Tag: iec

  • Ada Banyak Jenis Colokan Listrik, Ternyata Ini Bedanya


    Jakarta

    Setiap rumah biasanya mempunyai serangkaian alat elektronik, mulai dari kulkas, TV, hingga lampu. Nah, ada komponen kecil yang penting banget buat menyalakan alat elektronik, yaitu stop kontak listrik atau juga disebut colokan.

    Ternyata ada banyak jenis colokan listrik, lho. Jenis colokan yang dipakai bisa berbeda berdasarkan negara tempat kamu berada ataupun kapasitas listrik yang dibutuhkan.

    Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.


    Lalu, apa saja jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Kapasitas Listrik

    Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak GFCI

    A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    4. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

    Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Macam-macam Colokan Listirk dan Tempat yang Pas untuk Dipasang


    Jakarta

    Colokan listrik atau stop kontak diperlukan di setiap bangunan, baik itu gedung maupun di rumah. Namun, sebelum memasangnya kamu harus jenis-jenis colokan listrik dan tempat yang pas untuk memasangnya.

    Jenis colokan yang dipakai bisa berbeda berdasarkan negara tempat kamu berada ataupun kapasitas listrik yang dibutuhkan. Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.


    Lalu, apa saja jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Kapasitas

    Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    4. Stop Kontak GFCI

    A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

    Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Tempat yang Cocok untuk Pasang Colokan Listrik

    Dilansir Horizon Services, berikut ini adalah tempat yang pas untuk memasang stop kontak di rumah.

    1. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga adalah biasanya membutuhkan banyak colokan listrik. Misalnya untuk TV, video game, hingga layanan internet. Pertimbangkan posisi stop kontak di tengah setiap dinding, dan sudut ruangan.

    2. Kamar Tidur

    Sebaiknya pasang colokan listrik di sisi tempat tidur. Kemungkinan kamu akan membutuhkan colokan yang mudah dijangkau dari tempat tidur untuk mengisi daya HP, lampu, dan perangkat lainnya.

    3. Ruang Kerja

    Penempatan stop kontak sangat penting saat merencanakan kantor atau ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk menempatkan stop kontak di sepanjang setiap dinding agar kamu bisa fleksibel dalam menempatkan furniture.

    4. Kamar Mandi

    Letakkan stop kontak di dekat meja kamar mandi untuk mencegah tersandung kabel. Pastikan juga stopkontak jauh dari jangkauan shower atau bak mandi untuk mencegah terkena cipratan air.

    5. Dapur

    Dapur sebaiknya memiliki stop kontak yang ditempatkan dengan jarak sekitar 500 meter sepanjang setiap meja dapur. Kamu bisa menempatkan stop kontak listrik di atas lemari, bawah lemari, atau di dinding tempat memasang peralatan elektronik.

    Itulah informasi mengenai macam-macam colokan listrik serta tempat yang pas untuk memasangnya di rumah. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Jenis-Jenis Colokan Listrik, Jangan Salah Pilih untuk Rumahmu!



    Jakarta

    Colokan listrik atau stop kontak memiliki banyak jenis. Pemasangan juga tidak bisa sembarangan, ada jenis dan posisi yang pas untuk memasangnya. Jadi sebelum kita memasang colokan listrik lebih baik memikirkannya dengan matang.

    Colokan listrik juga memiliki jenis yang berbeda di beberapa negara, kapasitas listriknya juga bisa berbeda. Saat memilih stop kontak untuk rumah, kamu perlu mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat dan sesuaikan dengan jenis sirkuit yang ada.

    Jadi, seperti apa jenis-jenis colokan listrik? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Kapasitas

    Jenis stop kontak dibedakan berdasarkan tingkat keamanannya. Melansir situs Just Energy, Rabu (28/8/2024), berikut jenis-jenis stop kontak yang perlu kamu ketahui.

    1. Stop Kontak 15 Ampere

    White Electrical Outlet and Wall Plate at the white wallWhite Electrical Outlet and Wall Plate at the white wall Foto: Getty Images/iStockphoto/JaysonPhotography

    Stop kontak jenis ini merupakan standar umum dengan dua slot paralel. Stop kontak jenis ini seringkali digunakan untuk perangkat sehari-hari, seperti lampu baca dan peralatan ringan lainnya.

    2. Stop Kontak 20 Ampere

    Memiliki arus listrik sebesar 20 Ampere, stop kontak ini sangat ideal digunakan untuk peralatan dapur berat. Perlu diingat, pemasangan stop kontak ini harus pada sirkuit 20 Ampere pula untuk mencegah terjadinya risiko kebakaran.

    3. Stop Kontak AFCI

    Stop kontak AFCI (arc fault circuit interrupter) berbentuk mirip dengan GFCI. Colokan ini dilengkapi dengan fitur keselamatan untuk mengidentifikasi bahaya listrik dan mematikan aliran listrik saat terdeteksi masalah, seperti overheating.

    4. Stop Kontak GFCI

    A new GFCI electrical outlet.A new GFCI electrical outlet. Foto: Getty Images/skhoward

    Stop kontak GFCI (ground fault circuit interrupter) menawarkan perlindungan terhadap bahaya air dengan memutus aliran listrik saat mendeteksi lonjakan arus sehingga sangat cocok digunakan untuk ruangan yang rentan terhadap kelembaban.

    Jenis-jenis Colokan Listrik Berdasarkan Negara

    Selain itu, sudah menjadi informasi umum bahwa setiap negara memiliki jenis stop kontak yang berbeda-beda. Ada berbagai jenis stop kontak, mulai dari tipe A hingga tipe O.

    Electric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectorsElectric power sockets with different types of plug cord. Vector isolated type C and A, B and L, usb standard ports for devices charging and appliances, electronic equipment connectors Foto: Getty Images/Sensvector

    Mengutip dari Lightning Bug Electric, berikut adalah stop kontak dan gaya steker standar umum di dunia.

    Tipe A – Kanada, Amerika Serikat, Jepang, dan Meksiko

    Tipe B – Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko

    Tipe C – banyak digunakan di seluruh Asia, Eropa, dan Amerika Selatan

    Tipe D – India

    Tipe E – Belgia, Ceko, Prancis, Polandia, dan Slowakia

    Tipe F – Umumnya digunakan di Eropa dan Rusia

    Tipe G – Banyak digunakan di Jazirah Arab dan Inggris, serta di Irlandia, Malaysia, Malta, dan Singapura

    Tipe H – Israel, Jalur Gaza, dan Tepi Barat

    Tipe I – Australia, Argentina, Cina, dan Selandia Baru

    Tipe J – Hanya digunakan di Liechtenstein dan Swiss

    Tipe K – Hanya digunakan di Denmark dan Greenland

    Tipe L – Hanya digunakan di Chili dan Italia

    Tipe M – Hanya digunakan di Afrika Selatan

    Tipe N – Pilihan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) untuk steker universal standar. Terutama digunakan di Brasil dan Afrika Selatan.

    Tipe O – Hanya digunakan di Thailand

    Tempat yang Cocok untuk Pasang Colokan Listrik

    Dilansir Horizon Services, berikut ini adalah tempat yang pas untuk memasang stop kontak di rumah.

    1. Ruang Keluarga

    Ruang keluarga adalah biasanya membutuhkan banyak colokan listrik. Misalnya untuk TV, video game, hingga layanan internet. Pertimbangkan posisi stop kontak di tengah setiap dinding, dan sudut ruangan.

    2. Kamar Tidur

    Sebaiknya pasang colokan listrik di sisi tempat tidur. Kemungkinan kamu akan membutuhkan colokan yang mudah dijangkau dari tempat tidur untuk mengisi daya HP, lampu, dan perangkat lainnya.

    3. Ruang Kerja

    Penempatan stop kontak sangat penting saat merencanakan kantor atau ruang kerja di rumah. Pertimbangkan untuk menempatkan stop kontak di sepanjang setiap dinding agar kamu bisa fleksibel dalam menempatkan furniture.

    4. Kamar Mandi

    Letakkan stop kontak di dekat meja kamar mandi untuk mencegah tersandung kabel. Pastikan juga stopkontak jauh dari jangkauan shower atau bak mandi untuk mencegah terkena cipratan air.

    5. Dapur

    Dapur sebaiknya memiliki stop kontak yang ditempatkan dengan jarak sekitar 500 meter sepanjang setiap meja dapur. Kamu bisa menempatkan stop kontak listrik di atas lemari, bawah lemari, atau di dinding tempat memasang peralatan elektronik.

    Itulah informasi mengenai macam-macam colokan listrik serta tempat yang pas untuk memasangnya di rumah. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Berstandar Internasional, Siskohat Kemenag Raih Sertifikat ISO 27001



    Jakarta

    Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) yang dibentuk Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) meraih sertifikat SMKI ISO 27001. Ini menjadi bentuk upaya peningkatan kualitas pelayanan haji oleh pemerintah Indonesia.

    Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), SMKI (Sistem Manajemen Keamanan Informasi) ISO 27001 merupakan standar internasional yang mengatur cara organisasi mengelola keamanan informasi. Sertifikat ISO 27001 bagi Siskohat ini diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC) pada 31 Januari 2025.

    Standar ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan layanan pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia.


    Dirjen PHU Hilman Latief mengungkapkan, pemenuhan ISO 27001 ini merupakan upaya Kemenag untuk meningkatkan tata kelola penyelenggaraan haji, khususnya dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keamanan data jemaah.

    “Tentu saja dengan terbitnya sertifikat ISO ini, Ditjen PHU dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola e-Government khususnya sistem keamanan data jemaah haji,” kata Hilman.

    Lebih lanjut Hilman memaparkan tujuan utama dari sertifikasi ISO 27001 adalah menjaga kerahasiaan, kesatuan, dan ketersediaan dari informasi dengan menerapkan proses manajemen risiko dan memberikan kepercayaan ke pihak-pihak terkait.

    “Standar ini didasarkan pada pendekatan sistematis untuk memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi,” terangnya.

    Siskohat merupakan sebuah sistem besar yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan ibadah haji oleh pemerintah. Siskohat kini punya jasa besar dalam menciptakan keteraturan terkait penggerakan jemaah haji ke Arab Saudi.

    “Sistem komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) kini menjadi “jantung” bagi pelayanan jemaah haji,” tutur Hilman.

    Siskohat memuat seluruh data jemaah dalam pelaksanaan ibadah haji.

    Hilman menegaskan, data yang tersimpan dalam Siskohat digunakan dalam seluruh rangkaian proses penyelenggaraan haji mulai dari pembuatan paspor, penerbangan pemberangkatan dan pemulangan, hingga kebutuhan perbankan.

    “Seluruh biodata calon jemaah haji mengacu kepada sistem komputer terpadu tersebut. Hingga kini sistem tersebut secara bertahap mengalami penyempurnaan dan dapat digunakan sebagai “cross check” data keuangan di bank penerima setoran (BPS) dan jumlah data calon jemaah haji yang akan diberangkatkan,” jelas Hilman.

    Direktur Pengelolaan Biaya Operasional Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu Kemenag Ramadhan Harisman menjelaskan dibangunnya Siskohat dimulai pasca peristiwa musibah wafatnya ratusan jemaah haji di terowongan Mina di tahun 1990-an. Kini Siskohat mengalami pengembangan baik pada aspek pencatatan keuangan atas pendaftaran, pelunasan dan pembatalan haji.

    Bukan hanya itu saja, data Siskohat juga berintegrasi dengan penerbangan haji kaitannya pembentukan pra manifest, perbankan dalam hal mutasi keuangan dan pastinya dengan seluruh bidang haji provinsi, kabupaten dan kota.

    “Sampai sekarang perubahan dan pembaruan pada Siskohat terus dilakukan Ditjen PHU,” tutup Ramadhan.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com