Tag: hikmah

  • Doa agar Dijauhkan dari Masalah dan Kesulitan Hidup, Sesuai Ajaran Rasulullah SAW



    Jakarta

    Doa adalah salah satu bentuk usaha untuk mendapatkan perlindungan ataupun ketika meminta kepada Allah SWT. Salah satu doa yang menjadi penting adalah doa agar dijauhkan dari masalah dan kesulitan hidup.

    Berdoa kepada Allah SWT merupakan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan setiap muslim. Anjuran ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Dikutip dari Buku Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah karya Fathuri Ahza Mumtaza, dijelaskan bahwa terdapat ajaran dari Rasulullah SAW kepada putrinya, Fatimah, seperti yang tercatat dalam riwayat Imam Thabrani. Selain itu, Rasulullah SAW juga selalu membaca doa ini saat menghadapi kesulitan atau masalah dalam hidupnya.

    Doa agar Dijauhkan dari Masalah

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْن.

    Arab Latin: “Ya Hayyu Ya Qayyum, biraḥmatika astaghits, asliḥ lii sya’ni kullah, wa laa takilnii ilaa nafsii ṭarfata ‘ain.”

    Artinya: “Wahai Zat yang Mahahidup. Wahai Zat yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku dan janganlah Engkau serahkan kepadaku meski hanya sekejap mata.”

    Demikian pula ketika mendapati cobaan seperti masalah yang menumpuk dan terus menerus mendera. Terdapat juga doa dalam keadaan tersebut.

    Doa saat Menghadapi Masalah Hidup yang Menumpuk

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ.

    Arab Latin: “Allahumma laka al-hamdu wa ilaika al-musytaka wa anta al-musta’aanu, wala haula wala quwwata illa billahi al-‘aliyyi al-adziimi.”

    Artinya: “Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Zat yang dimintai pertolongan. Dan Engkaulah yang bisa diminta pertolongan. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung.”

    Selain kedua doa di atas. terdapat beberapa doa lagi yang bisa diamalkan untuk memperlancar kehidupan sehari-hari. Dikutip dari arsip detikHikmah, berikut ini adalah beberapa doa tersebut.

    Doa Perlindungan dan Keselamatan Sehari-hari

    Doa Memohon Perlindungan dari Orang Jahat

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

    Arab Latin: “Allahumma inni a-‘udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, janganlah sampai aku tersesat atau disesatkan (syaitan atau orang jahat), tergelincir atau digelincirkan orang lain, menganiaya atau dianiaya orang lain, dan berbuat bodoh atau dibodohi orang lain.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).

    Doa Memohon Perlindungan dari Takdir Buruk

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

    Arab Latin: “Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i”

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Demikian bacaan doa agar dijauhkan dari masalah dan kesulitan hidup. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk berdoa setiap saat ya, detikers!

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Urutan Doa Ziarah Kubur dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta

    Ziarah kubur adalah salah satu bentuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Ada sejumlah urutan doa ziarah kubur yang bisa diamalkan muslim.

    Dikutip dari buku Menelisik Hakikat Silaturahim tulisan Prof Dr KH Nasaruddin Umar, dijelaskan bahwa walaupun seseorang telah meninggal dunia, itu bukanlah penghalang untuk tetap menjalin silaturahmi. Mengunjungi makam orang tua yang telah wafat dan mendoakan mereka adalah salah satu cara untuk bersilaturahmi dengan mereka.

    Doa yang kita panjatkan akan memberikan manfaat bagi mereka di akhirat. Rasulullah SAW bahkan telah memerintahkan umatnya untuk menziarahi kerabat yang telah meninggal dunia dengan mendatangi makam mereka.


    قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِهِ فَرُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَكَّرُ الْآخِرَةَ

    Artinya: “Aku telah melarang kalian ziarah kubur, dan telah diizinkan bagi Muhammad untuk menziarahi makam ibunya, maka kalian berziarahlah ke kubur, karena ziarah kubur mengingatkan pada akhirat.” (HR Tirmidzi)

    Urutan Doa Ziarah Kubur

    1. Membaca salam

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

    Arab Latin: “Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”

    Artinya : “Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

    2. Membaca istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    Arab Latin: “Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi”

    Artinya : “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    3. Membaca surat Al Fatihah

    4. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

    5. Membaca kalimat tahlil

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

    Arab Latin: “Laailaaha Illallah”

    Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah.”

    6. Membaca doa ziarah kubur

    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

    الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

    Arab Latin: “Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.

    Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

    “Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR Muslim)

    Doa Ziarah Kubur Pendek

    Dikutip dari buku Pintar Doa untuk Anak karya Abu Ezza menjelaskan mengenai doa dan adab saat ziarah kubur, terdapat doa ziarah kubur pendek sebagai berikut.

    السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيار منَ الْمُؤْمِنِينَ والمُسلمين وإنا إن شاء الله بكم لاحقون تَسْأَلُ الله لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِية

    Arab Latin: “Assalaamu’alaikum ahlad diyaari minal mu’miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa allaahu bikum laahiquun, nas’alullaaha lanaa wa lakumul’aafiyah”

    Artinya: “Keselamatan semoga tetap tercurahkan kepada para penghuni kubur dari golongan orang-orang mukmin dan orang-orang muslim, dan sesungguhnya Insya Allah kami akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan untuk kamu dan untuk kalian semua.” (HR Ibnu Majah)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sesudah Makan dan Artinya, Lengkap dengan Adabnya


    Jakarta

    Berdoa atas sesuatu, khususnya, kenikmatan menyantap makanan adalah bentuk syukur kita atas karunia Allah SWT. Bacaan lengkap doa sesudah makan dan artinya dapat disimak pada ulasan berikut.

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yakni surah Al Baqarah ayat 172,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ


    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.”

    Dalam hadits dari Mu’adz bin Anas RA juga disebutkan keutamaan membaca doa sesudah makan. Rasulullah SAW bersabda, mereka yang mengamalkan doa tersebut akan diampuni dosanya yang lalu.

    “Siapa yang makan suatu makanan kemudian berdoa: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقْنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلً مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ (Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dengan makanan ini dan menjadikannya rezeki untukku, tanpa daya dan kekuatan dariku). Maka akan diampuni dosanya yang terdahulu.” (HR Abu Daud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi)

    Selain doa tersebut, ada doa lainnya yang dapat diamalkan muslim bersumber dari Kitab Super Lengkap Panduan Belajar Shalat Doa & Zikir tulisan Ustaz A Shilihin As Suhaili. Berikut bacaannya.

    Doa sesudah Makan dan Artinya

    الْحَمْدُ للهِ الَّذِئ أَطْعَمَنَا وَسَقَنَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِينَ

    Arab Latin: “Alhamdulillaahil ladzi ath’amanaa wa saqoona wa ja’alanaa muslimiina,”

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah memberikan makan dan minum kepada kami, serta menjadikan kami dari golongan orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

    Doa di atas diabadikan oleh At-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya yang diriwayatkan dari Abu Sa’id. Dengan doa tersebut, diharapkan rezeki senantiasa ditambah dan dibukakan kembali celah-celah sumber rezekinya.

    Setelah membaca doa tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan untuk bersyukur atas nikmat makanan yang dia peroleh. Rasa syukur ini membuat seseorang tidak menganggap bahwa apa yang ia makan adalah atas usaha dirinya sendiri, melainkan pemberian Allah SWT.

    Selain doa sesudah makan, muslim sebaiknya juga jangan melupakan untuk membaca doa sebelum makan. Masih dikutip dari buku yang sama, berikut ini adalah doa sebelum makan.

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَافِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Arab Latin: “Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqta- naa wa qinaa ‘adzaabannaari,”

    Artinya: “Wahai Tuhanku berkahilah rizqi yang telah Engkau limpahkan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Adab sesudah Makan

    Sesudah makan dan mengucapkan doa penutup makanan, kita diajarkan untuk tidak segera meninggalkan tempat begitu saja setelah hidangan habis. Dalam riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menyampaikan,

    “Jika seseorang tidur dengan masih terdapat sisa makanan di tangannya dan ia terganggu oleh suatu hal, maka ia sebaiknya tidak menyalahkan orang lain. Lebih baik ia menyalahkan dirinya sendiri.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

    Selaras dengan apa yang dijelaskan dalam buku 100 Doa Harian untuk Anak tulisan Nurul Ihsan, selain nasihat dari Rasulullah di atas, terdapat beberapa adab setelah makan yang perlu diingat.

    • Mengucapkan hamdalah (pujian kepada Allah) sebagai ungkapan rasa syukur
    • Mengucapkan rasa syukur dan berdoa kepada Allah atas nikmat makanan yang telah diberikan
    • Mencuci tangan setelah makan
    • Merapikan dan membersihkan peralatan serta sisa makanan yang tersisa
    • Tidak segera melakukan aktivitas seperti tidur, mandi, atau bekerja setelah makan

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Upacara Bendera 17 Agustus, Bisa Dibaca Umat Muslim



    Jakarta

    Umat muslim dianjurkan membaca doa kapanpun, termasuk ketika perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Ada doa yang bisa dibaca umat muslim saat pelaksanaan upacara bendera.

    Dalam Al-Qur’an surah Al Mu’minun ayat 60 dijelaskan, Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk selalu memanjatkan doa.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ – ٦٠


    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Contoh Doa Upacara Bendera 17 Agustus

    Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus versi 1

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
    Pagi ini, kami,
    Para pemimpin dan seluruh rakyat bangsa ini,
    Bersimpuh, tengadahkan tangan, persembahkan puja-puji,
    Kami bersyukur, atas 78 tahun kemerdekaan bangsa dan negara kami, serta anugerah yang tak terbilang dan tercurah di bumi pertiwi.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
    Beri kami petunjuk agar peringatan proklamasi kemerdekaan ini bisa menjadi
    momentum merekatkan kesatuan dan persatuan.
    Anugerahi kami kebeningan hati dan kejernihan pikir, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah
    Negeri ini punya cita, mudahkanlah dalam menggapainya
    Hindarkanlah nusantara kami dari bencana dan marabahaya.

    Teguhkan rasa cinta tanah air, tumbuh-suburkan tenggang rasa, solidaritas antar sesama, dan gotong royong dalam membangun bangsa.
    Sehingga, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dapat diwujudkan segera

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa
    Jangan tinggalkan kami dalam kesendirian dan ketidakberdayaan.
    Beri kami petunjuk serta kekuatan untuk membawa negeri ini ke arah kemajuan.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
    Ampunilah semua dosa kami
    Dosa orangtua dan guru-guru kami.
    Ampuni para tokoh bangsa dan para pemimpin kami.
    Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami,
    Mereka yang telah korbankan jiwa raga, darah dan air mata dalam upaya
    memerdekakan negeri ini,
    Masukkan mereka ke surgaMu, muliakan kedudukan mereka di sisiMu.

    Ya Allah
    Kami terus berharap limpahan rahmatMu
    Kami terus meminta keluasan ampunanMu
    Kiranya Engkau juga mengabulkan doa hamba-hambaMu.
    Aamiin

    Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus versi 2

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
    حَمْدًا شَاكِرِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ
    يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِ
    اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Esa,

    Dengan penuh kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia mempersembahkan puji syukur kehadirat-Mu. Engkaulah Sang Pencipta alam semesta ini, Engkau-lah Dzat yang mengatur alam seisinya, dan Engkau pulalah yang menentukan segala-galanya. Oleh karena itu, hanya kepada-Mu kami berserah diri dan memohon pertolongan.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Rahim,

    Atas segala rahmat dan karunia-Mu, hari ini kami seluruh bangsa Indonesia, kembali dapat memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78.

    Tambahkanlah curahan kasih sayang-Mu sebagai berkah bagi kami mengisi kemerdekaan menuju negeri yang adil dan makmur di bawah ridho-Mu.

    Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

    Jadikanlah peringatan upacara proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami. Jauhkanlah bangsa kami dari buruk sangka, percekcokan, perselisihan, dan perpecahan.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Bijaksana,

    Masih panjang perjuangan bangsa kami dan masih jauh pula perjalanan sejarah bangsa kami, oleh karena itu hindarkanlah bangsa dan negara kami dari fitnah dan marabahaya. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa, agar menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, adil, makmur, dan sejahtera.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Pengampun,

    Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, para pemimpin dan para pejuang kami. Terimalah amal dan perjuangan mereka, karena Engkau dzat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang,

    Kabulkanlah permohonan dan doa kami, agar kami semua tergolong hamba-hamba-Mu yang beruntung. Aamiin

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
    وَصَلَى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus versi 3

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِيءُ مَزِيْدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنِ

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Esa,

    Dengan segala kerendahan hati, kami seluruh bangsa Indonesia bersimpuh, dan mengangkat tangan mempersembahkan puji dan syukur kehadirat-Mu atas karunia dan nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-78 tahun 2023.

    Engkaulah Maha Pencipta alam semesta ini. Oleh karena itu hanya kepada-Mu kami berserah diri dan beriman, dan hanya kepada-Mu pula kami bertawakkal.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Kuasa

    Dengan semangat proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ke-78 ini, berikanlah kami inspirasi yang tak putus-putus untuk mengiringi langkah kami dalam menjadikan Indonesia maju, Indonesia yang mampu untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan serta berkarya tanpa batas, mampu mengungguli dengan bangsa-bangsa di dunia.

    Ya Allah, Tuhan yang Maha Pemersatu,

    Jadikanlah detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ini, sebagai momentum untuk dapat merekatkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa kami dengan sepenuh jiwa, jauhkan kami dari perpecahan dan permusuhan.

    Ya Allah Tuhan yang Maha Pengampun,

    Ampunilah dosa dan kesalahan kami, dosa-dosa ibu bapak kami, guru-guru kami, dan para pemimpin kami. Terimalah amal dan perjuangan para syuhada kami, yang telah berjuang dengan tetesan keringat, darah dan air mata, karena kami tahu Engkau maha pengampun lagi maha penyayang.

    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنِ

    Itulah beberapa contoh teks doa yang bisa dibaca bagi umat muslim saat Upacara Bendera 17 Agustus 2023.

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan sesudah Sholat Dhuha untuk Memohon Rezeki


    Jakarta

    Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang bisa dilaksanakan setiap waktu dhuha. Selain dari sholat dhuha itu sendiri, ternyata terdapat bacaan sesudah sholat yang bisa diamalkan.

    Secara umum, tujuan utama dari sholat ini adalah untuk berdoa mendapatkan rezeki dari Allah SWT sekaligus sebagai amalan pembuka hari. Menurut buku Keberkahan Sholat Dhuha: Memperoleh Rezeki Sepanjang Hari dan Doa-Doa untuk Membuka Rezeki oleh Ustadz Arif Rahman, ada beberapa hadits Rasulullah SAW yang menyinggung mengenai keutamaan sholat dhuha.

    Salah satu hadits Rasulullah SAW yang berkaitan dengan sholat dhuha berbunyi, “Siapa pun yang menunaikan sholat dhuha sebanyak 12 rakaat, Allah akan menganugerahinya sebuah istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)


    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dengan tekun melaksanakan sholat dhuha, dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah, bahkan jika dosa-dosanya sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    Bacaan sesudah Sholat Dhuha dan Artinya

    Setelah menyelesaikan sholat dhuha, alangkah baiknya bila dilanjutkan dengan memperbanyak amalan sholeh, seperti mengingat Allah (dzikir), mengucapkan pujian (tahmid), atau memanjatkan permohonan kepada Allah SWT melalui doa.

    Dikutip dari buku Panduan Sholat Wajib & Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah tulisan Ustadz Arif Rahman, berikut bacaan doa sholat dhuha yang bisa diamalkan muslim beserta artinya.

    اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

    Arab Latin: “Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.”

    Kemudian lanjutkan dengan doa berikut untuk mengharapkan rezeki yang halal dan berkah,

    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa untuk Pengantin, Dibaca agar Rumah Tangga Penuh Berkah


    Jakarta

    Pernikahan termasuk ke dalam ibadah yang dianjurkan sekaligus sunnah Nabi SAW. Anjuran menikah disebutkan dalam surat An Nur ayat 32 yang berbunyi, (https://www.detik.com/hikmah/quran-online/an-nur)

    وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

    Artinya: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui,”


    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh pengantin. Doa dibaca agar pasangan bisa menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.

    Kumpulan Doa untuk Pengantin

    Mengutip dari buku Doa dan Zikir Makbul susunan Abu Hurairah Abdul Salam dan buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi’ karya Imam an-Nawawi, berikut sejumlah doa yang bisa dipanjatkan untuk pengantin.

    1. Doa untuk Pengantin

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab latin: Baarokalaahu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.

    Artinya: “Semoga Allah Memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    2. Doa yang Dibaca oleh Pengantin Pria

    Setelah akad nikah, pengantin pria bisa membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا

    Arab latin: Allaahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau tentukan kepadanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau tentukan kepadanya.”

    3. Doa Memohon Berkah bagi Pengantin

    Selanjutnya adalah doa memohon berkah sekaligus menggapai ridha Allah SWT bagi pengantin. Doa ini termaktub dalam surah Al Mumtahanah ayat 12 yang berbunyi, https://www.detik.com/hikmah/quran-online/al-mumtahanah

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Arab latin: Yā ayyuhan-nabiyyu iżā jā`akal-mu`minātu yubāyi’naka ‘alā al lā yusyrikna billāhi syai`aw wa lā yasriqna wa lā yaznīna wa lā yaqtulna aulādahunna wa lā ya`tīna bibuhtāniy yaftarīnahụ baina aidīhinna wa arjulihinna wa lā ya’ṣīnaka fī ma’rụfin fa bāyi’hunna wastagfir lahunnallāh, innallāha gafụrur raḥīm

    Artinya: “Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    4. Doa untuk Pengantin dari Rasulullah

    Mengutip riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW mendoakan untuk pengantin yang baru menikah sebagai berikut.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    5. Doa untuk Pengantin agar Memiliki Rumah Tangga yang Baik

    Doa untuk pengantin selanjutnya dapat dipanjatkan agar rumah tangga yang ditempuh berjalan dengan baik. Doa ini tercantum dalam surat Ar Rum ayat 21. https://www.detik.com/hikmah/quran-online/ar-rum

    وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

    Arab latin: Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājal litaskunū ilaihā wa ja’ala bainakum mawaddataw wa raḥmah, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Mencuci Tangan Sebelum Makan Sesuai Sunnah Nabi


    Jakarta

    Islam sangat menjunjung tinggi kebersihan. Bahkan, sebelum melaksanakan salat kaum muslimin diwajibkan bersuci dengan cara wudhu.

    Menurut buku Pendidikan Akhlak Berbasis Hadits Arba’in An-Nawawiyah susunan Dr Saifudin Amin MA, kebersihan menjadi tolak ukur dari kehidupan umat Islam. Bahkan, dalam kitab-kitab fikih klasik diawali dengan pembahasan thaharah atau bersuci.

    Begitu pula ketika sebelum makan. Nabi SAW bahkan dalam hadits dari Abu Hurairah dikatakan membaca doa ketika akan mencuci tangan sebelum beliau makan.


    Doa Mencuci Tangan Sebelum Makan

    Abdullah Zaedan melalui karyanya yang berjudul Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah menuliskan Abu Hurairah berkata,

    “Kami telah mengundang seorang laki-laki dari kaum Anshar, penduduk Quba untuk menemui Nabi SAW kemudian kami pergi bersamanya. Ketika kami akan makan dan mencuci tangan atau mencuci kedua tangan, beliau berdoa:

    الْحَمْدُ لله الذي يُطْعِمُ وَلاَ يُطْعَمُ مَنَّ عَلَيْنَا فَهَدَانَا وَأَطْعَمَنَا وَسَقَنَا وَكُلَّ بَلَاءِ حَسَن أَبْلاَنَا الْحَمْدُ لِللَّهِ غَيْرِ مُوَدَّعٍ وَلَا مُكَافًا وَلَاَمَكْفُوْرٍ وَلَا مُسْتَغْنِّى عَنْهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَ مِنَ الطَّعَامِ وَسَقَي مِنَ الشَّرَابِ وَكَسَا مِنَ الْعُرِيِّ وَهَدْيَ مِنَ الصَّلالَةِ وَبَصَّرُ مِنَ الْعَمَى وَفَضَّلَ عَلَى كَثِير مِنْ خَلْقِهِ تَفْضِيلاً الْحَمْدُ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Alhamdullilaahilladzii yuth’imu wa laa uth’amu manna ‘alainaa fahadaanaa wa ath’amanaa wa saqonaa wa kulla balaa’in hasanin ablaanaa alhamdulillahi ghoiri muwadda’in wa laa mukaafa’in wa laa makfuurin wa laa mustagnan’anhu alhamdulillahilladzii ath’ama minaththo’aami wa saqoo minasy syaroobi wakasaa minal ‘uriiyi wa hadyaa minadh dholaalati wa bashshoru minal ‘amaa wa fadhdhola ‘ala katsiirin min kholqihi tafdhiilan alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan tidak diberi makan, kami berharap Engkau memberikan petunjuk kepada kami. Dan telah memberi kami makan dan minum, dan setiap cobaan yang baik yang telah Engkau ujikan kepada kami. Segala puji bagi Allah yang tidak berpisah dari-Nya, dan tiada terbatas, tidak bisa diingkari, dan selalu dibutuhkan oleh makhluk-Nya. Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dari sebagian makanan, dan memberi minum dari sebagian minuman. Dan telah memberi kami pakaian dari ketelanjangan, dan telah memberi petunjuk dari kesesatan, dan telah memberi penglihatan dari kebutaan, dan telah memberi keutamaan atas kebanyakan dair sebagian makhluknya dengan beberapa keutamaan. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.” (HR An-Nasa’i)

    Merangkum arsip detikHikmah, berikut sejumlah adab yang harus diperhatikan ketika hendak makan dan minum.

    1. Membaca Basmalah

    Sesuai ajaran Rasulullah SAW, hendaknya sebelum makan dan minum ucapkan basmalah. Pengucapan ini sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

    2. Menggunakan Tangan Kanan

    Rasulullah SAW dikenal suka melakukan kegiatan menggunakan tangan kanan. Beliau bahkan menganjurkan kaum muslimin untuk makan dengan tiga jari lalu menjilatinya sebelum dibersihkan.

    3. Jangan Sambil Berdiri

    Rasulullah SAW pernah menyebut makan sambil berdiri sebagai perbuatan buruk. Larangan makan dan minum sambil berdiri bukan tanpa alasan, banyak hikmah yang terkandung selain etika sopan santun. Dari segi kesehatan, makan dan minum seraya berdiri akan mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga akan mengakibatkan iritasi.

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Khatam Quran 30 Juz, Bisa Dibaca saat Selesai Membaca Al-Qur’an


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca ketika seorang muslim selesai membaca 30 juz dalam Al-Qur’an. Doa ini mengandung makna ungkapan syukur sekaligus memohon agar dapat mengamalkan isi Al-Qur’an dengan baik.

    An-Nawawi berpendapat bahwa cara membaca Al-Qur’an yang utama adalah membaca dengan urutan mushaf yang ada. Dimulai dari surat Al-Fatihah (surat pertama), kemudian dilanjutkan surat Al-Baqarah (surat kedua), surat Ali Imran (surat ketiga) dan seterusnya hingga surat terakhir yakni surat An-Naas surat ke-114.

    Mengutip buku Mendidik Anak: Membaca, Menulis dan Mencintai Al-Quran oleh Ahmad Syarifuddin, dijelaskan bahwa para sahabat Rasulullah SAW dengan keimanan dan keikhlasan hati berlomba-lomba membaca Al-Qur’an sampai khatam. Ada yang khatam dalam sehari semalam saja, bahkan ada yang khatam dua kali dalam sehari semalam.


    Imam asy-Syafi’i diceritakan beliau membiasakan khatam Al-Quran sepanjang bulan Ramadan dua kali dalam sehari. Sementara para sahabat rata-rata khatam Al-Qur’an sekali dalam seminggu. Seperti Abdullah bin Umar, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud dan Ubai bin Ka’ab. Semua biasanya khatam Al-Qur’an di hari Jumat.

    Doa Khatam Al-Qur’an

    Dilansir laman NU Online (11/8/2023), membaca doa khatam Quran memiliki keistimewaan.

    اِذَا خَتَمَ الْعَبْدُ الْقُرْأٓنَ صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ خَتْمِهِ سِتُّوْنَ اَلْفِ مَلِكٍ

    Artinya: “Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al Quran, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al Quran tersebut.” (HR ad-Dailamy)

    Bacaan Doa Khatam Quran 1

    Terdapat beberapa bacaan doa khatam quran yang bisa dibaca saat selesai mengkhatamkan 30 Juz. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca sebagai doa khotmil (khatam) quran adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً، اللَّهُمَّ ذَكِّرْنِي مِنْهُ مَا نُسِّيتُ وَعَلِّمْنِي مِنْهُ مَا جَهِلْتُ وَارْزُقْنِي تِلَاوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ لِي حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Arab latin: Allhummarhamni bilquran. Waj’alhu lii imaman wa nuran wa hudan wa rohmah. Allhumma dzakkirni minhu maa nasiitu wa ‘allimnii minhu maa jahiltu warzuqnii tilawatahu aana-allaili wa’atrofannahaar waj’alhu li hujatan ya rabbal ‘alamin.

    Artinya: “Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Quran. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam.”

    Doa Khatam Quran 2

    Selain doa di atas, ada berbagai doa khatam Quran lainnya yang juga sering dibaca. Salah satunya sebagaimana yang disebutkan Imam an-Nawawi dalam kitab at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, sebagai berikut:

    اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ۞ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْم فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ۞

    اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا وَأَزِلْ عُيُوْبَنَا وَتَوَّلَنَا بِالْحُسْنَى وَزَيِنَّا بِالتَّقْوَى وَاجْمَعْ لَنَا خَيْرَ الآخِرَةِ وَالْأُوْلَى وَارْزُقْنَا طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنَا ۞ اَللَّهُمَّ يَسِّرْنَا لِلْيُسْرَى وَجَنِّبْنَا الْعُسْرَى وَأَعِذْنَا مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا وَأَعِذْنَا مِنْ عَذَابِ النَّارِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَفِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ ۞

    اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتَّقْوَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى ۞ اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْتَوْدِعُكَ أَدْيَانَنَا وَأَبْدَانَنَا وَخَوَاتِيْمِ أَعْمَالِنَا وَأَنْفُسَنَا وَأَهْلِيْنَا وَأَحْبَابَنَا وَسَائِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَجَمِيْعَ مَا أَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلَيْهِمْ مِنْ أُمُوْرِ الآخِرَةِ وَالدُّنْيَا ۞

    اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاجْمَعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ أَحْبَابِنَا فِي دَارِ كَرَامَتِكَ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ ۞ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ فِي رِعَايَاهُمْ وَالْاِحْسَانِ إِلَيْهِمْ وَالشَّفَقَةِ عَلَيْهِمْ وَالرِّفْقِ بِهِمْ وَالْإِعْتِنَاءِ بِمَصَالِحِهِمْ وَحَبِّبْهُمْ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةِ إِلَيْهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَالْعَمَلِ بِوَظَائِفِ دِيْنِكَ الْقَوِيْمِ ۞

    اللَّهُمَّ الْطُفْ بِعَبْدِكَ سُلْطَانَنَا وَوَفِّقْهُ لِمَصَالِحِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَحَبِّبْهُ إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةَ إِلَيْهِ ۞ اللّهُمَّ ارْحَمْ نَفْسَهُ وَبِلَادَهُ وَصُنْ أَتْبَاعَهُ وَأَجْنَادَهُ وَانْصُرْهُ عَلَى أَعْدَاءِ الدّيْنِ وَسَائِرِ الْمُخَالِفِيْنَ وَوَفِّقْهُ لِإِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَإِظْهَارِ الْمَحَاسِنِ وَأَنْوَاعِ الْخَيْرَاتِ وَزِدِ الْاِسْلَامَ بِسَبَبِهِ ظُهُوْرًا وَأَعِزَّهُ وَرَعِيَّتَهُ إِعْزَازًا بَاهِرًا ۞

    اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِي أَوْطَانِهِمْ وَاقْضِ دِيْوَنَهُمْ وَعَافِ مَرْضَاهُمْ وَانْصُرْ جُيُوْشَهُمْ وَسَلِّمْ غُيَّابَهُمْ وَفُكَّ أَسْرَاهُمْ وَاشْفِ صُدُوْرَهُمْ وَأَذْهِبْ غَيْظَ قُلُوْبِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَهُمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ، إِلهَ الْحَقِّ، وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ ۞

    اللّهُمَّ اجْعَلْهُمْ آمِرِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِ فَاعِلِيْنَ بِهِ نَاهِيْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ مُجْتَنِبِيْنَ لَهُ مُحَافِظِيْنَ عَلَى حُدُوْدِكَ قَائِمِيْنَ عَلىَ طَاعَتِكَ مُتَنَاصِفِيْنَ مُتَنَاصِحِيْنَ ۞ اللَّهُمَّ صُنْهُمْ فِي أَقْوَالِهِمْ وَأَفْعَالِهِمْ وَبَارِكْ لَهُمْ فِي جَمِيْعِ أَحْوَالِهِمْ الحمد لله رب العالمين حمدا يوافي نعمه ويكافئ مزيده ۞

    اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ ۞ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْم فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ۞

    Artinya:

    “Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya

    ۞ Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam atas Muhammad dan keluarga penghulu kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

    ۞ Ya Allah, perbaikilah hati kami, hilangkanlah keburukan kami, bimbinglah kami dengan jalan yang terbaik, hiasilah kami dengan ketaqwaan, kumpulkanlah bagi kami kebaikan akhirat dan dunia dan anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau menghidupkan kami.

    ۞ Ya Allah, mudahkanlah kami ke jalan kemudahan dan jauhkanlah kami dari kesukaran, lindungilah kami dari keburukan diri kami dan amal-amal kami yang buruk, lindungilah kami dari siksa neraka dan siksa kubur, fitnah semasa hidup dan sesudah mati serta fitnah Al-Masih Ad-Dajjal

    ۞ Ya Allah, kami mohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kecukupan

    ۞ Ya Allah, Kami titipkan pada-Mu agama, jiwaraga dan penghabisan amal-amal kami, keluarga dan orang-orang yang kami cintai, kaum muslimin lainnya dan segala urusan akhirat dan dunia yang Engkau anugerahkan kepada kami dan mereka

    ۞ Ya Allah, kami mohon kepadaMu maaf dan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat. Kumpulkanlah antara kami dan orang-orang yang kami cintai di negeri kemuliaanMu dengan anugerah dan rahmatMu

    ۞ Ya Allah, perbaikilah para pemimpin muslimin dan jadikanlah mereka berlaku adil terhadap rakyat mereka, berbuat baik kepada mereka, menunjukkan kasih sayang dan bersikap lemah-lembut kepada mereka serta memperhatikan kemaslahatan mereka. Jadikanlah mereka mencintai rakyat dan mereka dicintai rakyat. Jadikanlah mereka menempuh jalanMu dan mengamalkan tugas-tugas agamaMu yang lurus

    ۞ Ya Allah, berlembutlah kepada hambaMu, penguasa kami dan jadikanlah dia memperhatikan maslahat-maslahat dunia dan akhirat. Jadikanlah dia mencintai rakyatnya dan jadikanlah dia dicintai rakyat

    ۞ Ya Allah, rahmatilah diri dan negerinya, jagalah para pengikut dan tentaranya, tolonglah dia untuk menghadapi musuh-musuh agama dan para penantang lainnya. Jadikanlah dia bertindak menghilangkan berbagai kemungkaran dan menunjukkan kebaikan-kebaikan serta berbagai bentuk kebajikan. Jadikanlah Islam semakin tersebar dengan sebabnya, muliakanlah dia dan rakyatnya dengan kemuliaan yang cemerlang

    ۞ Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin dan murahkanlah harga-harga mereka, amankanlah mereka di negeri-negeri mereka, lunasilah hutang-hutang mereka, sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara mereka, bebaskanlah mereka yang ditawan, sembuhkanlah penyakit hati mereka, hilangkanlah kemarahan hati mereka dan persatukanlah diantara mereka. Jadikanlah iman dan hikmah dalam hati mereka, tetapkanlah mereka di atas agama Rasul SAW. Ilhamilah mereka agar memenuhi janjiMu yang Engkau berikan kepada mereka, tolonglah mereka dalam menghadapi musuh-Mu dan musuh mereka, wahai Tuhan Yang Maha Besar dan jadikanlah kami dari golongan mereka

    ۞ Ya Allah, jadikanlah mereka menyuruh berbuat kebaikan dan mengamalkannya, mencegah dari kemungkaran dan menjauhinya, memelihara batas-batasMu, melakukan ketaatan kepadaMu, saling berbuat baik dan menasehati

    ۞ Ya Allah, jagalah dalam pendapat dan perbuatan mereka, berkatilah mereka dalam semua keadaan mereka

    ۞ Segala Puji bagi Allah Tuhan sekalian alam dengan pujian yang memadai dengan nikmat-nikmat-Nya dan sepadan dengan tambahan-Nya

    ۞ Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam ke atas Muhammad dan keluarga Penghulu Kami Muhammad sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkatilah Penghulu kami Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkati Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.” (Imam an-Nawawi, at-Tibyân fî Adâb Hamalati al-Qurân, Dar el-Minhaj, halaman 184-186)

    Doa Khatam Quran 3

    Doa Khatam Quran Lengkap dengan Tawassul

    Dalam penjelasan lain, tata cara membaca doa Khatam Quran juga dapat dimulai dengan membawa tawasul kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Juga kepada para nabi terdahulu, para ulama dan para ahli kubur.

    Tawasul:

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    ١- الْفَاتِحَةَ إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ عَلَى أٰلِهِ وَ أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيَّاتِهِ وَ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. شَيْءٌ لِهِ۫حَ لَهُمُ الْفَاتِحَةْ.

    ۲- ثُمَّ إِلَى حَضَرَاتِ جَمِيْعِ اِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْمُجْتَهِدِيْنَ وَ مُقَلِّدِيْهِمِ فِى الدِّيْنِ وَ الْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَ المُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ وَ جَمِيْعِ أَوْلِيَاءِ اللهِ الْكِرَامِ خُصُوْصًا سُلْطَانَ الْأَوْلِيَاءِ سَيِّدَنَا الشَّيْخَ عَبْدَ الْقَادِرِ اَلْجَيْلاَنِيِّ قَدَّسَ اللهُ سِرَّهُ الْعَزِيْزَ.شَيْءٌ لِهَِ۫ا لَهُمُ الْفَاتِحَةْ. ۳-

    ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وإِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَ بَحْرِهَا خُصُوْصًا ا۫بَاءَنَا وَ أُمَّهَاتِنَا وَ أَجْدَادِنَا وَ جَدَّاتِنَا وَ أَعْمَامِنَا وَ عَمَّاتِنَا وَ أَخْوَالِنَا وَ خَالَاتِنَا وَ نَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاه۫هُنَا بِسَبَبِهِ وَ لِأَجْلِهِ …. (sebutkan ahli kubur dimaksud) لَهُمُ الْفَاتِحَةْ.

    ٤- ثُمَّ الْفَاتِحَةَ بِنِيَّةِ الْقَبُوْلِ وَالْوُصُوْلِ وَ حُصُوْلِ تَمَامِ كُلِّ سُوْلٍ وَ مَاْمُوْلٍ وَصَلاَحِ الشَّأْنِ ظَاهِرًا وَ بَاطِنًا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأۤخِرَةِ دَافِعَةً لِكُلِّ شَرٍّ جَالِبَةً لِكُلِّ خَيْرٍلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِأَوْلَادِنَا وَلِأَحْبَابِنَا وَمَشَايِخِنَا فِى الدِّيْنِ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَ عَلَى نِيَّةٍ اَنَّ اللهَ يُنَوِّرُ قُلُوْبَنَا وَ قَوَالِبَنَا مَعَ التُّقَى وَالْهُدَى وَالْعَفَافِ وَالْمَوْتِ عَلَى دِيْنِ الْٳِسْلاَمِ بِلاَ مِحْنَةٍ وَلاَ امْتِحَانٍ بِجَاهِ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانٍ جَامِعَةً لِكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ وَزِيَادَةً وَمَحَبَّةً فِيْ شَرَفِ الْحَبِيْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ اٰلِهِ وَسَلَّمَ. الْفَاتِحَةْ.

    Artinya:

    1. Al-Fatihah untuk hadrat Nabi Mustofa, Rasulullah SAW, beserta keluarga, keturunan, dan para sahabatnya yang mulia. Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

    2. Kemudian kepada seluruh saudara-saudara dari para nabi, rasul, para sahabat, para pengikut, para shiddiqin, para syuhada, orang-orang shaleh, ulama yang gigih berusaha, para pengikut mereka dalam agama, para penulis yang ikhlas, dan para mujahidin di jalan Allah serta semua wali-wali Allah yang mulia, terutama sultan dari para wali, Sayyidina Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah menyucikan rahasianya. Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

    3. Kemudian kepada seluruh orang Muslim dan Muslimah yang berada dalam kubur, di Timur dan Barat, darat dan laut, terutama kepada ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, dan khususnya kepada mereka yang kita kumpulkan di sini karena alasan tertentu, (sebutkan orang-orang di kubur yang dimaksud). Sesuatu yang menguntungkan bagi mereka adalah membaca Al-Fatihah.

    4. Kemudian Al-Fatihah dengan niat untuk diterima, untuk mencapai kedekatan dengan Allah, untuk meraih segala kebutuhan, kesuksesan dalam urusan dunia dan agama, dan lain-lain.

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Tobat 100 Kali Sehari, Begini Istighfar yang Beliau Baca


    Jakarta

    Rasulullah SAW memiliki sifat maksum atau terhindar dari perbuatan dosa. Meski demikian, beliau tetap bertobat dan meminta ampun kepada Allah SWT setiap harinya.

    Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan dalam kitab At-Taubah Wa al-Inabah, Rasulullah SAW bertobat dan meminta ampun sebanyak 70 atau 100 kali sehari. Dalam hadits beliau bersabda,

    “Hai manusia, bertobatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.”


    Sementara itu, dalam hadits lain sebagaimana dinukil Ibnu Jauzi dalam kitab Al Wafa, Ibnu Umar RA pernah mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Wahai manusia bertobatlah kepada Tuhanmu, karena saya bertobat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR Abu Ashim dan Az-Zabidi)

    Bacaan Istighfar Rasulullah

    Dalam Sunan Abi Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah melalui hadits yang berasal dari Ibnu Umar RA dikatakan, setiap harinya Rasulullah SAW bertobat dan membaca istighfar berikut sebanyak 100 kali,

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab latin: Raabbighfir lii watub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim

    Artinya: “Ya Allah Tuhanku, ampunilah aku dan berikanlah tobat atasku, sungguh Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Pengasih.”

    Imam at-Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan. Hadits tersebut turut diriwayatkan Al-Qurthubi, Asy-Suyuthi, dan Abu Nu’aim.

    Sa’id bin Abi Burdah turut meriwayatkan dari bapaknya dari kakeknya yang mengatakan, “Kami kedatangan Rasulullah ketika kami sedang duduk-duduk. Beliau langsung bersabda, ‘Aku tidak pernah bangun pagi kecuali aku beristighfar seratus kali.” (HR Muslim, As-Suyuthi)

    Tobatnya Umat Islam Lebih Cepat Diterima dan Mudah Dilakukan

    Tobatnya umat Nabi Muhammad SAW lebih sempurna dari umat-umat yang lain, lebih cepat diterima, dan lebih mudah dilakukan, sebagaimana dikatakan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Jami’ as-Sirah.

    Diketahui, tobatnya umat nabi terdahulu dilakukan dengan proses yang sulit. Contohnya tobat yang dilakukan sekelompok orang dari bani Israil yang menyembah sapi dilakukan dengan cara dibunuh saudaranya yang tidak ikut melakukan dosa itu.

    “Apabila demikian halnya umat bani Israil, maka umat Islam–karena karamah yang dianugerahkan Allah–diperintahkan bertobat dengan cara menyesali dan berhenti melakukan perbuatan dosa yang pernah dilakukannya,” jelas Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Setan Ikut Santap Makanan yang Tak Dibacakan Basmalah, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca basmalah dalam memulai setiap aktivitas, termasuk saat hendak makan. Ada sebuah hadits yang menyebut, setan akan ikut menyantap makanan yang tidak dibacakan basmalah.

    Hadits yang menyebut bahwa setan akan ikut makan makanan yang tidak dibacakan basmalah ini termuat dalam Shahih Muslim. Imam Muslim meriwayatkannya dari Hudzaifah, ia berkata,

    “Jika kami menghadiri jamuan makan bersama Nabi SAW maka kami tidak menjamah makanan sebelum Rasulullah mengawali dan menjamah makanan. Suatu kali, kami menghadiri jamuan makan bersama beliau lalu datanglah seorang budak perempuan yang seolah-olah didorong. Ia hendak menjamah makanan maka Rasulullah menahan tangan budak tersebut. Selanjutnya, datang seorang laki-laki badui yang seolah-olah didorong maka beliau menahan tangan badui ini. Lantas beliau bersabda,


    ‘Sesungguhnya, setan itu menghalalkan makanan yang tidak disebut asma Allah atasnya dan ia mendatangkan budak perempuan ini untuk menghalalkan makanan maka aku menahan tangannya. Selanjutnya, ia datangkan laki-laki badui ini untuk menghalalkan makanan maka aku pun menahan tangannya. Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan bersentuhan dengan tanganku bersama tangan di budak perempuan.’” (HR Muslim)

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi dijelaskan, hadits tersebut mengandung dalil tentang amar ma’ruf dan nahi munkar. Beberapa anjuran yang terdapat dalam hadits tersebut di antaranya agar menjaga adab terhadap orang yang lebih tua, dianjurkan bersumpah untuk meneguhkan suatu urusan, dan dianjurkan mengajarkan adab makan dan minum dalam Islam kepada orang-orang.

    Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar menjelaskan dalam ‘Alam al-Mala’ikah al-Abrar & Alam al-Jinn wa asy-Syayathin, setan tidak menghalalkan makanan, kecuali yang dimakan oleh seseorang tanpa membaca asma Allah (basmalah). Jika ia menyebut nama Allah SWT, kata Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar, makanan tersebut menjadi haram bagi setan.

    Setan juga akan ikut makan dan minum bersama manusia yang makan atau minum menggunakan tangan kiri. Hal ini bersandar pada pada hadits yang termuat dalam Musnad Ahmad, Aisyah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Siapa yang makan dengan tangan kiri maka ia makan bersama setan. Siapa yang minum dengan tangan kiri maka setan minum bersamanya.” (HR Ahmad)

    Masih dalam Musnad Ahmad, terdapat riwayat yang berasal dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW melihat seorang laki-laki minum sambil berdiri.

    Beliau menegurnya, “Jangan!” Laki-laki itu bertanya, “Mengapa?” Beliau menjawab, “Apakah engkau senang jika kucing ikut minum bersamamu?” Ia menjawab, “Tidak.”

    Rasulullah bersabda, “Nah, sekarang telah minum bersamamu makhluk yang lebih buruk daripada kucing, yaitu setan.” (HR Ahmad)

    Kisah-kisah tentang setan ikut makan bersama manusia turut diceritakan dalam sejumlah hadits. Umayyah bin Makhsyi an-Shahabi RA berkata,

    وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسم اللهَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ لُقْمَةٌ. فَلَمَّا رَفَعَهَا إلى فيه، قَالَ: بسم الله أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، فَضَحك النَّبِيُّ ﷺ ثُمَّ قَالَ: «مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ اسْتَقَاءَ مَا فِي بَطْنِهِ

    Artinya: “Rasulullah SAW duduk, ada pada saat itu seorang laki-laki tanpa mengucapkan basmalah, sehingga makanannya tidak tertinggal kecuali sesuap saja. Setelah orang itu hendak menyuap makanan ke mulutnya, maka tiba-tiba ia mengucapkan. ‘Bimillaahi awwalahu wa aakhirahu (Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhirnya).’ Kemudian Nabi SAW tertawa dan bersabda, ‘Tidak henti-hentinya setan makan bersama orang itu. Tetapi setelah ia ingat untuk menyebut nama Allah, maka setan tersebut memuntahkan seluruh makanan yang ada dalam perutnya.’” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i dalam kitab as-Sunanul Kubraa)

    Dalam riwayat lain, Aisyah RA mengatakan,

    كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَأْكُلُ طَعَامًا فِي سِتَّةِ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَجَاءَ أَعْرَابِيِّ، فَأَكَلَهُ بِلُقْمَتَيْنِ فَقَالَ رسُولُ ﷺ أَمَّا إِنَّهُ لَوْ سَمَّى لَكَفَاكُمْ

    Artinya: “Rasulullah SAW makan suatu makanan bersama enam sahabatnya. Lalu datang seorang badui, dan makan makanan itu dalam dua kali suap saja. Rasulullah SAW bersabda, ‘Seandainya orang ini membaca basmalah, maka makanan ini pasti cukup untuk kalian.’” (HR at-Tirmidzi dan ia mengatakan hadits ini hasan shahih)

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com