajab.

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu.” (HR Ahmad)


    Adzan sendiri artinya seruan dari seorang muadzin yang diberikan kepada muslim untuk mengumumkan waktu salat. Biasanya, adzan dikumandangkan di tempat terbuka atau tempat ibadah Islam seperti masjid dan mushola.

    Qurthubi melalui Fikih Sunnah – Jilid 1 oleh Sayyid Sabiq, menjelaskan bahwa adzan di lihat dari lafalnya mengandung beberapa hal terkait akidah. Dimulainya adzan dengan takbir menerangkan adanya Allah SWT, juga sifat kesempurnaan-Nya, serta pujian atas keesaan-Nya.

    Doa Setelah Adzan Beserta Artinya

    Mengutip Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi, berikut doa sesudah adzan yang diriwayatkan oleh Al Bukhari. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Arab latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.”

    Khusus untuk adzan magrib, seorang muslim bisa menambahkan bacaan sebagai berikut:

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    Selain itu, terdapat juga pembeda pada doa setelah adzan Subuh. Berikut lafaznya,

    اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

    Arab latin: “Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii”

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”

    Keutamaan Adzan

    Adzan mengandung banyak keutamaan, berikut beberapa di antaranya yang dikutip dari buku Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 karya Imam an-Nawawi terjemahan Misbah.

    1. Dosa Muadzin Diampuni

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya membacakan sholawat kepada orang yang berada di shaf pertama. Dan bagi muadzin, dia akan diampuni dosanya sepanjang suaranya dan kalimat yang dikumandangkan dibenarkan oleh siapa saja yang mendengarnya, termasuk tumbuhan basah maupun kering. Dan baginya adalah pahala orang yang mengikuti salat bersamanya.” (HR Ahmad dan Nasai)

    2. Dimasukkan ke Dalam Surga

    Keutamaan lainnya dari kaum muslimin yang segera sholat setelah mendengar adzan niscaya dimasukkan ke dalam surga. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Tuhanmu merasa heran dari orang yang menggembala kambing di lereng bukit. Dia mengumandangkan adzan untuk salat kemudian melaksanakan salat. Allah SWT kemudian berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan adzan kemudian mendirikan salat karena takut kepada-Ku. Sungguh aku telah mengampuni hamba-Ku dan aku memasukkannya ke dalam surga.’” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Nasai)

    3. Membuat Setan Melarikan Diri

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Apabila dikumandangkan adzan untuk salat, maka larilah setan dengan mengeluarkan kentut agar ia tidak mendengar adzan itu. Dan apabila adzan telah selesai dikumandangkan, maka setan datang lagi. Apabila dikumandangkan iqamat, maka setan lari sampai iqamat itu selesai. Apabila iqamah telah selesai, maka setan datang lagi untuk membisiki hatinya. Ia berkata, ‘Ingatlah ini, dan ingatlah itu.’ Padahal ia tidak ingat akan hal itu sebelumnya, hingga seseorang tidak tahu berapa rakaat yang telah dikerjakannya dalam sholat (HR Bukhari dan Muslim)

    Itulah doa sehabis adzan disertai keutamaan adzan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits tentang Hari Kiamat, Muslim Sudah Tahu?


    Jakarta

    Kiamat merupakan peristiwa besar di mana seluruh alam semesta akan mengalami kehancuran. Mempercayai adanya kiamat termasuk ke dalam rukun iman kelima.

    Tidak ada yang tahu pasti terkait kapan hari akhir ini tiba. Meski demikian, dalam sejumlah ayat Al-Qur’an disebutkan mengenai tanda-tandanya, salah satunya pada surah Al Qamar ayat 1-2.

    اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ ١


    وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ ٢

    Artinya: “Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah. Jika mereka (kaum musyrik Mekkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, ‘(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”

    Menukil buku Fikih Akhir Zaman oleh Dr KH Rachmat Morado Sugiarto Lc M A Al Hafizh, tanda kiamat terbagi menjadi dua yaitu kecil dan besar. Tanda-tanda kiamat kecil muncul setelah Nabi SAW wafat. Sementara itu, tanda-tanda kiamat besar adalah tanda yang akan terjadi berdekatan dengan hari kiamat.

    Hadits tentang Hari Kiamat

    Berikut sejumlah hadits yang menjelaskan terkait hari kiamat sebagaimana dinukil dari buku Tanda-Tanda Kiamat tulisan Mahmud Rajab Hamady.

    1. Kemunculan Dajjal sebagai Tanda Kiamat

    Rasulullah SAW bersabda,

    وَاللهِ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتّى يَخْرُجَ ثَلاثُونَ كَذَّابًا آخِرُهُمُ الأَعْوَرُ الدَّجَّالُ

    Artinya: “Demi Allah SWT! Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul 20 orang pendusta, yang diakhiri oleh pendusta bermata satu (Dajjal).” (HR Ahmad)

    2. Rasulullah SAW Diutus di Akhir Zaman

    Diriwayatkan dari Sahal ibn Sa’ad RA,

    رَأَيْتُ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بِإِصْبَعَيْهِ هَكَذَا بِالْوُسْطَى وَالَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ، بُعِثْتُ وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ

    Artinya: “Aku melihat Rasulullah SAW mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari Tengah yang dirapatkan, seraya berkata: ‘Aku diutus sedangkan jarak antaraku dan kiamat seperti dua jari ini.’” (HR Bukhari)

    3. Banyak Orang Mengaku Utusan Allah SWT

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاثِينَ كلهُمْ يَزْعَمُأَنَّهُ رَسُوْلُ الله

    Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul para pendusta. Jumlah mereka kurang lebih 30 orang dan seluruhnya mendakwakan diri bahwa mereka adalah Rasulullah (utusan Allah).” (HR Bukhari)

    4. Tanda Kiamat Peperangan Dua Kelompok

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda,

    لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَقْتَتلَ فَئَتَان تَكُونُ بَيْنَهُمَا مَقْتَلَةٌ عَظِيمَةٌ

    دَعْوَتُهُمَا وَاحِدَةٌ

    Artinya: “Hari Kiamat tidak akan terjadi, hingga dua kelompok berperang. Pembunuhan besar-besaran akan berlangsung dan mereka berperang dengan tuntutan yang sama.” (HR Bukhari Muslim)

    5. Waktu Terasa Cepat

    Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berjalan cepat; setahun seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, sepekan seperti sehari dan sehari seperti sesaat, seperti cepatnya pelepah kurma yang kering terbakar.” (HR Tirmidzi)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bulan Syaban dan Berbagai Amalan Lainnya yang Bisa Dikerjakan



    Jakarta

    Syaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Islam. Pada bulan ini, banyak amalan yang bisa dikerjakan oleh kaum muslimin.

    Penamaan bulan Syaban berasal dari kata Syabaa yang artinya merekah. Sebab, bulan Syaban berada di antara dua bulan mulia yaitu Rajab dan Ramadhan.

    Kemuliaan bulan Syaban tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi,


    “Bulan Syaban–bulan antara Rajab dan Ramadhan–adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR Nasa’i)

    Menukil buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban tulisan Dra Udji Asiyah M Si, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa bulan Syaban menjadi momen di mana amal manusia diangkat kepada Allah SWT. Singkatnya, Syaban merupakan bulan naiknya berbagai amalan ke hadirat Allah SWT seperti diterangkan dalam surat Al Ma’arij ayat 4,

    تَعْرُجُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

    Artinya: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.”

    Selain itu, pada bulan Syaban ada juga doa yang bisa dibaca oleh kaum muslimin. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW dan berisi harapan agar Allah SWT memberi cukup umur agar bisa menyambut Ramadhan.

    Doa Bulan Syaban

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut bacaan doa bulan Syaban yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

    Arab latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wa sya’bâna wa ballighnâ ramadhânâ

    Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Bulan Ramadhan.”

    Amalan-amalan di Bulan Syaban

    Mengutip buku Amalan Ringan Berpahala Istimewa Seputar Puasa, Sedekah, dan Haji karya Abdillah F Hasan, ada sejumlah amalan yang bisa dikerjakan ketika bulan Syaban. Antara lain sebagai berikut,

    1. Puasa Sunnah

    Sebagaimana dijelaskan dalam hadits, dari Anas Ra, “Puasa manakah yang paling afdal setelah puasa Ramadhan?” Rasulullah menjawab, “Puasa Syaban untuk mengagungkan Ramadhan.”

    Di bulan ini, Rasulullah SAW melakukan puasa sunah terbanyak dibanding bulan-bulan lain (selain Ramadhan).

    Mengapa puasa di bulan Syaban menjadi perhatian penting? Dari segi jasmani, dengan memperbanyak puasa sunnah pada Syaban, seorang muslim akan semakin siap dalam menghadapi puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

    Menurut Ibnu Rajab, kedudukan puasa Syaban di antara puasa yang lain sama dengan kedudukan salat sunnah rawatib terhadap salat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib.

    Keutamaan puasa di bulan Syaban, sebagaimana diriwayatkan Usamah bin Zaid ra., ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan-bulan lain seperti engkau berpuasa pada bulan Syaban.”

    Rasulullah menjawab, “Bulan itu (Syaban) adalah bulan yang dilupakan oleh manusia, yaitu bulan di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Tuhan semesta alam. Aku suka amal-amalku diangkat, sementara aku sedang berpuasa.” (HR Abu Daud dan Nasa’i)

    2. Memperbanyak Sholawat

    Amalan lainnya yang dapat dikerjakan di bulan Syaban ialah memperbanyak sholawat. Mereka yang membiasakan diri di bulan ini untuk berlomba meraih pahala, akan memperoleh kemenangan di bulan Ramadhan.

    Syaban adalah bulan Rasulullah SAW seperti yang telah disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.”

    3. Membayar Utang Puasa

    Bulan Syaban adalah kesempatan untuk mengqadha utang puasa Ramadhan yang lalu sebelum datangnya Ramadhan berikutnya.

    Aisyah berkata: “Aku punya utang puasa Ramadhan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Syaban, karena sibuk melayani Nabi.” (HR Bukhari dan Muslim)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Rezeki Tak Terputus, Yuk Amalkan Setiap Hari


    Jakarta

    Doa agar rezeki tak terputus sudah sepatutnya diamalkan oleh kaum muslimin. Selain berikhtiar, menyerahkan segala sesuatu kepada Allah sekaligus memohon kepada-Nya merupakan kebutuhan tiap hamba.

    Pada dasarnya, rezeki menjadi hak seluruh makhluk hidup termasuk manusia. Jadi, rezeki tidak hanya berupa harta melainkan juga nikmat yang Allah SWT berikan, seperti sehat, umur panjang, mudah jodoh hingga terhindar dari segala marabahaya.

    Allah SWT berfirman dalam surat Saba ayat 36,


    قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

    Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa yang bisa dipanjatkan agar rezeki kaum muslimin lancar dan tidak terputus. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa susunan Abd Rohim dan arsip detikHikmah.

    Kumpulan Doa agar Rezeki Tak Terputus dan Berlimpah

    1. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Pertama

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَزَقَنِي هَذَا مِنْ خَيْرٍ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ.

    Arab latin: Alhamdu lillaahil ladzii rozaqonii haadzaa min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin. Alloohumma baarik fiihi.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberi rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku. Ya Allah, semoga Engkau berkahi rezekiku.”

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَعِيمًا مُقِيمًا الَّذِي لَا يَحُولُ وَلَا يَزُولُ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْأَمْنَ يَوْمَ الْخَوْفِ.

    Arab latin: Alloohuma innii as-alukan naʼiimal muqiimal ladzii laa yahuulu wa laa yazuulu. Alloohumma innii as- alukal amna yaumal khouf.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu nikmat yang kekal, yang tidak berpindah dan hilang. Ya Allah, aku memohon kepada- Mu keamanan pada hari ketakutan.”

    2. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Kedua

    اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مَا يَكْفِينِي وَامْنَعْنِي مَا يُطْعِيْنِي.

    Arab latin: Alloohummarzuqnii maa yakfiinii wamna’ ‘annii maa yuthghiinii.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku rezeki yang cukup dan baik, cegahlah diriku dari rezeki yang mencelakakan aku.”

    3. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَأَضَيْرٍ وَلَا نَصَبِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

    Arab latin: Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin wa laa nashobin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.

    Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau rezeki yang halal, luas, baik, tanpa kerepotan, kemelaratan, dan tanpa keberatan. Sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.”

    4. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Keempat

    رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

    Arab latin: Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir

    Artinya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku

    5. Doa agar Rezeki Tak Terputus Versi Kelima

    اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab latin: Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maa’idatam minas samaa’i takunu lana ‘iidal li’awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam mingka warzuqnaa wa anta khairur raaziqiin.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Adzan dan Tiga Anjuran ketika Mendengarnya


    Jakarta

    Adzan merupakan seruan bagi kaum muslimin untuk menunaikan salat lima waktu. Usai dikumandangkan, umat Islam disunnahkan membaca doa setelah adzan.

    Hal tersebut diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Jabir RA,

    “Siapa saja yang berdoa ketika mendengar seruan adzan ‘Allahumma rabba hadzihid dakwatit tammah, was shalatil qa’imah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqamam mahmudanil ladzi wa’attah,’ niscaya jatuhlah syafaatku padanya di hari kiamat.” (HR Bukhari)


    Amalan tersebut baik untuk dikerjakan karena waktu antara adzan dan iqamah dianggap mustajab. Terkait hal ini disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya,

    “Sesungguhnya doa yang tidak tertolak adalah doa antara adzan dan iqamah, maka berdoalah pada saat itu.” (HR Ahmad)

    Lantas, seperti apa bacaan doa setelah adzan?

    Bacaan Doa setelah Adzan

    Berikut bacaan doa setelah adzan yang disebutkan dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al Faifi,

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَكَ لاَ تُخْلِفُ اْلمِيْعَاد

    Arab latin: Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa’adtahu innaka la tukhliful mi’ad.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki sholat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan.” (HR Bukhari)

    Ada bacaan doa khusus untuk adzan Maghrib dan Subuh. Berikut tambahan bacaan untuk adzan Maghrib,

    اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وإدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ ليْ

    Arab latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini menjelang datang malam-Mu, dan telah berlalu siang-Mu, telah diserukan seruan-Mu, maka ampunilah aku.”

    Sementara itu, bacaan doa adzan Subuh berbunyi:

    اللهم هَذَا إِقْبَالُ هَارِنَكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

    Arab latin: Allahumma hadza iqbaalu nahaarika wa idbaaru lailika wa ashwaatu du’aaika faghfir lii.

    Artinya: “Ya Allah, ini adalah (saat) datangnya siang-Mu, dan perginya malam-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku.”

    Tiga Anjuran ketika Mendengar Adzan

    Merangkum arsip detikHikmah, setidaknya ada tiga hal yang dianjurkan bagi seorang muslim ketika adzan berkumandang. Hal ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Muslim,

    “Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian membacalah sholawat untukku. Sebab barang siapa yang membaca sholawat untukku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Sebab wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafaatku.” (HR Muslim)

    Demikian doa setelah adzan dan tiga hal yang dianjurkan untuk dilakukan ketika mendengarnya. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Meminta Keturunan: Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Memperoleh keturunan yang saleh dan salehah merupakan salah satu tujuan pernikahan. Namun, tidak semua pasangan langsung diberi keturunan, bahkan ada beberapa di antaranya yang harus menunggu cukup lama. Berkaitan dengan itu, ada doa meminta keturunan yang dapat dibaca kaum muslimin.

    Allah SWT berfirman dalam surat An Nahl ayat 72,

    وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ


    Artinya: “Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”

    Menurut Tafsir Imam Al Qurthubi, ayat di atas menyebut bahwa keturunan yang dikaruniai Allah SWT pada setiap pasangan suami istri merupakan tanda kebesaran Allah SWT.

    Kumpulan Doa Meminta Keturunan

    Merangkum arsip detikHikmah dan buku Tanya Jawab Islam oleh PISS KTB karya Rizem Aizid, berikut sejumlah doa yang dapat dipanjatkan untuk meminta keturunan.

    1. Doa Meminta Keturunan

    رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

    Arab latin: Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn(a).

    Artinya: (Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

    Doa di atas dibaca oleh Nabi Ibrahim AS ketika memohon kepada Allah SWT agar diberi keturunan yang saleh. Doa ini merupakan ayat ke-100 dari surat As Saffat.

    2. Doa Mendapat Keturunan yang Baik

    رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

    Arab latin: Rabbi hab lī mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samī’ud-du’ā`

    Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (QS Al Anbiya: 89)

    Atau doa berikut,

    رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

    Arab latin: Rabbij’alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du’ā`

    Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

    3. Doa Memohon Anak Saleh

    اللّهُمَّ انْشَأةً نَشْأَةً صَالِحَةً وأَحْيِهِ حَيَاةً ِطَيِّبَةً واشْعَدْهُ سَعَادَةَ الحُسْنَى واجْعَلْهُ بَارًا لِوَالِدَيْهِ غَيْرَ عَاقٍ لهما واجْعَلْهُ مِن َالصَّالحِيْنَ الْعَارِفِيْنَ الْعَامِلِيْنَ وَكُفُّهُ شَرَّ نَظْرَةِ الْعَيْنِ والْحَاسِدِيَنَ وأَعِذْهُ عَن خَلْقِكَ أَجْمَعِيْنَ ولا تُوَجِّهْهُ إلَّا لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ واغْفِرْ لِوَالِدَيْهِ أَجْمَعِيْن ياَ رَبَّ الْعَالَمِيْن

    Arab latin: Allahummansya’hu nasy-atan sholihatan wa ahyiha hayatan thoyyibatan was’ad-hu sa’adatil husnaa. Waj’alhu baron liwaalidaihi ghoiro ‘aaqin lahumaa. Waj’alhu minash shoolihiinal ‘arifiinal ‘amiliina. Wa kuffathu syarro nazh rotil aini wal haasidiina. Wa a’idzhu an kholqika ajma’iina. Walaa tuwaijihhu illa liwajhikal kariimi. Waghfir liwalidaihi aj’maina. Yaa rabbal ‘alamiin.

    Artinya: “Ya Allah, tumbuhkanlah ia menjadi anak yang saleh. Hidupkanlah ia pada kehidupan yang baik. Jadikan ia sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Tidak durhaka kepada keduanya. Ya Allah, jadikanlah ia ke dalam golongan orang-orang saleh, bijaksana. dan gemar beramal. Jauhkanlah ia dari pandangan mata yang buruk dan orang-orang yang hasud. Lindungilah ia dari kejahatan semua makhluk. Jangan hadapkan ia, kecuali kepada-Mu yang mulia. Ampunilah dosa kedua orang tuanya. Ya Tuhan seluruh alam.”

    4. Doa Meminta Keturunan Versi Lain

    “رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا”

    Arab-latin: Robbana hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al Furqan: 74)

    Itulah sejumlah doa yang dapat dibaca untuk meminta keturunan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Allahumma Khirli Wakhtarli, Bisa Dipanjatkan Jelang Nyoblos Pemilu 2024


    Jakarta

    Allahumma khirli wakhtarli adalah penggalan doa istikharah. Bacaan ini bisa dipanjatkan sebelum hendak melakukan pencoblosan surat suara dalam pemilihan umum (pemilu) 2024.

    Menurut buku Serba-serbi Shalat Istikharah tulisan Aini Aryani, istikharah secara bahasa artinya meminta kebaikan pada sesuatu. Jadi, doa dibaca seorang muslim yang meminta bantuan Allah SWT dalam menentukan pilihan terbaik.

    Semua orang tentu menginginkan pemimpin yang jujur, adil dan amanah. Allahumma khirli wakhtarli ini merupakan doa yang bisa dipanjatkan ketika hendak menentukan pilihan calon pemimpin Pemilu 2024.


    Dinukil dari laman Islam QA atau Lembaga Fatwa Dar Al Ifta Mesir, Ibnu Majah menyebut pengamalan doa tersebut merupakan bentuk istikharah seorang muslim.

    Doa Allahumma Khirli Wakhtarli

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut bacaan lengkap Allahumma khirli wakhtarli yang tercantum dalam hadits.

    عن أبي بكر الصديق أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا أراد أمرا قال اللهم خر لي واختر لي

    Artinya: Sayyidina Abu Bakar RA meriwayatkan, “Ketika Nabi SAW bermaksud melakukan sesuatu, dia akan membaca Allahumma khirli wakhtarli (Ya Allah! Jadikan ini baik untuk saya dan pilih opsi yang lebih baik untuk saya).”

    Kumpulan Doa Lain yang Bisa Dibaca Sebelum Mencoblos pada Pemilu 2024

    Selain doa Allahumma khirli wakhtarli, ada juga deretan doa lainnya yang bisa dibaca sebelum mencoblos dalam Pemilu 2024. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat tulisan Ustaz Enjang Burhanudin.

    1. Doa Memohon Pemimpin yang Baik

    اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

    Arab latin: Allahuma ‘aslih wulat ‘umurina, aallahuma wafiqhum lima fih salahuhum wasalah al’iislam walmuslimina, aallahuma ‘aeinhum ealaa alqiam bimahamihim kama ‘amartahum ya rabbal alamin. Allahuma ‘abid ‘anhum bitanatassu’i walmufsidin waqarib ‘iilayhim ‘ahl alkhayr walnaasihin ya rabbal alamin, Allahuma ‘aslih wulat ‘umur almuslimin fi kuli makanin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

    2. Doa Terhindar dari Pemimpin Bodoh

    اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

    Arab latin: Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha’

    Artinya: “Ya Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.”

    3. Doa Sebelum Mencoblos

    اللَّهُمَّ يَا سَلَامُ يَامُؤْمِنُ سَلِّمْنَا وَأَمِّنَا وَسَلَّمْ وَامِّنْ شُعْبَ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَزُعَمَائِهِمْ اللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نستغيث

    Arab latin: Allahumma ya salam yamu’minu sallimna wa’ammina wasallam wammin syu’aiba ‘iindunisiya wazu’amayihim, allahumma ya hayyu ya qayum birahmatika nastaghitsi.

    Artinya: “Ya Allah, ya Tuhan kami Yang Maha Penyelamat dan Pemberi aman, berikanlah keselamatan dan keamanan kepada kami dan bangsa Indonesia serta para pemimpin kami. Ya Allah, ya Tuhan kami Yang Maha Pengatur, atas belas kasihan-Mulah kami mengharap pertolongan.”

    Demikian bunyi doa Allahumma khirli wakhtarli dan doa-doa terkaitnya. Semoga doa di atas dapat membantu kita menentukan pemimpin yang baik dan adil.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Memohon Pemimpin yang Baik, Dibaca agar Dijauhkan dari Pemimpin Zalim



    Jakarta

    Doa merupakan media komunikasi antara seorang hamba dengan Allah SWT. Doa juga bisa menjadi amalan ketika hendak memohon segala sesuatu, termasuk meminta diberikan pemimpin yang baik.

    Dalam Islam, seorang pemimpin memiliki kedudukan yang tinggi dan mulia. Menjadi pemimpin yang baik, adil dan dicintai rakyatnya merupakan sebuah kedudukan yang istimewa. Sayangnya, tidak semua pemimpin bisa berlaku adil dan bersikap bijak.

    Masriyah Amva dalam bukunya yang berjudul Indahnya Doa Rasulullah Bagiku, disebutkan seorang pemimpin yang adil akan mendapatkan tempat khusus di sisi Allah SWT. Pemimpin yang bertanggung jawab dalam mengemban amanah merupakan salah satu sosok yang dicintai Allah SWT.


    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakannya dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (HR Muslim)

    Dengan demikian, pemimpin harus dipilih sesuai dengan sikap dan sifatnya. Dan juga sudah menjadi kewajiban bagi seorang pemimpin untuk menjalankan tanggung jawab dengan adil dan bijak.

    Doa Memohon Pemimpin yang Baik

    Setiap orang tentu menginginkan berada di bawah kepemimpinan yang baik. Selain berikhtiar memilih pemimpin yang terbaik, upayakan juga dengan berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari pemimpin yang zalim, bodoh dan tidak bertanggung jawab.

    Seorang Ulama Fudhail bin ‘Iyadh berkata bahwa:

    “Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, maka akan aku tujukan doa tersebut kepada pemimpin.”

    Ada yang bertanya pada Fudhail, “Mengapa bisa demikian?” Ia menjawab, “Jika aku tunjukkan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Akan tetapi kalau aku tunjukkan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.

    Berikut beberapa doa yang bisa dibaca untuk memohon pemimpin yang baik:

    1. Doa memohon pemimpin yang suka menolong

    Doa ini sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 80

    وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا

    Arab-Latin: Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj’al lī mil ladungka sulṭānan naṣīrā

    Artinya: Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

    2. Doa memohon pemimpin yang baik

    اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

    3. Doa memohon pemimpin terbaik

    اللَّهُمَّلَاتُسَلِّطْعَلَيْنَا-بِذُنُوْبِنَا-مَنْلَايَخَافُكَوَلَايَرْحَمُناَ

    Arab Latin: Allahumma lâ tusallith ‘alainâ-bidzunübinâ-man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ.

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami-karena dosa-dosa kami-orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami.

    4. Doa agar terhindar dari pemimpin yang bodoh

    اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

    Arab Latin: Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha’

    Artinya: Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.”

    5. Doa agar terhindar dari pemimpin yang tidak takut Allah SWT

    اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

    Arab Latin: Allahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa

    Artinya: “Yaa Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”

    6. Doa Nabi Muhammad SAW

    Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa agar dilindungi dari pemimpin yang zalim. Berikut bacaan doanya,

    اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم

    Artinya: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”. (HR. Muslim)

    Itulah beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk memohon dan mengharapkan pemimpin yang baik, adik serta bijak.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Bertemu Bulan Ramadhan dan Artinya Sesuai Sunnah


    Jakarta

    Doa bertemu bulan Ramadhan bisa dibaca sebagai cara menyambut bulan suci bagi kaum muslimin. Dalam waktu kurang dari sebulan, umat Islam akan berjumpa dengan bulan Ramadhan.

    Ramadhan identik dengan perintah puasa yang wajib dijalankan oleh kaum muslimin. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 183,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

    Mengutip buku Step by Step Puasa Ramadhan bagi Orang Sibuk tulisan Gus Arifin, Ramadhan menjadi momentum mengasah jiwa untuk berpuasa dan melakukan amal kebajikan lainnya. Karenanya, Ramadhan harus disambut dengan suka cita.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kepada kamu sekalian untuk berpuasa. Pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka Jahannam dikunci, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka siapa yang tidak berusaha untuk mendapatkan kebaikannya, maka luputlah semua kebaikannya.” (Muttafaq ‘Alaih).

    Doa Bertemu Bulan Ramadhan: Arab, Latin dan Arti

    Berikut sejumlah doa bertemu bulan Ramadhan yang dikutip dari buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah susunan Abdullah Zaedan dan buku Doa dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya M Quraish Shihab.

    1. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ أَهْلُهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَ الْإِيْمَانِ وَ السَّلَامِ وَ الْإِسْلَامِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَ ارْضَى رَبِّي وَ رَبُّكَ اللَّهُ

    Arab latin: Allahumma ahluh ‘alaynâ bil al-yumn wa al-îmân wa as-salâm wa al-islâm wa at-tawfiq limâ tuhibbu wa irdhâ Rabbi wa Rabbuk Allah.

    Artinya: “Ya Allah hadirkanlah kepada kami bulan (Ramadhan) ini dengan keberkatan dan keimanan dan dengan damai dan Islam, serta bimbingan dan keberhasilan melakukan apa yang Engkau senangi. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kedua

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ اللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ وَجَعَلْتَهُ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ اللَّهُمَّ فَبَارِكْ لَنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَصَلَوَاتِهِ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا

    Arab latin: Bismillabir-rahmanir-rahim (i). Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa âli Muhammad. Allahumma innabu qad dakhala syahru ramadhan(a). Allahumma rabba syahri ramadhânal-ladzi anzalta fibil-qur’ân(a). Wa ja’altabu bayyinatin minal-buda wal-furqan (i). Allahumma fabárik lanâ fî syahra ramadhâna wa a’innâ ‘alâ shiyâmihi wa shalawatibi wa tagabbalbu minna

    Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, sungguh bulan Ramadhan telah tiba. Ya Allah, Tuhan Pemilik bulan Ramadhan, yang di dalamnya Engkau turunkan Alquran. Dan menjadikannya sebagai penjelas antara petunjuk dan pembeda. Ya Allah, berkatilah kami di bulan Ramadhan, bantulah kami dalam menunaikan puasanya dan salat serta terimalah amalan-amalan kami di dalamnya.”

    3. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Ketiga

    اللَّهم سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

    Arab latin: Allaahumma sallimnii li-ramadhaana, wa sallim lii rama- dhaana, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa

    Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku dengan selamat ke Ramadhan, sampaikan Ramadhan kepadaku, dan terimalah amalku di bulan Ramadhan.”

    4. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Keempat

    اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

    Arab latin: Allaahumma ahlilhu ‘alainaa bil-yumni wal-iimaani was sa- laamati wal-islaami rabbii wa rabbukallaah

    Artinya: “Ya Allah, terbitkanlah bulan tersebut kepada kami dengan berkah, iman, keselamatan, serta Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR Tirmidzi & Ahmad)

    5. Doa Bertemu Bulan Ramadhan Versi Kelima

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَلَّ بِنَا فَأَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِأَمْنٍ وَأَمَانٍ وَصِحَّةٍ مِنَ السَّقَمِ وَبِالْفَرَاغِ مِنَ الشُّغْلِ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ حَتَّى يَنْقَضِيْ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَضِيْتَ عَنَّا

    اللَّهُمَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ قَدْ حَصَّ فَسَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا لَهُ فِي سُرُوْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَبِقَبُوْلٍ مِنْكَ وَامْتِثَالِ أَمْرِكَ وَاجْتِنَابِ نَهْيِكَ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْكَسَلَ وَالْفَتْرَةَ وَالسَّئَامَةَ وَارْزُقْنَا فِيْهِ الْخَيْرَ وَالْجَدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْآجْرَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ كَمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى

    Arab latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma haadza syahru rama- dhaana qad halla binaa fa adkhilhu ‘alainaa bi-amnin wa amaanin wa sihhatin minas saqami wa bil-faraaghi minas syughli wa a’inna ‘alash shiyaami wal qiyaami wa qiraa-atil qur’aani hattaa yanqadhii ‘annaa wa ghafarta lanaa wa radhiita ‘anna

    Allaahumma haadza syahru ramadhaana qad hashsha fa- sallimhu lanaa fii suruurin minka wa ‘aafiyatin. Allaahummar zuqnaa shiyaamahu wa qiyaamahu wa bi-qabuulin minka wam-titsaali amrika waj-tinaabi nahyika. Allaahummarfa’ ‘annal kasala wal fatrata was sa-aamata war zuqna fiihil khaira wal jadda wal ijtihaada wal ajra wal quwwata wan nasyaatha kamaa tuhibbu wa tardhaa

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba dalam kehidupan kami, maka masukkanlah ia (Ramadhan) dalam kehidupan kami dengan penuh ketenteraman, keamanan, dan kesehatan dari penyakit serta kesempatan yang jauh dari kesibukan. Bantulah kami untuk melakukan puasa dan ibadah di malam harinya, dan membaca Al-Qur’an hingga Ramadhan berlalu dari kehidupan kami, berilah kami ampunan dan keridhaan.

    Ya Allah, bulan ini adalah bulan Ramadhan, sungguh ia (Ramadhan) telah tiba waktunya, maka sampaikanlah ia bagi kehidupan kami dan sampaikanlah kami kepada Ramadhan dalam keadaan bahagia dan sehat sentosa. Ya Allah, berilah kami rezeki berupa kemampuan untuk berpuasa dan beribadah dan pengabulan puasa dari-Mu, melaksanakan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu. Ya Allah, hilangkanlah dari diri kami rasa malas untuk berpuasa, ketidakberdayaan, rasa bosan, berilah kami rezeki di bulan Ramadhan berupa kebaikan, kesungguhan, keseriusan, pahala, kekuatan, semangat sebagaimana yang Kau cintai dan Kau ridhai.”

    Itulah beberapa doa bertemu bulan Ramadhan untuk menyambut bulan suci. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Tawasul Yasin Lengkap dengan Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Tawasul Yasin adalah bacaan doa yang dipanjatkan sebelum yasinan. Tawasul sendiri berasal dari kata al-wasilah yang artinya menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu.

    Mengutip buku Tiga Permata Agama: Kajian Ushul dan Furu Surat Al-Fatihah susunan Dian Erwanto, tawasul termasuk ke dalam amalan yang disyariatkan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Di Indonesia, tawasul disebut sebagai jembatan penghubung untuk bisa sampai ke junjungan Nabi SAW.

    Tawasul dimaknai sebagai metode untuk berdoa dan membuka pintu-pintu yang mengarah kepada Allah SWT. Tawasul juga diartikan sebagai cara berdoa kepada Allah SWT dengan melibatkan orang yang dicintai-Nya, seperti nabi, wali, atau tokoh agama. Tentunya dibaca dengan tetap mengharapkan pertolongan hanya dari Allah SWT semata.


    Bacaan Tawasul Yasin

    Dijelaskan oleh M N Ibad melalui karyanya yang bertajuk Dzikir Agung Para Wali Allah, tawasul menjadikan wasilah memiliki kedudukan dan kemuliaan di sisi Allah SWT. Tawasul bisa dimulai dengan membaca surat Al Fatihah, ayat kursi, tahlil, istighfar, sholawat, dan semacamnya.

    Berikut bacaan tawasul Yasin sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.

    1. Pembukaan Tawasul Yasin

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
    اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Arab latin: Bismillahirahmanirrahim. Ilaa hadhratin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wasallama wa aalihi wa shahbihi syaiun lillaahi lahumul faatihah.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua.”

    2. Tawasul Yasin kepada Para Nabi, Rasul dan Orang Saleh

    ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدنَا الشَّيْخِ عَبْدِ اْلقَادِرِ الجَيْلاَنِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَة

    Arab latin: Tsumma ilaa hadrati ikhwaa nihi minal anbiyaa-i wal mursalin wal awliya-i wasy-syuhadaa-i wash-sholihina wash-shohabati wattaa bi’ina wal ‘ulamaa-i wal mushonnifina wa jami’il malaa ikatil muqorrobin khushuson sayyidnaa assyaikhi i’bdilqodir aljailani radhiyallahu ‘anhu Al-Fatihah…

    Artinya: “Selanjutnya, kami berdoa untuk seluruh sahabat dan keluarga Nabi, para wali, syuhada, orang-orang sholeh, sahabat-sahabat Nabi dan generasi sesudahnya, para ulama, pengarang-pengarang yang ikhlas, serta para malaikat yang selalu mendekat kepada Allah. Dan yang terutama, kami menghaturkan doa Al-Fatihah untuk penghulu kami, Sheikh Abdul Qodir Al Jailani. Al-Fatihah…”

    3. Tawasul Yasin kepada Ahli Kubur

    ثُمَّ إلَى جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ إلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اَلْفَاتِحَة…. (Nama arwah yang dikirimi hadiah tahlil) اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا

    Arab latin: Tsumma ilaa jamii’i ahlil kuburi minal muslimiina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati min masyariqil ardhi ilaa maghari biha barrihaa wa bahri ha khushuu shon abaa anaa wa ummahaa tinaa wa ajdaa danaa wa jaddaa tina wa masyaa yikhana wa masyaa yikha masyaa yikhinaa wa limanij tama’naa hahunaa bisababihi wa khushuson … (sebutkan nama orang yang dituju) Al-Fatihah

    Artinya: “Selanjutnya, kepada semua ahli kubur dari kalangan kaum muslimin, baik laki-laki maupun perempuan. Dan kepada kaum mukminin, baik laki-laki maupun perempuan, yang tersebar dari wilayah timur hingga barat, baik di darat maupun di laut. Khususnya, doa ini kami tujukan untuk bapak-bapak kami, para ibu kami, nenek-nenek kami baik yang laki-laki maupun perempuan, juga untuk para guru besar kami dan para guru besar mereka, guru-guru kami, para gurunya guru kami, serta kepada semua yang telah menyebabkan kami berkumpul di sini. Dan khususnya untuk arwah …(sebutkan nama si mayit)… Al-Fatihah.”

    Itulah doa tawasul Yasin. Setelah membacanya, kaum muslimin bisa melanjutkannya dengan surat Yasin.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com