Tag: hikmah

  • Doa Melepas Keberangkatan Jemaah Haji yang Diajarkan Rasulullah SAW



    Jakarta

    Menjelang keberangkatan haji, jemaah di Indonesia biasanya mengadakan acara walimatus safar haji, salah satunya dengan memanjatkan doa bersama agar perjalanan ke Tanah Suci diberikan kelancaran.

    Mengutip dari buku Dakwah Cerdas karya Dra. Udji Asiyah, M.Si, walimatus safar haji atau melepas keberangkatan haji sebenarnya bukan termasuk rukun ataupun sunah haji. Akan tetapi, melepas keberangkatan jemaah haji dapat menjadi upaya untuk mengungkapkan rasa syukur, silaturahim, dan berpamitan kepada lingkungan sekitar.

    Sahabat dan keluarga turut dianjurkan untuk membaca doa melepas keberangkatan jemaah haji. Lantas, seperti apa bacaan doanya?


    Bacaan Doa Melepas Keberangkatan Jemaah Haji

    Dilansir dari NU Online, Rasulullah SAW pernah membaca doa ketika salah seorang sahabat beliau menyatakan diri untuk mengadakan perjalanan jauh. Bacaan Nabi SAW tersebut dapat pula diamalkan sebagai doa melepas keberangkatan jemaah haji. Berikut ini bacaannya:

    زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

    Latin: Zawwadakallâhut taqwâ, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumâ kunta.

    Artinya: “Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan dimanapun kau berada.”

    Doa tersebut juga diriwayatkan dari sahabat Anas RA sebagaimana dinukil dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi sebagai berikut:

    وروينا في كتاب الترمذي، عن أنس رضي الله قال : جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: يارسول الله، إني أريد سفرا فزودني، فقال: “زودك الله التقوى”، قال: زدني، قال: “وغفر ذنبك”، قال: زدني، قال: “ويسر لك الخير حيثما كنت” قال الترمذي: حديث حسن

    Artinya: “Diriwayatkan kepada kami pada Kitab At-Tirmidzi, dari Sahabat Anas RA. Ia bercerita bahwa seseorang mendatangi Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasul, aku hendak bepergian. Karenanya, berikanlah aku bekal,’ kata sahabat tersebut. ‘Zawwadakallahut taqwa,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa ghafara dzanbaka,’ kata Rasulullah SAW. ‘Tambahkan lagi ya Rasul,’ kata sahabat itu. ‘Wa yassara lakal Khaira haitsuma kunta,’ jawab Rasulullah SAW. Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa kualitas hadits ini hasan.”

    Ada pula riwayat lain yang diterangkan dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin 5 karya Imam al-Ghazali. Pada suatu hari, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW kemudian ia berkata,

    “Aku bermaksud hendak mengadakan perjalanan (bermusafir). Karena itu, berilah aku nasihat, ya Rasulullah.”

    Maka, Rasulullah SAW bersabda kepadanya:

    فِيْ حِفْظِ اللهِ وَكَنفِهِ وَزَوَّدَكَ اللَهَ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَوَجَّهَكَ لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا كُنْتَ

    Fi hifzhillahi wa fi kanafihi wa zawwadakallahuttaqwa wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka ilal-khairi haitsu kunta wa aina ma kunta.

    Artinya: “Semoga engkau dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah. Semoga Allah SWT memberikan perbekalan takwa kepadamu, mengampuni dosa-dosamu, dan membimbing mu kepada kebaikan dimanapun engkau berada.”

    Doa agar Mudah Menunaikan Ibadah Haji

    Umat Islam yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji dapat senantiasa berdoa agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT untuk pergi beribadah ke Tanah Suci.

    Adapun doa agar mudah menunaikan ibadah haji sebagaimana disebutkan dalam Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah SAW karya Abdullah Zaedan, yaitu sebagai berikut:

    اللهم بلغنا مكة والمدينة والغرفة وَارْزُقْنَا الْحَج المبرور وَارْضَ الْمَبْرُوْرَ بَلِّغْنَا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَالْعَرَفَةَ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

    Latin: Alloohumma ballighnaa makkata wal maddiinata wal ‘arofata warzuqnal hajjal mabruuroo wardho ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin.

    Artinya: “Ya Allah, sampaikanlah kami ke kota Mekkah dan Madinah serta Padang Arafah. Anugerahilah kami haji yang mabrur, semoga Engkau ridha kepada kami dan mengampuni dosa-dosa kami, rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau Penolong kami, tolonglah kami dari kaum yang kafir.”

    Demikian bacaan doa melepas keberangkatan jemaah haji sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Semoga umat muslim yang belum mendapat kesempatan untuk beribadah haji dapat senantiasa berusaha dan berdoa agar diberikan kemudahan oleh Allah SWT untuk melaksanakannya.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Saat Masuk Kota Makkah dan Melihat Kakbah



    Jakarta

    Ada doa yang bisa dipanjatkan ketika memasuki kota suci Makkah dan melihat Kakbah. Doa ini bisa dibaca agar mendapat keberkahan dan ridha dari Allah SWT.

    Selain menjadi tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, Kota Makkah sangat istimewa karena menjadi destinasi seluruh umat muslim di penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah. Di sana, semua orang berkumpul untuk beribadah hanya kepada Allah SWT.

    Oleh karenanya, ketika jemaah haji memasuki area Kota Makkah, dianjurkan untuk memanjatkan doa. Begitu pula ketika telah melihat Kakbah, kiblat umat muslim sekaligus Baitullah, rumah suci. Hal tersebut dikarenakan doa yang dibaca oleh seorang muslim yang tengah dalam ibadah sangatlah mustajab.


    Bacaan Doa Memasuki Kota Makkah

    Mengutip buku Kamus Arab-Indonesia Indonesia-Arab: Panduan Praktis Haji & Umroh yang disusun oleh Toni Pransiska, S.Pd.I, dkk., berikut ini adalah doa yang dapat dibaca tepat ketika baru saja memasuki Kota Makkah. Meskipun tengah dalam perjalanan, hendaknya doa ini tetap dibaca supaya ibadah haji atau umrah semakin afdal.

    اَللّٰهُمَّ هٰذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْ لَحْمِيْ وَدَمِيْ وَشَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ وَاٰمِنِّيْ مِنْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْلِيَآئِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ

    Arab-latin: Allahumma hadza haramuka wa amnuka, fa-harrimni ‘alan-nari, wa amminni min ‘adzábika yawma tab’atsu ibáduka, waj’alni min awliya’ika wa ahli thalatika

    Artinya: “Ya Allah, kota ini adalah Tanah Haram-Mu dan tempat yang aman. Maka, hindarkanlah daging, darah, rambut, dan kulitku dari neraka. Anugerahkanlah kepadaku keamanan dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-hamba-Mu. Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang dekat dan taat kepada-Mu.”

    Bacaan Doa Ketika Melihat Kakbah

    Kakbah memiliki keistimewaan yakni orang-orang yang tawaf ketika haji dan umrah tidak pernah terputus, dari siang sampai malam. Rasulullah dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau bersabda: “Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah kalian melarang siapa pun yang hendak tawaf atau sholat di Bait ini, kapan pun, baik siang maupun malam”. (HR Muslim)

    Ketika seorang muslim melihat Kakbah dari dekat maupun kejauhan, disunnahkan baginya untuk mengangkat kedua tangan seraya berdoa. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa doa seorang muslim dikatakan mustajab ketika ia tengah melihat Kakbah.

    Dikutip dari Buku Induk Doa dan Zikir oleh Imam An-Nawawi, doa yang diucapkan ketika melihat Kakbah sebagai berikut

    ْاللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً ، وَزِدْ مَن شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا

    Arab-latin: Allahumma zid hadzal bayta tasyriifan wa ta’dziiman wa takriiman wa mahaabatan wa zid man syarrafahu wa karramahu mimman hajjahu awi’tamarahu tasyriifan wa takriiman wa ta’dziiman wa birran

    Artinya: “Ya Allah, berilah tambahan kepada rumah ini kemuliaan dan kebesaran, kehormatan dan wibawa, dan berilah (pula) tambahan kepada orang yang memuliakannya dan yang menghormatinya dari kalangan orang yang berhaji dan berumrah kepadanya, tambahan kemuliaan, kehormatan, kebesaran, dan ketakwaan.”

    Adapun selanjutnya, hendaknya dilanjutkan dengan membaca doa berikut.

    اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ حَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ

    Arab-latin: Allahumma antassalaam wa minkassalam hayyinaa rabbanaa bissalaami

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Yang Maha Sejahtera, dari Engkaulah sumber semua kesejahteraan, hidupkanlah kami dengan sejahtera.”

    Selain bacaan di atas, bacaan doa atau dzikir lainnya ketika melihat kakbah menurut buku Kamus Doa yang disusun oleh Luqman Junaedi adalah sebagaimana tercantum dalam hadits berikut.

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ

    Arab-latin: Allahumma antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya’uudussalam, fahayyina robbana bissalam

    Artinya: “Ya Allah, Ya Allah, Zat pemilik kedamaian, dari-Mu lah sumber kedamaian dan kepada-Mu kedamaian itu akan kembali. Hidupkanlah kami dengan damai.” (HR Baihaqi).

    Itulah beberapa doa yang dapat dibaca ketika masuk ke Kota Makkah dan ketika melihat Kakbah. Siapa saja yang memenuhi panggilan-Nya harus mengabadikan peristiwa tersebut dengan cara berdoa kepada Allah. MasyaAllah!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Pulang Kerja, Agar Rezeki Berkah dan Hilang Rasa Lelah



    Jakarta

    Seseorang yang mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri dan keluarganya dengan bekerja di jalan yang halal pasti akan diridhai oleh Allah. Jika merasa lelah sepulang bekerja, usahakan memanjatkan doa agar mendapat rezeki yang berkah.

    Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja dan membenci penganggur. Hal tersebut sebagaimana hadits yang dinukil dari buku Kerja Berbuah Surga yang disusun oleh Arip Purkon sebagai berikut:

    Dari Ibnu Umar RA, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai setiap orang beriman yang bekerja (mencari nafkah), yang merupakan ayah dari keluarga (tulang punggung keluarga). Dan (Allah) tidak suka kepada penganggur (tidak bekerja) yang sehat, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.”


    Banyak doa yang bisa dipanjatkan saat bekerja, termasuk doa setelah bekerja. Doa ini dapat dibaca agar mendapatkan rezeki yang halal dan berkah.

    Doa Pulang Bekerja

    Dilansir dari arsip laman DetikHikmah, terdapat bacaan doa yang dapat diamalkan setelah selesai bekerja. Doa ini sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat Allah atas pekerjaan yang dimiliki sekaligus memohon perlindungan agar dijauhkan dari hal-hal yang dzalim.

    Berikut bacaan doa setelah bekerja:

    اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُ بِكَ اَنْ اَضِلّ اَوْ أُضَلَّ اَوْ اَزِلَّ اَوْ أَظْلَمَ اَوْ أَجْهَلَ اَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ.

    Arab-latin: Allahuma innii a’uudzubika an adhilla, au udhalla, au azilla, au adzlama, au ajhala, au yujhala ‘alayya. (dibaca 3x)

    Artinya: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepadaMu agar tidak tersesat atau disesatkan atau aku tergelincir atau digelincirkan atau aku berbuat dzalim atau didzalimi atau aku berbuat bodoh atau dibodohi (HR. Nasa’i, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah)

    Doa Memohon Rezeki Berkah

    Selain doa yang telah disebutkan, ketika pulang bekerja kita juga bisa membaca doa untuk memohon rezeki yang berkah. Dikutip dari buku Sedekah Mahabisnis dengan Allah yang disusun oleh Amirulloh Syarbini, berikut bacaan doanya:

    اَللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّباً, وَاسْتَعْمِلْنِيْ طَيِّباً. اَللّهُمَّ اجْعَلْ اَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّيْ وَانْقِطَاعِ عُمْرِيْ. اَللّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَاَغِْننِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا نَافِعًا. اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ نَعِيْمًا مُقِيْمًا, اَلَّذِيْ لاَ يَحُوْلُ وَلاَ يَزُوْلُ.

    Arab latin: Allaahummar zuqnii rizqan halaalan thayyiban, was ta’milnii thayyiban. Allahummaj’al ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii wang qithaa’i ‘umrii. Allaahummakfinii bihalaalika ‘an haraamika, waghninii bifadhlika ‘amman siqaaka. Allaahumma innii as-‘aluka rizqan waasi’an naafi’an. Allaahumma inni as-aluka na’iimal muqiimal lazdii laa yahuulu wa laa yazuulu.

    Artinya: Ya Allah, berilah aku rezeki yang halal lagi baik dan pekerjakanlah diriku pada kebaikan. Ya Allah, berikanlah keluaran rezeki-Mu kepadaku pada masa tuaku dan ketika kepikunanku (telah datang). Ya Allah, cukupkanlah diriku dengan rezeki yang halal dari-Mu dan jauhkanlah rezeki yang haram. Cukupkanlah diriku dengan karunia-Mu, jauhkanlah rezeki yang haram. Cukupkanlah diriku dengan karunia-Mu, jauh dari selain diri-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang luas lagi bermanfaat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kenikmatan yang tetap, yang tiada terputus-putus serta tidak bergeser sedikitpun.”

    Doa Melepas Penat

    Dalam buku Mukjizat Doa-Doa yang Terbukti Dikabulkan Allah yang ditulis oleh Yoli Hemdi, terdapat bacaan doa yang diambil dari bacaan Al-Qur’an, yakni surat Al Baqarah ayat 286.

    لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

    Arab latin: Lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

    Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

    Bacaan doa tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai permohonan perlindungan kepada Allah agar terbebas dari beban masalah. Terlebih, mengingat Allah setelah seharian lelah bekerja adalah salah satu cara terbaik untuk mengembalikan semangat dan kelapangan hati.

    Itulah beberapa bacaan doa yang dapat dibaca ketika pulang kerja agar rezeki berkah dan rasa lelah hilang. Dengan berdoa dan berserah diri kepada Allah sepenuhnya, maka seorang hamba akan terlatih untuk selalu merasa cukup dan mensyukuri setiap pemberian Allah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Dzikir yang Pahalanya Setara Haji dan Umrah



    Jakarta

    Haji dan umrah wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi yang mampu menurut pendapat yang shahih dari mazhab Syafi’i. Apabila tidak mampu, ada sejumlah amalan yang pahalanya setara haji dan umrah.

    Rasulullah SAW menyebutkan amalan-amalan yang pahalanya setara haji dan umrah sebagaimana diriwayatkan para sahabat. Salah satunya dzikir setelah salat Subuh sampai matahari terbit kemudian diikuti dengan salat dua rakaat.

    Anas RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    “Barang siapa salat Subuh berjamaah, lalu duduk berdzikir kepada Allah SWT sampai terbit matahari, kemudian ia salat dua rakaat, maka amalan itu sama dengan pahala menunaikan ibadah haji dan umrah secara sempurna, sempurna, dan sempurna.” (HR At Tirmidzi dan ia mengatakan hadits ini hasan)

    Bacaan Dzikir setelah Subuh

    Ada berbagai macam bacaan dzikir yang bisa dibaca setelah salat Subuh, sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menukil riwayat yang terdapat dalam Sunan Abu Dawud dan Sunan Ibnu Majah yang dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud, salah satu dzikir yang dibaca pada pagi hari adalah sebagai berikut:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

    Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, hanya bagi-Nya kekuasaan dan hanya bagi-Nya segala puji. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Dalam Kitab Shahih Bukhari juga terdapat hadits yang memuat bacaan dzikir ringan di lisan, tapi memberatkan timbangan amal. Dari Abu Hurairah RA ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

    Artinya: “Ada dua kalimat, yang ringan di lisan tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh ar-Rahman, ‘Subhanallah wa bi hamdih (Maha Suci Allah dan Segala puji hanya bagi-Nya)’, dan ‘Subhanallahil ‘azhim (Maha Suci Allah yang Maha Agung).” (HR Muttafaq ‘Alaih)

    Dalam Kitab Shahih Muslim juga terdapat bacaan dzikir yang paling disukai Allah SWT. Bacaan tersebut adalah:

    سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إلا الله، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

    Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar

    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

    Membaca dzikir setelah subuh juga memiliki keutamaan lain. Dalam Al-Gunyah li Thalibi Thariq al-Haq ‘Azza wa Jalla karya Syekh Abdul Qadir al-Jailani terdapat riwayat dari al-Hasan bin Ali RA mengenai keutamaan dzikir setelah subuh.

    Al-Hasan bin Ali RA mengatakan mendengar Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa salat Subuh di masjidnya kemudian duduk dzikir kepada Allah Ta’ala hingga menjelang matahari terbit, ketika itu dia memuji Allah lalu menunaikan salat dua rakaat, Allah akan memberinya sejuta istana di surga. Setiap istana terdapat sejuta bidadari. Masing-masing bidadari ditemani sejuta pelayan, dan di sisi Allah dia termasuk orang-orang yang bertobat.”

    Riwayat tersebut terdapat dalam Tadzkirah al-Maudhu’at.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Agar Dilancarkan saat Ujian, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Doa dilancarkan ujian bisa dibaca bagi para peserta didik, khususnya yang ingin menghadapi ulangan. Terlebih, momen tersebut cukup mendebarkan karena seluruh mata pelajaran yang telah dipelajari akan diujikan.

    Karenanya, para siswa harus mempersiapkan ujian dengan belajar. Selain usaha, diperlukan juga doa dan campur tangan Allah agar diberi kelancaran.

    Allah SWT bahkan mengimbau umat-Nya untuk selalu memohon kepada-Nya. Baik di kala susah atau senang sekali pun.


    Dalam surat Al Anbiya ayat 88, Allah berfirman:

    فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

    Artinya: “Kami lalu mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin,”

    Berkaitan dengan itu, ada beberapa doa yang bisa dibaca oleh siswa menjelang ujian. Apa saja? Berikut pembahasannya seperti dikutip dari kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi.

    Doa Agar Dilancarkan saat Ujian

    1. Doa Dilancarkan Ujian Versi Pertama

    Doa pertama yang bisa dibaca yaitu doa yang dipanjatkan Nabi Musa AS. Sebelum ujian, ada baiknya doa tersebut dibaca sebanyak 100 kali, berikut bunyinya:

    قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
    وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
    وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
    يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

    Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku,” (QS. Thaha: 25-28).

    2. Doa Dilancarkan Ujian Versi Kedua

    رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

    Arab latin: Rabbi yassir wa a’in wa laa tu’assir

    Artinya: “Wahai Rab-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit,”

    3. Doa Dilancarkan Ujian Versi Ketiga

    Menukil dari buku Dzikir, Wirid, Doa dan Shalawat oleh Sayyid M Dzikri, ada juga doa yang bisa dipanjatkan untuk mengatasi kesulitan ketika ujian. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ لَا سَهُلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

    Arab latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan, wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya,”

    4. Doa Dilancarkan Ujian Versi Keempat

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku,”

    5. Doa Dilancarkan Ujian Versi Kelima

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: “Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat,”

    Itulah sejumlah doa yang bisa dibaca agar diberi kelancaran saat ujian. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya



    Jakarta

    Hadits mutawatir adalah hadits yang dikenal dengan istilah yang dihubungkan dengan banyaknya jumlah perawi. Berikut ini adalah penjelasan hadits mutawatir selengkapnya dengan pengertian, ciri, jenis, dan contohnya.

    Dikutip dari buku Ilmu Memahami Hadits Nabi tulisan KH. M. Ma’shum Zein, M.A., secara bahasa, mutawatir memiliki arti yang sama dengan kata mutatâbi yang artinya beruntun atau beriring-iringan antara satu dengan yang lain tanpa ada jarak.

    Sedangkan menurut istilah, ada beberapa penjelasan mutawatir sebagai berikut. Dari As Suyuthi dalam Kitab Tadrib mengatakan,


    مَا رَوَاهُ جَمْعُ عَنْ جَمْعِ تُحِيْلُ العَادَةَ تَوَاظُؤُهُمْ عَلَى الْكَذِبِ

    Artinya: “Hadits mutawatir merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang menurut adat, mustahil mereka bersepakat terlebih dahulu untuk berdusta.”

    Semenara itu, Ajjaj dalam Kitab Ushul berpendapat,

    مَارَوَاهُ جَمْعُ تُحِيْلُ الْعَادَةَ تَوَاظُؤُهُمْ عَلَى الْكَذِبِ عَنْ مِثْلِهِم مِنْ أَوَّلِ السَّنَدِ إِلَى مُنْتَهَاه

    Artinya: “Hadits mutawatir merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang menurut adat, mustahil mereka lebih dahulu bersepakat untuk berdusta, mulai awal sampai akhir mata rantai sanad, pada setiap thabaqat atau generasi.”

    Lalu, pendapat lain dari ‘Ithr dalam Kitab Manhaj mengatakan,

    الَّذِي رَوَاهُ جَمْعٌ كَثِيرٌ لَا يُمْكِنُ تَوَاطُؤُهُمْ عَلَى الْكَذِبِ عَنْ مِثْلِهِمْ إِلَى انْتِهَاءِ السَّنَدِ وَكَانَ مُسْتَنِدُهُمْ أَلْحِس

    Artinya: “Hadits mutawatir merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang terhindar dari adanya kesepakatan mereka untuk berdusta (sejak awal mata rantai sanad) sampai akhir sanad berdasarkan pancaindra.”

    Untuk itu, hadits mutawatir menurut istilah didefinisikan sebagai hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi pada setiap tingkatan sanadnya dan menurut akal tidak memungkinkan mereka sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits. Dalam meriwayatkan hadits, para perawi satu ini bersandar pada sesuatu yang bisa diketahui dengan pancaindra, seperti pendengaran.

    Adapun ciri dari hadits mutawatir dikutip dari Kitab Shahih Bukhari-Muslim tulisan Fu’ad Abdul Baqi adalah sebagai berikut.

    Ciri-ciri Hadits Mutawatir

    • Diriwayatkan banyak perawi. Para ahli hadits memiliki perbedaan pandangan perihal jumlah minimal perawi hadits mutawatir ini. Abu Thayyib berpendapat paling sedikit empat orang perawi, sedang Syaikh Mahmud ath-Thahhan menyebut 10 orang.
    • Jumlah banyak orang yang meriwayatkannya ini ada pada semua tingkatan sanadnya.
    • Menurut adat, mustahil para perawi sepakat untuk berbohong lantaran mereka berada di negeri atau bangsa yang berbeda.
    • Sandaran hadits ini dilakukan menggunakan pancaindra, misal pendengaran atau penglihatan. Sehingga kalimat haditsnya seperti, “Kami mendengar..” atau “Kami melihat…” Jika penyandaran hadits berlandaskan akal perawi maka tidak disebut sebagai hadits mutawatir.

    Jika dilihat dari ciri-cirinya di atas, terdapat ulama yang menyebut keberadaan hadits mutawatir tidak ada sama sekali. Tetapi Syaikh Manna Al-Qaththan berkata lain. Menurutnya hadits mutawatir itu ada, tetapi jumlahnya tak cukup banyak bila dibanding hadits ahad.

    Apabila menilik hadits mutawatir berdasarkan macamnya maka terdapat dua macam seperti yang dijelaskan oleh para ulama. Dua macam hadits mutawatir adalah sebagai berikut.

    Jenis Hadits Mutawatir dan Contohnya

    • Mutawatir Lafzhi yaitu hadits yang mutawatir lafaz dan maknanya. Contohnya adalah Hadits riwayat Abu Hurairah, “Barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku secara sengaja, maka hendaklah ia bersiap-siap mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR Bukhari)

    Dikatakan bahwa hadits ini diriwayatkan lebih dari 70 sahabat, dan jumlah yang meriwayatkannya terus bertambah.

    • Mutawatir Maknawi yakni hadits yang maknanya mutawatir sementara lafaznya tidak. Contohnya adalah mengenai tata cara mengangkat tangan ketika berdoa. Hadits-hadits yang meriwayatkan seperti ini terdapat sekitar 100 hadits.

    Begitulah pembahasan kali ini mengenai hadits mutawatir. Semoga tulisan kali ini dapat menambah wawasan kita dalam beragama. Aamiin yaa Rabbal’alamiin.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Ziarah ke Makam Rasulullah, Termasuk Amalan Sunnah



    Jakarta

    Makam Rasulullah SAW terletak di Masjid Nabawi, Madinah. Terdapat beberapa hadits tentang ziarah ke makam Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa hal tersebut termasuk amalan sunnah.

    Misalnya saja saat melaksanakan rangkaian ibadah haji maupun umrah salah satunya adalah ziarah ke makam Rasulullah SAW yang terletak di Madinah. Hal ini dijelaskan Imam al-Ghazali dalam Mukhtashar Ihya Ulumuddin seperti diterjemahkan oleh ‘Abdul Rosyad Siddiq.

    Rasulullah SAW pernah bersabda,


    مَنْ زَارَني بَعْدَ وَفَاتِي فَكَأَنَّمَا زَارَتي فِي حَيَاتِي.

    Artinya: “Barang siapa menziarahi aku sepeninggalanku nanti, seakan-akan ia menziarahi aku saat aku masih hidup.” (HR at-Thabrani dan ad-Daruquthni)

    Beliau SAW juga pernah bersabda,

    مَنْ وَجَدَ سَعَةً وَ لَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي

    Artinya: “Barang siapa memiliki kemudahan, namun tidak menziarahi aku, berarti ia (sengaja, berniat) menjauhi aku.” (HR at-Thabrani)

    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda,

    مَنْ جَادَنِي زَابِرَ الأَيَهُمُهُ إِلَّا زِيَارَتِي كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ أَكُونَ لَهُ شَفِيعًا

    Artinya: “Barang siapa datang hanya untuk menziarahi aku, niscaya aku punya hak atas Allah sebagai pemberi syafaat untuknya. ” (HR at-Thabrani)

    Kesunnahan berziarah ke makam Rasulullah SAW juga ditegaskan oleh sejumlah ulama dalam kitab karangannya. Dalam Masa-il Diniyyah karya Kholil Abou Fateh disebutkan, di antara ulama yang mendukung pendapat ini adalah Imam Taqiyyuddin as-Subkhi dalam Kitab Syifa’ as-Saqam Fi Ziyarah Khair al Anam, al-Qadli ‘Iyadl al Maliki dalam asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al Mushthafa.

    Kemudian, Imam an-Nawawi dalam Matn al ‘Idlah fi al Manasik mengatakan bahwa ziarah ke makam Rasulullah SAW tergolong hal terpenting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan termasuk usaha paling sukses (baik).

    Hal ini juga dijelaskan oleh Abdillah F. Hasan dalam buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa bahwa seorang muslim yang berziarah ke makam Rasulullah SAW bukan hanya akan mengingat kematian, tetapi juga mengenang kembali betapa besar perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan kalimat tauhid di muka bumi.

    Bagi para jamaah haji yang berada di kota Madinah, hendaknya mengambil kesempatan untuk meluangkan waktu berziarah ke makam Rasulullah SAW. Sebab, seorang muslim yang berziarah ke makam beliau akan mendapat keutamaan yang tidak didapatkan jika berziarah di tempat lain.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berziarah ke kuburku, maka wajib baginya mendapat syafaatku.” (HR Ad-Daruquthni)

    Sementara, terdapat pula hadits yang diriwayatkan oleh at-Thabrani yang menjelaskan, “Barang siapa yang datang kepadaku untuk menziarahiku, tidak ada keperluan lain kecuali hanya menziarahiku, maka saya pasti akan menjadi pensyafaat bagi dia pada hari kiamat.”

    Zikir Berziarah di Makam Rasulullah

    Mengutip dari Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi berikut ini salam dan doa yang diucapkan saat berziarah ke makam Rasulullah SAW,

    Saat mendatangi makam Nabi Muhammad SAW dari tembok makam lalu mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW dengan pelan seraya mengucapkan,

    السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خِيرَةَ اللَّه مِنْ خَلْقِهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ الله السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيّدِ الْمُرْسَلِينَ وَخَاتَمَ النَّبِيِّين السَّلامَ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَابِكَ وَأَهْلِ بَيْتِكَ وعلى النَّبِيِّينَ وَسَائِرِ الصَّالِحِيْن ، أَشْهَدُ أَنَّكَ بَلَّغْتَ الرِّسَالَة وَأَدَّيْتَ الأمانة ونصحت الأمة فَجَزَاكَ الله عنَّا أَفْضَلَ مَا جَرَى رَسُوْلاً عَنْ أمته

    Artinya: “Salam untukmu, wahai makhluk Allah yang paling mulia. Salam untukmu, wahai kekasih Allah. Salam bagimu, wahai pemimpin para rasul dan penutup para nabi. Salam untukmu, keluargamu dan sahabatmu serta para nabi dan semua orang-orang shalih. Aku bersaksi sesungguhnya engkau telah menyampaikan risalah dan melaksanakan amanah serta menasehati ummat. Terima kasih dari kami, semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan.”

    Lalu, ketika seseorang hendak meninggalkan Madinah, maka dianjurkan baginya berpamitan dengan Masjid Nabawi, dan dianjurkan dengan cara melaksanakan salat dua rakaat dan memanjatkan doa yang dia inginkan kemudian menuju makam dan mengucapkan salam,

    اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِحَرَم رَسُولِكَ وَيَسِّرْلِي الْعَوْدَ إِلَى الْحَرَمَيْن سَبِيلاً سَهْلَةَ بِمَيِّكَ وَفَضْلِكَ وَارْزُقْنِي الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيا والآخِرَة وَرُدَّنَا سَالِمِين عَانِمِين إِلَى أَوْطَانِنَا آمِنِيْن

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini sebagai akhir kebersamaan dengan Tanah Suci utusan-Mu, mudahkanlah jalan untuk kembali mengunjungi dua Tanah Suci-Mu dengan kemurahan dan karunia-Mu Anugerahkanlah kepadaku ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat. Kembalikanlah kami ke negara kami dalam keadaan selamat dan memperoleh kesuksesan, Amin.”

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Dagangan Laris Banyak Pembeli, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Berjualan atau berdagang adalah salah satu kegiatan untuk mencari rezeki yang porsinya sudah dibagi oleh Allah SWT kepada umat-Nya. Sebagai muslim yang selalu mengingat-Nya, kita perlu untuk mengamalkan doa agar dagangan laris banyak pembeli.

    Doa agar diberikan kelarisan dari dagangan yang dijual perlu kita panjatkan lantaran kita paham akan kemampuan terbatas manusia dan perlu dibantu oleh ridha dan kuasa Allah SWT. Selain berdoa, pedagang juga harus mengamalkan sifat dan perbuatan yang baik seperti berbuat baik, ramah, jujur, dan amanah, sama seperti yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW.

    Berikut ini adalah beberapa doa agar dagangan laris banyak pembeli lengkap dengan Arab, latin, dan artinya yang dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan, buku Fadhilatul Amal Doa Pembuka Rezeki, Sukses Usaha & Karier karya Ust. Zezen Zaenal Alim, dan buku Kumpulan Doa Pembuka Rezeki karya Ustaz Fayumi Al-Maliki.


    5 Doa agar Dagangan Laris Banyak Pembeli

    1. Doa agar Dagangan Laris Versi Pertama

    اللهم اني أسْأَلُكَ صِحَةٌ فِي إِيْمَانِ وَإِيْمَانَا فِي حُسْنِ خُلُقٍ وَنَحَاحًا يَتْبَعُهُ فَلَاح وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَعَافِيَةٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنْكَ وَرِضْوَانًا

    Arab Latin: “Alloohumma innii as-aluka shihhatan fii iimaanin wa iimaanan fii husni khulukin wa najaahan yatba-‘uhu falaahun warohmatan minka wa-‘aafiyatan wa maghfirotan minka wa ridhwaanan”

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kemurnian iman dan akhlak terpuji, serta kesuksesan yang disertai keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan, pengampunan, dan keridhaan dari-Mu.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    2. Doa agar Dagangan Laris Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَامَشَقَّةٍ وَلَاضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab Latin: “Allaahumma inni as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai`in qadiir”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki untukku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    3. Doa agar Dagangan Laris Versi Ketiga

    اللهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُودُ يَاجَوَّادُ يَا بَاسِطُ يَا كَرِيْمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطَّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلِيمُ يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ يَا رَحْمَنُ يَارَحِيْمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَ الجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَاحَنَّانُ يَامَنَّانُ انْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab Latin: “Allaahumma yaa ahadu yaa waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu yaa wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa ‘aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii’us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati khairin tughninii ‘amman siwaaka.”

    Artinya: “”Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha pemurah, wahai Dzat yang Maha pembagi, wahai Dzat yang Mahamulia, wahai Dzat yang Maha pemberi, wahai Dzat yang memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Mahakaya, wahai Dzat yang Maha pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha mengetahui, ‘wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang Maha pengasih, wahai Dzat yang Maha penyayang, wahai Dzat yang Maha pemberi anugerah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapa pun selain Engkau.””

    4. Doa agar Dagangan Laris Versi Keempat

    Salah satu doa agar usaha bisa lancar termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al Maidah ayat 114, Allah SWT berfirman,

    قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab Latin: Qala ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

    Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan, turunkanlah kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami, maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

    5. Doa agar Dagangan Laris Versi Kelima

    Lancarnya usaha juga bisa datang dari rezeki yang tak terduga, atas kehendak Allah SWT. Perihal ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah At Talaq ayat 3,

    وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Arab Latin: “Wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā”

    Artinya: “dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barangsiapa bertawakal kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

    Sekian adalah pemaparan mengenai doa agar dagangan laris banyak pembeli. Semoga menambah pengetahuan dan keyakinan kita ketika berdagang hanya untuk mendapatkan rezeki halal-Nya dan untuk beribadah kepada-Nya. Aamiin yaa Rabbalalamiin.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023 untuk Instansi dan Umum



    Jakarta

    Hari Lahir Pancasila diperingati tiap tahun tepat pada tanggal 1 Juni. Untuk menyambutnya, berikut adalah doa upacara Hari Lahir Pancasila 2023 yang bisa dibacakan.

    Merujuk pada Surat Edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023, pembacaan doa Hari Lahir Pancasila 2023 dilakukan setelah penyampaian amanat inspektur upacara.

    Berikut contoh teks doa upacara Hari Lahir Pancasila 2023 seperti dilansir dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).


    Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,

    Dalam suasana yang penuh kekhidmatan ini, kami dengan rendah hati menyampaikan penghormatan, pujian, syukur, dan doa kepada-Mu. Kami memohon rahmat dan kasih sayang-Mu untuk para pahlawan kesatria kusuma bangsa, yang telah mendahului kami. Sesuai dengan janji-Mu ya Allah, lipat gandakanlah pahala atas keikhlasan pengabdian dan pengorbanan mereka. Terimalah dharma bakti dan amal shaleh mereka, jadikanlah mereka sebagai syuhada dan pahlawan bangsa yang Engkau ridhai. Dekatkanlah mereka di sisi-Mu ya Allah dan dekatkanlah pula hati kami dengan semangat juang mereka.

    Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

    Jadikanlah Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum agar dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, jauhkanlah bangsa kami dari perselisihan dan perpecahan. Limpahkanlah karunia-Mu, baik yang datang dari langit maupun dari bumi. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami untuk menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, makmur, adil, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah,

    Berilah kami dan para pemimpin kami kekuatan dan keteguhan hati untuk menegakkan kebenaran dan mengedepankan keadilan. Tanamkanlah dalam diri kami dan para pemimpin kami kebijaksanaan dalam berpikir, kecermatan dalam bertindak, serta kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami. Semoga setiap langkah yang kami lakukan membawa manfaat yang berarti bagi bangsa dan negara kami.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

    Hendaklah Engkau tidak menghukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Janganlah Engkau memberikan beban yang berat kepada kami seperti yang Engkau berikan kepada generasi sebelum kami. Janganlah Engkau membebani kami dengan hal-hal yang kami tidak mampu memikulnya. Berikanlah pengampunan, maaf, dan rahmat-Mu kepada kami. Engkaulah Penolong kami yang sejati.

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do’a,

    Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa guru kami, dosa para pemimpin kami, dan dosa para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan kami yang telah kami lakukan. Kabulkanlah permohonan dan doa kami, karena Engkaulah Yang Maha Pengampun dan Maha Mengabulkan segala doa.

    رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلاتَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

    Doa upacara Hari Lahir Pancasila tersebut dapat digunakan oleh berbagai instansi ataupun masyarakat umum yang memperingati Hari Lahir Pancasila 2023 yang tahun ini bertema “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Memberi Nama Bayi Menurut Islam, Kapan Sebaiknya Dilakukan?



    Jakarta

    Bayi yang baru lahir dianjurkan untuk diberi nama pada hari ketujuh kelahirannya. Kelahiran bayi dalam keluarga biasanya menjadi kebahagiaan tersendiri. Bahkan, beberapa pasangan suami istri telah jauh-jauh hari menyiapkan nama untuk anaknya.

    Mengutip dari buku Ritual dan Tradisi Islam Jawa karya Muhammad Sholikhin, Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada bayinya.

    Pemberian nama yang baik menjadi hak anak terhadap orang tuanya sekaligus kewajiban orang tua kepada anaknya. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam riwayat hadits, Rasulullah SAW bersabda:


    حَقُّ الوَلَدِ عَلَى وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ

    Artinya: “Hak anak atas orang tuanya ialah mendapatkan nama yang baik.” (HR. al-Baihaqi, Abu Nu’aim dan al-Dailami).

    Sebenarnya, memberi nama pada bayi tidak perlu terburu-buru dilakukan. Dalam Islam justru dianjurkan untuk memberi nama bayi pada hari ketujuh kelahirannya. Lantas, seperti apa bunyi dalilnya? Berikut penjelasannya.

    Dalil Tentang Memberi Nama Bayi pada Hari Ketujuh

    Imam Nawawi dalam buku Zikir Seputar Nikah dan Pemberian Nama Anak menerangkan hukum sunah memberikan nama bayi pada hari ketujuh kelahirannya. Hal ini bersandar pada riwayat dalam kitab Imam Tirmidzi melalui Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan:

    سَابِعِهِ، يَوْمَ الْمَوْلُودِ بِتَسْمِيَةِ أَمَرَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللَّهُ صَلَّى النَّبِيَّ أَنَّ وَالعَقِ عَنْهُ، الْأَذَى وَوَضْعِ

    Artinya: “Nabi SAW memerintahkan untuk memberi nama bayi yang baru lahir pada hari yang ketujuh, begitu pula melenyapkan kotoran dan mengakikahinya.” (HR Tirmidzi, dikatakan hadits ini hasan).

    Riwayat lain yang terdapat dalam kitab Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah serta kitab lainnya dengan sanad-sanad yang shahih, melalui Samurah Ibnu Jundub, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    وَيُسَمَّى وَيُخْلَقُ ، سَابِعِهِ، يَوْمَ عَنْهُ تُذْبَحُ بِعَقِيْقَتِهِ رَهِينُ غُلَامٍ كُلِّ

    Artinya: “Setiap anak (yang baru lahir) tergadaikan oleh akikahnya yang disembelih untuknya pada hari yang ketujuh, lalu dicukur dan diberi nama.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan an-Nasa’i).

    Memberi Nama Bayi dengan Nama yang Baik dan Dicintai Allah

    Memberi nama bayi dengan nama yang baik menjadi doa dan pengharapan orang tua agar bayi tersebut dapat tumbuh menjadi anak baik. Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan untuk memilih nama yang baik dan indah.

    Hal tersebut sebagaimana diterangkan melalui hadits yang dinukil dari buku Ensiklopedi Wanita Muslimah karya Haya binti Mubarak Al-Barik, diriwayatkan dari Abu Darda RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

    إنكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَبِأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسَمَائِكُمْ رواه أبوداود

    Artinya: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka buatlah nama yang baik bagi kalian.” (HR Abu Daud).

    Tak hanya memberi nama yang baik, dalam riwayat lain juga disebutkan agar memberi nama bayi dengan nama-nama yang dicintai Allah. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَزَ وَجَلَّ: عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ رواه مسلم

    Artinya: “Sesungguhnya nama kalian yang paling disukai Allah Azza Wa Jalla ialah Abdullah dan Abdur-Rahman.” (Diriwayatkan Muslim).

    Selain itu, nama-nama yang paling benar dan paling buruk dijelaskan dalam riwayat dari Abu Wahb Al-Jasymy Ash-Shahaby Radhiyallahu Anhu. Dia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

    تَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ الْأَنْبِيَاءِ وَأَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى: عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَأَصْدَقْهَا : حَارِتْ وَهَمَّامٌ وَأَقْبَحُهَا: حَرْبٌ وَمُرَّةً (رواهأبوداود والنسائي وغيرهما)

    Artinya: “Berilah nama dengan nama para nabi, dan nama yang paling disukai Allah Ta’ala ialah Abdullah dan Abdur-Rahman, sedangkan nama yang paling benar ialah Harits dan Hammam, sedangkan nama yang paling buruk ialah Harb dan Murrah.” (Diriwayatkan Abu Daud, An-Nasa’i dan lain-lainnya).

    Demikian penjelasan dari anjuran memberi nama bayi pada hari ketujuh yang didasarkan pada dalil hadits Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com