Tag: hujan

  • Saudi Sering Dilanda Hujan di Musim Panas, Jemaah Hati-hati


    Jakarta

    Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi memperingatkan curah hujan tinggi dan angin kencang di sejumlah wilayah selama musim panas ini. Makkah dan Madinah turut dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga rendah.

    Dilansir Saudi Gazette, Juru Bicara NCM Hussein Al-Qahtani mengatakan, tingginya curah hujan hingga hujan deras yang tercatat di kota Jazan memberikan indikator signifikan mengenai realitas kondisi iklim di wilayah-wilayah Kerajaan.

    Al-Qahtani memproyeksikan curah hujan tersebut akan terus berlanjut di sejumlah wilayah. Untuk itu, bulan ini bahkan tercatat sebagai salah satu bulan terhujan, terutama di dataran tinggi yang membentang dari Taif hingga Jazan.


    Direktorat Umum Pertahanan Sipil memperingatkan warga untuk menghindari lokasi-lokasi berbahaya seperti lembah, wadi, maupun tempat-tempat yang bisa menampung air, termasuk di jalan raya.

    Warga sekitar juga diperingatkan agar senantiasa berhati-hati dalam beraktivitas di tengah hujan dan diminta mematuhi instruksi yang diumumkan melalui berbagai outlet media dan situs media sosial resmi dari pihak berwenang.

    Dilaporkan Saudi Press Agency (SPA), pada Rabu (28/8/2024), prediksi cuaca di Kerajaan kemarin mencatat hujan badai berintensitas sedang hingga deras disertai angin kencang melanda wilayah Jazan, Asir, Baha, Makkah dan Madinah.

    Akun media sosial X kantor berita tentang Masjidil Haram, Haramain Info, turut membagikan suasana hujan di Masjidil Haram kemarin. Dilihat detikHikmah, Kamis (29/8/2024), Ka’bah masih terlihat dikelilingi jemaah umrah. Beberapa ada yang mengenakan payung di sekitar Ka’bah.

    Sementara hujan ringan dan sedang turun di beberapa wilayah Hail, Tabuk, dan Najran. Angin kencang yang bisa memicu gangguan jarak pandang juga disebut bertiup di beberapa wilayah Riyadh dan wilayah Timur.

    Selain itu, dampak hujan yang terus menerus melanda Kerajaan membuat beberapa daerah di dataran tinggi ditumbuhi tumbuhan hijau. Musim hujan yang lebat di wilayah Al-Baha misalnya, meningkatkan jumlah pertumbuhan tutupan vegetasi dan alam hijau di seluruh dataran dan pegunungannya.

    Tips Umrah di Tengah Hujan

    Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengingatkan jemaah umrah untuk senantiasa berhati-hati dalam beribadah saat hujan melanda Masjidil Haram. Terlebih, Arab Saudi dilanda hujan deras di beberapa wilayah belakangan ini.

    Jemaah diminta berhati-hati saat melakukan tawaf di tengah hujan. Untuk mengurangi risiko terpeleset, jemaah juga diimbau melepas kaus kaki.

    Para jemaah bisa menggunakan alas kaki anti licin dan menggunakan payung saat berjalan-jalan di sekitar Masjidil Haram.

    Khusus bagi jemaah perempuan, jemaah diimbau untuk senantiasa membawa jas hujan sebagai persiapan untuk ibadah umrah di Masjidil Haram. Jika ada masalah kesehatan, jemaah harus diwajibkan untuk menghentikan ibadah tawafnya.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Makkah Dilanda Hujan, Jemaah Diimbau Pakai Payung



    Jakarta

    Makkah diguyur hujan lebat pada Senin, (25/11/2024). Masjidil Haram mengeluarkan imbauan keselamatan bagi para jemaah yang tengah melaksanakan ibadah.

    Melansir Gulf News, Otoritas Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci merilis panduan di media sosial. Mereka mengimbau jemaah untuk waspada dan mengikuti instruksi petugas.

    Beberapa diantaranya seperti berlindung di area yang aman, menggunakan payung genggam dan tetap mendapatkan informasi terbaru tentang peringatan cuaca. Selain itu, jemaah juga diminta untuk mengikuti instruksi dari para pejabat, menghindari penggunaan ponsel saat petir, dan menghubungi layanan darurat untuk melaporkan bahaya atau masalah.


    Seiring dengan turunnya hujan deras, Pemerintah Kota Makkah telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi demi keselamatan penduduk dan jemaah umrah. Mereka juga akan melaksanakan rencana darurat untuk mengatasi genangan air.

    Lebih dari 600 pekerja lapangan, 52 kendaraan khusus, dan 32 kapal tanker besar dikerahkan untuk memompa air dan membersihkan jalan. Para pejabat mengatakan tim beroperasi sepanjang waktu dalam koordinasi dengan otoritas lokal untuk meminimalkan gangguan.

    “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga kota suci dan pengunjungnya,” kata pemerintah kota dalam sebuah pernyataan.

    Seperti diketahui, Makkah sedang dilanda curah hujan sedang disertai dengan angin kencang. Pusat Meteorologi Nasional mengeluarkan peringatan dini akan potensi badai petir, hujan es, dan banjir bandang di seluruh wilayah Arab Saudi. Termasuk Jazan, Asir, Al Baha, Riyadh, dan Provinsi Timur.

    Penduduk dan jemaah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah rendah yang berpotensi tergenang, dan senantiasa mengikuti informasi terkini terkait kondisi cuaca. Cuaca buruk diperkirakan masih akan berlangsung hingga malam hari, namun diprediksi membaik pada akhir pekan.

    (hnh/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Hujan Reda dan Berhenti sesuai Sunnah Rasul



    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat dari Allah SWT. Meski demikian, hujan yang terus-menerus turun terkadang membuat khawatir akan potensi bencana yang disebabkannya. Untuk itu, Nabi SAW mengajarkan doa memohon hujan reda dan cepat berhenti.

    Doa agar hujan reda disebutkan dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, yang dinukil dari hadits riwayat Anas bin Malik, ia berkata: “Ada seseorang masuk ke dalam masjid pada hari Jumat, sementara Rasulullah SAW sedang berdiri hendak berkhutbah.

    Dia (orang itu) mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur, tanaman-tanaman telah rusak, berdoalah kepada Allah SWT agar menurunkan hujan kepada kami.’


    Kemudian Rasul SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ‘Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, turunkan hujan kepada kami, turunkanlah hujan kepada kami.’

    Anas bin Malik berkata, “Demi Allah, aku tidak melihat sedikit pun awan di langit, sementara antara kami dan Bukit Sila’ dan rumah kami tidak ada satu pun rumah atau bangunan. Dari belakang beliau tiba-tiba muncul awan seperti perisai. Kemudian setelah awan menjadi gelap menutupi langit dan turunlah hujan. Demi Allah, setelah itu seminggu lamanya kami tidak melihat matahari.”

    Anas melanjutkan, “Kemudian pada seminggu setelahnya orang (yang sama) tersebut masuk lewat pintu yang sama, sedangkan Rasulullah SAW akan berkhutbah. Dia menghadap beliau dengan berdiri dan mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, harta benda telah hancur dan tanaman telah menjadi rusak, berdoalah kepada Allah SWT supaya menghentikan hujannya.’

    Maka Rasul SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa, ‘Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, bukan hujan di sekitar kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di tanah yang gersang, lahan tandus, dasar lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.’ Hujan pun reda, kami pulang dan berjalan di bawah sinar matahari.” (HR Bukhari & Muslim)

    Doa agar Hujan Berhenti dan Langit Cerah

    Nabi SAW mengajarkan doa memohon hujan reda dan langit cerah pada hadits di atas. Berikut doa agar hujan reda dalam bacaan Arab, latin dan artinya sebagaimana dimaksud dalam hadits tersebut yang dikutip dari sumber buku yang sama:

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابَةِ الشَّجَرِ

    Latin: Allaahumma hawaalainaa wala ‘alainaa, Alaahumma ‘alal aakaa- mi wadzhdzhiraabi wa buthuunil awdiyati wa manaabatisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, bukan hujan di sekitar kami. Ya Allah turunkanlah hujan di atas tanah yang gersang, lahan tandus, dasar lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik)

    Doa saat Hujan Turun

    Selain itu, selama hujan masih turun hendaknya muslim juga membaca doa yang dianjurkan oleh Rasul SAW. Melansir kitab Al-Adzkar, berikut doa ketika hujan turun:

    اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Latin: Allaahumma shayyiban naafi’an

    Artinya: “Ya Allah, semoga menjadi hujan yang bermanfaat.” (HR Bukhari, dari Aisyah)

    Doa setelah Hujan Berhenti dan Reda

    Jika hujan sudah reda, ada baiknya bagi kaum muslim untuk membaca doa pula. Ini doa setelah hujan yang dilansir dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera susunan M. Khalilurrahman Al-Mahfani:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa saat Turun Hujan yang Dipanjatkan Rasulullah SAW



    Jakarta

    Doa saat turun hujan dapat diamalkan seperti yang telah dilakukan Rasulullah SAW menurut sejumlah riwayat hadits. Ketika hujan turun hendaknya umat muslim senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.

    Hujan adalah salah satu nikmat, rahmat, dan keberkahan yang Allah SWT turunkan ke bumi. Bahkan, Rasulullah SAW pun sangat bergembira dengan datangnya hujan hingga beliau bertabarruk atau mengambil berkah dari hujan tersebut.

    Dikisahkan dalam sebuah riwayat yang dinukil dari buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian karya Mahmud Asy Syafrowi, suatu ketika Rasulullah SAW pernah kehujanan kemudian beliau menyingkapkan bajunya sampai terguyur hujan.


    Para sahabat lalu bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, “Sebab, ia baru saja diciptakan Allah SWT.” (HR Muslim).

    Imam Nawawi menjelaskan hadits tersebut mengandung makna bahwa hujan itu rahmat yang diciptakan oleh Allah SWT sehingga umat muslim dapat turut memanjatkan doa saat turun hujan. Lantas, seperti apa bacaannya?

    Doa saat Turun Hujan

    Dilansir dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, Rasulullah SAW pernah memanjatkan doa untuk meminta hujan, saat turun hujan, setelah hujan turun, dan doa agar hujan berhenti. Berikut ini bacaannya:

    1. Doa Meminta Hujan

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْنًا مُغِيْئًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ

    Arab-latin: Allaahummasqinaa ghaytsan mughiitsan marii-an marii’an naafi’an ghayra dharrin ‘aajilan ghayra aajil.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.”

    Dalam suatu riwayat disebutkan, “Sekelompok orang datang sambil menangis kepada Rasulullah SAW. Mereka meminta beliau berkenan berdoa agar turun hujan. Lalu, Rasulullah SAW memanjatkan doa ini dan hujan pun turun.” (HR Abu Dawud no. 1169).

    2. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab-latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    Bacaan doa saat turun hujan dipanjatkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau menyingkap bajunya saat hujan hingga rintik-rintiknya membasahi sebagian tubuhnya. Hal itu dilakukan karena Nabi SAW hendak menunjukkan bahwa hujan termasuk rahmat yang diciptakan Allah SWT.

    3. Doa Setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah berkata, “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman terhadap bintang-bintang.

    Sebaliknya orang yang berkata, ‘Kita diberi hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku (Allah) dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR Muslim no. 71).

    4. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab-latin: Allaahumma hawaa laynaa wa laa ‘alaynaa. Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.

    Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Doa tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan, “Ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

    Rupanya hujan tersebut telah berlangsung selama satu minggu sehingga hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Rasulullah SAW lalu berdoa dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

    Itulah doa saat turun hujan yang dipanjatkan Rasulullah SAW menurut sejumlah riwayat hadits. Umat muslim juga dapat mengamalkan bacaan doa tersebut saat turun hujan untuk mensyukuri nikmat dan rahmat Allah SWT.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa saat Hujan sesuai Sunnah, Yuk Baca Agar Berkah!


    Jakarta

    Ada doa yang bisa dipanjatkan ketika turun hujan. Hujan merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT yang membawa keberkahan.

    Hujan termasuk salah satu fenomena alam yang terjadi di Bumi. Turunnya hujan dari langit merupakan salah satu kuasa Allah SWT.

    Beberapa ayat Al-Quran menjelaskan tentang proses terjadinya hujan. Salah satunya dalam surat Az-Zukhruf ayat 11:


    وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

    Artinya: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

    Dalam buku Ensiklopedia Islam oleh Hafidz Muftisany dijelaskan hujan merupakan salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang terdapat di atmosfer. Proses pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci utama proses hidrologi agar berjalan secara terus menerus.

    Doa saat Hujan

    Mengutip Buku Induk Doa dan Zikir oleh Kasimun, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan ketika hujan. Doa ini juga dapat dibaca ketika melihat fenomena alam yang terjadi ketika hujan seperti angin kencang, petir atau langit mendung.

    1. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab-latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    Bacaan doa saat turun hujan dipanjatkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau menyingkap bajunya saat hujan hingga rintik-rintiknya membasahi sebagian tubuhnya. Hal itu dilakukan karena Nabi SAW hendak menunjukkan bahwa hujan termasuk rahmat yang diciptakan Allah SWT.

    2. Doa Setelah Hujan

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah berkata, “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman terhadap bintang-bintang.

    3. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab-latin: Allaahumma hawaa laynaa wa laa ‘alaynaa. Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.

    Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Doa tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan, “Ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

    Rupanya hujan tersebut telah berlangsung selama satu minggu sehingga hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Rasulullah SAW lalu berdoa dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

    4. Doa Ketika Hujan Lebat

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظُّرَابِ وَالْأَوْدِيَّةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ.

    Arab latin: Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma ‘alal aakaami wal jibaali wal aajaami wazh-zhiraabi wal audiyati wa manaabitisy-syajari.

    Artinya: Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai nikmat bagi kami, bukan sebagai siksa atas kami.Ya Allah, berikanlah hujan ke dataran tinggi, gunung, ngarai, anak bukit, lembah dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.(3)

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa ketika Turun Hujan, Tergolong sebagai Waktu Mustajab


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat yang Allah SWT berikan kepada makhluk hidup. Rasulullah SAW dalam sejumlah riwayat bahkan membaca doa ketika hujan turun.

    Menurut buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku susunan Masriyah Amva, hujan adalah salah satu tanda atas kebesaran dan rahmat Allah SWT untuk semua makhluk-Nya yang ada di bumi. Ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Bahkan waktu turunnya hujan dianggap mustajab. Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm meriwayatkan sebuah hadits namun dengan sanad mursal bahwa turunnya hujan termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, Rasulullah SAW bersabda,


    اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

    Artinya: “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika sholat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Berikut sejumlah doa yang dapat dibaca ketika hujan turun sebagaimana dinukil dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit susunan H Hamdan Hamedan dan arsip detikHikmah.

    Doa yang Bisa Dipanjatkan ketika Hujan

    1. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    3. Doa ketika Hujan disertai Petir

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    4. Doa ketika Hujan Lebat

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    5. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Itulah sejumlah doa yang dapat dibaca ketika hujan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Hujan Sesuai Sunnah, Bisa Dibaca Saat Cuaca Panas



    Jakarta

    Terdapat doa yang dapat dibaca agar hujan cepat turun. Doa ini sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Hujan sering disebut dengan sumber kehidupan karena memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kesuburan tanah, menjaga ekosistem, tersedianya air yang berlimpah, dan sebagainya. Hujan juga merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT.

    Namun, tidak setiap hari Allah SWT menurunkan hujan. Bahkan ada masanya Allah SWT memberikan kekeringan karena tidak terjadi hujan dalam jangka waktu yang lama.


    Banyak dampak yang diberikan karena terjadinya kekeringan, seperti menipisnya sumber air, sawah yang menjadi kering dan keringnya tumbuh-tumbuhan. Banyak lagi dampak yang terjadi ketika hujan tak kunjung turun.

    Maka saat itulah umat muslim dapat berdoa kepada Allah SWT untuk memohon diturunkannya hujan.

    Dikutip dari buku edisi Indonesia: Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al-Qur’a oleh Andi Muhammad Syahril bahwa umat muslim diperbolehkan untuk memohon turunnya hujan seperti yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Anas bin Malik bahwa Umar bin Al-Khatab memohon turunnya hujan ketika musim kemarau berkepanjangan dengan perantara Al-Abbas bin Abdul Muthalib,

    “Ya Allah, dahulu kami memohon turunnya hujan dengan perantara Nabi-Mu ketika ia hidup, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka, pada hari ini kami memohon turunnya dengan perantara pamannya Nabi-Mu, maka turunkanlah kepada kami hujan.” Lalu hujan turun untuk mereka.”

    Imam An-Nawawi menjelaskan tiga upaya dalam memohon turunnya hujan:

    – Memohon dengan doa tanpa melaksanakan sholat
    – Memohon ketika khutbah Jum’at atau setelah sholat wajib
    – Memohon dengan melaksanakan sholat dua rakaat dan dua khutbah yang telah didahului dengan bersedekah, puasa, taubat, melakukan kebaikan, dan menjauhi kemaksiatan.

    Doa Memohon Hujan

    Mengutip buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian oleh Mahmud asy-Syafrowi bahwa doa meminta hujan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْنًا مُغِيْنًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.” (HR. Abu Dawud)

    Doa tersebut memiliki kaitannya dengan tangisan para perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW karena terputusnya hujan.

    Dan setelah Rasulullah SAW berdoa dengan doa itu, maka turunlah hujan.

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Artinya: “Ya Allah! Berilah kami hujan. Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah! Hujanilah kami.”

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Artinya: “Ya, Allah! Berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu, ternak-ternak-Mu, berilah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan tanah-Mu yang tandus.”

    Setelah diturunkannya hujan, kita juga harus berdoa agar hujan yang diturunkan oleh Allah SWT menjadi sebuah keberkahan.

    Doa Ketika Hujan Turun

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, MA bahwa doa ketika hujan turun adalah sebagai berikut.

    Diriwayatkan dalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab-latin: ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’.”

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.

    Setelah hujan turun, maka bisa dilanjutkan dengan doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Itulah doa yang dapat kita panjatkan ketika memohon hujan kepada Allah SWT. Semoga dengan adanya musibah dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT, tidak menjadikan umat Muslim menyerah dan melupakan Allah SWT.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Agar Tidak Hujan: Arab, Latin dan Terjemahannya



    Jakarta

    Ketika hujan, umat Islam dianjurkan untuk berdoa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Namun terkadang, hujan dapat membawa bencana seperti banjir karena tak kunjung henti.

    Pada saat itu, mintalah pertolongan kepada Allah sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Karena tanpa bantuan-Nya, kita manusia tidak bisa berbuat apa-apa.

    Pada zaman Rasulullah SAW pun pernah terjadi hujan deras yang mengakibatkan akses jalan terputus dan stok makanan membusuk. Rasulullah mengajarkan sebuah doa kepada umatnya untuk memohon kepada Allah SWT.


    Doa Hujan Berhenti

    Menukil buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabid, doa ini diamalkan oleh Rasulullah untuk meminta langit cerah. Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Rasulullah SAW kala langit gelap dan hujan turun secara terus menerus:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab-latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan. (HR Bukhari).

    Selain itu, kamu juga bisa memakai doa di bawah ini agar terhindar dari segala marabahaya. Seperti yang diriwayatkan dalam hadits Abu Daud dan juga Tirmidzi dari Utsman bin Affan ra:

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab-latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    Karena sejatinya, hanya Allah yang memiliki kuasa untuk menurunkan dan menghentikan hujan. Al-Qur’an telah menyebutkan hal ini dalam Surat Hud ayat 44.

    وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

    Arab-latin: Wa qīla yā arḍubla’ī mā`aki wa yā samā`u aqli’ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat ‘alal-jụdiyyi wa qīla bu’dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn

    Artinya: Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Hujan Berkah, Yuk Amalkan!


    Jakarta

    Hujan termasuk ke dalam rahmat yang Allah SWT limpahkan kepada makhluk hidup. Bahkan, waktu turunnya hujan dianggap mustajab.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan, dan doa ketika turunnya hujan.” (HR Al-Hakim)


    Menukil buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku oleh Masriyah Amva, hujan adalah salah satu tanda atas kebesaran dan rahmat Allah SWT untuk semua makhluk-Nya yang ada di bumi. Ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Berkaitan dengan itu ada doa yang dapat dipanjatkan agar hujan yang turun tergolong sebagai suatu berkah. Seperti apa? Berikut bacaannya yang dinukil dari Kitab Al-Adzar karya Imam An-Nawawi dan Fiqhus Sunnah tulisan Sayyid Sabiq.

    Doa Hujan Berkah: Arab, Latin dan Arti

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab latin: Allahumma shoyyiban nafi’an’

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.”

    Kumpulan Doa yang Dipanjatkan ketika Hujan

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut doa-doa lainnya yang dapat dipanjatkan ketika hujan turun.

    1. Doa setelah Hujan Turun

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    2. Doa ketika Hujan disertai Petir

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    3. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Itulah doa hujan berkah dan doa-doa lainnya yang dapat dibaca ketika hujan turun. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Meminta Hujan Lengkap dengan Arab, Latin dan Arti


    Jakarta

    Doa meminta hujan dapat diamalkan oleh kaum muslimin jika hujan tak kunjung turun. Sebagaimana yang kita ketahui, hujan merupakan anugerah sekaligus rahmat yang dilimpahkan Allah SWT kepada makhluk hidup.

    Bahkan, hujan disebut sebagai salah satu tanda atas kebesaran dan rahmat Allah SWT. Turunnya hujan bahkan membuat pikiran dan perasaan seseorang berubah dan lebih mengingat Tuhan serta bersyukur, seperti dijelaskan dalam buku Indahnya Doa Rasulullah oleh Masriyah Amva.

    Belakangan ini, panas matahari cukup terik dan menyengat kulit. Kondisi tanah juga kering dan hujan jarang turun.


    Berkaitan dengan itu, ada sebuah doa yang dapat dipanjatkan untuk meminta hujan. Seperti apa bacaannya?

    Doa Meminta Hujan: Arab, Latin, dan Arti

    Mengutip buku 5 Shalat Pembangun Jiwa susunan Nasrudin Abd Rohim, berikut doa meminta hujan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin.

    اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

    Arab latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii’an naafi’an ghoiro dhoorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan deras yang penuh ketentraman, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat.”

    Selain doa di atas, ada juga versi lainnya yang mengacu pada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi,

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Arab latin: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan.”

    Kapan Sebaiknya Doa Turun Hujan Dibaca?

    Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf melalui karyanya yang berjudul Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat mengatakan hendaknya doa meminta hujan dibaca sebanyak-banyaknya usai melakukan salat istisqa. Salat tersebut merupakan ibadah memohon turunnya hujan.

    Lalu, doa meminta hujan dapat dibaca pada waktu-waktu mustajab doa. Ketika hujan sudah turun, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam membaca doa lainnya sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT yang berbunyi,

    قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ ‏.‏ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا ‏.‏ فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

    Artinya: “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada-Ku (Allah SWT) dan tidak beriman kepada bintang-bintang. Sebaliknya orang yang berkata, ‘Kita diberi hujan oleh binatang ini atau bintang itu’, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku (Allah SWT) dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR Muslim).

    Demikian bacaan doa meminta hujan dan informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com