Tag: hikmah

  • Doa & Zikir setelah Sholat Dhuha: Arab, Arti dan Keutamaan



    Jakarta

    Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sholat sunnah yang dikerjakan pagi hari ini juga membawa banyak keutamaan.

    “Abu Hurairah berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara: puasa tiga hari pada setiap bulan (ayyamul bidh), dua rakaat sholat dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.’” (HR Bukhari)

    Darul Insan dalam Buku Pintar Salat, Doa, dan Zikir Sesuai Tuntunan Rasulullah menyatakan bahwa seseorang dapat mengerjakan sholat dhuha dari terbitnya matahari hingga tergelincir matahari (zawal), dan waktu terbaiknya yaitu ketika matahari mulai terasa hangat.


    Selain mendapatkan pahala yang besar dari melaksanakan sholat Dhuha, umat Muslim juga dianjurkan untuk berdoa dan berzikir setelah sholat dhuha.

    Doa setelah Sholat Dhuha

    Berikut merupakan doa yang dapat dibaca setelah mengerjakan sholat dhuha, seperti yang terdapat dalam buku Doa & Zikir Muslimah yang disusun oleh Tim Redaksi Qultummedia,

    اللهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاتُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاتُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رزقي في السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِراً فَيَسِّرَهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.

    Bacaan latin: Alloohumma innadh dhuhaa’a dhuhaa uka wal bahaa`a bahaa`uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Alloohumma in kaana rizqii fis samaa’i fa anzilhu wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu wa in kaana mu’siron fa yassirhu wa in kaana harooman fa thohhirhu wa in kaana ba’iidan fa qorribhu bi haqqi dhuhaa ika wa bahaa ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin.

    Artinya: “Ya Allah, waktu dhuha ini adalah waktu dhuha-Mu. Keelokan ini adalah keelokan-Mu. Keindahan ini adalah keindahan-Mu. Kekuatan ini adalah kekuatan-Mu. Kekuasaan ini adalah kekuasaan-Mu. Perlindungan ini adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di langit, maka turunkanlah. Jika rezekiku ada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sulit, maka mudahkanlah. Jika rezekiku haram, maka sucikanlah. Jika rezekiku masih jauh, maka dekatkanlah. Semuanya berkat dhuha-Mu, keagungan-Mu, keelokan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu. limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

    Zikir setelah Sholat Dhuha

    Berikut merupakan zikir yang dapat dibaca setelah sholat dhuha seperti yang dikutip dari buku Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha karya Huriyah Huwaida. Zikir ini dapat dibaca sebanyak 100 kali.

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

    Bacaan latin: Robbighfirlii watub ‘alayya `innaka antat tawwaabul ghofuur. (dibaca 100 kali)

    Artinya: “Ya Rabbi, ampunilah aku dan terimalah tobatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat dan ampunan.”

    Keutamaan Doa dan Zikir setelah Sholat Dhuha

    Dikutip dari buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya H. M Amrin Ra’uf, beberapa keutamaan ketika seseorang membaca doa dan zikir setelah sholat dhuha yaitu,

    1. Memperlancar segala urusan

    Tentunya setiap manusia memiliki urusannya masing-masing. Dengan mengerjakan sholat dhuha serta membaca dan berzikir setelah sholat dhuha, maka Allah SWT akan memperlancar segala urusannya.

    2. Badan menjadi sehat

    Dengan mengerjakan sholat dhuha, maka badan seseorang akan terasa lebih sehat. Rasulullah SAW bersabda,

    “Sholat dhuha itu sholat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

    3. Urusan ekonominya akan dimudahkan

    Allah SWT akan memudahkan urusan ekonomi hamba-Nya jika mereka melaksanakan sholat dhuha serta membaca doa dan zikir setelahnya.

    Namun, jika seseorang lupa diri atas kekuatan ekonomi yang diberikan oleh Allah SWT, maka Allah SWT akan memusnahkannya.

    4. Membuka pintu rezeki

    Mengerjakan sholat dhuha serta berdoa dan berzikir setelahnya akan membukakan pintu rezeki seseorang yang mengerjakannya. Allah SWT akan menambahkan rezeki kepada seseorang jika dia dapat memanfaatkan rezeki itu dengan baik.

    5. Dijauhkan dari tipu daya

    Terdapat banyak bentuk tipu daya yang ada di dunia ini dan dapat menghampiri siapa saja. Namun, dengan mengerjakan sholat dhuha serta berdoa dan berzikir setelahnya, Allah SWT akan menjauhkan hamba-Nya dari segala bentuk tipu daya.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Dijauhkan dari Orang Zalim, Tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadits



    Jakarta

    Ketika merasa terzalimi, umat muslim bisa membaca doa agar mendapatkan perlindungan Allah SWT. Doa agar dilindungi dari perbuatan zalim bisa dibaca setiap waktu.

    Dalam Islam, zalim merupakan perilaku tercela yang harus dihindari oleh setiap muslim. Perbuatan zalim dapat merugikan pelakunya dalam kehidupan dunia ataupun akhirat.

    Dalam Al-Qur’an surat Asy-Syura ayat 42, Allah SWT berfirman bahwa perbuatan zalim akan mengundang azab yang pedih.


    إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

    Artinya: Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

    Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang menjumpai orang-orang yang berlaku zalim. Hal ini terkadang tidak bisa dihindari namun sebagai umat muslim bisa membaca doa agar senantiasa dilindungi dan dijauhi dari perbuatan zalim.

    Doa Dijauhkan dari Orang Zalim

    Mengutip buku Doa Ajaran Ilahi oleh Anis Masykhur, berikut doa yang bisa dibaca saat memohon dijauhkan dan meminta perlindungan dari orang zalim:

    1. Surat Al-A’raf Ayat 47

    ۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj’alnā ma’al-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.

    2. Surat Al-Mu’minun Ayat 94

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Rabbi fa lā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim”.

    3. Surat Al-Qashash Ayat 21

    فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab-Latin: Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu”.

    Doa ini dibaca oleh Nabi Musa ketika dikejar oleh Fir’aun, pemimpin yang zalim.

    4. Doa Rasulullah SAW

    Dalam satu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa agar dilindungi dari pemimpin yang zalim:

    اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم

    Artinya: “Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”. (HR. Muslim No 1828)

    Jenis Zalim

    Mengutip buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VII oleh H Aminudin dan Harjan Syuhada, dijelaskan perbuatan zalim terdiri dari beberapa macam.

    1. Zalim sebagai kemungkaran

    Menurut ajaran Islam, tindakan aniaya (zalim) sebagai perbuatan dosa harus ditinggalkan karena dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Tindakan aniaya digolongkan sebagai perbuatan yang menyesatkan dan menyengsarakan.

    Orang-orang musyrik pun oleh Al-Qur’an dianggap melakukan kezaliman karena sesungguhnya segala perbuatan yang bertentangan dengan kebenaran akan membawa kemudaratan.

    2. Kezaliman terhadap Allah (syirik)

    Syirik merupakan pandangan dan kepercayaan yang mengingkari bahwa Tuhan adalah Maha Esa dan Maha Kuasa. Jika tidak Maha Esa, maka berarti ada lebih dari satu Tuhan atau Tuhan itu lemah. Artinya, Tuhan yang lain tentu berasal dari kalangan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, termasuk sesama manusia.

    Manusia musyrik itu mengangkat dan mengagungkan sesama alam atau sesama manusia melebihi posisi atau derajat yang semestinya sebagai makhluk biasa. Apabila orang memandang bahwa Tuhan tidak kuasa serta memerlukan pembantu-pembantu yang harus disembah, maka hal ini merupakan kezaliman. Perilaku syirik tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

    3. Kezaliman terhadap diri sendiri

    Perilaku dosa sekecil apa pun merupakan kezaliman yang harus ditinggalkan. Walaupun dalam kenyataannya manusia memang tidak mungkin bebas sama sekali dari kesalahan. Sebagaimana ungkapan dari bahasa Arab al-insān mahallul-khata wan-nisyān (manusia adalah tempat keliru dan lupa).

    Oleh karena itu, seorang muslim harus selalu beristigfar dan berdoa agar Allah mengampuni segala perbuatan yang dilakukan akibat lupa atau alpa yang menjadi tabiat manusia.

    4. Kezaliman terhadap sesama manusia

    Kezaliman antar sesama manusia akan berdampak rusaknya seluruh masyarakat. Oleh karena itu, setiap orang berkewajiban mencegah kezaliman di masyarakat.

    Seorang yang zalim biasanya senantiasa bersikap kasar, bermusuhan dan suka menyakiti perasaan orang lain karena tabiat buruk yang dimilikinya.

    Seorang yang zalim akan suka mengumbar lidah dengan bergunjing, namimah, dan memfitnah. Mereka selalu mengabaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya dan menyampaikan pesan kebatilan. Selain itu, mereka mengarahkan untuk mengabaikan nilai-nilai moral sebab dengan cara itu orang zalim mendapatkan kesenangan dan kepuasan.

    (dvs/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melihat Bulan Purnama Supermoon, Bisa Dibaca Malam Ini



    Jakarta

    Doa ketika melihat bulan purnama dapat dibaca ketika menyaksikan langit cerah berhiaskan supermoon. Fenomena alam supermoon terakhir di tahun 2023 ini akan terjadi pada Jumat (29/9/2023).

    Bulan purnama cerah sempurna ini dikenal dengan nama Harvest Moon. Masyarakat bisa menyaksikan fenomena alam ini dengan jelas, bahkan meskipun tanpa menggunakan alat bantu seperti teropong.

    Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya untuk bersyukur dan memuji kebesaran Allah SWT saat melihat ciptaan-Nya, termasuk ketika menyaksikan bulan purnama dan langit cerah. Bentuk syukur bisa diungkapkan dengan cara berdoa.


    Alam semesta, termasuk Bumi, matahari dan bulan adalah ciptaan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 5, Allah SWT berfirman,

    هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءً وَٱلْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

    Artinya: Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui

    Doa Melihat Bulan Purnama

    Berikut beberapa doa yang bisa dibaca ketika melihat langit cerah dan bulan purnama.

    Doa melihat bulan purnama supermoon

    Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menerangkan bahwasannya Rasulullah SAW dalam hadits yang dinukil dari kitab Shahih Bukhari Muslim menganjurkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika melihat langit cerah.

    اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيْمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ. هِلَالُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ

    Latin: Allâhumma ahillahu ‘alainâ bil amni wal îmâni was salâmati wal islâmi. Hilâlu khairin wa rusydin.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, terangkanlah ini bulan di atas kami dengan sentosa, iman, selamat, dan islam. Ini bulan menerangkan kebaikan dan petunjuk.”

    Dzikir melihat bulan purnama supermoon

    Umat Islam dianjurkan juga untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebagai berikut:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَاللهُ أَكْبَرُ

    Latin: Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar.

    Artinya: Mahasuci bagi Allah dan segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

    Dengan membaca doa tersebut diyakini mampu membawa keberkahan.

    Dalam surat Ali Imran termaktub perintah Allah SWT kepada umat manusia untuk senantiasa mengingatnya dan memikirkan penciptaan langit dan bumi. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191:

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 190-191).

    Doa ini dapat dipanjatkan sebagai bentuk pujian dan syukur karena diberi nikmat untuk menyaksikan fenomena alam yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT. Hendaknya hal ini menjadi pengingat agar senantiasa menjaga keimanan serta ketaqwaan.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Agar Dijauhkan dari Godaan Setan, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Setan dan jin adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang ditakdirkan untuk menyesatkan manusia. Keduanya merupakan makhluk ghaib atau tak kasat mata.

    Setan sendiri berasal dari kata syatana yang artinya jauh dari rahmat. Makna setan sebenarnya adalah nama sifat dan tidak memiliki bentuk atau asal tertentu, seperti dinukil dari kitab Al-Kaukabu Al-Ajuj karya As-Syaikh Ahmad As-Sawi.

    Allah SWT berfirman dalam surah Shad ayat 82-83,


    قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ. إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ

    Artinya: “Iblis (setan) menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.”

    Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa yang dapat dibaca agar dijauhkan dari godaan setan. Simak bacaannya berikut ini.

    Doa Dijauhkan dari Godaan Setan yang Terkutuk

    Mengutip buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH Sulaeman bin Muhammad Bahri, berikut sejumlah doa yang dapat dibaca agar terhindar dari godaan setan.

    1. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Pertama

    رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّلِمِيْنَ, وَقُلْ رَّبِّ
    اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَتِ الشَّيْطِيْنِ, وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ
    أن يَحْضُرُون

    Arab latin: Rabbi falaa taj’alnii fil qaumizh zhaalimiin. wakur rabbi a’uudzubika min hamazaatisy syayaathiini, wa a’uudzubika rabbi ayyahdhuruuni

    Artinya: “Ya Allah ya Tuhanku, semoga Engkau tidak menjadikan aku di antara orang-orang yang dzalim. Ya Allah ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu ya Allah, dari kedatangan mereka (setan) kepadaku.” (QS Al-Mu’minun: 94, 97, 98)

    2. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Kedua

    Dijelaskan dalam buku Amalan-amalan Ampuh Pengusir Setan & Jin Jahat tulisan Ahmad Zacky El-Syafa, ada doa lainnya yang dapat dipanjatkan untuk menghindari godaan setan yaitu dengan membaca Ayat Kursi.

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

    Arab latin: allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.” (QS Al Baqarah: 255)

    3. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Ketiga

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِ

    Arab latin: A’uudzubillaah himinas syaitoon nirrojiim

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    4. Doa Dijauhkan dari Godaan Setan Versi Keempat

    Mengamalkan surah Al Falaq dapat melindungi diri dari godaan setan.

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

    Arab latin: qul a’ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

    Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Terhindar dari Ain, Penyakit yang Timbul Akibat Pandangan Mata


    Jakarta

    Ain merupakan penyakit yang ditimbulkan dari tatapan mata. Dalam Islam, penyakit itu disebut dengan ain dan cukup berbahaya.

    Penyakit ain tidak hanya dapat menyerang kalangan dewasa, namun anak-anak sekalipun. Para ulama mengartikan ain sebagai pandangan kagum atau takjub yang disertai dengan rasa iri dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk. Akibatnya, timbul bahaya pada orang yang dilihatnya.

    Menurut Majalah Kesehatan Muslim, dr. Raehanul Bahraen mendefinisikan penyakit ain sebagai penyakit pada badan maupun jiwa yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang dengki ataupun takjub. Hal ini lantas dimanfaatkan oleh setan dan bisa menimbulkan bahaya bagi orang yang terjangkit.


    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menyebutkan tentang penyakit ain. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

    “Ain adalah hak (benar). Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya ain-lah yang bisa mendahuluinya.” (HR Muslim [2188] & Tirmidzi [2063])

    Berkaitan dengan itu, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin agar terhindar dari penyakit ain. Berikut bacaannya yang dinukil dari Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi.

    Doa agar Terhindar dari Ain

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, ada sebuah hadits yang berisi doa untuk dipanjatkan kepada Allah SWT agar terhindar dari penyakit ain, di mana dahulu Nabi SAW seringkali men-ta’widz (memohon perlindungan) bagi cucunya, Hasan dan Husain.

    Berikut doa terhindar dari penyakit ain yang Nabi Muhammad SAW baca,

    أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimatillahit taammati min kulli syaithaanin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin

    Artinya: “Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kamu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan dan binatang yang berbahaya serta dari ain yang mencela.” (HR Bukhari [3371], dari Ibnu Abbas)

    Kata ‘u’iidzuka’ ditunjukkan bagi laki-laki, sementara perempuan menggunakan kata ‘u’iidzuki’.

    Cara Mencegah Penyakit Ain

    Mengutip buku Hishnul Muslim min Adzkaaril Kitab was Sunnah oleh Syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, setidaknya ada sejumlah cara yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ain. Apa saja? Berikut bahasannya.

    1. Membentengi diri dan orang yang dikhawatirkan terkena ain dengan berbagai bacaan dzikir, doa, surah Al Falaq dan An Nas, serta lafal ta’awwudz yang diisyaratkan.

    2. Tidak memamerkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan ketakjuban dan kekaguman bagi orang yang menatapnya lantaran khawatir terkena ain.

    3. Mendoakan keberkahan bagi orang yang dikhawatirkan akan terserang ain jika dipandang, baik itu menyangkut diri orang tersebut, harta, anak, saudara, atau hal apa saja yang menimbulkan kekaguman seraya mengucap,

    مَا شَاءَ اللهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَيْهِ

    Arab latin: Maa syaa-allaahu laa quwwata illa billaahi Allahumma baarik ‘alaih

    Artinya: “(Inilah) apa yang dikehendaki Allah, tiada kekuatan selain dengan Allah, ya Allah berkahilah ia.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Berkata Baik atau Diam, Anjuran Menjaga Lisan dari Rasulullah SAW


    Jakarta

    Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk selalu berkata baik. Jika tidak mampu, maka lebih baik diam yang artinya sama dengan menjaga lisan.

    Lisan diibaratkan sebagai pisau yang apabila dipergunakan secara asal akan melukai orang lain. Allah SWT bahkan memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa menjaga lisannya dan menggantinya dengan berzikir sebagaimana firman-Nya dalam surah An Nisa ayat 114,

    ۞ لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَٰحٍۭ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

    Artinya: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”


    Mengutip buku Sejumlah Amalan Penting Penghuni Surga saat di Dunia oleh Ahmad Abi Al-Musabbih, banyak perbuatan yang mulanya dari lisan dan berujung dosa. Contohnya seperti ghibah, mengadu domba, pembicaraan yang tidak bermanfaat dan candaan yang berlebihan.

    Hadits Berkata Baik atau Diam

    Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya menganjurkan kaum muslimin untuk mengatakan hal-hal baik, jika tidak mampu maka sebaiknya diam.

    “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam.” (HR Al Bukhari)

    Dijelaskan dalam buku Syarah Hadits Arba’in oleh Muhyiddin Yahya, berkata baik dalam hadits tersebut mencakup menyampaikan ajaran Allah dan rasul-Nya dan memberikan pengajaran kepada kaum Muslim terkait amar ma’ruf dan nahi mungkar. Kaum muslimin dianjurkan untuk mendamaikan saudaranya dan mengatakan kebaikan kepada manusia, tentunya harus didasari dengan ilmu pengetahuan dan agama yang memadai.

    Syekh Ibnu Daqiq al-Id mengutip pendapat pengarang Kitab al-Ifshah mengatakan bahwa kata-kata yang baik lebih baik daripada diam. Sementara itu, berdiam diri lebih baik daripada berkata buruk.

    “Karena Rasul memerintahkan berkata baik lebih dahulu lalu berdiam diri.” bunyi keterangan dalam kitab tersebut.

    Kumpulan Hadits Berkata Baik dan Menjaga Lisan

    Dalam sejumlah hadits disebutkan juga terkait anjuran berkata baik dan menjaga lisan. Berikut beberapa haditsnya yang dinukil dari buku 1100 Hadits Terpilih susunan Muhammad Faiz Almath.

    1. Hadits Allah Membenci Muslim yang Berkata Tanpa Dasar

    “Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga perkara pula. Allah meridhai kalian bila menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya, berpegang teguh pada tali (agama) dan tidak terpecah belah. dan Allah membenci kalian bila kalian suka berkata tanpa dasar, banyak bertanya yang tidak bermanfaat, serta menyia-nyiakan harta.” (HR At-Tirmidzi)

    2. Hadits Menjaga Lisan

    “Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu kalimat yang mendatangkan murka Allah Ta’ala yang ia tidak menaruh perhatian padanya namun mengakibatkan dijerumuskan ke dalam neraka jahanam.” (HR Bukhari)

    3. Hadits Larangan Menceritakan Aib Sendiri

    “Setiap umatku mendapat pemaafan kecuali orang yang menceritakan aibnya sendiri. Sesungguhnya diantara perbuatan menceritakan aib sendiri adalah seorang yang melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari dan sudah ditutupi oleh Allah SWT kemudian di pagi harinya dia sendiri membuka apa yang ditutupi Allah itu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa ketika Cuaca Panas dan Terik sesuai Sunnah, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Ada doa yang dapat dibaca umat muslim ketika mengalami cuaca panas dan terik. Rasulullah SAW mengajarkan doa ini sebagai ungkapan untuk memohon perlindungan dari marabahaya.

    Pada zaman Rasulullah SAW, pernah terjadi cuaca panas dan musim kemarau yang melanda. Menghadapi cuaca yang ekstrem, Rasulullah SAW memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa melindunginya.

    Doa ketika Cuaca Panas

    Melansir laman NU Online, ada beberapa bacaan doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika mengalami cuaca panas.


    1. Doa saat cuaca panas

    Berikut ini adalah doa yang dikutip dari pembukaan khutbah Shalat Istisqa Rasulullah SAW,

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kauturunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

    2. Doa ketika kekeringan

    Berikut ini doa yang dibaca Rasulullah SAW saat sedang khutbah Jumat. Seorang sahabat datang ke dalam masjid menceritakan bencana kekeringan dan meminta Rasulullah yang sedang khutbah Jumat untuk berdoa kepada Allah.

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ

    Arab Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami,” (HR Muttafaq Alaih).

    3. Doa memohon hujan

    Berikut ini adalah lafal doa istisqa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW ketika mengharapkan turunnya hujan. Doa ini diriwayatkan Abu Awanah dari Sahabat Sa’ad ra.

    اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Arab Latin: Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.

    Artinya, “Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia,” (HR Abu Awanah).

    Ketika menghadapi cuaca yang panas dan terik, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berteduh dan sebisa mungkin mengusahakan agar tubuh tetap terlindungi.

    Dalam sebuah hadits dijelaskan,

    فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَى رَأْسِهِ مِنْ الْحَرِّ وَهُوَ صَائِمٌ

    Artinya: “Sungguh aku melihat Nabi Muhammad SAW menuangkan air ke atas kepala beliau sendiri lantaran panasnya cuaca dan saat itu beliau sedang berpuasa.” (HR Ahmad)

    Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

    Artinya: “Apabila cuaca panas ekstrim, maka tundalah sebentar pelaksanaan shalat hingga cuaca agak dingin karena panas yang menyengat itu sebagian dari hembusan neraka jahannam.” (HR Bukhari)

    (aeb/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Aqiqah Anak sesuai Sunnah: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Doa adalah salah satu sarana yang sangat penting dalam Islam. Dalam berbagai momen penting dalam hidup seorang Muslim, doa digunakan sebagai cara untuk berkomunikasi dengan Allah SWT, mengungkapkan rasa syukur, dan memohon petunjuk serta berkah-Nya.

    Demikian juga ketika momen aqiqah, umat muslim dianjurkan melantunkan doa.

    Aqiqah adalah satu momen penting dalam kehidupan seorang Muslim yang merupakan tradisi sunnah dalam Islam.


    Abu Nur Ahmad al-Khafi Anwar bin Shabri Shaleh Anwar dalam bukunya Aqiqah (Tata Cara & Doanya) mengartikan aqiqah secara istilah adalah penyembelihan hewan kurban karena kelahiran seorang bayi dalam suatu keluarga merupakan rasa syukur atas karunia Allah SWT.

    Rasulullah SAW bersabda,

    عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: كُلُّ غُلامٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُخْلَقُ وَ يُسَمَّى

    “Dari Sumurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda: ‘Setiap bayi dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari tujuh, dicukur dan diberi nama.” (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan lain-lainya)

    Doa Aqiqah

    Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari oleh Dr. KH. M. Hamdan Rasyid, MA dan Saiful Hadi El-Sutha, bacaan niat aqiqah dapat dibacakan bagi orang tua maupun wali dari sang bayi. Bacaan niat yang dilafalkan Rasulullah SAW untuk cucunya saat hendak menyembelih hewan aqiqah di antaranya sebagai berikut:

    …. بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] هَذِهِ عَقِيْقَةُ

    Bacaan latin: Bismillâhi wallâhu akbar allahumma minka wa laka hadzihi ‘aqiqatu (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah)

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, milikmulah hewan aqiqah ini. Inilah aqiqahnya (sebutkan nama bayi yang hendak dilakukan aqiqah),”

    Kemudian saat mengadakan walimah aqiqah, bisa dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ احْفَظْهُ مِنْ شَرِّ الْحِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُودَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ النَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِمَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتِنَا مِنْ حُقُوقِ رُبُوْبِيَتِكَ الْكَرِيمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطَّغْيَانِ

    Bacaan latin: Allaahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyaani wa min jamii’is sayyiaati wal ‘ishyaani wahrishu bihadhaanatika wa kafaalatika al-mahmuudati wa bidawaami ‘inaayatika wa ri’aayatika an-nafiidzati nuqaddimu bihaa ‘alal qiyaami bimaa kalaftanaa min huquuqi rububiyyaatika al-kariimati nadabtanaa ilaihi fiimaa bainanaa wa baina khalqika min makaarimil akhlaaqi wa athyabu maa fadhdhaltanaa minal arzaaqi. Allaahummaj’alnaa wa iyyaahum min ahlil ‘ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur’aani wa laa taj’alnaa wa iyyaahum min ahlisy syarri wadh dhairi wadz dzalami wath thughyaani.

    Artinya: “Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada di antara kami makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”

    Hikmah Disyariatkannya Aqiqah

    Dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid, hikmah disyariatkannya aqiqah yaitu,

    – Aqiqah adalah wujud pengorbanan dari kedua orang tua bayi untuk mendapatkan dirinya kepada Allah SWT, pada saat-saat pertama bayi mereka saat lahir ke dunia

    – Aqiqah merupakan fidyah atau tebusan untuk menyelamatkan sang bayi dari segala penyakit ataupun bencana.

    – Aqiqah merupkan pintu pembuka gadaian anak, supaya sang anak dapat memberian syafa’at kepada kedua orangtuanya di akhirat kelak.

    – Aqiqah menjadi perwujudan dari kebahagiaan, keriangan, kegembiraan dan suka cita dengan cara menegakkan syariat Islam. Diharapkan agar bayi yang baru lahir akan senantiasa berada dalam keimanan dan selalu menegakkan syari’at Islam.

    – Menyembelih hewan aqiqah atas kelahiran anak mengandung pengertian kurban, syukur atas nikmat, syukur atas nikmat, dan bersedekah, hal tersebut sama halnya dengan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT

    – Aqiqah hendaknya dilakukan demi menguatkan tali ikatan kekeluargaan dan persaudaraan di antara anggota masyarakat.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Doa Pengantin Islami, Amalkan untuk Rumah Tangga yang Berkah



    Jakarta

    Ada beberapa doa pengantin islami yang bisa dibaca bagi pasangan pengantin baru. Doa ini menjadi tanda syukur sekaligus untuk memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi nikmat dan keberkahan dalam menjalani rumah tangga.

    Pernikahan merupakan sunah Rasul berdasarkan hadits tentang pernikahan yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Dari Abu Ayyub RA, ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    أَرْبَعٌ مِنْ سُـنَنِ الْمُرْسَلِيْنَ: اَلْحَيَـاءُ، وَالتَّعَطُّرُ، وَالسِّوَاكُ، وَالنِّكَاحُ


    “Ada empat perkara yang termasuk Sunnah para Rasul: rasa-malu, memakai wewangian, bersiwak, dan menikah.” (HR. At-Tirmidzi)

    Doa untuk Pengantin Islami

    Ada doa Islami yang bisa diucapkan kepada pengantin dengan beberapa peruntukan. Dikutip dari buku Doa dan Zikir Makbul karya Abu Hurairah Abdul Salam, berikut adalah beberapa di antaranya,

    1. Doa untuk Pengantin Baru

    بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Arab Latin: “Baarokalaahu laka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khoirin.”

    Artinya: “Semoga Allah Memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, dan semoga Allah menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.”

    2. Doa Pengantin Pria kepada Pasangannya

    Doa ini bisa dibaca setelah pengantin pria mengucapkan ijab kabul atau setelah pasangan pengantin resmi menjadi suami istri. Pengantin pria bisa membaca doa ini sambil memegang kepala pengantin wanita.

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Arab Latin: “Alaahumma inni as-aluka khoirohaa, wakhoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa-a’uuzubika min syarrihaa, wasyarrimaa jabaltahaa ‘alaihi.”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan atau budak ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya.”

    3. Doa dalam Al-Qur’an untuk Pengantin Baru

    Surah Ar Rum ayat 21 adalah salah satu doa yang bisa dipanjatkan oleh pasangan pengantin baru. Doa ini bisa dijadikan sebagai permohonan agar pasangan pengantin memiliki rumah tangga yang baik.

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

    Artinya: “Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

    4. Doa Memohon Berkah bagi Pengantin

    Doa memohon berkah sekaligus menggapai ridha Allah SWT adalah termaktub dalam surah Al Mumtahanah ayat 12 yang berbunyi,

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

    Artinya: “Wahai Nabi, apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, terimalah baiat mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    5. Doa untuk Pengantin dari Rasulullah

    Mengutip riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW mendoakan untuk pengantin yang baru menikah sebagai berikut.

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud)

    Demikian beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk pengantin baru. Doa dan harapan ini bertujuan agar rumah tangga yang dijalani akan dinaungi perlindungan dan keberkahan Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa untuk Bayi yang Baru Lahir, Yuk Panjatkan!


    Jakarta

    Anak adalah anugerah yang dititipkan oleh Allah SWT kepada orang tua. Pada masa kelahirannya, seorang anak disambut dengan suka cita oleh kedua orang tuanya.

    Tak jarang, orang tua selalu mengiringi sang anak dengan doa, bahkan ketika ia baru lahir. Doa yang ditujukan kepada anak tentu berisi hal-hal baik seperti harapan agar ia tumbuh menjadi pribadi yang soleh atau soleha.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyebut setiap anak dilahirkan dengan keadaan yang suci.


    “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Anak adalah tanggung jawab orang tua selama hidup. Sejak dalam kandungan, kelahiran, masa kanak-kanak hingga dewasa. Anak menjadi buah dari kerja keras sekaligus doa yang dipanjatkan oleh orang tuanya.

    Doa untuk Bayi yang Baru Lahir

    Berikut doa yang dapat dipanjatkan untuk bayi yang baru lahir sebagaimana dinukil dari buku Kumpulan Doa Makbul oleh Dra Neni Nuraeni M Ag.

    أعِيْدُ كَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَةٍ

    Arab latin: U’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaithaaniw wa haammatiw wamin kulli ‘ainil laammah

    Artinya: “Aku memohonkan perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan dan binatang yang berbisa dan dari setiap mata yang jahat.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas)

    Rangkaian Doa dan Dzikir untuk Bayi yang Baru Lahir

    Dalam al-Wasail al-Syafi’ah fi al-Adzkar al-Nafi’ah wa al-Aurad al-Jami’ah susunan Sayyid Muhammad bin Ali al-Tarimi dipaparkan juga sejumlah doa dan dzikir yang diperuntukkan bagi bayi yang baru lahir. Seperti apa? Berikut rangkaiannya.

    1. Membaca adzan pada telinga bayi sebelah kanan
    2. Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri
    3. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

    اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

    Arab latin: Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”

    4. Membaca surah Al Ikhlas pada telinga bayi sebelah kanan
    5. Membaca surah Al Qadr pada telinga bayi sebelah kanan
    6. Membaca ayat QS Ali Imran (3: 36) pada telinga bayi sebelah kanan,

    وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Arab latin: Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm

    Artinya: “Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.”

    7. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

    Arab latin: A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin
    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”

    Demikian sejumlah doa yang dapat dipanjatkan untuk bayi yang baru lahir. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com