Tag: hikmah

  • Doa Buka Puasa Syawal yang Disunnahkan Rasulullah SAW


    Jakarta

    Puasa Syawal adalah amalan sunnah yang dikerjakan pada bulan Syawal selama enam hari. Dalil pelaksanaannya tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Ayyub Al Anshari, Nabi SAW bersabda:

    “Barangsiapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

    Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah Rekomendasi Rasulullah oleh Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari, bulan Syawal dimaknai sebagai bulan peningkatan. Ini berarti, setelah melewati bulan suci Ramadan dan kembali ke fitrah pada hari Idul Fitri, umat Islam dianjurkan meningkatkan kualitas ibadah.


    Puasa Syawal bisa dikerjakan sejak tanggal 2 Syawal sampai berakhirnya bulan Syawal. Diterangkan dalam buku Jangan Lepaskan Islam Walau Sedetik oleh Masyuril Khamis, Imam Ahmad bin Hambal berpendapat puasa Syawal boleh dikerjakan secara terus menerus ataupun berselang-seling, yang penting masih dalam bulan Syawal.

    Adapun menurut Imam Hanafi dan Syafi’i, puasa Syawal lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri atau 1 Syawal secara terus menerus, yaitu pada 2 sampai 7 Syawal.

    Sama seperti puasa pada umumnya, saat berbuka ada doa buka puasa Syawal yang bisa dipanjatkan. Doa tersebut menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan Nabi SAW, terlebih momen buka puasa termasuk waktu mustajab untuk berdoa.

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: seorang pemimpin yang adil, seorang yang berpuasa saat berbuka dan doa orang yang terzalimi, doanya diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit dibukakan.” (HR. Tirmidzi no. 2449)

    Doa Buka Puasa Syawal

    Setidaknya ada dua versi doa buka puasa Syawal yang bisa dipanjatkan. Berikut bacaannya yang dikutip dari sumber yang sama.

    1. Doa Buka Puasa Syawal Versi Pertama

    Bacaan doa buka puasa ini diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau berbuka puasa. Berikut bacaan lengkapnya menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim,

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Arab-latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.”

    2. Doa Buka Puasa Syawal Versi Kedua

    Menurut Imam Abu Daud, terdapat bacaan doa buka puasa. Berikut bacaan doanya,

    ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

    Arab latin: Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.

    Artinya: Telah hilang rasa penatku dan basahlah tenggorokanku dan tetaplah pahala dicurahkan atasku, Insya Allah.

    Keutamaan Puasa Syawal

    1. Pahala Puasa Sepanjang Tahun

    Mengutip dari buku Kedahsyatan Puasa oleh M. Syukron Maksum, salah satu keutamaan puasa Syawal seperti berpuasa setahun penuh.

    Rasulullah SAW bersabda, “Puasa bulan Ramadan (ganjarannya) sepuluh bulan, dan puasa enam hari (sama dengan) dua bulan. Itulah puasa satu tahun.” (HR Ibnu Khuzaimah)

    2. Penyempurna Puasa Ramadan

    Disebutkan dalam buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan tulisan Ceceng Salamudin, keutamaan puasa Syawal lainnya adalah menambal kekurangan-kekurangan ketika menunaikan ibadah Ramadan, seperti salat sunah menutupi kekurangan salat fardhu.

    3. Mendapat Syafaat Rasulullah SAW

    Muslim yang menjalankan puasa Syawal akan mendapatkan pertolongan dan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Sebab, pelakunya telah menghidupkan sunah yang dianjurkan oleh sang rasul.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Ada Petir dan Kilat, Amalkan untuk Memohon Perlindungan


    Jakarta

    Doa ketika ada petir dibaca untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Petir adalah peristiwa alam yang muncul saat hujan deras.

    Biasanya, kilatan petir muncul bersama dengan gemuruh guntur yang menggelegar. Petir juga dapat menyambar manusia.

    Terkait petir dijelaskan dalam surah Ar Ra’d ayat 13,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.”

    Berikut doa yang dapat dibaca kaum muslimin ketika ada petir.

    Bacaan Doa ketika Ada Petir dan Kilat

    Mengutip dari Al-Adzkar Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah susunan Imam Nawawi terjemahan Masturi Irham dan Muhammad Aniq, berikut doa ketika ada petir.

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Doa ketika ada petir ini dibaca oleh Nabi Muhammad SAW saat mendengar gemuruh petir, sebagaimana diriwayatkan oari Abdullah bin Azzubair RA. Beliau menganjurkan umat Islam membaca doa tersebut sebanyak tiga kali.

    Selain itu, ada juga doa lainnya yang dapat dipanjatkan ketika ada petir. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

    Adapun, ketika seorang muslim melihat kilat maka bisa membaca doa berikut:

    سُبْحَانَ مَنْ يُرِيْكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَعَمًا

    Arab latin: Subhaana mayyuriikumul barqo khoufan wa tho’amaan

    Artinya: “Maha suci Allah yang telah melihatkan pada kita semua pada petir dengan perasaan takut dan berharap.”

    Itulah bacaan doa ketika ada petir dan kilat yang dapat diamalkan kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Sholat Dhuha, Bisa Diamalkan agar Rezeki Lancar


    Jakarta

    Kondisi ekonomi menjadi satu dari sekian banyak ujian yang Allah SWT berikan kepada umatnya. Sholat Dhuha adalah cara untuk memperoleh kelancaran rezeki yang diajarkan Rasulullah SAW. Berikut ini doa sholat Dhuha dan artinya yang berisi permohonan kelancaran rezeki.

    Sholat Dhuha disebut dalam hadits dapat mendatangkan rezeki. Rasulullah SAW bersabda:

    “Sholat Dhuha itu mendatangkan rezeki serta menolak kemiskinan. Dan, tidak ada yang memelihara sholat, kecuali orang-orang yang bertobat.”(HR. Tirmidzi)


    Cara mengerjakan sholat Dhuha sama seperti sholat lainnya. Hanya saja ada dua surat khusus yang dianjurkan dibaca pada masing-masing rakaat yaitu surah Asy-Syams dan Ad-Dhuha yang ada pada Al-Qur’an juz 30.

    Doa Sholat Dhuha dan Artinya

    Dari buku Doa dan Dzikir dari Al-Qur’an dan Hadits Rasul SAW karya H.M. Syatiri Sofyan Lc berikut ini doa sholat Dhuha dan artinya yang dapat diamalkan setelah menunaikan ibadah sholatnya.

    اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِ الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرِ إِنَّكَ

    عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ.

    Allahumma malikal mulki tu’til mulka man tasya wa tanziul mulka mimman tasya wa tui zu man tasya wa tudzillu man tasya biya dikal khaer innaka ala kulli syai-ing qadir. tulijullaela fin nahari wa tulijunna haara fil laeli wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayyi wa tarzuqu mangtasya bighaeri hisab”.

    Artinya: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau mulyakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki, di tangan Engkaulah segala kebajikan, sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala kebaji- kan, dan Engkau masukan siang ke dalam malam, dan Engkau hidupkan yang mati, dan Engkau matikan yang hidup, dan Engkau beri rizki siapa siapa yang Engkau kehendaki tanpa batas”.

    اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بِهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلُهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجُهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسْرُهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرَهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرْبُهُ بِحَقِّ ضُحَاتِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ آتَيْنِي مَا أَتَيْتَ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Allahumma inna dhuha-a dhuhauka wal ba ha-a bahauka wal jamala jamaluka wal quwa ta quwata wal qudrata qudratuka wal i’sh mata i’smatuka. allahumma inkana rizqii fi samai fa ainzilhu wa inkana fil ardhi fa akhrij hu, wa ingkana mu’siran fa yasirhu, wain kana haraman fa fathahirhu, wa ingkana bai dan fa qarribhu bihaqi dhuha ika wa bahaa ika wa jamaalika wa quwatika atini ma atae ta i’badika shalihin”.

    “Ya Allah sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, dan keagungan adalah ke agunganMu, dan keindahan adalah keindahanMu, dan kekuatan adalah kekuatanMu, dan kekuasaan adalah kekuasaanMu, dan penjagaan adalah penjagaanMu. Ya Allah apabila rizkiku masih berada di langit maka turunkanlah, dan apa bila masih berada di dalam bumi, maka keluarkan lah, dan apabila sukar, maka mudahkanlah, bila masih haram, maka halalkanlah, bila jauh dekatkanlah, dengan hak waktu DhuhaMu, dan kejayaanMu, dan keindahan Mu, dan kekuasaanMu. Maka datangkanlah kepadaku seperti apa yang Engkau telah berikan kepada hamba- hambaMu yang shaleh”.

    Keutamaan Sholat Dhuha

    Dari buku Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha karya Huriyah Huwaida terdapat tiga keutamaan sholat Dhuha.

    1. Melaksanakan Sholat Dhuha Pahalanya Setara Mengerjakan Ibadah Umrah

    “Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.” (Shahih Al-Targhib: 673)

    2. Sholat Dhuha Menjauhkan Dari Api Neraka

    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berzikir hingga matahari terbit kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah SWT akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (HR. Al-Baihaqi)

    3. Pengganti Sedekah yang Harus Dikeluarkan

    Hadits Nabi Muhammad SAW: “Pada setiap tubuh manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangku- tan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya. Lalu, para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, siapa yang sanggup melakukannya?’ Rasulullah saw menjelaskan, ‘Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya. Apabila ia tidak mampu, shalat Dhuha dua rakaat dapat menggantikannya’.” (HR. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Al Jabbar dan Zikirnya yang Dapat Diamalkan Kaum Muslimin


    Jakarta

    Doa Al Jabbar adalah bacaan yang dapat diamalkan kaum muslimin. Al Jabbar sendiri merupakan salah satu Asmaul Husna yang memiliki arti Maha Perkasa.

    Menurut Ustaz Arifin Idham dalam bukunya yang berjudul Kumpulan Khotbah Jumat Terlengkap, Al Jabbar dapat dimaknai bahwa segala sesuatu dapat terjadi atas izin dan kehendak-Nya. Apabila Allah SWT berkehendak, maka terjadilah segala hal yang dikehendaki-Nya.

    Mengutip buku Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna susunan Syaifurrahman El Fati, Al Jabbar sebagai Asmaul Husna dapat diamalkan sebagai doa atau zikir. Saat membacanya, hilangkan kata “Al” dan dibaca seperti Ya Jabbar.


    Doa Al Jabbar dan Zikirnya yang Bisa Diamalkan

    Merujuk pada sumber yang sama, ada dua doa Al Jabbar yang dapat diamalkan umat Islam. Berikut bacaannya.

    1. Doa Al Jabbar Versi Pertama

    هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Arab latinnya: Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu`minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn

    Artinya: “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

    2. Doa Al Jabbar Versi Kedua

    تَكُونُ الأَرْضُ يَوْمَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِى السَّفَرِ نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ . ( رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري )

    Arab latin: Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzah wāḥidah yatakaffauhu al-jabbāru biyadihi kamā yakfa’u aḥadukum khubzatahu fī al-safari nuzulan li’ahli al-jannah.

    Artinya: “Pada Hari Kiamat nanti, bumi ini bagaikan sebuah roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa sesuka-Nya) sebagaimana salah seorang diantara kamu yang memperlakukan rotinya ketika sedang dalam safar (perjalanan), sebagai hidangan bagi Ahli syurga.” (HR Bukhari dari Sa’id Al-Khusriy)

    3. Zikir Al Jabbar

    Mengutip buku Keutamaan Dzikir dan Doa Asmaul Husna susunan Hamid Sakti Wibowo dan Mustaqim ada juga bacaan zikir Al Jabbar yang dapat diamalkan, yaitu:

    يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ

    Arab latin: Ya Jabbar Mutakabbir

    Artinya: Wahai yang perkasa dan memiliki segala kebesaran

    Perlu dipahami, makna mutakabbir adalah zat yang memiliki kesombongan dan kebesaran. Keduanya adalah pakaian Allah SWT yang tidak boleh dikenakan hamba-Nya.

    Keutamaan Mengamalkan Doa dan Zikir Al Jabbar

    Menurut buku Melawan Stroke dan Penyakit Jantung: Keampuhan Dzikir Harian oleh Rizem Aizid, melalui sifat Al Jabbar yang dimiliki Allah SWT, muslim dapat menggantungkan harapan dan cita-cita kepada-Nya semata dengan berikhtiar.

    Muslim dapat mengamalkan asma Al Jabbar dengan membaca “Ya Jabbar” sebanyak 237 kali setiap hari pada pagi dan sore. Semakin banyak bacaan Ya Jabbar yang dipanjatkan, niscaya Allah SWT akan melindungi dari perbuatan yang tidak diinginkan.

    Wallahu’alam bishawab.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa untuk Orang Sakit Laki-laki, Panjatkan agar Diberi Kesembuhan


    Jakarta

    Doa untuk orang sakit laki-laki bisa diamalkan kaum muslimin. Dalam Islam, menjenguk dan mendoakan orang sakit dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    Menurut buku Fiqih Ibadah Bagi Orang Sakit dan Bepergian karya Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang sakit adalah hak sesama muslim. Nabi SAW bersabda,

    “Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)


    Saat menjenguk orang sakit, ada sejumlah doa yang dapat dipanjatkan. Selain itu, ada bacaan doa yang dibedakan antara orang sakit laki-laki dan perempuan.

    Doa untuk Orang Sakit Laki-laki

    Diterangkan dalam buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru susunan Ardhi Aditya, kalimat syafakallah termasuk ke dalam doa untuk orang sakit laki-laki. Selain syafakallah, ada juga syafakillah untuk orang sakit perempuan. Berikut kalimatnya disertai arab, latin dan arti.

    شَفَكَ اللهُ

    Arab latin: Syafakallah

    Artinya: “Semoga Allah menyembuhkanmu (untuk lawan bicara laki-laki).”

    Selain doa pendek di atas, terdapat bacaan lain yang bisa diamalkan untuk orang sakit, baik laki-laki maupun perempuan seperti tersemat dalam kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi terjemahan Masturi Irham dan Muhammad Aniq. Doa ini diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA,

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

    Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

    Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

    Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad SAW pernah membaca doa untuk meruqyah salah seorang sahabat yang tengah sakit.

    امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

    Arab latin: Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.

    Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Engkau.”

    Lalu, Rasulullah SAW juga sempat melafalkan doa seraya menyebut nama orang yang sakit. Ini ia lakukan ketika menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash,

    اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

    Arab latin: Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan. Allāhummasyfi Sa’dan.

    Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad,”

    Keutamaan Muslim yang Sedang Sakit

    Menurut buku Sakit Menguatkan Iman karya Prof KH Alie Yafei dkk, dikatakan bahwa sakitnya seorang muslim yang beriman memiliki sejumlah keutamaan. Berikut di antaranya:

    1. Doanya Tergolong Mustajab

    Doa orang yang sakit dikatakan mustajab sebagaimana doa malaikat. Dari Umar RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Jika kamu datang mengunjungi si sakit, maka mintalah ia berdoa untukmu karena doanya seperti doa malaikat (yakni besar kemungkinan dikabulkan).” (HR Ibnu Majah)

    2. Menjadi Penduduk Surga

    Orang yang bersabar dengan penyakit yang dideritanya termasuk penduduk surga. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Atha bin Ribah bahwa Ibnu Abbas bertanya kepadanya, “Inginkah kamu melihat wanita penduduk surga”? Jawabku, “Tentu saja.”

    Kata Ibnu Abbas, “Nah wanita hitam itu, ia pernah datang mengadu kepada Nabi SAW, ‘Saya ini sering jatuh pingsan dan terbuka aibku, maka doakanlah untukku agar Allah menyembuhkanku.’

    Ujar Nabi SAW, ‘Jika kamu mau, kamu terima itu dengan sabar, dan sebagai ganjarannya kamu mendapat surga. Atau kalau tidak, saya doakan agar Allah menyembuhkanmu.’

    Ujar wanita itu, ‘Saya akan bersabar, tetapi saya sering terbuka aib saya kalau pingsan, maka doakanlah untukku agar aibku tidak tersingkap.’ Lalu Nabi mendoakan untuknya’.”

    3. Dicatat Kebaikan Pahala saat Sakit

    Sakitnya muslim yang beriman dicatat sebagai kebaikan pahala. Ini berlaku bagi orang yang biasa mengerjakan kebaikan semasa lapang dan sehat, ia tetap dicatat pahala jika berhalangan mengerjakan karena sakit.

    Firman Allah SWT kepada para malaikat dalam hadits Qudsi, “Jika Aku menguji salah seorang hamba-Ku yang beriman, lalu ia memuji-Ku atas ujian itu, maka berilah dia pahala sebagaimana pahala yang biasa kalian berikan kepadanya.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Doa agar Dilancarkan Mengerjakan Ujian, Bisa Dibaca Pelajar


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca untuk mengharapkan kelancaran ujian. Doa ini bisa dibaca semua kalangan, termasuk para pelajar yang sedang bersiap menempuh ujian sekolah.

    Berdoa menjadi bagian dari usaha untuk mencapai sesuatu. Dalam Islam, seorang muslim dianjurkan untuk berdoa dalam segala kondisi.

    Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Gafir ayat 60. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa,


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Berdoa agar dilancarkan ujian bisa dilakukan kapanpun, termasuk saat salat dan ketika dihadapkan pada momen ujian.

    Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah tatkala ia sedang sujud, maka perbanyaklah berdoa (pada saat itu).” (HR Muslim)

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda tentang kekuatan doa sebagai salah satu cara yang mampu mengubah takdir.

    Dari Tsauban berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada yang dapat mengelakkan takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa memperpanjang umur kecuali perbuatan baik.” (HR Hakim dan Ahmad)

    Menurut buku Dahsyatnya Doa Para Nabi, Syamsuddin Noor menjelaskan doa didefinisikan sebagai permintaan atau permohonan manusia kepada Allah SWT.

    Seorang muslim memohon kepada Allah SWT karena Dia adalah hakikat yang memiliki kebesaran, ketinggian, kemuliaan, keagungan, dan maha mengabulkan segala permintaan hamba-Nya.

    Doa memiliki kedudukan tinggi. Sebab, ketika berdoa, pada hakikatnya kita sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT.

    Doa agar Dimudahkan Ujian

    Berikut beberapa doa yang dapat dibaca agar dimudahkan dalam menghadapi ujian.

    1. Doa agar Diberi Kesiapan Menghadapi Ujian

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ.

    Arab Latin: Subhaanakallaahumma laa ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu.

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

    2. Doa agar Dimudahkan Ujian

    اللَّهُمَّ الْطُفْ بِنَا فِي تَيْسِيْرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

    Arab Latin: Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    3. Doa ketika Masuk Ruang Ujian

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَلُكَ خَيْرُ الْمَوْلَجِ وَخَيْرُ الْمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا بِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا.

    Arab Latin: Allaahumma innii as-aluka khairal muulaji wa khairal mukhraji. Bismillaahi waljnaa bismillaahi kharajnaa wa’alallaahi rabbuna tawakkalnaa.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, sebaik-baiknya tempat masuk dan sebaik-baiknya tempat keluar. Dengan nama Allah, kami masuk. Dengan nama Allah, kami keluar. Dan, kepada Allah Tuban kami, kami berserah diri.”

    4. Doa Menghadapi Ujian yang Sulit

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحُزْنَ إِذَا شِئْتَ سهلاً.

    Arab Latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahuu sahlan wa anta taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlan.

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan selain telah Engkau jadikan mudah, dan Engkau, jika Engkau kehendaki, dapat menjadikan kesedihan itu menjadi kemudahan.”

    5. Doa Mengerjakan Ujian dengan Benar

    اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتَّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.

    Arab Latin: Allaahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu wa arinal baathila- baathila warzuqnaj tinaabahu.

    Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya, dan tunjukkan yang salah sebagai kesalahan dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya.”

    6. Doa Memohon Lulus Ujian

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ

    Arab Latin: Allaahumma shalli alaasayyidinaamuhammadinil faatihi limaa ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa naashiril haqqi bil haqqi wal haadi ilaa shiraathikal mustaqiimi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi haqqa qadrihi wamiqdaarihil ‘azhimi.

    Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keagungan atas tuan kami, Nabi Muhammad Saw., yang menjadi pembuka bagi segala yang terkunci yang menjadi penutup bagi segala yang dahulu, yang memperjuangkan kebenaran dengan kebenaran dan yang menunjukan kepada-Mu yang lurus, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya dengan hak kapasitas dan derajat yang agung.”

    7. Doa Dilancarkan Ujian Lisan

    Doa ini termaktub dalam Al-Qur’an surah Thaha ayat 25-28,

    قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِيوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَا نِييَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab Latin: Rabbisyah li sadri wa yassir li amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli

    Artinya: Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.

    Demikian beberapa doa yang bisa dibaca ketika hendak mengerjakan ujian. Semua doa dibaca seraya memantapkan hati bahwa Allah SWT akan membantu dalam setiap usaha yang dilakukan.

    (dvs/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa untuk Orang Meninggal, Arab, Latin dan Artinya Lengkap


    Jakarta

    Islam mengajarkan kepada umatnya untuk mendoakan setiap saudara muslim yang telah meninggal dunia. Berikut ini doa untuk orang yang meninggal.

    Berdoa untuk diri sendiri atau berdoa untuk orang lain adalah perintah langsung dari Allah SWT. Justru orang yang tidak mau berdoa akan dihukum oleh Allah SWT. Sesuai Al-Qur’an surah Al-Gafir ayat 60 Allah SWT berfirman:

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠


    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Doa untuk Orang Meninggal

    Dari Buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi ada doa-doa yang bisa diucapkan untuk orang meninggal. Berikut bacaannya:

    1. Doa Ketika Ada Seseorang yang Meninggal

    Pada kitab Shahih Muslim, dari Ummu Salamah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika kalian mendatangi orang yang sakit, atau takziah pada kematian, maka doakanlah untuk mereka dengan doa yang baik, karena para malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan.”

    Dia berkata: “Ketika kematian Abu Salamah, aku mendatangi Rasulullah SAW dan berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, sungguh Abu Salamah telah meninggal,’ kemudian beliau ber- sabda: ‘Bacalah:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

    Arab-latin: Allaahummaghfir lii wa lahuu wa ‘aqibnii minhu ‘uqba hasanata.

    Artinya : “Ya Allah ampunilah aku, dan dia dan anugerahkanlah akhir yang baik kepadaku dan kepadanya.”

    “Maka Allah menggantikan orang yang lebih baik darinya, yakni Muhammad SAW.”

    2. Doa untuk Keluarga Mayit

    Kami riwayatkan dalam Shahih Muslim, dari Ummu Salmah RA, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidaklah seorang hamba muslim yang tertimpa musibah, kemudian membaca:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

    Arab-latin: Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun, Allaahumma’jurnii fii mushi- ibatii wakhlif lii khairan minhaa.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah, dan sungguh kepada-Nya dikem- balikan, ya Allah berilah pahala kepadaku atas musibah yang menim- paku, dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

    Kecuali Allah SWT akan memberikan pahala dan menggantikan yang lebih baik darinya.

    Pada kitab Sunan Abu Dawud, dari Ummu Salamah RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian tertimpa musibah, maka bacalah:

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اَللَّهُمَّ عِنْدَكَ احْتَسِبُ مُصِيبَتِي فَأْجُرْنِي فِيهَا وَأَبْدِلْنِي بِهَا خَيْراً مِنهَا

    Arab-latin: Innaa lil laahi wa innaa ilaihi raaji’uun, allaahumma ‘indaka mushi- ibatii fa’jurnii fiiha wa abdil nii bihaa khairan minhaa.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah SWT, dan kepadanyalah kami kembali, ya Allah hanya kepada-Mu aku memohon pahala, maka beri- kanlah pahala dalam musibah ini, dan gantikanlah untukku yang lebih baik darinya.”

    3. Doa ketika Melihat Jenazah

    Dari buku 100 Doa Harian untuk Anak karya Nurul Ihsan inilah beberapa doa untuk orang meninggal.

    سُبْحَانَ الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِهَذَ الْمَيْتِ وَارْحَمْهُ وَإِنسَ فِي القَبْرِ وَحْدَتَهُ وَغَرَبَتَهُ وَنَوْرْ قَبْرَهُ.

    Arab-latin: Subhaanal hayyil ladzii laa yamuutu. Alloohummaghfir lihaadzal mayyiti warhamhu wa anis fil qobri wahdatahu wa ghurbatahu wa nawwir qobroh.

    Artinya: “Mahasuci Allah Zat Yang Hidup yang tidak akan mati. Ya Allah, ampunilah mayat ini dan sayangilah ia, dan temanilah ia di dalam kesendirian dan keasingannya di dalam kubur, dan terangilah kuburannya.”

    4. Doa ketika Mendengar Kematian Kerabat

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ، اللَّهُمَّ اكْتُبُهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي علِيِّينَ، وَا خَلْفٌ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ .

    Arab-latin: Innaa lillaahi wa innaa ilayhi rooji’uuna wa inna ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohummaktubhu ‘indaka fil muhsiniina waj’al kitaabahuu fii ‘illiyyiina wakhluf fii ahlihii fil ghoobiriin.

    Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kami akan kembali kepada-Nya dan kami pasti akan kembali kepada Tuhan kami, Ya Allah! Tulislah dia (yang meninggal dunia) termasuk golongannya orang-orang yang berbuat kebaikan di sisi Engkau dan jadikanlah tulisannya itu dalam tingkatan yang tinggi serta gantilah ahlinya dengan golongan orang-orang yang pergi.”

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mengusir Semut yang Bisa Dilafalkan Kaum Muslimin


    Jakarta

    Doa mengusir semut adalah bacaan yang bisa dipanjatkan kaum muslimin. Doa ini dilafalkan oleh Nabi Sulaiman AS dan termaktub dalam ayat suci Al-Qur’an.

    Dalam Islam, semut termasuk hewan yang dilarang untuk dibunuh. Imam Nawawi & Imam Qasthalani melalui bukunya Hadis Qudsi terjemahan Abu Firly Bassam Taqiy, menyebutkan sejumlah hadits yang menerangkan hal tersebut.

    Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW melarang membunuh empat binatang, yaitu semut, lebah, (burung) hud-hud, dan (burung) shurad).” (HR Abu Dawud)


    Meski demikian, diperbolehkan untuk membunuh semut yang ukurannya besar dan membahayakan manusia. Cara membunuhnya pun tidak asal, melainkan harus diinjak atau dipukul bukan dibakar.

    Doa Mengusir Semut: Arab, Latin dan Artinya

    Doa mengusir semut termaktub dalam surah An Naml ayat 18,

    حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْا۟ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُوا۟ مَسَٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

    Arab latin: Hattā iżā atau ‘alā wādin-namli qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulụ masākinakum, lā yahṭimannakum sulaimānu wa junụduhụ wa hum lā yasy’urụn

    Artinya: “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.”

    Alasan Larangan Membunuh Semut

    Mengacu pada buku yang sama, Imam Nawawi mengutip pendapat sejumlah ulama bahwa diperbolehkan membunuh semut dan membakarnya. Allah SWT juga tidak mencela nabi yang disebutkan pada riwayat tersebut atas perlakuannya.

    Hanya saja, ia menegur nabi lantaran malah membunuh sekelompok semut, bukan seekor semut yang menggigitnya. Terlebih, dalam hadits lainnya Nabi SAW melarang untuk membakar binatang.

    Akhirnya, timbul perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait hukum membunuh semut. Imam Qasthalani mengemukakan, “Larangan membunuh semut itu dikhususkan kepada semut yang besar, dan semut kecil diperbolehkan membunuhnya.”

    Sementara Imam Malik berpandangan, “Bahwa makruh hukumnya membunuh semut kecuali jika ia membahayakan dan tidak dapat menolaknya kecuali dengan membunuhnya.”

    Ulama Ad-Damiri turut menyatakan pendapatnya, “Firman Allah (pada hadits qudsi riwayat Abu Hurairah di atas) ‘Mengapa tidak membunuh seekor semut saja?’ merupakan alasan bagi diperbolehkannya membunuh hewan yang membahayakan. Membunuh hewan jika ada manfaatnya atau karena menolak bahaya, maka tidak berdosa menurut para ulama.”

    Para ulama mengartikan semut yang dilarang untuk dibunuh dalam sabda Nabi SAW, bukanlah mencakup seluruh jenis semut melainkan semut besar dan panjang yang termuat di kisah Nabi Sulaiman AS. Sehingga semut jenis lain boleh dibunuh, apabila mengganggu manusia.

    Bahkan bila semut besar dan panjang itu menyakiti manusia, maka larangan untuk dibunuhnya menjadi hilang. Dengan demikian, semut itu boleh saja dibunuh.

    Kisah Nabi Sulaiman dan Tentara Semut

    Syofyan Hadi dalam Tafsir Qashashi Jilid III mengisahkan tentang Nabi Sulaiman AS yang bertemu semut. Suatu hari, ia mengumpulkan pasukannya dari berbagai golongan, mulai dari jin, manusia, serta burung untuk melakukan parade.

    Melihat rombongan Nabi Sulaiman AS yang sangat banyak, ratu semut memerintahkan pasukannya untuk menghindar dan memberi jalan. Semut-semut itu lantas bersembunyi di dalam lubang-luang agar tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman AS.

    Sebagai seorang nabi yang dikaruniai mukjizat berbicara dengan hewan, Nabi Sulaiman AS mendengar perkataan semut-semut tersebut. Lalu ia membaca doa agar hewan mungil itu diberi petunjuk oleh Allah SWT.

    Wallahu a’lam.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Hari Pertama Haid bagi Muslimah, Dibaca agar Mendapat Pahala


    Jakarta

    Doa hari pertama haid adalah bacaan yang dapat diamalkan wanita muslim. Doa ini diajarkan oleh istri Nabi SAW, Aisyah RA atau biasa disebut Ummul Mukminin.

    Dalam Islam, wanita dalam kondisi haid tidak diperbolehkan untuk beribadah. Larangan ini tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 222,

    وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَٱعْتَزِلُوا۟ ٱلنِّسَآءَ فِى ٱلْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ


    Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

    Pada dasarnya, haid adalah kondisi biologis setiap wanita. Diterangkan dalam Kitab Haid, Nifas, dan Istihadhah oleh Sayyid Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qadir Assegaf yang diterjemahkan Ahmad Atabik dan Abdul Majid, haid menandakan organ reproduksi wanita berfungsi dengan baik.

    Prof Wahbah Az Zuhaili dalam bukunya yang berjudul Terjemah Fiqhul Islam wa Adillatuhu Jilid 1 menjelaskan bahwa ada sejumlah perkara yang diharamkan bagi wanita haid, mulai dari salat, puasa, thawaf, membaca atau memegang Al-Qur’an, bersetubuh, dan talak. Meski demikian, wanita haid diperbolehkan untuk berzikir dan berdoa.

    Bacaan Doa Hari Pertama Haid

    Doa hari pertama haid ini diajarkan oleh Aisyah RA. Wanita haid yang membaca doa tersebut niscaya akan memperoleh pahala yang luar biasa, berikut doanya yang dinukil dari buku Mencari Pahala Disaat Haid tulisan Ratu Aprilia Senja.

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلٰى كُلِّ حَالٍ وَاَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ

    Arab latin: Alhamdulillahi ‘alaa kulli haalin wa astaghfirullah.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan, dan mohon ampun kepada Allah.”

    Menurut sumber yang sama, doa awal haid ini disebutkan dalam kitab Dzurratun Nasihin oleh Utsman bin Hasan Ahmad Syakir al Khubawi. Dari Sayyidah Aisyah, ia berkata bahwasanya Rasulullah bersabda:

    “Tidak ada perempuan yang haid, kecuali haidnya bisa menghapus dosa masa lalu dari semua dosanya dan jika ia membaca “alhamdulillah ala kulli halin wa astaghfurullaha min kulli dzanbin”, pada hari pertama haid maka Allah akan menuliskan kepadanya bahwa ia akan melewatkan api neraka dan kemudian dapat berada di jembatan Shirathal Mustaqim dengan selamat dan aman dari siksaan dan akan dinaikkan pangkatnya oleh Allah setiap hari dan tiap malam pahala empat puluh syuhada bagi ia yang berdzikir tersebut kepada Allah dalam masa haidnya.”

    Selain itu, bisa juga membaca doa hari pertama haid lainnya untuk meredakan rasa nyeri. Menukil dari buku Keutamaan Doa & Dzikir susunan M Khalilurrahman Al Mahfani, berikut bacaannya.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Arab latin: Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syaafi laa syifaa illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan sembuhkanlah. Engkau adalah Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR Bukhari)

    Amalan yang Bisa Dikerjakan Muslimah Sewaktu Haid

    1. Sedekah

    Mengutip Buku Lengkap Fiqh Wanita karya Abdul Syukur al-Azizi, muslimah yang haid bisa melakukan sedekah sebagai amalan. Terlebih, banyak keutamaan yang diperoleh dari sedekah.

    Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya naungan seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR Ahmad)

    2. Istighfar

    Istighfar termasuk amalan lain yang dapat dikerjakan bagi wanita haid. Dengan beristighfar, Allah SWT menjamin ampunan dan pahala yang besar bagi siapa saja yang meminta.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan melapangkan kesusahannya, mengeluarkannya dari kesempitan dan memberinya rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (HR Muslim)

    3. Mempelajari Ilmu Agama

    Mempelajari ilmu agama juga bisa dilakukan oleh wanita ketika haid dan tidak bisa untuk melaksanakan salat serta puasa. Cara mempelajarinya bisa dengan mendengar ceramah guru atau ustaz.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Mujadalah ayat 11,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

    4. Membaca Al-Qur’an Tanpa Menyentuh Lembaran Mushaf

    Menurut buku Tentang Bagaimana Surga Merindukanmu karya Ustazah Umi A Khalil, amalan lainnya yang bisa dikerjakan wanita haid adalah membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan ponsel atau tablet yang terdapat aplikasi Al-Qur’an online.

    Itulah bacaan doa hari pertama haid dan informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Selamat untuk Jemaah Haji, Panjatkan agar Diberi Kelancaran


    Jakarta

    Doa selamat untuk jemaah haji bisa dibaca untuk melepas kerabat yang hendak menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Doa dibaca agar jemaah selamat dan diberi kemudahan saat melangsungkan haji.

    Mengutip buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah karya Ahmad Sarwat, pengertian haji secara bahasa adalah al-qashdu yang artinya menyengaja untuk melakukan sesuatu yang mulia dan mendatangi sesuatu atau seseorang. Menurut istilah, haji artinya mendatangi Ka’bah untuk mengadakan amalan tertentu, atau berziarah ke tempat tertentu, pada waktu tertentu, dan melaksanakan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.

    Diterangkan dalam buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi yang diterjemahkan Shofa’u Qolbi Djabir dkk, hukum melaksanakan haji adalah fardhu bagi setiap muslim yang mampu. Allah SWT berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 97,


    فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    Selain itu, kewajiban haji juga diterangkan dalam hadits Nabi SAW yang berbunyi,

    “Agama Islam itu ditegakkan atas lima dasar, pertama: bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kedua: mendirikan salat, ketiga: membayar zakat, keempat: melaksanakan haji, dan kelima: berpuasa di bulan Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa Selamat untuk Orang yang Berangkat Haji

    Mengutip Fiqh as-Sunnah Jilid 2 karya Sayyid Sabiq terjemahan Abu Aulia dkk, ada bacaan sesuai hadits Rasulullah SAW yang bisa dijadikan bacaan doa selamat untuk orang yang berangkat haji. Diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dari Anas RA, doa dalam hadits itu dibaca bagi muslim yang akan melakukan perjalanan.

    زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

    Arab latin: zawwadakallaahut-taqwaa, wa ghafara dzan- baka, wa yassara lakal-khaira haitsu maa kunta

    Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, memudahkan bagimu kebaikan di mana saja kamu berada.” (HR Tirmidzi)

    Doa tersebut dibaca Rasulullah SAW ketika salah seorang sahabat mengatakan dirinya akan melakukan perjalanan jauh. Berikut bunyi hadits lengkapnya,

    Anas berkata, “Ada seseorang menemui Rasulullah SAW kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW aku ingin melakukan perjalanan, karenanya, aku ingin engkau memberi bekal kepadaku.’

    Rasulullah SAW kemudian bersabda, ‘Semoga Allah memberi perbekalan ketakwaan kepadamu.’ Ia berkata, ‘Berilah tambahan lagi.’

    Rasulullah SAW lantas bersabda, ‘Semoga Allah mengampuni dosamu.’ Ia berkata, ‘Demi ayah dan ibuku, berilah tambahan lagi.’

    Rasulullah SAW kemudian bersabda, ‘Dan semoga Allah memberi kemudahan kepadamu di manapun engkau berada’.” (HR Tirmidzi)

    Selain doa tersebut, muslim juga dapat membaca doa selamat untuk jemaah haji seperti yang diriwayatkan Abu Hurairah berikut ini.

    أسْتَوْدِعُكَ اللهَ الَّذِي لا تَضِيعُ ودائِعُهُ

    Arab latin: Astaudiukallaha alladzi la tadhi’u wada’i’uhu

    Artinya, “Aku titipkan engkau kepada Allah SWT yang tak pernah meninggalkan titipannya.” (HR Ahmad)

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com