Tag Archives: hindari

5 Cara Mencegah Karat (Korosi) Muncul di Furnitur Logam hingga Besi


Jakarta

Perabot rumah yang terbuat dari logam dan besi rentan berkarat, terlebih furnitur outdoor yang diletakkan di teras maupun halaman. Karat yang muncul dapat merusak mebel sehingga membuatnya tidak bisa digunakan kembali.

Namun detikers tidak perlu khawatir, terdapat cara untuk mencegah furnitur rumah karatan. Dengan begitu, usia penggunaan perabot dapat tahan lama. Simak caranya di bawah ini.

Cara Mencegah Karat (Korosi) pada Perabot Logam dan Besi

Mengutip Bob Vila dan Granite Gold, berikut cara mudah melindungi furnitur rumah dari karat:


1. Keringkan Usai Terkena Hujan dan Embun

Risiko meletakkan furnitur di pekarangan yaitu terkena hujan. Jika mebel terbuat dari logam terguyur hujan, jangan membiarkannya basah dalam waktu lama, misalnya semalaman.

Hal itu disebabkan karat bisa muncul pada permukaan logam yang basah akibat reaksi kimia yang terjadi antara zat besi, air, dan oksigen. Untuk menghindari itu, detikers dapat mengeringkan langsung perabot dengan kain mikrofiber setelah terkena hujan.

2. Hindari Paparan Langsung Udara dan Sinar Matahari

Saat proses korosi atau pengkaratan, logam akan bersentuhan dengan oksigen di udara. Perabot luar rumah bisa berkarat lebih cepat lantaran berada di udara terbuka dan terpapar matahari. Udara sendiri mengandung banyak uap air sehingga mempengaruhi kecepatan munculnya karat.

3. Bersihkan Kotoran yang Menempel

Debu maupun kotoran biasanya akan menempel pada mebel berbahan besi atau logam lain, terutama furnitur outdoor. Detikers bisa bersihkan perabot secara teratur agar tidak memicu karatan.

Untuk noda membandel seperti minyak, perabot dapat dilap dengan kain lembut yang dicelupkan ke dalam air detergen secara perlahan. Furnitur logam juga bisa dijaga agar tetap mengkilap supaya tidak berkarat.

4. Tutupi Furnitur saat Tidak Digunakan

Furnitur outdoor sebaiknya ditutupi dengan penutup khusus saat tidak digunakan. Hal ini agar menjadi pelindung dari lembap, hujan, maupun sinar matahari. Pastikan untuk menutupi secara menyeluruh, termasuk bagian kaki-kakinya.

Sebelum ditutup, mebel dapat dibersihkan terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang menempel. Setelah ditutup, pemberat dapat diletakkan di atasnya agar penutup tidak terbuka jika cuaca berangin.

5. Segera Perbaiki saat Karat Terdeteksi

Saat rutin membersihkan perabot logam dan besi, karat yang muncul pada permukaan bisa saja terlihat. Usai melihatnya, detikers dapat segera melakukan perbaikan sebelum karat semakin banyak.

Caranya bisa dengan amplas berpasir halus yang digosokkan perlahan ke area berkarat. Lalu bersihkan seluruh permukaan furnitur dari debu dan kotoran lain yang menempel.

Nah, itu tadi cara mencegah karat muncul pada permukaan furnitur logam dan besi. Jangan segan membersihkan perabot logam dan besi ya detikers, agar bisa berfungsi dengan baik dalam waktu lama.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com

Kamar Tidur Berantakan? Mungkin Karena Kamu Masih Lakukan 5 Kesalahan Ini



Jakarta

Kamar tidur seharusnya menjadi tempat perlindungan dan tempat istirahat ternyaman kamu. Menyimpan barang yang asal, akan membuat kamar kamu berantakan dan tidur kamu akan terganggu.

Menata kamar tidur bukanlah hal yang mudah, apalagi kamu tidak memiliki waktu yang banyak untuk melakukan hal itu. Dengan menaruh barang pada tempat yang seharusnya, membuat kamar tidur kamu terhindar dari kekacauan.

Melansir The Spruce, berikut beberapa hal yang seharusnya tidak kamu simpan di kamar tidur.


Peralatan Kantor atau Peralatan Bekerja

Ada beberapa barang yang seharusnya tidak berada di kamar tidur, seperti printer, laptop, dan lain sebagainya. Desainer Amity Worrel memperingatkan untuk tidak meletakkan meja, kecuali meja tulis sederhana yang tidak mengingatkan pada pekerjaan.

“Saat menciptakan ruang yang seharusnya menjadi tempat bersantai dan pelarian dari tuntutan pekerjaan, usaha, dan tugas. Penting untuk mempertimbangkan dengan cermat apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus dihilangkan,” katanya, dikutip dari sumber yang sama.

Terlalu Banyak Rak

Rak terbuka yang berlebihan menyebabkan kekacauan yang tidak diinginkan. Simpan barang pada rak seminimal mungkin dan hanya sebagai hiasan kamar.

“Saya tidak suka rak terbuka yang berlebihan di kamar tidur. Hal ini dapat menyebabkan kekacauan yang tidak diinginkan,” kata desainer Abbie Naber.

Ponsel dan Televisi

Menjaga kamar dari teknologi, membuat kamar tidur kamu bebas dari kekacauan dan membuat kamar menjadi tenang dan nyaman.

Kamar tidur seharusnya menjadi zona bebas teknologi. Meskipun kamu harus menaruh ponsel, jangan menggunakan saat kamu ingin memulai untuk tidur. Hal itu akan membuat tidur kamu menjadi terganggu.

Tambahkan buku, foto keluarga, atau barang-barang yang bisa membuat kamu nyaman dan terhindar dari stres berlebih.

Pakaian Berantakan

Hindari menumpuk baju di kamar tidur, hal ini akan membuat kamar tidur kamu terlihat berantakan dan menjadi tidak nyaman untuk tidur.

Merapikan lemari pakaian menjadi kegiatan yang penting saat kamu membersihkan dan merapikan kamar tidur kamu.

Peralatan Olahraga

Jangan jadikan kamar tidur kamu menjadi tempat untuk kamu berolahraga. Kamar tidur harus tenang, tentram, dan menyegarkan diri kamu.

Jangan taruh peralatan olahraga di kamar tidur, hal ini akan membuat kamu tidur kamu berantakan dan terlihat penuh.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Ingat! Jangan Taruh 4 Barang Ini di Bawah Wastafel


Jakarta

Wastafel adalah tempat untuk mencuci tangan, sikat gigi, atau untuk membersihkan barang. Wastafel bentuknya cukup sederhana yakni keran, wadah seperti mangkuk sebagai tempat air terbuang dan pipa pembuangannya. Biasanya, di bawah wastafel tersedia ruang kosong.

Ada beberapa orang menggunakan ruang kosong di bawah wastafel ini untuk meletakkan beberapa benda atau tempat penyimpanan. Ternyata, area dibawah wastafel tidak bisa untuk meletakkan sembarang barang. Sebab, beberapa benda ini justru dapat menimbulkan bahaya bagi penghuninya.

Dilansir Ideal Home, Sabtu (12/10/2024), berikut 6 barang yang tidak boleh disimpan di bawah wastafel..


1. Cairan Pembersih Kimia

Biasanya kamu meletakkan sesuatu di tempat yang mudah dijangkau. Sebagai contoh cairan pembersih kimia. Biasanya dipakai untuk membersihkan toilet, membersihkan lantai, atau kerak di dinding. Maka dari itu, tempat penyimpanannya di dekat sumber air. Salah satunya adalah wastafel.

Ternyata lokasi ini sangat tidak disarankan karena bisa dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan. Saat mereka tengah aktif di rumah, bisa saja cairan tersebut tersenggol dan akhirnya tumpah. Selain itu, untuk menghindari cairan tersebut terminum karena warna yang menarik.

2. Tekstil

Biasanya ada kain yang diletakkan di bawah wastafel untuk mengeringkan lantai yang basah. Jika fungsinya untuk itu, kamu perlu sering menggantinya agar tidak mudah berjamur karena di bawah wastafel kerap basah dan lebih lembap dari area lain.

3. Makanan Hewan Peliharaan

Perlakukan makanan hewan layaknya makanan untuk kita sendiri. Agar hewan aman saat memakannya kamu juga perlu menyimpan makanan mereka di tempat yang aman dan kering. Sementara di bawah wastafel, lebih sering lembap daripada kering.

4. Barang yang Mudah Berkarat

Hindari meletakkan barang-barang mudah berkarat di bawah wastafel jika ingin kualitasnya tahan lama. Air dan kelembapan dapat memicu karat lebih cepat muncul.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Bikin Sempit, Hindari Simpan 6 Barang Ini di Lemari Pakaian


Jakarta

Menata lemari bukanlah tugas mudah, seringkali saat menata barang justru membuat lemari pakaian menjadi semakin kacau. Hal ini biasanya terjadi karena banyak yang tidak mengetahui cara menata lemari yang tepat dan barang apa yang harus disimpan.

Agar ruang penyimpanan di lemari cukup untuk menyimpan banyak barang, kamu perlu mengosongkan ruang. Maka, baranga-barang yang tidak diperlukan harus disingkirkan. Cara ini juga disebut dengan Declutter. Dengan mulai menerapkan sistem penyimpanan seperti ini, lemari dapat lebih mudah untuk tetap rapi.

Melansir Homes&Gardens, Selasa (15/10/2024), berikut beberapa barang yang seharusnya tidak disimpan di lemari pakaian kamu.


1. Sprei dan Handuk

Jika kamu ingin menjadikan lemari hanya sebagai lemari pakaian, maka kamu harus memindahkan semua sprei dan handuk kamu.

Apabila ditumpuk, sprei dan handuk memakai banyak ruang dan juga berat saat dipindahkan. Salah satu solusi adalah dengan memanfaatkan solusi penyimpanan lain di kamar kamu.

2. Pakaian yang Sudah Tidak Dipakai

Jika kamu menyimpan pakaian yang sudah tidak dipakai, keluarkan pakaian dan simpan di tempat lain atau bisa kamu sumbangkan.

Pisahkan pakaian-pakaian ini ke dalam tumpukan yang dapat disimpan dan disumbangkan. Ini akan menciptakan ruang yang sangat dibutuhkan untuk barang-barang kamu yang lain.

3. Barang Berharga

Barang lain yang perlu kamu lindungi dari kerusakan adalah barang berharga kamu. Daripada membiarkannya hilang di dalam lemari, disarankan untuk menyimpan di tempat yang lebih aman dengan dokumen penting di brankas.

4. Peralatan Olahraga

Jika kamu adalah seseorang yang suka dalam berolahraga, mungkin kamu memiliki peralatan olahraga yang besar. Meskipun terlihat mudah dalam menyimpannya, peralatan olahraga seringkali memakan terlalu banyak ruang.

Letakkan perlengkapan kamu di area tertentu seperti bagasi atau tas ransel sehingga semuanya siap diambill saat kamu membutuhkannya.

5. Barang Dekorasi

Jangan menyimpan barang dekorasi di lemari kamu, hal ini akan membuat lemari menjadi berantakan dan terlihat penuh. Simpan barang dekorasi di area garasi atau loteng sehingga tidak terlihat berantakan.

6. Koper

Koper adalah barang yang cukup besar dan akan memenuhi lemari apabila kamu menyimpannya di lemari pakaian kamu. Simpanlah di area lain, seperti garasi atau di bawah tempat tidur.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Merapikan Kamar Tidur Kecil Agar Terasa Lega


Jakarta

Bagi kamu yang mempunyai kamar tidur kecil, mungkin harus lebih rajin merapikan barang-barang di kamar. Terlalu banyak barang yang berserakan atau menumpuk di kamar kecil bisa bikin ruangan terasa lebih sempit dan nggak enak dipandang.

Oleh karena itu, pemilik kamar tidur kecil perlu lebih kreatif saat menyimpan barang. Kalau mau kamar terasa lega, kamu bisa mulai dari merapikan barang-barang dan menyimpannya di tempat yang tepat.

Lalu, bagaimana cara merapikan kamar tidur kecil? Yuk, simak tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari The Spruce, Senin (4/11/2024).


Tips Merapikan Kamar Tidur Kecil

1. Berpikir Minimalis

Terlalu banyak furnitur dan barang di kamar tidur membuat ruang terasa sempit. Buatlah ruang dengan membatasi furnitur dan barang-barang di dalam kamar. Kamu bisa mengikuti prinsip minimalis yang mengutamakan barang-barang esensial, misalkan tempat tidur, meja nakas, dan lemari pakaian. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan furnitur multifungsi.

2. Kosongkan Permukaan Meja

Hindari tumpukan barang yang berserakan di atas meja atau meja nakas. Biasakan untuk membiarkan meja kosong atau hanya segelintir barang saja seperti lampu, tissue, dan jam. Dengan begitu, kamar terlihat rapi karena barang-barang disembunyikan di tempat penyimpanannya.

3. Gunakan Ruang Bawah Tempat Tidur

Meski tidak banyak ruang di kamar tidur kecil, kamu bisa memanfaatkan ruang di bawah tempat tidur untuk menaruh barang-barang. Simpanlah barang-barang yang jarang dipakai seperti buku, tas, dan mainan dalam kotak penyimpanan, lalu taruh di bawah tempat tidur.

4. Rutin Sortir Barang

Kamar kecil cenderung lebih cepat menjadi berantakan. Kalau ingin menjaga ruang selalu rapi, coba untuk membuat rutinitas merapikan dan menyortir barang-barang. Singkirkan barang-barang yang tidak lagi kamu gunakan supaya tidak makan tempat.

5. Ruang Penyimpanan Vertikal

Apabila lantai sudah cukup dipadati beragam barang, kamu bisa menambah ruang penyimpanan secara vertikal dengan ambalan di tembok ataupun gantungan di belakang pintu kamar dan lemari. Dengan begini, barang-barang tidak akan memenuhi lantai kamar.

Itulah cara merapikan kamar tidur kecil agar terasa lebih lega. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

8 Ciri Rumah yang Sebaiknya Tidak Dibeli, Jangan Sampai Nyesal!


Jakarta

Sebelum membeli rumah sebaiknya kamu memerhatikan beberapa hal dulu, seperti lokasinya, bangunannya, dan lainnya. Hal itu karena membeli rumah merupakan sebuah hal yang besar karena merupakan aset dengan nilai tinggi.

Maka dari itu, kamu harus hati-hati sebelum membelinya agar tidak menyesal kemudian hari. Jangan sampai sudah susah-susah beli rumah malah merugikan.

Lalu, seperti apa ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


Ciri-ciri Rumah yang Tidak Cocok Dibeli

1. Rumah Butuh Banyak Renovasi

Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan hal pertama yang harus diperhatikan saat membeli rumah adalah kondisi fisik rumah yang akan dibeli. Spesifikasi bangunan harus layak dan dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli.

“Pertama yang perlu dianalisa itu faktor kondisi fisik dari kavling rumah tersebut, nanti dibangunnya akan seperti apa, dan spesifikasi seperti apa. Kalau beli rumah bekas, dari fisik yang dilihat struktur bangunan, apakah masih bagus nggak,” ujar Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Calon pembeli harus menilai kondisi fisik rumah mulai dari plafon genteng, septic tank, struktur bangunan, adanya rayap, sirkulasi udara, hingga pencahayaan alami. Kamu bisa mengajak mandor, arsitek, atau ahli lainnya untuk membantu menilai rumah.

Selain itu, kamu juga perlu menentukan estetika rumah sudah sesuai seleramu. Kondisi rumah tidak harus sempurna, tetapi kamu harus menganggarkan biaya perbaikan kalau jadi beli. Steve menyarankan agar tidak membeli rumah yang biaya renovasinya akan lebih dari 30% harga beli rumah.

2. Aksesibilitas dan Sarana Transportasi Sulit

Selanjutnya, calon pembeli perlu survei lingkungan untuk melihat aksesibilitas dan ketersediaan transportasi umum di sekitar perumahan. Misalnya akses masuk dari titik jalan tol, stasiun KRL, hingga stasiun bus. Ia tidak menyarankan membeli rumah yang tidak strategis, yakni lokasinya jauh dari tempat umum.

3. Lokasi Rawan Banjir

Lalu, Steve tidak merekomendasikan rumah yang lokasinya rawan banjir. Sebab, banjir merupakan masalah yang bisa membebani biaya perawatan rumah.

“Banjir itu memang momok, kalau kita beli rumah yang kebanjiran setiap tahun atau tiga tahun sekali atau apapun frekuensinya itu juga akan membebani kita dari segi biaya harus membersihkan, mengecat ulang, dan memperbaiki,” jelasnya.

4. Kawasan Rawan Kriminalitas dan Kerusuhan

Calon pembeli harus riset keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan itu. Jangan beli rumah yang sering ada perampokan, pencurian, hingga begal. Selain itu, sebaiknya menghindari daerah yang kerap terjadi demonstrasi karena mengganggu perjalanan.

“Karena kalau bikin macet kita mau ke domisili rumah kita kan juga menghambat, biasanya di daerah-daerah industri kadang-kadang ada terjadi demo nggak bisa dihindari atau di daerah-daerah yang harus melewati kantor pemerintahan itu biasanya juga bisa terjadi hal itu,” jelasnya.

5. Utilitas Belum Lengkap

Jangan beli rumah yang utilitasnya belum lengkap, seperti belum ada aliran air bersih dan pasokan listrik. Lalu, hindari rumah yang pengelolaan lingkungannya belum memadai, seperti pengelolaan limbah sampah hingga irigasi pembuangan air.

6. Kepemilikan Rumah Tidak Jelas

Faktor yang tidak kalah penting adalah kejelasan kepemilikan rumah yang dibuktikan melalui surat-surat penting. Jangan beli rumah dari developer atau penjual yang tidak menyerahkan akta jual beli (AJB), persetujuan bangunan gedung (PBG), dan dokumen penting lainnya.

Kamu juga perlu mengecek keaslian dokumen dan kebenaran akan kepemilikan properti. Jangan sampai hak guna bangunan (HGB) belum dipecah atau properti ternyata masih sengketa.

“Kalau udah sengketa itu penyelesaian hukumnya panjang. Kalau tanah itu diklaim oleh penduduk atau pihak lain, kalau menurut saya kalau sudah sengketa itu tanah yang cacat,” tuturnya.

7. Lokasi Tidak Sehat

Jangan membeli rumah yang lingkungannya tidak sehat untuk ditinggali. Misalkan rumah berada terlalu dekat melewati garis aman dengan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). Steve mengatakan SUTET menimbulkan induksi yang bisa berdampak buruk terhadap orang sekitar.

8. Sulit Dijual Kembali

Rumah tak sekadar tempat tinggal, tetapi juga aset investasi. Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan nilai jual kembali rumah. Jangan beli rumah yang nilainya tidak bertambah dengan signifikan serta susah dijual kembali.

Misalkan membeli rumah yang berada dekat kuburan. Pasar properti biasanya kurang berminat dengan rumah dekat makam, sehingga harga jual kembalinya kurang menguntungkan.

Itulah ciri-ciri rumah yang sebaiknya tidak dibeli. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Pilih Lokasi Tanah Menurut Adat Jawa, Dipercaya Terhindar Nasib Buruk


Jakarta

Sebelum teknologi berkembang pesat, hukum adat menjadi pegangan di masyarakat saat mencari lokasi tanah. Setiap daerah memiliki ketentuannya sendiri yang mereka anggap cara paling tepat dan baik.

Sebagai contoh bagi masyarakat Jawa mereka berpegangan pada adat Jawa saat hendak menentukan lokasi tanah untuk tempat tinggal. Mereka percaya dengan memperhatikan ketentuan dalam adat, pemilihan tanah mereka jauh dari hal-hal buruk.

Lantas, bagaimana ketentuan pemilihan lokasi tanah menurut ada Jawa?


Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

1. Tanah yang Miring ke Timur

Ada banyak sekali posisi tanah yang diyakini baik untuk dipilih sebagai tempat tinggal. Pertama adalah lokasi tanah yang letaknya miring ke timur. Posisi tanah seperti disebut pula dengan tanah manikmaya atau baya sangar. Masyarakat Jawa percaya lokasi ini dapat memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

Posisi kedua adalah tanah yang membujur ke utara atau ke selatan. Posisi ini disebut pula dengan tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah karena akan mendatangkan kekayaan.

3. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

Arah timur menghadap ke matahari terbit. Posisi ini dipercaya dapat memberikan banyak keuntungan dan disegani oleh tetangga. Posisi tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna.

4. Tanah di Atas Jurang

Kemudian ada tanah yang letaknya berada di atas jurang. Mendirikan rumah di sini disebut baik untuk berolah rohani atau kebatinan. Posisi ini disebut dengan bumi langupulawa.

5. Tanah di Antara Bukit

Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Mendirikan rumah di antara bukit niscaya diberikan kemudahan dalam bertetangga, terhindar dari pertengkaran, dan perkataannya akan dipercaya orang lain.

6. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

Seperti yang kita tahu, saat memilih tanah, kamu harus memastikan kondisi air bersih di sana. Ternyata dalam adat Jawa pun dianjurkan memilih tanah yang dekat dengan sumber air. Tanah tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan membantu penyuburan tanaman di sekitar rumah. Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel.

7. Tanah yang Miring ke Utara

Rumah yang berdiri di tanah yang miring ke utara dipercaya dapat dipermudah dalam mendapatkan kreativitas dan ide-ide menarik. Posisi yang disarankan jika ingin menghadap agak ke utara jika di kelilingi gunung atau bukit. Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara.

8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

Dalam adat jawa rumah yang berdiri di tanah yang sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut dapat lancar saat kenaikan pangkat. Posisi ini juga disebut tanah sri nugraha.

9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

Tanah yang lokasinya lebih tinggi dari sekelilingnya memang menguntungkan. Dalam adat Jawa lokasi ini dapat memberikan keselamatan bagi penghuninya. Posisi tanah ini disebut sebagai tanah endragana.

10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

Dalam adat Jawa juga ada ketentuan untuk posisi tanah yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berbahaya untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Berikut di antaranya.

1. Tanah yang Dikelilingi Air

Tanah yang disarankan yang posisinya berada di dekat air. Namun, jika lokasinya tersebut dikelilingi air ternyata berbeda hukumnya. Lokasi ini disebut tidak tepat untuk digunakan sebagai tempat tinggal karena menimbulkan pertengkaran.

2. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

Kemudian tanah yang sumber airnya berada di tengah sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Posisi tanah ini juga disebut dengan singamita. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

3. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

Hindari tanah yang berbau tidak sedap dan warnanya hitam.Tanah seperti ini banyak dihuni setan atau jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

4. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

Dalam adat Jawa ada hukum yang menilai membangun rumah di tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan dapat mempengaruhi psikologi dan membawa penyakit. Posisi tanah ini disebut dhandhang kukulangan.

5. Tanah yang Miring ke Barat

Tanah yang baik disebut mengadap ke timur, condong ke utara atau ke selatan. Ternyata arah yang tidak disarankan adalah barat. Tanah yang letaknya miring ke barat disebut menimbulkan permusuhan. Cara menangkal efek buruknya adalah dengan menanam pohon pisang klutuk di sebelah timur. Posisi tanah di area ini disebut tanah sri sasadana.

6. Tanah yang Miring ke Selatan

Meskipun selatan sebenarnya masih diperbolehkan tetapi, jika benar-benar mengadap ke Selatan dipercaya dapat menimbulkan kesulitan ekonomi dan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

7. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

8. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

2 Kriteria Kamar Tidur yang Dipercaya Bawa Keberkahan bagi Penghuninya


Jakarta

Saat mendesain kamar tidur, pasti banyak permintaan dan keinginan yang ingin diwujudkan. Hal ini bukan hanya karena ingin tampilannya menarik, melainkan ini adalah ruang pribadi yang diharapkan dapat nyaman digunakan.

Jika kamu ingin butuh referensi kamar tidur yang nyaman, dalam Islam ada lho aturan yang bisa kamu contoh. Selain bisa bikin kamar tidur Impian, dengan mengikuti kriteria satu ini, kamu juga bisa dapat keberkahan.

1. Posisi Kasur di Kamar

Kriteria pertama yang bisa kamu ikuti adalah arah peletakkan kasur atau tempat tidur. Ternyata dalam Islam ada aturannya lho tidak bisa sembarangan. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan posisi tidur seseorang harus menghadap ke arah kanan dan kaki menghadap berlawanan dari kiblat.


“Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Lantas, di mana posisi yang berlawanan dengan kiblat?

Jika melihat dari posisi geografis Indonesia yang berada di bagian timur Ka`bah atau Mekah, arah kiblat salat menghadap ke arah barat.

Anjurannya adalah kaki tidak boleh menghadap kiblat, maka arahnya tempat tidur selain menghadap ke arah barat. Kamu bisa menghadap ke selatan.

Selain itu, hindari posisi tempat tidur sejajar dengan pintu atau menghadap langsung dengan pintu di kamar.

2. Hindari Memakai Barang Mewah

Anjuran lainnya yang sebaiknya diterapkan di kamar tidur adalah hindari menggunakan perabotan yang terlalu mewah dan nyaman yang dapat menyebabkan tidur berlebihan dan membuat penghuninya jadi malas.

“Keadaan kamar tidur di rumah (umat) Muslim dan perabotannya harus mendorong dan memfasilitasi tradisi Islam untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal dalam keadaan segar dan segar untuk salat Subuh, dan bahkan lebih awal untuk salat malam sunnah,” tulis Islami City seperti yang dikutip pada Selasa (19/3/2024).

Tidak hanya itu, Islam tidak menganjurkan kamar tidur dihiasi dengan perabotan atau aksesoris yang fungsinya untuk hiburan. Hal ini dikhawatirkan dapat menghambat penghuninya untuk lebih produktif dan beribadah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Menata Kamar Tidur Agar Barang Tak Berjatuhan Saat Gempa


Jakarta

Rumah yang diguncang gempa membuat barang-barang berjatuhan, termasuk di kamar tidur. Hal ini bisa membahayakan penghuni rumah, apalagi kalau lengah saat tidur.

Barang-barang di kamar tidur bisa jatuh dan menimpa penghuni saat terjadi gempa. Untuk mencegah hal itu terjadi, penghuni rumah bisa menata kamar tidur agar barang-barang aman ketika gempa.

Lantas, bagaimana cara menata kamar tidur agar aman saat gempa? Simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari Apartment Therapy.


Cara Menata Kamar Tidur yang Aman Saat Gempa

Inilah cara menata kamar tidur agar aman dari barang yang jatuh ketika gempa.

1. Terapkan Minimalisme

Cegah barang berjatuhan saat gempa dengan mengurangi barang-barang di kamar. Semakin sedikit barang yang kamu punya di kamar akan lebih baik.

Penghuni rumah bisa menerapkan konsep minimalisme di kamar tidur. Sebab, mempunyai sedikit barang akan mengurangi kemungkinan kejatuhan barang.

2. Posisikan Tempat Tidur Jauh dari Jendela

Sebaiknya letakkan tempat tidur jauh dari jendela. Biasanya gempa bumi yang besar membuat kaca jendela pecah karena dinding bergoyang.

Namun kalau tidak punya ruang yang cukup, coba pasang film kaca jendela yang bisa mencegah pecahan kaca bercecer di mana-mana.

3. Hindari Menggantung Benda Berat di Atas Tempat Tidur

Jangan gantung benda-benda berat di area kepala tempat tidur, terutama saat malam hari. Benda itu bisa jatuh menimpa penghuni rumah saat terjadi gempa.

Kalau mau mendekor kamar dengan lebih aman, bisa memakai bingkai gambar yang kecil dan ringan. Selain itu, bisa juga menggantung dekorasi dari bahan kain, misalkan bendera.

4. Amankan Furniture Besar ke Tembok

Furniture besar yang rawan terjatuh atau bergeser, seperti rak buku dan lemari pakaian, harus dikaitkan ke dinding. Kamu bisa menggunakan sekrup atau pengait khusus untuk mengamankan furniture. Dengan begitu, kamar tidur akan lebih aman saat terjadi gempa bumi.

Itulah beberapa tips untuk menata kamar tidur yang aman menghadapi gempa bumi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Sering Mematikan dan Menghidupkan AC Bikin Boros Listrik, Benarkah?


Jakarta

Secara umum, daya listrik air conditioner (AC) cukup besar jika dibandingkan kipas angin. Kebanyakan orang akan menyalakan AC saat kepanasan atau menjelang tidur.

Saat tidak diperlukan AC biasanya dimatikan. Ini kerap dilakukan karena menjadi cara yang efisien untuk menghemat listrik.

Ada juga yang menganggap bahwa mematikan dan menyalakan AC bisa membuat penggunaan listrik lebih boros. Namun, benarkah demikian?


Alasan agar Jangan Sering Mematikan dan Menghidupkan AC

Dari catatan detikProperti yang mengutip laman The Washington Post, mematikan AC beberapa jam, kemudian menghidupkannya lagi hanya bisa menghemat sedikit listrik.

Namun, sebaiknya AC jangan sering mati-hidup. Justru sering mematikan dan menghidupkan AC bisa bikin boros listrik. Karena proses menyalakan kembali AC membutuhkan energi yang cukup besar untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di sistem pembangunan di Universitas Colorado di Boulder. Ia mencari tahu apakah mematikan AC benar bisa menghemat energi.

Dalam penelitiannya, ia mencoba membandingkan mematikan 3 AC di gedung tersebut selama 8 jam dengan menyalakan AC selama 76 jam dengan suhu 31 °C.

Hasilnya menunjukkan bahwa AC yang dimatikan bisa menghemat sedikit energi. Tapi saat setiap AC dinyalakan kembali, listrik dipakai akan banyak untuk menyesuaikan suhu ruangan dan mengubahnya menjadi dingin.

Menyalakan dan mematikan AC juga membebani sistem motor karena mesin akan berulang kali menyesuaikan suhu. Sementara jika AC yang telah dinyalakan lama, AC tidak sulit menyesuaikan suhu.

“Anda tidak serta merta menghemat biaya listrik dengan mematikannya selama sepertiga hari,” ujar mahasiswa pascasarjana tersebut.

Dengan demikian, sering menyalakan dan mematikan AC justru bisa menaikkan tagihan listrik.

Cara Menghemat Energi Listrik AC

Dari penjelasan sebelumnya, mematikan dan menyalakan AC terlalu sering sejatinya hanya bisa menghemat sedikit listrik. Sebagai gantinya kamu bisa melakukan beberapa hal yang lebih berikut yang lebih efektif agar menghemat listrik saat AC dinyalakan.

Berikut adalah mode yang bisa dipakai agar AC hemat listrik:

1. Memastikan Sistem Pembuangan Udara AC dengan Benar

Kerja AC di dalam ruangan bisa maksimal kalau AC di luar ruangan dan salurannya ditempatkan dengan benar. Maka pastikan:

  • AC luar diletakkan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
  • AC luar punya penutup di depan rongga baling-balingnya, hingga terdapat saluran pembuangan udara panas.
  • Rajin mengganti dan membersihkan filter untuk bisa membantu menghemat energi sekitar 5-15%.

2. Usahakan Tidak Menyalakan AC Bersamaan dengan Barang Elektronik Lain

Hindari menyalakan AC bersamaan dengan peralatan elektronik lain agar listrik tetap hemat. Misal, ketika sedang memakai mesin cuci, oven, setrika, mesin air, maka AC lebih baik AC dimatikan dahulu.

Jika tetap dipaksakan, MCB listrik di rumah bisa turun karena tidak kuat sekaligus bisa membuat tagihan listrik jadi lebih besar.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com