Tag: ibadah

  • Hukum Sholat Jumat bagi Musafir yang Sedang Bepergian


    Jakarta

    Sholat Jumat merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki yang telah memenuhi syarat. Namun, bagaimana hukumnya bagi seorang musafir yang sedang dalam perjalanan?

    Sholat Jumat hukumnya wajib sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Jumu’ah ayat 9,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ


    Artinya: “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

    Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk berkumpul untuk mengerjakan ibadah kepada-Nya di hari Jumat. Maka Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sholat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah) yaitu bulatkanlah niat, tekad, dan pentingkanlah oleh kalian untuk pergi menunaikan ibadah kepada-Nya. yang dimaksud dengan “As-sa’yu” dalam ayat ini bukan berjalan, melainkan makna yang dimaksud adalah mementingkannya.

    Hukum Sholat Jumat bagi Musafir

    Dikutip dari buku Ahkam Ash-Sholah: Panduan Lengkap Hukum-Hukum Seputar Sholat karya Syaikh Ali Raghib, sholat Jumat tidak diwajibkan atas anak kecil, orang gila, hamba sahaya, wanita, orang sakit, orang yang ketakutan dan musafir. Sebaliknya, atas selain mereka, maka sholat Jumat hukumnya fardhu ‘ain.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang mendengar seruan adzan, lalu ia tidak menyambutnya maka tidak ada sholat baginya kecuali karena uzur.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, uzur apakah ini?” Beliau menjawab, “Takut atau sakit.” (HR Abu Dawud)

    Adapun dalil yang menafikan kewajiban sholat Jumat atas musafir adalah hadits penuturan Az Zuhri yang mengisahkan tentang dirinya ketika bermaksud hendak bepergian saat pagi hari (saat untuk mengerjakan sholat dhuha) pada hari Jumat. Lalu hal itu ditanyakan kepadanya. Ia kemudian menjawab, “Sesungguhnya Nabi SAW juga pernah bepergian pada hari Jumat.” (HR Abu Dawud dan Ibn Abu Syaibah)

    Usamah Aljihadi dalam bukunya yang berjudul Fikih Traveling: Petunjuk Praktis bagi Seorang Muslim dalam Bepergian menyebutkan satu hadits dari Ibu Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada kewajiban sholat Jumat bagi musafir.” (HR Ad Daruquthni)

    Hadits ini memiliki derajat yang dhaif (lemah), namun para ulama empat mazhab sepakat bahwa sholat Jumat bagi musafir bukan lagi menjadi kewajiban.

    Bagi seorang musafir, diperbolehkan mengganti sholat Jumat dengan sholat Dzuhur yang dapat diqashar dan jama’ dengan sholat Ashar.

    Meskipun demikian, apabila seorang musafir tersebut ingin berhenti di sebuah masjid untuk menunaikan sholat Jumat maka sholatnya tetap sah.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah, Adakah Namamu?



    Jakarta

    Bank Mega Syariah resmi mengumumkan para pemenang tahap pertama program Poin Haji Berkah yang digelar pada periode 1 April hingga 30 Juni 2025. Sebanyak 20 nasabah terpilih secara acak dan berhak membawa pulang hadiah menarik, mulai dari 5 voucher umroh senilai Rp 29,2 juta, 5 unit motor Honda Scoopy Stylish atau Prestige, hingga 10 unit smartphone Xiaomi Redmi Note 14 Pro 5G.

    Proses pengundian dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025 di kantor pusat Bank Mega Syariah. Acara ini turut disaksikan dan disahkan oleh perwakilan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial, serta notaris, demi menjamin transparansi dan keabsahan hasil.

    Dalam rilis yang diterima detikHikmah pada Kamis (17/07/2025), Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji (Oney), menyampaikan apresiasinya kepada nasabah yang telah mempercayakan perencanaan ibadah haji mereka melalui Bank Mega Syariah.


    “Selamat kepada seluruh pemenang. Program ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada nasabah yang setia. Bagi yang belum beruntung, jangan khawatir. Masih banyak kesempatan untuk menang di periode berikutnya yang akan diundi setiap tiga bulan sekali,” ujar pria yang biasa disapa Oney.

    Program Poin Haji Berkah Mega Syariah akan berlangsung hingga 31 Maret 2026, dengan total lima kali pengundian: empat kali undian kuartalan dan satu kali Grand Prize di akhir program.

    Program ini terbuka bagi seluruh nasabah, baik lama maupun baru, yang memiliki tabungan haji atau umrah. Nasabah bisa mengumpulkan poin melalui aktivasi M-Syariah, top up tabungan haji/umrah, hingga pembukaan tabungan rencana yang akan memberikan poin tambahan. Seluruh poin yang terkumpul akan diikutsertakan dalam pengundian setiap kuartal.

    Daftar Lengkap Pemenang Tahap Pertama

    5 Pemenang Umroh

    Andri Kristi Utami (2000020xxx)
    Nining Yuliastuti (2000020xxx)
    Nuryana Susanti (2000020xxx)
    Mahmudah (2000020xxx)
    R Suyato Kusumargono (2000020xxx)

    5 Pemenang Honda Scopy Stylish

    Shierlyy Mellysa (2000020xxx)
    Maimunah (2000020xxx)
    Yeni Nur Aini (2000020xxx)
    Lina Herlina (2000020xxx)
    Edi Supirman (2000020xxx)

    10 Pemenang Xiaomi Redmi Note 14 Pro

    Aisah (2000020xxx)
    Sary Farahdina (2000020xxx)
    Ferdi Fitra Yoga (2000020xxx)
    Dwiyani Bud Setyowati (2000020xxx)
    Fauziah (2000020xxx)
    Suhedi (2000020xxx)
    Giyono (2000020xxx)
    Ayati (2000020xxx)
    Sugeng Riadi (2000020xxx)
    Asiroh (2000020xxx)

    Daftar lengkap pemenang tahap pertama juga dapat dilihat melalui akun Instagram resmi @bankmegasyariah atau website www.megasyariah.co.id.

    Selain sebagai bentuk apresiasi, program ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar semakin semangat dalam mempersiapkan ibadah haji dan umrah sejak dini. Bank Mega Syariah mencatat pertumbuhan positif dalam jumlah nasabah dan dana tabungan haji.

    Hingga Juni 2025, total dana tabungan haji yang dikelola mencapai lebih dari Rp 303 miliar, naik 1,3% dibanding akhir 2024. Sementara itu, jumlah rekening tabungan haji juga meningkat menjadi lebih dari 254 ribu rekening, tumbuh sekitar 3,67% dari sebelumnya.

    “Kami berharap program ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mulai menabung dan merencanakan perjalanan spiritualnya bersama Bank Mega Syariah,” pungkas Oney.

    (lus/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Crazy Rich Jakarta yang Bangun 99 Masjid setelah Mimpi di Tanah Suci


    Jakarta

    Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dalam menemukan arah hidupnya. Ada yang melewati proses panjang, ada pula yang mengalami perubahan besar setelah peristiwa tertentu yang mengubah pandangannya. Bagi sebagian orang, titik balik kehidupan datang ketika merasa sudah waktunya melakukan sesuatu yang lebih bermakna, termasuk dalam hal keyakinan dan tindakan nyata.

    Hal ini dialami oleh Djohari Zein, seorang pengusaha sukses yang dikenal sebagai salah satu pendiri perusahaan ekspedisi Paxel. Di balik keberhasilannya di dunia usaha, Djohari memiliki kisah menarik tentang keputusannya menjadi mualaf dan niatnya membangun 99 masjid sebagai kontribusi nyata setelah memeluk Islam.

    Awal Kedekatan dengan Islam

    Djohari bukan berasal dari keluarga Muslim. Namun, saat kuliah, ia sering bergaul dengan teman-teman yang mayoritas beragama Islam. Dari lingkungan itu, ia mulai mengenal kebiasaan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyaksikan bagaimana mereka menjaga waktu shalat, menjalani ibadah puasa, menjaga adab dalam pergaulan, dan hidup dengan prinsip-prinsip yang sederhana namun kuat. Hal-hal inilah yang membuat Djohari tertarik dan semakin mengenal Islam lebih dalam.


    Ketertarikan itu semakin kuat ketika ia bertemu dengan calon istrinya yang juga seorang Muslim. Melalui hubungan tersebut, ia mulai belajar lebih banyak hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk Islam dengan keyakinan penuh.

    Doa di Tanah Suci yang Mengubah Tujuan Hidup

    Setelah resmi menjadi Muslim, Djohari mulai memikirkan cara untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Keinginan itu muncul saat ia melaksanakan umrah. Di Tanah Suci, ia memanjatkan doa agar diberi kesempatan membangun sebuah masjid. Namun, dalam doanya itu, ia merasa mendapat jawaban yang jauh lebih besar.

    “Jadi, salah satu kali saya ke sana itu saya minta sama Allah, ‘kalau boleh izinkan saya bangun satu aja masjid’, jadi di situ pula saya mendapat jawaban. ‘Jangankan satu, 99 pun juga bisa’,” ungkap Djohari dalam kanal YouTube Cerita Untungs yang diunggah pada 11 Oktober 2021.

    Sejak saat itu, Djohari merasa keinginan tersebut merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan. Meski usianya sudah menginjak 68 tahun, ia tetap yakin bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai langkah baik.

    Dari Dunia Usaha ke Aksi Sosial

    Pada awalnya, Djohari masih aktif sebagai CEO dan belum memiliki cukup waktu untuk menjalankan rencana pembangunan masjid. Namun sejak tahun 2016, setelah menjabat sebagai komisaris, ia mulai memiliki waktu lebih longgar. Ia pun mulai merealisasikan niatnya dengan membangun yayasan dan masjid sebagai langkah awal dari target 99 masjid.

    Baginya, membangun masjid bukan hanya soal mendirikan bangunan, tetapi juga mengajak orang lain untuk bersama-sama ikut dalam amal kebaikan. Ia tidak ingin menjalankannya sendirian, melainkan mengajak umat Islam lain untuk ikut berkontribusi.

    “Membangun yayasan itu bukan tergantung kita, tergantung orang-orang. Ini adalah jembatan untuk masuk surga misalnya, tapi masa saya masuk surga sendiri. Saya harus nawar-nawarin,” ujarnya.

    Kini, Djohari terus melanjutkan usahanya membangun masjid satu per satu. Lewat yayasan yang ia dirikan, ia ingin menciptakan wadah bagi siapa saja yang ingin ikut ambil bagian dalam kegiatan yang bermanfaat. Baginya, selama ada niat baik dan kerja sama, sebanyak apa pun targetnya, tetap bisa dijalankan.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Bulan Safar 1447 H? Cek Kalender Hijriahnya di Sini



    Jakarta

    Penanggalan Hijriah atau kalender Islam memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam, terutama dalam menentukan waktu-waktu ibadah seperti puasa, haji, dan hari-hari besar Islam. Salah satu bulan dalam kalender Hijriah akan dilalui adalah bulan Safar, bulan kedua setelah Muharram.

    Merujuk Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 oleh Kementerian Agama (Kemenag) tercatat 1 Safar 1447 H bertepatan dengan hari Sabtu, 26 Juli 2025. Kemudian, 30 Safar 1447 H jatuh pada Ahad, 24 Agustus 2025.

    Penetapan 1 Safar 1447 H Versi Kemenag

    Berdasarkan kalender Hijriah resmi Kementerian Agama RI, 1 Safar 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 26 Juli 2025. Namun, perlu dipahami bahwa dalam sistem penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari, bukan tengah malam seperti dalam kalender Masehi.


    Dengan demikian, bulan Safar 1447 H sebenarnya dimulai sejak Jumat petang, 25 Juli 2025, meskipun secara tanggal masehi tercatat sebagai hari Sabtu.

    Berikut ini rincian kalender bulan Safar 1447 H

    Sabtu, 26 Juli 2025: 1 Safar 1447 H

    Ahad, 27 Juli 2025: 2 Safar 1447 H

    Senin, 28 Juli 2025: 3 Safar 1447 H

    Selasa, 29 Juli 2025: 4 Safar 1447 H

    Rabu, 30 Juli 2025: 5 Safar 1447 H

    Kamis, 31 Juli 2025: 6 Safar 1447 H

    Jumat, 1 Agustus 2025: 7 Safar 1447 H

    Sabtu, 2 Agustus 2025: 8 Safar 1447 H

    Ahad, 3 Agustus 2025: 9 Safar 1447 H

    Senin, 4 Agustus 2025: 10 Safar 1447 H

    Selasa, 5 Agustus 2025: 11 Safar 1447 H

    Rabu, 6 Agustus 2025: 12 Safar 1447 H

    Kamis, 7 Agustus 2025: 13 Safar 1447 H

    Jumat, 8 Agustus 2025: 14 Safar 1447 H

    Sabtu, 9 Agustus 2025: 15 Safar 1447 H

    Ahad, 10 Agustus 2025: 16 Safar 1447 H

    Senin, 11 Agustus 2025: 17 Safar 1447 H

    Selasa, 12 Agustus 2025: 18 Safar 1447 H

    Rabu, 13 Agustus 2025: 19 Safar 1447 H

    Kamis, 14 Agustus 2025: 20 Safar 1447 H

    Jumat, 15 Agustus 2025: 21 Safar 1447 H

    Sabtu, 16 Agustus 2025: 22 Safar 1447 H

    Ahad, 17 Agustus 2025: 23 Safar 1447 H

    Senin, 18 Agustus 2025: 24 Safar 1447 H

    Selasa, 19 Agustus 2025: 25 Safar 1447 H

    Rabu, 20 Agustus 2025: 26 Safar 1447 H

    Kamis, 21 Agustus 2025: 27 Safar 1447 H

    Jumat, 22 Agustus 2025: 28 Safar 1447 H

    Sabtu, 23 Agustus 2025: 29 Safar 1447 H

    Ahad, 24 Agustus 2025: 30 Safar 1447 H.

    Tentang Bulan Safar

    Dikutip dari buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriyah. Menurut Ibnu Katsir, Safar memiliki arti ‘sepi’ atau ‘sunyi’ sesuai dengan keadaan masyarakat Arab yang selalu sepi pada bulan Safar.

    Sebagian ulama menyebutkan bahwa penamaan ini berasal dari kebiasaan orang Arab di masa jahiliyah yang meninggalkan rumah-rumah mereka dalam keadaan kosong untuk pergi berperang atau berdagang pada bulan ini.

    Namun, di balik asal-usul nama tersebut, bulan Safar sering dikaitkan dengan berbagai mitos, kepercayaan keliru, bahkan dianggap sebagai bulan sial oleh sebagian masyarakat. Padahal, dalam pandangan Islam, tidak ada bulan yang membawa kesialan, termasuk bulan Safar.

    Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada kesialan karena burung hamah, tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari)

    Hadits ini menegaskan bahwa Rasulullah SAW menolak kepercayaan tentang kesialan di bulan Safar.

    Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa maksud “laa shafara” adalah tidak ada keyakinan bahwa bulan Safar membawa pengaruh buruk.

    Allah SWT telah menjadikan semua bulan dalam setahun sebagai bagian dari ketentuan-Nya, tidak ada bulan yang buruk ataupun baik secara khusus, kecuali yang Allah dan Rasul-Nya sebutkan (misalnya bulan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah).

    Dalam surat At-Taubah ayat 36, Allah SWT berfirman,

    إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

    Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

    Ayat ini menegaskan bahwa semua bulan adalah ciptaan Allah, dan tidak ada satu pun bulan yang mengandung kesialan atau keberuntungan kecuali yang ditentukan Allah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Amalan Bulan Safar yang Bisa Dikerjakan Muslim


    Jakarta

    Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Islam setelah Muharram. Ada beberapa amalan bulan Safar yang bisa dikerjakan muslim untuk mengisi bulan tersebut.

    Mengutip dari buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah susunan Ida Fitri Shohibah, Safar artinya kosong. Sebagian mengartikan Safar sebagai kuning.

    Penamaan Safar karena bulan ini masyarakat Arab dulu sering meninggalkan rumah untuk menyerang musuh. Pendapat lain menyebut Safar sebagai sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkena menjadi sakit.


    Ada pula yang mengatakan Safar diambil dari nama jenis penyakit yang diyakini orang-orang Arab Jahiliyah dulu. Penyakit tersebut bersarang di dalam perut karena adanya sejenis ulat besar yang berbahaya.

    Masyarakat Arab Jahiliyah dulu beranggapan Safar sebagai bulan yang penuh keburukan dan kesialan. Padahal dalam Islam, semua bulan dinilai baik.

    Rasulullah SAW dalam haditsnya bahkan menegaskan bahwa tidak ada kesialan pada bulan Safar. Beliau bersabda,

    “Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad)

    5 Amalan Bulan Safar bagi Muslim

    Berikut beberapa amalan bulan Safar yang bisa dikerjakan muslim seperti dinukil dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun tulisan Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid.

    1. Sedekah

    Sedekah adalah salah satu amalan bulan Safar. Sebagaimana diketahui, sedekah bisa dilakukan kapan saja termasuk bulan Safar.

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Setiap yang baik itu sedekah.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah)

    2. Puasa Sunnah

    Amalan bulan Safar lainnya adalah puasa sunnah. Puasa sunnah yang bisa dikerjakan pada Safar yaitu puasa Senin Kamis, serta puasa Ayyamul Bidh pada 13, 14 dan 15 Safar.

    3. Membaca Doa Bulan Safar

    Menurut penelusuran detikHikmah, tidak ada tuntunan dari Rasulullah SAW untuk mengamalkan doa bulan Safar. Namun, doa ini berasal dari riwayat Abdullah bin Amr RA ketika ditanya sahabat agar dipalingkan dari segala bentuk kesialan.

    Doa bulan Safar ini dishahihkan oleh Al Albani melalui Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

    Allahumma laa khaira illa khairuka wa laa thaira illa thairuka wa laa ilaaha ghairuka

    Artinya: “Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu.” (HR Ahmad)

    4. Mengerjakan Ibadah Rutin

    Amalan lainnya pada bulan Safar adalah mengerjakan ibadah rutin seperti salat wajib dan salat sunnah. Mulai dari salat Dhuha, Tahajud, Witir, Rawatib dan sebagainya.

    5. Membaca Doa dan Zikir

    Doa dan zikir kepada Allah SWT dapat dilakukan setiap waktu, termasuk ketika bulan Safar. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 41-42,

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

    (aeb/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Negara yang Warganya Paling Rajin Berdoa, Indonesia Teratas


    Jakarta

    Pew Research Center melakukan survei terhadap tingkat doa harian di berbagai negara. Menurut data terbaru, Indonesia menempati posisi pertama untuk kategori ini.

    Dalam laporan yang dilihat pada Minggu (3/8/2025), 95 persen penduduk Indonesia mengatakan berdoa setiap hari. Angka ini disusul Kenya dan Nigeria yang 84 persen warganya berdoa setidaknya setiap hari.

    Negara tetangga yang mayoritas berpenduduk muslim, Malaysia, menempati posisi keempat dengan persentase mencapai 80 persen. Selanjutnya disusul Filipina (79 persen), Brasil (76 persen), Bangladesh (75 persen), Ghana (73 persen), Sri Lanka (72 persen), dan Kolombia (71 persen).

    10 Negara Paling Rajin Berdoa

    1. Indonesia (95 persen)
    2. Kenya (84 persen)
    3. Nigeria (84 persen)
    4. Malaysia (80 persen)
    5. Filipina (79 persen)
    6. Brazil (76 persen)
    7. Bangladesh (75 persen)
    8. Ghana (73 persen)
    9. Sri Lanka (72 persen)
    10. Kolombia (71 persen)

    Berikut 20 teratas selengkapnya:

    Indonesia Jadi Negara Paling Religius di Dunia

    Survei-survei kategori serupa yang dipublikasikan Pew Research Center mendapuk Indonesia sebagai negara paling religius di dunia. Hampir seluruh warga Indonesia mengatakan agama penting bagi mereka.

    Dalam laporan pada 6 Agustus 2024, doa harian cukup umum di Asia Timur dan Eropa dengan Indonesia sebesar 95 persen. Peringkat ini disusul Nigeria, Senegal, Irak, Niger, Chad, Kamerun, Djibouti, Guatemala, dan Guinea-Bissau.

    Negara paling religius di dunia, survei dipublikasikan 2024.Negara paling religius di dunia, survei dipublikasikan 2024. Foto: Pew Research Center

    Data memperlihatkan tak satu pun negara di Asia Timur yang disurvei menunjukkan lebih dari 21 persen orang dewasa mengaku berdoa setiap hari. Ini termasuk 13 persen warga Hong Kong dan 19 warga Jepang.

    Sementara itu, menurut survei majalah CEOWORLD pada 2024, negara paling religius di dunia diduduki oleh Somalia dengan stok 99,8. Setelahnya disusul Niger (99,7), Bangladesh (99,5), Ethiopia (99,3), dan Yaman (99,1). Indonesia sendiri menempati posisi ketujuh dengan skor 98,7.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Indonesia Konsisten Jadi Negara Paling Rajin Beribadah


    Jakarta

    Sebuah survei menunjukkan Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara yang rajin berdoa. Dari total penduduk, 95 persen di antaranya mengatakan berdoa setiap hari.

    Survei negara paling rajin berdoa ini dirilis Pew Research Center dalam laporannya pada 2025 tentang perbandingan spiritualitas dan agama, diakses Minggu (3/8/2025). Hasil survei menunjukkan 95 persen penduduk Indonesia berdoa setiap hari.

    Menurut data World Bank, jumlah penduduk Indonesia mencapai 283,4 juta jiwa. Artinya, persentase itu sekitar 269,3 juta orang.


    Posisi Indonesia ini berada di atas Kenya dan Nigeria (84 persen), Malaysia (80 persen), dan Filipina (79 persen).

    Negara Paling Rajin Beribadah

    1. Indonesia (95 persen)
    2. Kenya (84 persen)
    3. Nigeria (84 persen)
    4. Malaysia (80 persen)
    5. Filipina (79 persen)
    6. Brasil (76 persen)
    7. Bangladesh (75 persen)
    8. Ghana (73 persen)
    9. Sri Lanka (72 persen)
    10. Kolombia (71 persen)

    Lima negara selanjutnya ada India (71 persen), Afrika Selatan (63 persen), Turki (63 persen), Peru (58 persen), dan Singapura (45 persen).

    Pada survei serupa sepanjang Juni-September 2022 yang diterbitkan pada 2023, Indonesia memuncaki daftar negara dengan tingkat ibadah harian tertinggi. Dari sebagian besar negara yang masuk survei, hanya Indonesia (95 persen), Malaysia (82 persen), dan Sri Lanka (76 persen) yang mayoritas berdoa setiap hari. Sementara, 19 persen warga Singapura mengatakan tidak pernah berdoa.

    Pew Research Center menyebut umat Islam adalah kelompok agama yang paling mungkin melaporkan bahwa mereka berdoa setiap hari, meskipun umat Hindu dan Kristen juga mengatakan hal serupa.

    Seperti diketahui, Islam mewajibkan ibadah harian dengan salat fardhu sebanyak 5 waktu. Salat ini terdiri dari Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Hukumnya wajib bagi setiap muslim yang baligh.

    (kri/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati! Orang Rajin Ibadah Bisa Terancam Masuk Neraka


    Jakarta

    Dalam sebuah riwayat dikisahkan mengenai seseorang yang rajin ibadah namun masuk neraka. Hal ini disebabkan karena dia tidak memperlakukan tetangganya dengan baik.

    Islam mengajarkan muslim untuk senantiasa berbuat baik kepada tetangga mereka. Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 36,

    وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ


    Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.”

    Menukil dari buku Pelajaran Adab Islam 2 susunan Suhendri, Ahmad Syukri dan Abdul Fatah disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan muslim untuk bersikap baik terhadap tetangganya sebagaimana sabdanya,

    “Hendaklah ia berperilaku baik terhadap tetangganya.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Cerita Orang yang Rajin Ibadah Terancam Masuk Neraka

    Syaikh Sa’ad Yusuf Mahmud Abu Aziz dalam kitab Mausu’ah Al Huquq Al Islamiyyah yang diterjemahkan Ali Nurdin menukil sebuah hadits terkait seseorang yang rajin ibadah namun terancam masuk neraka karena tidak berlaku baik terhadap tetangganya. Dari Abu Hurairah berkata ada seorang lelaki berkata,

    “Wahai Rasulullah, si fulanah banyak mengerjakan sholat di tengah malam, bersedekah dan berpuasa. Hanya saja ia suka menyakiti tetangganya dengan lisannya.”

    Rasulullah SAW menjawab, “Tidak ada kebaikan di dalam dirinya dan wanita itu di neraka.”

    Orang itu berkata lagi, “Terdapat wanita lain. Si fulanah dikenal kurang melaksanakan puasa dan salat, ia hanya bersedekah dengan sekerat keju dan tidak menyakiti tetangganya.”

    Beliau bersabda, “Wanita itu di surga.” (HR Ahmad)

    Selain itu disebutkan dalam buku 40 Ucapan Terlarang yang ditulis Abdillah F Hasan terdapat kisah mengenai ahli ibadah yang masuk neraka. Terdapat dua orang lelaki dari kalangan bani Israil yang bersaudara, satunya rajin ibadah dan lainnya berbuat dosa.

    Lelaki yang rajin beribadah selalu berkata kepada saudaranya, “Hentikan perbuatan dosamu!”

    Suatu hari, ia melihat saudaranya berbuat dosa dan ia berkata lagi, “Hentikan perbuatan dosamu!”

    “Biarkan antara aku dan Tuhanku. Apakah kamu diutus untuk mengawasiku?” jawab lelaki yang berbuat dosa.

    Saudaranya yang ahli ibadah itu lantas berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu.” atau “Dia tidak akan memasukkanmu ke surga.”

    Kemudian, Allah SWT mengutus malaikat kepada keduanya untuk mengambil ruh keduanya hingga berkumpul di sisi-Nya. Allah SWT berkata kepada orang yang berdosa itu, “Masuklah kamu ke surga berkat rahmat-Ku.”

    Lalu, Allah SWT bertanya kepada lelaki yang rajin beribadah, “Apakah kamu mampu menghalangi antara hamba-Ku dan rahmat-Ku?”

    Dia menjawab, “Tidak, wahai Tuhanku.”

    Allah SWT berfirman untuk yang rajin beribadah (kepada para malaikat), “Bawalah dia masuk ke dalam neraka.”

    Abu Hurairah RA berkomentar, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh ia berkata dengan satu kalimat yang membinasakan dunia dan akhiratnya.” (HR Abu Dawud)

    Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda,

    “Ada seorang lelaki yang berkata, ‘Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.’ Allah berfirman, ‘Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan?’ Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapuskan amalmu.”

    Wallahu a’lam

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Harga Singkong Anjlok, Masjid Nurul Ashri Borong 15 Ton Bantu Petani Gunung Kidul



    Jakarta

    Masjid Nurul Ashri Yogyakarta mengajak masyarakat ikut andil membeli singkong dari petani Gunung Kidul. Dana yang terkumpul akhirnya digunakan untuk membeli 15 ton singkong.

    Singkong dalam jumlah banyak ini nantinya akan didistribusikan untuk kegiatan sosial. Daftar penerimanya antara lain panti asuhan, pondok pesantren hingga alokasi untuk konsumsi jelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di tanggal 17 Agustus mendatang.

    Sebelumnya diinformasikan bahwa harga singkong di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta anjlok drastis, per kilonya hanya dihargai Rp 500. Tentu saja bagi petani, ini menjadi pukulan berat karena hasil panen yang diharapkan justru tidak memberi keuntungan.


    Situasi ini diketahui oleh pengurus Masjid Nurul Ashri saat mereka menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak. Kabar tersebut diperkuat oleh unggahan akun lokal Gunung Kidul di media sosial, yang memicu rasa kepedulian dari berbagai pihak.

    Inisiatif Gotong Royong

    Melihat kondisi tersebut, Masjid Nurul Ashri mengambil langkah konkret dengan mengajak jamaah dan masyarakat untuk memborong hasil panen singkong petani. Gerakan ini kemudian diposting di media sosial dan langsung mendapat respon positif.

    Tidak hanya bergerak sendiri, pengurus masjid juga mengajak masjid-masjid lain, lembaga sosial, dan komunitas untuk ikut membantu.

    Kepala Program Baitul Maal Nurul Ashri, Sunyoto mengatakan bahwa antusias masyarakat untuk membantu petani singkong sangatlah luar biasa.

    “Lebih dari 700 – 1.000 orang (ikut berpartisipasi). Akumulasi 704 orang di Nurul Ashri dan lebih dari 200 orang dari Baznas Kota Yogyakarta. Dana yang terkumpul dibelikan 15 ton singkong,” kata Sunyoto saat dihubungi detikHikmah, Rabu (13/8/2025).

    Distribusi Singkong

    Penggalangan dana untuk membeli singkong telah ditutup sejak Selasa, 12 Agustus 2025.

    “Total penerima manfaat dari sedekah singkong mencapai 10 ribu orang dan sementara jastip singkong kami tutup ya,” tulis keterangan pada postingan di akun instagram Masjid Nurul Ashri.

    Sunyoto menjelaskan, singkong yang telah dibeli tidak dijual kembali, tetapi sepenuhnya dialokasikan untuk kepentingan sosial.

    Singkong akan disedekahkan antara lain ke:

    • Panti asuhan
    • Pondok pesantren
    • Konsumsi masyarakat saat perayaan malam 17 Agustus
    • Masjid-masjid lain di DIY dan sekitarnya
    • Rumah ibadah atau komunitas non-muslim yang membutuhkan

    “Siapapun boleh menerima bantuan ini selama tidak digunakan untuk diperjualbelikan,” tegas Sunyoto.

    Gerakan yang Sudah Menjadi Tradisi

    Bagi Masjid Nurul Ashri, aksi seperti ini bukanlah yang pertama. Pihak pengurus masjid sering melakukan pembelian hasil panen ketika harga komoditas pertanian anjlok. Bahkan, hingga kini, setiap pekan mereka rutin membeli sayuran langsung dari petani untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Masjid yang berdiri sejak tahun 1980 dan berlokasi di Kompleks Perumahan UNY ini telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial. Pergerakan sosialnya semakin meluas sejak berdirinya Baitul Maal Nurul Ashri pada 2019, yang fokus menangani berbagai isu seperti darurat pangan, bantuan sembako untuk fakir miskin dan dhuafa, pembangunan MCK, program makan nasi seribuan, respon bencana, qurban hingga bantuan untuk petani di berbagai daerah.

    (dvs/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Niat Sholat Witir 1 Rakaat: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta

    Sholat witir adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkad). Sholat ini biasanya dikerjakan sebagai penutup ibadah malam, seperti setelah sholat Tarawih di bulan Ramadan atau setelah sholat Tahajud.

    Jumlah rakaatnya ganjil, minimal satu rakaat hingga maksimal sebelas rakaat. Mengapa sholat witir begitu penting? Hadits dari Abu Hurairah RA menjelaskan keutamaannya:

    “Kekasihku Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat duha, dan sholat witir sebelum tidur.” (HR Jama’ah)


    Bagi Anda yang ingin mengerjakan sholat witir satu rakaat, baik sendiri maupun berjamaah, berikut panduan lengkapnya.

    Niat Sholat Witir 1 Rakaat

    Niat adalah rukun sholat yang harus dipenuhi. Membaca niat dilakukan sebelum takbiratul ihram.

    Dikutip dari buku UMRAH: Panduan Ibadah Umrah Praktis Lahir Batin karya Ahmad Alawiy dkk, berikut bacaan niat sholat witir satu rakaat yang bisa diamalkan di dalam hati.

    1. Niat Sholat Witir 1 Rakaat sebagai Imam

    أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Latin: Usholli sunnatal witri rak’atan imaaman lillahi ta’aala

    Artinya: “Saya niat sholat sunnah witir 1 rakaat sebagai imam karena Allah.”

    2. Niat Sholat Witir 1 Rakaat sebagai Makmum

    أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

    Latin: Ushalli sunnatal witri rak’atan ma’muuman lillahi ta’aala

    Artinya: “Saya niat sholat sunnah witir 1 rakaat sebagai makmum karena Allah.”

    3. Niat Sholat Witir Sendiri (Munfarid)

    اُصَلِّى سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَ

    Ushalli sunnatal witri rak’atan mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta’ālā.

    Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir 1 rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini karena Allah Ta’ala.”

    Tata Cara Sholat Witir 1 Rakaat

    Setelah membaca niat, Anda bisa melanjutkan dengan tata cara sholat witir satu rakaat seperti berikut, merujuk pada sumber yang sama:

    1. Membaca niat.
    2. Melakukan takbiratul ihram.
    3. Membaca surah Al Fatihah dan Al A’laa.
    4. Rukuk.
    5. I’tidal.
    6. Sujud pertama.
    7. Duduk di antara dua sujud.
    8. Sujud kedua.
    9. Duduk tasyahud akhir.
    10. Mengucapkan salam.

    Doa Setelah Sholat Witir 1 Rakaat

    Setelah menunaikan sholat witir, dianjurkan untuk membaca doa. Doa ini adalah wujud permohonan kita kepada Allah SWT agar diberikan kebaikan dan keberkahan.

    Berikut bacaan doanya, dikutip dari buku Doa & Zikir Muslimah yang disusun Tim Redaksi Qultummedia.

    أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَايَا أَللهُيَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِسَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

    Latin: Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman. Wanas- aluka qalban khaasyi’an. Wanas-aluka ‘ilman naafi’an. Wanas-aluka yaqiinan shaadiqan. Wanas-aluka ‘amalan shaalihan. Wanas-aluka diinan qayyiman. Wanas-aluka khairan katsiiran. Wanas-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah. Wanas-aluka tamaamal ‘aafiyah. Wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhassyu’anaa watadharru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaayaa allaahuyaa arhamar raahimiin. Wasallallaahu ‘alaa khairi khalqihii sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wasahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina

    Artinya: “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak. Kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesama manusia. Ya Allah, Tuhan kami terimalah dari kami: sholat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadah kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad SAW, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.”

    Semoga panduan ini membantu Anda dalam menunaikan sholat witir. Jangan lupa diamalkan ya.

    Wallahu a’lam.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com