Tag: hikmah

  • Doa Kalamun Qodim sebelum Membaca Al-Qur’an


    Jakarta

    Doa kalamun qodim merupakan doa yang populer di kalangan santri pondok pesantren. Doa ini biasa dipanjatkan sebelum membaca Al-Qur’an.

    Dalam tradisi para ulama, mereka membaca doa kalamun qodim atau yang juga dikenal dengan senandung kalamun, setelah taklim atau tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama, sebagaimana dikatakan dalam buku Mendidik Anak, Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an karya Ahmad Syarifuddin.

    Doa kalamun qodim ini bukan berasal dari Rasulullah SAW langsung, melainkan gubahan dari para ulama untuk membangkitkan semangat dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.


    Doa Kalamun Qodim Arab, Latin, dan Artinya

    كَــلأَمٌ قَدِيمٌ لَا يُمَلُّ سَمَاعُهُ

    Kalâmun qodîmun lâ yumallu samâ’uhu
    Artinya: Al-Qur’an adalah kalamullah yang qadim yang tidak ada kebosanan untuk didengarkan

    تَنَــزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ ونِيَّةٍ

    Tanazzaha ‘an qoulin wa fi’lin wa niyyati
    Artinya: Yang disucikan dari ucapan, perbuatan dan kehendak

    بِهِ أَشْتَفِى مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ

    Bihi asytafî min kulli dâ-in wa nûruhu
    Artinya: Dengan Al-Qur’an itu aku minta kesembuhan dari segala penyakit dan cahaya Al-Qur’an

    دَلِيْلٌ لِقَلْبِي عِنْدَ جَهْلٍ وَحَيْرَةٍ

    Dalîlun liqolbî ‘inda jahlî wa hairotî
    Artinya: Itu menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan

    فَيَـا رَبِّ مَتِّعْنِي بِسِرِّ حُرُوْفِهِ

    Fayâ robbi matti’nî bisirri hurûfihi
    Artinya: Wahai Tuhanku, anugerahilah aku dengan rahasia dalam huruf Al-Qur’an

    وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِي وَسَمْعِى وَمُقْلَتِيْ

    Wa nawwir bihi qolbî wa sam’î wa muqlatî
    Artinya: Dan berilah cahaya di hatiku, pendengaran, dan mataku berkat Al-Qur’an

    وَيَارَبِّ يَا فَتَّاحُ إِِفْتَحْ قُلُوبَنَا

    Wa yâ robbi yâ fattâhu iftah qulûbanâ
    Artinya: Tuhanku yang Maha pembuka, bukakanlah hati kami

    وَفَهِّمْ بِهِ قَلْبِى عُلُوْمَ الشَّرِيْعَةِ

    Wa fahhim bihi qolbî ‘ulûmasy-syarî’ati
    Artinya: Dan dengannya (Al-Qur’an), fahamkanlah hati ini dengan ilmu-ilmu syariat

    وَصَلِّ وَسَلِّمْ يَا إِلٰهِى لِمُنْذِرِ

    Wa sholli wa sallim yâ ilâhî limundziri
    Artinya: Berilah sholawat serta salam ya Tuhanku kepada penyeru (Nabi Muhammad SAW)

    عَدَدَ حُرُوْفٍ بِالْقُرْاٰنِ وَالسُّوْرَةِ

    ‘Adada hurûfin bil qur-âni was-sûroti
    Artinya: Sebanyak huruf huruf dan surah-surah Al-Qur’an

    Doa kalamun qodim tersebut dikutip dari buku Pembelajaran Al-Qur’an Tingkat Dasar, Menengah, dan Mahir yang Terintegrasi oleh Teknologi Berbasis oleh Andreas dkk.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Hujan Sesuai Sunnah, Bisa Dibaca Saat Cuaca Panas



    Jakarta

    Terdapat doa yang dapat dibaca agar hujan cepat turun. Doa ini sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Hujan sering disebut dengan sumber kehidupan karena memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kesuburan tanah, menjaga ekosistem, tersedianya air yang berlimpah, dan sebagainya. Hujan juga merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT.

    Namun, tidak setiap hari Allah SWT menurunkan hujan. Bahkan ada masanya Allah SWT memberikan kekeringan karena tidak terjadi hujan dalam jangka waktu yang lama.


    Banyak dampak yang diberikan karena terjadinya kekeringan, seperti menipisnya sumber air, sawah yang menjadi kering dan keringnya tumbuh-tumbuhan. Banyak lagi dampak yang terjadi ketika hujan tak kunjung turun.

    Maka saat itulah umat muslim dapat berdoa kepada Allah SWT untuk memohon diturunkannya hujan.

    Dikutip dari buku edisi Indonesia: Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al-Qur’a oleh Andi Muhammad Syahril bahwa umat muslim diperbolehkan untuk memohon turunnya hujan seperti yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Anas bin Malik bahwa Umar bin Al-Khatab memohon turunnya hujan ketika musim kemarau berkepanjangan dengan perantara Al-Abbas bin Abdul Muthalib,

    “Ya Allah, dahulu kami memohon turunnya hujan dengan perantara Nabi-Mu ketika ia hidup, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka, pada hari ini kami memohon turunnya dengan perantara pamannya Nabi-Mu, maka turunkanlah kepada kami hujan.” Lalu hujan turun untuk mereka.”

    Imam An-Nawawi menjelaskan tiga upaya dalam memohon turunnya hujan:

    – Memohon dengan doa tanpa melaksanakan sholat
    – Memohon ketika khutbah Jum’at atau setelah sholat wajib
    – Memohon dengan melaksanakan sholat dua rakaat dan dua khutbah yang telah didahului dengan bersedekah, puasa, taubat, melakukan kebaikan, dan menjauhi kemaksiatan.

    Doa Memohon Hujan

    Mengutip buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian oleh Mahmud asy-Syafrowi bahwa doa meminta hujan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْنًا مُغِيْنًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.” (HR. Abu Dawud)

    Doa tersebut memiliki kaitannya dengan tangisan para perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW karena terputusnya hujan.

    Dan setelah Rasulullah SAW berdoa dengan doa itu, maka turunlah hujan.

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Artinya: “Ya Allah! Berilah kami hujan. Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah! Hujanilah kami.”

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Artinya: “Ya, Allah! Berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu, ternak-ternak-Mu, berilah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan tanah-Mu yang tandus.”

    Setelah diturunkannya hujan, kita juga harus berdoa agar hujan yang diturunkan oleh Allah SWT menjadi sebuah keberkahan.

    Doa Ketika Hujan Turun

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, MA bahwa doa ketika hujan turun adalah sebagai berikut.

    Diriwayatkan dalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab-latin: ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’.”

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.

    Setelah hujan turun, maka bisa dilanjutkan dengan doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Itulah doa yang dapat kita panjatkan ketika memohon hujan kepada Allah SWT. Semoga dengan adanya musibah dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT, tidak menjadikan umat Muslim menyerah dan melupakan Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Benarkah Ada?


    Jakarta

    Salah satu hadits populer yang kerap digunakan oleh para khatib dan da’i adalah hadits yang berbunyi, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” Benarkah ada hadits yang demikian?

    Hadits tersebut diketahui bersumber dari Anas bin Malik RA. Hadits tersebut juga termaktub dalam tulisan Ibnu ‘Addi dalam Al Kamil, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan, Al Khathib dalam Tarikh Baghdadh, Al Baihaqiy dalam Al Madkhal, dan Ibnu Abdil Barr dalam Al Jami’.

    Berikut bunyi hadits yang dimaksud,


    أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ يا الْصِيْنِ

    Artinya: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”

    Sementara, dikutip dari Hadits Tarbawi oleh Abu Ubaidah, hadits tersebut merupakan potongan dari hadits lengkap yang berbunyi,

    أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ يا الْصِيْنِ فَإِنَّ الْعِلْمَ فَرِضَة عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَضَعُ أَجْنَحَتِهَا لِطَلِبِ رِضَا عًا بِمَا يَطْلُبُ

    Artinya: “Carilah ilmu sekalipun di negeri China, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi seorang muslim laki-laki dan perempuan. Dan sesungguhnya para malaikat menaungkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu karena ridha terhadap amal perbuatannya.”

    Dikutip dari Abdul Bakir, S.Ag dalam buku 150 Hadits Dha’if yang Sering Dijadikan Dalil, hadits ini disebut sebagai hadits dhaif jiddan atau lemah sekali. Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman mengatakan bahwa hadits tersebut populer matannya namun bersanad lemah.

    “Telah diriwayatkan dari beberapa jalan namun seluruhnya dhaif,” demikian jelasnya.

    Senada dengan itu, Ibnu Adi’ menambahkan, ia tidak tahu ada yang meriwayatkannya selain al-Hasan bin Athiyyah dari Abu Atikah dari Anas.

    Al-Bazzar juga mengatakan Abu Atikah adalah sosok yang tidak dikenal, dan tidak diketahui dari mana dia berasal. Untuk itu disebutkan, hadits ini tidak memiliki asal atau la ashla lahu.

    Al Bukhari bahkan mengatakan bahwa Abu Atikah adalah munkar al hadits. Sependapat dengan Ibnu Hibban dalam Al Majruhin yang mengatakan bahwa Abu Atikah adalah munkar al hadits jiddan.

    As-Suyuti dalam Al-La’all’ Al-Mashnu’ah menyebutkan dua jalur lain bagi hadits ini dengan tujuan menguatkan. Ternyata, hasil kedua jalur tersebut sama dhaifnya bahkan lebih parah.

    Jalur yang pertama, terdapat seorang pendusta, yaitu Ya’qub bin Ishaq Al-‘Asqalaniy. Jalur kedua, terdapat yang suka memalsukan hadits, Al-Juwaibariy.

    Dengan demikian, As Suyuti mengatakan bawa hadits ini bathil, tidak boleh diamalkan, tidak boleh dijadikan hujjah dan tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah SAW.

    Ada beberapa hadits lainnya yang menyebutkan anjuran bagi muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu. Hal ini mengindikasikan, ilmu dalam pandangan Islam dianggap sebagai sebuah kebutuhan untuk mengetahui kebenaran dan ditempatkan pada posisi yang tinggi. Berikut di antaranya:

    وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

    1. Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

    مَنْخَرَجَفِىطَلَبُالْعِلْمِفَهُوَفِىسَبِيْلِاللهِحَتَّىيَرْجِعَ

    2. Artinya: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi)

    إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    3. Artinya: “Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

    4. Artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah)

    العلم قبل القول و العمل

    5. Artinya: “Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas.” (HR Bukhari).

    مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

    6. Artinya: “Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

    مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    7. Artinya: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridaan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti.” (HR Abu Daud)

    Berdasarkan hadits menuntut ilmu yang telah dipaparkan di atas, Syekh Al-Zarjuni dalam kitabnya Ta’limul Muta’allim menekankan niat dalam menuntut ilmu itu harus didasari keikhlasan. Sebab, menuntut ilmu dilakukan semata-mata untuk mencari rida Allah SWT dan kehidupan akhirat.

    (rah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Hasbunallah Wanikmal Wakil, Doa Penolong Berbagai Kesulitan


    Jakarta

    Kalimat hasbunallah wanikmal wakil sering disebut-sebut dalam ceramah, kajian, masjid-masjid, atau bahkan di dalam lagu islami. Bacaan tersebut memiliki berbagai keutamaan.

    Dikutip dari buku Mencari Pahala Disaat Haid yang ditulis oleh Ratu Aprilia Senja, kalimat dzikir hasbunallah wanikmal wakil disebut dengan doa tawakal.

    Berikut merupakan lafadz doa tawakal,


    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيلُ

    Latinnya: Hasbunallah wa ni’mal wakiil

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.”

    Cerita di Balik Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Hasbunallah wanikmal wakil juga disebut sebagai doa Nabi Ibrahim AS. Doa ini tidak lepas dari cerita menajubkan Nabi Ibrahim AS ketika dirinya hampir dibakar api.

    Diceritakan dalam Qashash al-Anbiyaa karya Imam Ibnu Katsir, pada saat itu Nabi Ibrahim AS sedang berdakwah pada umatnya agar kembali kepada ketauhidan dan hanya menyembah Allah SWT.

    Kaum Nabi Ibrahim AS yang disebut dengan kaum Babilonia. Mereka merupakan kaum yang sangat jahil di mana gemar menyekutukan Allah SWT menyembah berhala-berhala dan menyajikan sesajen di hadapan mereka. Jadi Allah SWT mengutus Nabi Ibrahim AS kepada kaum tersebut untuk kembali ke jalan yang benar.

    Singkatnya, Nabi Ibrahim AS tidak ikut dalam pesta yang dilaksanakan kaum Babilonia. Diam-diam, ia datang ke tempat sesembahan di mana berhala-berhala itu berada.

    Di saat orang-orang sedang melakukan pesta, Nabi Ibrahim AS menghancurkan berhala-berhala yang ada di tempat sesembahan itu. Ia hanya meninggalkan satu patung terbesar dan menaruh kapak yang ia gunakan untuk menghancurkan berhala di tangan berhala terbesar itu.

    Mengetahui patung-patung sesembahan mereka hancur, mereka langsung marah dan menanyakan siapa perusaknya. Mereka pun akhirnya tahu bahwa Nabi Ibrahim AS lah yang melakukan semua itu.

    Saat mereka menanyakan alasan kenapa patung-patung itu dihancurkan, Nabi Ibrahim AS melemparkan pertanyaan itu kepada berhala yang paling besar. Namun, mereka menyadari bahwa patung itu tidak bisa berbuat apa-apa bahkan hanya untuk berbicara.

    Kaum Babilonia pun marah dan hendak membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim AS. Saat api sudah membumbung tinggi dan Nabi Ibrahim AS sudah siap untuk dilemparkan ke dalamnya, Nabi Ibrahim AS tidak gentar maupun goyah. Ia hanya terus percaya dan menyebut nama Allah SWT.

    Doa yang Nabi Ibrahim AS ucapkan ketika akan dilemparkan ke dalam api adalah hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.)

    Atas izin Allah SWT, api itu pun padam dan mendingin sehingga tidak bisa membakar Nabi Ibrahim AS.

    Doa tawakal ini juga diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat orang-orang Quraisy sudah mengumpulkan pasukan untuk menyerangnya. Mereka juga berkata agar Nabi Muhammad SAW agar takut kepada mereka.

    Jawaban Nabi Muhammad SAW cukuplah, “Cukuplan Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”

    Keutamaan Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Doa Hasbunallah wanikmal wakil memiliki berbagai keutamaan. Berikut beberapa keutamaannya sebagaimana dikatakan Syekh Abil Hasan asy-Syadzili yang dinukil dalam buku Berlimpah Harta dengan Beragam Dzikir, Shalat, dan Puasa Khusus karya Muhammad Arifin Rahman.

    1. Mendapatkan pertolongan Allah SWT dan dicintai banyak orang
    2. Berada dalam perlindungan Allah SWT
    3. Mendapat kemuliaan yang langgeng, berkecukupan, dan mendapat pertolongan saat mendesak
    4. Bisa menarik massa atau menambah pengikut
    5. Dapat melumpuhkan kekuatan orang zalim
    6. Dapat memberi solusi saat mengalami kebuntuan apa saja
    7. Bisa mendamaikan perselisihan
    8. Memperbanyak pendapatan
    9. Menolong bila diremehkan karena miskin
    10. Dipatuhi oleh semua orang
    11. Meredam demonstrasi
    12. Menjadikan harta benda atau tempat tinggal aman dari hama dan pencuri
    13. Bermanfaat untuk keberhasilan melobi para pejabat

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Doa Malaikat untuk Orang yang Bersholawat atas Nabi Muhammad


    Jakarta

    Salah satu amalan yang pelakunya akan didoakan oleh para malaikat adalah bersholawat atas Nabi Muhammad SAW. Keterangan ini berdasarkan salah satu riwayat hadits yang disabdakan Rasulullah SAW.

    Hadits tersebut termaktub dalam Shahih Al Jami yang juga diriwayatkan oleh Adh Dhiya dalam Al Mukhtarah. Hadits yang bersanad hasan dari Amir bin Rabi’ah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah seorang hamba membaca sholawat untukku, kecuali didoakan oleh para malaikat selama ia membaca sholawat untukku. Karena itu, hendaklah ia mengucapkan atau memperbanyak sholawat atas diriku.” (HR Ahmad)


    Dikutip dari Syaikh ash Shafuri dalam Nuzhah al Majalis Muntakhab an Nafa’is, Rasulullah SAW pernah menjelaskan doa yang dipanjatkan malaikat bagi orang-orang yang senantiasa bersholawat padanya. Para malaikat di alam kubur akan memintakan ampunan pada Allah SWT bagi muslim yang bersholawat.

    Tiap manusia akan ditemani oleh dua malaikat di alam kubur. Menurut riwayat, bila seorang muslim di alam kubur memanjatkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW tiap disebutkan nama Rasulullah SAW maka para malaikat turut berdoa untuknya.

    Salah satu malaikat itu berdoa, “Semoga Allah mengampunimu,” dan malaikat lainnya berkata, “Aamiin.”

    Sebaliknya, bila seorang muslim tidak bersholawat pada Rasulullah SAW, hal itu membuat salah satu malaikat berkata, “Semoga Allah tidak mengampunimu,” hingga kemudian diaminkan oleh malaikat lainnya.

    Keutamaan Membaca Sholawat Nabi

    Tidak hanya didoakan oleh malaikat, keutamaan lain bagi muslim yang senantiasa membaca sholawat juga akan dihapuskan dosanya dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Hal ini bersumber dari hadits dalam Kitab Sunan an-Nasai Jilid 1 dari Anas bin Malik RA,

    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً؛ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

    Artinya: “Siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan derajatnya diangkat sepuluh tingkat.” (HR an Nasa’i)

    Melalui salah satu haditsnya, Rasulullah SAW sendiri pernah menjanjikan syafaat di hari akhir kelak bagi orang-orang yang senantiasa bersholawat kepadanya. Berikut bunyi haditsnya,

    أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

    Artinya: “Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR Tirmidzi)

    Anjuran untuk bersholawat juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 56 yang berbunyi,

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al Ahzab: 56)

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir, yang dimaksud sholawat dari Allah SWT dalam ayat di atas adalah pujian-Nya kepada Rasulullah SAW di kalangan para malaikat, sedangkan sholawat dari para malaikat adalah doa mereka untuknya.

    (rah/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa agar Terkabul?


    Jakarta

    Berdoa adalah wujud permohonan atau permintaan sesuatu dari seorang hamba yang berisikan hal-hal baik kepada Allah SWT. Kapan waktu mustajab untuk memanjatkan doa tersebut?

    Dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa oleh Nurhasanah Namin, tujuan dalam berdoa setiap orang juga bermacam-macam. Misalnya, mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk dan siksaan api neraka, memohon keselamatan hidup, memohon bimbingan serta jalan yang lurus agar selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

    Agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT, muslim bisa memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab. Kapan saja?


    Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa?

    1. Setelah Salat Wajib

    Dikutip dari buku Rahasia Terkabulnya Doa karya Wawan Susetya & Ari Wardhani seringkali karena kesibukan duniawi, kita tidak sempat untuk berdoa banyak kepada Allah SWT. Hal ini sudah pernah diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits dari Tirmidzi yang berbunyi,

    فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ : عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلّى، إذَا صَلَّيْتَ فَقَعَدْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، وَصَلِّ عَلَيَّ ثُمَّ ادْعُهُ) قَالَ : ثُمَّ صَلَّى رَجُلٌ آخَرُ بَعْدَ ذَلِكَ فَحَمِدَ الله وَصَلَّى عَلَى النَّي ، فَقَالَ النَّبِيُّ : ((أَيُّهَا الْمُصَلِّي أَدْعُ تُحَبْ))

    Artinya: Kemudian Rasulullah bersabda, “Engkau tergesa-gesa wahai orang yang shalat. Jika engkau melakukan salat lalu engkau duduk, maka pujilah Allah dengan pujian yang pantas bagi-Nya, bacalah sholawat untukku kemudian berdoalah.” Perawi berkata, “Setelah itu, seorang laki-laki lain melakukan salat, lalu ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi SAW. Nabi SAW. bersabda, “Wahai orang yang telah melakukan salat, berdoalah maka engkau akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi)

    Dalam riwayat hadits lainnya dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW pernah ditanya oleh sahabatnya, “Pada waktu apakah doa itu sangat didengar (dikabulkan oleh Allah)?”

    Rasulullah SAW menjawab, “Yaitu pada tengah malam yang akhir dan sesudah salat-salat fardhu.” (HR At Tirmidzi)

    2. Sepertiga Malam

    Waktu lain mustajab doa yang akan dikabulkan Allah SWT adalah di sepertiga malam. Artinya, waktu malam hari mendekati waktu subuh atau di waktu sahur seperti yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana.

    Menurut salah satu hadits juga menyebut bahwa pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia. Berikut bunyi haditsnya,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan, orang yang meminta ampunan dariKu akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    3. Saat Sujud dalam Salat

    Momen sujud dalam pelaksanaan salat disebut sebagai waktu terdekat seorang hamba dengan Allah SWT. Hal ini dilandasi dari hadits Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya yaitu ketika ia sujud, maka banyak-banyaklah berdoa di dalam sujud.” (HR Muslim)

    4. Saat Turun Hujan

    Dikutip dari buku Induk Doa dan Zikir yang ditulis oleh Kasimun, Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm telah meriwayatkan dengan sanadnya sebuah hadits mursal, yang berbunyi:

    أطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُولِ الْغَيْثَ

    Artinya: Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan; di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah); ketika salat diiqamahkan; dan ketika hujan turun.

    5. Antara Azan dan Iqomah

    Waktu yang tepat untuk memanjatkan doa selanjutnya adalah waktu antara azan dan iqomah. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Tiada ditolak sesuatu doa yang dimohonkan antara azan dan iqomah.” (HR At-Tirmidzi)

    6. Hari Jumat

    Rasulullah SAW menyebutkan bahwa hari Jumat adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa. Rasulullah SAW dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 oleh Imam an-Nawawi,

    فِيهَا سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    Artinya: “Pada hari itu ada waktu yang apabila seorang hamba muslim menepati waktu itu dalam keadaan salat lalu ia mohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR Muttafaq ‘alaih)

    Ada yang berpendapat, waktu mustajab di hari Jumat terletak pada waktu imam naik mimbar pada saat khutbah Jumat hingga salat Jumat selesai. Ada pula yang menyebut waktu antara Ashar dan Maghrib adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa pada hari Jumat.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Kejujuran, Sifat Baik yang Harus Dimiliki Muslim



    Yogyakarta

    Sebagai insan yang beriman, jujur merupakan sifat yang sangat penting dimiliki guna menjaga hubungan antar manusia.

    Kejujuran mencakup tindakan menghindari kebohongan, integritas, dan kebenaran dalam segala aspek kehidupan. Dalam Islam, kejujuran ditegaskan dalam Al-Qur’an dan disampaikan melalui hadits-hadits yang penuh hikmah.

    Pentingnya Kejujuran dalam Islam

    Dikutip dari buku Jujur Kunci Hidup Makmur karya Izzal Afifir Rahman bahwa terdapat 28 surat dan 47 ayat yang memberikan bukti betapa pentingnya memiliki sifat jujur.


    Beberapa di antaranya terdapat dalam Al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 70, bahwa Allah SWT berfirman,

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ٧٠

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”.

    Masih mengutip dari sumber buku yang sama bahwa Allah SWT berfirman dalam QS. al-Ma’idah ayat 119, Allah akan memberikan balasan berupa surga, hal tersebut memberitahukan betapa pentingnya memiliki sifat jujur.

    Hadits tentang Kejujuran

    Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pentingnya kejujuran melalui hadits-haditsnya.

    Dikutip dari buku Mungkinkah Kita Jujur karya Shafwat Abdul Fattah, beberapa hadits tentang kejujuran antara lain:

    – Hadits dari Ibnu Mas’ud RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Kalian harus jujur, karena jujur itu akan menunjukan (jalan) kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan (jalan) ke surga. Dan seseorang yang senantiasa jujur dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa berlaku jujur, maka ia akan dituliskan di sisi Allah sebagai orang yang jujur sekali (shiqqiq). Dan hati-hatilah kamu dengan berbohong, karena berbohong itu menunjukkan (jalan) kepada perbuatan jahat, dan sesungguhnya perbuatan jahat itu menunjukkan (jalan) ke neraka. Dan seseorang yang selalu bohong dan ia bersungguh-sungguh untuk senantiasa di sisi Allah ia kan dicatat sebagai orang yang pembohong.” (HR. Bukhari, Musli, Ahmad, dan Tirmidzi)

    – Hadits dari Abu Bakar RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Kalian harus jujur, karena jujur itu bersama-sama dengan kebaktian yang sempurna (birr). Keduanya akan berada di dalam surga. Dan hati-hatilah kalian dengan bohong, karena bohong itu bersama-sama perbuatan dosa yang terus-menerus (fuqur). Keduanya akan masuk neraka. Dan mintalah kalian keyakinan dan perlindungan dari segala penyakit kepada Allah. Karena seseorang setelah diberi keyakinan akan lebih baik daripada diberi perlindungan dari segala penyakit. Dan janganlah kalian saling hasut, saling membenci, saling memutuskan (tali silaturahmi), saling membelakangi, serta jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah perintahkan kepada kalian.” (HR. Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Maajah)

    – Hadits dari Ubadah ibnu Shamit RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Berilah aku dari kalian jaminan dengan enam perkara, niscaya aku akan menjamin kalian dengan surga; jujurlah kalian jika berbicara, sempurnakanlah janji oleh kalian jika berjanji, tunaikanlah amanah jika kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, pejamkanlah penglihatan, dan tahankanlah tangan kalian (dari meminta-minta).” (HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, Ibnu Hibban, al-Haakim, dan al-Baihaqi)

    – Hadits dari Abdullah bin Umar RA

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Ada empat hal yang dapat menjadikan (kesan) kalian tidak akan pernah hilang dari dunia, yaitu menjaga amanah, bicara jujur, berakhlak baik, dan hati-hati dari makanan (yang haram).” (HR. Ahmad, Ibnu Abid Dunya, ath-Thabrani, dan al-Baihaqi.)

    – Hadits dari Hasan bin Ali RA

    “Aku masih hafal apa yang dipesankan oleh Rasulullah SAW, “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu menuju sesuatu yang tidak menjadikanmu ragu, karena jujur itu menenteramkan, sedangkan bohong itu dapat menjadikanmu bimbang.”” (HR. Tirmidzi)

    Dari pemaparan beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa kejujuran merupakan sifat yang wajib dimiliki oleh seluruh umat, dan Allah menjanjikan surga untuk hamba-Nya yang selalu menerapkan kejujuran.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Panjang Umur, Agar Diberi Kesehatan dan Keberkahan Hidup



    Yogyakarta

    Dalam Islam, memohon panjang umur dapat menjadi ekspresi dari rasa syukur atas kehidupan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Umat muslim dapat berdoa agar diberikan umur yang panjang dan penuh keberkahan.

    Doa memohon panjang umur bukan hanya sekedar menginginkan waktu yang lebih lama, tetapi juga sebuah pengharapan untuk terus beribadah, memperbaiki diri, dan berbuat baik selama hidup di dunia.

    Doa Memohon Panjang Umur

    Terdapat beberapa doa yang bisa dibaca untuk memohon agar panjang umur.


    Doa Panjang Umur

    Dikutip dari buku Pintar Ibadah karya Ust. H. Fatkhur Rahman, bahwa doa yang dapat dibaca ketika memohon panjang umur yaitu:

    اللهمَّ طَولُ عُمرِنَا فِي طَاعَتِكَ وَطَاعَةِ رَسُولِكَ وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

    Bacaan latin: Allaahumma thawwil ‘umuranaa fii thaa’atika wathaa’ati rasuulika waj’alnaa min ‘ibaadikash shaalihiina.

    Artinya: “Ya Allah, panjangkanlah umurku dalam mentaati-Mu, dan mentaati rasul-Mu serta jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang shalih.”

    Doa Mohon Banyak Harta, Badan Sehat dan Bertakwa

    Selain memohon agar diberikan umur yang panjang, umat muslim juga dapat memanjatkan doa untuk mengharapkan rezeki yang banyak dan dianugerahkan badan yang sehat. Doa ini tentunya ditujukan kepada Allah SWT semata.

    Dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hameda,MA, berikut bacaan doanya:

    اللَّهُمَّ أَكْثِرُ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِك لَهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَهُ وَأَطِلْ حَيَاتَهُ عَلَى طَاعَتِكَ وَأَصِحَ جِسْمَهُ وَأَحْسِنْ عَمَلَهُ وَاغْفِرْ لَهُ.

    Bacaan latin: Allaahumma aktsir maalahu wa waladahu wa baarik lahu fiima a’thaitahu wa athil hayaatahu ‘alaa thaa’atika wa ashihha jismahu wa ahsin ‘amalahu waghfir lahu.

    Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah hidupnya (umurnya) dalam ketaatan kepada-Mu, sehatkanlah tubuhnya, perbaguslah amalnya, dan ampunilah dia.”

    Doa tersebut merupakan doa yang dibacakan oleh sahabat Rasulullah SAW kepada kerabat dan keluarganya, dan anjuran Rasulullah SAW untuk memohon panjang umur tetapi dipenuhi ketaatan dan amal yang baik. (HR. Bukhari dan Al-Adab Al-Mufrad).

    Doa Agar Diberi Panjang Umur dan Banyak Rezeki

    Dikutip dari buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa karya Ust. Ahmad Zacky El-Syafa bahwa dapat membaca doa berikut agar diberi panjang umur dan rezeki yang banyak oleh Allah SWT:

    سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَعْلَمُ قَدْرَهُ غَيْرُهُ وَلَا يَبْلُغُ الْوَاصِفُونَ صِفَتَهُ

    Bacaan latin: Subhaana man laa ya’lamu qadruhu walaa yablughul waashifuuna shifatahu

    Artinya: “Maha Suci Zat yang orang tidak akan mengetahui kekuasaan-Nya selain hanya Dia dan tidak akan tercapai Orang-orang yang memberikan sifat terhadap sifatnya.”

    Doa tersebut memiliki khasiat bahwa jika terdapat seorang muslim yang membaca doa tersebut secara rutin setelah sholat fardhu sebelum membaca wirid setelah sholat, maka dia akan diberikan umur panjang dan rezeki yang banyak oleh Allah SWT.

    Selain dengan membaca doa-doa seperti yang dipaparkan di atas, dengan berbakti kepada orang tua dapat memperpanjang umur, seperti yang dikutip dari buku Keajaiban Doa & Ridho Ibu karya Mutia Mutmainah.

    Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ بَر وَالدَيْهِ طُوبَى لَهُ وَزَرَادَ اللَّهُ فِي عُمُرِه

    Artinya: “Barangsiapa yang berbakti kepada ibu ayahnya, maka kebahagiaanlah baginya dan Allah akan memanjangkan umurnya.” (HR. Bukhari).

    Demikian beberapa doa untuk memohon umur yang panjang dan penuh keberkahan. Doa ini dapat dibaca setelah sholat fardhu.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Tahajud: Arab, Latin dan Terjemahannya



    Jakarta

    Tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari. Sholat ini bisa dikerjakan minimal dua rakaat hingga tak terbatas.

    Dalam kita al-Jami li Ahkamil Quran, Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa sholat tahajud memiliki kedudukan yang istimewa dibanding dengan sholat sunnah lainnya. Sebab, sholat tahajud disebutkan di dalam Al-Quran, sedangkan yang lainnya hanya melalui hadits.

    Hal itu tertuang dalam surat Al-Isra ayat 79. Allah SWT berfirman:


    وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

    Arab-Latin: Wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā

    Artinya: “Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

    Waktu yang dianjurkan untuk sholat tahajud adalah 1/3 malam. Dimana, manusia sedang lelap-lelapnya tertidur.

    Rasulullah SAW bersabda, “Paling baiknya sholat selain sholat wajib adalah sholat di tengah malam (tahajud).” (HR. Muslim)

    Doa Tahajud Beserta Artinya

    Menukil buku Titi Suwarni yang berjudul Membentuk Akhlakul Karimah Peserta Didik: Dilengkapi dengan Jus Amma, Doa-Doa Sholat, dan Doa-Doa Harian, berikut bacaan doa setelah sholat tahajud yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW:

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Arab latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagiMu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau Maha Benar. JanjiMu benar. Pertemuan denganMu kelak itu benar. FirmanMu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepadaMu aku berserah. Hanya kepadaMu juga aku beriman. KepadaMu aku pasrah. Hanya kepadaMu aku kembali. KarenaMu aku rela bertikai. Hanya padaMu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Diterima Kerja, Bisa Dibaca Agar Dapat Pekerjaan Impian



    Yogyakarta

    Doa agar diterima kerja ada banyak macamnya. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk selalu berdoa kepada Allah SWT dalam berbagai situasi.

    Perintah untuk berdoa pun termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 186 yang berarti,

    وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


    Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

    Selain berdoa kepada sang Khaliq pemilik segalanya dengan kerendahan dan keimanan, manusia juga perlu berikhtiar dan berusaha maksimal untuk mencapai sebuah tujuan dan keinginan. Hal ini juga berlaku ketika manusia menginginkan untuk segera mendapat sebuah pekerjaan atau dimudahkan dalam bekerja.

    Doa Agar Mendapat Pekerjaan

    Berikut merupakan 5 doa agar diterima kerja dengan mudah dan lancar yang dirangkum dari berbagai sumber.

    1. Doa Agar Segera Mendapat Pekerjaan

    اَللّٰهُمَّ اِرْضَنِيْ بِمَا رَضِيْتَ لِي، وَ عَافِنِي فِيْمَا أَبْقَيْتَ حَتَّى لاَ أُُحِبُّ تَعْجِيْلَ مَا أَخَّرْتَ، وَلَا تَأْخِيرَ مَا عَجَّلْتَ.

    Arab-latin: Allaahumma irdhanii bimaa radhita lii, wa ‘aafinii fiimaa abqaita hatta laa uhibbu ta’jiila maa akhkharta, walaa ta’khira maa ‘ajjalta.

    Artinya: “Ya Allah, buatlah aku ridha dengan kondisi yang Engkau ridhai untukku, dan berikanlah saya kesehatan selama masih Engkau biarkan hidup hingga aku tidak terburu- buru mendapatkan sesuatu yang Engkau tunda, dan tidak ingin menunda sesuatu yang engkau segerakan.”

    2. Doa Agar Mudah Mendapatkan Pekerjaan

    َاَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

    Arab-latinnya: Allaahumma innii as-aluka an tarjuqanii rijqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’abin walaa masyaqqatin walaa dhairin walaa nashabin, innaka ‘alaa kulli syai-‘in qadiirun.

    Artinya: “Ya Allah, aku memohon agar engkau menganugrahiku rezeki yang halal, luas, dan baik tanpa harus berletih-letih dan bersusah payah, sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    3. Doa Saat Interview Lamaran Kerja

    رَبِّ شْرَحْ لِي صَدْرِى وَ يَسِرْلِي أَمْرِى وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيى يَفْقَهُوا قَوْلِى.

    Arab-latinnya: Rabbisyrahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatan min lisaanii yafqahu qaulii.

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku supaya mereka mengerti perkataanku.”

    4. Doa Memohon Dimudahkan Mendapat Pekerjaan

    اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِى طَيِّبًا وَاسْتَعْمِلْنِي صَالِحًا

    Arab-latinnya: Allaahummar zuqnii thayyiban wasta’milnii shaalihan

    Artinya: Ya Allah, berilah rezeki yang baik kepadaku dan pekerjakanlah diriku pada yang baik.

    5. Doa Memohon Kesuksesan dalam Pekerjaan

    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَسْأَلَةِ وَخَيْرَ الدُّعَاءِ وَخَيْرَ النَّجَاحِ وَخَيْرَ الْعَمَلِ وَخَيْرَ الثَّوَابِ وَخَيْرَ الْحَيَاةِ وَخَيْرَ الْمَمَاتِ ثَبِّتْنِي وَثَقِلْ مَوَازِيْنِي وَحَفِّفْ إِيْمَانِي وَارْفَعْ دَرَجَاتِي وَتَقَبَّلْ صَلَوَاتِي وَاغْفِرْ خَطِيْئَتِي وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلْيَ فِى الْجَنَّةِ

    Arab-latinnya: Allahumma innii as’aluka khairal mas’alati wa khairad-du’aa’i wa khairan najaahi wa khairal amali wa khairats tsawaabi, wa khairal hayaati wa khairal mamaati, tsabbitnii wa tsaqqil mawaaziinii, wa haffif iimaanii warfa’ darajaatii, wa taqabbal shalawaatii waghfir khathii’atii, wa as’alukad darajaatil ‘ulya fil jannati

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu sebaik-baik permohonan, sebaik-baiknya doa, sebaik-baiknya keberhasilan, sebaik-baiknya amal perbuatan, sebaik- baiknya pahala, sebaik-baiknya kehidupan dan sebaik- baiknya kematian. Tetapkanlah padaku serta perberatlah timbangan amal kebaikanku, kokohkanlah keimananku, tinggikan derajatku, terimalah shalat-shalatku, ampunilah dosa kesalahanku dan aku mohon kepada-Mu untuk mendapatkan tingkat tertinggi di dalam surga.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com