Tag: hikmah

  • 15 Keutamaan Membaca Sholawat, Bisa Jadi Kunci Terkabulnya Doa


    Jakarta

    Ada sejumlah keutamaan membaca sholawat yang bisa diraih umat Islam. Membaca sholawat dapat menjadi bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus doa yang bernilai pahala.

    Setiap menunaikan salat, umat Islam bahkan telah diwajibkan membaca sholawat nabi setiap tasyahud akhir. Perintah membaca sholawat termaktub dalam Al Quran surah Al-Ahzab ayat 56. Allah SWT berfirman,

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا


    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

    Bacaan Sholawat Pendek

    Mengutip dari buku Memahami Makna Bacaan Sholat karya Abu Utsman Kharisman, bacaan sholawat pendek yang dibaca di luar salat, yaitu dapat diamalkan sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

    Latin: Allahumma shalli ‘alaa sayyidina muhammad

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya.”

    Bacaan tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaikh al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin. Selain itu, umat Islam juga dapat membaca sholawat nabi yang pendek dengan bacaan:

    صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد

    Latin: Shallallahu ‘ala Muhammadin

    Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

    Keutamaan Membaca Sholawat

    Habib Abdullah Assegaf dan Indriya dalam buku Mukjizat Shalawat menukil keutamaan sholawat menurut Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Sholawat Nabi SAW. Berikut di antaranya.

    1. Membaca sholawat termasuk wujud menaati perintah Allah SWT sebagaimana telah disebutkan dalam surat Al-Ahzab ayat 56.
    2. Mendapat balasan 10 sholawat dari Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Orang yang bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan beri sholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim)
    3. Derajatnya diangkat sepuluh derajat oleh Allah SWT sebagaimana dalam hadits Nabi SAW yang berbunyi, “Barang siapa bersholawat satu kali saja, Allah SWT akan memberinya sepuluh rahmat sama dengan sepuluh derajat baginya.”
    4. Orang yang bersholawat satu kali akan dituliskan sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh keburukan darinya.
    5. Membaca sholawat nabi menjadi kunci terkabulnya doa di sisi Allah SWT. Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk mengawali doa dengan membaca sholawat.
    6. Sholawat akan mendatangkan syafaat dari Rasulullah SAW bagi orang yang membacanya.
    7. Sholawat akan mencukupkan apa yang diinginkan seseorang.
    8. Sholawat menjadikan seorang hamba dekat dengan Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.
    9. Sholawat dapat menjadi bentuk sedekah bagi orang yang tidak mampu bersedekah.
    10. Sholawat kepada Rasulullah SAW yang dibaca dengan ikhlas dapat mempermudah hajat seseorang.
    11. Sholawat memberikan kebaikan pada suatu majelis dan penghuninya tidak akan mendapat kerugian pada hari kiamat.
    12. Sholawat dapat mendatangkan keberkahan serta mencegah seseorang dari kefakiran dan sifat kikir.
    13. Sholawat mengandung zikir kepada Allah SWT untuk mensyukuri segala nikmat-Nya.
    14. Membaca sholawat nabi juga akan menghindarkan seseorang dari sifat lupa. Sebab, melalui sholawat seseorang akan terus mengingat Allah SWT.
    15. Sholawat kepada Rasulullah SAW dari umatnya ialah doa. Semakin banyak seorang muslim bersholawat, maka semakin cinta kita kepada Nabi dan Allah SWT pun akan mencintai kita.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Qunut Subuh Versi Pendek: Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Doa qunut subuh dibaca ketika rakaat kedua salat Subuh. Biasanya, doa dipanjatkan setelah i’tidal dan sebelum melakukan sujud.

    Hukum membaca doa qunut sendiri ialah sunnah muakkad seperti dikatakan oleh Imam Nawawi melalui Kitab al-Adzkar. Dalil terkait hukum doa qunut subuh merujuk pada hadits dari Anas bin Malik yang berbunyi,

    “Rasulullah senantiasa membaca qunut ketika sholat Subuh sehingga beliau wafat,” (HR Ahmad)


    Bacaan Doa Qunut Subuh Versi Pendek

    Mengacu pada sumber yang sama, yaitu Kitab Al-Adzkar, berikut bacaan doa qunut subuh pendek.

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Arab latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi,”

    Pengganti Doa Qunut Subuh

    Sebetulnya, doa qunut sendiri sunnah hukumnya untuk dibaca. Hal ini merujuk pada pendapat Imam Malik dan Syafi’i yang dinukil dari buku Fiqih Shalat Terlengkap susunan Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani.

    Prof Wahbah Az-Zuhaili melalui bukunya yang berjudul Fiqhul Islam wa Adillatuhu menyebut bahwa boleh membaca doa qunut dengan redaksi lain. Syaratnya, zikir tersebut berisi doa dan pujian seperti dijelaskan oleh ulama mazhab Syafi’i.

    Bacaan yang dapat dipanjatkan jika tidak hafal doa qunut subuh ialah allaahummaghfir lii yaa Ghafur atau membaca warhamnii ya rahiim, atau walthuf bi yaa lathiif.

    Namun, mazhab Syafi’i berpandangan bahwa yang paling utama untuk dibaca ialah allahummah dinii sampai akhir. Lain halnya dengan mazhab Hanafi yang berpandangan jika tidak hafal diperbolehkan mengganti dengan ucapan yaa Rabbi atau Allahummaghfir lii sebanyak 3 kali.

    Selain itu, membaca doa yang tercantum pada surat Al Baqarah ayat 201 juga diperbolehkan.

    رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab latin: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār (QS Al Baqarah: 201)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Wasiat Jibril yang Selalu Disampaikan ke Rasulullah



    Jakarta

    Malaikat Jibril selalu berwasiat kepada Rasulullah SAW tentang amal perbuatan yang bisa dikerjakan. Menurut sebuah riwayat, setidaknya ada tujuh wasiat Jibril yang disampaikan kepada Rasulullah SAW.

    Wasiat Jibril ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Jabir bin ‘Abdullah Al-Anshari RA sebagaimana dinukil Muhammad Nawawi bin ‘Umar Al-Jawi dalam Nashaihul ‘Ibad Syarh Al-Munabbihaat ‘Alal Isti’daad Li Yaumil Ma’aad.

    Jabir bin ‘Abdullah Al-Anshari RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,


    1. Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai aku mengira kalau tetangga itu akan dijadikan sebagai ahli waris.

    2. Jibril selalu berwasiat kepadaku agar memperlakukan istri sebaik mungkin sampai aku mengira kalau istri itu haram diceraikan.

    3. Jibril selalu berwasiat kepadaku agar sebaik mungkin dalam memperlakukan para budak sampai aku mengira suatu waktu nanti mereka harus dimerdekakan.

    4. Jibril selalu berwasiat kepadaku agar aku melakukan siwak (gosok gigi) sampai aku mengira kalau bersiwak itu wajib.

    5. Jibril selalu berwasiat kepadaku untuk melakukan salat berjamaah sampai aku mengira Allah tidak akan menerima salat, kecuali dengan berjamaah.

    6. Jibril selalu berwasiat kepadaku untuk mengerjakan salat Tahajud sampai aku mengira tidak ada tidur pada waktu malam.

    7. Jibril selalu berwasiat kepadaku agar senantiasa berdzikir kepada Allah sampai aku mengira tidak ada ucapan yang bermanfaat, kecuali dzikir kepada Allah.

    Imam Bukhari dan Muslim mengeluarkan riwayat wasiat Jibril agar berbuat baik kepada tetangga dalam Shahih-nya. Muslim mengeluarkannya dalam Bab Al-Birr wa Ash-Shilah. Hadits tersebut dinilai shahih.

    Dari hasil wasiat tersebut, Rasulullah SAW mensyariatkan beberapa sunnah kepada umatnya, sebagaimana diterangkan dalam Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa’il wa Thuruq wa Amaliyah karya Raghib As-Sirjani. Salah satunya adalah sunnah berbagi makanan kepada tetangganya.

    “Sunnah ini bukan bermaksud menyeru seseorang membuat makanan khusus untuk tetangganya, namun memberi hadiah makanan yang dikonsumsi oleh tuan rumah sendiri, dan tentu tidak mengapa menambah sedikit kuantitas makanan agar dapat menyisihkan kepada tetangga sebagai pemberian atau hadiah,” jelas akademisi Islam berkebangsaan Mesir tersebut.

    Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW secara khusus berpesan kepada kaum wanita, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah RA, bahwa beliau SAW bersabda,

    “Wahai wanita-wanita kaum muslimin, janganlah seseorang meremehkan tetangganya walaupun hanya dengan memberi sedikit daging kambing.” (HR Bukhari dalam Kitab Al-Adab dan Muslim dalam Kitab Az-Zakat)

    Selain wasiat untuk berbuat baik kepada tetangga dan enam wasiat seperti disebutkan dalam hadits di atas, Malaikat Jibril juga memberikan wasiat lainnya kepada Rasulullah SAW. Dalam hadits yang dikeluarkan Thabrani dan dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ

    Artinya: “Jibril ‘alaihissalam pernah datang kepadaku seraya berkata, ‘Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayit. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya. Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam dan kehormatannya adalah rasa kecukupan dari manusia.”

    Dalam Tasliyat Ahlul Masha’ib karya Muhammad Al-Manjai Al-Hanbali terdapat hadits serupa dengan redaksi,

    “Jibril berkata, ‘Hiduplah semaumu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayat. Cintailah siapa saja yang engkau mau karena sesungguhnya engkau akan meninggalkannya. Dan, berbuatlah semaumu karena sesungguhnya engkau akan menghadap-Nya.” (HR Abu Dawud)

    (kri/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal


    Jakarta

    Doa dari keluarga atau kerabat untuk orang yang sudah meninggal akan bermanfaat baginya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id al Khudri, Rasulullah SAW bersabda,

    “Pada hari kiamat seseorang diikuti kebaikan sebesar gunung, lalu ia bertanya, “Dari mana aku memperoleh semua ini? Dikatakan kepadanya, “Dari istighfar anakmu untukmu.” (HR Thabrani)

    Penyebutan anak dalam hadits di atas, tidak terbatas pada seorang anak dari orang yang sudah meninggal dunia saja. Namun, semua orang muslim dibolehkan saling mendoakan sebagaimana telah Allah SWT firmankan dalam surah Al Hasyr ayat 10,


    وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

    Artinya: Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”

    Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

    Dalam praktiknya, salah satu cara mengirim doa bagi orang yang sudah meninggal dunia di Indonesia dapat dilakukan dengan tahlilan. Dijelaskan dalam buku Bimbingan Praktikum Ibadah oleh Prof. Dr. H. Abuddin Nata, dalam acara tahlilan, keluarga dari orang yang meninggal dunia melakukan tahap persiapan seperti penentuan hari, tanggal, tempat, dan tamu yang akan diundang.

    Nama-nama almarhum atau almarhumah yang akan didoakan ditetapkan. Hidangan yang akan disiapkan dan bingkisan atau buah tangan untuk menghormati para tamu juga disusun dalam tahap persiapan ini.

    Selanjutnya pada tahap pelaksanaan, seorang ustaz yang dipilih akan memimpin tahlilan dengan membaca doa sambil menyebut nama orang yang sudah meninggal dunia serta bacaan surah pendek seperti surah Al Falaq dan surah An Nas. Berikut bacaan lengkap yang dapat dilafalkan.

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وبركاته … أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ .

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh… Astaghfirullahal ‘adzim (3×)

    إلَى حَضْرَةِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Ila hadratin nabiyyina Muhammadin syai’un lillāhi lahumud fâtihah

    ثم إلى أزواح أبي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيَّ شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

    Tsumma ila arwahi abi bakrim, wa ‘imar, wa ‘utsman, wa ‘ali, syain lillahi lahumul fatihah

    ثم إلى أرواح …. شَيْءٌ اللَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَة

    Tsumma ila arwahi wa arwahi …. (disebutkan nama-nama almarhum dan almarhumah yang akan dikirimi doa), syai’un lillähi laharal fatihah

    لا إله إلا الله والله أكبر …. قُلْ هُوَ الله أحدٌ : اللَّهُ الصَّمَدُ : لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولد الله وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

    La ilaha illallahu wallahu akbar … gulhurullah ahad … allahush shamad, lam yalid wa lam yalad, walam yakun lahu kufuwan ahad… (2x)

    لا إله إلا الله والله أكبر … قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ اللَّهِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ إِلَّا وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ الثقافاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا

    La ilaha illallahu wallahu akbar… qul ‘audzu birabbil falaq, min syarri ma khalaq wa min syarri ghasiqin idza waqab, wa min syarrin naffâtsäti fil uqadi, wa min syarri hasidin idza hasad (2x)

    لا إله إلا الله والله أكبر … قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ان من الجنَّةِ والنَّاسِ

    La ilaha illallahu wallahu akbar… qul ‘aūdzu birabbinnâs malikinnnås ilahinnas min syarril waswasil khannas, alladzi yuwaswisu fi sudurinnas minal jinnati wannās… (2x)

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

    La ilaha illallahu wallahu akbar

    Deretan Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

    Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa setelah seseorang meninggal, semua amal perbuatannya telah terputus, kecuali tiga hal yakni sedekah yang terus memberi manfaat, ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang, dan anak saleh yang mendoakannya. Dikutip dari Buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, berikut adalah beberapa doa untuk orang yang sudah meninggal.

    1. Doa untuk Orang Meninggal Versi Pertama

    السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

    Arab latin: Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

    Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim, dari Aisyah)

    2. Doa untuk Orang Meninggal Versi Kedua

    السَّلَامُ عَلَيْكُم دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Arab Latin: “Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniin wa innaa in syaa’allaahu bikum laahiquun”

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin, dan insya Allah kami akan menyusul kalian.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

    3. Doa untuk Orang Meninggal Versi Ketiga

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَاعْقِبَنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةٍ

    Arab Latin: “Allâhummaghfir lî wa lahu wa a’qibnî minhu ‘uqbâ hasanah.”

    Artinya: “Duhai Tuhan, ampunilah aku dan dia (orang yang meninggal) dan balaslah aku darinya dengan balasan yang baik.” (HR Ahmad, Musnad Ahmad dalam Kitab Baqi Musnad Al- Anshar)

    4. Doa untuk Orang Meninggal Versi Keempat

    Menurut buku Doa Ketika Kematian Tiba tulisan Islah Gusmian, ketika Abu Salamah meninggal dunia, istrinya, Ummu Salamah, mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk memberitahukan tentang kematian suaminya. Kemudian Rasulullah SAW meminta Ummu Salamah untuk berdoa dengan kalimat berikut,

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَبِي سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ وَأَفْسِحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Arab Latin: “Allahummagh firli Abu Salamah, warfa’ darajatahu fil-mahdiyyin, wakhluhhu fi ‘aqibihi fil-ghabirin, wagfir lana wa lahu ya Rabbal’alamin, wa afsih lahu fi qabrihi, wa nawwir lahu fih.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya di kalangan orang-orang yang mendapat petunjuk, gantikanlah dia dengan yang lebih baik di antara orang-orang yang telah pergi, ampunilah kami dan dia, wahai Tuhan semesta alam, lapangkanlah kuburnya dan berikanlah cahaya di dalamnya.”

    Oleh karena itu, doa untuk orang yang meninggal, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, merupakan permohonan pengampunan dan ampunan kepada Allah untuk orang yang telah meninggal, termasuk saudara, orang tua, teman, atau tetangga kita. Dengan mendoakan mereka, kita berharap Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan memberikan keberkahan bagi mereka di kehidupan setelah mati.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengapa Hanya 1 dari 73 Golongan Umat Nabi yang Selamat?


    Jakarta

    Umat Nabi Muhammad SAW dalam sebuah riwayat dikatakan akan terbagi menjadi 73 golongan dan hanya satu di antaranya yang disebut selamat. Mengapa demikian?

    Mengutip dari arsip detikHikmah, terbaginya umat Islam ke dalam 73 golongan ini termaktub dalam hadits riwayat Imam At-Tirmidzi yang bunyinya:

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: افْتَرَقَ الْيَهُودُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثَ وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة ، قالوا : ومَن هم يا رسول الله ؟ قال : هم الذي أنا عليه وأصحابي


    Artinya: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan. Semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan.”

    Para sahabat bertanya, “Siapakah satu golongan itu?”

    Rasulullah SAW menjawab, “(Yaitu) siapa saja yang berada di atas apa (ajaran) yang diriku dan (juga) para sahabatku pernah berpegang pada (ajaran) itu.” (HR At-Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan shahih)

    Diterangkan dalam buku Syaikh Abdul Qadir Jailani: Guru Para Pencari Tuhan karya Abdul Razzaq Al-Kailani, 73 golongan umat Islam tersebut berasal dari 10 golongan, yaitu Ahlu Sunnah, Khawarij, Syi’ah, Murji’ah, Mu’tazilah, Musyabbihah, Jahmiyyah, Dhirariyah, Najjariyyah, dan Kilabiyah.

    Ahlu Sunnah hanya terdiri dari satu golongan. Khawarij ada 10 golongan, Mu’tazilah 6 golongan, Murji’ah 12 golongan, Syi’ah 32 golongan. Sementara Jahmiyyah, Najjariyyah, Dhirariyah, dan Kilabiyah memiliki satu kelompok saja. Sedangkan Musyabbihah memiliki 3 golongan.

    Hanya 1 Golongan yang Selamat karena Mengikuti Al Jamaah

    Menurut para ulama, golongan yang dimaksud akan selamat dari neraka pada hadits tersebut ialah golongan ahlu sunnah wal jamaah. Berkaitan dengan hal ini, Ibnu Abbas RA berkata:

    “Pada hari yang waktu itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): ‘Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu, rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.’ (QS Ali Imran: 106). Adapun orang yang putih wajahnya, mereka adalah ahlu sunnah wal jamaah, sedangkan orang yang hitam wajahnya mereka adalah ahlul bid’ah dan sesat.”

    Menambahkan dari buku Mengungkap Kebenaran Aqidah Asy’ariyyah karya Kholilurrohman, ahlu sunnah wal jamaah yang dikatakan sebagai satu golongan umat nabi yang selamat masuk surga ialah kelompok mayoritas dari umat Islam.

    Berdasarkan catatan sejarah, kalangan umat Islam sejak abad permulaan, terutama pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib RA hingga saat ini, terdapat banyak golongan (firqah) dalam masalah akidah. Sering kali, paham terkait akidah satu sama lain pun sangat berbeda, bahkan saling bertentangan.

    “Karenanya, Rasulullah sendiri sebagaimana dalam hadits di atas telah menyebutkan bahwa umatnya ini akan terpecah-belah hingga 73 golongan. Semua ini tentunya dengan kehendak Allah, dengan berbagai hikmah terkandung di dalamnya, walaupun kita tidak mengetahui secara pasti akan hikmah-hikmah di balik itu,” jelas Kholilurrohman dalam bukunya.

    Sementara itu, Imam al-Ghazali dalam kitab Faishal al-Tafriqah baina al-Islam wa al-Zandaqah menyampaikan dua pendapat yang salah satunya berlawanan. Ia menyatakan, umat Islam dari 73 golongan itu akan selamat kecuali satu yang masuk neraka, yaitu kaum kafir zindiq atau kaum yang tidak percaya adanya Nabi Muhammad SAW.

    Rasulullah SAW telah menjelaskan jalan menuju keselamatan yang dapat ditempuh umat Islam agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Dalam hal ini, Rasulullah SAW berwasiat kepada umatnya,

    أوميكم باصحابي ثم الذين يلونهم هم الذين يلونهب ووقه عليكم بالخفاقة وياكم والقرفة قران الشيطان مع الوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الاثْنَيْنِ أبْعَد فَمَنْ أَرَادَ بحبوحة الجنّة فليلزم الجماعة. رواه الترمذي وَقَالَ حِسَنُ صحيح، وصححه الحاكم

    Artinya: “Aku berwasiat kepada kalian untuk mengikuti sahabat-sahabatku, kemudian orang-orang yang datang sesudah mereka, kemudian orang-orang yang datang sesudah mereka”. Dan termasuk dalam rangkaian hadits ini: “Hendaklah kalian berpegang kepada mayoritas (al-Jama’ah) dan jauhilah perpecahan, karena setan akan menyertai orang yang menyendiri. Dia (Setan) dari dua orang akan lebih jauh. Maka barangsiapa menginginkan tempat lapang di surga hendaklah ia berpegang teguh kepada (keyakinan) al-Jama’ah”. (HR. at-Tirmidzi. la berkata hadits ini hasan shahih dan dishahihkan pula oleh Imam Al-Hakim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Masuk WC dan Adabnya yang Harus Diperhatikan Muslim


    Jakarta

    Doa masuk WC dibaca termasuk ke dalam amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Bacaan tersebut bertujuan meminta kepada Allah SWT agar dihindari dari segala kejahatan yang ada di dalam kamar mandi.

    Bahkan, Nabi SAW sendiri mengatakan bahwa batas antara jin dan manusia ialah sebelum memasuki WC. Dari Sayyidina Ali, Nabi SAW bersabda:

    “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke WC, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)


    Lantas, bagaimana doa masuk WC yang bisa dipanjatkan kaum muslimin? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun susunan Adi Tri Eka.

    Doa Masuk WC: Arab, Latin dan Arti

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

    Arab latin: Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi

    Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

    Adab Masuk WC

    Selain doa masuk WC, ada juga sejumlah adab yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin. Menukil Buku Pintar 50 Adab Islam susunan Arfiani.

    1. Membaca Niat

    Pertama ialah membaca niat dengan benar. Bunyi niatnya seperti yang telah dipaparkan sebelumnya.

    2. Awali dengan Basmalah

    Ketika masuk WC, awali dengan membaca basmalah. Menyebut nama Allah sebelum masuk ke kamar mandi termasuk ke dalam adab. Dengan bacaan tersebut maka pandangan jin untuk melihat aurat kita akan terhalang.

    3. Dahului Kaki Kiri

    Saat masuk ke dalam WC, dahului kaki kiri. Dalam sebuah riwayat, disebutkan Rasulullah SAW menggunakan kaki kiri ketika masuk ke dalam kamar mandi.

    “Nabi Muhammad SAW lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik)” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Tidak Berlama-lama di WC

    Jangan berlama-lama di dalam WC. Jika sudah selesai, sebaiknya langsung keluar.

    Itulah doa masuk WC beserta adabnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa agar Dijauhkan dari Sifat Kikir, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Kikir adalah sifat tercela yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Sikap kikir bahkan bertentangan dengan firman-firman Allah di dalam Al-Qur’an.

    Dijelaskan dalam buku Bebas Tes Surga atau Neraka susunan Muh Akbar Nasrulah, kikir merupakan sifat enggan berbagi atau memberi sesuatu yang dimiliki kepada orang lain. Sifat ini keterbalikan dari sifat dermawan yang artinya lapang dalam berbagi.

    Allah SWT melarang hamba-Nya untuk kikir, seperti disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 80,


    وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ هُوَ خَيْرًا لَّهُم ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا۟ بِهِۦ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

    Arab latin: Wa lā yaḥsabannallażīna yabkhalụna bimā ātāhumullāhu min faḍlihī huwa khairal lahum, bal huwa syarrul lahum, sayuṭawwaqụna mā bakhilụ bihī yaumal-qiyāmah, wa lillāhi mīrāṡus-samāwāti wal-arḍ, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

    Artinya: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,”

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya terkait sifat kikir atau bakhil.

    “Hati-hatilah kamu terhadap sifat bakhil, karena bakhil telah merusak orang-orang sebelum kalian. Mereka memutuskan silaturahmi, berbuat bakhil dan berbuat maksiat, semuanya disebabkan oleh penyakit bakhil ini,” (HR Imam Ahmad).

    Ada doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin agar terhindar dari sifat kikir. Berikut bacaannya seperti dinukil dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH Sulaeman bin Muhammad Bahri.

    Doa agar Dijauhkan dari Sifat Kikir

    اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبَحْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ
    الرَّجَال

    Arab latin: Allahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaali

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan, kemalasan, kekikiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain,” (HR Bukhari, Baihaqi & Ahmad)

    Bahaya Sifat Kikir

    Mengacu pada sumber yang sama, berikut sejumlah bahaya yang ditimbulkan dari sifat kikir:

    1. Kezaliman

    Orang yang berbuat zalim dinamakan zalimin, lawan dari sifat ini ialah adil. Kezaliman terdiri berbagai macam, salah satunya syirik.

    Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa suatu saat Abu Hayyaj Al-Asadi thawaf di Baitullah. Kemudian dia melihat seseorang berdoa, ‘Allahumma qini syuhha nafsi (ya Allah jagalah diriku dari sifat kikir)’, orang itu tidak menambah dari itu (doa). Lantas Abu Hayyaj bertanya kenapa hanya berdoa demikian.

    Orang tersebut menjawab, “Sesungguhnya jika diriku terjaga dari kekikiran, maka aku tidak akan mencuri, berzina, dan perbuatan dosa lainnya,”

    2. Pemutus Tali Silaturahmi

    Bahaya dari sifat kikir lainnya adalah sebagai pemutus tali silaturahmi. Kikir menimbulkan ketidaknyamanan terhadap orang lain, apabila sifat ini menghilangkan rasa cinta kepada saudara bahkan hingga memutus tali silaturahmi maka orang tersebut akan mendapat kesengsaraan di neraka kelak.

    Nabi SAW bersabda,

    “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman dengan (iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,” (HR Bukhari dan Muslim).

    3. Berlebihan dalam Mencintai Dunia

    Sifat kikir akan menimbulkan rasa cinta dunia yang berlebihan. Ini disebabkan keinginan agar barang atau energi yang dimiliki tidak berkurang sedikit pun untuk kepentingan orang lain.

    Karenanya, kecenderungan untuk menyimpan sesuatu tanpa mengamalkan dan membelanjakan di jalan Allah akan semakin menambah kecintaan terhadap dunia. Hal tersebut hanyalah kenikmatan sementara dan kebahagiaan yang memperdayakan.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengganti Doa Qunut saat Sholat Subuh, Alternatif bagi yang Belum Hafal



    Jakarta

    Ada bacaan pengganti doa qunut saat sholat Subuh yang bisa dijadikan sebagai alternatif, terutama bagi umat Islam yang belum hafal doa qunut.

    Doa qunut subuh merupakan bacaan yang biasa dilafalkan sebelum atau setelah rukuk (i’tidal) pada rakaat terakhir sholat subuh. Namun, para ulama fiqih berbeda pendapat dalam menjelaskan hukum membaca doa qunut saat sholat subuh.

    Mengutip dari buku Fiqh Shalat Terlengkap karya Abu Abbas Zain Musthofa Al-Basuruwani, membaca doa qunut saat sholat Subuh menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad tidak disunnahkan. Sementara menurut Imam Malik dan Syafi’i bacaan doa qunut saat sholat subuh hukumnya disunnahkan.


    Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar juga menjelaskan bahwa menurut Mazhab Syafi’i, qunut saat sholat Subuh hukumnya sunnah muakkad. Apabila ditinggalkan, sholatnya tidak menjadi batal, melainkan disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.

    Karena itulah, bagi penganut Mazhab Syafi’i dan Maliki, qunut menjadi doa yang harus dibaca setiap muslim saat menunaikan sholat Subuh. Lantas, bagaimana jika belum hafal bacaan doa qunut? Berikut ini terdapat bacaan pengganti yang bisa diamalkan.

    Bacaan Pengganti Doa Qunut saat Sholat Subuh

    Syaikh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 2 menerangkan bahwa ulama Mazhab Syafi’i memperbolehkan mengganti doa qunut saat sholat Subuh dengan bacaan lain, asalkan dzikir itu berisi doa dan pujian.

    Adapun contoh dzikir yang dapat menjadi pengganti doa qunut seperti doa ‘Allahummaghfir lii yaa Ghafuur’ sebab kalimat ‘ighfir lii’ termasuk doa, sedangkan ‘yaa Ghaffur’ termasuk pujian.

    Boleh juga menggantinya dengan dzikir yang berbunyi ‘warhamnii yaa rahiim’ atau ‘walthuf bii yaa lathiif’. Namun, lebih utama menurut Mazhab Syafi’i tetap menggunakan doa qunut allahummah dinii sampai akhir.

    Sementara itu, ulama Hanafiyah menyatakan bagi orang yang tidak bisa berbahasa Arab atau tidak hafal bacaan doa qunut, maka diperbolehkan menggantinya dengan ucapan ‘Allahummaghfir lii’ atau ‘Yaa Rabbi’ sebanyak tiga kali.

    Selain itu, boleh juga menggantinya dengan doa yang terdapat pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 201, yaitu:

    رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Artinya: Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka.”

    Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap

    Meskipun terdapat bacaan pengganti doa qunut, umat Islam yang menganut Mazhab Syafi’i tetap dianjurkan untuk menghafal dan membaca doa qunut Subuh yang lengkap. Berikut ini bacaan doa qunut subuh yang diajarkan Rasulullah SAW:

    اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
    وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Latin: Allahummah dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

    Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”

    Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya turut pendapat yang shahih, disunnahkan membaca sholawat atas Nabi SAW pada akhir doa qunut. Pendapat ini bersandar pada sejumlah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abdur Razzaq, dan ad-Daruquthni.

    s

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Syukur Nikmat, Kapan Sebaiknya Diamalkan?


    Jakarta

    Doa syukur nikmat dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin setiap hari. Allah SWT melimpahkan banyak nikmat kepada hamba-Nya seperti nikmat sehat, umur, hingga rezeki.

    Dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 7, Allah SWT berfirman:

    لَئِنْ شَكَرْتُمْ لاَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


    Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih,”

    Menurut buku Aqidah Akhlak pada Madrasah susunan Indra Satia Pohan, kata syukur diambil dari kata syakara, syukuran, dan wa syukuran yang artinya berterima kasih kepadanya. Jika disebut asy syukru, maka artinya ucapan terima kasih.

    Bersyukur berasal dari kata dasar syukur yang juga disebut dengan nikmat. Pendapat lain mengatakan kata syukur berarti terima kasih, sementara nikmat artinya pemberian atau anugerah.

    Memperbanyak doa syukur nikmat, niscaya seorang muslim akan terhindar dari azab yang pedih. Selain itu, nikmat yang diperoleh kian bertambah.

    Lantas, bagaimana bacaan doa syukur nikmat yang dapat dipanjatkan?

    Bacaan Doa Syukur Nikmat: Arab, Latin dan Arti

    Doa syukur nikmat tercantum dalam Al-Quran surat An Naml ayat 19,

    رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

    Arab latin: Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakal latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.

    Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh,”

    Bagaimana Cara Mensyukuri Nikmat?

    Ada berbagai macam cara untuk mensyukuri nikmat. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Akidah Akhlak untuk Madrasah Aliyah Kelas X tulisan Drs H Thoyib Sah Saputra MPd dan Drs H Wahyudin MPd, berikut contohnya.

    • Bersyukur kepada Allah dengan hati, yaitu mengakui dan menyadari bahwa nikmat yang diperolehnya berasal dari Allah SWT
    • Bersyukur kepada Allah dengan lisan, yaitu mengucapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah dengan mengucapkan alhamdulillah
    • Bersyukur kepada Allah dengan perbuatan, yaitu melakukan amal perbuatan yang baik sesuai tuntunan agama

    Manfaat Bersyukur Kepada Allah SWT

    Merujuk pada sumber yang sama, dengan bersyukur maka umat muslim akan memperoleh banyak manfaat, antara lain:

    • Hidup penuh keberkahan
    • Senantiasa terhindar dari penyakit hati
    • Meningkatkan kualitas iman
    • Bertambahnya nikmat
    • Mensucikan hati dan jiwa
    • Ukhuwah dan interaksi sosial kemasyarakatan semakin baik
    • Memperbaiki kualitas hidup dengan selalu belajar ikhlas akan segala sesuatu
    • Membuka pintu rezeki

    Itulah doa syukur nikmat yang bisa dipanjatkan. Semoga bermanfaat.

    (aeb/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melepas Pakaian, Amalkan agar Dilindungi dari Pandangan Jin


    Jakarta

    Ketika melepas pakaian, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh seorang muslim. Doa dibaca agar kegiatan yang dilakukan senantias memperoleh berkah dari Allah SWT.

    Terkait pakaian, Allah SWT berfirman dalam surat Al A’raf ayat 26 yang berbunyi:

    يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ


    Artinya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat,”

    Bacaan Doa Melepas Pakaian

    Berikut merupakan doa berpakaian yang bisa dibaca oleh kaum muslimin seperti dinukil dari buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari terbitan Redaksi Qultum Media.

    بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ

    Arab latin: Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwa

    Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia,”

    Keutamaan Membaca Doa Melepas Pakaian

    Disebutkan dalam buku terbitan Haura Utama yang bertajuk Living Hadis, ada sejumlah keutamaan yang diperoleh dari melafalkan doa melepas pakaian. Yang pertama ialah melindungi tubuh ketika aurat terbuka.

    Selain itu, membaca doa melepas pakaian juga termasuk ke dalam bentuk malu dan hormat kepada malaikat yang selalu bersama kita. Bahkan, doa tersebut juga melindungi tubuh kita dari pandangan jin.

    Rasulullah SAW sendiri menjelaskan bagaimana bahayanya ‘ain atau pandangan mata yang dapat menyebabkan kerusakan. Tidak hanya manusia, pandangan jin terhadap aurat manusia juga memiliki dampak buruk.

    Adab Melepas Pakaian sesuai Sunnah Nabi SAW

    Merujuk pada sumber yang sama, hendaknya ketika melepas pakaian didahului dari sebelah kiri. Hal ini dikatakan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Baihaqi melalui Siti Hafshah yang berbunyi,

    “Bahwa Rasulullah SAW menggunakan tangan kanan untuk makan, minum, dan memakai pakaian, sedangkan tangan kiri beliau gunakan untuk selain hal tersebut,”

    Sebaliknya, ketika mengenakan pakaian hendaknya didahului dari sebelah kanan. Diriwayatkan dalam sebuah hadits melalui Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Apabila kalian berpakaian dan berwudhu, maka mulailah dengan yang sebelah kanan kalian,” (HR Abu Dawud)

    Demikian doa melepas pakaian dan bahasan terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com