Tag: hikmah

  • Hadits tentang Sabar dan Syukur, Bukti Keimanan kepada Allah SWT



    Jakarta

    Sabar dan syukur adalah dua sifat terpuji yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Keduanya merupakan bukti keimanan kepada Allah SWT, yang menciptakan segala sesuatu dengan hikmah dan rahmat-Nya.

    Sabar dan syukur juga merupakan kunci untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

    Terdapat beberapa hadits yang menyinggung tentang sabar dan syukur yang termasuk dalam bukti keimanan umat muslim kepada Allah SWT.


    Pengertian Sabar dan Syukur

    Dikutip dari buku Rahasia Superdahsyat dalam Sabar & Shalat karya Amirulloh Syarbini dan Novi Hidayati Afsari, sabar merupakan gambaran kekuatan seseorang dalam menghadapi segala cobaan dan persoalan dengan semangat melakukan usaha, gigih, dan tidak putus asa, sambil berpegang teguh pada tuntunan Allah SWT.

    Imam al-Ghazali dalam bukunya yang berjudul Syukur, Mengapa Kita Wajib Bersyukur?, mengartikan bahwa syukur adalah bentuk penghormatan untuk menghindari kemurkaan orang yang telah berbuat baik kepadanya.

    Hadits tentang Sabar

    Dikutip dari buku Dahsyatnya Sabar, Syukur, Ikhlas Muhammad SAW karya Amirulloh Syarbini dan Jumari Haryadi, dijelaskan beberapa hadits yang menyinggung tentang sabar yaitu,

    “Dari Anas bin Malik bahwa Ummu Rubayyi’ binti Bara’ yaitu ibunya Haritsah bin Suraqah, datang kepada Nabi SAW, lalu dia berkata, “Wahai Nabi Allah, hendaklah engkau memberitakan kepadaku tentang (nasib) Haritsah; dimana ia terbunuh pada perang Badar terkena anak panah yang asing (tidak diketahui siapa pemanahnya dan dari mana datangnya). Jika ia di surga, maka aku bersabar, dan jika tidak demikian, maka aku hendak bersungguh-sungguh menangisinya.” Beliau bersabda: “Wahai ibunya Haritsah, sesungguhnya itu derajat-derajat di surga, dan sesungguhnya anakmu mendapat surga Firdaus yang luhur.” (HR Bukhari)

    “Rasulullah SAW bersabda: “Kalaulah kesabaran itu berwujud seorang lelaki, niscaya ia akan menjadi orang mulia dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (HR Thabrani)

    “Sabar terhadap sesuatu yang engkau benci merupakan kebajikan yang besar.” (HR Tirmidzi)

    “Dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Siapa yang membenci penguasanya terhadap sesuatu (urusan agama) maka bersabarlah; karena sesungguhnya orang yang keluar dari (kepatuhan kepada) penguasa barang sejengkal, maka dia pasti meninggal sebagaimana meninggal ala Jahiliyah (dalam kesesatan, perpecahan, dan kekosongan imam yang dipatuhi.” (HR. Muslim)

    Rasulullah SAW bersabda, “Sabar itu sebagian dari iman” (HR Abu Nu’aim)

    Hadits tentang Syukur

    Dikutip dari buku Ihya Ulumuddin 8, Sabar dan Syukur karya Imam Al-Ghazali, beberapa hadits tentang syukur yaitu,

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang makan yang bersyukur adalah seperti kedudukan orang yang berpuasa yang sabar.” (HR Imam Bukhari, At-Tirmidzi, dll)

    Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Ayyub AS, “Sesungguhnya Aku rela dengan syukur sebagai balasan dari para kekasih-Ku dalam cerita yang panjang. Dan Allah SWT mewahyukan kepadanya tentang sifat orang-orang yang sabar, bahwa negeri mereka adalah negeri as-salam (sejahtera). Apabila mereka memasukinya, niscaya Allah SWT ilhamkan kepada mereka akan kesyukuran, dan sikap syukur itu adalah sebaik-baiknya perkataan. Dan ketika bersyukur, Aku akan tambahkan nikmat kepada mereka.”

    Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah seseorang dari kamu mengambil lisan yang berdzikir atau kalbu yang bersyukur.”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Robbisrohli Sodri Wayassirli Amri Doa Apa? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri adalah penggalan ayat yang ada pada surah Taha. Ayat ini sering dipakai sebagai doa oleh umat Islam untuk meminta kemudahan dan kelancaran lisan.

    Mengutip buku Dahsyatnya Doa Para Nabi karya Syamsuddin Noor, doa ini pernah dipakai oleh Nabi Musa AS saat berhadapan dengan Firaun. Ia meminta pertolongan kepada Allah SWT agar dimudahkan saat berbicara dengan rivalnya.

    Allah pun mengabulkan doa Nabi Musa. Beliau akhirnya bisa menyampaikan kebenaran tentang agama Islam supaya Firaun sadar dan beriman kepada Allah SWT. Meskipun pada akhir hayatnya, Firaun meninggal dunia dalam keadaan su’uk khatimah.


    Robbisrohli Sodri Wayassirli amri juga bisa menjadi doa penenang hati jika yang sedang merasa gelisah. Jika sering mengamalkannya, insyaallah bisa memberikan ketenangan.

    Berikut bacaan robbisrohli sodri wayassirli amri versi lengkap.

    Bacaan Robbisrohli Sodri Arab, Latin dan Terjemahannya

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Bacaan latin: Robbisrohli sodri, wayassirli amri, wahlul ‘uqdatammil lisani yafqohu qouli.

    Artinya: “Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Taha ayat 25-28).

    Doa Penenang Hati

    Tak hanya doa di atas, masih ada lagi doa penenang hati lainnya yang bisa diamalkan. Menukil buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati karya Daruk Insan, berikut doa-doa penenang hati yang bisa dibaca.

    1. Doa Saat Merasa Sedih

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Bacaan latin: La ilaha illallahul ‘azimul haliim, la ilaha illallahu rabbul ‘arsyil ‘azim, laa ilaha illallahu rabbussamawati, wa rabbul ardhi wa rabbul arsyil karim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah SWT, Rabb (Pemilik) Arsy yang Agung. Tidak ada Tuhan yang berhak Disembah dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik Arsy yang mulia.”

    2. Doa Agar Dimudahkan Urusan

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Bacaan latin: Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzolimin

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    3. Doa Agar Hati Ditetapkan Hidayah

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Bacaan latin: Rabbana la tuzig quluu banaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladunka rahmatan innaka antalwahhab

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Kau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Kau beri petunjuk kepada kami, karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Kau. Karena sesungguhnya Kaulah Maha Pemberi (karunia).”

    4. Doa Agar Hati Tenang dari Keburukan

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Bacaan latin: Allahumma inni a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal haromi wal bukhl. Wa a’udzubika min ‘adzabil qabri, wamin fitnatil mahya wal mamaati

    Artinya: “Ya Tuhan, hamba berlindung kepadaMu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepadaMu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    (hnh/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Mengucap Alhamdulillah, Ini Dalilnya



    Jakarta

    Alhamdulillah adalah kalimat tahmid yang memiliki arti segala puji bagi Allah SWT. Kalimat tersebut memiliki keutamaan yang besar bagi orang yang mengucapkannya.

    Alhamdulillah menunjukkan rasa syukur, pengakuan, pengagungan, dan pujian kepada Allah SWT atas segala nikmat, karunia, dan rahmat yang diberikan-Nya kepada umat-Nya.

    Bacaan Alhamdulillah

    الْحَمْدُ للهِ


    Bacaan latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

    Dikutip dari buku Usir Gelisah dengan Ibadah karya Ustadz Syauqi Abdillah Zein, bahwa secara bahasa, tahmid berarti “pujian”.

    Meskipun bacaannya sangat pendek, tahmid memiliki makna dan keutamaan yang besar.

    Tahmid atau Alhamdulillah mengandung makna bahwa segala pujian ditujukan hanya bagi Allah SWT. Tuhan semesta alam.

    Dalil tentang Alhamdulillah

    Terdapat beberapa dalil yang menjelaskan tentang cara bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah, beberapa diantaranya yaitu:

    Surat Al Kahfi ayat 1

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Kahfi ayat 1,

    اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ ١

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.”

    Surat Ibrahim ayat 7

    Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7,

    وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧

    Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.””

    Surat Al Baqarah ayat 152

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 152,

    فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ࣖ ١٥٢

    Artinya: “Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”

    Hadits tentang Alhamdulillah

    Rasulullah SAW bersabda, “Alhamdulillah memenuhi Mizan, dan Subhanallah serta Alhamdulillah keduanya memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi.” (HR Muslim)

    Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah memberikan kenikmatan kepada seorang hamba, kemudian ia mengucapkan alhamdulillah kecuali apa yang dia berikan itu lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah)

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya hamba Allah yang paling utama pada hari kiamat adalah orang-orang yang gemar mengucapkan hamdalah.” (HR Ath-Thabrani)

    Rasulullah SAW bersabda, “Orang pertama yang dipanggil masuk surga adalah mereka yang gemar membaca tahmid, yakni memuji Allah dalam kondisi lapang maupun sulit.” (HR Ath-Thabrani)

    Keutamaan Bacaan Alhamdulillah

    Terdapat beberapa keutamaan yang akan didapatkan jika seorang muslim mengucapkan Alhamdulillah.

    Mengutip sumber buku yang sama, bahwa dengan membaca tahmid atau Alhamdulillah akan mengajarkan diri untuk selalu memuji-Nya sebagai bentuk rasa syukur terhadap segala nikmat dan anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT.

    Mengutip buku Usir Gelisah dengan Ibadah karya Ustadz Syauqi Abdillah Zein, dengan mengucapkan Alhamdulillah, maka akan mendapatkan berbagai keutamaan yakni memperberat timbangan amal dan ditambahkan kenikmatan oleh Allah SWT.

    Dalam buku Tanya & Jawab Bersama Nabi: Kitab Ihsan karya Lingkar Kalam, bahwa dengan mengucapkan tahmid atau Alhamdulillah maka akan mendapatkan keutamaan menjadi hamba Allah yang paling utama di hari kiamat dan menjadi orang pertama yang dipanggil masuk surga.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keutamaan Menjaga Lisan Menurut Hadits bagi Kaum Muslimin


    Jakarta

    Lisan merupakan anugerah yang Allah SWT berikan kepada manusia. Dengan lisan, manusia dapat mengkomunikasikan apa yang mereka rasakan di lubuk hatinya.

    Sudah sepatutnya manusia menjaga lisan yang mereka miliki. Terkait hal ini, dalam surat Al Qaf ayat 18 Allah SWT berfirman:

    مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ


    Artinya: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

    Nabi Muhammad SAW juga meminta kaum muslimin untuk membatasi ucapannya. Bahkan ia menganjurkan untuk menghindari berbicara jika tidak penting.

    “Janganlah kamu sekalian memperbanyak bicara selain berzikir kepada Allah. Sesungguhnya memperbanyak perkataan tanpa zikir kepada Allah akan mengeraskan hari, dan sejauh-jauh manusia adalah yang hatinya keras.” (HR Tirmidzi)

    Terdapat banyak perbuatan yang berasal dari lisan dan berujung menjadi dosa. Contohnya seperti ghibah, mengadu domba, pembicaraan yang tidak bermanfaat, candaan yang berlebihan, dan lain sebagainya seperti dikutip dari buku Sejumlah Amalan Penting Penghuni Surga saat di Dunia susunan Ahmad Abi Al-Musabbih.

    Lantas, apa saja keutamaan yang diperoleh dari menjaga lisan? Simak bahasannya yang dinukil dari buku Reuni Ahli Surga (Sejumlah Amalan Penting Penghuni Surga Saat di Dunia) karya Ahmad Abi Al-Musabbih.

    Keutamaan Menjaga Lisan bagi Kaum Muslimin

    1. Dijauhkan dari Kebinasaan

    Rasulullah SAW dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa mereka yang tidak bisa menjaga lisannya akan binasa di akhirat kelak. Dikatakan juga wajah mereka akan tersungkur dalam neraka sebagaimana sabdanya ketika berbincang dengan Mu’adz bin Jabal RA,

    “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabnya: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka Beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka Beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR Tirmidzi)

    2. Mendapat Ridha Allah SWT

    Orang yang menjaga lisannya niscaya akan mendapat ridha Allah SWT. Hal ini sesuai dalam sebuah hadits yang berbunyi,

    “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah dan dia tidak menyangka akan sampai kepada apa (yang ditentukan oleh Allah), lalu Allah mencatat keridhaan baginya pada hari dia berjumpa dengan Allah.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Imam Malik dan Ahmad)

    3. Dekat dengan Rasulullah SAW di Surga

    Menjaga lisan jadi fondasi suatu akhlak yang baik. Dengan akhlak yang baik itu maka akan membawa diri kaum muslimin dekat kepada Nabi Muhammad SAW di surga kelak.

    “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah kalian yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi)

    4. Diganjar Surga

    Mereka yang dapat menjaga lisannya dari perkataan buruk dan tidak berguna niscaya akan diganjar surga oleh Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits dari Sahl bin Sa’ad,

    “Barang siapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku tentang kebaikannya apa yang ada di antara kedua tulang rahangnya, yakni mulut atau lidah, serta antara kedua kakinya, yakni kemaluannya, maka saya memberikan jaminan surga untuknya.” (HR Bukhari)

    5. Memperoleh Kedudukan Tinggi sebagai Muslim

    Dalam sebuah riwayat, Nabi SAW ditanya:

    “Siapakah muslim yang paling utama?’ Kemudian beliau menjawab, “Orang yang bisa menjaga lisan dan tangannya dari berbuat buruk kepada orang lain.” (HR Bukhari)

    Bacaan Doa Menjaga Lisan

    Merangkum arsip detikHikmah, ada doa yang dapat dibaca agar lisan kita tetap terjaga dari perkataan buruk. Berikut bunyi doanya,

    اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan maniku.” [Sunan Abu Dawud no. 1551; Sunan At-Tirmidzi no. 3492]

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hadits tentang Riba, Dosanya Setara seperti Berzina dengan Ibu Sendiri


    Jakarta

    Riba tergolong sebagai perbuatan yang dilarang sekaligus diharamkan dalam Islam. Larangan riba sendiri tercantum dalam surat Ali Imran ayat 130.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.”


    Dijelaskan dalam buku Fiqh Muamalah Al-Maaliyah oleh Abd Misno, riba didefinisikan sebagai pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam meminjam secara batil atau bertentangan dengan prinsip muamalah dalam Islam.

    Praktik riba dapat menyengsarakan orang lain. Selain memiliki utang, orang yang meminjam juga dibebani dengan keharusan membayar uang lebih dari jumlah yang ia pinjam.

    Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan melalui buku Ringkasan Fikih lengkap II menerangkan bahwa riba menjadi bentuk pemutusan perbuatan baik di antara manusia, menutup pintu peminjaman dengan cara yang baik, dan membuka pintu pinjaman yang dengan bunga yang membebani orang fakir.

    Selain dalam Al-Qur’an, riba juga diterangkan dalam sejumlah hadits. Berikut haditsnya yang dikutip dari buku Ada Apa Dengan Riba? tulisan Ammi Nur Baits dan arsip detikHikmah.

    Hadits yang Membahas tentang Riba

    1. Dosanya Setara seperti Berzina dengan Ibu Sendiri

    Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa dosa dari perilaku riba diibaratkan seperti berzina dengan ibunya sendiri. Dari Ibnu Mas’ud, Nabi Muhammad bersabda:

    “Riba itu ada 73 pintu. Pintu riba yang paling ringan, seperti seorang lelaki yang berzina dengan ibunya.” (HR Hakim)

    2. Mendapat Hukuman di Alam Kubur

    Pemakan harta riba akan diganjar hukuman di alam kubur, yaitu berenang di sungai yang penuh darah. Rasulullah SAW pernah menceritakan mimpinya ketika melihat orang-orang yang berenang di sungai darah.

    Beliau mengatakan, “Kami mendatangi sungai dari darah, di sana ada orang yang berdiri di tepi sungai sambil membawa bebatuan dan satu orang lagi berenang di tengah sungai. Ketika orang yang berenang dalam sungai darah hendak keluar, lelaki yang berada di pinggir sungai segera melemparkan batu ke dalam mulutnya, sehingga dia terdorong kembali ke tengah sungai, dan demikian itu seterusnya.”

    Ketika Nabi bertanya kepada malaikat, mereka menjawab,

    “Orang yang kamu lihat berenang di sungai darah adalah pemakan riba. “(HR Bukhari).

    3. Tergolong sebagai Dosa Besar

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jauhilah 7 dosa besar yang membinasakan. Mereka bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa saja itu? “Beliau bersabda, Berbuat syirik kepada Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan, kecuali dengan alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim.” (HR Bukhari dan Muslim)

    4. Mengundang Murka Allah SWT

    Perbuatan zina juga mengundang murka Allah SWT. Dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda:

    “Ketika zina dan riba dilakukan terang-terangan di masyarakat, berarti mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk ditimpakan ke diri mereka.” (HR Thabrani)

    5. Dilaknat oleh Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW sangat melaknat perbuatan riba, baik itu pelaku maupun mereka yang terlibat di dalamnya. Dari Jabir bin Abdillah RA, ia berkata:

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, yang memberi makan riba, yang menulis transaksi, dan dua transaksi riba. Beliau mengatakan, “Mereka semua sama.” (HR Muslim)

    Demikian hadits tentang riba. Semoga kita senantiasa dijauhi dari perbuatan tercela tersebut, naudzubillah min dzalik.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Terhindar dari Kezaliman, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Zalim adalah sifat tercela yang tidak dibenarkan dalam Islam. Definisi zalim sendiri dimaknai sebagai tindakan yang keluar dari batas-batas kebenaran.

    Dalam buku Cahaya Abadi Muhammad SAW karya M Fethullah Gullen, mereka yang berbuat zalim kerap ditunda azabnya oleh Allah SWT sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

    “Sesungguhnya Allah terus menunda azab bagi orang zalim, dan jika Dia mengazabnya, maka si zalim itu tidak akan mampu lolos darinya.” Lalu Rasulullah membacakan ayat yang berbunyi, “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS Hud: 102)


    Pelaku zalim diibaratkan sebilah pedang di genggaman Allah, Nabi SAW menyatakan dalam sebuah hadits,

    “Seorang zalim adalah (alat) keadilan Allah di Bumi. Allah menimpakan balasan (kepada pihak lain) dengan menggunakan dia, lalu Dia menjatuhkan balasan-Nya kepadanya.”

    Berkaitan dengan itu, ada doa yang bisa dibaca agar seseorang terhindar dari kezaliman. Berikut bunyi bacaannya yang dikutip dari buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat tulisan Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf M Pd.

    Doa agar Dijauhkan dari Kezaliman

    رَبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِالظَّالِمِيْنَ إِلا تَبَارًا

    Arab latin: Robbighfirlii waliwaalidayya wa liman dakhola baitiya mukminaw wa lil mukminiina wal mukminaat, wa laa tazidizh zhoolimiina illaa tabaaroo.

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu-bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran.”

    Azab bagi Manusia yang Berbuat Zalim

    Dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Al-Qur’an dan Hadis Per Tema; Bagian 3 Jalan Menuju Keselamatan tulisan Alita Aksara Media, mereka yang berbuat zalim akan mendapat kegelapan pada hari kiamat kelak. Hal ini sesuai dengan bunyi sabda Nabi Muhammad SAW:

    “Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Selain itu, Allah SWT juga menjauhkan hidayahnya dari para pelaku zalim. Padahal, hidayah merupakan petunjuk yang diberikan Allah kepada umatnya, dalam surat Al Maidah ayat 51 Allah berfirman:

    ۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

    Kezaliman seseorang dapat mendatangkan bencana dan malapetaka. Hal ini dijelaskan dalam surat Hajj ayat 45.

    فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

    Artinya: “Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa sesudah Sholat Tahajud, Panjatkan agar Permohonan Cepat Terkabul


    Jakarta

    Sholat Tahajud termasuk ke dalam amalan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi SAW. Bahkan, ibadah tersebut dikatakan sebagai amalan terbaik setelah sholat fardhu.

    Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

    “Seutama-utama puasa setelah Ramadan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utamanya sholat sesudah sholat fardhu, ialah sholat malam.” (HR Muslim)


    Mengenai anjuran sholat Tahajud, Allah SWT juga menjelaskannya dalam beberapa ayat Al-Qur’an salah satunya surah Al Isra ayat 79.

    وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا

    Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah sholat Tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

    Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan tulisan Deni Lesmana, waktu pelaksanaan sholat Tahajud terbilang sebagai waktu istijabah untuk berdoa. Terlebih dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Allah SWT akan turun ke langit dunia untuk mengabulkan permintaan hamba-Nya pada waktu sepertiga malam terakhir.

    Nabi SAW bersabda,

    “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Karenanya, ada doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan pada waktu tersebut. Berikut bacaannya yang diriwayatkan dari Imam Bukhari dan Muslim.

    Doa sesudah Sholat Tahajud

    Menukil Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap susunan Nasrullah dan Tim Shahih, berikut doa sesudah sholat tahajud yang bisa dipanjatkan.

    اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

    Arab latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagiMu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau Maha Benar. JanjiMu benar. Pertemuan denganMu kelak itu benar. FirmanMu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepadaMu aku berserah. Hanya kepadaMu juga aku beriman. KepadaMu aku pasrah. Hanya kepadaMu aku kembali. KarenaMu aku rela bertikai. Hanya padaMu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Hikmah Mendirikan Sholat Tahajud

    Merangkum arsip detikHikmah, terdapat sejumlah hikmah yang terkandung dari sholat Tahajud. Antara lain sebagai berikut:

    • Memperoleh beragam nikmat yang menyejukkan pandangan mata, tutur kata yang berbobot, dan berkualitas.
    • Mendapat tempat yang terpuji baik di dunia maupun akhirat.
    • Dihapuskan segala dosa dan kejelekannya, serta dihindarkan dari penyakit.
    • Dipuji dan dicatat oleh Allah SWT serta digolongkan sebagai hamba yang baik dan memiliki iman yang sempurna.
    • Dicatat sebagai hamba yang bersih dari dosa, ditutup kesalahannya oleh Allah SWT, dan dimaksudkan sebagai kelompok hamba yang bersyukur kepada Allah SWT.
    • Dijanjikan kemuliaan, keteladanan, dan keburuntungan yang besar oleh Allah SWT.

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Ciri-ciri Dajjal yang Disebut dalam Hadits Nabi


    Jakarta

    Dajjal disebut menjadi salah satu tanda kiamat yang akan muncul di akhir zaman dan akan menyesatkan banyak manusia. Ciri-ciri Dajjal telah dijelaskan dalam sejumlah hadits nabi.

    Lilik Agus Saputro dalam bukunya yang berjudul Fitnah Dajjal & Ya’juj dan Ma’juj, Mengungkap Misteri Kemunculan Dajjal dan Ya’juj Ma’juj mendefinisikan Dajjal adalah sosok yang hadir di akhir zaman dan muncul saat banyak kekacauan yang terjadi di muka bumi ini.

    Dajjal akan mengaku bahwa dia adalah Tuhan yang memiliki kekuatan ajaib. Namun, ia bukanlah Tuhan, melainkan musuh Allah SWT dan umat Islam.


    Bagaimana cara mengenalinya? Apa saja ciri-ciri Dajjal yang dijelaskan melalui dalil Islam? Simak penjelasan berikut.

    Beberapa ciri-ciri Dajjal telah disebutkan dalam hadits. Berikut di antaranya.

    1. Matanya Buta Sebelah, Berdahi Lebar, Tubuhnya Agak Bongkok

    Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah menyebutkan hadits Abu Bakar bin Abu Syaibah dari Al-Filtan bin Ashim dari Nabi SAW yang menjelaskan ciri-ciri Dajjal. Dikatakan, Dajjal memiliki mata yang buta sebelah, berdahi lebar, dan tubuhnya agak bongkok. Rasulullah SAW bersabda,

    “Adapun Masih Adh-Dhalalah (Al-Masih pembawa kesesatan: Dajjal) adalah seorang lelaki yang berdahi lebar, picak mata kirinya, lebar lubang hidungnya, (tubuhnya) agak bongkok.” (HR Muslim dan dinilai shahih)

    2. Berambut Keriting

    Mengutip buku Keluarnya Dajjal karya Firzatullah Dwiko R, ciri-ciri Dajjal terdapat dalam hadits berikut,

    Rasulullah SAW bersabda, “Dajjal adalah pemuda yang berambut keriting, matanya buta (sebelah kanan), aku cenderung menyerupakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kalian menjumpainya maka bacakanlah kepadanya permulaan surah Al Kahfi. Sesungguhnya Dajjal akan muncul di tempat sepi antara Syam dan Iraq. Lalu dia merusak ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba-hamba Allah, teguhkanlah pendirian kalian!” (HR Muslim)

    3. Jarak antara Betisnya Berjauhan

    Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu ke dalam, maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah.” (HR Muslim)

    4. Ada Tulisan “Kafir” di Dahinya

    Mengutip buku Fikih Akhir Zaman karya Rachmat Morado Sugiarto, beberapa hadits yang menyebutkan ciri-ciri Dajjal. Rasulullah SAW bersabda,

    “Dajjal mata sebelah kirinya cacat, rambutnya banyak, ia membawa surga/kebun dan api. Apinya adalah surga dan surganya adalah api.”

    Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda,

    “Sungguh aku tahu apa yang dibawa Dajjal. Bersamanya ada dua sungai yang mengalir. Sungai satu sungai terlihat dengan mata kepala. Airnya berwarna putih. Sungai yang satunya lagi terlihat juga dengan mata kepala, ada api bergejolak. Apabila seorang menemui sungai itu maka datangilah sungai yang dilihatnya api dan pejamkanlah matanya, kemudian tundukkan kepalanya, lalu minumlah dari sungai itu karena sesungguhnya itu air yang dingin. Dan sesungguhnya Dajjal matanya buta, di atasnya ada kulit putih tebal yang menutupinya, tertulis di antara kedua matanya “kafir”. Tulisan itu dibaca oleh setiap mukmin yang menulis dan tidak menulis.”

    Tipuan Dajjal yang Digambarkan dalam Hadits

    Tidak hanya ciri fisik yang aneh, Dajjal juga memiliki perilaku zalim dan sesat. Ia akan berusaha menipu manusia dengan berbagai cara. Mahir Ahmad Ash-Shufiy dalam kitab Asyrath As-Sa’ah Al-‘Alamat Al-Kubra menyebutkan beberapa kemampuan luar biasa Dajjal yang tak lain hanyalah tipuan belaka, di antaranya:

    • Mengaku sebagai tuhan
    • Membawa surga dan neraka palsu
    • Membawa air dan api
    • Membawa dua sungai yang mengalir
    • Mampu berjalan secepat awan yang ditiup angin
    • Membawa bukit roti dan daging
    • Berteriak tiga kali dan terdengar oleh orang-orang barat dan timur
    • Menceburkan diri ke tengah laut selama tiga hari setiap hari dan air laut tidak sampai ke pinggulnya
    • Menahan matahari dan melepaskannya
    • Memerintahkan benda dan hewan untuk menaati perintahnya serta memerintahkan langit untuk menurunkan hujan
    • Meminta bantuan setan
    • Membunuh seorang pria muslim, lalu menghidupkannya lagi
    • Memerintahkan sungai agar mengalir

    Kabar Kemunculan Dajjal yang Terkandung dalam Al-Qur’an

    Dajjal disebut akan muncul saat melemahnya agama dan mundurnya ilmu pengetahuan. Dikutip dari buku Fitnah Dajjal & Ya’juj dan Ma’juj, Mengungkap Misteri Kemunculan Dajjal dan Ya’juj Ma’juj karya Lilik Agus Saputro, dalam Al-Qur’an, sosok Dajjal tidak disebutkan secara langsung. Namun terdapat dalam kandungan surah Al An’am ayat 158 yang artinya,

    “Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dalam masa imannya itu. Katakanlah, “Tunggulah! Sesungguhnya Kami pun menunggu.”

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra’ ayat 60 yang artinya,

    “(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepadamu, “Sesungguhnya Tuhanmu (dengan ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi seluruh manusia.” Kami tidak menjadikan ru’yā yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk dalam Al-Qur’an. Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.”

    Cara Menghindari Fitnah Dajjal

    Dajjal disebut sebagai pembawa fitnah terbesar. Setiap muslim bisa memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari fitnah Dajjal. Dalam kitab Rihlah Ila Ad-Dar Al-Akhirah karya Mahmud Al-Mishri Abu Ammar dikatakan, memohon perlindungan dari fitnah Dajjal dapat dilakukan ketika salat setelah tasyahud dan sebelum salam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

    “Jika seorang dari kalian bertasyahud, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dari empat hal, dengan berdoa,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

    Bacaan latin: Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.

    Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al Masih Dajjal.” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Sebelum Ujian Sekolah, Panjatkan Agar Diberi Kelancaran


    Jakarta

    Doa sebelum ujian sekolah dapat diamalkan agar diberi kelancaran sekaligus hasil akhir yang diharapkan. Sebagaimana yang diketahui, kaum muslimin mengawali dan mengakhiri segala sesuatu dengan berdoa.

    Ujian sekolah dinilai sebagai sesuatu yang paling menegangkan. Meski peserta didik sudah berusaha semaksimal mungkin dengan belajar, tentu saja hasil akhir harus tetap kita serahkan kepada Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam surat Al Mu’min ayat 60,


    وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

    Artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

    Berikut doa yang bisa dipanjatkan sebelum ujian sekolah berlangsung seperti dinukil dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap susunan Ustaz H Amrin Ali Al-Kasyaf.

    Kumpulan Doa Sebelum Ujian Sekolah

    1. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Pertama

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: “Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat.”

    2. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Kedua

    بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلا حَوْلَ وَلا قوَّةَ إِلا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِينَ

    Arab latin: “Bismillaahi wa subhaanallaahi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbaru wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimil ‘aziizil ‘aliimi ‘adada kulli harfiin kutiba wa yuktabu abadal abidiina wadahrad daahiriina.”

    Artinya: “Dengan menyebut asma Allah, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah Yang Maha Mulia, Maha Agung, Maha Perkasa, dan Maha Mengetahui bilangan huruf yang telah ditulis dan sedang serta akan ditulis sepanjang masa.”

    3. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Ketiga

    سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَأَعِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَ عَلَّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِي مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الحَكِيمُ

    Arab latin: “Subhaanakallaahumma laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa wa’allimnaa maa yanfa’unaa wa baarik lanaa fii maa ‘allamtanaa innaka antal ‘aliimul hakiimu.”

    Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, kami tidak akan memiliki ilmu kecuali Engkau mengajari kami, maka ajarilah kami ilmu yang bermanfaat bagi kami dan berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau ajari untuk kami. Sesungguhnya Engkau Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.”

    4. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Keempat

    اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصِّنَّ يَا اَللهُ لا إلهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

    Arab latin: “Allaahumma bihubbi dzaatika tahashshinna yaa allah, laa ilaaha illallahu sayyidunaa muhammadur rasuulullaahi haqqan wa sidqan.”

    Artinya: “Ya Allah, dengan mencintai Dzat-Mu, kuatkanlah kami ya Allah, tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq.”

    5. Doa Sebelum Ujian Sekolah Versi Kelima

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تَنْسِنَاهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

    Arab latin: “Allaahumma innii astaudi’uka maa ‘allamtaniihi fardud hu ilayya ‘inda haajatii ilaihi wa laa tunsinaahu yaa rabbal ‘alaamiina.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku titipkan kepada-Mu apa yang Engkau telah mengajarkannya kepadaku. Maka kembalikanlah ia kepadaku sewaktu aku menghendakinya. Dan, janganlah Engkau melupakannya dariku, wahai Dzat Yang Menguasai seluruh alam.”

    Demikian doa sebelum ujian sekolah berbagai versi. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Contoh Doa untuk Anak saat Jauh dari Orang Tua


    Jakarta

    Ada kalanya, orang tua merasa khawatir saat berjauhan dengan anak. Namun, muslim bisa mengobati kekhawatiran tersebut dengan memanjatkan bacaan doa untuk anak masing-masing.

    Alasan seorang anak harus berjauhan dengan orang tua dapat beragam. Misalnya, ada masa ketika anak pergi meninggalkan rumah masa kecilnya itu demi meneruskan pendidikan mereka di kota lain ataupun untuk melanjutkan karir mereka.

    Untuk itu, dikutip dari Muhammad Syafie el-Bantanie dalam buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah, orang tua bisa senantiasa memanjatkan doa kepada-Nya demi keselamatan dunia dan akhirat dari anak yang sedang berada di tempat yang jauh. Rasulullah SAW bahkan pernah bersabda, “Tiga jenis doa yang pasti akan dikabulkan, yaitu orang yang teraniaya, doa orang yang dalam perjalanan (musafir), dan doa orang tua kepada anaknya.” (HR Tirmidzi)


    4 Contoh Doa untuk Anak saat Jauh dari Orang Tua

    1. Doa untuk Anak agar Jadi Ahli Ilmu

    Doa ini diambil dari Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya oleh Ustaz H.Amrin Ali Al-Kasyaf.

    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ عَدَدَ مَا اَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ وَجَرَى بِهِ قَلَمُكَ وَتَفَذَ به حُكْمُكَ. اللَّهُمَّ يَا مَنْ بِيَدِهِ حَزَائِنُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ يَقُولُ لِلشَّيْءٍ كُنْ فَيَكُونُ اَسْتَلُكَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَنْ تَعَافِيَنِي مِنَ الدَّيْنِ وَتَغْنِي مِنَ الْفَقْرِ وَأَنْ تَرْزُقَنى رِزْقًا حَلالاً وَاسِعًا مُبَارَكًا فِيْهِ وَأَنْ تَقْضِيَ جَمِيْعَ حَاجَتِي وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

    Arab latin: Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin ‘abdika wa rasuulika nabiyyir rahmati wa ‘alaa aalihii washahbihi wa sallama ‘adada maa ahaatha bihii ilmuka, wa jaraa bihii qalamuka, wa nafadza bihii hukmuka. Allaahumma yaa mam biyadihi khazaa-inus samaawaati wal ardhi, wa may yaquulu lisysyai-i kum fayakuun, as-aluka an tushalliya ‘alaa sayyidinaa muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammadiw wa antu’aafiyanii minad daini, wa tughninii minal faqri, wa antarzuqanii rizqan halaalaw waasi’am mubaarakam fiih, wa antaqdhiya jamii’a haajatii, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, seorang hamba sekaligus rasul-Mu, nabi pembawa rahmat; dan kepada semua keluarga serta sahabatnya. Limpahkan kesejahteraan sebanyak bilangan sesuatu yang berada di bawah pengetahuan-Mu dan selaras dengan perjalanan pena-Mu, serta sesampainya hukum-Mu karenanya. Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Menguasai rahasia-rahasia langit dan bumi, wahai Dzat Yang Maha Menghendaki berkata kepada sesuatu dengan kun fayakun (jadi, maka jadilah), aku memohon agar hendaknya Engkau melimpahkan rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan kepada semua keluarganya, serta hendaknya Engkau menyelamatkan diriku dari utang, hendaklah Engkau memberi kecukupan kepadaku dari kefakiran, dan melimpahkan rezeki kepadaku yang halal lagi luas, mengandung keberkahan di dalamnya. Hendaklah Engkau meluluskan semua hajat dan keperluanku, serta semoga Engkau senantiasa melimpahkan rahmat dan salam kesejahteraan-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, dan semua keuarga serta sahabatnya.”

    2. Doa untuk Anak agar Semangat Belajar

    بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إِلا بِاللهِ مَا شَاءَ اللَّهُ كُلُّ نِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ مَا شَاءَ اللهُ الخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدِ اللهِ مَا شَآءَ اللَّهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءِ إِلَّا اللَّه

    Arab latin: Bismillaahi maasyaa-allaahu laa quwwata illaa billaahi, maasyaa-allaahu kullu ni’matim minallaahi, maasyaa- allaahul khairu kulluhuu biyadillaahi, maasyaa-allahu laa yashrifus suu-a illallaah.

    Artinya: “Dengan nama Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tidak ada kekuatan kecuali dengan izin Allah. Segala sesuatu atas kehendak Allah, segala kenikmatan dari Allah. Segala sesuatu atas kehendak Allah, segala kebaikan berkat kekuasaan Allah. Segala sesuatu atas kehendak Allah, tiada yang dapat menghilangkan kejahatan kecuali Allah.”

    3. Doa untuk Anak agar Jauh dari Kemaksiatan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي أَحْشَاكَ حَتَّى كَأَيِّ أَرَاكَ وَأَسْعِدْنِي بِتَفْوَاكَ وَلَا تَجْعَلْنِي بمَعْصِيَتِكَ مَطْرُوْدًا وَرَضّنِي بِقَضَاءِكَ وَبَارِكْ لِي فِي قَدْرِكَ وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ ظَلَمَنِي وَأَرِنِي فِيْهِ تَأْرِيْ وَأَقِرَّ بِذَالِكَ عَيْنِيْ

    Arab latin: Allaahummaj’alnii akhsyaaka hattaa ka-annii araaka, wa as’idnii bitaqwaaka, wa laa taj’alnii bima’shiyatika mathruudan, wa radh-dhinii bi qadhaa-ik, wa baarik lii fii qadrik, wanshurnii’ alaa man zhalamanii, wa arinii fiihi tsa’rii, wa aqirra bidzaalika’ainii.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku orang yang takut kepada-Mu, sehingga selah-olah aku melihat Engkau, dan berilah aku kebahagiaan dengan takwa kepada-Mu. Janganlah Engkau menjadikan aku sebagai orang yang tertolak disebabkan maksiatku kepada-Mu. Jadikanlah aku rela dengan segala ketentuan-ketentuan-Mu. Berkahilah sesuatu yang telah Engkau berikan kepadaku, tolonglah aku dalam menghadapi orang- orang yang menganiyaku, dan tunjukkanlah padaku pembalasan pada orang-orang itu hingga menyejukkan mataku.”

    4. Doa untuk Anak agar Mendapat Pertolongan

    اللَّهُمَّ إِنِّى تَوَكَّلْتُ عَلَى الحَرِّ الَّذِى لا يَمُوتُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ شَرِيْكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرهُ تَكْبِيرًا

    Arab latin: Allaahumma innii tawakkaltu ‘alal hayyil ladzii laa yamuut. Wal hamdulillaahil ladzii lam yattakhidz wa ladaw wa lam yakul lahu syariikum fil mulki. Wa lam yakul lahuu wa liyyum minadz dzulli wa kabbirhu takbiira.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Dzat Yang Maha Hidup yang tidak pernah mati, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak memiliki sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan. Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebenar-benarnya.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com