Tag: hunian

  • 6 Ciri-ciri Rumah Tahan Gempa yang Perlu Diketahui, Cek di Sini


    Jakarta

    Rumah tahan gempa adalah solusi penting untuk mengurangi dampak kerusakan akibat gempa bumi, khususnya di wilayah rawan bencana. Dengan konstruksi yang tepat, rumah tahan gempa mampu melindungi penghuninya dari risiko keruntuhan bangunan.

    Sehingga, memahami ciri-ciri rumah tahan gempa menjadi langkah awal untuk menciptakan hunian yang aman. Lantas apa saja ciri-cirinya?

    Ciri-ciri Rumah Tahan Gempa

    Ciri-ciri rumah tahan gempa bisa dilihat dari pondasi dan beton yang kokoh hingga beban material rumah yang minimal. Begini penjelasannya.


    1. Pondasi yang Kokoh

    Menurut laman DPU Kulon Progo, pondasi menjadi bagian penting dari struktur sebuah bangunan, terutama pada rumah tahan gempa. Berada di bagian paling bawah, pondasi berfungsi menyalurkan beban ke tanah.

    Kedalaman minimum pembuatan pondasi adalah 60-80 cm. Untuk faktor akurasi dari kedalaman, atau jenis pondasi, bisa dilakukan uji sondir tanah pada lokasi yang akan dibangun.

    2. Beton yang Kokoh

    Penggunaan beton umum dilakukan pada bangunan. Namun dalam bangunan tahan gempa, beton dibuat kokoh dengan standar tertentu, sehingga lebih aman.

    Beton bertulang merupakan bagian penting dalam membuat rumah tahan gempa. Pembuatan alat bantu seperti vibrator atau molen disarankan untuk menghasilkan beton bertulang yang berkualitas tinggi.

    3. Tanahnya Memiliki Komponen Kasar

    Kualitas tanah di mana bangunan berdiri juga harus mampu menahan tekanan gempa. Menurut laman Homify, contoh dari tanah dengan komponen kasar yaitu pasir lempung dan kerikil berpasir.

    Tanah ini biasanya mampu terpapar benturan yang padat dan keras sehingga sangat bagus untuk bangunan tahan gempa. Sebaliknya, tanah yang lunak, berpasir, liat, dan gembur tidak cocok untuk konstruksi.

    4. Bangunan Simetris

    Desain rumah yang simpel dan simetris tanpa ornamen atau aksen yang berlebihan, baik untuk rumah tahan gempa.

    Menurut salah satu situs penjualan furniture dan dekor rumah, bentuk rumah yang simetris bisa membantu memperkokoh struktur dan membuat penyebaran gayanya merata. Sehingga struktur tersebut bisa menahan gaya gempa yang lebih baik.

    5. Setiap Komponen dalam Rumah Terikat

    Pada rumah tahan gempa, setiap komponen-komponen elemen bangunan, baik struktural dan non-struktural terikat dengan baik satu sama lain. Hal tersebut akan memperkokoh bangunan dan membantu bangunan menyalurkan beban gempa lebih merata.

    6. Beban Material Rumah yang Minimal

    Saat melakukan pembangunan rumah tahan gempa, langkah tepatnya yaitu meminimalisir material bangunan yang bisa menambah beban bangunan saat terjadi gempa.

    Contohnya, mengganti konstruksi atap konvensional dengan atap baja ringan. Jika material yang digunakan tepat, maka efek gempa pada hunian bisa diminimalisir.

    Itulah enam ciri-ciri rumah tahan gempa. Semoga artikel ini membantu detikers yang ingin membangun rumah ya.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Menentukan AC Sesuai Ukuran Ruangan



    Jakarta

    Menentukan ukuran AC yang tepat merupakan faktor yang krusial. Namun, ukuran AC tidak terlalu berkaitan dengan seberapa banyak ruang yang ditempati unit tersebut tetapi lebih berkaitan dengan daya pendinginan yang disediakan.

    AC yang terlalu kecil untuk ruangan kamu harus bekerja ekstra keras untuk mendinginkan ruang secara efektif. Penggunaan yang berlebih ini menyebabkan kerusakan yang parah pada sistem.

    Unit yang terlalu besar juga tidak efisien, unit lebih ini lebih mahal untuk dibeli dan akan mendinginkan ruangan terlalu cepat. AC yang mendinginkan terlalu cepat tidak akan mampu menghilangkan kelembapan dari dunia.


    Melansir Architectural Digest, Selasa (15/10/2024), berikut cara menghitung ukuran AC untuk rumah kamu bergantung pada seberapa banyak luas persegi yang perlu didinginkan.

    1. Hitung Luas Ruangan

    Luas persegi tetap menjadi faktor penentu terbesar dalam ukuran unit AC yang optimal. Untuk AC sentral, kamu perlu mengukur luas persegi setiap ruangan di rumah kamu. Kalikan panjang setiap ruangan dengan lebarnya.

    Setelah memperoleh semua perhitungan, jumlahkan untuk memperoleh luas persegi interior rumah kamu. Jika kamu membeli unit AC jendela untuk satu ruangan, kamu perlu mengukur panjang dan lebar ruangan dan mengalikan angka-angka tersebut.

    2. Tentukan Kapasitas Pendinginan yang Dibutuhkan

    Karena ukuran AC ditentukan oleh kapasitas pendinginan, bukan ukuran fisik unik. Kamu perlu menggunakan luas persegi untuk menghitung kapasitas pendinginan yang kamu perlukan.

    Kapasitas pendinginan AC dihitung menggunakan pengukuran yang disebut BTU atau British Thermal Units.

    Aturan umumnya adalah bahwa AC membutuhkan 20 BTU untuk mendinginkan setiap kaki persegi ruang hunian. Untuk menentukan kapasitas pendinginan yang dibutuhkan, kalikan luas persegi yang kamu hitung dengan 20.

    3. Lakukan Penyesuaian

    Karena setiap rumah berbeda, faktor lain dapat mempengaruhi beban pendinginan. Faktor-faktor ini dapat membuat rumah lebih mudah atau lebih sulit didinginkan. Misalnya, iklim yang lebih dingin dan tingkat kelembapannya lebih rendah memerlukan upaya pendinginan.

    Disarankan untuk ruangan yang secara teratur ditempati lebih dari dua orang, tambahkan 600 BTU untuk setiap orang tambahan, tingkatkan kapasitas untuk ruangan yang sangat cerah sebesar 10%.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagusan Kanopi Spandek atau Alderon? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Ketika memilih kanopi, banyakan dihadapkan dengan pilihan antara kanopi spandek dan alderon.

    Keduanya menawarkan keunggulan tersendiri dalam hal estetika, ketahanan, dan fungsionalitas.

    Kanopi sendiri adalah struktur atap yang digunakan untuk memberikan perlindungan area outdoor. Selain fungsinya sebagai pelindung, kanopi juga jadi elemen estetika yang bisa mempercantik tampilan bangunan.


    Perbedaan karakteristik material, daya tahan terhadap cuaca, dan biaya pemasangan membuat pilihan ini semakin menarik untuk dianalisis.

    Mengenal Atap Spandek

    Spandek adalah jenis atap yang terbuat dari lembaran metal modern terdiri dari campuran zinc dan alumunium. Bentuknya lembaran bergelombang persegi.

    Atap spandek cenderung tipis, sehingga mudah penyok (apalagi ketika diinjak pada saat pemasangan)

    Biasanya, kanopi spandek digunakan untuk bangunan komersial, gudang, dan rumah hunian.

    Atap jenis ini memungkinkan variasi dalam penampilan dari yang minimalis hingga modern, karena desainnya sederhana. Terlebih, tampilan spandek kontemporer menarik secara estetika.

    Kelebihan Kanopi Spandek

    • Ketahanan terhadap benturan
    • Ekonomis
    • Banyak variasi tampilannya
    • Spandek ringan namun kuat dan kokoh
    • Tahan karat

    Kekurangan Kanopi Spandek

    • Punya daya serap panas yang tinggi
    • Tidak tahan korosi terhadap adukan semen atau mortar
    • Tidak tahan bahan kimia
    • Spandek cenderung tidak dilengkapi lapisan pelindung UV
    • Kurang bisa meredam suara, sehingga bisa bising saat hujan.

    Mengenal Atap Alderon

    Mengutip situs Alderon (PT Impack Pratama Industri Tbk), alderon adalah atap yang terbuat dari bahan Unplasticizide Polyvinyl Chloride (uPVC) yang diformulasikan dan direkayasa ulang.

    Umumnya, atap alderon punya ketebalan sekitar 10 mm. Struktur atap alderon berongga, rongga udara tersebut mampu meredam panas sangat baik. Tak heran jika jenis atap ini membuat ruangan di bawahnya menjadi lebih sejuk.

    Kelebihan Alderon

    • Sangat kuat dan kokoh
    • Mudah dibersihkan
    • Biaya perawatannya rendah
    • Ramah lingkungan
    • Mudah dipotong
    • Tidak merambatkan api dan tidak mudah terbakar
    • Mampu untuk meredam panas
    • Tidak mudah luntur dan tahan lama
    • Tidak berkarat
    • Tahan bahan kimia
    • Alderon kedap suara sehingga tidak berisik saat hujan.

    Kekurangan Alderon

    • Harga yang relatif mahal
    • Pilihan warnanya sedikit

    Dalam memilih antara kanopi spandek atau Alderon, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor seperti kebutuhan fungsional, estetika, dan anggaran yang tersedia.

    Dengan memahami perbedaan dan kelebihan masing-masing, semoga detikers bisa membuat keputusan yang tepat.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Buka Tempat Usaha di Rumah, Perlu Izin Tetangga? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Kamu pasti sering melihat di tengah pemukiman padat, ada beberapa bangunan justru digunakan sebagai ruko atau tempat usaha. Tidak jarang juga ada rumah yang digunakan sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal.

    Konsep pemilihan tempat usaha seperti ini menguntungkan karena biasanya biaya sewanya lebih kecil daripada di Mal atau pusat perbelanjaan besar. Lalu, lebih dekat juga dengan pasar yakni tetangga rumah. Namun, ada beberapa kejadian keberadaan tempat usaha tersebut mengganggu tetangga. Pemicunya bisa karena terganggu suara berisik, halaman rumah lebih kotor karena banyak orang yang datang, hingga hilangnya privasi.

    Sebenarnya konsep alih fungsi bangunan seperti ini boleh nggak sih di mata hukum? Apakah perlu minta izin juga ke tetangga?


    Pengacara Muhammad Rizal Siregar mengungkapkan alih fungsi rumah menjadi tempat usaha sah-sah saja di mata hukum. Asalkan tempat usaha tersebut tidak membahayakan masyarakat sekitar dan lingkungan. Aturan mengenai hal ini tertuang dalam Pasal 49 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman (UU 1/2011) yang menyatakan bahwa pemanfaatan rumah dapat digunakan sebagai kegiatan usaha secara terbatas tanpa membahayakan dan tidak mengganggu fungsi hunian.

    Lebih lanjut, ia menyebutkan persyaratan dan kesesuaiannya terhadap peraturan perundang-undangan terkait sebagaimana ketentuan Pasal 7 dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung dan ketentuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, sehubungan dengan Izin Mendirikan Bangunan, guna memastikan bahwa pemanfaatan bangunan tersebut telah sesuai dengan fungsi peruntukannya sebagaimana ketentuan Pasal 49 Ayat (1) UU 1/2011 di mana rumah yang dijadikan tempat usaha tidak membahayakan dan tidak mengganggu fungsi hunian, terutama bagi warga di sekitarnya.

    Rizal menekankan, alih fungsi rumah menjadi tempat usaha adalah salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang. Selama pemilik properti tidak mengganggu tetangganya atau menimbulkan kerugian untuk lingkungan sekitar, maka kegiatannya sah-sah saja. Terkait izin, kamu bisa meminta izin agar tetangga memahami situasinya nanti.

    “Terkait bangunan gedung merupakan salah satu wujud fisik pemanfaatan ruang. Dalam pengaturan bangunan gedung mengacu pada pengaturan penataan ruang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan teknis bangunan gedung, serta harus diselenggarakan secara tertib,” kata Rizal kepada detikProperti seperti yang dikutip pada Rabu (23/10/2024).

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Membeli Rumah di Lokasi Strategis



    Jakarta

    Membeli properti untuk dihuni dalam jangka panjang tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan besar ini, termasuk menentukan lokasi yang strategis. Seberapa penting sih pertimbangan lokasi strategis ini?

    Sebagaimana diketahui, seseorang akan menginvestasikan hidupnya untuk berada di satu lingkungan saat membeli rumah. Untuk itu, penting memilih rumah yang berada di lokasi strategis agar dapat memenuhi beragam kebutuhan hidup dalam jangka panjang.

    Pemilihan lokasi yang strategis pun akan meningkatkan harga nilai properti, jika Anda memiliki kemungkinan menjual atau menyewa di masa depan. Pastinya, pemilihan lokasi yang tepat juga akan menjamin kenyamanan dan kualitas hidup pemilik nantinya.


    Jangan sekadar tergiur harga yang murah, tapi cek dulu ketersediaan fasilitas umum di sekitar lokasi rumah yang akan Anda pilih. Semakin banyak fasilitasnya, semakin strategis pula lokasi rumah yang akan dihuni.

    Adapun sejumlah pertimbangan dalam memilih lokasi strategis biasanya berkaitan dengan lokasi tempat kerja, aksesibilitas transportasi umum, fasilitas umum seperti lembaga pendidikan, layanan kesehatan, sarana olahraga, hingga keamanan dari risiko bencana alam.

    Lantas, bagaimana sih cara memilih lokasi terbaik untuk pembelian properti? Simak tipsnya berikut ini!

    1. Mudah Menjangkau Transportasi Umum

    Kemudahan menjangkau transportasi umum jadi nilai plus saat memilih lokasi strategis dalam membeli properti. Hal ini menawarkan banyak keuntungan, karena Anda bisa bepergian dengan mudah dan hemat naik transportasi umum yang relatif lebih murah. Tips yang satu ini juga bisa jadi pertimbangan jika lokasi kerja atau sekolah Anda jauh dari rumah.

    2. Dekat Fasilitas Umum Penunjang Kehidupan

    Lokasi hunian yang dekat dengan fasilitas umum penunjang kehidupan akan membuat hidup makin mudah dan nyaman. Sebisa mungkin, pastikan properti yang akan kamu beli dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, mal, pasar, dan juga kantor. Dengan hadirnya fasilitas umum yang dekat, Anda tak perlu menghabiskan banyak waktu dan bepergian jauh saat membutuhkan layanan di fasilitas tersebut.

    3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

    Bencana memang tak kenal waktu dan tempat, tapi Anda bisa menghindarinya dengan memahami kondisi wilayah calon hunian. Misalnya, kenali daerah-daerah rawan banjir untuk menghindarinya dengan cara bertanya pada warga setempat saat survei atau mencari informasi di internet. Dengan cara ini, kamu bisa terhindar dari rugi berlipat di kemudian hari.

    4. Punya Sumber Air Bersih

    Air bersih jadi kebutuhan dasar yang dibutuhkan sehari-hari, baik untuk mandi, memasak, dan lainnya. Untuk itu, pastikan ketersediaan air bersih saat memilih lokasi properti. Beberapa lokasi yang biasanya dihindari saat mempertimbangkan ketersediaan air bersih yaitu properti di sekitar pemakaman, umumnya masyarakat khawatir dan ketakutan jika sumber air tanah dari sumur yang mereka miliki dangkal jika dekat dengan fasilitas umum seperti pemakaman.

    5. Relatif Aman dari Risiko Kriminalitas

    Terakhir, lokasi strategis juga mesti mempertimbangkan lingkungan yang relatif aman. Terutama dari risiko kriminalitas. Cara ini bisa diatasi dengan memilih properti di kompleks atau klaster yang umumnya memiliki satpam untuk berjaga.

    Untuk Anda yang sudah menemukan lokasi strategis untuk membeli properti, Anda bisa manfaat kan layanan KPR BRI yang bisa jadi solusi dalam memiliki hunian, seperti rumah tinggal, apartemen, ruko/rukan, dan tanah kavling siap bangun baik melalui developer atau non developer di lokasi strategis.

    KPR BRI ini bisa digunakan nasabah untuk pembelian baru, second, top up, renovasi, dan take over bank lain. Anda juga bisa cari alternatif hunian lain di lokasi strategis sekaligus menghitung simulasi KPR BRI dengan mengunjungi Homespot.id.

    (akn/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Maruarar Sirait Rapat Perdana Bareng Komisi V DPR Sebagai Menteri



    Jakarta

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait rapat perdana bersama dengan Komisi V DPR RI. Pada rapat ini, ia ingin membahas terkait anggaran kementerian dan struktural organisasi dan tata kerja (SOTK).

    Pria yang akrab disapa Ara ini menuturkan, pembahasan anggaran ini dan SOTK sebagai salah satu cara untuk menjadi transparan karena pihaknya akan menggunakan uang negara untuk berbagai program perumahan.

    “(Bahas) SOTK dan anggaran,” katanya saat tiba di Komisi V DPR RI, Selasa (29/10/2024).


    Ketika ditanya apakah dirinya akan meminta tambahan anggaran kepada DPR, ia tidak menjawabnya secara gamblang. Ia hanya mengatakan pihaknya akan terbuka untuk memaparkan anggaran yang dimiliki tahun 2024 dan tahun 2025.

    “Saya sampaikan saja terbuka apa adanya. Ini kan kita mau keterbukaan, anggaran 2024 kita terbuka, anggaran 2025 kita terbuka, rencana SOTK ini saya akan terbuka. Nanti lihat saja, saya minta rapatnya terbuka,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, rapat bersama Komisi V DPR RI ini dihadiri oleh kementerian lainnya, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pedesaan dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Transmigrasi, BMKG, dan Basarnas.

    Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan mendapat anggaran sebesar Rp 5,078 triliun untuk tahun 2025. Anggaran tersebut awalnya merupakan milik Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR sebelum dipecah menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan.

    Dengan anggaran sebesar Rp 5,078 triliun ini Ara membeberkan rincian penggunaan dana tersebut untuk melanjutkan proyek yang sudah berjalan.

    “Jadi (anggaran tahun depan) Rp 5,07 triliun. Untuk IKN (sekitar Rp 1,2 T untuk sektor perumahan), jadi palingan hanya sekitar Rp 4,5 sekian triliun (anggaran tahun depan),” tuturnya dalam Diskusi Program 3 Juta Rumah, di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (28/10/2024).

    Rinciannya adalah sebagai berikut.

    Rumah susun: Rp 3,5 triliun

    – Lanjutan pembangunan hunian vertikal untuk Personil TNI di IKN (Ibu Kota Nusantara) 240 unit
    – Penuntasan pembangunan 47 tower rusun ASN-Hankam di IKN sebanyak 2.820 unit
    – Pembangunan baru rumah susun MBR terdampak IKN sebanyak 44 unit
    – Pembangunan baru rusun ASN/TNI/Polri, MBR, Pekerja, dan lembaga perguruan tinggi dan lembaga perguruan berasrama sebanyak 1.376 unit
    – Lanjutan pembangunan rumah susun direktif (MYC) 701 unit
    – Lanjutan pemeliharaan dan perawatan tower rumah susun Wisma Atlet Kemayoran sebanyak 10 tower
    – Lanjutan pembangunan rumah susun mendukung DOB (MYC) 460 unit

    Rumah Swadaya: Rp 0,7 triliun

    – Pembangun rumah swadaya melalui BSPS sebanyak 34.289 unit.

    Rumah Khusus: Rp 0,105 triliun

    – Pembangunan rumah khusus untuk mendukung DOB (Daerah Otonom Baru) sebanyak 50 unit
    – Pembangunan Rusus suku Moi sebanyak 72 unit
    – Lanjutan pembangunan rumah khusus pasca bencana di Ternate 49 unit
    – Pembangunan Rusus Malawei 100 unit
    – Pembangunan Rusus pasca bencana di Lebak sebanyak 94 unit

    Rumah umum dan komersial: Rp 0,121 triliun

    – Pembangunan PSU sebanyak 10.550 unit untuk perumahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang tersebar di seluruh provinsi.

    Dukungan manajemen dan teknis lainnya: Rp 0,575 triliun

    – Pelaksanaan kegiatan pengaturan, pembinaan dan penugasan kebijakan dan program penyelenggaraan perumahan.
    – Gaji dan tunjangan, operasional kantor, dan administrasi kesatkeran.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Rumah Saat Renovasi



    Jakarta

    Ketika mempertimbangkan renovasi rumah, seringkali menimbulkan pertanyaan tentang lebih baik pindah atau tidak. Keputusan ini tak cuma masalah kenyamanan, melainkan memengaruhi kehidupan sehari-hari, keuangan, serta pengalaman renovasi secara keseluruhan.

    Berikut merupakan pembahasan jika kamu perlu pindah dari rumah, namun hak itu tidak selalu diharuskan. Simak kelebihan serta kekurangan berikut ini tentang tetap tinggal di rumah selama proses renovasi.

    Kelebihan

    Menghemat Biaya

    Melansir The Renovation Company, pada Jumat (1/11/2024), tentu, keuntungan utama untuk tetap tinggal selama rumah sedang direnovasi akan menghemat pengeluaran kamu. Dengan kamu tinggal di rumah, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa rumah, yang akan menghemat waktu kamu, terlebih di pasar sewa yang gila.


    Mengetahui Perbedaan pada Rumah

    Sebagian pemilik rumah senang jika berada di sana, menyaksikan dan menonton perubahan demi perubahan yang terjadi pada rumah mereka secara langsung. Tentu hal ini membuat puas bagi sang pemilik, melihat dinding kamar mandi baru dibangun, atau melihat karpet yang tidak kamu sukai dicopot.

    Rasanya seperti melakukan streaming secara langsung pada acara besar, menyaksikan proses renovasi ini bisa sangat menyenangkan.

    Kekurangan

    Debu Beterbangan

    Jika kamu tidak menyukai debu, tinggal di rumah ketika proses renovasi berlangsung mungkin bukan ide yang baik, debu adalah hal yang tidak terpisahkan dari renovasi. Dan, kamu mungkin merasa tidak bisa menghindarinya sampai proses renovasi selesai.

    Privasi Terganggu

    Jika kamu tinggal di rumah yang sedang direnovasi mungkin merasa selalu ada orang asing di tempat kamu. Dan, mungkin hal itu akan membatasi kebiasaan kamu seperti menghabiskan waktu di pagi hari dengan menggunakan piyama.

    Rumah Terasa Kecil

    Tujuan akhir dari proses renovasi rumah adalah membuat rumah kita menjadi lebih besar. Namun dalam prosesnya, semuanya akan terasa jauh lebih kecil. Pada dasarnya kamu tinggal di lokasi kerja dengan orang tambahan, perlengkapan perkakas bangunan, serta kebisingan dari proses renovasi Akan tetapi, tempat itu akan menjadi terasa lebih luas ketika renovasi sudah selesai dikerjakan

    Alternatif Tempat Tinggal Selama Renovasi

    Tinggal di hunian sementara selama proses renovasi berlangsung bisa menjadi pilihan agar tetap nyaman. Dengan menginap di tempat lain, pekerjaan renovasi bisa semakin cepat selesai. Tinggal di lokasi konstruksi pula sangat tidak disarankan karena tidak nyaman dan tidak baik bagi kesehatan.

    Menginap di Rumah Teman atau Keluarga

    Jika rumah kamu sedang dalam proses renovasi, dan kamu sedang mencari tempat tinggal selama renovasi rumah. Terkadang, tempat terbaik untuk ditinggali adalah di tempat keluarga atau kerabat terdekat kamu.

    Tinggal bersama orang-orang tercinta dapat memberikan dukungan emosional selama masa renovasi berlangsung. Meskipun menginap di rumah sepupu kedengarannya menyenangkan, kamu mungkin harus mempertimbangkan beberapa hal, mulai dari waktu berapa lamanya kamu tinggal, jarak antara rumah kamu dan sepupu, dan lainnya.

    Sewa Sementara

    Jika kamu menyukai keheningan dan kesendirian, menyewa adalah langkah yang tepat. Dari apartemen mewah untuk jiwa urban hingga rumah liburan yang nyaman untuk mencari kedamaian, dan pilihan lainnya.

    Namun memilih hunian sewa yang tepat memerlukan pertimbangan yang matang, apartemen jangka pendek dapat menawarkan semua fasilitas, tapi mungkin harganya sedikit lebih tinggi sedangkan rumah menyediakan ruang, tapi mungkin memerlukan lebih banyak perawatan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya-biaya KPR saat Beli Rumah dan Estimasi Besarannya


    Jakarta

    Membeli rumah dengan mekanisme kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi salah satu cara untuk memiliki hunian. Saat mengambil KPR, selain cicilan juga ada biaya-biaya lainnya yang harus disiapkan.

    KPR sendiri masih menjadi primadona skema pembiayaan untuk membeli rumah. Namun, sebelum mengambil KPR sebaiknya kamu siapkan uang untuk biaya-biaya lainnya selain cicilan, contohnya seperti biaya appraisal.

    Tak hanya itu, masih ada biaya-biaya lainnya yang harus dibayar. Ada biaya apa saja yang harus disiapkan untuk membeli rumah lewat KPR? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


    Biaya-biaya yang Harus Disiapkan Saat Beli Rumah Secara KPR

    Uang Muka atau Down Payment (DP)

    Umumnya, pembeli rumah harus membayar uang muka terlebih dahulu sebelum mencicilnya. Biaya uang muka biasanya sekitar 10-20% dari harga rumah yang dibeli.

    Meski demikian, ada beberapa kasus yang tidak memerlukan membayar DP saat membeli properti. Contohnya saat ada program pemerintah seperti DP 0%.

    Biaya Administrasi dan Proses KPR

    Biaya administrasi dan proses KPR biasanya berbeda setiap bank, tergantung kebijakan masing-masing. Nah, untuk menarik nasabah biasanya pihak perbankan tidak memungut biaya administrasi alias gratis.

    Biaya Appraisal

    Biaya appraisal muncul karena adanya proses pengecekan dan validasi dokumen KPR serta rumah yang menjadi objek transaksi. Umumnya, biaya appraisal sekitar Rp 350.000-1.000.000.

    Biaya Provisi Bank

    Biaya Provisi KPR dibebankan kepada pengajuan kredit. Umumnya, biaya ini dilunasi sebelum proses akad kredit dilaksanakan dan hanya perlu dibayarkan sekali saat mengajukan KPR.

    Besaran biaya provisi KPR adalah 1% dari plafon kredit yang diterima debitur. Sebagai contoh, plafon kredit yang diterima adalah Rp 350.000.000, maka biaya provisi yang harus dibayar: 1% x Rp 350.000.000 = Rp 3.500.000.

    Biaya BPHTB

    Dilansir Intiland, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) adalah Pajak yang harus dibayar oleh pribadi atau badan yang mendapatkan perolehan hak atas tanah atau bangunan dari suatu perbuatan atau peristiwa hukum. Hal tersebut juga berlaku untuk pembelian rumah secara KPR.

    Nilai BPHTB setiap daerah berbeda-beda. Namun umumnya, biaya BPHTB yang harus dibayar umumnya 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

    Biaya Notaris

    Biaya notaris yang dibayarkan berbeda-beda tergantung dari keperluan klien. Berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2004, tarif jasa notaris ditentukan berdasarkan nilai ekonomis dan nilai sosiologis dari setiap akta yang dibuat.

    – Jika transaksi mencapai Rp 100.000.000, honor yang didapat paling besar 2,5% dari nilai transaksi.

    – Jika transaksi antara Rp 100.000.000 – Rp 1.000.000.000, honor yang didapat 1,5%.

    – Jika transaksi di atas Rp 1.000.000.000, tarif notaris sebesar 1% dari nilai transaksi.

    – Sementara itu, nilai sosiologisnya didasari atas fungsi sosial dari objek setiap akta dengan honor paling besar Rp 5.000.000.

    Asuransi Jiwa KPR

    Asuransi jiwa KPR ini juga dikenal sebagai asuransi jiwa kredit. Dilansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asuransi Jiwa Kredit adalah produk kerja sama bank dengan perusahaan asuransi yang memberikan manfaat berupa pelunasan kredit kepada bank apabila seseorang memanfaatkan fasilitas kredit meninggal dunia. Dengan demikian, apabila penerima manfaat meninggal dunia atau tutup usia saat KPR belum selesai, maka perusahaan asuransi akan melunasi utang yang tersisa ketika risiko meninggal dunia terjadi.

    Asuransi jiwa kredit ini juga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 124/PMK.010/2008 tentang Penyelenggaraan Lini Usaha Asuransi Kredit dan Suretyship tentang asuransi dalam proses kredit.

    Dalam aturan itu disebutkan bahwa asuransi kredit adalah lini usaha asuransi umum yang memberikan jaminan pemenuhan kewajiban finansial penerima kredit apabila penerima kredit tidak mampu memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian kredit.

    Umumnya, asuransi jiwa KPR ini dibayarkan hanya satu kali saja pada saat akad KPR. Sementara itu, untuk premi yang dibayarkan tidak sama antara debitur satu dengan yang lainnya.

    Itulah biaya-biaya yang harus disiapkan saat beli rumah secara KPR. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Bangun Pagar Rumah? Ini 10 Hal yang Penting Diperhatikan


    Jakarta

    Pagar termasuk elemen penting pada sebuah rumah. Selain menawarkan keamanan dan meningkatkan privasi penghuni rumah, pagar mampu mempercantik tampilan hunian.

    Namun sebelum membangun pagar, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan terlebih dahulu. Hal ini supaya pagar yang dipasang kokoh tahan lama dan proyek pembangunan pagar tidak mengganggu tetangga. Lantas, apa saja yang mesti diperhatikan?

    Tips Sebelum Membangun Pagar Rumah

    Dilansir Better Homes & Gardens dan MasterClass, berikut sederet hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang pagar rumah:


    1. Tentukan Tujuan Pasang Pagar

    Sebelumnya, pastikan tahu tujuan membangun pagar lebih dulu. Jika ingin memasangnya supaya rumah aman dan privasi terjaga, maka pagar dapat dibuat tinggi dan kokoh agar tidak mudah dibobol.

    2. Ketahui Batas Properti

    Detikers harus tahu batas properti yang dimiliki di bagian depan, belakang, kanan, dan kiri. Hal ini untuk memastikan pagar dibangun dalam lingkup tanah sendiri, bukan di area milik orang lain.

    3. Ukur Area Pagar

    Setelah tahu batas ujung propertinya, tetapkan ukuran dan di mana pagar akan dipasang. Gunakan alat meteran untuk mengukur area yang ingin dibangun pagar, dan catat agar tidak lupa.

    Pada saat ini, kamu bisa mulai mempertimbangkan model pagar yang cocok sesuai keinginan. Tentukan pula bentuk dan panjang pagar.

    4. Tandai Jalur Perpipaan

    Jika menggunakan layanan PDAM, detikers mesti tahu jalur perpipaan yang dilewati. Kalau perlu, tandai sepanjang jalurnya agar tidak terdampak pembangunan pagar. Berlaku pula untuk saluran air, sanitasi, dan perpipaan lainnya.

    5. Pilih Material Pagar

    Material pagar yang digunakan berdampak pada tampilan, daya tahan, dan perawatannya. Umumnya pagar terbuat dari kayu, tapi bisa juga dari bahan alternatif seperti aluminium, baja, vinyl, maupun bambu.

    6. Pertimbangkan Menggunakan Jasa Tukang

    Pagar rumah dapat dibuat sendiri jika detikers bisa melakukannya. Namun jika proyek pagar yang dibangun berskala besar, pemakaian jasa tukang boleh dipertimbangkan. Bisa tukang harian ataupun kontraktor, sesuaikan dengan budget.

    7. Pikirkan jika Ingin Menambah Dekorasi

    Banyak pemilik rumah tidak hanya memasang pagar tetapi juga menambahkan dekorasi seperti tanaman atau pohon di sekitarnya. Bila ingin sekaligus menghiasi sekeliling pagar, kamu bisa mulai memikirkan tanaman yang cocok dan letak ditanamnya.

    Pertimbangkan pula pintu pagar untuk jalur keluar masuk. Bisa dibuat satu atau dua jalur sesuai yang dibutuhkan. Jika ada dekorasi lain yang ingin ditambahkan pada pagar, bisa mulai dipikirkan juga.

    8. Pertimbangkan Iklim

    Membangun pagar rumah juga perlu mempertimbangkan iklim di wilayah tempat tinggalmu. Seperti pagar bermaterial kayu, bambu, dan logam paling tahan lama di iklim dingin, sementara vinyl lebih cocok untuk hunian di daerah hangat dan lembap.

    Pemasangan pagar juga mesti diperhatikan untuk mencegah terangkatnya tiang. Sebagai contoh di wilayah yang mengalami dingin beku, tiang perlu ditancapkan pada lubang cukup dalam supaya tidak terangkat ketika air di bawah tanah membeku.

    9. Rencanakan Anggaran

    Setelah mengetahui material, model, hingga proses pemasangan pagar yang diinginkan, detikers dapat menghitung perkiraan budget yang dikeluarkan. Apabila biaya melebihi anggaran yang disiapkan, kamu bisa mempertimbangkan ulang material yang dipilih. Penting untuk merencanakan budget dengan benar agar tidak boncos.

    10. Beritahukan Pembangunan kepada Tetangga

    Sebelum memulai proyek, detikers dapat memberitahukan rencana pemasangan pagar kepada tetangga. Hal ini untuk meminimalisir kebisingan yang ditimbulkan pembangunan tidak terlalu mengganggu kenyamanan tetangga.

    Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, detikers bisa punya pagar yang pembangunannya tidak mengganggu tetangga. Seluruh fasilitas dan sarana umum masih bisa digunakan tanpa gangguan berarti.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis, Cara Kerja hingga Pemasangan



    Jakarta

    Memasuki musim hujan, potensi rumah terkena sambaran petir semakin besar. Nah, kalau kamu mau mencegah dampak buruk sambaran petir, tentu solusi utamanya adalah memasang penangkal petir.

    Meski jarang terjadi, rumah yang tersambar petir bisa mengalami kerusakan baik pada bangunan maupun isinya. Beberapa dampaknya seperti korsleting listrik, kerusakan alat elektronik, bahkan dapat memicu kebakaran.

    Oleh karena itu, setiap hunian sebaiknya memiliki penangkal petir. Bagi kamu yang mau pasang penangkal petir, sebaiknya kenali dulu cara kerja, jenis, dan cara pasangnya di sini.


    Cara Kerja Penangkal Petir

    Penangkal petir yang kita maksud di sini sebetulnya lebih tepat disebut penangkap petir atau penyalur petir yang digunakan di rumah-rumah. Berikut ini cara kerja penangkal petir dikutip dari buku IPA Fisika SMP dan MTs untuk Kelas IX oleh Mikrajuddin Abdullah.

    Ketika di sekitar penangkal petir terdapat awan mendung yang bermuatan, misalnya bermuatan negatif, batang logam pada penangkal petir akan mengalami induksi menjadi bermuatan positif.

    Jika awan tersebut menimbulkan petir yang mengarah ke batang logam itu, maka muatan-muatan negatif awan akan berpindah ke batang logam. Kemudian, muatan tersebut disalurkan melalui melalui kabel logam menuju tanah. Ketika proses tersebut berlangsung, muatan-muatan positif pada batang logam juga akan terlepas dan bergerak ke awan.

    Menurut Dosen Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Machmud Effendy dalam Pemkot Malang, penangkap petir dan penangkal petir adalah dua alat berbeda.

    Penangkap petir bekerja dengan menyalurkan petir ke tanah dengan tegangan serendah-rendahnya. Sedangkan penangkal petir biasa dipakai pabrik dengan menggunakan listrik tegangan yang sangat tinggi untuk menangkal petir yang mengarah ke bangunan.

    Jenis Penangkal Petir

    Dalam situs eskripsi Universitas Semarang (USM), ada 3 jenis penangkal petir, yaitu:

    1. Penangkal Petir Konvensional

    Penangkal petir konvensional atau sederhana memiliki prinsip membentuk semacam perisai berupa konduktor yang akan mengambil alih aliran petir menuju tanah. Penangkal petir ini sifatnya pasif, yaitu hanya bekerja ketika petir menyambar. Alat ini mengandalkan posisinya yang lebih tinggi dari objek sekitar, serta ujungnya yang runcing.

    2. Penangkal Petir Elektrostatis

    Penangkal petir elektrostatis adalah pengembangan dari jenis konvensional. Prinsipnya mirip,yakni menjadi perisai yang mengambil alih sambaran petir. Perbedaanya, penangkal petir elektrostatis ini memanfaatkan ion-ion yang dihasilkan oleh dua elektroda pada ujung penangkal petir.

    Berada di bawah pengaruh medan listrik antara awan dan bumi, maka kedua elektroda akan memiliki beda potensial. Tegangan antara kedua elektroda tersebut bisa menyebabkan percikan listrik yang menyebabkan molekul-molekul udara di sekitar kedua elektroda mengalami ionisasi, sehingga upward streamer dari penangkal petir lebih cepat terbentuk.

    Ketika upward streamer lebih cepat terbentuk, maka upward streamer yang terbentuk menjadi lebih tinggi daripada penangkal petir konvensional. Jadi penangkal petir elektrostatis ini seakan-akan memiliki efektivitas perlindungan yang lebih tinggi.

    3. Dissipation Array System (Lightning Preventor)

    Dissipation Array System atau lightning preventor inilah yang secara teknis tepat disebut penangkal petir. Penangkal petir ini dirancang agar memiliki kemampuan melepaskan muatan besar dari bangunan yang ingin dilindungi. Beda potensial antara petir dan bangunan semakin rendah, maka kemampuan awan dalam melepas muatan juga berkurang.

    Cara Pasang Penangkal Petir

    Dilansir dari modul Instalasi Penangkal Petir oleh Fajar Danur Isnantyo dalam situs Spada Universitas Sebelas Maret (UNS), berikut ini cara pasang penangkal petir sederhana.

    1. Pembuatan Grounding

    Grounding adalah titik akhir pelepasan listrik ke media yang netral, salah satunya tanah. Tanah terbaik adalah yang memiliki kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi, atau tingkat keasaman tinggi.

    2. Pembuatan Penghantar Petir

    Sebelum mencapai tanah, petir harus dialirkan dari atas melalui konduktor. Konduktor yang digunakan biasanya berbahan tembaga, aluminium atau galvanis. Nilai tahanan yang diizinkan untuk hal ini yaitu maksimal 5 ohm.

    Kedalaman grounding di setiap wilayah bisa berbeda. Kedalaman 6 meter dirasa sudah baik, tetapi ada juga yang sampai melakukan pengeboran hingga 20 meter.

    3. Pemasangan Kabel

    Panjang bentang penghantar berpengaruh terhadap tahanan bahan. Semakin pendek bentang penghantar, maka tahanan bahan akan semakin kecil pula.

    Dalam memasang kabel, jangan sampai membentuk sudut 90 derajat karena menimbulkan aliran petir yang liar atau keluar jalur. Buat belokan dengan sudut lingkar atau melengkung.

    Kabel yang digunakan minimal 50 mm. Semakin tebal semakin baik. Bentuk kabel penghantar bisa bermacam-macam, seperti kawat terpilin, batang konduktor, atau lain sebagainya.

    4. Pemasangan Ujung Finial

    Teknis penyambungan ke ujung finial terkadang sedikit berbeda tergantung pabrik pembuatnya. Yang pasti, kabel penghantar harus terhubung dengan kuat dan elektris dengan ujung finial.

    Itulah sejumlah hal yang perlu kamu ketahui kalau mau pasang penangkal petir. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com