Tag: infeksi pernapasan

  • Ini Biang Kerok Jamur Tumbuh di Kamar Mandi


    Jakarta

    Salah satu musuh di kamar mandi adalah jamur. Ya, kamar mandi yang identik dengan kelembapan tentu menjadi tempat yang rawan ditumbuhi jamur.

    Meski terkesan sepele, jamu nggak boleh dibiarkan, lho. Sebab, jamur bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti alergi, iritasi, hingga infeksi pernapasan.

    Belum lagi, permukaan yang ditumbuhi jamur bisa rusak. Misalnya jamur tumbuh di laci kayu bisa membuat bahannya jadi lapuk.


    Nah, kira-kira apa yang menyebabkan jamur tumbuh di kamar mandi ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Jamur Tumbuh di Kamar Mandi

    Dilansir dari Real Simple, jamur tumbuh di tempat yang ada kelembapan dan bahan organik. Kelembapan yang bertahan selama 24-48 jam dapat menyebabkan pertumbuhan mikroba di kamar mandi.

    Inilah beberapa situasi spesifik yang dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya jamur di kamar mandi.

    1. Kurang Ventilasi

    Penyebab paling umum dari masalah jamur adalah kurangnya ventilasi. Kalau kamu tidak punya kipas ventilasi, uap air akan terjebak di udara, dinding, dan ubin, sehingga menciptakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk tumbuh.

    2. Kebocoran

    Kebocoran air juga meningkatkan pertumbuhan jamur. Bukan hanya keran yang menetes, tetapi juga pipa bocor di bawah meja rias atau di dalam dinding yang perlahan-lahan dapat meneteskan air tanpa disadari.

    3. Kurang Bersih

    Jika kamar mandi tidak dibersihkan secara teratur, akan tercipta lingkungan yang cocok buat jamur berkembang biak. Penumpukan bahan organik bertindak sebagai sumber makanan, yang memungkinkan pertumbuhan mikroba setelah masalah kelembapan.

    Jamur bisa tumbuh kalau tidak membersihkan permukaan kamar mandi untuk menghilangkan partikel. Contohnya tidak mencuci keset kamar mandi, tirai kamar mandi, dan bahan kain lainnya yang dapat dicuci dengan mesin. Kemudian, penggunaan sabun atau produk yang meninggalkan residu juga membuat kamar mandi tetap kotor.

    4. Masalah Ubin

    Ubin yang tidak sejajar dan nat yang retak atau tidak tertutup rapat dapat menciptakan celah untuk air tergenang. Lalu, bahan organik dapat terperangkap, sehingga memicu pertumbuhan jamur.

    5. Membiarkan Basah

    Membiarkan handuk, bak mandi, atau ubin tetap basah, meningkatkan potensi jamur buat tumbuh. Sebaiknya bersihkan ubin dengan alat pembersih kaca, memisahkan tirai dan pelapis kamar mandi setelah digunakan, dan menggantung handuk serta keset kamar mandi agar kering.

    Itulah beberapa penyebab jamur tumbuh di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Perabotan yang Jangan Dibeli dalam Kondisi Bekas, Ini Akibatnya


    Jakarta

    Membeli barang bekas terutama barang rumah tangga, banyak sekali keuntungannya. Mulai dari mendapatkan barang yang masih bagus tetapi dengan harga yang murah, bisa lebih hemat dalam berbelanja, dan biasanya cukup banyak pilihannya.

    Sensasi saat membeli barang bekas juga tidak kalah seru ketika membeli barang baru. Pembeli tetap perlu jeli terhadap barang yang akan dibeli. Labelnya sebagai barang yang sudah dipakai, tentu ada kemungkinan terdapat kecacatan produk. Semakin banyak cacatnya, biasanya harga yang ditawarkan akan semakin murah. Jangan terlalu cepat tergiur dari harganya, pembeli perlu memikirkan keselamatan saat menggunakannya dan apakah memungkinkan untuk diperbaiki.

    Di luar itu, ada beberapa barang bekas yang memang tidak bisa dipakai lagi, baik kondisinya masih bagus atau rusak. Sebab, barang-barang tersebut memang hanya baik untuk dipakai sekali. Mau alasan apa pun, sebaiknya jangan mengincar barang-barang tersebut di toko barang bekas.


    Dilansir House Beautiful berikut daftar perabotan yang sebaiknya tidak dibeli di tempat barang bekas.

    1. Barang Elektronik

    Barang elektronik seperti TV, mesin cuci, kipas angin, AC, hingga oven biasanya dijual dengan harga yang mahal. Orang-orang yang sedang membeli banyak perabotan sekaligus membutuhkan suatu alternatif. Salah satunya dengan membeli barang bekas untuk menekan pengeluaran.

    Sebelum memutuskan membeli, ketahui dahulu risikonya. Barang elektronik yang berada di tempat bekas biasanya kondisinya tidak begitu bagus. Pembeli juga tidak tahu usia pemakaian barang tersebut pada saat itu. Barang elektronik yang telah lama tidak digunakan bisa menjadi tempat tinggal bagi serangga dan hama. Selain itu, kebanyakan toko barang bekas kondisinya berantakan dan banyak sekali debu. Sebelum memutuskan membeli, lebih baik pertimbangkan akan kebersihan dan kualitas pemakaiannya.

    Jangan sampai setelah membelinya, barang tersebut rusak dan perlu diperbaiki lagi dengan harga yang sama mahalnya dengan barang baru.

    2. Perabotan Bongkar Pasang

    Saat ini sudah banyak produk yang dijual dalam bentuk bisa dibongkar dan dipasang sendiri. Hal ini untuk menghemat ruang ketika pengiriman dan menghindari kerusakan ketika pengiriman. Contoh barang bongkar pasang adalah lemari dan rak.

    Barang seperti ini ternyata sebaiknya dibeli dalam keadaan baru, bukan bekas. Hal ini dikarenakan beberapa material bongkar pasang memiliki kualitas yang rendah sehingga mudah sekali rusak. Sebagai contoh lemari dari kayu yang dicampur dengan material lainnya, mudah sekali rusak apabila terkena air dan kelembapan. Selain itu, bisa pula ada beberapa bagian dari barang tersebut hilang sehingga ketahanannya tidak menjamin dapat dipakai lama.

    3. Kasur

    Banyak kasur dibuang karena kondisinya yang tidak lagi layak seperti pernya muncul, besi kerangka timbul, atau bentuknya yang sudah tidak nyaman digunakan. Selain itu, ada pula kasur yang dibuang karena sudah terendam banjir. Biasanya tanda-tandanya adalah terdapat berkas air di permukaannya.

    Oleh karena itu, membeli kasur di tempat bekas tidak disarankan karena kondisinya yang tidak bersih lagi untuk digunakan. Memakai kasur yang kotor justru dapat menimbulkan masalah baru bagi kesehatan seperti gatal, infeksi pernapasan, hingga alergi. Kasur bekas yang telah dibersihkan juga tidak akan menjamin aman digunakan.

    4. Sofa dan Kursi Berlapis Kain

    Barang lainnya yang sebaiknya tidak dipakai apabila kondisinya bekas adalah sofa dan kursi yang berlapis kain. Hal ini dikarenakan bahan yang lembut tersebut apabila tidak dijaga kebersihannya bisa menjadi sarang kutu busuk. Hama satu ini dapat menggigit manusia dan membuat gatal.

    5. Karpet

    Sama seperti pertimbangan saat membeli sofa dan kasur, karpet juga bisa menjadi sarang hama, kutu, dan noda yang sulit dibersihkan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com