Tag: infeksi

  • Pelihara Kucing Bisa Cegah Ular Masuk Rumah, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Kucing merupakan hewan yang sering dijadikan peliharaan di rumah. Selain menggemaskan, memelihara kucing ternyata punya banyak manfaat seperti mengusir tikus, bahkan mencegah ular masuk rumah.

    Konon, ular takut dengan kucing, makanya enggan masuk ke dalam rumah yang ada kucingnya.

    Benarkah demikian? Simak penjelasan berikut ini ya!


    Kucing merupakan seekor predator yang akan menyerang hewan lain di sekitar rumah, termasuk ular. Bahkan, menurut penelitian ilmiah yang ditulis oleh Jennie Wright dan Paul J. Weldon yang berjudul Responses by Domestic Cats (Felis Catus) to Snake Scent Gland Secretation yang dikeluarkan oleh Journal of Chemicals Ecology, kucing bereaksi terhadap aroma kelenjar sekresi ular dan mengaktifkan naluri predatornya. Tak heran kucing kerap memburu ular.

    Kucing yang sudah dilatih maupun kucing liar bisa menangkap tikus dan ular. Walau demikian, ada juga kucing-kucing yang tidak berani memburu ular karena setiap kucing memiliki karakter yang berbeda.

    Dilansir dari Fauna Facts, Selasa (30/7/2024), seekor kucing bisa saja menyerang ular karena insting, rasa takut, atau marah meskipun ia tidak ingin memakannya. Bagi kucing, berburu adalah sebuah permainan.

    Dikutip dari Hepper, memelihara kucing mempunyai 2 cara untuk menghalau ular masuk rumah. Pertama, memburu dan membunuh makanan ular seperti tikus. Sebab, ular tidak akan berada di area dengan suplai makanan yang terbatas.

    Kemudian, membunuh ular itu sendiri. Ular cenderung lebih sulit ditangkap dibandingkan mangsa lainnya, namun kucing merupakan predator andal.

    Meski demikian, terdapat beberapa risiko ketika kucing berburu ular. Apabila kucing digigit ular berbisa, dapat berakibat fatal, tergantung dari jenis luarnya dan seberapa cepat pengobatan dilakukan.

    Adapun tanda-tanda kucing digigit ular yaitu terlihat luka tusuk, bengkak, memar, nyeri, lesu, dan perubahan pernapasan. Namun, apabila kucing digigit oleh ular tidak berbisa juga bisa menimbulkan rasa sakit dan infeksi.

    Maka dari itu, pemilik kucing juga harus berhati-hati dalam menjaganya agar tidak tergigit oleh ular.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Segini Jarak Ideal Septic Tank dengan Sumur Air Biar Nggak Tercemar



    Jakarta

    Setiap rumah harus memiliki sistem dan persediaan air bersih. Sumber air bersih di sumur air tidak boleh sampai tercemar, apalagi oleh tinja dari septic tank.

    Jika menggunakan air yang tercemar, dikhawatirkan penghuni rumah dapat terserang penyakit. Melansir dari detikHealth, Jumat (9/8/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga.

    Septic tank tersebut memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat. Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan


    domestic wastewater treatmentdomestic wastewater treatment Foto: Ilustrasi septic tank (Pixinoo/iStockphoto)

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air dan septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Cara Ampuh Usir Semut di Rumah dengan Bahan Alami, Dijamin Hilang!


    Jakarta

    Serangga seperti semut umum ditemukan di rumah. Ketika berkerumun dalam jumlah banyak saat menemukan makanan, koloni semut membuat penghuni rumah risih dan menjadikan hunian tampak kotor.

    Bahkan terdapat spesies semut yang dapat membawa bakteri sehingga berpotensi menyebarkan penyakit atau infeksi. Sebab itu, penghuni rumah ingin menyingkirkannya dari sekitar rumah.

    Meski keberadaannya di rumah sulit untuk benar-benar dihilangkan, setidaknya semut tidak mengganggu dan membuat jengkel penghuni hunian. Lantas, bagaimana cara mengusir semut di rumah?


    10 Cara Usir Semut dengan Bahan Alami

    Terdapat sejumlah bahan alami yang dapat digunakan untuk membasmi semut di rumah. Dilansir The Spruce dan Better Homes & Gardens, berikut sederet cara alami mengusir semut di rumah dan mencegahnya untuk kembali:

    1. Bersihkan Sisa Makanan

    Semut tertarik dengan makanan, terutama yang manis dan bertepung. Karena itu, cara terbaik untuk mengusir semut adalah dengan memastikan sumber makanan pengundang hama kecil itu tidak ada.

    Jika memiliki makanan, simpan dalam wadah atau kantong plastik yang tertutup rapat. Selanjutnya, masukkan ke dalam kulkas atau tempat yang aman dari semut.

    Setelah makan atau ngemil, segera bersihkan remah-remah yang mungkin jatuh dan tersebar di area makan, sofa, atau tempat lainnya. Sebaiknya juga cuci semua piring, peralatan makan, dan bersihkan area dapur secara keseluruhan setelah selesai masak.

    Selain itu, jangan lupa rutin buang tumpukan sampah di dalam rumah ke tempat pembuangan di halaman luar. Dengan begitu, sampah sisa makanan tidak menarik perhatian koloni semut untuk datang.

    2. Sebarkan Ampas Kopi

    Kalau kamu rutin minum kopi hitam pahit setiap hari, jangan buang ampasnya. Lebih baik taburkan ampas atau bubuk kopi di sekitar area yang sering banyak semut. Hal ini karena semut tidak suka bau kopi dan akan menjauhi area tempat bubuk itu diletakkan.

    Metode ini ampuh untuk mengusir semut sementara. Karena itu, ampas kopi bisa ditaburkan kembali jika telah mengering dan aromanya menghilang.

    3. Taburkan Bubuk Lada atau Cabai

    Bumbu dapur seperti lada dan cabai bubuk bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan koloni semut di rumah. Aroma kuat yang dimiliki kedua bahan tersebut mampu mengganggu dan mencegah semut datang kembali.

    Detikers dapat menaburkan lada atau cabai bubuk di tempat masuknya semut ke dalam rumah. Cara lainnya dengan membuat larutan air dan bubuk lada atau cabai. Setelahnya, semprotkan larutan tersebut ke koloni semut.

    4. Letakkan Kayu Manis

    Menurut penelitian, kayu manis mengandung trans-cinnamaldehyde yang efektif mengusir semut. Senyawa ini memberi aroma kuat pada kayu manis yang tidak disukai hama kecil itu.

    Kamu bisa meletakkan batang kayu manis utuh di lokasi tempat semut biasa berkumpul. Namun jika hanya punya bubuk kayu manis, itu juga bisa disebarkan di area tersebut.

    5. Taburkan Tepung Maizena

    Tepung maizena bisa digunakan untuk menghilangkan semut di rumah. Caranya dengan menaburkannya ke kawanan semut lalu tambahkan air ke atasnya. Nantinya tepung akan mengental dan semut-semut akan terperangkap. Setelah itu, barulah detikers bisa membersihkannya.

    6. Semprotkan Air Cengkeh

    Cengkeh seperti bumbu dapur lain yang punya aroma kuat untuk mengusir semut. Kamu dapat menyebarkan beberapa cengkeh utuh ke area berkumpulnya semut.

    Selain itu, bahan alami ini dapat dibuat larutan untuk membasmi semut. Caranya dengan mencampurkan sejumlah cengkeh utuh ke dalam air hangat. Setelah mendingin, larutan yang tercipta bisa disemprotkan ke lokasi yang sering dilalui semut.

    7. Sebarkan Kulit Jeruk

    Usai makan jeruk atau lemon, kulitnya jangan langsung dibuang. Kulit kedua buah itu bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan koloni semut di rumah.

    Kulit jeruk dan lemon mengandung senyawa d-limonene yang bertanggung jawab atas aroma khas buah tersebut. Dengan meletakkan kulit jeruk di area semut berkumpul, jejak atau bau sisa makan yang menarik perhatian mereka akan tertutupi. Dengan begitu, kawanan hama kecil itu akan pergi dan tak datang kembali.

    8. Taburkan Soda Kue dan Gula Bubuk

    Soda kue dapat dikombinasikan dengan gula bubuk untuk mengusir semut. Campuran keduanya kemudian bisa ditaburkan ke kawanan semut.

    Semut akan tertarik dengan aroma manis dari gula bubuk dan berusaha mengumpulkannya. Namun, asam dalam soda kue akan mengendap di tubuh mereka dan menyebabkan semut mati dalam hitungan menit saja.

    9. Semprotkan Larutan Cuka

    Larutan cuka dapat digunakan sebagai pembasmi semut. Lantaran hama kecil itu diketahui tidak suka dengan bau cuka. Selain itu, larutan tersebut juga akan menghilangkan jejak feromon yang ditinggalkan semut untuk memberikan sinyal kepada koloninya.

    Cuka dapat dicampurkan dengan air dan dimasukkan ke dalam botol semprot. Kamu bisa menyemprotkan larutan ini di mana pun kawanan semut terlihat maupun titik masuk serangga itu ke rumah.

    10. Sebarkan Bedak Bayi

    Bedak bayi bisa disebarkan untuk mengusir semut lho. Caranya dengan menyebarkan bedak di tiap titik masuk serangga itu ke rumah.

    Aroma bedak bayi sudah cukup kuat untuk mengganggu semut. Di samping itu, bahan utama bedak yaitu talc dapat membuat hama kecil itu lemas jika ditaburkan ke tubuhnya. Talc akan meresap ke tubuh semut melalui lubang pernapasannya dan menyebabkan mereka mati.

    Nah, itu tadi sejumlah cara ampuh mengusir semut di rumah dan mencegah mereka untuk datang kembali. Jadi, jangan lupa praktikkan sederet cara di atas ya!

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Cara Mudah Basmi Lalat dari Rumah!


    Jakarta

    Lalat merupakan serangga pembawa penyakit. Lalat dapat membawa virus dan bakteri yang dapat ditularkan melalui makanan yang dihinggapinya. Beberapa penyakit yang dibawa oleh lalat di antaranya kolera, demam tifoid, disentri, infeksi mata, hingga keracunan makanan.

    Maka tak heran jika ada lalat di rumah rasanya ingin langsung mengusir atau membasminya. Untuk membasminya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari menggunakan bahan alami hingga bahan-bahan yang sering ditemukan di rumah.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan beberapa tipsnya.


    1. Pakai Rempah-rempah dan Bunga

    Dilansir dari Healthline, Kamis (4/9/2024), rempah-rempah dan bunga dapat ditanam di kebun maupun bagian luar rumah untuk mencegah lalat masuk ke dalam rumah. Beberapa yang dapat mengusir lalat yaitu kemangi, marigold, lavender, daun salam, dan catnip. Sebagai bonus, tanaman-tanaman tersebut juga bisa dipakai untuk memasak lho!

    2. Cuka dan Sabun Cuci Piring

    Campuran dari cuka dan sabun cuci piring dapat menjebak lalat. Caranya, campurkan sedikit cuka apel dan beberapa tetes sabun cuci piring di gelas panjang. Tutup gelas tersebut dengan bungkus plastik. Ikat bungkus plastik tersebut dengan karet dan beri lubang di atas bungkus plastik tersebut.

    Lalat akan tertarik dengan baru cuka tersebut dan akan masuk ke dalamnya. Namun, sabun cuci piring tersebut akan membuat lalat tenggelam alih-alih mendarat di cuka tersebut.

    3. Cabai Cayenne dan Air

    Campurkan cabai cayenne dan air, lalu semprotkan di sekitar rumah. Hal tersebut dapat membuat lalat ogah datang ke rumah kalian.

    4. Tanaman Venus

    Tanaman venus merupakan tanaman insektivora atau pemakan serangga. Jika kalian menanamnya di luar, mereka akan memakan lalat yang ada.

    Saat lalat hinggap di tanaman tersebut, kedua sisi tanaman Venus akan menutup di sekitar lalat. Selanjutnya, tanaman itu akan mengeluarkan cairan yang dapat mencerna bagian dalam lalat. Tanaman Venus mencerna lalat sekitar 5-12 hari, lalu mengeluarkan bagian exoskeleton atau rangka luar yang melindungi serangga.

    5. Jebakan Lampu

    Jebakan lampu merupakan sebuah kotak dengan lampu di bagian belakangnya yang dapat menarik perhatian lalat. Saat lalat mendekat ke arah lampu, mereka bisa mati dengan sengatan listrik yang ada di dalamnya atau terperangkap di sana, tergantung dari jebakan yang kalian pilih.

    6. Sticky Traps

    Sticky traps berupa kertas maupun stik yang lengket dan dapat digantung atau diletakkan di bagian rumah kalian. Sebagai tips, gunakan stik atau kertas dengan warna terang agar lalat tertarik untuk mendarat di situ.

    7. Pakai Perangkap Buah buat Usir Lalat

    Dilansir dari detikJatim, perangkap cuka apel dapat mengusir lalat. Campurkan cuka apel bersama gula dan sabun cuci piring ke dalam mangkok. Kemudian letakkan di meja dan dekat dengan buah-buahan. Aroma cuka apel dan gula dapat menarik perhatian lalat dan terperangkap ke dalam mangkok.

    8. Cahaya Lilin Bisa Usir Lalat

    Lalat juga tertarik dengan nyala api. Kamu bisa menyalakan lilin di wadah yang berisi sedikit air. Saat lalat mendekat ke arah api, ia akan terbakar kemudian tergelincir ke dalam air. Cara ini dapat mengusir lalat buah yang suka menghampiri potongan buah segar.

    Demikian beberapa tips untuk mengusir dan membasmi lalat dari rumah. Semoga bermanfaat ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk Vs Toilet Jongkok, Mending yang Mana Ya?


    Jakarta

    Ada dua jenis pilihan toilet berdasarkan cara penggunaannya, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Setiap orang pasti punya preferensinya masing-masing saat memilih bentuk toilet.

    Namun, ternyata posisi saat buang air besar (BAB) berpengaruh terhadap kesehatan dan kelancaran BAB, lho. Tentunya, kedua toilet ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Dari segi model hingga pengaruh terhadap kelancaran dan kesehatan bisa jadi pertimbangan kamu. Dikutip dari Alodokter, Jumat (4/10/2024), yuk, simak penjelasannya berikut ini,


    Toilet Duduk

    Ilustrasi toilet Toilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya/Foto: Thinkstock

    Kelebihan Toilet Duduk

    – Desain Modern dan Mewah

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah-rumah yang baru dibangun karena merepresentasikan tingkat modernitas rumah tersebut.

    Dibanding toilet jongkok yang terkesan lebih kuno, toilet duduk punya perkembangan yang lebih masif. Buktinya, kini hadir toilet duduk smart toilet yang serba otomatis.

    – Nyaman Digunakan

    Bagi sebagian orang, toilet duduk lebih nyaman dipakai. Khususnya bagi lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita cedera lutut.

    – Mudah Dipakai

    Dibanding toilet jongkok, toilet duduk lebih mudah digunakan karena kita tidak perlu repot menyiram kotoran bekas BAB dengan air gayung. Cukup satu sentuhan, kotoran akan bersih.

    Kekurangan Toilet Duduk

    – Lebih Mahal

    Harga toilet duduk lebih mahal ketimbang toilet jongkok. Apalagi untuk jenis toilet pintar alias smart toilet.

    – Kurang Sehat

    Berdasarkan penelitian, BAB menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar daripada toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB dan duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Selain itu, penggunaan toilet duduk bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit. Soalnya, kulit akan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri E.coli dan Shigella atau virus hepatitis A dan norovirus.

    Toilet Jongkok

    PT KAI membenahi toilet Stasiun GambirToilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya Foto: Dina Rayanti-detikFinance

    Kelebihan Toilet Jongkok

    – Lebih Murah

    Harga toilet jongkok lebih murah dibanding dengan toilet duduk.

    – Lebih Sehat

    Menggunakan toilet jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses BAB.

    Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih relaks. Dengan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja bisa keluar lebih maksimal.

    Sedangkan, pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa mengganggu kelancaran BAB.

    Penelitian lain menyebutkan, BAB menggunakan toilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan otot panggul.

    Kekurangan Toilet Jongkok

    – Modelnya Kuno

    Karena sudah ada sejak zaman dahulu, toilet jongkok dianggap kuno dan perkembangan modelnya pun tak semasif toilet duduk.

    – Kurang Nyaman

    Dianggap kurang nyaman digunakan karena dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha.

    Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis

    Jadi, kamu pilih toilet duduk atau toilet jongkok?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menghilangkan Bau Tak Sedap Pada Rumah Tua


    Jakarta

    Memiliki rumah tua sering kali membawa tantangan tersendiri, salah satunya adalah bau apek yang tak kunjung hilang. Aroma khas ini biasanya timbul dari kelembapan, debu, hingga sisa-sisa bahan bangunan yang sudah menua.

    Tidak hanya mengganggu kenyamanan, bau ini juga bisa menciptakan kesan kurang bersih di dalam rumah. Tapi jangan khawatir, dengan beberapa langkah sederhana dan bahan yang mudah didapat, kamubisa menghilangkan bau tak sedap ini dan mengembalikan suasana segar di rumah kamu.

    Beri Pencahayaan Ruang untuk Matahari

    Melansir Everyday Old House, pada (27/10/2024), buka tirai dan jendela agar udara segar dapat masuk dan tidak ada udara yang terkurung di dalam ruangan, kunci utamanya adalah meningkatkan sirkulasi udara ke seluruh bagian rumah, termasuk sudut-sudut dan celah rumah tua.


    Buka semua jendela dan pintu berjeruji, serta nyalakan kipas angin untuk menciptakan aliran udara yang menembus setiap sudut rumah.

    Membuka rumah bukan hanya memberi kesempatan udara segar untuk bersirkulasi dan mengeringkan area lembap, tetapi juga memungkinkan sinar matahari masuk.

    Sinar UV dari matahari bertindak sebagai disinfektan alami dan memberikan panas kering tambahan yang membantu menghilangkan aroma khas rumah tua.

    Identifikasi Sumbernya

    Memahami penyebab bau pada rumah lama sangat penting untuk benar-benar menghilangkannya, tentu saja lebih mudah menyingkirkan sumber bau daripada sekadar menutupinya dengan wewangian lain, tapi ini sering kali lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

    Lakukan pemeriksaan menyeluruh di ruang bawah tanah dan loteng untuk mendeteksi adanya kebocoran atau jamur, pastikan kamu memeriksa bagian bawah setiap wastafel, keran, dan pipa di rumah untuk mencari tanda-tanda kebocoran.

    Jika menemukan masalah, segera lakukan perbaikan, bila kamu masih kesulitan menemukan sumber bau, pertimbangkan untuk memanggil tenaga ahli. Apabila aroma apek tercium di rumah, sebaiknya hubungi tukang ledeng untuk memeriksa kondisi pipa lama yang mungkin mengalami kebocoran.

    Hilangkan Kelembapan

    Selain membiarkan udara segar dan sinar matahari masuk, jika rumah kamu terasa lembap, pertimbangkan untuk menggunakan satu atau dua dehumidifier.

    Biarkan dehumidifier ini menyala untuk menghilangkan kelembapan berlebih dari udara, yang dapat memicu pertumbuhan jamur, dan untuk membantu mengeringkan area rumah lebih lanjut.

    Tempatkan di area yang cenderung lembap, seperti ruang bawah tanah, ruangan sempit, atau kamar mandi. Ingat, dehumidifier memerlukan ruang yang cukup agar aliran udara tidak terhambat, jadi hindari meletakkannya terlalu dekat dengan furnitur atau dinding.

    Basmi Jamur

    Jamur tidak hanya menjadi penyebab utama bau pada rumah tua, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan lingkungan.

    Jamur dapat memperburuk alergi serta masalah pernapasan seperti asma, dan bahkan menyebabkan infeksi serius pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati saat membersihkan jamur.

    Sebagai aturan, jika kamu menemukan area jamur lebih dari 10 kaki persegi, atau menduga ada jamur tersembunyi atau beracun, sebaiknya hubungi profesional untuk penanganan lebih lanjut.

    Jika kamu memutuskan untuk membersihkannya sendiri, bacalah terlebih dahulu panduan singkat dari Environmental Protection Agency atau EPA tentang Jamur dan Kelembapan di rumah untuk memahami cara aman menangani jamur di rumah kamu.

    Bersihkan Karpet dan Furnitur

    Kain berpori, seperti serat karpet dan pelapis jendela, cenderung menyimpan bau. Ini termasuk aroma tembakau, noda hewan peliharaan, tumpahan yang tidak dibersihkan dengan baik, bahkan muntahan.

    Sayangnya, karpet dan kain pelapis dapat menyerap bau tersebut dalam waktu yang sangat lama. Untungnya, ada beberapa cara untuk mengatasi sumber bau pada kain di rumah.

    Untuk pembersihan ringan, taburkan soda kue pada area yang terkena, biarkan semalaman untuk menyerap bau, lalu bersihkan dengan penyedot debu keesokan harinya. Alternatif lainnya, kamu bisa menyemprotkan campuran cuka putih dan air pada jok.

    Jika kamu membutuhkan pembersihan yang lebih menyeluruh dan kemungkinan besar kamu akan membutuhkannya, pertimbangkan untuk membeli atau menyewa pembersih karpet, atau serahkan tugas tersebut kepada profesional dengan menyewa jasa pembersihan.

    Atau mungkin solusi terbaik adalah melepas karpet, menurunkan dekorasi jendela, dan menggantinya sepenuhnya.

    Jika kamu cukup beruntung tinggal di rumah tua, kamu mungkin menemukan kejutan menyenangkan berupa lantai kayu keras yang indah yang tersembunyi di bawah karpet tersebut.

    Perhatikan Sistem HVAC

    Saluran udara, pipa, ventilasi, dan komponen lain dari sistem pemanas dan pendingin kamu mengumpulkan debu dan kotoran selama bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur.

    Kemungkinan besar, pemilik sebelumnya tidak merawat sistem HVAC mereka dengan baik. Jika sumber bau pada rumah tua berasal dari sistem HVAC kamu, ini bisa membuat baunya semakin parah kamu bisa tanpa sadar menyebarkan bau tersebut ke seluruh rumah kamu.

    Tergantung pada jenis sistem HVAC yang kamu miliki, kamu mungkin perlu mengganti filter udara. Filter udara berfungsi untuk menyaring kontaminan di dalam rumah kamu.

    Filter ini bisa saja tersumbat dan dipenuhi oleh hal-hal yang menyebabkan bau rumah tua. Setelah mengganti filter, pastikan untuk membuat jadwal pemeliharaan agar penggantian filter dilakukan secara rutin.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 3 Jenis Jamur yang Tumbuh di Area Lembap dan Infeksi yang Ditimbulkan


    Jakarta

    Udara lembap saat hujan dapat memicu pertumbuhan jamur di sudut-sudut bangunan atau rumah. Jamur ini bukan hanya merusak tampilan bangunan, melainkan juga membawa penyakit bagi penghuninya.

    Bentuk jamur yang muncul di area lembap di rumah seperti noda berwarna. Jamur yang menghasilkan spora dapat menyebar dengan cara melayang di udara. Spora jamur terdapat di setiap tempat sehingga kemungkinan jamur berkembang di dalam rumah yang lembap sangat mungkin terjadi.

    Noda jamur ini bisa berwarna hitam, putih, hijau, hingga kecoklatan. Jamur yang tumbuh di tempat lembap ini juga tidak hanya satu jenis, melainkan ada banyak macamnya. Untuk lebih jelasnya, Melansir dari Medical News Today, Rabu (6/11/2024), berikut jenis jamur yang biasa tumbuh di tempat yang lembap.


    Jenis Jamur yang Muncul di Rumah

    Spora jamur dapat tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat. Ketika mereka mendarat di tempat yang lembap, mereka lebih mudah untuk tumbuh. Medianya pun tidak pandang bulu, bisa di kain, kertas, kayu, kaca, plastik, hingga beton.

    Untuk jenis jamur yang biasa ditemukan di rumah, sebagai berikut.

    – Cladosporium: Tumbuh di daerah sejuk atau hangat. Media yang kerap menjadi sasaran jamur ini adalah kain dan permukaan kayu.

    – Aspergillus: Tumbuh di dalam ruangan, pada benda yang berdebu, makanan berbentuk tepung, dan bahan bangunan. Dinding yang terlalu kering juga bisa ditumbuhi jamur ini.

    – Penicillium: Tumbuh pada bahan yang rusak karena air. Seringkali memiliki penampilan biru atau hijau.

    Tempat Munculnya Jamur

    Daerah yang disukai oleh jamur adalah tempat yang lembap seperti bekas kebocoran, area yang pernah terendam banjir, sudut-sudut jendela, kamar yang lama sudah tertutup, garasi yang jarang dibuka, kamar mandi, di bawah bak cuci piring, sekitar wastafel dan WC, dinding, plafon, dan masih banyak lagi.

    Penyakit yang Disebabkan karena Jamur

    Seperti yang disebut sebelumnya, jamur yang muncul di area bekas lembap dapat menyebabkan beberapa penyakit. Efek dari jamur ini akan lebih berbahaya bagi penghuni yang memiliki riwayat alergi jamur dan sesak napas. Berikut penjelasannya.

    1. Alergi

    Seseorang yang sensitif atau alergi terhadap partikel yang berhubungan dengan jamur dapat bereaksi saat spora jamur tersebut terhirup. Gejala alergi ini diikuti dengan demam, hidung yang gatal, tenggorokan yang gatal, bersin, mata berair, dan masih banyak lagi. Ada pula alergi yang menyerang kulit yang dapat menyebabkan kemerahan dan rasa gatal.

    2. Masalah Pernapasan

    Saat jamur tumbuh, spora, sel, pecahan, dan senyawa organik yang tidak stabil dapat masuk ke udara. Mereka dapat menghasilkan alergen, iritasi, dan mikotoksin.

    Orang yang memiliki riwayat alergi jamur dan asma memiliki peluang lebih tinggi terkena serangan asma bila tinggal di rumah yang ditumbuhi jamur. Selain itu, bisa pula menyebabkan pneumonitis hipersensitivitas, sejenis peradangan paru-paru.

    3. Terganggunya Sistem Kekebalan Tubuh

    Kebanyakan orang dapat menghirup spora jamur ini tanpa menjadi sakit. Namun, orang yang sistem kekebalannya lemah atau memiliki penyakit paru-paru dapat terinfeksi. Salah satunya adalah penyakit jamur Aspergillus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang dikenal sebagai aspergillosis.

    4. Peradangan

    Jamur dapat memicu produksi mikroba dan bakteri. Paparan bakteri ini dapat memicu respons peradangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Jamur Bukan Hanya Tumbuh saat Lembab, tapi Juga Suhu Panas



    Jakarta

    Jamur adalah masalah rumah tangga umum yang muncul pada tempat basah dan berventilasi buruk. Jamur menyebar melalui spora kecil yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Spora ini dapat ditemukan di dalam dan luar ruangan, serta ketika kondisinya tepat, jamur dapat mulai tumbuh dan berkembang biak.

    Jamur dapat tumbuh dan berkembang biak pada suhu yang lembap atau panas, simak pembahasan berikut untuk mengetahui dan mencegah di suhu berapa jamur dapat tumbuh.

    Pertumbuhan Jamur pada Suhu Dingin

    Melansir Union Restoration, pada (19/11/2024), jamur dapat tumbuh di berbagai suhu, namun ada kisaran suhu optimal untuk jamur tumbuh, yaitu sekitar 20 derajat celcius dan 86 derajat celcius. Namun faktanya, beberapa spesies jamur dapat tumbuh subur di suhu rendah yaitu 0 derajat celcius.


    Area dengan insulasi yang buruk atau bagi kamu yang tidak memiliki pemanas berhati-hatilah, karena hal ini dapat menciptakan titik dingin pada tempat jamur untuk bisa tumbuh subur. Tempat-tempat seperti ini biasanya ditemukan di banyak tempat, termasuk loteng dan ruangan yang sempit.

    Jika kamu menduga terdapat masalah jamur pada rumah, maka penting bagi kamu untuk segera mengambil tindakan untuk membasminya sebelum kamu menghadapi masalah kesehatan termasuk masalah pernapasan, alergi, serta infeksi.

    Pertumbuhan Jamur pada Suhu Panas

    Walaupun jamur lebih suka suhu sedang untuk pertumbuhannya, namun nyatanya jamur juga dapat bertahan di suhu panas. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena suhu tinggi saja tak dapat menghilangkan potensi pertumbuhan jamur.

    Jamur dapat berkembang biak pada suhu yang mencapai 49 derajat celcius, jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan kebanyakan orang. Namun, harus diperhatikan bahwa suhu yang sangat tinggi dapat memperlambat pergerakan pertumbuhan jamur.

    Ini merupakan salah satu alasan betapa penting untuk menjaga suhu rumah kamu pada tingkat sedang dan menghindari area yang terlalu panas atau dingin. Faktor-faktor lain seperti tingkat kelembapan, kadar air, dan bahan substrat juga berkontribusi terhadap pertumbuhan jamur.

    Dengan mengatasi faktor ini secara terpadu, kamu bisa menciptakan lingkungan yang kurang mendukung perkembangbiakan jamur dan menjaga ruang hidup yang jauh lebih sehat. Merawat dan membersihkan sistem HVAC pada rumah secara rutin dan memperbaiki kebocoran atau kerusakan akibat air dengan cepat juga dapat mencegah pertumbuhan jamur.

    Tingkat Kelembapan

    Kelembapan adalah faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan jamur, yang cenderung tumbuh pada tempat yang memiliki kelembapan tinggi, biasanya di atas 60% kelembapan relatif.

    Terdapat beberapa contoh kelembapan yang memengaruhi jamur untuk berkembang biak, seperti kamar mandi dan dapur. Kamar mandi merupakan ruangan yang memiliki tingkat kelembapan yang cenderung tinggi, karena terdapat pancuran bak mandi, serta wastafel.

    Sementara itu pada bagian dapur jamur tumbuh karena uap yang dihasilkan meningkatkan tingkat kelembapan pada dapur. Uap dapat terkumpul di permukaan, yang dapat menyebabkan pertumbuhan koloni jamur, apalagi jika tidak ada ventilasi yang memadai, karena hal itu dapat menyebabkan pertumbuhan jamur pada ubin, dinding, dan langit-langit.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Handuk Harus Sering Dicuci, Berapa Kali Pakai Menurut Ahli?



    Jakarta

    Handuk adalah kain yang digunakan untuk mengeringkan tubuh, sehingga dalam keadaan basah dan bersentuhan dengan kulit. Nah, ternyata handuk harus sering dicuci agar tetap bersih dan tidak bau apak, lho.

    Untuk menjaganya tetap bersih, kamu perlu mencucinya secara rutin. Jangan sampai lupa ganti handuk hanya karena sudah kering atau terlihat bersih.

    Lantas, seberapa sering handuk harus dicuci?


    Dikutip dari Real Simple, menurut ahli laundry dan mantan ilmuwan utama Tide & Downy Mary Johnson, handuk harus sering dicuci. Biasanya, handuk yang digunakan untuk mandi dapat digunakan 3-4 kali, dalam keadaan normal sebelum akhirnya dicuci. Adapun maksud dari keadaan normal yaitu setelah handuk dipakai, handuk dibiarkan hingga kering lagi.

    Jika Anda lupa sudah berapa kali menggunakan handuk, Johnson mengatakan indikator yang baik adalah bau apak dari handuk.

    “Bau dapat disebabkan oleh jamur yang tidak terlihat oleh mata telanjang, tetapi tidak dengan hidung kita,” kata Mary Johnson dikutip dari Real Simple.

    “Jika handuk Anda terlihat bersih tetapi masih berbau tidak sedap, berarti handuk tersebut tidak benar-benar bersih,” tambahnya.

    Johnson juga menjabarkan alasan kenapa handuk harus sering dicuci. Sebab, handuk bisa menjadi tempat berkembangnya kuman hingga bakteri.

    “Tubuh kita terus menerus memproduksi keringat, garam, sebum, dan sel-sel kulit, dan sebagian besar dapat berpindah ke handuk (ketika digunakan),” katanya.

    “Belum lagi adanya kotoran dan kotoran tubuh lainnya yang dapat menumpuk seiring berjalannya waktu, antara lain lendir, ketombe, riasan, dan sisa-sisa produk kecantikan. Hal tersebut akan tumbuh subur di kamar mandi yang gelap dan beruap, sehingga handuk Anda sangat rentan terhadap penumpukan bakteri,” lanjutnya.

    Handuk yang kotor, kata Johnson, bisa membuat penggunanya berisiko terkena jerawat bahkan infeksi.

    Sebagai informasi, apabila Anda menggunakan handuk untuk mengeringkan tangan, sebaiknya handuk tersebut dicuci 2 hari sekali. Sementara itu, untuk handuk pantai sebaiknya dicuci setiap kali selesai digunakan. Apabila di rumah Anda ada anggota keluarga yang sakit, sebaiknya handuk selalu dicuci untuk mencegah penyebaran bakteri.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Basmi Kutu Putih agar Tidak Merusak Tanaman


    Jakarta

    Kutu putih adalah hama yang tidak sulit ditemukan pada tanaman. Tanaman yang terinfeksi serangga ini bisa menjadi rusak, pertumbuhannya terhambat, bahkan mati.

    Kutu putih menyebabkan kerusakan tanaman dengan menghisap sari inangnya. Akibatnya, muncul residu putih pada bagian tanaman tertentu.

    Serangan serangga ini harus dihentikan agar tanaman tidak semakin rusak. Berikut cara mengusir kutu putih pada tanaman.


    Cara Basmi Kutu Putih pada Tanaman

    Dilansir laman The Spruce dan Martha Stewart, berikut sederet cara mengusir kutu putih di tanaman dan mencegahnya kembali:

    1. Siram Kutu Putih

    Jika menghadapi serangan ringan kutu putih, detikers dapat menyiram tanaman dengan air untuk menyingkirkannya. Bagian tanaman yang terserang dapat diletakkan di bawah pancuran air keran. Pastikan menyiram bagian atas dan bawah tanaman atau daun yang terinfeksi.

    Cara ini hanya dapat membasmi kutu putih secara sementara. Lakukan cara ini setiap kali kutu putih kembali.

    2. Semprotkan Cairan DIY

    Cairan dengan bahan bawang bombay, bawang putih, dan bubuk cabai rawit dapat dimanfaatkan untuk mengusir kutu putih. Bahan-bahan ini dihaluskan dengan blender hingga konsistensinya menjadi pasta dan tambahkan air sekitar 1 liter. Selanjutnya campuran didiamkan selama 1 jam.

    Setelah itu, larutan disaring dengan kain tipis dan ditambahkan sabun cuci piring cair kemudian diaduk rata. Cairan ini dapat dimasukkan ke dalam botol untuk disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang kutu putih.

    Ulangi proses penyemprotan setelah beberapa hari sesuai kebutuhan. Larutan DIY (do-it-yourself) atau buatan sendiri ini dapat disimpan dalam kulkas dan bertahan hingga 1 minggu.

    3. Semprotkan Larutan Minyak Nimba

    Minyak nimba termasuk insektisida organik yang efektif membasmi kutu putih. Untuk memanfaatkannya, campurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air. Campuran diaduk rata dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

    Larutan minyak nimba ini dapat disemprotkan ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Serangga itu tidak terlalu aktif pada waktu tersebut.

    Zat alami dalam minyak nimba bisa memengaruhi kemampuan makan, pertumbuhan, dan perkembangan kutu putih. Ulangi menyemprotkan cairan minyak nimba setelah 1-2 minggu jika serangan kutu putih masih berlanjut.

    4. Sebarkan Serangga Predator

    Sejumlah serangga dapat membunuh kutu putih secara alami, antara lain tawon parasitoid (Leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri. Apabila tanaman yang terletak di halaman atau rumah kaca terserang kutu putih, menyebarkan serangga-serangga tersebut termasuk alternatif cara membasminya.

    Cara ini termasuk alami, tapi membutuhkan waktu cukup lama. Cara ini juga tidak direkomendasikan untuk serangan kutu putih yang parah.

    5. Pangkas Sebagian Tanaman

    Jika terinfeksi kutu putih cukup berat, bagian tanaman yang terserang dapat dipangkas. Setelah itu, buang potongannya tersebut segera karena kutu putih dapat mengenai bagian tanaman lain. Cara ini termasuk cara bagus untuk membasmi kasus serangan kutu putih tanaman yang parah.

    Penyebab Kutu Putih pada Tanaman

    Serangan kutu putih pada tanaman dapat terjadi karena serangga tersebut tertarik dengan:

    • Tanaman yang kaya akan sari buah seperti pohon jeruk dan mangga. Tanaman ini dapat menjadi bahan makanan kutu putih.
    • Tanaman dengan kadar nitrogen tinggi dan pertumbuhannya lunak.

    Menyiram dan memberi pupuk terlalu banyak dapat memunculkan kutu putih pada tanaman. Infeksi kutu putih dapat menyebar ke tanaman lain. Karenanya, jauhkan tanaman yang terserang dari tanaman lain.

    (azn/row)



    Sumber : www.detik.com