Tag: hujan

  • Doa saat Angin Bertiup Kencang dan Hujan Lebat



    Jakarta

    Ada doa yang bisa dibaca ketika melihat atau merasakan angin bertiup kencang disertai hujan yang lebat. Doa ini diajarkan Rasulullah SAW dan bisa dipanjatkan agar mendapat perlindungan Allah SWT dari bencana.

    Angin dan hujan merupakan tanda kekuasaan Allah SWT yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh makhluk di Bumi. Dalam Al-Qur’an, hujan dan angin disebutkan dalam beberapa ayat, salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 164,

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلْفُلْكِ ٱلَّتِى تَجْرِى فِى ٱلْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٍ فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلْمُسَخَّرِ بَيْنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ


    Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

    Angin dan hujan merupakan berkah yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai bentuk rahmat-Nya. Namun ada kalanya angin dan hujan juga bisa menjadi azab yang diturunkan Allah SWT kepada umat yang dzalim.

    Sebagaimana yang ditimpakan Allah SWT kepada Kaum ‘Ad di masa Nabi Hud. Kaum ‘Ad yang sombong akhirnya binasa diterjang angin dan hujan badai.

    Kisah ini diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Aḥqaf ayat 24, Allah SWT berfirman:

    فَلَمَّا رَاَوْهُ عَارِضًا مُّسْتَقْبِلَ اَوْدِيَتِهِمْ قَالُوْا هٰذَا عَارِضٌ مُّمْطِرُنَا ۗبَلْ هُوَ مَا اسْتَعْجَلْتُمْ بِهٖ ۗرِيْحٌ فِيْهَا عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ

    “Maka, ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Bukan,) tetapi itu azab yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang sangat pedih.

    Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi dalam kitabnya, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu menuliskan hadits yang diriwayatkaan Abu Daud, Ahmad dan Baihaqi, Rasulullah ketika melihat awan hitam yang kelam. Beliau akan meninggalkan semua pekerjannya dan langsung membaca doa.

    Doa Ketika Angin Kencang dan Hujan Lebat

    Merangkum buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir & Shalawat karya Ust Enjang Burhanudin Yusuf, M.Pd, ada bacaan doa yang bisa dibaca ketika angin berhembus kencang dan hujan turun dengan lebat.

    Doa ketika angin bertiup kencang diriwayatkan dalam hadits Abu Dawud dan Ibnu Majah. Rasulullah bersabda agar umat islam berdoa ketika melihat angin kencang

    “Maka apabila kalian melihat angin kencang, jangan lah kalian memakinya, tetapi minta lah kepada Allah kebaikannya dan berlindung lah kepada Allah dari kejahatannya.”

    Adapun, doa angin kencang sesuai sunnah sebagai berikut

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

    Latin: Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’uudzubika min syarriha

    Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.

    Selain itu, doa ketika angin kencang lainnya yang diriwayatkan dalam hadits riwayat Muslim dan At Tirmidzi

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلْتَ بِهِ

    Latin: Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi.

    Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga berdoa ketika melihat awan gelap dan angin yang berhembus kencang.

    عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

    Artinya: “Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.”

    Dari Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ” (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).”

    Ibnul Qayyim mengatakan, “Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta Nabi SAW supaya berdoa agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca doa.” Berikut bacaan doa Rasulullah SAW saat hujan deras.

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Bacaan latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR Bukhari).

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa Saat Mendengar Petir Sesuai Ajaran Rasulullah SAW



    Jakarta

    Petir adalah salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Suara petir yang menggelegar kerap kali membuat orang yang mendengarnya akan merasa takut dan khawatir. Dalam Islam, terdapat anjuran untuk berdoa ketika mendengar petir.

    Termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 20 , Allah SWT berfirman,

    يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ اَبْصَارَهُمْ ۗ كُلَّمَآ اَضَاۤءَ لَهُمْ مَّشَوْا فِيْهِ ۙ وَاِذَآ اَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوْا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَاَبْصَارِهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ࣖ ٢٠


    Artinya: “Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu. Apabila gelap menerpa mereka, mereka berdiri (tidak bergerak). Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

    Petir merupakan bentuk tasbih kepada Allah SWT. Termaktub dalam surah Ar Ra’d ayat 13, Allah SWT berfirman,

    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

    Artinya: “Guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Mahakeras hukuman-Nya.”

    Ketika mendengar petir, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri dan mengurangi rasa takut.

    Lantas, bagaimana doa mendengar petir? Berikut beberapa doa mendengar petir sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Doa Mendengar Petir

    Dikutip dari kitab Al-Adzkar oleh Al-Imam An-Nawawi, berikut beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika mendengar petir:

    Doa Pertama

    Jika mendengar suara guruh dan petir, Rasulullah SAW berucap,

    اللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ، وَلَا تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ، وَعَافِنَا قَبْلَ ذُلِكَ

    Bacaan latin: Allahumma laa taqtulnaa bighadhabika wala tuhlikna biadzabika waafina qobla dzalika

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau membunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan binasakan kami dengan azab-Mu, serta selamatkanlah kami sebelum itu” (HR Ahmad dan lainnya)

    Doa Kedua

    Jika mendapati petir, kilat, dan hujan lalu mengucapkan doa ini tiga kali, maka ia akan selamat dari petir tersebut.

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ.

    Bacaan latin: Subhaanalladzii yusabbikhurra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih

    Artinya: “Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.” (HR Thabrani)

    Doa Ketiga

    سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحَتْ لَهُ.

    Bacaan latin: Subhaana man subhatlahu

    Artinya: “Mahasuci Allah yang petir itu bertasbih kepada-Nya.” (HR Asy-Syafi’i dan lainnya)

    Dirangkum dari buku Pasti Terkabul oleh Thoriq Anwar, menurut sains, petir merupakan gejala alam karena pelepasan medan listrik yang menembus lapisan-lapisan udara sehingga menimbulkan listrik. Petir terbentuk dari muatan-muatan yang dibawa oleh awan.

    Dalam pandangan Islam, petir memiliki banyak istilah, seperti Ar Ra’d, Ash Shawa’iq, dan Al Barq. Ar Ra’d digunakan untuk menyebut geledek atau suara petir, sedangkan Ash Shawa’iq dan Al Barq digunakan untuk menyebut kilatan petir.

    Terdapat perbedan dalam pembentukan petir antara sains dan Islam.Dalam hadits marfu’, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Ar Ra’d adalah malaikat pengatur awan dan bersamanya ada pengoyak api yang bertugas memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah SWT.

    Meski berbeda pendapat, keduanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama suara yang ditimbulkan karena sebuah gerakan. Sebagai seorang beriman, hendaknya membaca doa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

    Petir juga bertasbih kepada Allah SWT. Artinya, petir merupakan ciptaan Allah SWT, sama seperti manusia. Maka tidak dibenarkan jika petir dianggap sebagai Yang Maha Adidaya, apalagi menjadikan petir sebagai sesembahan.

    Wa’allahu a’lam.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Doa saat Turun Hujan, Tergolong sebagai Waktu Mustajab


    Jakarta

    Doa saat turun hujan bisa diamalkan oleh kaum muslimin. Hujan tergolong sebagai rahmat yang Allah SWT berikan kepada makhluknya di muka bumi.

    Diterangkan dalam buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku oleh Masriyah Amva, hujan menjadi satu dari sekian banyak tanda kebesaran Allah SWT. Ketika hujan turun, maka pikiran dan perasaan seseorang akan merasa jauh lebih tenang, seperti lebih mengingat Tuhan dan jadi lebih bersyukur.

    Meski demikian, hujan secara terus menerus dapat menimbulkan bencana. Ketika hal itu terjadi, maka umat Islam bisa mengamalkan doa saat turun hujan. Berikut kumpulan doanya.


    Kumpulan Doa saat Hujan

    1. Doa Saat Turun Hujan

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H Hamdan Hamedan, berikut doa saat turun hujan yang bisa diamalkan.

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    Atau bisa juga membaca doa berikut ketika hujan turun lebat.

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    2. Doa ketika Hujan Deras Disertai Petir

    Petir merupakan kilatan yang muncul dengan suara gemuruh saat hujan. Mengenai petir disebutkan oleh Allah SWT dalam surah Ar Ra’d ayat 13,

    وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ مِنْ خِيْفَتِهٖۚ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَّشَاۤءُ وَهُمْ يُجَادِلُوْنَ فِى اللّٰهِ ۚوَهُوَ شَدِيْدُ الْمِحَالِۗ ١٣

    Artinya: “Dan guruh bertasbih dengan memuji-Nya, (demikian pula) malaikat karena takut kepada-Nya. Dia (Allah) melepaskan petir, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Sementara itu, mereka (orang-orang kafir) berbantah-bantahan tentang kekuasaan Allah, padahal Dia Maha Keras hukuman-Nya.” (QS Ar Ra’d: 13)

    Ketika hujan disertai petir, kaum muslimin bisa membaca doa berikut sebanyak tiga kali,

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Mengutip buku Terjemah Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawai yang diterjemahkan Ulin Nuha, dikatakan umat Islam yang membaca doa di atas akan terlindung dari petir dan suara gemuruhnya. Anjuran doa saat melihat petir berasal dari Abdullah bin Zubair RA, Nabi SAW bersabda:

    “Mahasuci Zat, yang petir selalu membaca tasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat pun bertasbih memuji-Nya karena takut kepada-Nya”. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah peringatan yang sangat keras dari Allah kepada para penghuni bumi, yaitu ancaman turunnya petir, banjir, dan sebagainya. Doa ini dikutip dari surah Ar-Ra’d ayat 13″. (HR Malik)

    3. Doa setelah Turun Hujan

    Merujuk pada sumber yang sama, berikut bacaan doa setelah turun hujan.

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    4. Doa ketika Hujan Disertai Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    Benarkah Hujan Tergolong Waktu Mustajab?

    Diterangkan dalam buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian susunan Mahmud Asy-Syafrowi, Imam Syafi’i dalam al-Umm meriwayatkan hadits dengan sanad mursal, Rasulullah SAW bersabda:

    “Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan: di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah), ketika salat diiqamahkan, dan ketika hujan turun.”

    Dalam hadits lainnya turut dikatakan mengenai mustajabnya doa ketika hujan turun. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Nabi SAW bersabda,

    “Dua doa yang tidak pernah ditolak, yaitu doa pada waktu azan dan doa pada waktu hujan.” (HR Hakim)

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Rasulullah Larang Mencela Hujan dan Angin, Ini Alasannya



    Jakarta

    Ada kalanya rencana kaum muslim tertunda karena cuaca, misalnya hujan lebat dan angin kencang. Tertundanya rencana kadang membuat kesal, hingga keluar celaan kepada cuaca ciptaan Allah SWT tersebut. Namun, ternyata terdapat larangan mencela hujan dan angin.

    Hujan dan angin merupakan tanda kekuasaan yang diperlihatkan Allah SWT kepada setiap manusia. Hujan dan angin juga merupakan rahmat-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Asy-Syura ayat 28. Allah SWT berfirman,

    وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْد


    Artinya: “Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan (Dia pula yang) menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.”

    Larangan Mencela Hujan dan Angin

    Menukil kitab Al Adzkar karya Imam an-Nawawi yang diterjemahkan oleh Ulin Nuha, selain surah Asy-Syura ayat 28, hujan sebagai berkah juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Zaid bin Khalid RA. Ia berkata, “Rasulullah SAW salat Subuh bersama kami di Al-Hudaibiyah setelah turun hujan pada malam hari. Setelah salat, beliau menghadap jemaah dan bersabda,

    ‘Apakah kalian tahu apa yang difirmankan Tuhan kalian?’ Mereka menjawab, ‘Allah SWT dan utusan-Nya lebih tahu.’

    Rasulullah pun bersabda, ‘Allah berfirman, di antara hamba-Ku ada yang beriman dan kafir. Orang yang mengatakan ‘Telah turun hujan kepada kami dengan karunia dan rahmat Allah’, demikian itu yang iman kepadaku dan kafir kepada bintang-bintang. Sedangkan orang-orang yang mengatakan, ‘Telah turun hujan kepada kami, hujan karena rasi bintang ini dan itu’, maka dia itu yang kafir kepadaku dan beriman kepada bintang-bintang’.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Kaum muslim dilarang mencela karunia dan rahmat Allah SWT. Selain itu, menurut penjelasan dalam al-Hadyu an-Nabawi fil-Fadhaail wal-Aadaab karya Ahmad Asy-Syaami yang diterjemahkan Abdul Hayyie Al Kattani dan Mujiburrahman Subadi, Rasulullah SAW melarang kaum muslim mencela sesuatu tidak pada tempatnya. Beliau bersabda,

    “Allah SWT berfirman, ‘Anak keturunan Adam menyakiti-Ku karena mereka mencela masa, padahal Aku adalah Zat yang menciptakan dan menguasai masa, Aku yang mempergantikan malam dan siang’.” (HR Muttafaq’alaih, Bukhari, dan Muslim)

    Selain itu, dalam hadits dijelaskan pula larangan mencela angin. Dikutip dari Shahih Adabul Mufrad karya Imam Bukhari yang diterjemahkan Abu Ahsan, dari Ubay, Rasulullah SAW bersabda,

    “Janganlah kamu mencela angin. Apabila kalian melihat angin yang tidak kalian sukai maka berdoalah, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami mohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, serta kebaikan apa yang telah Engkau kirim. Saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan angin ini, serta apa yang ada di dalamnya dan apa yang telah Engkau kirim’.” (HR Bukhari)

    Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Angin itu termasuk ruh Allah yang dapat mendatangkan rahmat dan siksa, maka janganlah kamu mencelanya, tetapi mohonlah kebaikannya kepada Allah dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya.” (HR Bukhari)

    Doa ketika Hujan Turun

    Hendaknya kaum muslim mengucap doa ketika hujan turun. Masih dari kitab Al Adzkar, diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika melihat hujan.

    اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

    Allaahumma shayyiban naafi’a.

    Artinya: “Ya Allah, semoga menjadi hujan yang manfaat.” (HR Bukhari)

    Doa ketika Angin Kencang

    Diriwayatkan dari Aisyah RA, ia berkata, “Ketika angin berhembus kencang Rasulullah SAW membaca:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ
    شَرَهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

    Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khairaa maa ursilat bihii wa a’uudzubika min syarihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kebaikan angin ini, kebaikan apa yang di dalamnya, kebaikan apa yang dikirimkan bersamanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan di dalamnya dan keburukan dari apa yang dikirim bersamanya.” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa saat Hujan, Bisa Dibaca agar Membawa Keberkahan


    Jakarta

    Hujan menjadi rahmat yang didatangkan oleh Allah SWT untuk manusia dan makhluk hidup bumi. Ketika hujan, Muslim disarankan untuk membaca doa ini.

    Masriyah Amva dalam buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku menjelaskan, hujan menjadi salah satu dari tanda kebesaran Allah SWT. Air menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman.

    Menurut studi yang dilakukan oleh Muhammad Rizky Septian Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam buku Hukum Islam Agroteknologi: Studi Takhrij dan Syarah Hadis menuliskan penjelasan hadits Nabi tentang manfaat hujan terhadap tanaman:


    Nabi SAW ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’, (Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat). (HR Bukhari No. 1032)

    Meskipun begitu, hujan juga bisa mendatangkan banjir. Sehingga kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang bermanfaat.

    Hal yang perlu dilakukan saat turun hujan lebat adalah berdoa, bukan dengan mengeluh atau marah-marah. Ingatlah bahwa yang menurunkan hujan adalah Allah SWT. Dan yang memberi rahmat hingga menimpakan bencana dengan hujan adalah Allah SWT. Jadi, mohonlah kebaikan hujan dan mintalah perlindungan kepada Allah SWT.

    Doa-doa ketika Hujan

    Ada beberapa doa yang bisa Muslim baca ketika hujan mengguyur wilayah tempat tinggal kita. Berikut bacaannya:

    1. Doa saat Hujan Turun

    Saat hujan turun, Rasulullah SAW membaca doa ini. Muslim dapat membacanya agar diberikan keberkahan saat turun hujan. Berikut doa saat turun hujan yang dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H Hamdan Hamedan:

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Lebat

    Atau bisa juga membaca doa berikut ketika hujan turun lebat:

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    3. Doa saat Hujan Disertai Petir

    Ketika hujan lebat disertai dengan petir, Muslim bisa membaca doa berikut sebanyak tiga kali:

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    4. Doa saat Hujan Disertai Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa setelah Turun Hujan

    Dalam kitab Al-Adzkar yang ditulis Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha, disebutkan doa setelah turun hujan:

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Turun Hujan dalam Tulisan Arab, Latin dan Artinya


    Jakarta

    Doa turun hujan jadi salah satu bacaan yang bisa diamalkan muslim ketika hujan lebat. Pada dasarnya, hujan merupakan nikmat yang Allah SWT berikan kepada makhluk hidup.

    Selain itu, hujan juga tergolong sebagai rahmat dan kebesaran Allah SWT. Menurut buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku karya Masriyah Amva, turunnya hujan menjadikan pikiran dan perasaan seseorang tenang.

    Dalam Al-Qur’an, kata hujan disebut sebanyak 55 kali. Ini diterangkan dalam buku Hadits-Hadits Sains oleh Abdul Syukur Al-Azizi.


    Salah satunya dalam surah Az Zukhruf ayat 11, Allah SWT berfirman:

    وَالَّذِيْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍۚ فَاَنْشَرْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ

    Artinya: “Yang menurunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu dengan air itu Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).”

    Namun, hujan dapat berubah menjadi bencana jika dalam intensitas yang banyak. Karenanya, ada beberapa doa yang bisa diamalkan muslim ketika hujan turun yang dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit tulisan H Hamdan Hamedan dan Terjemah Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha,

    5 Doa Turun Hujan Arab, Latin dan Artinya

    1. Doa Turun Hujan Versi Pertama

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa Turun Hujan Versi Kedua

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    3. Doa Turun Hujan Versi Ketiga

    Doa turun hujan yang ketiga ini dapat dibaca ketika hujan lebat disertai petir. Doa dibaca sebanyak tiga kali,

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Maha Suci Allah, yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    4. Doa Turun Hujan Versi Keempat

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa Turun Hujan Kelima

    Setelah doa-doa di atas, bacaan berikut ini dapat diamalkan ketika hujan reda. Berikut lafaznya,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Turunnya Hujan Tergolong Waktu Mustajab

    Masih dari sumber yang sama, turunnya hujan tergolong sebagai waktu mustajab. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Dua doa yang tidak pernah ditolak, yaitu doa pada waktu azan dan doa pada waktu hujan.” (HR Hakim)

    Selain itu, dalam buku Amalan Pembuka Rezeki susunan Haris Priyatna dan Lisdy Rahayu, terdapat hadits Imam Syafi’i yang menyebut hujan sebagai waktu mustajab. Berikut bunyinya,

    “Berdoalah pada waktu doa-doa diperkenankan Tuhan, yakni pada saat berjumpa dengan pasukan musuh, ketika akan melaksanakan salat dan ketika turun hujan.” (HR Syafi’i)

    Wallahu a’lam.

    (aeb/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Minta Hujan Sesuai Sunnah kepada Allah SWT untuk Berbagai Situasi


    Jakarta

    Ada macam alasan mengapa kita bisa melakukan doa minta huna, mulai dari kebutuhan akan air untuk pertanian hingga pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW, untuk menunjukkan bagaimana seharusnya kita berdoa dengan penuh harapan dan iman.

    Mengutip buku edisi Indonesia: Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al-Qur’an oleh Andi MuhammadSyahril, seorangmuslim diperbolehkan untuk minta hujan.

    Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Anas bin Malik bahwa Umar bin Al-Khatab yang memohon turunnya hujan saat musim kemarau berkepanjangan dengan perantara Al-Abbas bin Abdul Muthalib,


    “Ya Allah, dahulu kami memohon turunnya hujan dengan perantara Nabi-Mu saat ia hidup, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka, pada hari ini kami memohon turunnya dengan perantara pamannya Nabi-Mu, maka turunkanlah kepada kami hujan.” Lalu hujan turun untuk mereka.”

    Doa minta hujan sesuai sunnah mengajarkan kita cara meminta pertolongan kepada Allah dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati. Simak beberapa doa minta hujan sesuai sunnah Rasulullah SAW di bawah ini.

    1. Doa Minta Hujan yang Berkah

    Dilansir laman Nahdlatul Ulama (NU), diriwayatkan oleh Abu Dawud, berikut adalah doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW untuk meminta hujan yang menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan.

    اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا, نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ

    Allaahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii-an marii’an naafi’an ghaira dharrin ‘aajilan ghaira aajil.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang lebat merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda.”

    Dalam buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun oleh H. Hamdan Hamedan, MA, disebutkan bahwa kala itu ada sekelompok orang datang sambil menangis ke Rasulullah SAW.

    Mereka meminta Rasulullah SAW untuk berkenan berdoa agar turun hujan. Kemudian, Rasulullah SAW mengucapkan doa tersebut dan hujan pun turun.

    2. Doa Minta Hujan yang dipanjatkan Rasulullah SAW

    Dalam riwayat Imam Malik bin Anas, Rasulullah SAW membaca doa turun hujan ini untuk hamba-hamba Allah, dan binatang-binatang ciptaan-Nya, serta dihidupkannya lagi negeri yang sebelumnya mati karena kekeringan.

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada hamba-hamba-Mu dan binatang-binatang (ciptaan)-Mu, sebarkanlah rahmat-Mu dan hidupkanlah negeri-Mu yang sebelumnya mati.”

    Setelah diturunkannya hujan, kita juga harus berdoa agar hujan yang diturunkan oleh Allah SWT menjadi sebuah keberkahan.

    3. Doa Minta Hujan Lebat

    Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Rasulullah SAW juga pernah memanjatkan doa agar turun hujan berikut ini:

    اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهمَّ أَنْتَ اللهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ الْغَنِيُّ, وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلْيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَي حِيْنٍ

    Artinya: “Segala puji milik Allah, Tuhan seluruh semesta, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Tuhan yang menguasai hari pembalasan. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tiada Tuhan kecuali Engkau yang Maha Kaya, sedangkan kami makhluk yang membutuhkan, turunkanlah hujan pada kami dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan kepada kami sebagai kekuatan dan pencapaian hingga akhir masa.”

    إنكم شكوتم جدب دياركم واستئخار المطر عن إبان زمانه عنكم وقد أمركم الله سبحانه أن تدعوه ووعدكم أن يستجيب لكم

    Artinya: “Sesungguhnya kalian mengeluhkan gersangnya tanah-tanah kalian dan terlambatnya hujan dari masa biasanya. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya, dan menjanjikan akan mengabulkan (doa) kalian.”

    Doa tersebut dipanjatkan oleh Rasulullah, ketika banyak orang mengeluh karena keterlambatan hujan yang mengakibatkan ketandusan tanah-tanah mereka.

    Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW kemudian meminta mereka untuk menyediakan mimbar dan meletakannya di masjid.

    Rasulullah SAW berjanji akan menemui mereka lagi nanti. Sayyidah ‘Aisyah berkata: “Nabi akan menemui mereka setelah matahari terbit. Beliau duduk di atas mimbar, sambil mengucapkan takbir, tasbih, dan tahmid, dan berkata (kepada mereka):

    إنكم شكوتم جدب دياركم واستئخار المطر عن إبان زمانه عنكم وقد أمركم الله سبحانه أن تدعوه ووعدكم أن يستجيب لكم

    “Sesungguhnya kalian mengeluhkan gersangnya tanah-tanah kalian dan terlambatnya hujan dari masa biasanya. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya, dan menjanjikan akan mengabulkan (doa) kalian.”

    Kemudian, Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya lalu membalikkan tubuh ke arah orang-orang itu. Setelah itu, beliau melaksanakan salat 2 rakaat.

    Pada setiap rakaat tersebut Rasulullah SAW membaca, “Mâ syâ’allâh” dan “Subhânallâh”. Tak lama, suara guntur terdengar dan hujan pun turun dengan lebat hingga memenuhi masjid.

    Melihat hal tersebut, Rasulullah pun tersenyum lebar hingga terlihat gigi gerahamnya saat melihat orang-orang bergegas pulang ke rumah mereka masing-masing.

    Rasulullah SAW berkata:

    أشهد أن الله علي كل شيء قدير وأني عبد الله ورسوله

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya.” (Imam Abu Bakr al-Thurthusyi, al-Du’â al-Ma’tsûrât wa dâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ittibâ’uhu wa Ijtinâbuhu).

    Doa Ketika Turun Hujan

    Dikutip dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh H. Hamdan Hamedan, MA, berikut adalah bacaan doa ketika hujan turun yang diriwayatkan dalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Allahumma shoyyiban nafi’an

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.

    hujan turun, maka bisa dilanjutkan dengan doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Itu tadi doa minta hujan dan doa yang dipanjatkan saat hujan turun. Semoga setiap doa kita diijabah oleh Allah SWT dan membawa keberkahan, baik bagi bumi yang kita tinggali atauput untuk kehidupan makhluk-Nya.

    Wallahu a’lam.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Turun Hujan, Amalkan agar Terhindar dari Bencana Alam


    Jakarta

    Doa ketika turun hujan diamalkan muslim agar terhindar dari mara bahaya. Selain itu, doa juga dibaca dengan harapan hujan tersebut membawa berkah.

    Terkait hujan dijelaskan dalam beberapa ayat suci Al-Qur’an, salah satunya surah Az-Zukhruf ayat 11:

    وَالَّذِيْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍۚ فَاَنْشَرْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ


    Artinya: “Yang menurunkan air dari langit dengan suatu ukuran, lalu dengan air itu Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).”

    Kumpulan Doa ketika Turun Hujan

    Berikut beberapa doa ketika turun hujan yang dapat dibaca muslim seperti dinukil dari buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit oleh Hamdan Hamedan dan kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi yang diterjemahkan Ulin Nuha.

    1. Doa ketika Turun Hujan Pertama

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa ketika Turun Hujan Kedua

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    3. Doa ketika Turun Hujan Ketiga

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Maha Suci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    4. Doa ketika Turun Hujan Keempat

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa ketika Turun Hujan Kelima

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Berdoa saat Hujan Tergolong Mustajab

    Menukil dari buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku yang disusun Masriyah Amva, berdoa ketika tergolong mustajab. Hujan merupakan tanda kebesaran dan rahmat Allah SWT untuk seluruh makhluk di bumi.

    Ketika hujan turun, maka pikiran dan perasaan seseorang mengalami perubahan. Jiwa lebih cepat tenggelam dalam tafakur ketika menyaksikan air hujan yang berderai.

    Dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah SAW bersabda, “Dua doa yang tidak pernah ditolak, yaitu doa pada waktu azan dan doa pada waktu hujan.” (HR Hakim)

    Keringanan Ibadah bagi Muslim ketika Hujan

    Diterangkan dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa oleh Nurhasanah Namin, ada beberapa keringanan bagi muslim dalam hal ibadah ketika turunnya hujan. Salah satunya diperbolehkan meninggalkan salat berjamaah di masjid.

    Dari Abdullah bin Abbas RA berkata kepada muadzin saat hujan, “Jika engkau mengucapkan ‘Asyhadu alla ilaha illallah, asyhadu anna Muhammadar Rasulullah’, maka janganlah engkau ucapkan ‘Hayya ‘alash sholaah’. Tetapi ucapkanlah ‘Sholluu fii buyutikum’ (salatlah di rumah kalian)”

    Menurut Imam Nawawi, hadits di atas menjadi dalil keringanan untuk tidak salat berjamaah saat hujan. Ini termasuk sebagai uzur atau halangan untuk meninggalkan salat berjamaah.

    “Salat jamaah sebagaimana yang dipilih oleh ulama Syafi’iyyah merupakan salat yang muakkad (betul-betul ditekankan) apabila tidak ada uzur. Dan tidak mengikuti salat jamaah dalam kondisi tersebut adalah suatu hal yang disyariatkan (diperbolehkan) bagi orang yang susah dan sulit melakukannya,” tulis Imam Nawawi.

    Selain itu, ketika hujan turun dengan deras muslim juga boleh menjamak salat. Abu Az Zubair dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas RA dia berkata,

    “Rasulullah SAW pernah mengerjakan salat Dzuhur dan Ashar serta Maghrib dan Isya secara jamak, bukan dalam keadaan takut maupun safar.” Yang meriwayatkan dari Abu Az Zubair adalah Imam Malik dalam Muwatho’nya, Imam Maik mengatakan, “Aku menyangka bahwa menjamak di sini adalah ketika hujan.”

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Doa Kemarau Panjang untuk Meminta Hujan Sesuai Tuntunan Rasulullah


    Jakarta

    Indonesia mulai memasuki musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi di semua wilayah. BMKG menyebutkan, puncak musim kemarau ekstrem terjadi di bulan Juli-Agustus 2024 karena pengaruh El Nino Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Dipole (IOD), dan suhu permukaaan laut di sekitar Indonesia.

    Tiap muslim tentu harus siap menghadapi cobaan ini dengan penuh iman dan taqwa. Seperti dicontohkan dalam doa kemarau panjang yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika menghadapi cobaan tersebut.

    Doa adalah salah satu ‘senjata’ tiap muslim saat menghadapi tantangan. Doa kemarau panjang berisi harapan agar Allah SWT mengampuni dosa serta memberi ridhoNya pada tiap muslim. Tentunya, disertai harapan agar kemarau cepat berlalu.


    Kumpulan Doa Kemarau Panjang: Arab, Latin, dan Terjemah

    Dikutip dari laman NU Online, berikut beberapa doa kemarau panjang untuk meminta hujan.

    1. Doa Kemarau Panjang dari HR Abu Dawud

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ, مَالِكِ يَوْمِ اَلدِّينِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ, اَللَّهُمَّ أَنْتَ اَللَّهُ, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَنْتَ اَلْغَنِيُّ وَنَحْنُ اَلْفُقَرَاءُ, أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ, وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ عَلَيْنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِينٍ

    Latin: Alhamdulillāhi rabbil ālamīn. Arrahmānir rahīm. Māliki yaumid dīn. Lā ilāha illallāhu yaf’alu mā yurīd. Allahumma antallāhu. Lā ilāha illā anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara`. Anzil ‘alainal ghaitsa waj’al mā anzalta ‘alainā quwwatan wa balaghan ilā hīn

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Kau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Kau Maha Kaya. Sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Kau Turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai hari yang ditetapkan.” (HR Abu Dawud).

    2. Doa Kemarau Panjang Rasulullah saat Khutbah Jumat (Muttafaq Alaih)

    Nabi Muhammad SAW pernah membacakan doa permintaan sahabatnya ketika khutbah Jumat. Ia menceritakan tentang kekeringan yang terjadi dan Rasulullah membaca doa berikut.

    اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا, اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Latin: Allāhumma agitsnā, allāhumma agitsnā.

    Artinya: “Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami.” (Muttafaq Alaih)

    3. Doa Istisqa’ yang Pernah Dibaca Rasulullah (HR Awanah dari Sahabat Sa’ad ra)

    اَللَّهُمَّ جَلِّلْنَا سَحَابًا, كَثِيفًا, قَصِيفًا, دَلُوقًا, ضَحُوكًا, تُمْطِرُنَا مِنْهُ رَذَاذًا, قِطْقِطًا, سَجْلًا, يَا ذَا اَلْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

    Latin: Allāhumma jallilnā saḥāban, katsīfan, qashīfan, dalūqan, dhaḥūqan, thumthirunā minhu radzādzan, qith-qithan, sajlan, yā dzal jalāli wal ikrām.

    Artinya: “Ya Allah ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengkilat; sebuah awan darinya Kauhujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia.” (HR Abu Awanah).

    4. Doa Istisqa’ Semut di Zaman Nabi Sulaiman (sesuai cerita Rasulullah di HR Imam Ahmad)

    Keistimewaan Nabi Sulaiman AS atas kedekatannya dengan seluruh hewan terbukti dari kisah semut ini. Diceritakan beliau dan umatnya gagal melakukan sholat istisqa’ karena hujan telah turun setelah seekor semut mendoakan lafadz berikut.

    اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ, لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ

    Latin: Allāhumma innā khalqun min khalqika, laysa binā ghinan ‘an suqyāka

    Artinya: “Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami tidak dapat berlepas ketergantungan dari anugerah air-Mu.” (HR Ahmad).

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيمَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الحَي القيوم وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

    Latin: Astaghfirullahal azhim, la ilaha illa huwal hayyul qayyum, wa atubu ilaihi

    Artinya: “Aku meminta ampun kepada Allah yang Maha Agung. Tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Maha Tegak. Aku bertobat kepada-Nya.”

    6. Doa Kemarau Panjang sesuai Muktamar Tarjih Muhammadiyah

    Dikutip dari laman Muhammadiyah, berdasarkan Keputusan Muktamar Tarjih XX Garut tahun 1976, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut ketika kemarau panjang.

    اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِث

    Latin: Allahummaskina ghaitsan marii’an thobakon marii’an ‘aajilan ghaira raaitsan

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami hujan yang lebat, menyegarkan, merata, deras, segera, dan tidak menyebabkan kerusakan.”

    Perintah Allah untuk Memohon Ampun Saat Kemarau

    Anjuran untuk memohon ampunan sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT tercantum dalam QS An-Nuh ayat 10-12.

    (10) فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
    (11) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا
    (12) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

    Arab latin: fa qultustagfirụ rabbakum innahụ kāna gaffārā. yursilis-samā`a ‘alaikum midrārā. wa yumdidkum bi`amwāliw wa banīna wa yaj’al lakum jannātiw wa yaj’al lakum an-hārā

    Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.

    Disebutkan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Nya maka akan mendapatkan.

    • Mengirimkan hujan yang lebat ke daerahnya.
    • Memperbanyak rezeki berupa harta dan anak.
    • Memberikan berkah untuk kebun dan sungai dengan aliran air yang deras.

    Mengutip dari laman BPBD Kabupaten Bogor, musim kemarau panjang dan kekeringan di Indonesia terjadi karena letak geografis, minimnya daerah resapan, curah hujan yang rendah, dan pemanasan global. Akibatnya terjadi berbagai kerusakan bumi yang merugikan seperti:

    • Kekurangan sumber air bersih
    • Banyak tanaman yang kering dan mati
    • Meningkatnya kadar polusi udara
    • Kebakaran hutan
    • Gagal panen.

    Menurut QS Ar-Rum ayat 41, terjadinya kerusakan di bumi adalah perbuatan tangan manusia sebagai akibat yang harus ditanggung. Hal ini akan terus terjadi hingga manusia kembali ke jalan yang benar. Mengutip dari Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir dari laman Baznas, berikut solusi umat muslim dalam menghadapi kerusakan lingkungan.

    • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT
    • Meningkatkan kesadaran lingkungan
    • Tidak mengeksploitasi lingkungan
    • Mengelola lingkungan dengan sistem berkelanjutan
    • Menjaga dan tidak merusak lingkungan

    Demikian doa kemarau panjang untuk menurunkan hujan sesuai dengan hadist dan amalan Rasulullah. Perlu adanya kesadaran lingkungan untuk menjaga ketersediaan air dari kekeringan demi kepentingan manusia, hewan, maupun tumbuhan.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Hujan Lebat, Amalan supaya Tidak Terjadi Banjir


    Jakarta

    Hujan adalah salah satu nikmat dari Allah SWT yang membawa berkah bagi kehidupan makhluk di bumi. Dalam Islam, hujan diakui sebagai rahmat yang mendatangkan kebaikan.

    Namun, ketika hujan turun dalam intensitas tinggi hingga menyebabkan kekhawatiran seperti banjir, masyarakat dianjurkan untuk berdoa memohon perlindungan dan keselamatan dari bahaya yang mungkin terjadi.

    Berdoa saat hujan memiliki keutamaan khusus karena hujan adalah momen turunnya rahmat dari Allah SWT. Selain itu, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa yang dipanjatkan saat hujan lebat adalah doa yang diijabah oleh Allah SWT. Sebagaimana sabdanya:


    “Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika hujan.” (HR. Hakim)

    Hadits ini menjelaskan bahwa waktu turunnya hujan adalah salah satu momen terbaik untuk memohon ampun, meminta keselamatan, keberkahan, serta rahmat dari Allah SWT.

    Doa ketika Hujan Lebat

    Berikut adalah doa-doa yang dianjurkan dalam Islam saat menghadapi hujan lebat, seperti yang dikutip dari buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

    Doa agar Hujan Turun Menjadi Berkah

    Ketika hujan mulai turun, umat Islam dianjurkan untuk berdoa agar hujan yang turun membawa kebaikan. Rasulullah SAW mengajarkan doa sederhana berikut:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Allahumma shoyyiban nafi’an

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.”

    Doa ini dibaca untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan yang turun tidak membawa kerusakan atau bahaya, melainkan kebaikan yang bermanfaat bagi semua makhluk.

    Doa agar Hujan Tidak Menimbulkan Bahaya

    Ketika hujan mulai deras hingga menimbulkan kekhawatiran, Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon keselamatan dan memindahkan hujan ke tempat yang lebih membutuhkan.

    اللَّهُمّحَوَالَيْنَاوَلَاعَلَيْنَا,اللَّهُمَّعَلَىالْآكَامِوَالْجِبَالِوَالظِّرَابِوَبُطُونِالْأَوْدِيَةِوَمَنَابِتِالشَّجَر

    Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.” (HR Bukhari)

    Dalam doa ini, kita memohon kepada Allah SWT untuk mengalihkan hujan yang turun ke tempat yang lebih cocok atau yang lebih membutuhkannya, demi menjaga keamanan dan terhindar dari bahaya.

    Doa saat Hujan dengan Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa syarri maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    Doa saat Hujan Disertai Petir

    سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

    Artinya: “Maha Suci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbihlah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.”

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com