Tag: hujan

  • 3 Doa agar Hujan Berhenti, Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat sekaligus anugerah dari Allah SWT. Berkat hujan, makhluk hidup di muka bumi dapat memenuhi kebutuhannya.

    Menukil buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, turunnya hujan menjadi salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Sebab, hujan penuh dengan rezeki dan rahmat.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,


    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

    Apabila hujan tak kunjung turun, maka kondisi tanah akan kering dan tandus. Hal tersebut berakibat buruk bagi lingkungan.

    Begitu pula jika hujan terus menerus mengguyur. Jika sudah seperti itu, hujan dapat membawa bencana seperti banjir, angin kencang, tumbangnya pohon, dan lain sebagainya.

    Ketika hal itu terjadi, kaum muslimin bisa meminta pertolongan kepada Allah SWT agar hujan berhenti. Doa agar hujan berhenti ini diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Doa agar Hujan Berhenti

    1. Doa Memohon Hujan Berhenti dan Langit Cerah

    Dikutip dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, berikut doa yang bisa dibaca oleh kaum muslimin agar hujan berhenti.

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari).

    2. Doa agar Terhindar dari Bahaya Hujan Deras

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    3. Doa setelah Hujan Berhenti dan Reda

    Jika hujan sudah reda, ada baiknya bagi kaum muslim untuk membaca doa pula. Ini doa setelah hujan yang dilansir dari buku Keutamaan Doa dan Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera susunan M. Khalilurrahman Al-Mahfani:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Panas Terik yang Dibaca Rasulullah SAW, Yuk Amalkan Hari Ini



    Jakarta

    Cuaca panas memang menjadi tantangan tersendiri, apalagi ketika kita sedang menjalankan puasa sunnah. Tidak hanya di Arab Saudi, cuaca Indonesia akhir-akhir ini juga panas, suhunya mencapai 40 derajat celcius.

    Dalam menghadapi cuaca yang panas, ada beberapa doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW agar dapat beraktifitas dengan normal. Berikut doa-doa yang dapat dipanjatkan ketika cuaca sedang panas dan matahari terik.

    Cuaca dan panas terik matahari juga pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Kala itu, beliau berdoa kepada Allah SWT agar selalu dilindungi oleh-Nya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar bumi kembali dingin adalah meminta hujan yang bermanfaat kepada Tuhan.


    Rasulullah SAW mengajari umatnya untuk meminta diturunkan hujan dengan salat istisqa. Selain itu, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan agar Allah SWT mau mencurahkan nikmat-Nya kepada kita.

    Doa ketika Panas Terik sehingga Meminta Diturunkan Hujan

    Dilansir dari buku Doa Dzikir Muslimah oleh Abu Ayyub El-Faruqi, berikut doa meminta hujan tersebut.

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْئًا مُغِينَّا مَرِيئًا نَافِعًا غَيْرِ ضَاءٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

    Arab-latin: Allâhummas qinâ ghaitsam mughîtsam mari`am nâfi’an ghaira dhârrin, ‘âjilan ghaira âjilin.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan dengan segera, tidak ditunda-tunda.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

    Doa ketika panas terik lalu meminta hujan selanjutnya adalah:

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَ

    Arab Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Doa ketika Panas Terik saat Khotbah Salat Istisqa

    Dinukil dari arsip detikhikmah, berikut lafal doa yang bisa dipanjatkan ketika panas terik melanda sebuah wilayah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Arab Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn.

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan,” (HR Abu Dawud).

    Doa ketika Panas Terik

    Doa ketika panas terik melanda yang terakhir dikutip dari buku Kitab Doa Mustajab Terlengkap: Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya karya Ustadz H. Amrin Ali Al-Kasyaf.

    لاَ إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ مَا أَشَدَّ حَرُّ هَذَ الْيَوْمِ، اَللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنْ حَرِّ خَهَنَّمَ.

    Arab-latin: laa ilaaha illallaahu wahdahu, maa asyadda harru haadzal yaum, allahumma ajirni min harri jahannama.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan, kecuali Allah Yang Maha Esa. Alangkah panasnya hari ini. Ya Allah, lindungi aku dari panasnya api neraka.”

    Demikianlah doa ketika panas terik yang bisa diamalkan hari ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Turunnya Hujan, Muslim Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Hujan termasuk ke dalam anugerah yang Allah SWT berikan. Turunnya hujan menjadi rahmat bagi bumi dan seisinya.

    Karenanya, jika musim kemarau melanda tak jarang kaum muslimin yang berdoa memohon agar diturunkan hujan. Terlebih, hujan juga membawa rezeki dan keberkahan bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

    Saat hujan, doa-doa yang dilantunkan oleh kaum muslimin juga dianggap mustajab, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:


    “Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan, dan doa ketika turunnya hujan.” (HR Al-Hakim)

    Dikutip dari buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku tulisan Masriyah Amva, ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Doa Memohon Turunnya Hujan

    Berikut bacaan doa memohon turunnya hujan seperti dinukil dari buku 5 Shalat Pembangun Jiwa oleh Nasrudin Abd Rohim,

    اَللَّهُمَّ أَسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا سرِيْعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ

    Arab latin: Allahummasqinaa ghoitsan mughiitsan mariyyan sarii’an naafi’an ghoiro dhoorrin, ‘aajilan ghoiro aajilin.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan deras yang penuh ketentraman, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan, yang segera datang dan tidak terlambat,”

    Ada juga bacaan versi lain yang mengacu pada hadits Rasulullah SAW, yaitu:

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Arab latin: Allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa, allahumma agitsnaa

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan. Ya Allah, berilah kami hujan,”

    Anjuran Membaca Doa Turun Hujan Sebanyak-banyaknya

    Dijelaskan dalam buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat karya Ustaz Enjang Burhanudin Yusuf, dianjurkan membaca doa memohon turun hujan sebanyak-banyaknya usai mengerjakan salat istisqa.

    Salat istisqa ini disebut juga sebagai amalan memohon turunnya hujan. Selain itu, doa memohon turunnya hujan juga dapat dipanjatkan pada waktu-waktu mustajabnya doa.

    Setelah hujan turun, Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslimin untuk membaca doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِه

    Arab latin: Muthirna bi fadhlillahi wa rohmatih

    Artinya: “Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Turunnya Hujan Disebut Waktu Mustajab, Ini Haditsnya



    Jakarta

    Hujan adalah rahmat sekaligus berkah yang Allah SWT limpahkan kepada makhluk hidup di muka bumi. Apabila hujan tak kunjung turun, maka bumi akan mengalami kekeringan.

    Mengutip buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku oleh Masriyah Amva, hujan adalah salah satu tanda atas kebesaran dan rahmat Allah SWT. Ketika hujan turun, pikiran dan perasaan seseorang bisa mengalami perubahan seperti mengingat Tuhan, kebesaran-Nya, dan menjadi lebih banyak bersyukur.

    Bahkan, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa momen turunnya hujan menjadi waktu mustajab untuk berdoa. Imam Syafi’i dalam Kitab Al-Umm meriwayatkan hadits dengan sanad mursal, Nabi SAW bersabda:


    “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika sholat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Dalam hadits lainnya dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Dua doa yang tidak pernah ditolak, yaitu doa pada waktu azan dan doa pada waktu hujan.” (HR Hakim, disahihkan oleh Adz-Dzahabi 1/113-114).

    Dalam buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr, ada doa yang disunnahkan untuk dibaca ketika hujan turun, berikut bunyinya:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab latin: Allahumma shoyyiban nafi’an’

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.”

    Sementara itu, bila hujan sudah berhenti maka kaum muslimin bisa memanjatkan doa lainnya dengan bunyi sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allaahumma hawaa lainaa wa laa ‘alainaa, Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiroobi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, jangan kepada rumah-rumah kami. Ya Allah, berilah hujan ini pada daratan-dataran tinggi, bukit-bukit, dasar lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.”

    Dalam hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan bahwa saat ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW, mereka meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

    “Pasalnya, hujan tersebut turun terus menerus selama satu minggu, sehingga membuat hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Kemudian, Rasulullah SAW pun membaca doa tadi, dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

    Selain itu, Rasulullah SAW menganjurkan kita juga untuk membaca doa berikut:

    اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Arab latin: Allaahumma innii a’uudzu bi ridhaaka min sakhathik, wa bi mu’aafaatika min ‘uquubatik, wa a’uudzu bika minka, laa ahshii tsanaa’a ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik

    Artinya: “Ya Allah aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu dan dengan penyelamatan-Mu dari siksa-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menghitung pujian untuk-Mu, Engkau sebagaimana engkau menyanjung diri-Mu.”

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Doa pereda hujan dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Meski termasuk rahmat dan anugerah yang Allah SWT berikan, hujan yang turun secara terus menerus dapat mengakibatkan bencana alam.

    Hujan lebat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama ketika memasuki musim penghujan. Pada saat itu, kaum muslimin dianjurkan meminta pertolongan kepada Allah SWT.

    Merangkum arsip detikHikmah, sewaktu zaman Rasulullah SAW pernah terjadi hujan deras yang menimbulkan kerugian, mulai dari akses jalan yang terputus hingga stok makanan yang membusuk. Dengan demikian, Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam membaca doa pereda hujan.


    Kumpulan Doa Pereda Hujan

    Mengutip buku Fikih Sunnah oleh Sayyid Sabiq, ada doa pereda hujan yang dapat diamalkan. Apabila seorang muslim membaca doa ini, niscaya langit menjadi cerah dan hujan berhenti.

    Dari Anas bin Malik, berikut doa yang dilafalkan Nabi SAW ketika hujan turun terus menerus,

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari).

    Ketika hujan mulai mereda, kaum muslimin dapat membaca doa lainnya yang dicontohkan sang rasul dari riwayat hadits Zaid bin Khalid,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah,” (HR Bukhari).

    Selain itu, ada juga doa pereda hujan lain yang dapat dipanjatkan sebagaimana merujuk dari hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi,

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Keutamaan Waktu Turunnya Hujan

    Turunnya hujan adalah waktu yang mustajab. Karenanya, umat Islam dianjurkan untuk berdoa pada saat hujan mengguyur.

    Selain membaca doa turun hujan, kaum muslimin juga diperkenankan untuk memanjatkan doa tentang hajat dan keinginan kita.

    Mengutip buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, dalam sebuah hadits Imam Syafi’i dikatakan,

    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

    Demikian doa pereda hujan dan bahasan terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Hujan merupakan rahmat yang Allah SWT berikan kepada para hamba-Nya. Hujan juga disebut sebagai salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)


    Meski demikian, hujan yang turun terus menerus dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Saat hal tersebut terjadi, ada sejumlah doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin.

    Doa Pereda Hujan: Arab, Latin dan Arti

    1. Doa Pereda Hujan Versi Pertama

    Menukil buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq, doa pereda hujan ini diamalkan Rasulullah SAW untuk meminta langit cerah. Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Nabi Muhammad SAW,

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan. (HR Bukhari).

    2. Doa Pereda Hujan Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa pereda hujan versi lainnya sebagaimana diriwayatkan dari hadits Abu Daud dan Tirmidzi,

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

    3. Doa Pereda Hujan Versi Ketiga

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    Itulah sejumlah doa pereda hujan yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya, Aamiin ya rabbal alaamiin.

    (aeb/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • 2 Bacaan Doa ketika Ada Petir, Amalkan saat Hujan Deras


    Jakarta

    Doa ketika ada petir dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Saat hujan, kilatan petir kerap muncul bersama dengan gemuruh guntur yang menggelegar.

    Sambaran petir dapat membahayakan dan menelan korban jiwa. Selain itu, petir juga mengakibatkan tumbangnya pohon ketika tersambar.

    Allah SWT menjelaskan terkait petir dalam surah Ar Ra’d ayat 13,


    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

    Doa ketika Ada Petir yang Dipanjatkan Rasulullah SAW

    Doa ketika ada petir merujuk pada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Azzubair RA. Berikut bunyi doanya seperti dikutip dari Terjemah Kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha.

    1. Doa ketika Ada Petir Versi Pertama

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: Maha Suci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa ketika ada petir sebanyak tiga kali. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT akan melindungi kaum muslimin dari petir dan suara gemuruhnya yang menggelegar.

    2. Doa ketika Ada Petir Versi Kedua

    Selain doa di atas, ada juga doa ketika ada petir versi lainnya yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam sebagaimana merujuk pada sumber yang sama.

    اللَّهُمَّ لا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Arab latin: Allahumma la taqtulna bighodobika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau bunuh kami dengan murka-Mu, dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu.”

    Itulah doa ketika ada petir yang bisa dibaca oleh kaum muslimin. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa agar Langit Cerah dan Tidak Hujan, Amalkan Yuk!


    Jakarta

    Doa agar langit cerah dan tidak hujan dapat dibaca ketika cuaca sedang buruk. Meski tergolong sebagai rahmat dari Allah SWT, hujan yang mengguyur terus menerus dalam volume besar dapat menimbulkan kerusakan.

    Membaca doa agar langit cerah dan tidak hujan sama seperti mengharapkan perlindungan dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an sendiri terkait fenomena hujan, mendung, petir dan guruh disebutkan dalam sejumlah ayat.

    Allah SWT berfirman dalam surah An Nur ayat 43,


    أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَاءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

    Artinya: “Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

    Kumpulan Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan

    Setidaknya ada sejumlah doa yang dapat dibaca agar langit cerah dan tidak hujan. Apa saja? Berikut bacaannya yang dinukil dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq.

    1. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Pertama

    Dari Anas bin Malik, berikut bacaan doa yang dilafalkan Rasulullah SAW kala langit gelap dan hujan turun secara terus menerus:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    2. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Kedua

    Selain itu, ada juga doa pereda hujan versi lainnya sebagaimana diriwayatkan dari hadits Abu Daud dan Tirmidzi:

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    3. Doa Agar Langit Cerah dan Tidak Hujan Versi Ketiga

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِةِ

    Arab latin: Muthirnaa bi fadh-lillaahi wa rahmatih

    Artinya: “Dicurahkannya hujan ini kepada kami atas karunia dan rahmat Allah.” (HR Bukhari, dari Zaid bin Khalid)

    Itulah sejumlah doa agar langit cerah dan tidak hujan yang bisa dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa agar Hujan Berhenti dan Cuaca Cerah, Yuk Panjatkan!


    Jakarta

    Doa agar hujan berhenti dan cuaca cerah bisa dipanjatkan oleh kaum muslimin. Meski hujan tergolong sebagai rahmat dari Allah SWT, turunnya hujan dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan bencana dan kerugian bagi manusia.

    Apabila hujan deras mengguyur, umat Islam bisa meminta pertolongan kepada Allah SWT. Hal ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    Merangkum arsip detikHikmah, saat zaman Nabi Muhammad SAW sempat terjadi hujan deras yang menyebabkan akses jalan terputus dan stok makanan membusuk. Karenanya, sang rasul mengajarkan doa untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.


    Bacaan Doa agar Hujan Berhenti: Arab, Latin dan Terjemahnya

    Dari Anas bin Malik, berikut doa agar hujan berhenti dan cuaca cerah yang dari Anas bin Malik sebagaimana dikutip dari buku Fikih Sunnah susunan Sayyid Sabiq.

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Selain itu, ada juga doa yang diriwayatkan dari hadits Abu Daud dari Utsman bin Affan RA. Berikut lafaznya,

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Arab latin: Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Daud)

    Hujan sebagai Waktu Mustajab untuk Berdoa

    Menukil dari buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-Doa Harian susunan Mahmud Asy-Syafrowi, Imam Syafi’i melalui al-Umm menuliskan:

    “Barang siapa berkata, ‘Hujan turun berkat karunia Allah SWT dan rahmat-Nya,’ maka itu merupakan bentuk keimanan kepada Allah SWT. Sebab, ia tahu bahwa tidak ada yang mampu menurunkan hujan dan memberi, kecuali Allah SWT semata.”

    Hujan disebut sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Sebab, turunnya hujan identik dengan rezeki dan rahmat. Karenanya, umat Islam dianjurkan berdoa tentang hajat dan keinginannya kala hujan.

    Dalam sebuah hadits dikatakan,

    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat, dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

    Demikian bacaan doa agar hujan berhenti dan cuaca cerah beserta informasi terkaitnya. Jangan lupa diamalkan ya!

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Amalan Sunnah dan Doa ketika Hujan, Yuk Amalkan agar Menjadi Berkah!



    Jakarta

    Rasulullah SAW mencontohkan beberapa hal yang bisa menjadi amalan sunnah saat turun hujan. Amalan saat turun hujan ini membawa keutamaan bagi muslim yang mengerjakannya.

    Hujan merupakan nikmat yang diturunkan Allah SWT dari langit ke bumi. Melalui hujan, Allah SWT kemudian menumbuhkan aneka tanaman dengan subur dan mengisi aliran sungai dengan air yang berlimpah.

    Dalam surat Nuh Ayat 10-12, Allah SWT berfirman,


    (10) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
    (11) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
    (12) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

    Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

    Merangkum buku Amalan Pembuka Rezeki karya Haris Priyatna dijelaskan hujan merupakan nikmat dari Allah SWT yang diturunkan dari langit. Semua kehidupan di dunia menjadi asri karena adanya hujan.

    Ternyata hujan bukan hanya membawa nikmat dan Rahmat Allah SWT saja, hujan juga menjadi waktu terkabulnya doa. Berdoa saat hujan menjadi satu amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan.

    Rasulullah SAW bersabda,
    “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika turun hujan.” (HR Al Hakim)

    Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,
    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan sholat dan ketika turun hujan.” (HR Asy Syafi’i)

    Amalan saat Hujan

    Berikut beberapa amalan yang bisa dikerjakan saat turun hujan:

    1. Menyingkap pakaian

    Rasulullah SAW menyingkap bajunya saat hujan hingga rintik-rintiknya membasahi sebagian tubuhnya. Hal itu dilakukan karena Nabi SAW hendak menunjukkan bahwa hujan termasuk rahmat yang diciptakan Allah SWT.

    Diriwayatkan (Imam) Muslim dalam kitab Shahihnya, dan (Imam) Abu Dawud, dari Anas, ia berkata: Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya. (Riwayat lain dari Imam) Abu Dawud, (Anas) bekata: Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan. Kami berkata: Ya Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini? Rasulullah menjawab: Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah.

    2. Berdoa saat melihat awan hitam

    Rasulullah akan bergegas meninggalkan semua pekerjaannya dan langsung membaca doa berikut ini (HR Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi):

    وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: ((اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا)) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا)

    Artinya: Diriwayatkan Sayyidah Aisyah RA sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ. (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).

    3. Berdoa saat hujan

    Ketika turun hujan, Rasulullah SAW berucap: Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).

    Rasulullah SAW bersabda,

    Dari Sayyidina Abu Hurairah RA beliau berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda: Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya. (HR. Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad) )

    Doa ketika Hujan

    1. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab-latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Disertai Petir

    Menurut hadits Imam Malik, Rasulullah SAW pernah membaca doa turun hujan yang disertai petir:

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

    Artinya: “Maha Suci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbillah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepadaNya.”

    Diriwayatkan juga oleh Abdullah bin Umar dan ayahnya, Umar bin Al-Khattab R.A. bahwa ketika Nabi s.a.w. akan mendengar suara guntur, dia akan berkata:

    اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

    Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-‘adhabika, wa-‘afina qabla dhalik

    Artinya: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu” (H.R. At-Tirmizi)

    3. Doa Setelah Hujan

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah berkata, “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman terhadap bintang-bintang.

    Sebaliknya orang yang berkata, ‘Kita diberi hujan oleh bintang ini atau bintang itu, maka orang tersebut kafir terhadap-Ku (Allah) dan beriman kepada bintang-bintang.” (HR Muslim no. 71).

    4. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab-latin: Allaahumma hawaa laynaa wa laa ‘alaynaa. Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.

    Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Doa tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan, “Ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

    Rupanya hujan tersebut telah berlangsung selama satu minggu sehingga hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Rasulullah SAW lalu berdoa dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com