Tag: how stuff works

  • Keran Air Berkerak Susah Dibersihkan? Begini Cara Ampuh biar Kinclong Lagi



    Jakarta

    Keran air yang jarang dibersihkan bisa muncul kerak berupa bercak-bercak putih. Meski sering terkena air dan sabun, ternyata keran air tetap bisa kotor sampai berkerak, lho.

    Noda itu membuat keran air tampak kotor dan kusam. Hal ini dapat merusak estetika kamar mandi.

    Oleh karena itu, penghuni rumah harus rajin membersihkan keran air. Apalagi kalau sudah muncul kerak, penghuni perlu bekerja ekstra buat membersihkan noda membandel itu.


    Ada beberapa cara mudah untuk membersihkan keran air berkerak. Namun, sebelum itu ketahui dulu penyebabnya.

    Penyebab Keran Air Berkerak

    Dikutip dari SFGATE, kerak atau noda putih pada keran adalah sisa air sadah yang mengandung banyak mineral, seperti kalsium dan magnesium. Air sadah tidak berbahaya, tetapi berisiko menimbulkan efek samping pada kulit sensitif. Cara mengatasinya dengan menggunakan filter pada keran air.

    Selain itu, kerak bisa terbentuk dari sisa sabun atau sampo yang tidak langsung dibersihkan pada keran air. Sabun dan sampo mengandung bahan kimia dan mineral, sehingga dapat meninggalkan noda ketika mengering. Oleh karena itu, sebaiknya mengelap keran air setelah digunakan agar selalu kering.

    Cara Bersihkan Kerak pada Keran Air

    Inilah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kerak pada keran air.

    1. Pemutih dan Air Panas

    Keran air berkerak bisa dibersihkan menggunakan pemutih. Sebagai catatan, penghuni wajib memakai sarung tangan lateks dan baju lengan panjang agar cairan tidak mengenai kulit. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Campur pemutih dan air panas dengan perbandingan 1:4 ke dalam wadah.
    • Lalu, oleskan cairan tersebut ke keran yang berkerak secara menyeluruh.
    • Bilas keran dengan air panas dan diamkan beberapa saat hingga mencapai suhu ruangan.
    • Setelah itu, keringkan keran menggunakan kain lap.

    2. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Selain itu, penghuni juga bisa memanfaatkan cuka dan sabun cuci piring untuk membasmi kerak di keran air. Sifat asam pada cuka disebut ampuh untuk menghilangkan endapan kalsium yang menempel di keran. Berikut cara pakainya:

    • Teteskan 3-4 sendok teh cuka dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah.
    • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata.
    • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 1 jam.
    • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat.
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    3. Baking Soda dan Sabun Cuci Piring

    Noda putih pada keran air bisa dibersihkan pakai baking soda dan sabun cuci piring. Kombinasi kedua bahan ini diklaim ampuh untuk membersihkan kerak yang sulit dihilangkan. Berikut cara penggunaannya:

    • Campur 2-3 sendok makan baking soda dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah.
    • Aduk kedua bahan hingga tercampur rata.
    • Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 20-30 menit.
    • Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat.
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    4. Air Lemon

    Kerak juga bisa terangkat dengan menggunakan air lemon. Kandungan asam nitrat dan anti bakteri pada lemon ternyata efektif untuk membersihkan noda yang menempel.

    Dikutip dari How Stuff Works, berikut cara pakai air lemon untuk membersihkan kerak:

    • Peras 3-4 buah jeruk lemon atau gunakan air lemon asli yang dijual di pasaran.
    • Tuang air lemon ke keran secara menyeluruh.
    • Gosok keran menggunakan sikat hingga semua kerak terangkat.
    • Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    Itulah cara membersihkan kerak yang menempel pada keran air. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Tempati Ruangan yang Habis Dicat, Bisa Bahaya!


    Jakarta

    Saat mengecat dinding, setiap prosesnya memerlukan waktu, mulai dari menunggu lapisan mengering hingga baunya benar-benar hilang.

    Beberapa orang mungkin bisa menunggu lapisan cat mengering. Sebab, hanya membutuhkan waktu tunggu 1-2 jam hingga harus dicat kembali dengan lapisan baru. Namun, untuk menunggu bau cat benar-benar hilang, beberapa orang memilih untuk menyampingkan perihal tersebut.

    Ada yang beralasan ruangan tersebut perlu segera dipakai karena tidak ada ruangan pengganti. Ada pula yang menganggap peringatan tersebut tidak berbahaya karena akibatnya tidak terasa langsung.


    Senyawa Berbahaya pada Cat Dinding

    Dilansir How Stuff Works, VOC (Volatile organic compounds) merupakan senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.

    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti pusing, sesak napas, mata, hidung, atau tenggorokan perih, dan mual. Sementara untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal. Dampak yang ditimbulkan pada tubuh seseorang tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

    Lama Ruangan Harus Dibiarkan Kosong Setelah Pengecatan

    Menurut kontraktor Wildan ruangan yang baru saja dicat sebaiknya ditinggalkan selama 2-3 hari. Kondisi ruangan tersebut sebaiknya dibuka atau minimal memiliki ventilasi agar uap tersebut bisa keluar, bukan terperangkap di dalam ruangan.

    “Biasanya 2-3 hari bau catnya sudah hilang. Amannya semingguan,” ujarnya kepada detikcom, Rabu, (9/7/2025).

    Ketika proses pengecatan agar tidak terasa pusing, ruangan tersebut harus memiliki ventilasi atau setidaknya terdapat kipas angin agar udara di dalam ruangan tersebut bergerak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Keran Air Berkerak? Ini 4 Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Adanya kerak air pada keran bukan lah hal baru. Permasalahan ini sering ditemukan di setiap rumah.

    Meski tidak berbahaya, kerak air pada keran bisa membuat tampilan tak enak dipandang. Tenang aja, permasalahan ini masih bisa diatasi kok!

    Sebelum membahas cara menghilangkan noda kerak air, ketahui dulu yuk penyebabnya.


    Penyebab Ada Kerak Air pada Keran

    Dilansir dari SFGate, kerak atau noda putih pada keran biasanya ada karena sisa air sadah yang mengandung banyak mineral seperti kalsium dan magnesium. Selain itu, kerak juga bisa terbentuk dari sisa sabun atau sampo yang tidak langsung dibersihkan pada keran air. Sabun dan sampo mengandung bahan kimia dan mineral sehingga dapat meninggalkan noda ketika mengering.

    Dilansir dari Real Simple, salah satu cara efektif untuk mencegah terbentuknya kerak air adalah mengelap keran setiap usai digunakan atau sesering mungkin.

    “Ini akan mencegah mineral mengering di permukaan sejak awal dan menyebabkan penumpukan,” kata ahli kebersihan di CottageCare Scott Schrader, dikutip dari Real Simple, Kamis (7/8/2025).

    Cara Membersihkan Kerak Air

    1. Pakai Cuka

    Kalau mau membersihkan endapan kalsium dan kapur yang ada di air sadah, bisa dengan cuka. Caranya dengan menyemprotkan campuran cuka putih dan air dengan perbandingan 1:1. Selanjutnya diamkan selama 2-3 menit lalu bersihkan.

    Taylor Riley, partner di AMR US Commercial Cleaning, merekomendasikan penyemprotan campuran ini seminggu sekali.

    “Campuran ini melarutkan penumpukan mineral sebelum sempat menggores atau menodai permukaan,” kata Riley, dilansir dari Real Simple.

    2. Pakai Baking Soda dan Sabun Cuci Piring

    Noda putih pada keran air bisa dibersihkan pakai baking soda dan sabun cuci piring. Kombinasi kedua bahan ini diklaim ampuh untuk membersihkan kerak yang sulit dihilangkan. Berikut cara penggunaannya:

    – Campur 2-3 sendok makan baking soda dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah.
    – Aduk kedua bahan hingga tercampur rata.
    – Setelah itu, oleskan ke keran yang berkerak secara menyeluruh dan diamkan selama 20-30 menit.
    – Gosok dengan sikat secara perlahan sampai seluruh kerak terangkat.
    – Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    3. Pemutih dan Air Panas

    Keran air berkerak bisa dibersihkan menggunakan pemutih. Sebagai catatan, penghuni rumah wajib memakai sarung tangan lateks dan baju lengan panjang agar cairan tidak mengenai kulit. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    – Campur pemutih dan air panas dengan perbandingan 1:4 ke dalam wadah.
    – Lalu, oleskan cairan tersebut ke keran yang berkerak secara menyeluruh.
    – Bilas keran dengan air panas dan diamkan beberapa saat hingga mencapai suhu ruangan.
    – Setelah itu, keringkan keran menggunakan kain lap.

    4. Air Lemon

    Kerak juga bisa terangkat dengan menggunakan air lemon. Kandungan asam nitrat dan anti bakteri pada lemon disebut efektif untuk membersihkan noda yang menempel. Dikutip dari How Stuff Works, berikut cara pakai air lemon untuk membersihkan kerak:

    – Peras 3-4 buah jeruk lemon atau gunakan air lemon asli yang dijual di pasaran.
    – Tuang air lemon ke keran secara menyeluruh.
    – Gosok keran menggunakan sikat hingga semua kerak terangkat.
    – Terakhir, bilas dengan air agar tidak ada sisa kerak dan keringkan menggunakan kain lap.

    Itulah penyebab dan cara menghilangkan kerak air pada keran.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Cat Dinding Baunya Menyengat? Ini Alasannya



    Jakarta

    Bau cat dinding yang baru diaplikasikan ke dinding cukup kuat dan tajam. Bagi yang tidak biasa dengan itu pasti akan mudah merasa tidak nyaman, mual, hingga pusing.

    Dilansir laman House Beautiful bau tersebut berasal dari aktivitas VOC (volatile organic compounds), yakni bahan kimia yang menguap dari cat ke udara. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap. Semakin rendah persentase VOC, semakin kecil kemungkinan cat mengeluarkan bau menyengat.

    Dilansir dari How Stuff Works, fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan membantu dinding lebih cepat kering.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC tersebut bisa memicu efek samping pada kesehatan, baik jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti pusing, sesak napas, merasakan perih pada mata, hidung, dan tenggorokan, hingga mual. Sementara, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, dan ginjal. Dampak tersebut tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu.

    Kontraktor Wildan mengingatkan ruangan yang baru saja dicat sebaiknya tidak langsung ditempati. Ruangan tersebut lebih baik dibiarkan terbuka tanpa ada barang atau penghuni di dalamnya selama 2-3 hari. Dengan begitu, pemilik rumah bisa memberikan waktu untuk VOC tersebut aktif dan tidak berefek pada siapa pun.

    Apabila tidak bisa dalam keadaan terbuka, minimal di ruangan tersebut terdapat ventilasi yang cukup untuk udara segar masuk dan keluar.

    “Biasanya 2-3 hari bau catnya sudah hilang. Amannya semingguan,” ujarnya kepada detikcom, Rabu, (9/7/2025).

    Di sisi lain, bagi yang masih harus bolak-balik mengecat, sebaiknya gunakan masker khusus atau masker biasa untuk menyaring udara yang terhirup. Sesekali keluar dari ruangan tersebut dan menghirup udara segar. Jangan lupa untuk selalu minum air putih dan beristirahat agar tidak merasa pusing dan mual.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com