Tag: hujan

  • Catat! Ini 5 Langkah Persiapan Rumah buat Hadapi Hujan Deras



    Jakarta

    Hujan deras belakangan ini terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Dibutuhkan persiapan yang matang untuk mengamankan rumah di saat musim hujan datang. Apalagi untuk menghadapi hujan besar disertai angin yang bisa menimbulkan kerusakan.

    Tanpa tindakan pencegahan yang tepat, hujan deras dapat menimbulkan kebocoran melalui atap, meluap ke talang air, membanjiri halaman, dan bisa merembes melalui pondasi atau dinding rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Kamis (7/11/2024), berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan rumah sebelum hujan lebat.


    Bersihkan Sistem Talang Air

    Sistem talang air mengumpulkan dan mengarahkan air hujan dari atap rumah ke area drainase yang tepat di luar rumah.

    Jika talang air atau pipa pembuangan tersumbat, hujan deras dapat dengan cepat terkumpul dan meluap di bawah atap, ke rongga atap, dan bahkan bisa merembes melalui dinding rumah.

    Sebelum hujan melanda, pastikan untuk memeriksa talang dan pipa pembuangan. Bersihkan ranting, daun, atau sampah lain yang terkumpul. Lalu bersihkan dengan menyiram talang air untuk memastikan bersih dan tidak ada kebocoran.

    Periksa Atap Rumah

    Pemeriksaan atap sebaiknya dilakukan setahun sekali atau setelah hujan deras. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mencari kerusakan, melakukan perbaikan, dan mengganti genteng atau sirap yang rusak atau bergeser.

    Simpan Furniture dan Peralatan Luar Ruangan

    Meskipun beberapa furniture luar ruangan dibuat untuk menahan hujan lebat dan hembusan angin kencang. Sebelum hujan menghantam rumah, simpan semua furniture dan peralatan luar ruangan yang dapat dipindahkan ke gudang atau garasi.

    Barang yang tidak bisa dipindah harus diikat dan ditutup untuk mencegah tertiup angin atau rusak. Penting untuk membersihkan ranting yang mungkin terlempar oleh angin dan mengenai barang-barang kamu.

    Tutup Area Jendela dan Pintu

    Jendela atau pintu yang terbuka saat hujan bisa menyebabkan kerusakan di bagian dalam rumah. Sebelum hujan turun, tutup jendela dan pintu di sekitar rumah. Periksa jendela, pintu, rangka untuk mengetahui adanya kebocoran atau celah.

    Bila diperlukan, pasang penutup jendela anti badai atau pasang tripleks di atas area yang rapuh untuk menciptakan penghalang terhadap hujan dan angin kencang.

    Pangkas Pohon atau Cabang yang Mati

    Cabang pohon yang tertiup angin dan patah dapat memecahkan jendela, merobek dinding, dan memecahkan genteng dari atap rumah. Periksa pohon secara teratur untuk mengurangi resiko kerusakan pada rumah saat terjadi hujan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Kesalahan Membersihkan Talang Air yang Harus Dihindari


    Jakarta

    Talang air dapat tersumbat oleh ranting, daun, tanah, dan serpihan lainnya. Hal ini membuat aliran air menjadi tersumbat. Genangan yang ada di talang air bisa saja menyebabkan kebocoran di rumah.

    Membersihkan talang air tidak terlalu sulit, namun ada beberapa kesalahan yang dilakukan saat membersihkan talang air. Melansir The Spruce, Kamis (7/11/2024), berikut beberapa kesalahan yang harus kamu hindari saat membersihkan talang air di rumah.

    Naik ke Atap Rumah

    Mungkin kamu berpikir saat memanjat ke atap akan lebih mudah dalam membersihkan talang. Namun, saat membersihkannya harus menghadap ke tepi dengan sudut ke bawah untuk mencapai talang.


    Hal ini akan meningkatkan resiko terjatuh. Lebih aman dan efisien untuk menggunakan tangga dan meminta bantuan orang lain untuk menstabilkan tangga dari bawah.

    Menggunakan Alat yang Salah

    Pekerjaan yang dilakukan di rumah akan lebih mudah dan aman jika menggunakan peralatan yang tepat. Sebelum memulai pembersihan, penting untuk memastikan kamu memiliki tangga yang sesuai untuk mengakses talang air dengan aman.

    Gunakan sarung tangan, pakai ember, dan peralatan pembersih talang air lainnya. Selain itu, periksa untuk memastikan tangga dan peralatan kamu dalam kondisi baik sebelum kamu memulai.

    Mengabaikan Cuaca

    Memanjat tangga yang licin saat hujan adalah ide yang sangat buruk. Hujan dapat membuat kamu lebih sulit berdiri dan meningkatkan resiko terjatuh.

    Selain itu, bekerja di tengah hujan dapat menghalangi pandangan, dan kelebihan air di talang membuat puing-puing menjadi lebih berat dan lebih sulit dibersihkan. Rencanakan untuk membersihkan talang air pada musim kemarau.

    Kerja Tanpa Bantuan Orang Lain

    Membersihkan talang air sendirian memang memungkinkan, tetapi tidak disarankan. Bekerja sendiri tidak hanya meningkatkan risiko cedera, juga akan lebih melelahkan. Jika memungkinkan, kamu harus meminta bantuan untuk menstabilkan tangga.

    Melewatkan Pembersihan Talang

    Membiarkan talang air penuh sampah akan menimbulkan masalah yang lebih serius seperti terjadinya penyumbatan, kebocoran, dan talang air yang meluap.

    Tergantung pada berapa lama talang air dibiarkan tanpa dibersihkan, sampah yang terkumpul akan merusak sistem talang air di rumah. Untuk menghindari masalah dengan talang air, sebaiknya bersihkan talang air setidaknya dua kali setahun.

    Itulah beberapa kesalahan saat membersihkan talang air yang harus dihindari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Cek Atap Dak Beton Bocor, Cuma Pakai 1 Teknik!


    Jakarta

    Atap dak beton semakin banyak digunakan sebagai bentuk atap rumah masa kini. Bentuk atap dak beton ini biasanya rata dan tidak memakai genteng, sehingga bisa dibuat sebagai ruang santai atau biasa disebut rooftop. Namun, sama seperti atap pada umumnya, dak beton juga bisa bocor atau rembes.

    Potensi kebocoran ini juga dipengaruhi karena bentuk dari atapnya yakni datar. Bentuk atap yang datar membuat air berkumpul di satu tempat seperti kolam. Sementara, atap yang miring, tidak akan membuat air berkumpul di atas, melainkan langsung jatuh ke tanah. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menyiapkan lubang dan pipa pembuangan air di atas.

    Selain itu, kamu juga harus memastikan atap dak beton itu memang tidak rembes atau bocor pada saat masih pembangunan. Dengan begitu, kamu tidak akan mengeluarkan uang dua kali lipat untuk memperbaiki dak beton ini. Lantas, bagaimana cara memastikan atap dak beton ini memang tidak rembes atau bocor?


    Cara Cek Atap Dak Beton Bocor

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk mengecek celah rembesan air adalah dengan teknik perendaman air. Hal ini dilakukan setelah fondasi atap dak di bagian atas telah selesai dan dilapisi water proofing.

    Teknik ini harus dilakukan di awal sebelum pembangunan rumah selesai agar bisa segera diperbaiki. Selain memastikan tidak ada celah air masuk, teknik ini juga untuk melihat apakah water proofing yang digunakan efektif.

    Panggah mengungkapkan teknik ini juga bisa dilakukan pada pembuatan kamar mandi atau kolam renang di lantai atas. Cara ini dinilai efektif oleh para kontraktor guna memastikan keamanan dan ketahanan bangunan dari kebocoran.

    “Water proofing kan banyak ya caranya, ada yang pakai cat terus juga ada yang pakai membran karet dibakar,” sebut Panggah saat dihubungi oleh detikProperti beberapa waktu lalu.

    Kemudian, saat merendam air di dak beton tersebut, kamu bisa membiarkannya selama 1×24 jam, 3×24 jam, atau 7×24 jam tergantung pada ketebalan beton yang digunakan dan luas atap rumah.

    Sembari menunggu, kamu bisa sesekali mengecek plafon atau dinding di bawah plafon.. Panggah menjelaskan sifat air biasanya akan menuju ke permukaan yang lebih rendah. Maka, apabila ditemui bocor atau rembes pada salah satu sisi, bagian yang perlu di cek adalah arah sebaliknya karena air datang dari sisi tersebut.

    Apabila terbukti ada kebocoran atau rembesan pada atap dak beton, kontraktor atau pekerja bangunan memperbaikinya dengan cara grunting, dicor ulang, atau bobok bagian retak untuk ditambal kembali. Setelah itu, baru bisa dilakukan water proofing ulang.

    “Kenapa dilakukan tes rendam itu? Pertama kita pengin tahu nanti setelah dipasang keramik kalau misalnya terjadi kebocoran, kita nggak bongkar banyak yang mengakibatkan kerugian secara material, secara waktu, secara bahan gitu,” ungkap Panggah.

    Panggah mengingatkan, kebocoran pada atap dek beton atas ini perlu diatasi segera. Risiko yang ditimbulkan bukan hanya membuat penghuni rumah tidak nyaman, melainkan dapat mempengaruhi kualitas fondasi bangunan. Seperti yang diketahui di dalam beton terdapat besi penyangga. Besi tersebut memiliki kelemahan jika terkena air, mudah mengalami korosi.

    Jika dibiarkan, besi tersebut dapat patah lalu permukaan beton pecah dan bahayanya saat atap rumah ambruk dapat mengancam keselamatan penghuni rumah.

    Maka dari itu, untuk setiap rumah yang menggunakan dak beton datar perlu dilapisi dengan water proofing di atasnya. Selain untuk mencegah kebocoran dan rembesan, water proofing juga akan melindungi atap dak beton dari paparan sinar matahari.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Perbaiki Genteng Bocor Biar Nggak Rembes Saat Hujan



    Jakarta

    Masalah genteng bocor memang PR banget buat pemilik rumah. Rembesan air bisa bikin seisi rumah basah dan bangunannya pun ikut rusak.

    Kalau kamu mengetahui genteng bocor di rumah, jangan dibiarkan ya. Segera perbaiki genteng biar rumah nggak semakin rusak.

    Kamu bisa menyimak beberapa tips mudah untuk mengatasi atap bocor yang bisa kamu lakukan sendiri. Berikut caranya seperti yang dikutip dari homehow.co.uk, Minggu (10/11/2024).


    Cara Cek Kebocoran Atap Rumah

    Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah kenali kebocoran genteng. Cek kalau ada tanda-tanda ini di sekitar rumah kamu.

    1. Cek Tanda Kebocoran Pada Plafon

    Cara paling mudah yaitu dengan melihat bekas noda air pada plafon rumah, noda air pada plafon bisa mengindikasikan adanya kebocoran air.

    2. Cek Loteng

    Cek dari loteng dan sejajarkan bagian noda pada plafon dengan genteng diatasnya, lalu lakukan pengecekan pada area tersebut. Posisi sambungan genteng yang tidak pas dan keretakan bisa menjadi salah satu faktor kebocoran. Tumbuhnya lumut pada genteng juga bisa mengindikasikan adanya kebocoran. Genteng yang berlumut menyebabkan air mudah untuk meresap kedalam.

    3. Cek dengan Menggunakan Hujan Buatan

    Bila cara di atas masih belum berhasil, kamu bisa menggunakan cara ini dengan dua orang. Salah satu orang akan menyemprotkan air ke genteng dan satu orang lagi mengawasi dari loteng, hal ini sangat ampuh untuk menemukan lokasi kebocoran.

    4. Menyewa Tenaga Ahli

    Bila kamu khawatir untuk melakukan pengecekan sendiri, kamu bisa menyewa tenaga ahli untuk melakukan pengecekan.

    Setelah kita mengetahui bagian kebocoran, kita bisa mengatasinya dengan cara yang tepat sesuai dengan tipe kerusakan sebagai berikut.

    Tips Perbaiki Genteng Bocor

    Nah, kalau sudah yakin rumah bocor, kamu bisa mencoba tips perbaiki genteng bocor berikut ini.

    1. Tentukan Lokasi Kebocoran

    Setelah melakukan pengecekan, kamu harus menentukan bagian yang harus diperbaiki. Terkadang air mengalir dari tempat kerusakan hingga menyebabkan lokasi noda air berbeda dengan lokasi kerusakan, maka dari itu kamu harus jeli dalam mengamati bagian yang rusak. Biasanya retakan pada genteng dan posisi genteng yang tidak baik bisa membentuk celah untuk air masuk ke dalam

    2. Perbaikan Terhadap Kerusakan Ringan

    Jika kerusakan terbilang cukup kecil seperti retakan biasa, cara untuk memperbaikinya kamu bisa menggunakan sealant atau Cat Waterproof. Sedangkan untuk kerusakan yang lebih besar dari 0,25 inci, kamu bisa menutupinya dengan semen.

    3. Mengganti Genteng

    Bila kerusakan genteng sudah tidak bisa diperbaiki lagi, alangkah baiknya untuk mengganti genteng tersebut dengan yang baru. Pastikan genteng yang baru adalah tipe yang sama dengan genteng yang rusak.

    4. Melapisi Genteng dengan Semen

    Kamu juga bisa memberikan lapisan semen di bawah genteng yang rusak atau pada sambungan genteng untuk meminimalisir kerusakan keberlanjutan. Pastikan agar genteng dalam keadaan yang sejajar setelah menambahkan semen.

    5. Melapisi Genteng Dengan Aksesoris Tambahan

    Bila kamu merasa kerepotan untuk memperbaiki genteng satu per satu, kamu bisa menambahkan aksesoris seperti Roll Roofing atau Genteng Double.

    Demikian tips and tricks untuk menanggulangi masalah kebocoran pada atap/genteng rumah yang mudah dilakukan secara mandiri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Simak! Ini Cara Agar Rumah Terasa Hangat saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Seringkali saat hujan suhu di dalam rumah terasa lebih dingin. Ada cara untuk membuat rumah terasa hangat ketika musim hujan.

    Hawa dingin yang terasa saat musim hujan terjadi karena ketika hujan suhu udara menurun. Kamu bisa ikuti tips berikut ini untuk menjaga rumah tetap hangat dan nyaman saat musim hujan.

    Kenapa Terasa Dingin saat Musim Hujan?

    Saat musim hujan, suhu udara seringkali turun karena proses presipitasi mendinginkan udara. Saat uap air di udara mengembun menjadi tetesan air hujan, ia melepaskan energi panas ke udara yang menyebabkan suhu udara turun. Selain itu, awan juga bisa menghalangi sinar matahari sehingga juga berkontribusi terhadap penurunan suhu.


    Untungnya, kamu bisa melakukan beberapa cara agar tidak kedinginan saat musim hujan.

    Tips Biar Nggak Kedinginan Saat Musim Hujan

    Melansir The Spruce, berikut ini adalah 7 cara sederhana untuk membuat rumahmu tetap hangat dan nyaman selama musim hujan.

    1. Perbarui Peralatan Tidurmu

    Musim kemarau mungkin cocok dengan kain katun dan linen, tetapi saat musim hujan tiba, flanel adalah pilihan yang lebih bijak.

    Gantilah seprai tipismu dengan yang terbuat dari flanel atau jersey karena kain-kain ini akan membantu mempertahankan kehangatan tubuhmu. Selain itu, lipat selimut tambahan di ujung tempat tidur agar mudah digunakan saat malam tiba.

    2. Tambahkan Bantal yang Lembut

    Bantal hias yang bertekstur bisa menjadi tambahan yang sempurna untuk sofa atau tempat tidurmu. Pilih satu atau dua bantal bertekstur yang cocok dengan warna ruangan atau ganti sarung bantal yang sudah ada dengan yang baru.

    Bahan seperti boucle berbulu, rajutan wol, atau beludru akan membuat ruangan terlihat dan terasa lebih nyaman. Jangan lupa untuk menyediakan selimut bulu sintetis juga!

    3. Tambahkan Karpet dengan Tekstur

    Karpet dengan tekstur memberikan rasa hangat dalam ruangan. Jika ruangan di rumahmu memiliki lantai keras atau karpet datar, pertimbangkan untuk menambahkan karpet berbulu yang lembut. Jika anggaranmu terbatas, pertimbangkan untuk menumpuk karpet-karpet kecil di beberapa titik strategis, seperti di depan tempat tidur atau di bawah meja kopi. Ini akan menambah kehangatan di rumah.

    4. Pertimbangkan Pencahayaan yang Lembut

    Saat malam tiba di musim hujan, pencahayaan yang hangat bisa membantumu tetap terjaga dan membuat ruangan terasa lebih nyaman. Pasang lampu ruangan dan meja dengan lampu LED berwarna hangat untuk menciptakan cahaya yang menyerupai lilin.

    5. Ganti Tirai dan Gorden Jendela

    Jika kamu memiliki tirai atau gorden yang tipis, pertimbangkan untuk menggantinya dengan yang berbahan beludru atau lapisan termal. Selain memberikan tampilan yang lebih hangat, tirai ini juga akan membantu mengisolasi ruangan dari udara dingin yang mungkin masuk melalui jendela-jendela.

    6. Ganti Sarung Sofa

    Jika kamu memiliki sofa yang bisa ditutup dengan sarung, pertimbangkan untuk mencoba sarung baru selama musim hujan. Pilih warna yang gelap dan bahan yang lebih lembut daripada kain katun putih biasa. Hal ini akan memberikan nuansa yang lebih hangat pada ruang tamumu.

    7. Tambahkan Karpet di Dapur

    Di dapur, kamu juga bisa menambahkan karpet untuk menciptakan suasana yang lebih hangat. Taruh karpet kecil di depan area dapur, letakkan taplak di meja makan, dan tambahkan sarung kursi berbahan linen pada kursi kayu atau logam. Ini akan membantu menciptakan nuansa yang lebih hangat dan nyaman di ruang makan.

    Demikian 7 tips biar nggak kedinginan di rumah saat musim hujan. Dengan sedikit sentuhan dan perubahan kecil, kamu bisa menjadikan rumah sebagai tempat berkumpul yang nyaman dan hangat selama musim hujan. Semoga informasinya bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Cuma Matikan Lampu, Begini Cara Usir Laron di Rumah



    Jakarta

    Laron adalah sejenis rayap bersayap yang biasa muncul menjelang dan selama musim hujan. Terkadang kerumunan laron bisa masuk rumah dan mengerumuni lampu untuk mencari kehangatan di musim hujan.

    Serangga satu ini bisa mengganggu aktivitas dan kenyamanan penghuni rumah. Sebab, laron mengotori lantai mereka berjatuhan dan menyebarkan sayap-sayapnya.

    Biasanya laron diusir dengan cara mematikan lampu, tetapi sebenarnya ada cara lain, lho. Berikut beberapa cara mengusir laron yang bisa kamu coba, dikutip dari Enesia dan beberapa sumber lain.


    Cara Usir Laron di Rumah

    1. Matikan Lampu Sementara

    Cara pertama adalah dengan mematikan lampu, karena laron adalah hewan yang menyukai cahaya. Mereka akan otomatis mencari tempat lain yang bercahaya. Kamu juga bisa menyalakan lampu di luar rumah agar laron terpancing keluar.

    Namun cara ini agak menyusahkan, apalagi jika lampu sedang digunakan. Selain itu, sering kali masih ada laron yang tersisa di dalam rumah, sehingga kamu harus mengeluarkannya sendiri.

    2. Gantungkan Cabai

    Jika tak mau mematikan lampu, masih ada cara lain, antara lain dengan menggantungkan cabai di ruang yang didatangi laron. Caranya mudah, yakni potong cabai menjadi dua bagian, kemudian gantungkan di dekat lampu. Maka laron tak akan mendekat.

    3. Pasang Wadah Berisi Air

    Kamu bisa membuat perangkap laron dengan wadah berisi air. Caranya dengan mengisi ember atau wadah lain dengan air. Letakkan wadah tersebut di bawah lampu yang dikerumuni laron.

    Laron akan mengira ada cahaya di air tersebut sehingga mereka akan mendatanginya. Laron kemudian akan terjebak di air.

    4. Semprotkan Sabun Cair

    Kalian juga bisa membuat cairan pengusir laron sendiri. Caranya cukup dengan membuat larutan dari sabun cair dan air hingga berbusa. Masukkan ke dalam botol semprotan. Semprotkan cairan itu ke arah laron dari jarak dekat, maka mereka akan berjatuhan ke lantai.

    5. Semprotkan Cairan Cuka

    Cairan pengusir laron lainnya adalah berbahan cuka. Kamu tinggal memasukkan cuka ke dalam botol semprotan. Kocok-kocok terlebih dahulu, kemudian semprotkan cuka ke arah laron.

    6. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

    Selanjutnya, detikers juga bisa mencoba membuat larutan dari bawang putih. Bawang putih juga ampuh dipakai untuk mengusir laron.

    Caranya tinggal menghaluskan beberapa siung bawang putih. Kemudian campurkan dengan air. Masukkan larutan tersebut ke dalam botol semprotan, lalu semprotkan ke arah laron di bawah lampu.

    7. Semprot dengan Pembasmi Serangga

    Jika tak mau repot, kamu bisa beli semprotan pembasmi serangga di toko. Cukup semprotkan ke arah laron, maka mereka akan berjatuhan ke lantai. Tapi hati-hati menggunakan semprotan ini karena beracun.

    8. Pasang Tirai dan Penutup Ventilasi

    Setelah sukses mengusir laron dengan cara-cara di atas, lakukan cara untuk mencegah laron datang kembali. Cara ampuh yang bisa dilakukan adalah memasang tirai di pintu dan jendela. Jangan lupa sekalian tutup lubang ventilasi dengan apapun yang mencegah laron masuk ke rumah.

    Itulah beberapa cara ampuh mengusir laron di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jurus Hadapi Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor dan Rusak



    Jakarta

    Terkadang ada saja masalah muncul di rumah saat memasuki musim hujan. Derasnya air hujan ditambah udara yang lembap bisa bikin rumah rusak.

    Kondisi seperti ini dapat merusak dinding, menimbulkan rembesan, pertumbuhan jamur, bahkan merusak pada fondasi, lho. Sebelum terjadi kerusakan, sebaiknya mengecek dan mempersiapkan rumah memasuki musim hujan.

    Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau saat musim hujan? Yuk, simak penjelasanya berikut ini, dikutip dari HomeWorldDesign.


    5 Hal yang Harus Diperhatikan di Rumah Saat Musim Hujan

    Inilah hal-hal yang perlu kamu cek dan persiapkan di rumah untuk menghadapi musim hujan

    1. Periksa Atap

    Atap menjadi bagian rumah yang paling banyak terkena terpaan air hujan. Oleh karena itu, pastikan atap kokoh dari bebas dari kebocoran atau retakan.

    Periksa dan rawat atap secara teratur untuk mencegah kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Pastikan Anda juga memeriksa plafon rumah karena biasanya tanda-tanda kebocoran terlihat dari sini.

    Lalu periksa juga kalau ada genteng yang rusak, retak, berlubang, bergeser, ataupun hilang. Jangan sampai ada celah untuk air masuk ke dalam rumah. Sebagai tambahan, kamu bisa menambahkan lapisan kedap air ke atap untuk mencegah kebocoran.

    2. Periksa Kabel Listrik

    Hujan deras dapat merusak isolasi saluran kabel listrik, sehingga meningkatkan risiko masalah seperti pemadaman listrik, lonjakan daya, sekring putus, dan gangguan pengaturan tegangan di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang longgar atau sakelar yang rusak seta pemutus arus berfungsi dengan baik.

    Tutupi kabel yang terbuka untuk mencegah sengatan listrik, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Pastikan kamu tidak asal menggunakan selotip atau lakban untuk memperbaiki atau menutupi kabel ini, karena kabel tersebut tidak terbuat dari bahan isolasi yang tepat dan dapat merusak kabel lebih lanjut. Gunakan selotip listrik atau biarkan teknisi ahli menangani pekerjaan tersebut.

    Hujan deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Sebaiknya kamu juga memasang pelindung lonjakan arus untuk menjaga peralatan dan elektronik tetap aman selama lonjakan daya saat petir menyambar.

    Lalu, penting untuk mengawasi stopkontak di dekat jendela dan area semi terbuka. Sebab, ada kemungkinan stopkontak akan mengalami kerusakan akibat air.

    Kamu juga perlu memangkas cabang-cabang pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Jangan sampai ranting pohon jatuh mengenai kabel listrik saat hujan deras dan menyebabkan pemadaman listrik.

    3. Bersihkan Talang dan Saluran Air

    Sistem drainase dan talang melindungi atap dan fondasi rumah dari hujan deras. Untuk itu, salurannya harus bersih dan bebas dari penyumbatan sebelum hujan mulai turun. Kamu bisa memeriksa pipa dan saluran pembuangan secara berkala dan perbaiki retakan atau kebocoran pada pipa.

    Puing-puing seperti daun, ranting, dan batu, dapat dengan mudah terkumpul di saluran pembuangan dan talang. Hal ini akan menghalangi aliran air dan meningkatkan risiko genangan air, luapan, dan tumpahan yang dapat merusak dinding dan fondasi rumah.

    4. Periksa Halaman Rumah

    Kami harus memeriksa halaman rumah untuk mencari area yang selalu tergenang air. Ini dapat mengindikasikan perataan tanah yang tidak tepat yang pada akhirnya akan merusak fondasi rumah. Jika Anda melihat genangan air, hubungi spesialis lansekap dan drainase untuk memeriksa dan memperbaikinya. Jangan sampai perataan tanah tidak semakin memburuk.

    5. Lindungi Pintu, Jendela, dan Dinding

    Periksalah jendela dan dinding dengan benar untuk mencari retakan atau area yang tidak tertutup dengan benar. Pastikan semua jendela dan pintu dapat dibuka dan ditutup dengan benar.

    Gunakan busa atau sealant silikon berkualitas untuk menutup celah antara pintu dan jendela. Langkah Ini akan mencegah kebocoran air dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur, pembengkakan, dan pembusukan di sekitar rangka kayu jendela dan pintu. Kamu juga bisa memasang segel karet di dasar pintu masuk dan pintu balkon untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, retakan di dinding dapat dengan mudah membuat air meresap, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan akhirnya merusak dinding dan fondasi rumah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi area yang mungkin mengalami rembesan adalah dengan mencari dinding yang lembap dan cat yang mengelupas.

    Jika menemukan jamur, kikis dan gunakan pemutih dan air untuk membersihkan dan mendisinfeksi dinding. Selanjutnya, aplikasikan lapisan cat tahan air.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di rumah ketika memasuki musim hujan. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Bisa Tersambar Petir? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Hujan yang turun begitu deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Selain memiliki suara yang menggelegar, petir bisa mengganggu penghuni rumah kalau sampai tersambar.

    Petir sangat berbahaya, baik bagi manusia maupun bangunan. Sambaran petir memicu terjadinya kerusakan pada struktur bangunan atau peralatan elektronik, bahkan bisa menimbulkan kebakaran.

    Lantas, kenapa petir menyambar rumah? Bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Melansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan fenomena alam yang terjadi karena ada lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke bumi yang bermuatan positif.

    Indonesia termasuk negara dengan jumlah petir yang banyak karena terletak di daerah khatulistiwa. Petir biasanya terjadi pada musim hujan dan sering kali menyambar struktur bangunan yang tinggi, termasuk rumah bertingkat.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Properti Indonesia, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Pastinya penangkal petir menjadi salah satu solusi untuk mencegah rumah bertingkat terkena sambaran petir. Penangkal petir tidak hanya bisa dipasang di gedung-gedung tinggi, tetapi juga di rumah-rumah bertingkat.

    Penangkal petir berfungsi sebagai media penghantar listrik untuk disalurkan ke tanah. Untuk rumah bertingkat, jenis penangkal petir yang umumnya digunakan adalah penangkal petir konvensional.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Periksa Instalasi Listrik secara Rutin

    Kemudian, sebaiknya kamu memeriksa instalasi listrik secara rutin untuk mencegah rumah terkena sambaran petir. Segera ganti kabel listrik yang mulai terbuka.

    Hal ini merupakan upaya pencegahan terjadinya sambaran dan korsleting listrik di rumah akibat sambaran petir. Kamu juga harus memastikan alat-alat elektronik dalam keadaan mati saat hujan turun disertai petir.

    3. Pangkas Pohon Besar

    Jika ada pohon besar dekar rumah, sebaiknya memangkasnya sebelum hujan turun. Pohon yang besar berpotensi terkena sambaran petir, apalagi kalau jarak pohon tersebut dekat dengan rumahmu. Selain karena dahan-dahan pohon bisa tumbang menimpa rumah, pohon besar yang tersambar listrik bisa memicu kebakaran.

    Itulah penyebab rumah tersambar petir dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tips Antisipasi Sambaran Petir Biar Seisi Rumah Aman


    Jakarta

    Hujan lebat kerap kali disertai petir, sehingga berpotensi menyambar rumah. Meski kamu merasa aman berlindung di dalam rumah, fenomena ini bisa menyebabkan sejumlah kerusakan.

    Sambaran petir dapat menimbulkan kerusakan atap, korsleting listrik, bahkan kebakaran. Tentu kamu nggak akan mau mengalami hal seperti ini kan?

    Oleh karena itu, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi sambaran petir. Yuk, simak apa tipsnya berikut ini seperti yang dikutip dari Family Handy.


    Tips Antisipasi Sambaran Petir Kena Rumah

    Inilah cara mengantisipasi rumah tersambar petir agar rumah beserta isinya tidak rusak.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Penangkal petir adalah alat paling penting yang harus dipasang di rumah dan tidak boleh dilupakan terutama untuk bangunan tinggi. Bentuk penangkal listrik ini sederhana yakni sebuah batang logam yang ditancapkan di ujung atap.

    Batang itu dihubungkan ke kawat tembaga yang mengalir ke tanah, dihubungkan dengan batang logam lain yang terkubur di bawah tanah. Dengan begitu, tegangan dapat disalurkan dengan aman ke bumi. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Pasang Perangkat Pelindung Lonjakan Listrik

    Petir membawa muatan listrik yang besar, sehingga ada potensi terjadi lonjakan listrik di rumah kalau tersambar petir. Lonjakan listrik ekstrem dapat menyebabkan listrik di rumah padam hingga korsleting. Parahnya jika korsleting tersebut disertai ledakan dapat menyebabkan kebakaran.

    Solusinya adalah dengan memasang Surge Protector atau perangkat pelindung lonjakan arus. Pelindung ini dapat mencari, memblokir, dan mengalihkan tegangan di rumah. Alat ini sudah banyak dijual secara online dan mudah dipakai.

    3. Cabut Kabel Perangkat Elektronik

    Saat hujan disertai badai dan petir, sebaiknya tidak menyalakan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, kabel pengisi daya ponsel, hingga peralatan portable. Sedangkan, untuk perangkat yang terkadang nggak bisa asal dimatikan yakni mesin cuci, pengering, dan kompor, atau kulkas sebenarnya masih aman asalkan tidak dipakai saat hujan badai.

    Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk mengantisipasi hujan disertai petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Menentukan Ukuran Talang Air yang Pas


    Jakarta

    Talang air dan pipa pembuangan air dengan ukuran yang tepat dapat membantu melindungi rumah dari kerusakan akibat air. Talang air dan pipa pembuangan air tersebut menyalurkan air hujan dari atap, dinding, dan fondasi.

    Simak panduan ini yang akan membantu kamu dalam proses menentukan ukuran talang air dan pipa pembuangan air yang tepat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemiringan, luas atap, dan curah hujan.

    Cara Kerja Talang dan Pipa Pembuangan Air

    Melansir This Old House, talang air dan pipa pembuangan air bekerja sama guna mengumpulkan dan mengalihkan air hujan dari rumah, sementara pipa pembuangan air mengalirkan air secara vertikal dari talang air ke tanah.


    Terdapat beberapa jenis talang air, dengan talang air perumahan yang paling umum adalah berbentuk K berukuran 5 inci atau 12,7 cm dan talang air setengah lingkaran dengan ukuran 6 inci atau 15,2 cm.

    Namun, rumah dengan atap yang besar atau curam, atau yang berada di daerah dengan curah hujan tinggi, mungkin memerlukan talang air yang lebih lebar, pipa pembuangan tambahan, dan solusi drainase talang air lainnya guna mencegah meluapnya air.

    Faktor Pengaruh Ukuran Talang

    Area Drainase Atap

    Area drainase atap merupakan total luas permukaan atap yang perlu ditangani oleh bagian talang tertentu. Untuk atap pelana sederhana, perhitungan ini menyangkut dua lereng. Untuk desain atap yang lebih rumit, seperti atap dengan beberapa persimpangan, kamu harus menambahkan luas setiap permukaan di zona drainase.

    Menghitung Luas Drainase Atap

    Untuk menghitung luas drainase atap, kamu dapat mengukur panjang dan lebar pada setiap permukaan atap yang mengalir ke talang tertentu, dan kalikan dimensi ini guna mendapatkan luas persegi.

    Untuk atap yang lebih rumit, jumlah semua luas permukaan yang mengalir ke setiap bagian talang, perhitungan ini menentukan total volume air yang harus ditangani talang kamu.

    Menentukan Faktor Kemiringan

    Faktor kemiringan atap disesuaikan dengan peningkatan pengumpulan air pada atap yang lebih curam. Untuk mengukur kemiringan atap, gunakanlah level 60 cm dan pita pengukur, lalu pegang salah satu ujung level pada atap, ratakan, kemudian ukur celah antara atap dan bagian bawah level pada titik tengahnya.

    Pengukuran ini, pada jarak 12 inci (30,4 cm), akan memberikan kamu kemiringan misalnya, celah 5 inci (12,7 cm) menunjukkan kemiringan 5 inci sampai 12 inci.

    Menilai Intensitas Curah Hujan Maksimum di Wilayah Kamu

    Layanan perkiraan cuaca nasional menyediakan data tentang intensitas curah hujan maksimum untuk setiap wilayah. Angka ini menunjukkan curah hujan tertinggi yang mungkin terjadi dalam periode lima menit, ukur dalam inci selama sejam.

    Jika kamu berada di daerah dengan intensitas curah hujan tinggi, maka kamu membutuhkan talang air yang lebih besar lagi untuk mencegah luapan air selama badai besar. Konsultasikan pada pihak layanan perkiraan cuaca atau tenaga ahli pemasangan talang air guna menentukan intensitas curah hujan maksimum di daerah kamu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com