Tag: hujan

  • Doa agar Tidak Banjir untuk Memohon Perlindungan dari Bencana


    Jakarta

    Doa agar tidak banjir adalah amalan yang dapat dilakukan untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari bencana yang merugikan. Selain berusaha secara fisik, seperti menjaga lingkungan dan sistem drainase, doa juga dapat menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah SWT dari musibah ini.

    Simak berikut ini kumpulan doa yang dapat dipanjatkan agar hujan yang turun ke bumi tidak memberikan dampak negatif, seperti banjir.

    Turunnya Hujan Adalah Berkah dari Allah

    Sejatinya, hujan dapat membawa berkah karena menyuburkan tanaman, menyediakan air bersih, dan mendukung kehidupan. Hujan juga merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.


    Dalam buku, Indahnya Doa Rasulullah Bagiku, tulisan Masriyah Amva, dijelaskan bahwa keutamaan waktu hujan untuk berdoa didasarkan pada hadits:

    اطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعاَءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوْشِ وَإِقَامَةِ الصَّلاَةِ ونُزُوْلِ الْغَيْث.

    Artinya: “Raihlah kemustajaban doa di kala pasukan sedang bertempur, saat ikamah salat, dan di saat turun hujan.” (HR Imam Syafi’i)

    Lebih lanjut, juga dijelaskan bahwa hujan adalah tanda kebesaran dan rahmat Allah SWT bagi seluruh makhluk. Saat hujan turun, hati dan pikiran cenderung lebih dekat kepada-Nya, tenggelam dalam tafakur dan syukur. Karena itu, hujan menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa, di mana keikhlasan dan rasa syukur lebih mendalam.

    Namun, ketika intensitas hujan tinggi dan drainase kurang memadai, potensi banjir dapat meningkat. Kondisi ini bisa berdampak pada kerugian materiil, kesehatan, dan keselamatan.

    Kumpulan Bacaan Doa agar Tidak Banjir

    Merangkum dari arsip detikHikmah dan laman resmi Kemenag RI, berikut beberapa doa saat hujan agar tidak mendatangkan musibah banjir.

    1. Doa agar Tidak Banjir dan Menjadi Aliran yang Bermanfaat

    اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi’â.

    Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

    2. Doa agar Tidak Banjir dan Menjadi Berkah

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudaratkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

    3. Doa agar Tidak Banjir dan Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarrimaa ursilat bihi

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

    4. Doa Hujan Disertai Petir

    Berikut adalah doa yang merujuk pada hadits dari Imam Malik ketika hujan disertai petir.

    سُبْحاَنَ الَّذِي يُسْبِحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ والْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

    Artinya: “Maha Suci Allah, petir dan para malaikat memuji Allah dan menyucikan-Nya karena takut kepada-Nya.” (HR Imam Malik)

    Itulah beberapa doa agar tidak banjir yang dapat dipanjatkan saat hujan turun. Dengan membaca doa-doa tersebut, kita berharap hujan yang turun membawa rahmat, bukan musibah, serta menjadi pengingat untuk menjaga lingkungan agar bebas dari banjir. Semoga Allah selalu melindungi kita semua. Aamiin.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Hujan, Panjatkan Sebagai Bentuk Syukur Atas Nikmat Allah SWT



    Jakarta

    Hujan adalah nikmat dari Allah SWT yang diturunkan dari langit untuk makhluk di bumi. Sebagai bentuk syukur sekaligus untuk memohon perlindungan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa ketika hujan.

    Hujan menjadi sumber kehidupan, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 30,

    أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ


    Artinya: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

    Dalam hadits dari Sahl bin Sa’d, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

    Artinya: Dua doa yang tidak akan ditolak, doa ketika adzan dan doa ketika ketika turunnya hujan.

    Doa saat Hujan

    1. Doa saat Hujan

    Ketika turun hujan, umat Islam bisa membaca doa berikut,

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    2. Doa saat Hujan Lebat

    Saat hujan turun lebat, bisa mengamalkan doa berikut,

    اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

    Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

    3. Doa saat Hujan Disertai Petir

    Ketika hujan disertai petir, umat Islam bisa membaca doa berikut sebanyak tiga kali,

    سُبْحانَ الَّذي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالمَلائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

    Arab latin: Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa-ikatu min khiifatih.’

    Artinya: “Mahasuci Allah, Yang petir bertasbih dengan memuji kepada-Nya, dan para malaikat takut kepada-Nya.”

    Anjuran doa saat melihat petir berasal dari Abdullah bin Zubair RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Mahasuci Zat, yang petir selalu membaca tasbih dengan memuji-Nya dan juga para malaikat pun bertasbih memuji-Nya karena takut kepada-Nya”. Kemudian ia berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah peringatan yang sangat keras dari Allah kepada para penghuni bumi, yaitu ancaman turunnya petir, banjir, dan sebagainya. Doa ini dikutip dari surah Ar-Ra’d ayat 13″. (HR Malik)

    4. Doa saat Hujan Disertai Angin Kencang

    اَللهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَمَا اُرْسِلَتْ بِهِ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا فِيْهَا وَشَرِّمَا اُرْسِلَتْ بِهِ

    Arab latin: Allaahumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih

    Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya,”

    5. Doa setelah Turun Hujan

    Doa syukur setelah turun hujan bisa diamalkan sebagai bentuk syukur atas nikmat dari Allah SWT.

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kala Paman Rasulullah Berdoa Meminta Turunnya Hujan



    Jakarta

    Abbas bin Abdul Muthalib namanya. Paman nabi yang satu ini disebut sebagai orang yang paling kesepian usai wafatnya Rasulullah SAW.

    Abbas merupakan saudara bungsu dari ayah Nabi Muhammad. Mengutip dari buku Abbas bin Abdul Muthalib yang ditulis oleh Arief Priambudi, perbedaan umur Abbas dan Rasulullah hanya berkisar dua sampai tiga tahun.

    Keduanya sangat akrab, terlebih usia mereka tidak terpaut jauh. Sosok Abbas dikenal sebagai seorang yang pemurah, selalu menjaga dan menghubungkan tali silaturahmi.


    Selain itu, Abbas juga disebut sebagai orang yang cerdas. Saking cerdasnya, Abbas memiliki kedudukan yang tinggi di kalangan Quraisy, ia tak gentar membela Nabi Muhammad dari berbagai bencana dan kejahatan kaum Quraisy.

    Berkaitan dengan Abbas, ada sebuah kisah menarik. Diceritakan dalam buku Dahsyatnya Ibadah, Bisnis, dan Jihad Para Sahabat Nabi yang Kaya Raya susunan Ustaz Imam Mubarok Bin Ali, pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab terjadi paceklik yang hebat bersamaan dengan kemarau ganas.

    Masyarakat berbondong-bondong datang kepada khalifah Umar untuk mengadukan kesulitan dan kelaparan yang menimpa daerahnya masing-masing. Umar lantas meminta para kaum muslimin untuk membantu sesama, penguasa di berbagai daerah diperintahkan mengirim kelebihan daerah ke pusat.

    Ka’ab lalu menemui Umar bin Khattab sambil berkata, “Wahai amirul mukminin! Biasanya Bani Israil kalau menghadapi bencana semacam ini, mereka meminta hujan dengan kelompok para nabi mereka,”

    Mendengar hal itu, Umar lalu menjawab, “Inilah paman Nabi Muhammad SAW dan saudara kandung ayahnya. Lagi pla, ia adalah pimpinan Bani Hasyim,”

    Paman Rasulullah yang dimaksud ialah Abbas bin Abdul Muthalib. Selanjutnya, Umar segera pergi menemui Abbas dan menceritakan kesulitan yang dialami oleh masyarakat.

    Setelah itu, Umar dan Abbas naik ke atas mimbar seraya berdoa, “Ya Allah, kami menghadapkan diri kepada-Mu bersama dengan paman nabi kami dan saudara kandung ayahnya, maka turunnkanlah hujan-Mu dan janganlah kami sampai putus asa,”

    Kemudian, Abbas memulai berdoa dengan memuja Allah SWT,

    “Ya Allah, Engkau yang mempunyai awan, dan Engkau pula yang mempunyai air. Sebarkanlah awan-Mu dan turunkanlah air-Mu kepada kami. Hidupkanlah semua tumbuhan dan suburkanlah semua air susu. Ya Allah, Engkau tidak mungkin menurunkan bencana kecuali karena dosa, Engkau tidak akan mengangkat bencana kecuali lantara taubat. Kini, umat ini sudah menghadapkan diri kepada-Mu, maka turunkanlah hujan kepada kami,” (HR Bukhari dari Anas bin Malik).

    Atas izin dan kuasa Allah, setelah doa tersebut dipanjatkan turunlah hujan lebat. Orang-orang lalu bersyukur dan mengucapkan selamat kepada Abbas, “Selamat kepadamu wahai Saqi Haramain yang mengurusi minuman orang di Makkah dan Madinah!”

    Dijelaskan dalam buku Pelajaran Agama Islam yang ditulis oleh Hamka bahwa memohon kepada Allah SWT dengan memakai seseorang sebagai perantara diperbolehkan. Hal ini disebut dengan wasilah yang artinya perantara.

    Dalam surat Al Maidah ayat 35, Allah SWT berfirman:

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱبْتَغُوٓا۟ إِلَيْهِ ٱلْوَسِيلَةَ وَجَٰهِدُوا۟ فِى سَبِيلِهِۦ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wabtagū ilaihil-wasīlata wa jāhidụ fī sabīlihī la’allakum tufliḥụn

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan,”

    Hal inilah yang juga mendorong Umar bin Khattab untuk mempersilahkan Abbas selaku paman Rasulullah untuk membacakan doa permohonan turunnya hujan. Doa tersebut diriwayatkan dari hadits riwayat Bukhari.

    Itulah kisah mengenai paman Nabi Muhammad yang diminta Umar untuk berdoa agar hujan turun. Semoga cerita di atas dapat mempertebal keimanan kita, Aamiin.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com