Tag Archives: hindari

Hindari Tanam 5 Pohon Ini di Dekat Rumah, Bisa Rusak Bangunan


Jakarta

Bagi kalian yang ingin menanam pohon di rumah, sebaiknya hati-hati. Sebab, ada beberapa jenis pohon yang justru bisa merusak bangunan rumah.

Tentunya para penghuni maupun pemilik rumah nggak mau dong bangunannya rusak karena pohon? Hal itu bisa menyebabkan penghuni rumah mengeluarkan banyak uang untuk melakukan perbaikan.

Nah, ada beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Berikut ini daftarnya.


1. Pohon Alpukat

Pohon alpukatPohon alpukat Foto: Getty Images/iStockphoto/DenGuy

Menurut California Polytechnic State University, akar pohon alpukat memiliki potensi merusak bangunan di dekatnya. Namun, ada cara untuk mengurangi kerusakannya yaitu dengan memilih batang bawah yang kurang invasif dan menanamnya sejauh 7,5 meter dari bangunan. Selain itu, bikin penghalang akar atau pot agar tidak tumbuh ke sembarangan arah.

2. Pohon Mangga

Bunch of green mango on tree in garden. Selective focusPohon mangga. Foto: Getty Images/iStockphoto/jantroyka

Pohon mangga adalah tanaman yang mudah untuk dirawat. Pohon ini pun mudah untuk berbuah.

Namun, menurut situs New Vision, pohon mangga memiliki akar yang kuat dan dalam. Akar ini dapat mencapai ke rumah dan merusak fondasi bangunan.

3. Pohon Karet

Virus corona jenis baru berdampak ke sejumlah sektor usaha salah satunya karet. Diketahui harga karet mengalami penurunan akibat mewabahnya virus itu.Ilustrasi pohon karet. Foto: Antara Foto

Dalam catatan detikcom, sebaiknya tidak menenam pohon karet di dekat rumah atau halaman. Sebab, akarnya dapat menjalar dan merusak struktur rumah apabila sudah terlalu panjang.

4. Pohon Bambu

Pohon Bambu Tanaman yang Disukai Ular, Sebaiknya Jangan Ditanam di RumahPohon Bambu Foto: freepik/Freepik

Pohon bambu memang mudah dirawat dan tumbuh. Namun, ada beberapa bambu yang sangat invasif yang akarnya tumbuh mendalam dan bisa merusak taman.

“Bambu yang menjalar umumnya lebih invasif dibandingkan bambu yang berumpun, meskipun bambu apa pun bisa menjadi invasif jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik,” kata ahli perkebunan di LeisureBench, Steve Chilton, dikutip dari Ideal Home, Senin (9/6/2025).

Bambu juga tanaman yang kuat dan tangguh sehingga tidak ada yang bisa menghentikan laju pertumbuhannya. Maka dari itu, penghuni rumah harus mengendalikan pertumbuhan bambu tersebut apabila ingin ditanam di rumah agar tidak menjadi invasif.

5. Pohon Dedalu

pohon willow atau dedalupohon willow atau dedalu Foto: Photo by ROMAN ODINTSOV via pexels

Pohon willow atau yang dikenal juga sebagai dedalu menjadi tanaman selanjutnya yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah. Hal itu karena tanaman ini memiliki sistem akar yang agresif untuk mencari kelembapan sehingga dapat menyusup ke celah fondasi rumah yang akhirnya bisa menyebabkan masalah struktural.

Pohon dedalu memiliki akar yang tumbuh cepat dan dapat tumbuh dekat dengan permukaan tanah, yang berpotensi merusak fondasi dan trotoar. Akar pohon willow tumbuh sangat cepat di tanah yang subur dan lembap serta dapat menimbulkan risiko pada fondasi jika pohon ini berada di dekat rumah.

“Saya sarankan untuk memasang penghalang akar, memangkas cabang yang lebih rendah, dan menyiram pohon yang lebih jauh dari rumah untuk mengarahkan pertumbuhan akar menjauh dari pondasi,” kata pemilik Boston Landscape Co, Steve Schumacher, dikutip dari Real Simple.

Itulah beberapa pohon yang sebaiknya dihindari untuk ditanam di dekat rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Cegah Korsleting Listrik, 5 Hal Ini Perlu Dilakukan saat Rumah Banjir


Jakarta

Ketika rumah kebanjiran, tentu kamu harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga, pastikan kamu juga mengecek kelistrikan di rumah.

Soalnya, arus pendek listrik sangat rentan terjadi karena air merupakan konduktor listrik yang baik. Jika instalasi listrik sampai terendam banjir, maka risiko korsleting dan sengatan listrik meningkat drastis.

Sebagai bentuk antisipasi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap kelistrikan di rumah saat banjir melanda. Apa saja? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Hal yang Wajib Dilakukan saat Rumah Banjir Demi Cegah Korsleting

Ada sejumlah hal yang wajib dilakukan ketika rumah terendam banjir. Dikutip dari Perl Electrical, Senin (7/7/2025), berikut penjelasannya:

1. Matikan Instalasi Listrik

Apabila banjir belum tinggi, segera matikan instalasi listrik. Kamu dapat mematikan Mini Circuit Breaker (MCB) guna memutus pasokan listrik ke rumah. Langkah ini dapat mencegah risiko sengatan listrik dan meminimalisir kerusakan pada komponennya, seperti stopkontak hingga barang elektronik.

2. Pindahkan Barang Elektronik

Ketika banjir melanda, segera pindahkan barang elektronik seperti TV, kulkas, kipas angin, hingga berbagai benda lainnya yang terhubung ke stopkontak. Pindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih aman. Jika rumah kamu terdiri dari dua lantai atau lebih, segera amankan barang elektronik ke lantai atas.

3. Tunggu Hingga Aman

Saat banjir sudah mulai surut, bukan berarti kamu bisa langsung menyalakan instalasi listrik. Sebab, sisa air banjir yang tidak dikeringkan berisiko menyebabkan kelembapan, sehingga menimbulkan risiko terjadinya arus pendek listrik pada komponen tertentu.

4. Cek Kembali Barang Elektronik

Meski barang elektronik sudah berhasil dievakuasi, pastikan kamu melakukan pengecekan terlebih dahulu. Jangan langsung berasumsi kalau benda tersebut aman karena tidak terkena banjir.

Sebab, meski terlihat kering dari bagian luar tetapi komponen internal di dalamnya bisa saja rusak. Jika kamu ragu, segera bawa perangkat elektronik tersebut ke service center terdekat dari rumah untuk dicek lebih lanjut.

5. Hindari Stopkontak yang Terkena Air

Stopkontak yang sudah terendam banjir sebaiknya jangan digunakan lagi karena air dapat menghantarkan listrik. Selain menimbulkan kerusakan pada barang elektronik, kamu juga bisa tersengat arus listrik.

Disarankan seluruh komponen stopkontak hingga sakelar rumah diganti dengan yang baru. Langkah ini untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang bisa memicu kebakaran.

Mengutip laman Kementerian ESDM, listrik akan dipadamkan oleh PLN apabila rumah pelanggan terendam banjir cukup tinggi serta gardu distribusi listrik ikut terendam banjir.

Apabila aliran listrik yang terkena banjir tidak kunjung padam, segera hubungi contact center PLN 123. Ikuti juga arahan dari petugas PLN untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Tips Mengatur Taman agar Tidak Menjadi Sarang Serangga


Jakarta

Beberapa serangga lebih menyukai area terbuka seperti taman untuk membuat tempat tinggal. Meskipun tidak langsung mengganggu manusia, keberadaan serangga seperti nyamuk, lalat, atau lebah, tetap membuat tidak nyaman terutama saat ingin bermain di luar rumah.

Untuk mengatasi serangga di luar ruangan, tidak bisa hanya mengandalkan bahan-bahan kimia karena kemungkinan besar tidak akan berpengaruh. Cara yang paling tepat untuk mencegah serangga berkumpul di taman rumah adalah dengan mengatur taman agar tidak menjadi tempat yang disukai serangga.

Menjaga kebersihannya dan membuat taman yang selalu rapi merupakan salah satu kuncinya. Dilansir The Spruce berikut tips mengatur taman agar bebas dari serangga.


1. Hindari Genangan pada Halaman Rumah

Taman rumah biasanya mudah sekali muncul genangan, terutama yang tidak memiliki area resapan alami. Genangan air dapat menjadi tempat berkembang biak bagi serangga terbang, seperti nyamuk.

“Nyamuk berkembang biak di genangan air, jadi menguras pot bunga dan talang air secara teratur akan membantu mencegah nyamuk berkumpul di dekatnya,” ujar Frank Meek, ahli entomologi bersertifikat di Rollins, seperti yang dikutip dari The Spruce, Jumat (1/8/2025).

Jika memiliki tempat mandi burung atau air mancur di luar ruangan, tempat tersebut juga harus sering diperiksa, jangan sampai ada genangan.

2. Jangan Letakkan Tempat Sampah di Taman

Tempat sampah luar ruangan sebaiknya berada di luar rumah atau pagar rumah dan harus dalam keadaan tertutup rapat. Selain untuk mencegah bau tak sedap, tempat sampah tertutup juga mencegah serangga berkembang biak di dalamnya dan tikus masuk mengacak-acak.

3. Pasang Lampu Taman

Biasanya bagian taman hanya diberi pencahayaan yang minim, padahal adanya lampu taman juga dapat membantu mengusir tanaman dari taman. Caranya dengan memilih bohlam khusus berwarna kuning. Warna-warna lain seperti putih dan biru justru menarik perhatian serangga.

“Lampu-lampu ini kurang menarik bagi serangga terbang, seperti ngengat dan nyamuk,” kata Napolski, pendiri A-Tex Pest Management.

4. Tanam Tanaman yang Tidak Disukai Serangga

Banyak sekali tanaman yang bisa menjadi bahan alami pengusir serangga. Sebagai contoh sera, lavender, mint, kemangi, hingga rosemary.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

6 Kesalahan Saat Memilih Rumah yang Sering Disesali Pembeli



Jakarta

Punya rumah jadi impian banyak orang. Bahkan, bagi sebagian orang, rumah masuk daftar target hidup yang harus diwujudkan. Namun, kalau salah langkah, momen beli rumah justru bisa berubah jadi mimpi buruk yang bikin trauma.

Banyak kerugian yang terjadi saat membeli rumah berawal dari kelalaian pembeli sendiri. Supaya nggak menyesal di kemudian hari, hindari 6 kesalahan berikut ini.

1. Tak Memikirkan Lokasi

Lokasi adalah pertimbangan nomor satu saat membeli rumah. Pastikan rumah berada di lokasi strategis, dekat fasilitas umum, bebas banjir, dan nyaman untuk ditinggali. Selain bikin betah, lokasi strategis juga meningkatkan nilai investasi rumah di masa depan.


2. Asal Pilih Developer

Jangan sampai tergiur harga murah dari developer yang reputasinya belum jelas. Cek rekam jejaknya lewat website, media sosial, dan pemberitaan di media. Pastikan mereka punya portofolio proyek yang jelas dan tidak pernah tersandung kasus yang merugikan konsumen.

3. Status Tanah Belum Jelas

Pastikan sertifikat rumah sudah atas nama developer dan bisa dialihkan ke nama Anda. Jika sertifikat belum jelas statusnya, pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank bisa terhambat. Hindari membeli rumah di lokasi yang status tanahnya masih abu-abu.

4. Bayar DP Sebelum KPR Disetujui

Hindari membayar uang muka (DP) sebelum KPR disetujui bank. Meski developer sudah bekerja sama dengan bank, tidak ada jaminan KPR Anda akan disetujui. Kalau ditolak, uang DP berisiko sulit kembali atau dipotong.

5. Transaksi di Bawah Tangan

Transaksi jual beli rumah di bawah tangan sangat berisiko, apalagi jika rumah masih dijaminkan di bank. Pastikan semua proses dilakukan secara resmi lewat notaris dengan Akta Jual Beli (AJB) yang sah.

6. Memaksakan Beli di Luar Kemampuan

Cicilan rumah idealnya tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Jika memaksakan di luar kemampuan, risiko macet di tengah jalan sangat besar. Lebih baik menabung dulu sampai dana cukup untuk DP atau cicilan yang lebih ringan.

Kesimpulannya, membeli rumah butuh perhitungan matang, mulai dari lokasi, legalitas, hingga kemampuan finansial. Jangan sampai tergesa-gesa hanya karena takut ketinggalan.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


Jakarta

Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

1. Cairan Pembersih Kimia

Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

“Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

2. Makanan Hewan Peliharaan

Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

3. Tekstil

Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

4. Peralatan Elektronik Dapur

Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

5. Bumbu dapur

Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

4 Cara Jaga Furnitur Kayu biar Awet dan Kinclong


Jakarta

Pemilik rumah yang mempunyai furnitur kayu perlu merawat dan menjaganya sebaik mungkin. Hal ini penting kalau mau perabotan itu awet dan tetap terlihat indah.

Desainer objek dan interior Hendro Hadinata mengatakan furnitur merupakan benda yang seharusnya tahan lama dan bisa diberikan kepada generasi selanjutnya. Namun, pemakaian furnitur memang perlu dijaga.

Bagaimana cara menjaga furnitur kayu agar tetap awet dan kinclong? Simak penjelasannya berikut ini.


Cara Menjaga Furnitur Kayu

Inilah beberapa hal yang perlu dilakukan agar furnitur kayu tetap terjaga menurut desainer.

1. Bersihkan Secara Berkala

Menurut Hendro, perawatan furnitur kayu pada dasarnya bisa dengan menjaga kebersihannya. Ia menganjurkan untuk membersihkan furnitur secara berkala sesuai kebutuhan.

“Ada baiknya kita bersihkan furnitur secara menyeluruh. Misalnya kita sering bersihkan dengan kain yang lembap. Kalau mau, dikasih detergen ringan misalnya pembersih piring. Kemudian dibilas dengan kain lembap,” ujar Hendro kepada detikProperti dalam acara Indonesia Design Week Exhibition di Indonesia Design District, PIK2, Selasa (16/9/2025).

2. Semir Enam Bulan Sekali

Selanjutnya, furnitur kayu juga perlu rutin dirawat menggunakan produk pembersih khusus furnitur atau semir setiap enam bulan sekali. Caranya cukup dengan mengoleskan produk tersebut menggunakan kain.

3. Hindari Benturan

Pemilik perlu berhati-hati ketika menggunakan furnitur kayu. Hindari benturan keras pada furnitur untuk menjaga bentuknya.

“Furnitur itu mesti dipakai selayaknya, jangan sering tertabrak benda keras,” ucapnya.

4. Letakkan Sesuai Peruntukan

Terakhir, pastikan untuk meletakkan furnitur kayu di tempat yang sesuai peruntukannya. Perhatikan label furnitur untuk mengetahui penggunaannya bisa di dalam atau di luar ruangan.

“Furnitur yang memang dilabeli indoor dia nggak bisa direct kena sinar matahari, atau furnitur yang tidak bisa kena hujan secara terus menerus itu harus ditaruh di posisi yang lebih aman,” kata Hendro.

“Kalau memang buat outdoor ya harus beli yang benar-benar outdoor yang (aman) kena direct sinar matahari dan direct kena hujan,” sambungnya.

Itulah tips untuk menjaga furnitur kayu tetap awet, kinclong, dan indah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Bisa Dicoba! 6 Tips Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk


Jakarta

Cuaca panas ekstrem belakangan ini membuat tubuh jadi terasa sangat gerah. Kondisi ini membuat sebagian orang memilih untuk bertahan di rumah saat siang hari.

Sayangnya, cuaca panas dari luar juga bisa masuk ke dalam rumah sehingga ruangan terasa pengap. Solusi paling ampuh adalah dengan menyalakan kipas angin atau AC.

Namun, kipas angin dan AC yang menyala terus-menerus bikin listrik cepat boros. Alhasil, tagihan listrik akan membengkak gegara mengatasi panas di siang hari.


Daripada harus menyalakan kipas angin atau AC seharian, ada cara lain untuk mendinginkan ruangan agar terasa lebih sejuk, yakni dengan mendekorasi rumah secara tepat. Ingin tahu cara dekorasi yang tepat? Simak dalam artikel ini.

Dekorasi Simpel yang Bikin Rumah Terasa Sejuk

Terkadang, ada sejumlah perabotan atau dekorasi yang bisa memicu hawa panas di dalam rumah. Dilansir situs Real Simple, berikut tips dekorasi simpel yang bikin rumah jadi adem:

1. Hindari Pasang Karpet Berbulu

Memasang karpet berbahan wol atau bulu halus ternyata bisa memicu hawa panas di dalam rumah, lho. Meski tampak estetis, tapi baham material ini dapat menghangatkan ruangan karena berfungsi sebagai isolator termal yang baik.

Penggunaan karpet berbahan wol atau bulu halus lebih cocok digunakan pada musim dingin. Sayangnya, Indonesia termasuk negara tropis yang hanya memiliki dua musim, yakni musim panas dan musim hujan.

2. Pasang Tirai atau Gorden di Jendela

Memasang tirai atau gorden di jendela rumah dapat membantu mencegah sinar matahari dan hawa panas masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, ruangan jadi tidak terlalu panas dan terasa lebih sejuk.

3. Pilih Warna Cat Dinding yang Sejuk

Pemilihan warna cat dinding juga dapat memengaruhi suhu ruangan. Jika memilih warna-warna hangat seperti cokelat, merah, dan jingga dapat menciptakan hawa hangat dalam ruangan.

Agar rumah terasa lebih adem, disarankan untuk memilih warna seperti putih, abu-abu, atau pastel. Warna ini membuat ruangan terasa segar dan lapang.

4. Letakkan Tanaman Hijau

Tips dekorasi rumah selanjutnya adalah dengan meletakkan tanaman hijau di dalam rumah. Tak hanya membuat ruangan jadi tampak estetis dan asri, tapi juga menciptakan suasana sejuk pada rumah.

Saat memilih tanaman hias, pastikan tanaman tersebut dapat tumbuh di dalam ruangan. Beberapa jenis tanaman yang cocok di dalam rumah seperti lidah mertua, peace lily, sirih gading, dan lidah buaya.

5. Pasang Kipas Angin Gantung

Tidak hanya menyejukkan ruangan, memasang kipas angin gantung di langit-langit rumah juga memberikan kesan estetika. Sebaiknya pilih kipas angin dengan motif kayu agar ruangan terlihat lebih cantik.

Kini, sudah banyak kipas angin gantung yang menggunakan remot. Dengan begitu, kecepatan kipas angin bisa diatur secara praktis.

6. Hindari Aksesoris Berwarna Gelap

Ketika cuaca panas tengah melanda, copot aksesoris atau dekorasi rumah yang berwarna gelap. Soalnya, benda-benda berwarna gelap dapat menyerap lebih banyak panas daripada yang terang.

Itulah enam tips dekorasi simpel yang membuat rumah terasa lebih sejuk. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Agar Tidak Mudah Berkarat, Begini Cara Tepat Merawat Alat Dapur Stainless Steel


Jakarta

Alat-alat dapur berbahan stainless steel (baja tahan karat) digunakan karena terkenal dengan keawetannya. Ketahanannya terhadap karat dan korosi, membuat alat-alat dapur dengan bahan ini banyak dimiliki karena tidak mudah penyok dan tergores, serta dapat menjadi investasi alat rumah tangga dalam jangka panjang.

Stainless steel tidak reaktif terhadap makanan, termasuk makanan yang mengandung asam tinggi. Sehingga ketika memasak menggunakan alat berbahan ini, juga tidak akan mengubah rasa makanan. Pembersihan alat dengan bahan ini juga sangatlah mudah, mengingat permukaan alatnya yang halus dan tidak berpori.

Di sisi lain, tanpa perawatan yang tepat, peralatan dengan bahan ini tetap bisa mengalami kerusakan. Sekalipun alat tersebut dirancang dengan bahan yang tahan karat. Dilansir dari situs Unified Alloys, berikut beberapa penyebab stainless steel menjadi mudah berkarat.


Penyebab Alat Berbahan Stainless Steel Mudah Berkarat

Stainless steel dapat berkarat apabila lapisan pelindung pada kromium oksida dari korosi mulai rusak atau hilang. Lapisan ini berfungsi sebagai perisai pasif yang mencegah oksidasi logam di bawahnya. Jika lapisan tersebut terganggu, baja tahan karat akan kehilangan perlindungannya dan mulai membentuk karat.

Beberapa faktor yang dapat merusak lapisan pelindung dan menyebabkan karat, antara lain sebagai berikut.

  1. Lingkungan kaya klorida, seperti paparan garam atau bahan pembersih dan sabun cuci dengan bahan tertentu.
  2. Kerusakan fisik, misalnya goresan, penyok, atau benturan dan gesekan dari benda tajam.
  3. Paparan suhu tinggi, seperti saat proses pengelasan pada proses produksi ataupun penggunaan alat dengan suhu panas yang sangat tinggi.
  4. Paparan bahan kimia agresif, yang merusak permukaan logam.
  5. Terkontaminasi besi bebas, yang merupakan akibat proses pemesinan, pembersihan, ataupun penyimpanan yang tidak tepat.
  6. Kekurangan oksigen yang menghambat terbentuknya kembali lapisan pelindung kromium oksida.

Tips Merawat Alat Dapur dengan Bahan Stainless Steel

Berdasarkan penyebab di atas, ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar alat dapur dengan bahan stainless steel tetap awet, bersih, dan tahan karat.

1. Bersihkan Secara Rutin dengan Alat yang Tepat

Membersihkan alat dapur secara rutin sangat penting untuk mencegah penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan karat.

Menurut informasi yang didapatkan melalui situs Unified Alloys, penggunaan kain lembut atau spons non-abrasif dengan air hangat dan sabun cuci piring yang ringan akan lebih efektif dan aman dibandingkan menggunakan sikat kawat atau bahan abrasif lainnya yang bisa merusak lapisan pelindung stainless steel.

2. Keringkan Segera Setelah Dicuci

Setelah mencuci, lakukan pengeringan alat secara rutin dengan menggunakan kain microfiber ataupun kain lembut. Air yang menggenang di dalam alat berbahan stainless steel dapat meningkatkan risiko karat. Dengan ini, pengeringan yang dilakukan dengan segera sangat penting untuk menjaga kondisi alat dapur agar tetap optimal.

3. Gunakan Pembersih Khusus Stainless Steel

Untuk mengembalikan alat dapur agar berkilau, serta menghilangkan noda yang membandel, bisa dengan menggunakan pembersih khusus stainless steel. Produk pembersih khusus yang dibuat ini, dirancang dengan bahan non-klorin agar tidak merusak lapisan pelindung dan memberikan perlindungan tambahan.

4. Lindungi Alat dengan Pelapis Khusus

Selain pembersihan, penggunaan pelapis pelindung seperti Protect Clear juga dapat membantu mencegah noda air dan karat pada permukaan stainless steel. Pelapis pelindung juga akan menjaga tampilan alat dapur agar tetap baru dan meminimalkan kerusakan akibat kelembapan.

5. Hindari Bahan Kimia Keras

Bahan kimia keras seperti pemutih atau pembersih dengan kandungan klorin dapat merusak lapisan pelindung stainless steel. Dilansir dari situs Unified Alloys, menyatakan bahwa dengan menghindari bahan kimia abrasif adalah langkah penting untuk mencegah kerusakan dan menjaga daya tahan stainless steel.

6. Lakukan Perawatan Rutin

Perawatan rutin dan pemeriksaan berkala, dapat membantu untuk mengetahui kerusakan atau goresan pada permukaan stainless steel yang dapat menjadi titik masuk kelembapan. Jika ditemukan goresan atau karat awal, segera lakukan pembersihan dan pelapisan tambahan jika dibutuhkan. Perawatan yang proaktif dapat memperpanjang usia alat dapur berbahan stainless steel.

Itulah penyebab alat dapur berbahan stainless steel mudah berkarat dan cara merawatnya. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Cara Pilih Waktu Terbaik Bangun Rumah Menurut Tradisi Jawa


Jakarta

Dalam tradisi Jawa, proses pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Terdapat anjuran dan pantangan yang dibuat berdasarkan budaya dan spiritual atau kepercayaan masyarakat Jawa.

Salah satu aturan tersebut mengenai cara memilih waktu yang baik jika ingin membangun rumah. Aturan tersebut muncul dari pengalaman orang terdahulu dan diharapkan dapat memberikan kelancaran, keberkahan, serta keharmonisan dalam pengerjaannya.

Dilansir dari detikJateng yang mengutip dari buku Arsitektur Tradisional terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI serta artikel ilmiah berjudul Persepsi Masyarakat Desa Jiwan Terhadap Kalender Jawa dalam Membangun rumah oleh Berti Fitri Permatasari dan Novi Triana Habsari, berikut penjelasannya.


1. Hindari Bangun Rumah Saat Musim Hujan

Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan hujan. Dalam tradisi Jawa, terdapat 12 musim dalam setahun, seperti Kasa, Karo, Ketiga, hingga Kasada. Namun, 12 musim tersebut dibagi dalam dua kategori besar, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.

Musim hujan terjadi pada musim Kapitu, Kawolu, dan Kasanga. Umumnya pada tiga musim tersebut curah hujan sedang tinggi sehingga bisa menghambat proses pembangunan dan berisiko mengancam keselamatan tukang maupun penghuni awal rumah, serta bisa mengakibatkan rumah bahan bangunan rusak.

Selain ketiga musim tadi, tradisi Jawa disebut menghindari musim Kalima karena dianggap masa peralihan yang cuacanya masih tidak menentu sehingga masih kurang ideal untuk membangun rumah.

2. Cari Hari Baik untuk Bangun Rumah

Selain musim, hari pembangunan pun harus diperhitungkan. Ada beberapa hari yang sebaiknya dihindari, ada juga hari yang baik.

Uniknya, penentuan waktu ini berdasarkan hitungan hari lahir dan pasaran orang yang akan menempati rumah. Dalam tradisi Jawa, cara ini punya nilai khusus dan disebut dengan neptu. Sebagai contoh hari Ahad nilainya 5, Senin 4, dan seterusnya. Pasaran seperti Pahing, Kliwon, Legi juga punya nilai sendiri. Jumlah dari nilai hari dan pasaran ini kemudian dihitung untuk menentukan hari yang tepat dalam pembangunan.

Setelah didapatkan total neptu, angka ini akan dihitung lagi menggunakan rumus Panca Suda, yaitu sistem pembagian lima jenis bagian rumah berdasarkan urutan pembangunan. Hasil dari perhitungan ini akan menjadi panduan untuk membangun rumah berdasarkan ruangan, begini pembagiannya.

Sri: untuk membangun lumbung padi

Werdi: untuk kandang atau gandhok

Naga: untuk dapur atau pawon

Kencana (emas): untuk rumah utama (omah jero)

Salaka (perak): untuk bagian depan seperti pendhapa

Sebagai contoh seseorang ingin membangun bagian utama rumah, yang disebut ‘omah jero’, maka harinya harus menghasilkan sisa Kencana (yaitu angka 4) setelah dihitung. Misalnya memilih hari Ahad Pahing (Ahad = 5, Pahing = 9), maka totalnya 14. Angka ini dikurangi dua kali jumlah unsur Panca Suda (2 x 5 = 10), sisa 4. Karena sisa 4 berarti Kencana, maka hari itu dianggap cocok untuk membangun rumah utama.

Contoh lain, kalau ingin membangun lumbung padi, perlu mencari hari yang hasil akhirnya jatuh pada Sri, misalnya Selasa Kliwon (Selasa = 3, Kliwon = 8, total 11). Setelah dikurangi 10, sisa 1, yang berarti Sri. Maka hari itu cocok untuk mendirikan lumbung.

Aturan ini berlaku untuk semua bagian rumah. Pemilik rumah perlu menghitung masing-masing ruangan kemudian, menyusun jadwal pembangunannya. Cara pemilihan hari ini dipercaya dapat membawa berkah dan ketenteraman bagi penghuninya.

Itulah cara menentukan waktu yang tepat untuk membangun rumah berdasarkan tradisi Jawa, semoga membantu.

Artikel ini sudah tayang di detikJateng

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

8 Cara Rawat Tanaman Hias Agar Tetap Subur Saat Musim Hujan


Jakarta

Sejumlah wilayah di Tanah Air telah dilanda hujan selama beberapa pekan terakhir. Jika memiliki tanaman hias di rumah, sebaiknya lakukan perawatan ekstra karena hujan kerap menjadi masalah bagi tumbuhan.

Perlu diketahui, tanaman hias bisa mati jika terkena air hujan terus-menerus. Sebab, akar tanaman akan membusuk akibat kekurangan oksigen dan bisa memicu masalah penyakit jamur dan merusak batang.

Maka dari itu, penting untuk merawat tanaman hias di rumah dengan tepat selama musim hujan. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Merawat Tanaman Hias Saat Musim Hujan

Merawat tanaman hias ketika musim hujan tidak bisa sembarangan. Dilansir situs Root Bridges dan Proven Winners, Selasa (18/11/2025), berikut sejumlah tips merawat tanaman selama musim hujan.

1. Hindari Genangan Air

Langkah yang pertama adalah menghindari genangan air karena bisa menyebabkan hilangnya nutrisi tanah dan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman. Agar tanaman tidak cepat mati saat musim hujan, pastikan pot tanaman memiliki sistem drainase yang baik agar air bisa mengalir ke luar.

2. Letakkan Tanaman di Tempat Kering

Saat musim hujan, sebaiknya tanaman hias dipindahkan ke tempat yang kering agar tidak terkena air hujan. Bisa juga menutupnya dengan plastik berlubang yang tembus cahaya agar tanaman tetap mendapatkan kelembapan yang dibutuhkan.

3. Siapkan Cahaya Tambahan

Selama musim hujan, tanaman terkadang tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh. Maka dari itu, siapkan sumber cahaya buatan untuk mengatasi kekurangan cahaya, misalnya menggunakan lampu.

4. Pangkas Tanaman Secara Rutin

Pangkas tanaman secara teratur menggunakan alat yang tepat, terutama ketika musim hujan karena tunas baru akan tumbuh lebih cepat. Namun, pastikan memberikan ruang yang cukup bagi pertumbuhan tersebut. Pemangkasan ini juga membantu menghindari pertumbuhan tanaman yang tidak diinginkan.

5. Ikat Tanaman Agar Kuat

Ketika musim hujan, terutama diiringi dengan angin kencang, terkadang tanaman hias di rumah bisa jatuh atau rusak akibat dihantam angin. Sebagai pencegahan, tanaman bisa diikat pada sebatang kayu agar tetap kokoh. Langkah ini sangat penting untuk tanaman yang masih muda dan pertumbuhannya lambat.

6. Manfaatkan Pupuk dan Cacing Tanah

Manfaatkan cacing tanah dan pupuk organik agar tanaman tetap subur selama musim hujan. Pupuk organik bermanfaat untuk memberikan nutrisi bagi tanaman agar tetap sehat.

7. Cegah Erosi Tanah

Demi mencegah terjadi erosi tanah, buat penghalang di sekitar tanaman selama musim hujan. Pastikan penghalang ini kokoh dan tidak menimbulkan genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

8. Periksa Tanaman Secara Berkala

Selama musim hujan, detikers perlu mengecek tanaman hias di rumah secara berkala. Biasanya, ada beberapa daun yang gugur atau batang patah sehingga harus dibuang segera.

Itulah delapan tips merawat tanaman hias agar tetap tumbuh subur saat musim hujan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/dhw)



Sumber : www.detik.com