Tag: ibnu majah

  • 5 Manfaat Doa Bagi Mukmin, Mampu Mengubah Takdir-Melancarkan Rezeki



    Jakarta

    Orang yang beragama tentu saja senantiasa berdoa kepada tuhannya. Mereka memohon hingga meminta segala keinginan dan harapan agar dikabulkan. Tetapi dalam Islam, doa punya manfaat dan keutamaannya tersendiri.

    Mengutip buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalulurrahman Al-Mahfani, doa secara bahasa berasal dari kata “da’aa-yad’uu-du’aa-an” yang artinya memohon atau meminta. Menurut istilah, doa adalah permohonan dengan sungguh-sungguh kepada Allah SWT

    Imam Khathabi menjelaskan dalam kitabnya Sya’nud Du’a, doa merupakan permohonan bantuan dari seorang hamba kepada Allah SWT dengan menampakkan kefakiran kepada-Nya dan membebaskan diri dari keyakinan akan adanya kekuatan selain Dia.


    Ibnu Qayyim turut mengemukakan definisi doa dalam kitab Bada’i’ul Fawa’id, yakni permohonan untuk segala sesuatu yang bermanfaat dan tuntutan untuk menjauhkan segala sesuatu yang mendatangkan kemudharatan.

    Makna Doa merujuk Al-Qur’an

    Jika dilihat dari akar katanya, doa memiliki makna lainnya dalam ayat-ayat Al-Qur’an, yang dilansir dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera.

    Menyembah Allah SWT

    وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۘ

    Artinya: Jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain (selain Allah). (QS Al-Qashash: 88)

    Seruan atau panggilan

    اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

    Artinya: Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, (QS An-Nahl: 125)

    Keluh kesah

    فَمَا كَانَ دَعْوٰىهُمْ اِذْ جَاۤءَهُمْ بَأْسُنَآ اِلَّآ اَنْ قَالُوْٓا اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ

    Artinya: Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain hanyalah ucapan “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.” (QS Al-A’raf: 5)

    Permohonan atau permintaan

    اُدْعُوْا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَّخُفْيَةً ۗ

    Artinya: Mohonlah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. (QS Al-A’raf: 55)

    Dari berbagai arti dan makna yang telah disebutkan, doa bisa dikatakan sebagai media komunikasi yang menghubungkan seorang hamba dengan tuhannya dalam rangka memohon diperkenankannya kebutuhan, hingga mengadu atas segala permasalah maupun cobaan yang dihadapi.

    Perintah Allah SWT untuk Berdoa

    Karena merupakan proses penghambaan diri kepada Allah SWT, Sang Pencipta, doa menempati kedudukan yang penting dalam Islam. Selain sebagai sarana permohonan sampai berkeluh kesah, doa dijelaskan juga sebagai ibadah yang mulia.

    Dari Nu’man bin Basyir, Nabi SAW bersabda, “Berdoa adalah suatu ibadah.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah & Tirmidzi)

    Dalam riwayat dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga menuturkan, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah SWT selain berdoa.” (HR Tirmidzi & Ibnu Majah)

    Saking istimewanya doa, Allah SWT melalui Surat Ghafir ayat 60 memerintahkan para hamba untuk berdoa kepada-Nya serta Dia berjanji akan mengabulkannya.

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

    Latin: Wa qāla rabbukumud’ūnī astajib lakum, innal-lażīna yastakbirūna ‘an ‘ibādatī sayadkhulūna jahannama dākhirīn(a).

    Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Manfaat Doa bagi Orang Beriman

    Lantaran posisinya yang tinggi dalam Islam, juga termasuk ibadah paling mulia dan agung, berdoa punya segudang manfaat dibaliknya. Menukil buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera, buku Penyembuhan dengan Doa & Zikir oleh Muhammad Abdul Ghoffar, serta buku Dahsyatnya Doa Para Nabi susunan Syamsuddin Noor, terdapat sejumlah faidah dari doa, di antaranya:

    1. Mampu mengubah takdir

    لَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ

    Artinya: “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa.” (HR Ahmad & Ibnu Majah, dari Tsauban)

    2. Doa adalah senjatanya orang beriman

    الدعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّينِ وَنُوْرُ السَّمَاءِ والأرض

    Artinya: “Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit-langit serta bumi.” (HR Abu Ya’la, dari Ali bin Abu Thalib)

    3. Membantu keberlangsungan hidup yang telah lalu maupun mendatang

    الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ الله بالدُّعَا

    Artinya: “Doa itu bermanfaat untuk apa yang sudah terjadi dan apa yang belum terjadi. Karena itu para hamba Allah SWT, hendaklah kalian berdoa.” (HR Hakim)

    4. Menolak takdir buruk

    لَا يُرَدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيْدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

    Artinya: “Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketentuan Allah) kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali berbuat kebaikan.” (HR Tirmidzi)

    5. Menyelematkan dari musuh dan melancarkan rezeki

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَلَّا أَدُّ لُكُمْ عَلَى مَا يُنْجِيْكُمْ مِنْ عدُوِّكُمْ وَيَدُرُّ لَكُمْ أَرْزَاقَكُمْ تَدْعُونَ اللَّهَ فِي لَيْلِيكُمْ وَنَهَارِ كُمْ فَإِنَّ الدُّعَاءَ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ

    Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang menyelamatkan kalian dari musuh kalian dan mempercepat datangnya rezeki kalian?’ (Rasulullah melanjutkan), ‘Maka berdoalah pada tengah malam dan pada siang hari kalian, sebab hanya doa yang menjadi senjata ampuh orang beriman.” (HR Abu Ya’la, dari Jabir bin Abdullah.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa Khusus Orang Meninggal, Dibaca untuk Mohon Ampunan



    Jakarta

    Mendoakan orang yang telah meninggal dunia dikatakan sebagai bentuk kerinduan kita terhadap mereka yang terkasih. Lantas, doa apa yang bisa dipanjatkan?

    Berdoa untuk orang yang sudah meninggal merupakan hal yang dianjurkan dalam Islam. Hal ini terlihat dari apa yang dilakukan Rasul SAW ketika berziarah ke kuburan para sahabatnya yang telah lebih dulu menghadap Ilahi.

    Hal itu dikatakan Ibnu Qayyim sebagaimana dilansir dari buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 karya Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, “Biasanya apabila beliau (Nabi SAW) mengunjungi makam sahabat-sahabatnya, maka beliau mendoakan mereka, meminta rahmat bagi mereka, dan memohon ampunan untuk mereka.”


    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 juga disebutkan sebuah hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan kaum muslim untuk mendoakan sesamanya yang sudah wafat.

    كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ أَنْ يَقُولَ قَائِلُهُم: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    Artinya: “Nabi SAW mengajarkan kepada mereka berziarah ke kubur supaya mengucapkan, ‘Semoga keselamatan senantiasa tercurah pada kalian, hai para penghuni perkampungan kaum mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon afiyah kepada Allah SWT untuk kami dan untuk kalian.”

    Melalui sabdanya di atas pula, Rasulullah SAW mengucapkan bacaan permohonan keselamatan dan ampunan bagi orang yang meninggal dunia. Sehingga telah jelas bahwasanya mendoakan orang yang wafat disyariatkan oleh beliau dan memang akan sampai kepada orang tersebut.

    Doa untuk Orang Meninggal

    Melalui sejumlah hadits, Nabi SAW mengajarkan doa yang bisa dipanjatkan untuk orang yang telah meninggal dunia. Mengutip buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 dan Kitab Al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi, berikut beberapa doanya:

    Doa Orang Meninggal Versi Pertama

    السَّلَامُ علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ

    Assalaamu ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa yarhamullahu almustaqdimiina minna wal musta’khiriina wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun

    Artinya: “Salam atas penghuni pemukiman yang terdiri dari orang-orang Mukminin dan Muslimin. Semoga Allah merahmati orang-orang terdahulu dari kita dan orang-orang belakangan. Sungguh kami insya Allah benar-benar akan menyusul kamu.” (HR Muslim, dari Aisyah)

    Doa Orang Meninggal Versi Kedua

    السَّلَامُ عَلَيْكُم دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

    Assalaamu ‘alaikum daara qaumin mu’miniin wa innaa in syaa’allaahu bikum laahiquun

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian, wahai penghuni kuburan dari kaum mukmin, dan insya Allah kami akan menyusul kalian.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

    Doa Orang Meninggal Versi Ketiga

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفْنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ

    Assalaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuur yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsar

    Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai ahli kubur. Semoga Allah SWT mengampuni kami dan kalian, kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian.” (HR Tirmidzi, dari Ibnu Abbas)

    Doa Orang Meninggal Versi Keempat

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ، وَ أسألُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُم العَافِيَةَ

    Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun wa asalu Allahu lanaa wa lakumul ‘aafiyah

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Aku mohon kepada Allah untuk kami dan kamu afiat.” (HR Muslim, dari Buraidah)

    Doa Orang Meninggal Versi Kelima

    السَّلَامُ عليْكم علَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وإنَّا إنْ شَاءَ اللَّهُ بكُمْ لَلَاحِقُونَ أنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ، وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ

    Assalaamu ‘alaykum ‘ala ahlid diyaari minal mu’miniina wal muslimiin wa innaa in syaa Allahu bikum lalahiquun, antum lanaa farathun wa nahnu lakum taba’un

    Artinya: “Salam atas kamu wahai penghuni pemukiman yang terdiri dari kaum Mukminin dan kaum Muslimin, dan sungguh kami Insya Allah benar-benar akan menyusul kamu. Kalian adalah pendahulu kami, dan kami akan mengikuti kalian.” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah)

    Itulah lima doa untuk orang meninggal yang dapat dipanjatkan untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT.

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Masuk Masjid, Dibaca agar Bisa Fokus Ibadah



    Jakarta

    Ketika seorang muslim hendak memasuki masjid, Nabi SAW ajarkan untuk membaca doa terlebih dahulu agar dapat fokus beribadah dan tak ada gangguan. Bagaimana doanya?

    Telah diketahui bahwa setan memang berniat untuk mengganggu manusia dari menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Alangkah baiknya para hamba senantiasa memohon perlindungan-Nya dari godaan-godaan tersebut.

    Seperti halnya saat seseorang pergi ke masjid untuk menunaikan ibadah seperti sholat, mengaji, hingga i’tikaf. Sudah pasti setan akan mengusiknya. Untuk itu sepatutnya dia berdoa ketika berangkat, masuk, dan saat berada di masjid.


    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 mengemukakan, karena mereka yang masuk masjid ingin meraih rahmat untuk menggapai akhirat dengan berbagai ibadah yang dikerjakan, maka hendaknya ia melafalkan doa terlebih dahulu.

    Menurutnya pula, setan sangat antusias terhadap manusia ketika memasuki masjid. Ia akan menghalangi orang untuk sholat, dan menjadikan berkurangnya kebaikan dari sholat itu. Serta berencana apa pun supaya rahmat Allah SWT tak didapatkan seseorang.

    Sebagaimana sabda Nabi SAW, “Sungguh setan duduk untuk anak keturunan Adam di semua jalannya.” (HR Nasa’i) Maksudnya, setan akan ada di setiap jalan yang dilalui seluruh umat manusia, baik di jalan menuju kebaikan atau keburukan

    Doa Masuk Masjid

    Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan sejumlah doa masuk masjid https://www.detik.com/tag/doa-masuk-masjid yang disyariatkan Rasulullah SAW.

    Doa Masuk Masjid Versi Kesatu

    أَعُوذُ بِاللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ؛ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    A’uudzu billaahil ‘adzhiimi wa biwajhihil kariimi wa sulthaanihil qadiimi minasy syaithaanir rajiim, alhamdulillah, Allahumma shalli wa sallim ‘ala muhaammadin wa ‘ala aali muhammadin, Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada Zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kekuasaan-Nya Yang Maha Dahulu dari setan yang terkutuk. Segala puji bagi Allah. Ya Allah, limpahkanlah salawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.”

    Doa Masuk Masjid Versi Kedua

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Allahummaftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Ya Allah, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, & Ibnu Majah, dari Abu Usaid)

    Doa Masuk Masjid Versi Ketiga

    باسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

    Bismillahi allahumma shalli ‘ala muhammad

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.” (HR Ibnu Sinni, dari Anas bin Malik)

    Doa Masuk Masjid Versi Keempat

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَافْتَحْ لِي أَبْوابَ رَحْمَتِكَ

    Allahummaghfir lii waftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, bukakanlah untukku semua pintu rahmat-Mu.” (HR Ibnu Sinni, Tirmidzi, & Ibnu Majah, dari Abdullah bin Hasan)

    Anjuran Berdzikir di Dalam Masjid

    Selain berdoa saat hendak memasukinya, Imam Nawawi dalam bukunya menyebutkan dianjurkan pula untuk memperbanyak dzikir kepada Allah SWT ketika berada di dalam masjid. Dzikir yang bisa dilafalkan adalah tasbih, tahlil, tahmid, takbir, atau lainnya.

    Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat An-Nur ayat 36: “Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan petang.”

    Disunnahkan pula untuk membaca atau mengaji Al-Qur’an di dalam masjid, sesuai sabda Nabi SAW riwayat Anas bin Malik:

    “Rasulullah SAW pernah bersabda kepada orang Badui yang kencing di dalam masjid, ‘Sesungguhnya masjid ini tidak layak bagi sesuatu pun dari air seni dan tidak pula bagi kotoran (lainnya). Sesungguhnya masjid-masjid ini hanyalah untuk berdzikir kepada Allah (sholat) dan membaca Al-Qur’an.” (HR Muslim)

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Orang Menikah agar Rumah Tangga Penuh Berkah



    Jakarta

    Ketika ada sepasang pengantin yang baru menikah, Nabi SAW menganjurkan umatnya untuk mendoakan mereka dengan berbagai kebaikan dan keberkahan.

    Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam buku Tuntunan Pernikahan Islami menyebutkan bahwa mendoakan orang yang menikah merupakan sunnah nabi.

    Adapun maksud mendoakan mempelai juga sebagai bentuk kepedulian seseorang atas jalinan hubungan yang baru terikat itu. Di mana keduanya akan mengarungi bahtera rumah tangga sehingga sepatutnya berdoa untuk keharmonisan dan kelanggengan hubungan tersebut.


    Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits juga kerap mencontohkan doa serta ucapan yang beliau panjatkan kepada para sahabatnya yang menikah agar kaum muslim turut mengikuti kebiasaannya itu.

    Seperti halnya ketika Jabir bin Abdullah menikahi seorang janda. Nabi SAW menuturkan, “Semoga Allah memberkahi engkau.” Dalam riwayat lain beliau mengucapkan, “Semoga Allah memberikan kebaikan untukmu.” (HR Bukhari)

    Kepada Ali bin Abi Thalib yang menikahi anak gadisnya, Fatimah, Rasulullah SAW tak hanya mendoakan mereka, bahkan beliau mengucapkan selamat datang kepada Ali.

    Maksud ucapan selamat datang, yakni Nabi SAW menyambut hangat Ali yang bergabung dengan keluarga beliau karena pernikahannya dengan Fatimah.

    Doa untuk Pasangan yang Baru Menikah

    Berikut doa untuk pengantin baru yang Rasul SAW ajarkan melalui sejumlah hadits, dinukil dari buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al-Mahfani dan kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi:

    1. Doa untuk kedua mempelai

    بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي الْخَيْرِ

    Baarakallahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fil khairi

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu, semoga Allah memberkahi engkau dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ahmad, Baihaqi, & Hakim, dari Abu Hurairah)

    2. Doa untuk pengantin pria

    بَارَكَ اللهُ لَكَ

    Baarakallahu laka

    Artinya: “Semoga Allah memberkahimu.” (HR Bukhari & Muslim, dari Anas bin Malik)

    3. Doa untuk masing-masing mempelai

    بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْكُمَا فِي صَاحِبِهِ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

    Baarakallaahu likulli wahidin min kumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii khairin

    Artinya: “Semoga keberkahan Allah atas tiap-tiap dari kalian dalam perjodohannya dan semoga Allah mengumpulkan antara kalian berdua dalam kebaikan.”

    4. Doa bagi orang yang menikah

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

    Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa ‘alaihi wa a’uudzu bika mn syarrihaa wa min syarri maa jabaltahaa ‘alaihi

    Artinya: berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu akan kebaikannya berikut kebaikan karakternya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya berikut kejahatan karakternya.” (HR Abu Dawud & Ibnu Majah)

    Itulah doa untuk orang menikah yang dapat dilafalkan, semoga bermanfaat!

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 25 Doa Harian yang Mudah Dihafal, Yuk Amalkan!



    Jakarta

    Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT. Beliau pun mengajarkan sejumlah doa harian yang mudah dihafal sehingga bisa diterapkan.

    Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dalam buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 1 menyebut doa memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam, lantaran merupakan ibadah yang mulia serta wujud ketaatan yang punya banyak manfaat.

    Bagaimana tidak, Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa hamba yang senantiasa memohon kepada-Nya. Hal ini dapat terlihat dalam firman-Nya pada Surat Ghafir ayat 60: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan).”


    Melalui doa pula, seorang hamba menundukkan dirinya, menampakkan kebutuhannya, hingga merendahkan dirinya atas Dzat yang paling agung. Sehingga mana mungkin Allah SWT tak luluh akan doa hamba-Nya itu, yang mana pasti Dia akan mengijabahnya bukan.

    Untuk itu, bagi kaum muslim yang hendak melanggengkan doanya kepada Allah SWT, bisa dimulai dari yang termudah terlebih dulu. Seperti mengamalkan doa sehari-hari.

    Kumpulan Doa Sehari-hari

    Melansir buku Sukses Dunia Akhirat dengan Doa-doa Harian oleh Mahmud Asy-Syafrowi, dan Syarah Hishnul Muslim karya Syaikh Majdi Abdul Wahab Al-Akhmad, ini bacaan doa harian yang mudah dihafal:

    1. Doa Bangun Tidur

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

    Latin: Alhamdulillahi alladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihi an-nusyuur

    Artinya: “Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR Ahmad, Bukhari & Muslim)

    2. Doa Masuk Kamar Mandi

    بِاسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَاءِثِ

    Latin: Bismillahi Allahumma inni a-‘udzuu bika minal khubutsi wal khabaaits

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR Bukhari & Muslim, dari Anas bin Malik)

    3. Doa Keluar Kamar Mandi

    وَعَافَانِي الْأَذَى عَنِّي أَذْهَبَ الَّذِي لِلَّهِ الْحَمْدُ غُفْرَانَكَ

    Latin: Wa ‘aafaanii al-adza ‘annii adzhaba Alladzi lillahil hamdu ghufraanaka

    Artinya: “Aku memohon ampunan-Mu, segala pui bagi Allah yang telah melenyapkan gangguan (penyakit) dariku dan telah membuatku sehat.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i & Ibnu Majah, dari Aisyah)

    4. Doa Sebelum Wudhu

    بِاسْمِ اللهِ

    Latin: Bismillahi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, & Ibnu Majah)

    5. Doa Setelah Wudhu

    أَشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Latin: Asyhadu an laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuuluhu Allahummaj ‘alnii mina attawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriina

    Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut untuk disembah selain Allah dan tiada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikan pula aku termasuk golongan orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Muslim & Tirmidzi, dari Uqbah bin Amir & Umar bin Khaththab)

    6. Doa Melepas Pakaian

    بِاسْمِ اللهِ
    Latin: Bismillahi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah.” (HR Ibnu Majah, dari Ali bin Abi Thalib)

    7. Doa Mengenakan Pakaian

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا الثوْبَ وَرَزَقَنيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنيِّ وَلَا قُوَّةٍ

    Latin: Alhamdulillahi alladzi kasaamii hadza ats-tsauba wa razaqanihi min ghairi hawlinn minni walaa quwwatin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menganugrahkan pakaian ini kepadaku, tanpa ada daya serta kekuatan dariku.” (HR Tirmidzi & Ibnu Majah, dari Mu’adz bin Anas Al-Anshari)

    8. Doa Memakai Pakaian Baru

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِ مَا صُنِعَ لَهُ

    Latin: Allahuma lakalhamdu anta kasautaniihi as’aluka min khairihi wa khairi maa suni’a lahu wa a’uudzubika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu

    Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau yang telah memakaikan pakaian itu kepadaku. Aku meminta kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya (pakaian) dan kebaikan apa saja yang ia dibuat untuknya. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan apa saja yang ia dibuat untuknya.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, & Hakim, dari Abu Sa’id Al-Khudri)

    9. Doa Bercermin

    اللَّهُمَّ كَمَا حَسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنُ خُلُقِي وَحَرِّمْ وَجْهِي عَلَى النَّارِ

    Latin: Allahumma kamaa hasanta khalqii fa ahsin khuluqii wa harrim wajhii ‘ala annaar

    Artinya: “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan penciptaanku, maka baguskanlah pula akhlakku, dan haramkanlah wajahku atas neraka.” (HR Bazzar)

    10. Doa Keluar Rumah

    بِسْمِ الله تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّه لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِِلاَّ بِاللهِ

    Latin: Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allah laa hawlaa wa laa quwwata illa billahi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya serta kekuatan apapun tanpa pertolongan Allah.” (HR Tirmidzi, dari Anas bin Malik)

    11. Doa Masuk Rumah

    بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا ثُمَّ لِيُسَلِّمْ عَلَى أَهْلِهِ

    Latin: Bismillahi walajnaa wa bismillah kharajnaa wa ‘ala Allahi rabbinaa tawakkalnaa tsumma liyusallim ‘ala ahlihi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar. Dan kepada Allah lah kami bertawakal. “Selanjutnya ia mengucapkan salam kepada keluarganya. ” (HR Abu Dawud, dari Abu Malik Al-Asy’ari)

    12. Doa Setelah Adzan

    اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    Latin: Allahumma rabba hadzihi ad-da’wati at-taammati wash sholaatil qaa’imati aati muhammadan al-wasiilata wal fadhiilata wab’atshu maqaaman mahmuudan alladzi wa’adtah

    Artinya: “Ya Allah, pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang akan didirikan, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkan untuknya kedudukan terpuji yang Engkau janjikan.” (HR Bukhari, dari Jabir bin Abdullah)

    13. Doa Setelah Iqamah

    أَقَامَهَا اللَّهُ وَأَدَامَهَا مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ

    Latin: Aqaamahallaahu wa adaamahaa maa daamatis samaawaatu wal ardhu

    Artinya: “Semoga Allah menegakkan dan mengekalkan shalat selama masih ada langit dan bumi.”

    14. Doa Pergi ke Masjid

    اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُوْرًا وَفِيْ لِسَانِي نُوْرًا وَفِي سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِي بَصَرِي نُوْرًا وَمِنْ فَوْقِي نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِي نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِي نُوْرًا وَعَنْ شِمَالِي نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُورًا وَاجْعَلْ لِي فِي نَفْسِي وَأَعْظِمْ لِي نُوْرًا وَعَظِّمْ لِي نُوْرًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا وَاجْعَلْنِي نُورًا اللَّهُمَّ أَعْطِنِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي عَصَبِيْ نُوْرًا وَ فِي لَحْمِي نُوْرًا وَفِي دَمِيْ نُوْرًا وَفِي شَعْرِيْ نُورًا وَفِي بَشَرِيْ نُورًا.

    Latin: Allahummaj’al fii qalbii nuuran wa fii lisaanii nuuran wa fii sam’ii nuuran wa fii basharii nuuran wa min fawqii nuuran wa min tahtii nuuran wa ‘an yamiinii nuuran wa ‘an syimaalii nuuran wa min amaamii nuuran wa min khalfii nuuran waj’al lii fii nafsii wa a’dzim lii nuuran wa ‘adzdzim lii nuuran waj’al lii nuuran waj’alnii nuuran. Allahumma a’thinii nuuran waj’al fii ‘ashabii nuuranwa fii lahmii nuuranwa fii damii nuuranwa fii sya’rii nuuran wa fii basyarii nuuran

    Artinya: “Ya Allah, ciptakanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari depanku, dan cahaya dari belakangku. Ciptakanlah cahaya dalam diriku, perbesarlah cahaya untukku, agungkanlah cahaya untukku, berilah cahaya untukku, dan jadikanlah aku sebagai cahaya. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku, ciptakan cahaya pada urat sarafku, cahaya dalam dagingku, cahaya dalam darahku, cahaya di rambutku, dan cahaya di kulitku.” (HR Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Abbas)

    15. Doa Masuk Masjid

    أَعُوذُ بِاللهِ الْعَظِيمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيْمِ. بسْمِ اللهِ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.

    Latin: A’uudzu billahil ‘adziimi wa bi wajhihi al-kariimi wa sulthaanihi al-qadiimi minasy syaithaani arrajiim. Bismillah wassalaamu ‘ala rasuulillahi Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatika

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah- Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Swt., dan semoga keselamatan terlimpahkan atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah, & Thabrani)

    Klik halaman selanjutnya untuk melihat doa sehari-hari yang mudah dihafalkan.

    16. Doa Keluar Masjid

    بِسْمِ اللهِ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ اللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Latin: Bismillahi wassalaamu ‘ala rasuulillahi Allahummaghfir lii dzunuubii waftah lii abwaaba fadhlika. Allahumma’shimnii minasy syaithaani arrajiimi

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dan semoga keselamatan terlimpahkan atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terpuruk.” (HR Ahmad, Ibnu Majah, Nasa’i, Hakim, Baihaqi & Thabrani)

    17. Doa Hendak Belajar

    اللَّهُمَّ أَخْرِجْنَا مِنْ ظُلُمَاتِ الْوَهْمِ وَأَكْرِمْنَا بِنُوْرِ الْفَهْمِ وَافْتَحْ عَلَيْنَا بِمَعْرِفَتِكَ وَسَهَلْ لَنَا أَبْوَابَ فَضْلِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

    Latin: Allaahumma akhrijnaa min zhulumaatil wahmi wa akrimnaa bi nuuril fahmi waf tah ‘alainaa bi ma’rifatika wa sahhil lanaa abwaaba fadhlika yaa arhamar raahimiin.

    Artinya: “Ya Allah, keluarkanlah kami dan kegelapan prasangka, muliakanlah kami dengan cahaya kepahaman, bukalah pengertian ilmu kepada kami dan bukalah untuk kami pintu- pintu anugerah-Mu, wahai Dzat yang paling penyayang.”

    18. Doa Setelah Belajar

    اللَّهُمَّ إِنِّي اسْتَوْدَعْتُكَ مَا عَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تَنْسَنِيْهِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

    Latin: Allaahumma innii istauda’tuka maa ‘allamtaniihi fardudhu ilayya ‘inda haajatii ilaihi wa laa tansaniihi yaa rabbal ‘aalamiiin.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan pada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah padaku saat aku membutuhkannya, dan janganlah Engkau jadikan aku lupa padanya, wahai Tuhan semesta alam.”

    19. Doa Makan

    اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa quinoa ‘adzaaba annaar

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada kami atas apa yang telah Engkau rezekikan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari siksa neraka.” (HR Malik)

    20. Doa Selesai Makan

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ

    Latin: Alhamdu lillaahil-ladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa muslimiin

    Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan telah memberi kami minum, serta telah menjadikan kami sebagai orang-orang Islam.” (HR Ahmad)

    21. Doa ketika Bersin

    اَلْحَمْدُ ِللهِ

    Latin: Alhamdulillah

    Artinya: “Segala puji bagi Allah.” (HR Bukhari)

    22. Doa Mohon Kesembuhan

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذهبْ البَاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِي إِلَّا أَنتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

    Latin: Allahumma rabban naasi adzhibil ba’sisyfi antasy syaafi laa syaafiya illa anta syifaa’an laa yughaadiru saqama

    Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, hapuskanlah penyakit dan penderitaan ini. Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu. Kesembuhan yang tidak menimbulkan efek samping.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, & Abdurrazaq)

    23. Doa Naik Kendaraan

    سبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبَّنَا لَمْتَقَلِبُونَ

    Latin: Subhaanal-ladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqrin- iina, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun

    Artinya: “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami pada- hal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami kelak di hari Kiamat.” (HR Ad-Darimi)

    24. Doa Sebelum Tidur

    باسْمِكَ اللهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

    Latin: Bismika Allaahumma ahyaa wa bismika amuut

    Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah, aku hidup dan mati.”

    25. Doa Selamat Dunia Akhirat

    رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    Latin: Rabbanaa atina fiddunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan waqina ‘adzaban nar

    Artinya: “Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS Al-Baqarah: 21)

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa setelah Sholat Witir Lengkap Sesuai Sunnah



    Jakarta

    Sholat Witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari yang umumnya sebagai penutup qiyamul lail. Umat Islam bisa melanjutkan ibadah ini dengan membaca doa setelah sholat Witir.

    Dalil pelaksanaan sholat Witir bersandar pada hadits yang berasal dari Abu Hurairah RA. Ia berkata,

    أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ : صَوْمِ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ


    Artinya: “Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan selama hidupku, yaitu sholat Dhuha, berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, dan sholat Witir sebelum tidur.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Jumlah rakaat sholat Witir paling sedikit satu rakaat. Menurut sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW memerintahkan untuk menjadikan sholat Witir sebagai penutup rangkaian sholat malam. Beliau SAW bersabda,

    اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً

    Artinya: “Jadikan sholat malammu yang terakhir adalah sholat Witir.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Menurut Syaikh Abdurrahman Al-Jaziri dalam Kitab al-Fiqhu al-Madzahib al-Arba’ah, al-Juz’ al-Awwal, Kitab ash-Shalah, sholat Witir memiliki dua waktu dalam pengerjaannya, yakni waktu ikhtiyari (waktu pilihan, luas) dan waktu dharuri (waktu darurat atau sempit).

    Waktu ikhtiyari adalah setelah sholat Isya tepatnya setelah hilangnya mega merah hingga terbit fajar. Adapun, waktu dharuri adalah setelah terbit fajar hingga sempurnanya sholat Subuh. Mengerjakan sholat Witir pada waktu dharuri ini makruh hukumnya apabila tanpa ada suatu uzur.

    Bagi orang yang mengerjakan sholat Witir pada permulaan malam kemudian bangun di akhir malam dan sholat sunnah, ia tidak perlu lagi mengerjakan sholat Witir, sebagaimana dijelaskan Hasan Ayub dalam Kitab Fikih Ibadah-nya.

    Selanjutnya, umat Islam menutupnya dengan membaca doa setelah sholat Witir sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits. Merangkum detikHikmah, berikut bacaan selengkapnya.

    Doa setelah Sholat Witir Arab, Latin, dan Artinya

    سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ , سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ , سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسُ

    Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus, Subhaanal malikil qudduus

    Artinya: “Mahasuci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Allah Raja Yang Mahasuci.” (Nabi mengangkat dan memanjangkan suaranya pada ucapan yang ketiga).” (HR Abu Dawud dan Ahmad)

    Selain itu, ada versi lain bacaan doa setelah sholat Witir yang bersandar pada riwayat para penyusun Kitab Sunan. Berikut bacaannya,

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

    Allahumma innii a’uudzu biridhooka min sakhothika, wa bimu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzubika minka laa uhshii tsanaaan ‘alaika’, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan berlindung kepada-MU dari siksaan-Mu. Aku tidaklah mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung atau memuji diri-Mu sendiri.” (HR Ash-Haabus Sunan, Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

    Sementara itu, menurut Kitab Majmu’ Syarif, doa setelah sholat Witir adalah sebagai berikut,

    Subbuuhun qudduusur rabbunaa warabbul malaa’ikati war ruuh. Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Walaa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil azhiim

    Artinya: “Mahasuci dan Mahakudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Roh. Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar. Dan tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi dan Mahabesar.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Bangun Tidur Sesuai Sunnah Rasulullah SAW



    Jakarta

    Setiap hari manusia membutuhkan waktu untuk istirahat, termasuk tidur. Ketika bangun tidur, hendaknya membaca doa sebagai ungkapan syukur karena telah diberi nikmat untuk istirahat sekaligus nikmat kesempatan untuk merasakan hidup kembali.

    Tidur juga tercatat dalam Al-Qur’an surat Ar Rum ayat 23. Allah SWT berfirman:

    وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ


    Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”

    Mengutip buku Amalan Shalih Dari Bangun Tidur Hingga Menjelang Tidur oleh Bagus Eko Dono dijelaskan bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk melakukan amalan bangun tidur. Salah satunya yakni membaca doa bangun tidur sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.

    Bacaan Doa Bangun Tidur

    Doa Bangun Tidur

    Berdasarkan hadist riwayat Bukhari, doa bangun tidur pagi sesuai sunnah adalah:

    اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

    Arab Latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur

    Artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.

    Doa ketika terbangun saat tidur

    Dilansir dari NU, Selasa (21/2/2023) Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengutip hadits Rasulullah SAW yang berisi doa bangun tidur riwayat dua kitab shahih melalui karyanya Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib (Kairo, Darur Rayyan lit Turats: 1987 M/1408 H, halaman: 132).

    الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِي جَسَدِيْ وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

    Arab Latin: Alhamdulillāhil ladzī ‘āfānī fī jasadī, wa radda ‘alayya rūhī, wa adzina lī bi dzikrihī.

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menjaga kesehat ragaku, mengembalikan nyawaku, dan mengizinkanku menyebut nama-Nya. (HR Bukhari dan Muslim).

    Kemudian diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda,

    “Barangsiapa yang terbangun dari tidurnya di malam hari, ucapkanlah, Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikala lah, lahul mulku walahul hamdu wa Huwa ‘alaa kulli syaiin qadiir. Alhamdulillah wa subhaanallaah, wa la ilaaha llallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah.”

    Kemudian beliau berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah aku.’

    Atau berdoa, niscaya Allah akan mengabulkannya. Dan jika ia berwudhu kemudian sholat, maka sholatnya akan diterima. (HR. Al-Bukhari (no. 1154), at-Tirmidzi (no. 3414), Abu Dawud (no. 5060), Ibnu Majah (no. 3878), ad-Darimi (no. 2687).

    Doa Mau Tidur

    Dari Hudzaifah dan Abu Dzar radhiyallahu ‘anhuma, mereka berkata: “Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam apabila beranjak menepati tempat tidurnya (hendak tidur), beliau mengucapkan: Bismikallahumma ahya wa amutu(Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati).

    Dan apabila beliau bangun dari tidur mengucapkan: (Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kita (membangunkan dari tidur) sesudah mematikan kita (tidur disamakan dengan mati) dan Al-hamdulillahiladzi ahyana ba’da maamatana wa ilaihin nusyur kapada-Nyalah kita kembali).” (HR. Al-Bukhari).

    Demikian bacaan doa bangun tidur yang bisa dibaca umat muslim. Semoga bisa menjadi amalan bernilai pahala yang dikerjakan setiap hari.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Adab dan Doa ketika Memejamkan Mata Jenazah



    Jakarta

    Salah satu sunnah terhadap orang yang baru meninggal dunia adalah memejamkan matanya. Rasulullah SAW telah mencontohkan adab dan doa ketika memejamkan mata jenazah.

    Anjuran memejamkan mata jenazah ini bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Syaddad bin Aus sebagaimana dinukil Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam Kitab At-Tadzkirah. Dikatakan, mata jenazah mengikuti perginya roh.

    Rasulullah SAW bersabda,


    “Apabila kamu menghadiri orang yang telah meninggal dunia di antara kamu sekalian, maka pejamkanlah matanya, karena sesungguhnya mata itu mengikuti (perginya) roh. Dan berkatalah yang baik-baik, karena para malaikat mengamini apa yang dikatakan oleh keluarga si mayit.” (HR Ibnu Majah dan dinilai hasan dalam Shahih Al-Jami’ dan Ash-Shahihah)

    Menurut hadits yang diriwayatkan dari Ummul Hasan, ketika dia berada di sisi Ummu Salamah, datanglah seseorang seraya berkata, “Fulan sedang menghadapi maut.” Ummu Salamah menyeru, “Berangkatlah, jika dia telah meninggal, maka ucapkanlah:

    اَلسَّلَامُ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Assalaamu ‘alal mursaliin, wal hamdulillaahi rabbil ‘alamiin

    Artinya: “Salam sejahtera atas pada utusan Allah, dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

    Doa memejamkan mata jenazah turut ditakhrij Al-Kharaithi dari sebuah hadits Sufyan Ats-Tsauri, dari Sulaiman At-Taimi, dari Bakr bin Abdullah Al-Muzanni, dia berkata, “Apabila kamu memejamkan mata orang mati, maka ucapkan,

    بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Bismillahi wa ‘ala millati rasulillahi shallallahu alaihi wasallam

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, dan (aku melakukan ini) menuruti tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

    Sesudah itu bacalah tasbih.

    Kemudian, Sufyan membacakan firman Allah SWT, “Dan para malaikat bertasbih serta memuji Tuhan mereka.” (QS Asy-Syura: 5)

    Imam Syamsuddin Al-Qurthubi menjelaskan lebih lanjut dalam kitabnya, menurut Abu Dawud, memejamkan mata orang mati itu dilakukan setelah rohnya benar-benar telah keluar.

    “Saya telah mendengar Muhammad bin Ahmad Al-Muqri, dia berkata, Saya telah mendengar Abu Maisarah–seorang ahli ibadah–berkata, Aku telah memejamkan mata Fa’far Al-Mu’allim. Dia adalah orang yang tetap berakal saat menghadapi kematiannya. Maka saya bertemu dengannya dalam mimpiku, di mana dia berkata, ‘Hal terberat yang saya rasakan ialah, kamu memejamkan mataku sebelum aku benar-benar mati,’” tulis Imam Syamsuddin Al-Qurthubi.

    Selain memejamkan mata, dianjurkan juga mendoakan jenazah dengan perkataan yang baik. Salah satu doa sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut,

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

    Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha) ‘uqbaa hasanah

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan dia, dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya.”

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi: Arab, Latin dan Artinya



    Jakarta

    Doa masuk dan keluar dari kamar mandi menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Doa masuk kamar mandi dibaca dengan tujuan meminta kepada Allah SWT agar terhindar dari segala keburukan dan kejahatan yang mungkin terdapat di dalam kamar mandi.

    Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW pernah mengatakan sebelum masuk kamar mandi adalah batas antara jin dan manusia. Diceritakan dari Ali RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    سِتْرُ ما بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَبَيْنَ عَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ ، إِذَا خَلَعَ الرَّجُلُ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُولَ : بِسْمِ


    Artinya: “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke kamar mandi, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Berikut ini adalah bacaan doa masuk dan keluar kamar mandi dikutip dari buku Doa dan Dzikir Sepanjang Tahun yang disusun oleh Adi Tri Eka.

    Doa Masuk Kamar Mandi

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

    Bacaan latin: Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaitsi

    Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

    Dinukil dari buku Dahsyatnya Amalan 24 Jam Rosululloh oleh Abu Najib Abdillah, disebutkan bahwa doa masuk kamar mandi dibaca dengan keras, yaitu sampai terdengar suaranya oleh orang lain.

    Hal ini didasarkan dari hadits Imam As-Shan’ani, ia berkata, “Lahiriah hadits Anas bahwa Nabi mengeraskan zikir ini, maka bagusnya membacanya dengan keras.” [Sulubus Salam, 1/174]

    Doa Keluar Kamar Mandi

    غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

    Bacaan latin: Ghufranaka. Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii

    Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah mensejahterakan.”

    Adab Berada di Kamar Mandi

    Mengutip buku Buku Pintar 50 Adab Islam yang ditulis oleh Arfiani, terdapat beberapa adab yang harus diperhatikan di kamar mandi.

    1. Niat yang benar. Niatkan mandi untuk membersihkan diri, menyembuhkan penyakit, dan sebagainya.

    2. Membaca basmalah. Menyebut nama Allah sebelum masuk kamar mandi termasuk adab berpegang teguh kepada Allah. Menyebut nama Allah dapat menghalangi pandangan jin untuk melihat aurat kita.

    3. Masuk kamar mandi dengan kaki kiri

    4. Tidak telanjang dan tidak menunjukkan aurat kepada orang lain. Seseorang wajib menutup auratnya dari manusia bila sedang mandi, apalagi jika berada di tempat pemandian umum.

    Dalam riwayat, ada seorang laki-laki bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika sejumlah orang berkumpul bersama-sama dengan sebagian lainnya?” Rasulullah menjawab: “Jika engkau mampu untuk tidak menunjukkan (aurat), maka janganlah engkau menunjukkannya.”

    5. Wanita dilarang untuk memasuki tempat-tempat pemandian umum. Perempuan dilarang pergi ke pemandian umum karena dikhawatirkan akan menimbulkan fitnah.

    6. Tidak berlama-lama di kamar mandi. Setelah selesai dengan keperluan dan urusan di kamar mandi, segeralah untuk keluar dari kamar mandi.

    7. Keluar dengan mendahulukan kaki kanan. Jika saat masuk harus dengan kaki kiri, maka saat keluar kaki kananlah yang didahulukan.

    Adapun selain yang disebutkan di atas, haram hukumnya menghadap atau membelakangi arah kiblat apabila buang air di tempat terbuka. Apabila dilakukan di tempat tertutup yang disediakan khusus untuk buang air semisal toilet, maka hukumnya makruh.

    Itulah bacaan doa masuk dan keluar kamar mandi yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

    (dvs/dvs)



    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam Lailatul Qadar sesuai Sunnah Nabi, Ini Bacaannya



    Jakarta

    Islam mengenal sejumlah malam mulia dalam setahun, yang mana salah satunya adalah lailatul qadar. Nabi SAW menganjurkan kaum muslim berdoa pada malam istimewa itu, tetapi bacaan doa apa yang bisa dibaca?

    Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam bukunya Majalis Syahri Ramadhan mengemukakan lailatul qadar terjadi di malam Ramadan, bukan pada bulan lainnya.

    Hal ini dapat dipastikan karena Allah SWT nyatakan dalam surat Al-Qadar ayat 1 bahwa telah menurunkan Al-Qur’an pada malam lailatul qadar itu. Dan melalui surat Al-Baqarah ayat 185, Dia juga ungkapkan bahwa Al-Qur’an turun pada Ramadan. Sehingga, kata Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, secara jelas bisa diketahui bahwa lailatul qadar bertepatan di bulan Ramadan.


    Rasulullah SAW juga kemukakan lailatul qadar terdapat pada bulan Ramadan dalam sebuah hadits, di mana Abu Dzar bertanya kepada beliau,

    “Wahai Rasulullah, terangkanlah kepadaku tentang lailatul qadar, apakah ia terdapat pada bulan Ramadan atau juga pada bulan lainnya?” Beliau menjawab: “Hanya pada bulan Ramadan.”

    Dia bertanya lagi, “Apakah ia (lailatul qadar) hanya ada bersama nabi-nabi selama mereka masih hidup, sehingga jika mereka telah meninggal dunia lantas tidak ada lagi lailatul qadar, ataukah ia tetap ada sampai datangnya hari kiamat?” Beliau menjawab: “Sampai hari kiamat ….” (HR Ahmad dan an-Nasa’i)

    Meski lailatul qadar terjadi di bulan Ramadan, tetapi tak ada yang tahu pasti kapannya. Melalui hadits pun Nabi SAW hanya memerintahkan kaum muslim untuk mencari malam mulia itu di 10 malam ganjil akhir bulan Ramadan.

    Dalam riwayat Aisyah contohnya, beliau SAW bersabda,

    تَحَرَّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

    Artinya: “Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (HR Bukhari)

    Syekh Al-Utsaimin dalam buku Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Salat, Zakat, Puasa, dan Haji menyebutkan bahwa sejumlah hadits mengenai lailatul qadar yang bersumber dari Rasul SAW seperti di atas menunjukkan lailatul qadar tidak terjadi tetap pada satu malam. Karena demikian, beliau menganjurkan kaum muslim untuk mencarinya di malam-malam terakhir dengan memperbanyak ibadah dan doa.

    Lebih lanjut, Syekh Al-Utsaimin mengatakan, “Lailatul qadar itu berpindah-pindah turunnya, dari satu malam kepada malam yang lain dan tidak terjadi pada malam tertentu setiap tahunnya.”

    Tanda-tanda Lailatul Qadar

    Bukan hanya mengabarkan waktu lailatul qadar di 10 malam terakhir Ramadan meski tak ada yang tahu pastinya, Nabi SAW melalui sabdanya juga menjelaskan ciri-ciri malam mulia itu. Sehingga muslim yang mendapati sejumlah tandanya, kemungkinan benar mendapati lailatul qadar.

    Ciri malam lailatul qadar termuat dalam hadits riwayat Ubadah bin Shamit, yang dinukil dari buku Khutbah Nabi oleh Muhammad Khalil Khathib. Di mana Rasulullah SAW bersabda,

    “Sesungguhnya tanda-tanda datangnya lailatul qadar adalah bahwa pada malam itu langit benar-benar cerah dan terang seakan-akan ada rembulan yang sedang memancarkan cahayanya.

    Suasana malam itu begitu tenang, hening, dan memiliki corak yang lain (ketimbang biasanya). Dan pada malam itu udara tidak terasa dingin dan tidak juga terasa panas, serta (di angkasa) tidak terlihat bintang-bintang jatuh (meteor) sampai pagi tiba.

    Dan ciri- ciri lain darinya adalah bahwa pada keesokan harinya, matahari di pagi hari itu akan terbit dengan cahaya yang bersinar sedang. Matahari tidak memancarkan sinar yang terlalu panas (terang) dan hanya akan bersinar seperti bulan, karena pada pagi hari itu setan tidak diperbolehkan keluar bersamaan dengan terbitnya matahari itu.” (HR Ahmad dalam Majma’ az-Zawaid, dan tokoh-tokohnya dianggap semuanya tsiqah.)

    Doa Malam Lailatul Qadar: Arab, Latin & Arti

    Kaum muslim yang menemukan malam pada bulan Ramadan bertanda seperti dalam hadits di atas, memungkinkan bahwa benar itu adalah lailatul qadar. Dan mereka yang mendapati malam mulia itu hendaknya membaca sebuah doa dari Nabi SAW dan memperbanyaknya..

    Menukil Kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, berikut bacaan doa malam lailatul qadar sesuai sunnah:

    اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ، تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    Latin: Allahumma innala ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Mulia. Engkau senang memberi maaf, maka maafkanlah aku.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad, dari Aisyah)

    (kri/kri)



    Sumber : www.detik.com