Tag: hujan

  • Dinding Berjamur karena Musim Hujan, Begini Cara Atasinya


    Jakarta

    Musim hujan membuat kelembapan udara meningkat. Hal ini bisa memicu pertumbuhan jamur di rumah. Salah satu bagian rumah yang rentan ditumbuhi jamur adalah dinding.

    Jamur bisa tumbuh di permukaan dinding apapun, baik kayu maupun batu bata. Jika ditumbuhi jamur, dinding akan berwarna hitam, hijau, atau putih. Tumbuhnya jamur di dinding tak hanya merusak estetika rumah, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Bagaimana Jamur Bisa Tumbuh di Dinding Rumah?

    Jamur menghasilkan spora yang menyebar dengan cara melayang di udara. Melansir Medical News Today, Kamis (7/12/2023), spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke dalam rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang.


    Kelembapan udara yang tinggi mendukung pertumbuhan jamur. Kebocoran pada dinding atau banjir bisa memicu pertumbuhan jamur pada dinding rumah. Jamur bisa tumbuh dengan baik di permukaan dinding, baik dari kayu maupun batu bata.

    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Melansir The Spruce, Kamis (7/12/2023), berikut cara membersihkan jamur dari dinding rumah.

    Siapkan Alat dan Bahan untuk Membersihkan Jamur

    Ada sejumlah alat dan bahan yang perlu kamu gunakan untuk membersihkan jamur dari dinding rumah. Alat dan bahan tersebut adalah sebagai berikut.

    • Sarung tangan pelindung
    • Kacamata pelindung
    • Masker wajah pelindung
    • Tangga
    • Ember plastik
    • Spons
    • Kain mikrofiber
    • Cangkir takar
    • Botol semprot
    • Sikat berbulu lembut
    • Pemutih klorin
    • Cairan pencuci piring
    • Hidrogen peroksida
    • Cuka putih murni

    Campurkan Larutan Pembersih Jamur

    Dalam ember plastik, campurkan satu bagian cairan pencuci piring, 10 bagian pemutih klorin, dan 20 bagian air. Untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur.

    Perlu diingat, pemutih klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Namun, jika pertumbuhan jamurnya kecil, kamu bisa menggunakan cuka putih murni atau hidrogen peroksida untuk membunuh spora.

    Gunakan Cuka Putih Murni atau Hidrogen Peroksida

    Cuka putih murni cukup asam untuk secara perlahan merusak struktur jamur dan membunuhnya. Semprotkan jamur dengan cuka putih murni 100%, lap jamur dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering. Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih rumah tangga.

    Hidrogen peroksida akan membunuh jamur dan memudarkan noda, tetapi bekerja lebih lambat daripada pemutih klorin dan mungkin memerlukan beberapa kali pengaplikasian. Semprotkan jamur dengan hidrogen peroksida , lap area dengan spons, dan biarkan dinding mengering.

    Lindungi Diri Anda

    Saat membersihkan jamur, kenakan pakaian lama yang tidak masalah jika terkena percikan pemutih dan bisa dicuci dengan air panas untuk menghilangkan spora jamur yang mungkin tersebar ke permukaan. Pakailah masker wajah (disarankan N-95), kacamata pelindung, dan sarung tangan.

    Tingkatkan Ventilasi di Ruangan

    Untuk meningkatkan ventilasi selama proses pembersihan, buka jendela atau tambahkan kipas angin. Jika kamu membersihkan dinding kamar mandi, nyalakan kipas ventilasi kamar mandi dan gunakan kipas ekstraksi di dapur.

    Terapkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa diaplikasikan dengan botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu. Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit, gunakan tangga yang kokoh.

    Biarkan Dinding Mengering

    Jangan menghapus larutan pembersih. Biarkan dinding mengering dengan sendirinya.

    Periksa Noda yang Tersisa

    Setelah dinding benar-benar kering, periksa area tersebut untuk melihat apakah ada noda gelap yang tersisa. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    Demikianlah cara membersihkan jamur dari dinding rumah. Dengan mengikuti cara ini, kamu bisa membersihkan jamur dari dinding rumah dengan aman dan efektif. Lakukan langkah-langkah ini secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rumahmu. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Praktis Mengenali Ciri Genting Bocor Tanpa Perlu Memanjat Atap



    Jakarta

    Musim penghujan yang sudah mulai mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia bikin para pemilik rumah was-was.

    “Jangan-jangan ada genting yang bocor”

    Mungkin banyak di antara detikers yang punya kekhawatiran serupa.


    Cara untuk memastikannya tentu dengan mengeceknya secara langsung. Tapi buat kamu yang takut ketinggian, mengecek genteng nggak selalu harus memanjat dinding untuk naik ke atap.

    Ada sejumlah tanda genteng bocor yang bisa dikenali tanpa harus memanjat atap.

    Mengutip dari angi.com, berikut 7 tanda-tanda atap bocor

    Tanda Atap Rumah Bocor

    Noda rembesan air pada tembok dan atap

    Jika kamu melihat noda berwarna kuning kecoklatan pada langit-langit dan sekitar tembok, maka itu merupakan tanda atap kamu bocor. Titik air rembesan dapat berasal bagian tengah pada ruangan tetapi juga bisa di sekitar tembok.

    Jika air rembesan sudah mencapai tembok dan atap-atap maka secepatnya untuk lakukan perbaikan untuk mencegah masalah lanjutan seperti kerusakan atap, bingkai yang membusuk hingga tumbuh jamur.

    Tumbuh jamur pada dinding luar

    Jika kamu melihat jamur tumbuh pada dinding luar maka kemungkinan atap kamu bocor. Gunakan meteran untuk mengukur seberapa jauh titik jamur dari sudut atau pintu. Lalu,Ukur dengan jarak yang sama di bagian luar tembok untuk mencari penyebabnya. Jika talang air miring ke arah rumah atau saluran pembuangan air mengalir di dekat dinding, kemungkinan besar itu adalah akar masalahnya.

    Kebocoran

    Tanda berikutnya jika kamu mendengar suara rintikan air jatuh maka kemungkinan atap kamu bocor. Meskipun kebocorannya kecil, kamu tetap harus memeriksanya untuk memastikan kebocorannya tidak bertambah parah.

    Genteng Retak, Rusak, atau Hilang

    Jika genteng kamu rusak, air bisa masuk ke rumah Anda. Jika kamu melihat ada genteng yang hilang atau rusak di atap kamu , pastikan kamu memperbaiki atau menggantinya secepat mungkin untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Flashing Rusak atau Hilang

    Flashing merupakan material bangunan yang berfungsi untuk melindungi rumah dari kebocoran. Jika kamu menyadari flashing rusak atau hilang di sekitar tepi ventilasi, atap, atau cerobong asap, air bisa bocor ke dalam rumah kamu. Kerusakan pada flashing biasanya terjadi karena badai dan angin kencang. kamu dapat mengganti bagian tertentu pada atap kamu tanpa harus mengganti seluruh bagian atap.

    Genangan air

    Jika kamu melihat genangan air di atas atap kamu disarankan untuk memanggil ahli untuk memperbaiki. Buat kamu yang atapnya rata berpotensial munculnya genangan air. Waspadai kebocoran dengan melihat ke dalam rumah kamu di dekat lokasi genangan air. Perhatikan baik-baik area yang berpotensi bermasalah, karena kebocoran mungkin bisa saja nggak terjadi tepat di bawah genangan air.

    Pipa ventilasi rusak

    Jika ventilasi pipa kamu rusak atau membusuk, air dapat mengalir ke bagian luar pipa dan masuk ke dalam rumah Anda. Segera ganti pipa vent jika rusak untuk menghindarinya kerusakan lanjutan.

    Begini cara mengatasi atap rumah bocor

    1. Cari lokasi atap yang bocor
    2. Cek kerusakan pada pipa vent
    3. Ganti genteng
    4. Singkirkan lapisan atap yang lama
    5. Pasang dek atap yang baru

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! 6 Cara Mencegah Air Hujan Masuk Rumah Lewat Celah Pintu



    Jakarta

    Saat hujan deras, terkadang air hujan bisa masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Hal ini tentu merepotkan penghuni rumah karena harus membersihkannya.

    Apabila air masuk ke dalam rumah, bisa-bisa perabotan rumah rusak karena tergenang air. Tak hanya itu, dinding juga bisa rusak karena bekas air yang masuk ke dalam rumah.

    Buat kamu yang tinggal di daerah rawan banjir bisa simak tips berikut ini untuk mencegah air masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Dilansir dari Emporio Architect, Sabtu (6/1/2024), berikut ini tipsnya.


    1. Sisipkan Kain pada Celah Jendela dan Pintu

    Tips pertama yang bisa dilakukan oleh kamu adalah dengan menyisipkan kain pada celah jendela dan pintu. Dengan begitu, air hujan pun akan terserap oleh kain sebelum masuk ke dalam rumah. Walaupun cara ini kurang optimal, namun mudah untuk dilakukan.

    2. Pakai Sealer untuk Menutup Celah Pintu

    Cara lain untuk mencegah air hujan masuk ke dalam rumah adalah dengan memakai sealer di celah pintu. Sealer bisa ditempelkan di bagian bawah pintu untuk menutupi celah pintu. Dengan begitu, bukan hanya air hujan saja yang tidak bisa masuk, tetapi serangga hingga debu juga tidak bisa masuk rumah.

    3. Tempatkan Triplek di Pintu Untuk Menghalau Air

    Tips lain yang cukup sederhana, kamu dapat menempatkan triplek di pintu untuk menghalau air. Bila ingin lebih kuat lagi, misalnya untuk menghalau banjir, kamu bisa memberi penahan seperti besi di bagian kiri-kanan triplek yang disekrup ke kusen pintu. Sementara itu, celah-celahnya bisa diisi atau ditutup dengan lelehan lilin malam atau karet agar air tidak merembes masuk ke dalam rumah.

    4. Pakai Kerai Bambu

    Saat hujan lebat apalagi disertai dengan angin, terkadang bisa membuat air masuk ke dalam rumah. Untuk mengatasinya, kamu bisa memasang kerai bambu untuk menghalau air masuk ke dalam rumah melalui celah pintu.

    5. Meninggikan Lantai

    Jika rumah kamu punya ketinggian lebih rendah dari jalan utama, bukan tidak mungkin rumah jadi sering kebanjiran atau kemasukan air saat hujan. Nah, kamu bisa coba menghalangi jalannya air agar tidak masuk ke dalam rumah melalui celah pintu dengan mengeruk tanah atau meninggikan lantai di depan pagar atau di depan pintu.

    Dengan mengeruk tanah dan menempatkannya di depan rumah, tanah jadi berfungsi sebagai tanggul karung pasir yang memblokir dan menyerap air hujan. Dengan begitu, air tidak masuk ke dalam rumah. Selain itu, kamu juga bisa meninggikan lantai di depan pintu agar air tidak bisa masuk ke dalam rumah melalui celah-celahnya.

    6. Pasang Floodgate pada Pagar atau Pintu Rumah

    Kalau kamu memiliki budget lebih dan ingin mencegah air masuk ke dalam rumah, kamu bisa memasang floodgate di pagar atau pintu rumah. Awalnya, gerbang jenis ini dipasang di tanggul atau sungai, namun dimodifikasi agar bisa digunakan pada tiap gerbang atau pintu rumah untuk mencegah air masuk ke dalam. Nah, pagar jenis ini cocok untuk rumah kamu yang rawan banjir.

    Itulah beberapa cara untuk menghalau air hujan masuk ke dalam rumah melalui celah pintu. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Harus Kamu Lakukan Cegah Rumah Bocor di Musim Hujan



    Jakarta – Saat ini hujan turun hampir setiap hari. Ketika hujan lebat melanda, acapkali kita was-was ada bagian rumah yang bocor.

    Duh! Kalau rumah bocor pasti ribet bersihinnya. Gimana ya caranya cegah rumah bocor saat hujan turun?

    Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengatasi rumah bocor.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Dinding Lembap Bikin Struktur Rumah Rusak, Ini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Ketika musim hujan, masalah umum yang sering terjadi adalah dinding lembap. Dinding lembap dapat mengakibatkan kerusakan seperti cat terkelupas, rembesan, kerusakan struktur rumah serta suasana rumah jadi dingin.

    Nah, sebelum mengatasi dinding lembap, ada baiknya kamu tahu penyebab dinding rumah bisa lembap. Mengutip dari Livspace, Rabu (31/1/2024), berikut pembahasannya.

    Penyebab Dinding Bisa Lembap

    Ada beberapa hal yang menyebabkan dinding menjadi lembap. Berikut penyebab umumnya.


    Kelembapan dari tanah dapat naik ke atas permukaan tanah dan merusak dinding

    Percikan air hujan dapat mengakibatkan bocor dari dinding sehingga menimbulkan rembesan Atap yang miring dapat menampung air yang dapat meresap ke dalam rumah dan menyebabkan retakan

    Pipa drainase yang tersumbat dapat menampung air dan menyebabkan dinding menjadi lembap

    Bahan Dinding berkualitas rendah yang digunakan dalam konstruksi

    Pipa talang air yang bocor

    Terdapat kebocoran atap

    Cara Mencegah Dinding Lembap

    Ada beberapa cara mencegah dinding lembap yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, berikut di antaranya.

    1. Periksa Retakan pada Dinding

    Tanpa kamu sadari, dinding rumah bisa saja terdapat retakan. Retakan ini biasanya mulai muncul di dekat kusen pintu dan jendela. Retakan memungkinkan kelembapan masuk ke dalam struktur bangunan rumah dan menyebabkan bercak lembap dan rembesan di dinding.

    Oleh karena itu, salah satu solusi terbaik adalah dengan mengisinya dengan dempul. Setelah celah dan retakan terisi, semua plester yang lepas harus dihilangkan lalu dinding perlu dicat ulang dengan cat tahan air. Pastikan kamu melakukan ini sebelum musim hujan dimulai.

    2. Buat Dinding dan Atap rumah jadi Tahan Air

    Terdapat banyak cat eksterior di pasaran yang digunakan pada bangunan bersifat permeabel dan memungkinkan air meresap ke dalam dinding bagian dalam.

    Untuk mencegah rembesan air pada dinding, lapisan kedap air eksterior dapat diaplikasikan pada dinding luar. Lapisan kedap air akan menjadi lapisan pelindung, mencegah hujan dan kelembapan, sehingga mencegah dinding menjadi lembap.

    Membuat atap tahan air juga dapat membantu kamu mengatasi kelembapan pada dinding bagian dalam. Atap rumah terkena kondisi cuaca buruk dan air dapat dengan mudah menumpuk di permukaan, mengakibatkan kebocoran dan tambalan lembap. Atap idealnya memiliki lapisan kedap air yang berfungsi sebagai penutup dan mencegah rembesan air.

    Dampak Kelembapan pada Dinding Rumah

    Kelembapan pada dinding dapat mempengaruhi kondisi bagian dalam rumah sebagai berikut.

    1. Rusaknya Struktur Rumah

    Kelembapan pada dinding yang tidak ditangani dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hancurnya struktur rumah. Hal ini dapat menyebabkan pembusukan bahan bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen. Kehadiran air yang konstan dapat menyebabkan tumbuhnya jamur di dinding dan selanjutnya menimbulkan korosi.

    2. Kayu Membusuk

    Kelembapan pada dinding juga dapat menyebabkan pembusukan pada kayu. Jamur mulai tumbuh pada kayu, merusaknya dari dalam, sehingga mengakibatkan kayu retak dan menjadi bubuk. Hal ini mungkin terjadi pada rumah yang berventilasi buruk.

    3. Cat Dinding Terkelupas

    Saat bagian dalam dinding sudah lembap, kamu akan melihat bercak muncul di sana. Pada tahap selanjutnya, kamu mungkin juga melihat cat akan mulai terkelupas. Selain mempengaruhi hasil akhir cat, kelembapan juga dapat menyebabkan bau tidak sedap yang dapat menimbulkan masalah kesehatan.

    Demikian penyebab dinding lembap dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlena Hujan, Kemarau Kali Ini Diramal Lebih Kering! Siapkan ‘Tabungan’ Air



    Jakarta

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau di banyak wilayah Indonesia mundur menjadi Juli hingga Agustus 2024. Sejumlah wilayah pun tampak akan mengalami kemarau di bawah normal, yakni curah hujan lebih sedikit dibandingkan wilayah lainnya.

    Situasi ini berisiko menimbulkan kekeringan lebih tinggi dan cuaca lebih panas. Untuk itu, BMKG meminta masyarakat agar mengantisipasi kemungkinan musim kemarau yang lebih kering dari biasanya.

    Ketika kekeringan terjadi, solusi utama memperoleh air adalah memperdalam sumur. Namun, hal tersebut hanya menjadi solusi jangka pendek karena suatu ketika air akan habis tanpa adanya pasokan air hujan.


    Oleh karena itu, sebaiknya menabung air di dalam tanah ketika musim hujan sebagai persiapan menghadapi musim kemarau. Berikut ini tips menyiapkan tabungan air sebagai solusi mencegahnya kekeringan.

    Siapkan Lahan Resapan Air

    Untuk menabung air di dalam tanah, sebisa mungkin air hujan yang terserap oleh tanah. Memaksimalkan air hujan yang jatuh masuk ke tanah dengan tidak menutup rumah seluruhnya dengan tegel atau beton.

    Sediakan sisa lahan atau ruang terbuka untuk air hujan meresap ke tanah. Hal tersebut dapat dilakukan secara alami dengan tanah terbuka yang ditanami rumput sebagian.

    Selain itu, membuat sumur resapan mampu meresap air lebih maksimal ke dalam tanah. Lalu, bisa juga dengan membuat kolam-kolam kecil, cekungan kecil agar air hujan tertampung seperti biopori supaya membantu tanah meresap lebih banyak air.

    Pasang Talang Air

    Apabila memiliki lahan terbatas yang mengharuskan menutup lahan dengan tegel atau beton, maka talang yang langsung dihubungkan ke tanah dapat menjadi solusi. Langkah ini merupakan alternatif bila tidak ada lahan yang cukup untuk dibuka sebagai tempat resapan air.

    Jangan sampai semua air hujan yang jatuh malah mengalir ke got daripada meresap ke dalam tanah. Dengan talang air, air hujan nantinya disalurkan lewat talang agar langsung masuk sumur resapan, sehingga resapan air ke tanah lebih optimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Lebih Baik Ketimbang Air Keran


    Jakarta

    Menyiram tanaman dengan air sangat penting agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain jumlah dan intensitas yang tepat, ternyata jenis air yang digunakan juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman lho.

    Melansir dari Spectrum News 1, Selasa (30/4/2024) air hujan adalah opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Sebab, hujan mempunyai manfaat yang tidak dapat diberikan oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Kalau pengin pekarangan tumbuh subur dan indah, maka air hujan sangat diperlukan! Biasanya pekarangan rumah yang baru disiram hujan yang lebat tampak lebih segar, bukan?


    Nah, berikut ini alasan menyiram tanaman lebih baik dengan air hujan daripada air keran.

    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Menyiram Tanaman?

    Alasan utama air hujan bagus untuk tanaman antara lain senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Ada nitrogen yang terkandung dalam air hujan yang baik untuk tanaman.

    Air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur. Lalu, karbon dioksida juga terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Sementara air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Kemudian, hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata, sehingga tidak ada bagian pekarangan yang tertinggal. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Kalau cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Selain itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Salah satu indikasinya bisa dengan mengecek kelembapan tanah menggunakan jari.

    Demikian penjelasan tentang menyiram tanaman dengan air hujan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Untung Rugi Atap Genteng Sesuai Materialnya, Mana yang Paling Bagus?


    Jakarta

    Atap genteng berfungsi untuk melindungi penghuni rumah dari kondisi cuaca, mulai dari panasnya sinar matahari hingga hujan deras. Atap ini bisa terbuat dari berbagai jenis material genteng sesuai kebutuhan dan kemampuan pemiliknya.

    Namun, jangan sembarangan pilih material genteng karena setiap jenis mempunyai karakteristiknya masing-masing.

    Lantas, ada apa saja jenis atap genteng yang bisa kita gunakan? Apa kelebihan dan kekurangannya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyebutkan ada beberapa tipe material genteng, di antaranya beton, keramik, tanah liat, dan metal. Setiap jenis genteng mempunyai berat, massa jenis, karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing.

    Jenis-jenis Material Genteng

    1. Genteng Tanah Liat Berkeramik

    Menurut Panggah, genteng keramik memiliki material terbaik sebagai atap rumah. Berbeda dari genteng tanah liat pada umumnya, bahan ini mempunyai lapisan mengkilap. Genteng ini tergolong premium, sehingga biasa digunakan pada rumah-rumah mewah.

    “Populer di Indonesia itu cocoknya adalah genteng tanah liat yang keramik. Tanah liat dan keramik ini mempunyai karakteristik pembuatan dari tanah liat dibentuk dan di-oven, jadi kadar airnya nol,” kata Panggah kepada detikcom, Kamis (5/7/2024).

    Kelebihan:

    • Tampilan glossy yang estetik
    • Berbahan solid yang mencegah retak dan bocor
    • Bobot paling berat yang tidak mudah terbang tertiup angin

    Kekurangan:

    • Harganya paling mahal
    • Boros penggunaan rangka atap karena berat

    Namun, ada genteng tanah liat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Indonesia yang lebih ringan, sehingga masih mudah tertiup angin. Genteng ini dibuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar, tetapi tanpa melalui proses oven. Tampilannya pun doff, berbeda dari versi keramiknya yang mengkilap.

    2. Genteng Beton

    Selanjutnya, ada jenis genteng yang termasuk segmentasi menenang. Menurut Panggah, genteng ini banyak digunakan di Indonesia dan bisa menjadi pilihan terbaik untuk harga yang masih terjangkau.

    Kelebihan:

    • Harga lebih terjangkau daripada genteng tanah liat berkeramik
    • Bobot cukup berat
    • Tampilan estetik

    Kekurangan:

    • Permukaan genteng mudah retak sehingga rawan bocor setelah pemakaian lama
    • Boros rangka baja ringan karena harus ditopang dengan rangka yang rapat

    3. Genteng Metal

    Genteng metal merupakan pilihan material genteng yang ekonomis. Ada banyak jenis genteng dengan bahan metal, seperti spandek metal, metal berpasir, metal seperti beton.

    Kelebihan:

    • Pemasangan genteng mudah dan cepat
    • Hemat baja ringan karena tidak perlu rangka yang rapat
    • Harga genteng paling terjangkau

    Kekurangan:

    • Penampilan genteng kurang estetik karena terlihat ringkih
    • Mudah robek kalau terkena angin kencang
    • Bobotnya ringan sehingga mudah terbang tertiup angin

    Itulah beberapa jenis material genteng yang bisa kamu gunakan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kasus di Cilegon, Ini Cara Cegah Atap Rumah Ambruk Saat Hujan Angin



    Jakarta

    Sebuah rumah milik warga Kopo Tanjak, Gunung Sugih, Cilegon belum lama ini bagian atapnya roboh saat diterjang hujan yang disertai angin kencang. Bagian atap rumah ambruk hingga menimbulkan kerugian belasan juta rupiah.

    “Atap rumah bagian depan dan kamar ambruk, rusak sedang. Kerugian kurang lebih Rp 15 juta,” ucap Kepala BPBD Cilegon Suhendi dikutip dari detikNews, Minggu (7/7/2024).

    Suhendi mengungkapkan ambruknya atap rumah juga disebabkan oleh kondisi bangunan yang sudah rapuh. Walau demikian, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


    “Penyebab kejadian, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan bangunan yang sudah rapuh. Korban jiwa nihil,” katanya.

    Rumah semestinya menjadi tempat berlindung dari berbagai kondisi alam. Namun, kondisi cuaca yang ekstrem serta bangunan yang kurang kokoh bisa membuat bangunan rusak, terutama pada bagian atap rumah.

    Lalu, bagaimana cara membangun rumah yang tahan terhadap terpaan hujan lebat yang disertai angin kencang? Simak penjelasan ahli berikut ini.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyampaikan pemilihan material rangka atap mempengaruhi kekuatan atap untuk menahan hujan dan angin kencang. Ia menyarankan agar memakai rangka atap dari baja ringan.

    “Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti belum lama ini.

    Ia mengatakan penggunaan material kayu atau bambu untuk rangka atap sudah tidak lagi disarankan karena rawan lapuk dan dimakan rayap, sehingga tidak kuat menahan bobot genteng. Sementara baja ringan merupakan inovasi material yang awet dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

    “Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” jelasnya.

    Panggah menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk sebagai rangka atap. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan juga jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

    “Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

    Selain itu, pemasangan genteng harus sesuai supaya tidak ada air hujan yang masuk rumah. Setiap genteng perlu disusun saling meniban, serta memiliki kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air. Sebab, meski memiliki sifat anti karat, baja ringan bisa rusak bila terkena air.

    Kemudian, Panggah juga membagikan tips agar atap rumah tidak mudah rusak akibat tiupan angin kencang. Ia menyarankan agar memilih material genteng yang berat, seperti genteng tanah liat berkeramik atau genteng beton.

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Cegah Rumah Bocor Meski Diterjang Hujan Lebat


    Jakarta

    Cuaca ekstrem yang tidak menentu sewaktu-waktu bisa membuat hujan turun deras mengguyur rumah. Tak jarang air hujan bisa menyelinap masuk hingga rumah bocor.

    Hujan yang disertai kebocoran tentu bikin pemilik rumah khawatir isi rumah bisa berantakan dan tergenang air. Sebab, membersihkannya akan ribet, belum lagi kalau benda-benda rusak.

    Aduh, daripada keburu bocor waktu hujan, sebaiknya kamu melakukan langkah-langkah antisipasi. Berikut ini beberapa tips untuk mengantisipasi rumah bocor.


    5 Cara Cegah Rumah Bocor

    1. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Langkah pertama untuk mengantisipasi kebocoran di rumah adalah melapisi area-area yang rawan bocor, seperti atap dan dinding. Gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen anti air. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Atap rumah berguna untuk melindungi penghuni rumah dari panas matahari dan terpaan hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    3. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Saat hujan lebat disertai angin kencang, keberadaan pohon di dekat rumah menjadi berbahaya. Terutama pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    4. Bersihkan Talang Air

    Talang air merupakan komponen penting pada rumah untuk menghadapi hujan. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi Talang air. Sering kali Talang Air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera Bersihkan Talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat Talang Air jebol.

    5. Cek Lokasi Bocor

    Jika rumah sudah terlanjur bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Terlebih jika musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi rumah yang bocor. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com