Tag: hujan

  • 3 Tips Bikin Ruang Penyimpanan di Balkon


    Jakarta

    Balkon merupakan salah satu bagian yang kerap dipakai untuk bersantai di lantai atas rumah. Bersantai di balkon bisa menenangkan karena dapat melihat pemandangan di sekitar rumah dari atas.

    Selain menjadi tempat bersantai, balkon juga bisa digunakan sebagai area penyimpanan. Beberapa barang yang bisa disimpan di balkon seperti alat kebun, furniture outdoor, serta tanaman.

    Penghuni rumah bisa lho membuat area penyimpanan di balkon tanpa mengganggu pemandangan dari dalam maupun luar rumah. Gimana caranya? Melansir dari Living etc, berikut ini informasinya.


    1. Buat Penyimpanan Vertikal

    Area balkon biasanya tidak terlalu luas, maka dari itu area penyimpanan vertikal bisa menjadi opsi yang pas. Penghuni rumah bisa menggantungkan area penyimpanan pada dinding untuk menghemat tempat.

    2. Pakai Tempat Penyimpanan Multifungsi

    Tempat penyimpanan multifungsi sangat dibutuhkan apalagi untuk area yang tidak terlalu luas. Hanya dengan satu barang, bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan.

    Sebagai contoh, gunakan bangku yang bagian bawahnya bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan. Bisa juga meja yang bagian bawahnya memiliki lemari penyimpanan.

    Saat memilih perabotan yang akan ditaruh di balkon, perhatikan materialnya ya detikers. Pilih perabotan yang memang khusus outdoor atau yang tahan panas maupun hujan agar tidak cepat rusak.

    3. Perhatikan dari Bagian Dalam dan Luar Ruangan

    Saat menaruh area penyimpanan tentunya nggak mau dong mengganggu pemandangan dari dan ke luar rumah. Maka dari itu harus disesuaikan terlebih dahulu sebelum tempat penyimpanan benar-benar dipsang.

    “Cara mudah untuk menjaga kerapian ruang ini adalah dengan membeli kotak penyimpanan yang serasi – ini akan membantu menjaga ruang tetap netral,” kata pendiri The Organised Curator, Andrea Lewis.

    Itulah beberapa tips jika ingin menambahkan tempat penyimpanan di balkon rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jenis Pompa Air dan Cara Perawatannya


    Jakarta

    Pompa air merupakan salah satu alat penting dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi utama pompa air adalah untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lain, seperti dari sumur ke tangki penampungan atau dari sungai ke lahan pertanian.

    Menentukan jenis pompa air yang akan digunakan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya, tipe pompa air harus disesuaikan dengan kondisi sumur yang ada di rumah. Setiap jenis pompa memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan.

    6 Jenis-jenis Pompa Air

    Memilih jenis pompa air yang tepat sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan efisiensi aliran air di rumah. Sebelum membeli pompa air, sebaiknya kenali terlebih dahulu jenis-jenis pompa yang tersedia dan sesuaikan dengan kondisi sumur di rumahmu.


    Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kedalaman sumur, karena faktor ini akan mempengaruhi kekuatan pompa yang dibutuhkan serta cara pemasangannya. Guna memastikan kedalaman sumur, kamu bisa berkonsultasi dengan teknisi pompa air atau jasa pengeboran sumur yang berpengalaman.

    Berikut enam jenis pompa air yang umum digunakan, dikutip dari buku Menggunakan, Merawat dan Memperbaiki Peralatan Listrik Rumah Tangga oleh Drs Daryanto:

    1. Pompa Air Celup (Submersible Pump)

    Pompa air celup dirancang untuk bekerja dengan cara seluruh bodinya dimasukkan ke dalam sumur dan harus terendam sepenuhnya dalam air. Pompa ini mampu menyedot air dan mengalirkannya ke ruang filter, sehingga cocok digunakan untuk air berlumpur atau kotor berkat adanya saringan pada bagian dalam mesin.

    Karena daya dorongnya hanya sekitar 5 meter, pompa ini sering ditemukan dalam penggunaan skala kecil, seperti untuk akuarium atau kolam, basement yang tergenang air, atau sumur dalam. Namun, karena pompa ini bekerja terus-menerus, ada risiko mesin menjadi macet atau rusak jika tidak dirawat dengan baik.

    2. Pompa Air Semi Jet Pump (Sumur Dangkal)

    Jenis pompa ini memiliki daya hisap maksimal hingga kedalaman 9 meter, sehingga kurang cocok untuk pemakaian rumah tangga yang berskala kecil. Pompa ini paling ideal digunakan di area dengan permukaan air tanah tidak lebih dari 8 meter. Cocok untuk rumah di lahan terbatas dan pemakaian air dalam jumlah sedang.

    Pompa ini bisa menghasilkan debit air sekitar 16 liter per menit untuk sumur dangkal dengan dorongan hingga 20 meter, dan bisa mencapai hingga 29 liter per menit untuk dorongan hingga 21 meter. Pompa sumur dangkal juga dapat difungsikan untuk memindahkan air dari satu penampungan ke penampungan lainnya, serta menyedot air dari jaringan PAM (disarankan menggunakan pompa berdaya minimal 200 watt).

    Pompa jenis ini tersedia dalam beberapa kapasitas listrik seperti 125 watt, 150 watt, dan 200 watt. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan.

    3. Pompa Air Jet Pump

    Pompa jet pump punya kapasitas yang lebih besar dibandingkan versi semi-nya. Biasanya digunakan untuk kebutuhan industri, seperti pabrik atau pertambangan, yang memang membutuhkan suplai air dalam jumlah besar. Tak heran jika harga pompa ini tergolong tinggi.

    4. Pompa Air Sumur Dalam (Submersible Pump)

    Jenis ini memiliki kemampuan hisap kuat dan cocok untuk sumur dalam dengan kedalaman 9 sampai 12 meter. Pompa ini juga dapat mendorong air hingga 20 meter secara vertikal, tergantung pada ukuran pipa yang digunakan.

    Sering disebut sebagai pompa vertikal, pompa ini memang memiliki sistem kerja yang sesuai dengan sebutan tersebut. Efektif untuk daerah yang membutuhkan distribusi air dari kedalaman tinggi.

    Jet pump digunakan untuk mengangkat air dari kedalaman lebih dari 7 meter hingga sekitar 20-30 meter. Biasanya dilengkapi dengan sistem injektor yang membuatnya mampu mengangkat air dari kedalaman yang lebih besar.

    5. Pompa Air Otomatis

    Pompa otomatis merupakan pilihan ideal untuk penggunaan rumah tangga. Pompa ini bekerja secara otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan air, sehingga pengguna tidak perlu mengoperasikan mesin secara manual.

    Selain praktis, pompa otomatis juga membantu menghemat pemakaian air dan listrik, membuatnya efisien serta ekonomis untuk kebutuhan sehari-hari di rumah.

    6. Pompa Booster

    Pompa booster digunakan untuk meningkatkan tekanan air, terutama di rumah atau gedung bertingkat agar aliran air tetap stabil hingga lantai atas. Berbeda dari jenis pompa lainnya, pompa booster dipasang di tengah jalur pipa, bukan langsung di sumber air.

    Fungsinya adalah untuk meningkatkan tekanan air dalam sistem instalasi rumah, terutama jika tekanan air dari sumber utama terlalu lemah. Pompa ini sangat berguna untuk rumah yang menggunakan perangkat seperti shower, pemanas air (water heater), atau mesin cuci.

    Sistem kerjanya otomatis menyala saat keran dibuka, sehingga memudahkan pemakaian sehari-hari.

    6 Cara Merawat Pompa Air

    Agar pompa air tetap berfungsi dengan baik dan tahan lama, berikut beberapa tips perawatan yang bisa dilakukan:

    1. Bersihkan Filter dan Pipa Secara Berkala

    Kotoran yang menumpuk bisa menyumbat aliran air dan membuat pompa bekerja lebih keras. Bersihkan filter dan periksa pipa secara rutin.

    2. Periksa Kondisi Kabel dan Listrik

    Pastikan sambungan listrik aman, tidak longgar, dan tidak ada kabel yang mengelupas. Hindari terkena air langsung untuk mencegah korsleting. Gunakan pelindung atau penutup agar bagian mesin tidak terkena genangan air. Cabut kabel dari stop-kontak jika pompa tidak digunakan untuk menghemat listrik.

    3. Cegah Kebocoran

    Jangan membungkus mesin dengan bahan mudah terbakar seperti kain, dan urangi tikungan pada instalasi pipa agar aliran air tetap lancar dan mencegah kebocoran.

    4. Gunakan Sesuai Kapasitas

    Jangan memaksa pompa bekerja melebihi kapasitasnya karena bisa menyebabkan overheat dan kerusakan permanen. Hindari penggunaan di suhu ekstrem (di atas 40°C atau di bawah 5°C).

    5. Lakukan Uji Fungsi Secara Berkala

    Nyalakan pompa secara berkala, terutama jika jarang digunakan, agar semua komponen tetap aktif dan tidak macet. Jangan menyalakan pompa saat kondisi air kering karena bisa merusak motor. Berikan pelumas pada bagian gigi putar atau leher pompa secara berkala.

    6. Simpan di Tempat yang Kering dan Aman

    Jika pompa tidak digunakan dalam waktu lama, simpan di tempat yang kering dan terlindung dari cuaca ekstrem. Tempatkan pompa di area yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung untuk menghindari korsleting atau kerusakan pada sistem kelistrikan.

    Hindari meletakkan mesin di posisi yang lebih rendah dari sumber air untuk mencegah kerusakan jika mesin terendam. Hindari penggunaan stop-kontak yang berlebihan atau penumpukan kabel karena bisa menyebabkan panas berlebih dan potensi kebakaran.

    Nah itulah tadi penjelasan tentang jenis dan perawatan pompa air. Dengan mengetahui jenis-jenis pompa air serta cara merawatnya, kita bisa memastikan sistem distribusi air berjalan lancar dan efisien.

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Petir Berbahaya bagi Alat Elektronik di Rumah? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Saat hujan deras disertai angin dan petir, kita sering mendengar nasihat untuk segera mematikan TV, ponsel, atau radio di rumah. Peralatan elektronik itu disebut-sebut bisa tersambar petir.

    Apakah hal tersebut benar dapat terjadi atau sekadar mitos?

    Dilansir dari CNET, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, petir yang menyambar di dekat tiang listrik dapat menyebabkan lonjakan listrik yang menembus ke kabel listrik di sekitarnya.


    Salah satu cara untuk mencegah peralatan listrik tetap aman adalah dengan mencabut kabel peralatan elektronik di rumah. Namun perlu diperhatikan, waktu yang tepat untuk mencabut kabel listrik adalah sebelum petir dan hujan datang, bukan setelah terdengar sambaran petir. Sebab, apabila kamu menyentuh kabel saat terjadi lonjakan arus berisiko tersengat listrik.

    Selain mencabut kabel listrik dari colokan, bisa juga melakukan beberapa langkah antisipasi lainnya. Berikut ini informasinya.

    1. Pasang Alat Pembatas Lonjakan Listrik

    Saat ini sistem listrik di rumah sudah cukup canggih dengan berbagai pelindung, salah satunya adalah alat khusus untuk melindungi atau membatasi lonjakan listrik di rumah. Alat ini dapat mendeteksi lonjakan arus dan secara otomatis mematikan aliran listrik di rumah. Ada pula alat yang cara kerjanya dengan mengurangi arus tersebut.

    2. Hindari Penggunaan Telepon Seluler di Lokasi Terbuka

    Dilansir dari laman Kementerian ESDM, ponsel sebaiknya tidak dalam keadaan tersambung jaringan internet saat hujan badai atau munculnya petir. Jika kamu butuh untuk menyalakan internet, cari tempat yang tertutup dan aman seperti di dalam rumah. Apabila sedang berada di luar sebaiknya atur ponsel dalam mode pesawat (flight mode).

    3. Pasang Instalasi Listrik Grounding

    Pemasangan instalasi listrik di luar jauh lebih berisiko daripada yang tertutup (grounding). Di Indonesia masih banyak yang menggunakan tiang listrik dengan tampilan kabel berantakan. Padahal penyimpanan instalasi listrik di dalam tanah jauh lebih aman dan rapi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Posisi Rumah Lebih Rendah dari Jalan Berisiko, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Mungkin kalian pernah melihat beberapa rumah yang berada di pinggiran jalan lokasinya lebih rendah dari posisi jalan. Jadi saat hendak menuju rumah, jalanan yang dilewati posisinya menurun.

    Ternyata posisi rumah yang lebih rendah daripada jalan ini banyak kerugiannya seperti banjir dan banyak debu beterbangan. Seperti yang kita tahu air akan lari ke tempat yang lebih rendah. Biasanya jalan beraspal tidak bisa menyerap 100 persen air hujan yang turun. Apabila di sebelah jalan tidak ada drainase atau area resapan maka air akan dengan mudah masuk ke dalam rumah.

    Lalu, rumah berada di pinggir jalan juga mudah berdebu karena debu, tanah, atau pasir dari jalan akan berterbangan ketika kendaraan lewat. Belum lagi dengan suara bising dan getaran setiap kendaraan lewat.


    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, mengungkapkan penyebab jalanan bisa lebih tinggi daripada rumah adalah karena dilakukan peremajaan jalan. Biasanya perbaikan jalan ini dilakukan setiap tahun tergantung pada tingkat kerusakan jalan dan anggaran dari pemerintah daerah tersebut.

    Namun dalam prosesnya sering ditemukan jalan tersebut tidak diperbaiki dengan dikeruk terlebih dahulu, melainkan hanya ditambah lapisan baru di atasnya sehingga jalanan tampak lebih tinggi dari rumah. Ada pula rumah yang lebih rendah dari jalan karena memang kontur tanah yang tidak landai.

    Kondisi seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena jika terjadi banjir, keselamatan jiwa bisa jadi taruhan. Panggah menyarankan untuk melakukan perbaikan rumah dan sekitarnya untuk menghindari terjadinya bencana.

    1. Meninggikan Lantai Rumah

    Opsi pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah rumah dari bencana adalah membuat bangunan yang sama tinggi dengan jalan atau lebih tinggi dari tanah sekitar. Namun, Panggah mengakui untuk model rumah yang lantainya sudah permanen dibuat menempel tanah memang agak sulit untuk ditinggikan karena harus dibongkar.

    Namun, ia menyampaikan meninggikan lantai rumah bisa dilakukan tanpa membongkar rumah besar-besaran. Syaratnya adalah rumah tersebut memiliki plafon yang tinggi sehingga ketika lantainya naik, jarak antara lantai dengan plafon tetap aman. Sebab, untuk menaikkan lantai hanya membutuhkan dinaikkan beberapa sentimeter, tidak begitu tinggi.

    “Bagian yang ditinggikan dari depan, carport, halaman, terus baru dinaikkan keramik ruangan utama,” sebutnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Idealnya tinggi plafon rumah adalah 3 meter. Plafon yang tinggi memiliki keuntungan yakni bagus untuk sirkulasi udara dan cahaya di dalam rumah.

    Lain halnya jika tinggi atap kurang dari 3 meter, maka atap perlu dibongkar. Untuk rumah dua lantai, peninggian lantai juga akan berefek pada lantai atasnya.

    “Biasanya kita lihat di plafon itu kan masih ada sisa untuk dinaikkan atau nggak. Kalau masih bisa dinaikkan, kita naikkan. Kalau nggak bisa dinaikkan kita lihat modelnya beton ekspos, kalau di lantai atas udah lantai 2. Kita ubah konsep rumah,” ujarnya.

    2. Perbanyak Sumur Resapan

    Lalu, sisakan lahan di depan rumah sebagai sumur resapan atau biopori. Pembuatan sumur resapan ini akan membantu bagi rumah yang merasa setiap hujan, air akan masuk ke rumah.

    “Kalau tetap masuk ke halaman rumah atau carport, itu nggak masalah. Nanti solusinya buat biopori, bikin sumur-sumur resapan. Jadi ketika air itu limpah ke arah rumah, cepet kering. Tetapi rumahnya tetap clear (aman dari banjir),” jelasnya.

    3. Maksimalkan Drainase di Depan Rumah

    Penting di pinggiran jalan ada yang namanya drainase, aliran buangan air. Tanpa ini rasanya percuma telah meninggikan bangunan dan membuat sumur resapan karena air tidak bisa dibuang kemana-mana.

    “Salurannya harus baik, optimal. Jadi di depannya itu harus ada saluran. Jadi strukturnya itu kan, jalan, terus lalu saluran ke bawah, baru gerbangnya. Itu salurannya harus optimal bekerjanya, jangan mampet atau buruk drainasenya,” kata Panggah.

    Dia juga menyebutkan untuk rumah yang terletak di pinggir jalan raya, seharusnya desain pembangunan jalan tersebut harus dibuatkan drainase sebelum rumah warga. Ketentuan ini disebut dengan Daerah Milik Jalan (Damija).

    4. Membuat Tanggul

    Pembuatan tanggul kecil dapat menahan derasnya air yang turun. Panggah menyarankan lokasi tanggul ini berada jauh dari pintu utama.

    “Biasanya pake hebel (bata ringan) atau bata merah dibuat tanggul, untuk biaya yang murah. Kalau mau lebih kuat lagi misalnya dicor,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pasang, Ini Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC


    Jakarta

    Air Conditioner (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik yang dapat mendinginkan ruangan. Namun jika AC sudah mulai terasa tidak dingin, bisa jadi karena salah menempatkan outdoor AC di rumah.

    Sebagai informasi, AC terdiri dari dua komponen yakni AC dalam (indoor AC) dan AC luar (outdoor AC). AC dalam berfungsi untuk menghembuskan udara dingin agar ruangan terasa sejuk.

    Sementara itu, outdoor AC adalah bagian kipas yang berbentuk kotak dan dipasang di luar ruangan. Agar indoor AC bisa bekerja optimal, maka perlu disambungkan dengan outdoor AC.


    Beberapa pemilik rumah terkadang hanya memikirkan pemasangan AC dalam saja. Padahal, penempatan outdoor AC juga wajib diperhatikan karena dapat memengaruhi suhu dingin yang keluar dari AC dalam.

    Agar AC dapat bekerja secara maksimal, maka penting untuk mengetahui posisi yang tepat saat memasang outdoor AC. Untuk lebih jelasnya, simak dalam artikel ini.

    Posisi yang Tepat Taruh Outdoor AC

    Outdoor AC di rumah tak bisa dipasang secara sembarangan. Lantas, di mana posisi yang tepat untuk meletakkan AC luar? Dilansir situs All Purpose Air Conditioning, berikut jawabannya:

    1. Tempat yang Sejuk dan Terhindar Sinar Matahari Langsung

    Outdoor AC sebaiknya diletakkan di tempat yang terhindar dari sinar matahari langsung. Pastikan AC luar dipasang di tembok yang menghadap ke utara atau selatan karena arah ini cenderung tidak terkena cahaya langsung dari matahari.

    Hindari memasang AC luar yang menghadap ke arah timur atau barat. Soalnya, posisi tersebut langsung menghadap sinar matahari saat pagi dan sore yang dikhawatirkan membuat AC bekerja lebih ekstra dan boros energi.

    Jika baru saja pindah ke rumah baru, pastikan sudah menentukan tempat terbaik untuk memasang outdoor AC. Jika belum, luangkan waktu untuk mengamati area mana saja di luar rumah yang paling banyak terkena sinar matahari saat cuaca panas.

    2. Tempat yang Datar dan Terbuka

    Outdoor AC sebaiknya dipasang di tempat yang datar, kering, dan terbuka. Cara ini dilakukan agar mempermudah kinerja AC menurunkan suhu ruangan dengan baik.

    Pastikan outdoor AC dipasang di tempat yang berventilasi baik dan tidak terhalang oleh benda apapun, seperti tembok rumah atau bangunan besar lainnya. AC luar yang terhalang apapun dapat menghambat proses pendinginan sehingga AC tak mampu bekerja secara efisien.

    3. Tempat yang Jauh dari Pohon

    Meski disarankan dipasang di tempat yang sejuk, tapi bukan berarti outdoor AC diletakkan di bawah pohon rindang. Soalnya, outdoor AC dapat menyedot daun, debu, hingga kotoran ke dalam unit AC. Seiring waktu, AC jadi lebih cepat kotor dan jika tak segera dibersihkan maka bisa cepat rusak.

    Selain itu, hindari memasang outdoor AC di tempat rendah atau dekat dengan tanah. Sebab, jika terjadi hujan dan terdapat genangan air di sekitar AC luar maka bisa memicu kerusakan. Oleh sebab itu, outdoor AC selalu dipasang di tempat yang lebih tinggi agar aman.

    4. Tempat yang Mudah Dijangkau

    Outdoor AC juga harus dipasang di tempat yang mudah dijangkau. Hal ini agar AC lebih mudah diakses untuk dibersihkan dan dirawat secara rutin. Posisi AC yang terlalu tinggi atau sulit dijangkau membuat proses pembersihan AC jadi rumit.

    Sebagai catatan, sebaiknya cuci AC rumah setidaknya 2-3 bulan sekali. Meski tidak ada kerusakan pada AC, bukan berarti AC tidak dicuci hingga berbulan-bulan.

    Namun, frekuensi mencuci AC bisa berbeda-beda tergantung dari pemakaian dan kondisi ruangan tempat AC dinyalakan. Jika udara di ruangan termasuk kotor dan banyak debu, maka AC perlu dicuci lebih sering lagi.

    Itulah empat posisi yang tepat untuk pasang outdoor AC. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Lintah Bisa Masuk ke Rumah? Ini Penyebab dan Cara Usirnya


    Jakarta

    Lintah merupakan hewan parasit yang sering muncul di halaman rumah. Hewan pengisap darah ini juga menyukai tempat yang lembap agar bisa bertahan hidup, misalnya di kamar mandi.

    Beberapa orang merasa takut dan khawatir ketika ada lintah di rumah. Sebenarnya, detikers tak perlu panik karena ada sejumlah cara mudah mengusir lintah.

    Selain itu, penting juga untuk mengetahui apa penyebab lintah bisa muncul di rumah. Agar lebih jelas, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Lintah Muncul di Rumah

    Meski ukurannya kecil dan bergerak lambat, banyak orang yang takut dan jijik ketika melihat lintah. Sayangnya, hewan ini kerap masuk ke rumah-rumah penduduk tanpa disadari penghuninya.

    Dilansir situs We Are Explorers, Jumat (23/5/2025) berikut penyebab lintah bisa muncul di rumah:

    1. Rumah Berlokasi di Dekat Tempat Lembap

    Penyebab yang pertama karena lokasi rumah yang berdekatan dengan tempat lembap, seperti di dekat sungai, rawa, atau selokan. Lintah memang suka berada di tempat lembap agar bisa hidup dan berkembang biak.

    2. Setelah Hujan dan Banjir

    Setelah turun hujan, biasanya lintah muncul di pekarangan rumah atau menempel di dinding. Selain itu, lintah juga bisa muncul saat banjir melanda. Hal ini dapat terjadi karena lintah terbawa arus banjir sehingga bisa menempel di kendaraan, dinding rumah, atau bahkan tubuh manusia.

    3. Kamar Mandi Sangat Lembap

    Selain di halaman rumah, lintah juga bisa tiba-tiba muncul di kamar mandi khususnya yang sangat lembap. Hewan parasit ini bisa muncul di toilet dengan dua cara, melalui saluran air atau sela-sela kamar mandi.

    Cara Ampuh Mengusir Lintah di Rumah

    Kalau ada lintah di rumah, detikers tak perlu khawatir dan panik berlebihan. Sebenarnya lintah dapat diusir dengan mudah dan cepat. Dikutip dari How To Repel, berikut cara ampuh mengusir lintah di rumah:

    1. Garam

    Garam jadi salah satu cara yang paling ampuh dan efektif untuk mengusir lintah di rumah. Kamu bisa menabur garam secukupnya ke area yang sering dilalui lintah. Namun, jika lintah sudah mengisap darah kamu jangan sekali-kali menaburkan garam di bekas luka gigitannya, ya.

    2. Bawang Putih dan Cengkeh

    Selain digunakan untuk bumbu masak, bawang putih dan cengkeh ternyata bisa digunakan untuk mengusir lintah. Untuk cara pakainya, hancurkan 2-3 siung bawang putih dan 1-2 batang cengkeh. Setelah itu, sebarkan di ruangan yang lembap atau kerap dilalui lintah.

    3. Jus Lemon

    Tak hanya menyegarkan badan, jus lemon juga bisa dimanfaatkan untuk mengusir lintah di rumah. Cara penggunaannya cukup peras 2 buah lemon, lalu campurkan dengan air dan tuang ke dalam wadah semprot. Setelah itu, semprot lemon pada area dinding dan tanaman agar lintah tak datang lagi ke rumah.

    4. Minyak Atsiri

    Minyak atsiri atau essential oil bisa jadi pilihan alternatif untuk mengusir lintah karena aromanya yang menyengat. Untuk cara pakainya cukup dengan semprotkan ke lintah atau tempat yang kerap dilalui lintah.

    Itulah penyebab lintah bisa masuk ke rumah dan cara mengusirnya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior, atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Lembap Tapi Nggak Hujan, Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Masalah yang kerap ditemui di rumah dan mungkin jarang disadari oleh penghuninya adalah kondisi dinding yang lembap. Hal ini bisa semakin parah ketika memasuki musim hujan. Lantas, bagaimana tanda kondisi dinding yang lembap?

    Tanda-tanda dinding yang lembap cukup beragam tergantung pada penyebabnya. Meskipun begitu, kondisi dinding yang lembap sama-sama dapat menimbulkan ancaman yang sama yakni merusak kualitas dan tampilan dinding rumah. Selain itu, bisa membahayakan kesehatan karena jamur hitam atau black mold dapat membuat gangguan pernapasan.

    Dilansir laman Ultra Techcement, berikut beberapa penyebab kelembaban pada dinding dan cara mengatasinya dengan tepat.


    1. Rembesan Air

    Penyebab paling banyak yang membuat dinding lembab adalah air. Asalnya bukan hanya dari air hujan, melainkan kebocoran atap, kebocoran pipa air, dinding di tempat lembab seperti kamar mandi, wastafel atau bak cucian piring.

    Cara mengatasi dinding yang lembab adalah dengan mengatasi sumber masalah. Apabila ada kebocoran, perbaiki dan tutup celahnya, apabila berada di kamar mandi bisa menggunakan cat khusus dan usahakan kamar mandi bisa cepat kering setelah digunakan.

    2. Hasil Kondensasi

    Kelembaban dari hasil kondensasi terjadi akibat udara yang mengembun di dinding. Ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan yang dingin, seperti dinding, udara tidak bisa menahan kelembaban, yang mengakibatkan tetesan air muncul dan menyebabkan lembap berlebih. Hal ini juga bisa disebabkan karena ventilasi udara yang buruk di rumah.

    Cara untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan menyediakan alat dehumidifier yang memang berguna untuk menyerap kelembapan di rumah. Lalu, jangan lupa selalu buka jendela dan ventilasi yang lain saat hari cerah dengan begitu sirkulasi udara di dalam rumah dapat lancar.

    Rembesan air yang berlebih dapat merusak tembok dan menyebabkan banyak masalah, seperti kebocoran, cat terkelupas, retak, bahkan jamur dan lumut. Pengecatan ulang tidak akan mengatasi kelembapan pada dinding. Pemilik rumah harus mengatasi sumber masalah, baru memperbaiki tampilan dinding agar masalah yang sama tidak terulang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Penting Punya Taman di Rumah? Ketahui Dulu Manfaatnya



    Jakarta

    Salah satu keuntungan memiliki rumah tapak adalah bagian depan bangunan biasanya memiliki halaman atau tanah kosong yang digunakan untuk taman. Namun, saat ini banyak rumah yang menutup tanah kosong tersebut untuk dijadikan tempat parkir karena luasnya yang tak seberapa.

    Eits, tenang, tidak masalah jika halaman rumah digunakan untuk lahan parkir. Setiap rumah memiliki kebutuhan masing-masing. Namun, keberadaan taman di rumah tetap penting. Menurut Arsitek Denny Setiawan, taman tidak melulu harus ditempatkan di bagian depan rumah atau belakang. Taman bisa dibuat di area kosong di mana saja di rumah, seperti di dalam rumah atau di atap.

    “Jadi tidak ada alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


    Sebab, kata Denny, memiliki taman di rumah memberikan banyak keuntungan. Pertama, taman bisa memberikan pasokan oksigen di rumah. Seperti yang kita tahu, taman biasanya ditumbuhi banyak tanaman, baik besar maupun kecil. Tanaman-tanaman inilah yang memasok oksigen untuk manusia.

    Kedua, dengan membuat taman, pemilik rumah sudah berkontribusi terhadap penghijauan. Membuat ruang hijau tidak perlu membutuhkan ruang yang luas, di lahan sepetak juga cukup. Dengan memiliki area terbuka hijau, rumah memiliki area resapan dan pasokan oksigen.

    “Fungsinya bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah. Jadi air hujan kita bisa terserap di tanah kita sendiri walaupun rumah subsidi tapi rasanya harus ada taman juga,” ujarnya.

    Denny mengatakan apabila bagian depan rumah sudah tidak ada ruang tersisa, banyak orang memilih untuk menambah ruang di atas rumah seperti membuat rooftop. Area ini bisa digunakan pula untuk dibuat taman sungguhan yang ditumbuhi rumput.

    “Caranya yang pertama adalah lapisan dry cell supaya airnya bisa menyerap ke bawah kemudian dialirkan lewat pipa, flood drain. Di atas dry cell harus ada kerikil, atau split, baru di atasnya ada tanah,” jelasnya.

    Kemudian, apabila tidak memungkinkan dibuat di atas dan di bawah, pemilik rumah bisa menjajal membuat taman vertikal. Biasanya tanaman akan diletakkan di dinding atau pagar dengan pot atau tanaman rambat.

    “Saat ini kita kekurangan media tanam. Untuk Kota Jakarta sendiri target vegetasi baru tercapai 9 persen dari target kota ideal 30 persen ruang hijau. Jadi kita butuh sekali sebanyak-banyaknya ruang hijau agar tanaman bisa bertumbuh, agar setiap manusia di kota Jakarta ini bisa menghirup oksigen dengan baik jadi rasanya daripada kita membuat pagar yang tinggi yang kemudian kesannya tertutup, tidak ada salahnya kita mencoba metode untuk membuat pagar dari tanaman,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Estimasi Biaya Pasang Kanopi di 2025 Lengkap dengan Cara Hitungnya


    Jakarta

    Memasang kanopi dapat memberikan sejumlah manfaat untuk hunian, misalnya bisa mencegah panas dan hujan pada area carport. Selain itu, pemasangan kanopi juga bisa menambah estetika rumah sehingga terlihat lebih cantik.

    Biasanya, pemasangan kanopi dilakukan menggunakan jasa tukang kanopi secara borongan. Meski begitu, detikers juga perlu menghitung biaya pasang kanopi sendiri untuk mengetahui seberapa besar dana yang dibutuhkan.

    Ada cara menghitung biaya pasang kanopi yang perlu kamu ketahui. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Estimasi Biaya Pasang Kanopi

    Ada sejumlah biaya yang harus dihitung untuk memasang kanopi di rumah. Namun karena masih estimasi, maka harganya bisa berbeda-beda tergantung dari material yang dipilih.

    Mengutip catatan detikProperti, berikut estimasi biaya pasang kanopi di rumah, mulai dari tiang hingga atapnya:

    Menghitung Kebutuhan Baja Ringan untuk Kanopi

    Langkah pertama, kamu harus menghitung kebutuhan baja ringan yang digunakan pada rangka atap kanopi. Sebagai contoh, kamu membuat kanopi standar rangka baja ringan dengan ukuran panjang 5 meter dan lebar 3 meter.

    1. Menghitung Tiang

    Untuk kanopi standar, biasanya rangka kanopi membutuhkan tiang yang tingginya masing-masing 3 meter. Pada umumnya, setiap tiang dibuat dua rangkap agar lebih kuat.

    Rumus perhitungannya adalah: 6 x 3 x 2 = 36 meter. Jadi, kebutuhan rangka baja ringan untuk tiang sepanjang 36 meter.

    2. Menghitung Gording

    Gording merupakan rangka sisi yang melebar. Apabila lebar kanopi 3 meter dan panjang 5 meter, gording yang dibutuhkan sekitar tiga buah. Rumus perhitungannya adalah: 3 x 3 = 9 meter.

    Sebagai catatan, biasanya gording dapat dipasang bolak-balik atau dua lapisan. Hal ini tergantung keinginan masing-masing pemilik rumah.

    3. Menghitung Kaso

    Kaso merupakan rangka yang memanjang pada kanopi. Sebagai contoh, dibutuhkan 4 kaso dengan masing-masing panjang 5 meter, sehingga rumusnya: 4 x 5 = 20 meter.

    4. Menghitung Reng

    Jarak antara reng umumnya sekitar 50-60 cm. Dengan lebar 3 meter dan panjang 5 meter, maka reng yang dibutuhkan sekitar 8 batang. Rumus perhitungannya adalah: 8 x 3 = 24 meter.

    5. Total Kebutuhan Rangka Baja Ringan

    Dari perhitungan tadi, maka total kebutuhan baja ringan adalah: 36 + 9 + 20 = 65 meter. Sedangkan total reng yang dibutuhkan adalah 24 meter.

    6. Konversi Menjadi Batang

    Diketahui, baja ringan umumnya memiliki ukuran 6 meter per batang. Maka, rumus perhitungannya menjadi:

    • Kebutuhan baja ringan 65 : 6 = 11 batang
    • Kebutuhan reng 24 : 6 = 4 batang.

    Biasanya, kebutuhan baja ringan ditambahkan spare untuk mengantisipasi kekurangan bahan. Maka dari itu, lebih baik ditambahkan masing-masing 1 batang sehingga total menjadi 12 batang baja ringan dan 5 batang reng. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada material yang rusak atau kurang.

    Perhitungan Biaya Pasang Kanopi

    Setelah mencari tahu kebutuhan baja ringan, kini saatnya menghitung biaya yang dibutuhkan untuk pasang kanopi. Simak di bawah ini:

    1. Total Biaya Baja Ringan

    Terdapat beragam jenis baja ringan di pasaran. Sebagai contoh, kamu membeli baja ringan jenis Taso dengan ketebalan 1 milimeter. Di pasaran, harga baja ringan Taso dengan tebal 1 mm sekitar Rp 165.000 per batang. Maka biaya diperlukan adalah:

    Rp 165.000 x 11 batang = Rp 1.815.000.

    Sedangkan harga reng baja ringan merek taso dengan ketebalan 0,45 mm harganya sekitar Rp 70.000 di pasaran. Jadi, total biaya untuk reng aadalah:

    Rp 70.000 x 4 = Rp 280.000

    Jika ditotal maka jumlahnya: Rp 1.815.000 + Rp 280.000 = Rp 2.095.000.

    2. Biaya Baut

    Pemasangan kanopi juga membutuhkan baut. Untuk baut baja ringan harganya sekitar Rp 110.000.

    3. Biaya Atap Kanopi

    Langkah berikutnya menghitung biaya atap kanopi. Dengan panjang 5 meter dan lebar 3 meter, maka total luas kanopi adalah 15 meter.

    Saat ini, ada banyak pilihan atap kanopi di pasaran. Ambil contoh atap kanopi Alderon uPVC berongga dengan ketebalan 10 mm yang harganya sekitar Rp 180.000/meter. Maka, total biaya yang dibutuhkan adalah Rp 2.700.000.

    4. Biaya Tukang dan Lainnya

    Pemasangan kanopi setidaknya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari, tergantung dari luas kanopi, tingkat kerumitan, dan faktor cuaca. Pemasangan kanopi biasanya dilakukan oleh tukang dengan hitungan borongan.

    Upah tukang borongan untuk pemasangan kanopi mungkin bisa berbeda-beda, tapi bisa diasumsikan menjadi Rp 150.000 per orang dalam sehari. Pemasangan kanopi biasanya dikerjakan oleh 2 orang tukang dalam waktu 4 hari. Maka total biaya yang dibutuhkan adalah:

    2 tukang x upah Rp 150.000 x 4 hari = Rp 1.200.000.

    Total Biaya Pasang Kanopi

    Setelah menghitung biaya material hingga upah tukang, maka total biaya pemasangan kanopi untuk ukuran 3 x 5 meter adalah:

    Rp 2.095.000 + Rp 110.000 + Rp 2.700.000 + Rp 1.200.000 = Rp 6.105.000.

    Sebagai pengingat, harga di atas hanya estimasi saja. Biaya pasang kanopi mungkin bisa lebih murah atau justru lebih mahal tergantung dari luas kanopi, pemilihan material, hingga negosiasi upah dengan tukang borongan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati, Ini Bahaya Tanam Pohon Terlalu Dekat dengan Rumah


    Jakarta

    Beberapa pemilik rumah menanam pohon di dekat huniannya. Hal ini bisa menjadikan tampilan rumah tampak asri dan membuat suasana sejuk.

    Walau demikian, dianjurkan untuk tidak menanam pohon terlalu dekat dengan rumah. Sebab, ada beberapa bahayanya, salah satunya adalah menimbulkan kerusakan fondasi rumah akibat akar pohon yang menyebar.

    Selain itu masih ada beberapa bahaya dari menanam pohon yang dekat dengan rumah. Dilansir dari jimstrees.com.au berikut ini informasinya.


    Bahaya Tanam Pohon Dekat Rumah

    1. Akar yang Menyebar

    Akar pohon terkenal akan mencari tempat atau kelembapan seiring dengan bertumbuhnya tanaman yang bisa saja menimbulkan kerusakan. Contohnya seperti keretakan fondasi rumah, pecahnya dan tersumbatnya pipa utilitas, hingga menyebabkan lantai sedikit miring.

    Maka dari itu, sebelum menanam pohon, pastikan pertumbuhan akar saat memutuskan seberapa jauh pohon akan ditanam.

    2. Daun dan Ranting Berjatuhan

    Jika pohon ditanam dekat rumah, siap-siap sampah daun dan ranting yang menumpuk. Tumpukan daun dan ranting tersebut akan jadi masalah ketika musim hujan karena bisa menyumbat saluran air apabila tidak dibersihkan. Tak hanya itu, batang atau ranting pohon yang jatuh juga bisa merusak atap rumah maupun jendela.

    3. Terhalangnya Cahaya

    Menanam pohon dekat rumah bisa menghalangi cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Hal ini bisa membuat ruangan rumah menjadi gelap sehingga harus terus menyalakan lampu yang dapat meningkatkan tarif listrik.

    4. Menarik Serangga

    Menanam pohon di dekat rumah dapat memudahkan akses berbagai hama, seperti tawon hingga semut. Bisa saja burung-burung bersarang di pohon tepat di sebelah jendela kamar tidur rumah karena tersedia sumber makanan, yaitu serangga. Selain itu, bisa juga serangga masuk ke dalam rumah melalui jendela yang dekat dengan pohon.

    Jarak Aman Tanam Pohon Dekat Rumah

    Jarak penanaman pohon bisa dilakukan berdasarkan tinggi pohon. Berikut daftarnya.

    – Tinggi pohon di bawah 8 meter, jarak amannya setidaknya 3 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon 8-15 meter, jarak amannya sekitar 4-6 meter dari bangunan
    – Tinggi pohon lebih dari 15 meter, jarak amannya setidaknya 10-15 meter

    Itulah beberapa bahaya menanam pohon di dekat rumah. Semoga membantu ya detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com