Tag: hikmah

  • Kumpulan Hadits tentang Puasa Syawal, Amalan Sunnah yang Dianjurkan Nabi SAW


    Jakarta

    Hadits tentang puasa Syawal menjelaskan terkait keutamaan amalan tersebut. Pada dasarnya, bulan Syawal memiliki sejumlah keutamaan jika diisi berbagai amalan sunnah.

    Meski dinamakan puasa Syawal, amalan ini tidak dikerjakan pada permulaan Syawal atau 1 Syawal. Sebab, permulaan Syawal bertepatan dengan Idul Fitri yang mana haram hukumnya apabila seorang muslim melaksanakan puasa di hari tersebut.

    Dari Abu Sa’id Al Khudri RA, ia berkata:


    “Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR Muslim)

    Hadits tentang Puasa Syawal

    1. Hadits Ketentuan Puasa Syawal

    Ketentuan tentang puasa Syawal sebanyak enam hari, didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut,

    “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh.” (HR Muslim)

    Mengutip buku Yang Harus diketahui dari Puasa Syawal oleh Ahmad Zarkasih, Lc. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut memiliki sanad yang mencapai derajat shahih. Adapun banyaknya pahala yang diterima atau dihasilkan oleh umat Muslim yang menjalankan puasa Syawal merupakan anugerah Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad.

    2. Hadits Keutamaan Puasa Syawal

    Hadits lainnya juga menjelaskan keutamaan puasa Syawal dalam redaksi berbeda,

    “Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah)

    3. Hadits Anjuran Puasa Syawal

    Selain hadits-hadits sebelumnya, ada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan nada serupa,

    “Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Puasalah di Bulan Syawal.” Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Sunan Ibnu Majah)

    4. Hadits Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

    Berdasarkan buku Rumedia-The Tausiyah tulisan David Alvitri, Salah satu hukum berpuasa Syawal adalah dilaksanakan mulai sejak tanggal dua Syawal. Hal ini seperti dalam hadits yang disebutkan oleh Abu Sa’id al-Khudri:

    “Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (Maksudnya tanggal satu Syawal dan sepuluh Dzulhijjah).” (HR Muslim)

    Haruskah Puasa Syawal Dilaksanakan Berturut-turut Selama 6 Hari?

    Menurut buku Daqu Method dalam Tinjauan Pendidikan Islam oleh Tarmizi As Shidiq, Imam Syafi’i dan Imam An-Nawawi berpendapat puasa Syawal lebih dianjurkan untuk diamalkan selama enam hari secara berurutan mulai dari awal bulan, yaitu 2-7 Syawal.

    Hal senada diyakini oleh mazhab Hambali dalam buku Dialog Lintas Mazhab Fiqh Ibadah dan Muamalah karya Asmaji Muchtar. Dikatakan, lebih utama puasa enam hari di bulan Syawal tanpa terputus.

    Meski demikian, dijelaskan melalui buku Dalam Naungan Bulan Penuh Kemuliaan: Fikih Ramadan 4 Mazhab tulisan Gus Arifin, ulama mazhab Syafi’i menyebut puasa Syawal yang diamalkan secara dipisah atau dilakukan pada akhir Syawal juga tetap memiliki keutamaan dalam pengamalannya.

    Wallahu’alam bishawab.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Berangkat Perjalanan, Bisa Dibaca saat Pulang Mudik


    Jakarta

    Doa berangkat perjalanan bisa diamalkan saat pulang mudik lebaran. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita senantiasa memanjatkan doa ketika akan melakukan berbagai aktivitas.

    Imam An-Nawawi melalui kitabnya yang berjudul Al-Adzkar menyebut bahwa Rasulullah SAW juga membaca doa ketika ingin melakukan perjalanan. Dari Abdullah bin Sarjis RA, ia berkata:

    “Jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan beliau meminta perlindungan dari beratnya perjalanan, buruknya tempat kembali dan kebengkokan setelah lurus, doanya orang-orang dizalimi, serta buruknya pandangan dan harta.” (HR Muslim)


    Kumpulan Doa Berangkat Perjalanan

    1. Doa Berangkat Perjalanan Versi Pertama

    Mengutip buku Doa & Zikir Mustajab untuk Muslimah susunan H Muhammad Rahmatullah, Abdullah bin Sarjis berkata bahwa apabila Rasulullah melakukan perjalanan jauh, beliau berdoa,

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.”

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Teman dalam perjalanan, dan Pengganti dalam keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dan kesedihan saat kembali, serta dari kekafiran setelah iman, dan dari doa orang yang dizalimi dari keburukan pemandangan dalam keluarga dan harta.” (HR Tirmidzi)

    2. Doa Berangkat Perjalanan Versi Kedua

    Berikut doa berangkat perjalanan lainnya yang berasal dari riwayat Muslim dan disebutkan dalam buku 101 Pesan Rasulullah untuk Anak Saleh karya Wulan Mulya Pratiwi,

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allahuma hawwin alaina safarana haadza, wathwi ‘anna bu’dah. Allahuma anta shaahibus safari wal khaliifatu fil maali wal ahli

    Artinya: “Ya Allah permudahlah perjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi harta dan keluarga (yang ditinggal)” (HR Muslim)

    3. Doa Berangkat Perjalanan Versi Ketiga

    Pada riwayat lain yang termuat dalam Kitab Sunan Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dengan sanad yang sahih, dari Ali bin Rabi’ah, sahabat Ali bin Abi Thalib membaca basmalah ketika naik kendaraan. Lalu, ketika telah duduk, dia membaca:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Alhamdulillaahilladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang menundukkan semua ini kepada kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    4. Doa Berangkat Perjalanan Versi Keempat

    Selain itu, melalui buku Bekal Safar tulisan Ustaz Abu Abdil A’la Hari Ahadi, doa yang perlu diamalkan ketika berangkat perjalanan.

    (3x) الحَمْدُ للِه

    Arab latin: Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar

    Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

    Arab latin: Allahumma innaa nas’aluka fii safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)”

    Itulah sejumlah doa berangkat perjalanan yang bisa diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan, Lengkap dengan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa mandi wajib setelah berhubungan badan wajib diamalkan oleh kaum muslimin ketika hendak bersuci dari hadats besar. Perintah mandi wajib tercantum dalam surah Al Maidah ayat 6,

    وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ … 6

    Artinya: “…Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah…”


    Setidaknya ada sejumlah hal yang jadi penyebab mandi wajib. Menukil dari buku Pendidikan Islam Informal susunan Romlah, perkara itu antara lain:

    • Sehabis melakukan hubungan badan
    • Apabila seorang muslim mengeluarkan air mani
    • Selesai haid atau nifas

    Sebelum melakukan mandi wajib, kaum muslimin harus membaca niat atau doa. Hal ini termasuk ke dalam rukun mandi wajib.

    Doa Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa mandi wajib setelah berhubungan badan.

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

    Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

    Tata Cara Mandi Wajib setelah Berhubungan Badan

    Mengutip dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin, berikut tata cara mandi wajib setelah berhubungan badan,

    • Membaca doa mandi wajib setelah berhubungan badan
    • Bersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
    • Mulai membersihkan kotoran-kotoran yang tersembunyi dengan tangan kiri, seperti kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar, dan lain sebagainya
    • Mencuci tangan dengan cara menggosokkan ke sabun atau tanah
    • Berwudhu
    • Menyela pangkal rambut menggunakan jari-jari tangan yang telah dibasuh air hingga menyentuh kulit kepala
    • Membasuh seluruh tubuh dengan air yang dimulai dari sisi kanan lalu kiri
    • Memastikan seluruh lipatan kulit serta bagian yang tersembunyi ikut dibersihkan

    Doa setelah Mandi Wajib

    Selain niat, ada juga doa yang disunnahkan untuk dibaca selesai melaksanakan mandi wajib. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab susunan Isnan Ansory.

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

    Itulah doa mandi wajib setelah berhubungan badan dilengkapi tata cara dan bacaan setelah melakukannya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan setelah Wudhu sesuai Sunnah Rasulullah SAW dan Keutamaan Mengamalkannya


    Jakarta

    Bacaan setelah wudhu termasuk ke dalam sunnah Nabi SAW. Doa ini didasarkan dari sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)

    Wudhu sendiri bertujuan untuk membersihkan diri dari hadats kecil. Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz dalam buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi terjemahan Geis Umar Bawazier mengartikan wudhu sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Wudhu bisa dimaknai bersuci sebelum mengerjakan salat.


    Bacaan setelah Wudhu

    Mengutip buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi bacaan setelah wudhu yang bisa dipanjatkan.

    1. Bacaan setelah Wudhu Versi Panjang

    أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

    2. Bacaan setelah Wudhu Versi Pendek

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

    Tata Cara Wudhu sesuai Sunnah

    Mengutip buku Fikih Sunnah Wanita oleh Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim terjemahan Firdaus, berikut tata cara wudhu sesuai sunnah Nabi SAW.

    1. Berniat dalam hati untuk berwudhu

    نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”

    2. Membaca basmalah

    3. Membasuh kedua telapak tangan tiga kali

    4. Berkumur tiga kali

    5. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

    6. Membasuh seluruh bagian wajah yang terlihat sejumlah tiga kali

    7. Membasuh kedua tangan hingga siku, mulai dari yang kanan lanjut tangan kiri, sebanyak tiga kali

    8.Mengusap kepala tiga kali

    9. Membasuh kedua telinga tiga kali, dengan diawali yang kanan lalu kiri

    10. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki tiga kali, juga dimulai dari kanan kemudian kaki kiri

    11. Panjatkan bacaan setelah wudhu

    Keutamaan Mengamalkan Bacaan setelah Wudhu

    Diterangkan oleh DR H Sagiran dalam buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ dimaknai sebagai orang-orang yang bertobat.

    Dari tobat tersebut dimaknai sebagai bersuci dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita.

    Memanjatkan bacaan setelah wudhu niscaya akan dijadikan orang-orang yang suci oleh Allah SWT. Wallahu’alam bishawab.

    Itulah bacaan setelah wudhu dilengkapi tata cara dan keutamaan mengamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sujud Syukur Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Tata Caranya


    Jakarta

    Doa sujud syukur bisa dibaca saat mengamalkannya. Sujud syukur menjadi bentuk ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.

    Bersyukur menjadi salah satu amalan yang dianjurkan. Dengan bersyukur, Allah SWT akan menambahkan lebih banyak nikmat-Nya. Dalil tentang anjuran dan perintah bersyukur banyak dijelaskan melalui ayat-ayat Al-Qur’an.

    Dalam surat Luqman ayat 12, Allah SWT berfirman,


    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمَٰنَ ٱلْحِكْمَةَ أَنِ ٱشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ

    Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

    Kemudian, anjuran untuk bersyukur juga dijelaskan dalam surat Az-Zumar ayat 7,

    إِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ ٱلْكُفْرَ ۖ وَإِن تَشْكُرُوا۟ يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

    Artinya: Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.

    Rasulullah SAW menjadi sosok panutan yang senantiasa bersyukur. Salah satu bentuk syukurnya adalah dengan melakukan sujud syukur.

    Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan, “Nabi SAW menyungkur alias bersujud.” Disebutkan bahwa beliau terus menerus bersujud selama 40 kali dalam setiap salat subuh. Menurut pendapat Imam Asy Syafi’i, yang dimaksud bukanlah sujud yang diwajibkan, melainkan sujud syukur.

    Dalam hadits dari Abu Bakrah RA bahwa Rasulullah SAW berkata, “Apabila mendapat sesuatu yang disenangi atau diberi kabar gembira, segeralah beliau tunduk bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah Taala.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

    Kemudian dalam hadits lain, disebutkan dalam riwayat At Tirmidzi, “Bahwasanya Nabi SAW jika mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, maka beliau akan mengyungkur bersujud.” (HR Abu Daud)

    Kemudian dari Abdurrahman bin Auf RA ia berkata,

    “Nabi SAW keluar menuju bangunan tinggi lalu masuk ke dalam, menghadap kiblat, dan bersujud. Beliau memanjangkan sujudnya lalu mengangkat kepalanya. Beliau bersabda, ‘Jibril telah mendatangiku dengan membawa kabar gembira; ‘Sesungguhnya Allah telah bersabda untukmu: siapa saja yang bersholawat kepadamu, maka ia akan menyelamatkannya,’ Maka aku bersujud sebagai ungkapan terima kasihku kepada-Nya.” (HR Ahmad)

    Merangkum buku Fiqih karya Hasbiyallah, dijelaskan sujud syukur adalah sujud sebagai tanda syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Sujud syukur juga menjadi tanda bahwa seorang hamba telah selamat dari marabahaya yang hampir menimpanya.

    Bacaan Doa Sujud Syukur

    Ketika melakukan sujud syukur, seorang muslim bisa membaca doa. Berikut beberapa doa yang bisa dibaca:

    1. Doa Sujud Syukur Versi Pertama

    سُبْحَانَ اللهِ والْحَمْدُ لِلَّهِ ولا إِلَهَ إِلَّا اللهُ واللهُ أَكْبَرُ

    Arab latin: Subhaanallaah wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar.

    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar,”

    2. Doa Sujud Syukur Versi Kedua

    Dalam buku Doa dan Zikir Harian Nabi karya Imam Abu Wafa, ada juga doa sujud syukur lainnya yang bisa dipanjatkan. Bacaannya seperti ketika melakukan sujud pada salat wajib.

    سُبحانَ ربِّيَ الأعلَى وبحمدِه

    Arab latin: Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi

    Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang tinggi dan pujian-Nya,”

    3. Doa Sujud Syukur Versi Ketiga

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

    Arab latin: Subhaanaka allahumma rabbanaa wa bihamdika allahummaghfirli

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, wahai tuhan kami, dengan memuji-Mu ya Allah, ampunilah aku,”

    4. Doa Sujud Syukur Versi Keempat

    سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

    Arab-latin: Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo sam’ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaa ro kallaahu ahsanul khooliqiin.

    Artinya: “Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.”

    Tata Cara Sujud Syukur

    Sujud syukur hukumnya sunnah. Cara melakukan sujud syukur adalah sujud satu kali dan dilakukan di luar salat. Tidak ada patokan waktu melakukan sujud syukur, ketika sudah memanjatkan doa, maka diperbolehkan untuk bangun kembali.

    Ketika hendak melakukan sujud syukur, seorang muslim tidak perlu bersuci dari hadas dan najis, tidak perlu bertakbir saat hendak sujud syukur dan juga tidak perlu mengucap salam sebagai penutup. Sujud syukur berbeda dengan sujud yang dikerjakan saat salat.

    Saat melakukan sujud syukur, tidak ada keharusan suci dari hadas atau najis karena tidak ada hadits yang menjelaskan tentang hal demikian. Dalam hadits, tidak terdapat keterangan dari Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa dalam sujud syukur diharuskan bertakbir, hanya saja menurut ulama bahwa takbir dalam sujud syukur diperlukan.

    Disebutkan dalam buku Fikih Ibadah: Panduan Lengkap Beribadah Sesuai Sunnah Rasul karya Hasan Ayyub, sujud syukur dilakukan menghadap kiblat, kecuali bila sedang bepergian di atas kendaraan. Apabila sedang dalam kondisi tersebut, sujud syukur cukup dilakukan dengan isyarat ke mana pun kendaraan menghadap.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Jumat Berkah, Mustajab Dibaca Sore Hari Setelah Ashar


    Jakarta

    Bagi umat Islam, Jumat merupakan hari yang istimewa. Jumat juga menjadi waktu yang tepat untuk berdoa, terutama di pagi dan sore hari.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menjelaskan tentang keutamaan berdoa saat Jumat sore. Rasulullah SAW bersabda,

    يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ


    Artinya: Pada hari Jumat terdapat dua belas jam (pada siang hari), di antara waktu itu ada waktu yang tidak ada seorang hamba muslim pun memohon sesuatu kepada Allah melainkan Dia akan mengabulkan permintaannya. Oleh karena itu, carilah ia di akhir waktu setelah ‘Ashar.’ (HR. Abu Dawud)

    Hadits ini secara eksplisit menyebutkan waktu sore di hari Jumat menjadi momen yang tepat untuk memanjatkan doa.

    Jumat juga merupakan hari yang baik, di mana Allah SWT menetapkan beberapa takdir. Jumat juga menjadi hari terbaik diantara hari-hari lainnya.

    Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat. Pada hari itulah Adam diciptakan, di waktu ini pula ia dimasukan ke dalam surga dan waktu itu juga ia dikeluarkan dari surga. Kiamat pun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslimn, Abu Daud, dan Nasa’i disahkan oleh Turmudzi)

    Mengutip buku Rahasia & Keutamaan Hari Jumat oleh Komarudin Ibnu Mikam dijelaskan bahwa hadits tersebut menegaskan Jumat dijadikan momentum yang tidak biasa.

    Pada buku Panduan Amalan Hari Jumat, Mahmudin mengutip perkataan Ali Al-Qari yang menjelaskan, “Dan kemungkinan keagungan hari Jumat atas dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) adalah dengan memperhitungkan bahwa ia adalah hari ibadah sedangkan keduanya adalah hari bahagia dan gembira.”

    Imam Ibnu Qayyim berkata, “Allah SWT menjadikan bagi setiap penganut agama suatu hari di mana mereka meluangkan pada hari itu untuk beribadah dan mereka mengosongkan dari berbagai kesibukan dunia. Maka hari Jumat adalah hari ibadah. Ia di antara hari-hari yang lainnya adalah seperti bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Dan saat ijabah di dalamnya sama seperti lailatul qadar pada bulan Ramadhan.”

    Jumat Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Sebagaimana telah dijelaskan melalui hadits Rasulullah SAW, Imam Ahmad menegaskan bahwa Jumat menjadi waktu mustajab untuk berdoa dan waktu itu adalah ba’da Ashar,

    قال الإمام أحمد : أكثر الأحاديث في الساعة التي تُرجى فيها إجابة الدعوة : أنها بعد صلاة العصر ، وتُرجى بعد زوال الشمس . ونقله عنه الترمذي

    “Kebanyakan hadits mengenai waktu yang diharapkan terkabulnya doa adalah ba’da Ashar dan setelah matahari bergeser (waktu shalat Jumat).” [Lihat Fatwa Sual Wal Jawab no.112165]

    Doa Jumat Berkah Setelah Ashar

    Dalam Kitab Syuabul Iman dan Kitab Nurul Lum’ah terdapat bacaan doa yang bisa dipanjatkan selepas salat Ashar di hari Jumat. Doa ini bisa dibaca untuk mengharapkan keberkahan sekaligus memohon perlindungan Allah SWT.

    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ خَلَقْتَنِي ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ ، وَفِي قَبْضَتِكَ ، وَناصِيَتِي بِيَدِكَ ، أَمْسَيْتُ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ بِنِعْمَتِكَ ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي ، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبُ إِلا أَنْتَ

    Arab latin: Allahumma Anta Rabbi laa ilaaha illa Anta khalaqtani, wa ana abduka wabnu amatika wafi qabdhotika wa nasiyati bi yadika. Amsaitu ala ahdika wa wa’dika mastatho’tu a’udzu bika min syarri ma shona’tu. Abu’u bi ni’matika wa abu’u bidzanbi faghfirly dzunubi. Innahu la yaghfirudz dzunuba illa Anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan yang aku sembah kecuali Engkau yang telah menciptakanku. Menciptakanku sebagai hambamu dan anak dari hamba sahayamu. Hidupku ada dalam genggaman-Mu. Aku hidup atas janji dan ancaman-Mu. Selama aku bisa, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat,. Aku telah menyia-nyiakan nikmatmu. Dan aku berbuat dosa. Maka ampunilah dosaku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    Merangkum arsip detikHikmah, sebagaimana dikutip dari buku Agar Hidup Selalu Berkah karya Habib Syarief Muhammad Alaydrus, berikut doa yang dapat dibaca saat Jumat.

    1. Doa Jumat Berkah

    أدام الله لكم بركة الجمعة دهوراً، وألبسكم من تقواه نوراً، جمعة مباركة

    Arab latin: Adamallahu lakum barakatal Jumat duhuran, wa albasakum min taqwahu nuron, jumatan mubarakah

    Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kalimat pada hari Jumat ini, serta Allah mengenakan cahaya dari kesalehan hari ini, Jumat yang diberkahi.”

    2. Doa Memohon Rezeki yang Berkah

    الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma barik lana fi ma razaqtana wa qina adza bannar.

    Artinya: “Ya Allah, berikan kami berkah pada rezeki yang telah Engkau berikan dan peliharalah kamu dari siksa neraka,”

    3. Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    Arab latin: Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah)

    Demikian beberapa doa yang bisa dibaca di hari Jumat pada sore hari. Yuk amalkan agar menjadi berkah!

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa untuk Orang yang Menikah, Bisa Dibaca Pengantin dan Tamu Undangan


    Jakarta

    Pernikahan acara sakral yang mengikat pria dan wanita selama hidup mereka. Oleh karena itu secara adat maupun agama tidak boleh bermain-main dalam pernikahan, utamanya panjatkan doa supaya diberikan perlindungan.

    Melansir dari buku Hukum Pernikahan Islam yang ditulis Nurhadi dan Muammar Gadapi dijelaskan bahwa nikah dalam hukum perkawinan Islam adalah melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan perempuan untuk menghalalkan hubungan kelamin antara dua belah pihak, dengan rasa sukarela dan keridhaan kedua belah pihak untuk mewujudkan suatu kebahagiaan hidup berkeluarga yang diliputi rasa kasih sayang.

    Dalam Islam juga dijekaskan pernikahan yang disampaikan Allah SWT melalui firmannya pada Al-Qur’an. Surah An-Nisa ayat 1:


    يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا ١

    Artinya: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari diri yang satu (Adam) dan Dia menciptakan darinya pasangannya (Hawa). Dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

    Seringkali kita diundang menghadiri acara pernikahan keluarga, saudara ataupun teman. Berikut ini bacaan doa yang bisa kita baca ketika menghadiri pernikahan atau diri kita yang hendak menikah.

    Doa untuk Orang Menikah

    1. Doa Menghadiri Undangan Pernikahan

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَ جَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab-latin: Barakallahahu laka wa baarika ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoiir

    Artinya: “Semoga Allah memberkahi engkau di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan semoga Allah (senantiasa) mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    2. Doa Terhadap Kawan yang Baru Menikah

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَير

    Arab-latin: Baarokal laahu laka wa baaroka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khairin

    Artinya: “Semoga Allah memberi berkah untukmu, dan (mengekalkan) berkah itu atasmu dan mengumpulkan antara kamu berdua di dalam kebaikan”. (HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Ibnu Majah).

    3. Doa untuk Pengantin

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab-latin: Baarokalaahu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian dalam kebaikan.”

    4. Doa Pengantin Pria untuk Pasangannya

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Arab-latin: Alaahumma inni as-aluka khoirohaa, wakhoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa-a’uuzubika min syarrihaa, wasyarrimaa jabaltahaa ‘alaihi.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ke- baikan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang dalam wataknya. telah Engkau ciptakan.”

    5. Doa Mohon Pasangan Saleh

    رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

    Arab-latin: Rabbi hab lī ḥukmaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS Al-Syu’ara’ [26]: 83)

    6. Doa Mohon Pasangan Penuh Kasih Sayang

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

    Arab-latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a’yuniw waj’alnā lil-muttaqīna imāmā

    Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqân [25]: 74)

    7. Doa Mohon Pasangan yang Adil

    رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Arab-latin: Rabbanā lā taj’alnā ma’al-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang yang zalim.” (QS Al-A’raf [7]: 47).

    Demikianlah macam-macam doa untuk orang menikah. Semoga detikers bisa mengamalkannya.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Safar sesuai Sunnah, Dibaca saat Hendak Bepergian


    Jakarta

    Doa safar sesuai sunnah dapat dipanjatkan umat Islam yang sedang melakukan perjalanan. Sebab, dalam sebuah hadits waktu bepergian menjadi momen mustajab berdoa.

    “Ada tiga doa yang mustajab (dikabulkan), tak ada keraguan padanya; doa orang dizalimi, doa musafir, dan doa seorang bapak untuk anaknya.” (HR Abu Daud)

    Mengutip buku Fiqih Do’a dan Dzikir Jilid 1 oleh Syaikh Abdurraazb bin Abdul Muhsin Al-Badr terbitan Griya Ilmu, semakin lama perjalanan seseorang, semakin dekat pula pengabulan doanya. Dikatakan, momen safar bertepatan dengan luluhnya jiwa yang disebabkan dari lamanya terasing di suatu tempat dan menanggung kesulitan.


    Melalui hadits lainnya, Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa safar adalah bagian dari azab karena kesulitan yang dihadapi oleh musafir atau pelaku safarnya. Ini berlaku selama safar yang dilakukan bukan untuk perbuatan maksiat.

    “Safar adalah bagian dari azab (siksaan). Ketika safar salah seorang dari kalian akan sulit makan, minum dan tidur. Jika urusannya telah selesai, bersegeralah kembali kepada keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Safar sesuai Sunnah

    Mengutip dari buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syekh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi terjemahan Tirmidzi Lc dkk, berikut sejumlah doa safar sesuai sunnah yang bisa diamalkan.

    بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

    Arab latin: Bismillahhi tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billaah, allahumma inni audzubika an adhilla aw udholla aw azilla aw uzalla aw azhlima aw uzhlama aw ajhala aw yujhala alayya

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, dan tidak ada daya maupun kekuatan kecuali dengan izin Allah. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari menjadi sesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat zalim atau dizalimi, dari menjadi bodoh atau dibodohi.”

    Doa Naik Kendaraan

    Setelah membaca doa safar, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa kendaraan. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam karya Anshari Taslim.

    1. Doa Naik Kendaraan Darat

    سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

    Arab latin: Subhaanalladzii sakhkhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa robbinaa lamun qolibuun

    Artinya: “Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak akan mampu menguasainya, dan sungguh kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

    2. Doa Naik Kendaraan Laut

    بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا، إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

    Arab latin: Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna robbii laghofuurur rohiim

    Artinya: “Dengan nama Allah, kami berlayar dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”

    3. Doa Naik Kendaraan Udara

    اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ

    Arab latin: Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl.

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah kami bepergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam bepergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga.”

    Bisa juga membaca doa berikut,

    للهُ أَكْبَر، اللهُ أكْبر، الله أكْبَر، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

    Arab latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanalladzi sakkhoro lana hadza wa maa kunnaa lahu muqrinin, wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibun, allahumma inna nas’aluka fii safarinaa hadzal birro wat taqwa wa minal ‘amal maa tardho, allahumma hawwin ‘alaina safarona hadza wa athwi ‘annaa bu’dahu, allahumma antash shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli, allahumma inni a’udzubika min wa’tsaais safari wa kaabatil mandzhori wa suuil munqolibi fil maali wal ahli.

    Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha suci Allah yang telah menundukkan (pesawat) ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami mohon perbuatan yang Engkau ridhai.

    Ya Allah, permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan mengurusi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga.”

    Anjuran Memperbanyak Doa dan Zikir Selama Perjalanan

    Diterangkan dalam Buku Pintar Beribadah dalam Perjalanan oleh Mahima Diahloka, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir selama perjalanan sesuai sunnah Nabi SAW. Kaum muslimin bisa membaca tasbih saat berada di dataran rendah, bisa pula takbir saat di dataran tinggi.

    Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

    “Adalah Rasulullah SAW dan pasukannya apabila naik ke tempat tinggi mereka bertakbir. Jika turun mereka bertasbih.” (HR Abu Daud)

    Itulah doa safar sesuai sunnah yang dapat diamalkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Malaikat Jibril yang Diamini Rasulullah SAW dan Makna di Baliknya


    Jakarta

    Malaikat Jibril adalah makhluk Allah SWT yang tugasnya menyampaikan wahyu kepada nabi dan rasul. Suatu ketika, sang malaikat pernah memanjatkan doa dan diamini oleh Rasulullah SAW.

    Seperti apa doanya? Simak bahasannya berikut ini.

    3 Doa Malaikat Jibril yang Diamini Nabi SAW

    Terkait doa ini disebutkan dalam riwayat yang dinukil dari buku Jamuan Ramadhan susunan M A Fadlan Fatazka. Salah satunya dalam sebuah hadits yang tercantum dalam Shahih Muslim.


    Dari Abu Hurairah RA, ia berkata ketika Nabi Muhammad SAW pernah naik mimbar kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.”

    Ditanyakan kepadanya, “Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?”

    Beliau bersabda, “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku, dia berkata, “Barang siapa yang mendapati bulan Ramadan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan ‘Amin’ maka aku pun mengucapkan Amin…” (HR Ibnu Khuzaimah, Ahmad dan Al-Baihaqi).

    Selain itu, dalam riwayat berbeda turut dijelaskan terkait doa yang diamini oleh sang rasul. Nabi SAW naik ke atas mimbar kemudian berkata, “Amin, Amin, Amin.”

    Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berkata ‘Amin, Amin, Amin, Ya Rasulullah?”

    Nabi SAW menjawab, “Telah datang malaikat Jibril dan ia berkata, ‘Hai Muhammad celaka seseorang yang jika disebut nama engkau Namun dia tidak bersholawat kepadamu dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi, ‘Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadan tetapi keluar dari bulan Ramadan tidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!’ maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia ke surga dan katakanlah amin!’ maka kukatakan, ‘Amin’.” (HR Al-Bazzar, Hakim, dan Bukhari)

    Makna dari Doa Malaikat Jibril yang Diamini Nabi SAW

    Menukil dari buku Di Bawah Bimbingan Ilahi: Mengungkap Makna di Balik Kisah karya Sholihin dan 30 Khutbah Penggetar Hati Jilid 1 karya Bagus, setidaknya ada sejumlah makna di balik hadits yang berisi doa tersebut yaitu:

    1. Manusia Dikatakan Merugi Jika Tidak Bersholawat kepada Nabi SAW

    Pertama, mengenai sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Model manusia merugi menurut hadits tersebut ialah orang yang apabila disebut nama beliau di sisinya, namun tidak bersholawat atas beliau. Pasalnya, bersholawat atas Rasulullah SAW merupakan salah satu amalan yang dicintai oleh Allah SWT.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 56,

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

    Terkait hal tersebut, Rasulullah SAW juga bersabda, “Barang siapa memohonkan sholawat atasku sekali, Allah SWT bersholawat atasnya sepuluh kali.” (HR Muslim)

    2. Kedatangan Bulan Ramadan

    Kedua, datangnya bulan Ramadan harus kita sikap sebagai bulan berlimpahnya pahala dan kebaikan. Sekecil apapun kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT karena melimpah ruahnya pahala dan balasan.

    3. Peran Orang Tua terhadap Anaknya

    Ketiga, besarnya peran dan keberadaan orang tua terhadap anak diibaratkan sebagai kunci untuk memasuki surga Allah SWT. Menurut penjelasan dalam buku tersebut, jika ingin masuk surga maka buatlah orang tua tersenyum bahagia.

    Adapun, jika orang tua bersedih dan duka karena ulah anaknya, itu pertanda anak tersebut telah jauh dari ridha Allah SWT. Allah SWT baru akan ridha jika orang tua ridha dan Allah SWT akan murka manakala orang tuanya juga tidak ridha terhadapnya.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits tentang Bersyukur, Pahami agar Tidak Takabur


    Jakarta

    Bersyukur kepada Allah SWT sudah semestinya dilakukan oleh kaum muslimin. Ungkapan syukur dapat menjauhkan seseorang dari sifat takabur.

    Terkait bersyukur diterangkan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, salah satunya surah Ibrahim ayat 7.

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧


    Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

    Mengutip buku Syukur Pintu Menuju Bahagia oleh Kartini Hilmatunnida, syukur berasal dari kata syakara-yaskuru-syukran yang artinya pujian karena mendapatkan sesuatu. Bersyukur dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan berzikir dan mengingat nama Allah yang agung.

    Para nabi dan rasul telah memberikan teladan mengenai sifat-sifat syukur yang mereka miliki, salah satunya Nabi Nuh AS. Disebutkan dalam Kitab Qashash Al-Anbiyaa oleh Imam Ibnu Katsir, terdapat riwayat yang menyebut bahwa Nabi Nuh AS selalu mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah atas makanan, minuman, pakaian, dan segala hal terkait dirinya.

    Kumpulan Hadits tentang Bersyukur

    1. Hadits tentang Bersyukur Versi Pertama

    Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah Allah menganugerahkan nikmat kepada seorang hamba kemudian ia mengetahui nikmat tersebut berasal dari Allah, melainkan Allah menulis syukur untuknya sebelum ia mensyukuri nikmat tersebut. Tidaklah seorang hamba berbuat dosa kemudian ia menyesalinya, melainkan Allah menulis ampunan baginya sebelum ia meminta ampunan kepada-Nya.” (HR Al Hakim)

    2. Hadits tentang Bersyukur Versi Kedua

    Al-Kharaithi dalam Fadhilatusy Syukr meriwayatkan hadits dari Abu Amr Asy-Syaibani bahwa Musa AS berkata,

    “Tuhanku, jika aku salat, maka karena-Mu. Jika aku bersedekah, maka karena-Mu. Jika aku menyampaikan risalah-Mu, maka karena-Mu. Oleh karena itu, bagaimana cara aku bersyukur kepada-Mu?” Allah berfirman, “Engkau sekarang telah bersyukur kepada-Ku.”

    3. Hadits tentang Bersyukur Versi Ketiga

    Dari Anas bin Malik RA, dari Nabi SAW yang bersabda,

    “Tidaklah Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba kemudian ia mengatakan, ‘Alhamdulillah’ melainkan apa yang ia berikan itu lebih baik daripada yang ia ambil.” (HR Ibnu Majah)

    Dalam riwayat lain, Bakr bin Abdullah berkata, “Seorang hamba tidak mengucapkan ‘Alhamdulillah’ sekali, melainkan ia wajib mendapatkan nikmat dengan ucapannya, ‘Alhamdulillah.’ Apa balasan perkataannya tersebut? Balasannya ialah ia bisa mengucap ‘Alhamdulillah’ kemudian datanglah nikmat yang lain. Nikmat-nikmat Allah tidak pernah habis.” (HR Ibnu Abu Ad-Dunya dalam Asy-Syukr)

    4. Hadits tentang Bersyukur Versi Keempat

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mukmin sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR Muslim)

    Itulah sejumlah hadits tentang bersyukur yang dapat direnungkan oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com