Tag: insektisida

  • Tips Merawat Tanaman Anti Hama agar Subur Sepanjang Waktu



    Jakarta

    Tanaman hias maupun tanaman pangan di rumah bisa saja tumbuh subur, tapi ancaman hama sering kali jadi musuh utama yang bikin kesal. Mulai dari serangga, tikus, hingga kelelawar bisa merusak hasil perawatan tanaman yang sudah dilakukan dengan susah payah.

    Supaya tanaman tetap sehat dan tumbuh maksimal sepanjang tahun, penting untuk melakukan pencegahan sejak awal. Berikut beberapa tips praktis merawat tanaman agar bebas hama dan tetap subur dari waktu ke waktu.

    1. Pasang Pembatas Fisik

    Dilansir dari Real Simple, salah satu cara paling efektif menghindari hama adalah dengan memasang pagar pembatas, terutama dari kawat. Langkah ini berguna untuk mencegah masuknya hewan-hewan kecil seperti kelinci, tupai, atau bahkan hewan liar lain yang bisa mencuri buah atau merusak daun.


    Jika kamu punya pohon buah, bungkus buahnya dengan plastik atau jaring pelindung untuk mencegah gangguan dari kelelawar atau burung pemakan buah.

    2. Gunakan Tanaman Jebakan

    Menanam tanaman jebakan atau tanaman pengalih bisa jadi strategi cerdas. Misalnya, jika kamu menanam tomat, tanam juga bunga nasturtium di sekitarnya. Serangga lebih cenderung tertarik pada nasturtium dibandingkan tomat, sehingga tanaman utama bisa tetap aman.

    3. Waspadai Genangan Air

    Air yang menggenang bisa jadi sarang nyamuk dan mempercepat penyebaran penyakit di taman. Pastikan area di sekitar pot, talang air, dan bahkan kandang burung tetap kering dan bersih. Pot yang menampung air hujan juga perlu dikuras secara rutin.

    Selain nyamuk, lingkungan yang terlalu lembap juga bisa memicu jamur dan mempercepat kerusakan akar tanaman.

    4. Tanam Tanaman Asli Daerah Setempat

    Menurut Profesor John Tooker dari Departemen Entomologi Penn State, menanam spesies tanaman lokal bisa memperkuat ekosistem alami di taman rumah. Tumbuhan lokal akan menarik serangga asli yang lebih stabil dan cenderung membawa predator alami yang bisa membantu mengendalikan hama secara alami.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari pemakaian insektisida, kecuali jika sudah tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    Dengan kombinasi teknik fisik dan pendekatan ekosistem alami, kamu bisa menjaga taman tetap sehat dan subur tanpa tergantung pada bahan kimia. Mulai dari langkah sederhana seperti memasang pagar hingga menanam bunga pengalih serangga, semua bisa dilakukan secara bertahap.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Membasmi Semut Merah dari Rumah Biar Nggak Balik Lagi


    Jakarta

    Keberadaan semut merah di rumah cukup mengganggu. Mengusir semut merah bisa dilakukan untuk mengurangi gangguanya. Gigitan semut merah terkenal suka menggigit dan agresif bila terusik.

    Tak hanya itu, semut merah juga suka menggerogoti barang serta furnitur hingga membuatnya rusak. Nah, buat kamu yang sudah tak tahan dengan keberadaan semut merah di rumah. Berikut beberapa tips ampuh yang bisa kamu lakukan untuk mengusir semut merah.

    Melansir dari dari Homes and Gardens, Senin (8/01/2024) berikut cara mengusir semut merah di rumah dengan mudah.


    Gunakan Tepung Maizena

    Cara pertama untuk mengusir semut merah dari rumah adalah dengan menaburkan tepung maizena. Selain dijadikan bahan untuk membuat kue, ternyata tepung maizena juga bisa mengusir semut merah. Kamu dapat mendapatkan bahan ini di toko terdekat dengan harga yang cukup terjangkau.

    Untuk menggunakannya, kamu hanya perlu menaburkan tepung maizena di atas semut merah jika melihatnya hingga semut tidak bisa akan bergerak. Setelah semut berhenti merangkak, cukup gunakan penyedot debu atau sapu untuk membersihkan semut dan sisa tepung maizena.

    Membuat Pestisida Alami dengan Minyak Mimba

    Jika memakai tepung maizena cukup merepotkan, kamu bisa menggunakan minyak mimba. Minyak mimba merupakan insektisida alami yang berasal dari biji pohon mimba (Azadirachta indica).

    Pestisida alami yang dapat digunakan untuk memerangi berbagai hama, termasuk semut, sekaligus melindungi tanaman dan perabotan di rumah. Kamu bisa menemukan bahan ini di marketplace dengan nama neem oil atau minyak mimba. Kita hanya perlu mengencerkannya dengan air lalu memasukkannya ke botol semprot lalu menyemprotkannya ke arah semut merah.

    “Minyak mimba tanpa campuran akan lebih efektif untuk melawan semut merah,” ujar editor kebun untuk Homes & Gardens, Rachel Crow.

    Gunakan Baking Soda dan Gula

    Bahan alami selanjutnya untuk mengusir semut merah adalah baking soda dan gula. Dengan mencampurkan baking soda dan gula dapat membasmi semut merah secara ampuh. Campurkan saja soda kue dan gula bubuk dengan perbandingan yang sama, lalu tempatkan campuran tersebut di sekitar rumah, tepatnya di mana tempat semut merah paling aktif. Dengan campuran ini, semut merah akan tertarik pada bau manis dari gula, lalu membawa bubuk itu kembali ke koloninya, dan setelah tertelan, semut-semut akan mati.

    Gunakan Obat Pengusir Serangga

    Jika pestisida buatan sendiri tidak manjur membunuh semut merah, pertimbangkan untuk menggunakan repellent atau obat pengusir serangga yang tersedia di pasaran. Namun, jika tinggal dalam rumah dengan anak kecil, orang dengan masalah pernapasan kesulitan seperti asma, atau hewan peliharaan, obat pengusir serangga ini bisa berbahaya. Jadi, gunakan dengan sangat hati-hati sesuai petunjuk penggunaan.

    Demikian tips membasmi semut merah dari rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Lindungi Tanaman di Rumah dari Hama, Mudah!


    Jakarta

    Adanya hama bisa membuat tanaman kamu rusak atau bahkan mati. Tentunya kamu nggak mau kan hal itu terjadi?

    Nah, sebaiknya sebelum menanam tanaman, kamu simak tips beberapa berikut ini untuk menghindari hama yang merusak tanaman. Berikut ini beberapa tipsnya.

    Pasang Pembatas

    Dilansir dari Real Simple, Minggu (7/7/2024), kamu bisa memasang pagar pembatas dari kawat untuk mencegah serangga yang lebih besar, tupai, atau bahkan kelinci yang mau memakan tanaman kamu. Jika kamu memiliki pohon buah, bungkus buah dengan plastik agar tidak dimakan oleh hewan lainnya, misalnya seperti kelelawar.


    Pasang Tanaman Jebakan atau Penghalang

    Kamu bisa membuat jebakan seperti menanam tanaman lain di dekat tanaman kamu. Misalnya, jika kamu memiliki tanaman tomat, kamu bisa menanam bunga nasturtium di dekatnya. Dengan demikian, kumbang atau serangga lainnya akan lebih tertarik ke bunga nasturtium dibandingkan tomat.

    Perhatikan Genangan Air

    Adanya genangan air bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Jangan sampai air yang ada di kebun kamu justru menjadi rumah bagi nyamuk.

    Maka dari itu, kamu harus membersihkan genangan air yang da di taman atau kebun. Misalnya di pot tanaman, kandang burung, atau memotong semak-semak di sekitar kebun.

    Tanam Tanaman Khas Daerah Tertentu

    Menurut Profesor Departemen Entomologi Penn State, John Tooker menanam beragam spesies tanaman asli sesuai dengan daerah masing-masing bisa mendukung komunitas serangga yang kuat. Dengan adanya komunitas tumbuhan dan serangga yang beragam harus mendukung dan menyertakan predator alami yang dapat membantu mengendalikan spesies hama.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari (pemakaian) insektisida kecuali tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! ini 5 Tanda Ada Rayap di Rumah Kamu


    Jakarta

    Rayap adalah hama yang kerap memakan kayu di rumah. Serangga ini merupakan hama yang mengganggu karena dapat merusak perabotan, bahkan struktur bangunan rumah.

    Benda-benda kayu bila terus digerogoti oleh rayap, maka akan membuatnya jadi keropos dan rusak. Serangga ini juga hadir dalam jumlah yang banyak karena berkembang biak membentuk koloni.

    Jangan sampai benda-benda dan bangunan rumah kamu rusak gegara rayap. Segera kenali tanda-tanda untuk mendeteksi keberadaan rayap di rumah. Berikut ini tandanya dikutip dari US Pest pada Senin (5/8/2024).


    Tanda-tanda Ada Rayap di Rumah

    1. Struktur Benda Kayu di Rumah Mulai Berongga

    Coba ketuk permukaan kayu yang Kamu curigai sedang diserang rayap. Jika terdengar hampa, maka dapat dikatakan bahwa barang yang terbuat dari kayu sedang dimakan oleh serangga kecil namun berbahaya ini.

    Rayap tumbuh subur di lingkungan yang gelap dan lembab, artinya mereka akan mulai memakan bagian dalam bangunan kayu, bukan permukaannya. Kayu di permukaannya akan terlihat masih baik-baik saja, namun saat diketuk akan terdengar hampa karena sudah berongga akibat digerogoti oleh rayap.

    2. Cat Retak atau Robek pada Permukaan Kayu

    Rayap dapat memasuki celah terkecil sekalipun pada permukaan kayu, meninggalkan benjolan atau riak di bawah cat. Jadi, pastikan Kamu menutup semua retakan atau bukaan pada dinding serta permukaan kayu lainnya untuk menghindari serangan kutu.

    3. Terlihat Kawanan Laron

    Laron atau rayap bersayap yang sedang dalam tahap reproduksi disebut gerombolan. Mereka berkerumun untuk menciptakan koloni baru. Mereka biasanya akan muncul saat kelembaban tinggi menjelang musim penghujan. Rayap bersayap ini menyukai cahaya terang dan mudah ditemukan di dekat jendela.

    Jejak yang ditinggalkan bisa terlihat dari tumpukan sayap lepas berserakan di ambang jendela, lantai dan tempat lainnya. Laron adalah tanda pertama bahwa ada rayap di sekitar kita, dibawah tanah, di dalam tembok atau pada plafon rumah, pohon di halaman atau di rumah tetangga.

    4. Terdapat Tabung Lumpur di Dinding

    Rayap membuat tabung lumpur untuk menjaga kelembabannya saat mencari makanan. Biasanya, mereka akan mulai membuat tabung ini di kayu lembab yang biasanya ditemukan di ruang bawah tanah atau di fondasi rumah Kamu.

    Jauhkan semua bahan bekas yang dapat mereka gunakan untuk membuat tabung lumpur seperti daun-daun membusuk atau serpihan kayu dari rumah Kamu sehingga tidak menciptakan lingkungan yang ideal jadi tempat berkembang biaknya rayap.

    5. Ada Kotoran Rayap di Sekitar Rumah

    Rayap akan meninggalkan kotoran berwarna cokelat ketika melahap kayu. Kotoran ini bernama frass atau sering dikenal sebagai kotoran teter kayu.

    Biasanya ketika Kamu melihat frass, itu jadi tanda rumah kamu sudah berada pada tahap serangan rayap serius. Kamu mungkin butuh memanggil pengusir hama untuk melakukan penyemprotan insektisida di sekitar rumah.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Membasmi Rayap Biar Nggak Bersarang & Makan Kayu di Rumah


    Jakarta

    Rayap adalah serangga kecil yang kerap memakan kayu di rumah seperti pada perabotan, bahkan fondasi. Jangan biarkan rumah sampai rusak, segera basmi rayap ketika menemukan tanda-tandanya.

    Rayap menggerogoti kayu secara perlahan hingga menjadi kopong dan hancur. Jika dibiarkan, perabotan yang rapuh dan fondasi yang keropos bisa saja membahayakan penghuni rumah, lho.

    Lantas, apa yang bisa dilakukan kalau rumah terlanjur diserang rayap?


    Ayo, simak cara membasmi rayap berikut ini yang dikutip dari Southern Perimeter, Senin (5/8/2024).

    Cara Basmi Rayap di Rumah

    1. Letakkan Kamper atau Kapur Barus

    Letakkan kamper atau kapur barus di sekitar area yang terserang karena rayap tidak suka dengan bau yang menyengat dan takut pada zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus.

    Tak hanya serangga pemakan kayu tersebut, serangga lainnya seperti kecoa, kepik, dan lainnya pun jadi enggan bersarang di lemari. Selain itu, kapur barus juga berguna untuk mengurangi kelembapan pada lemari agar tidak mudah ditumbuhi oleh jamur.

    2. Tuang Larutan Garam dan Sabun

    Campuran garam dan sabun juga ampuh usir rayap agar tidak kembali ke rumah. Sebab, kedua bahan tersebut apabila dicampurkan dapat mengganggu sistem pencernaan sekaligus pernapasan rayap, sehingga akan membuatnya mati pelan-pelan. Selain itu, aroma wangi sabun juga cukup mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun bagi rayap.

    Larutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair ke dalam botol spray. Setelah itu, semprotkan pada bagian lemari, lantai, maupun perabot yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    3. Pakai Daun Salam dan Kemangi

    Daun salam dan kemangi segar memiliki aroma kuat dan cukup menusuk, di mana aroma tersebut sangat tidak disukai oleh rayap.

    Cara mengusir rayap menggunakan daun salam dan kemangi mudah dilakukan. Letakkan daun segar di dalam lemari maupun perabot,

    4. Tanam Catnip

    Catnip adalah tanaman yang bisa mengusir serangga secara alami. Tentunya, tanaman hias catnip juga akan mengusir rayap dengan baik.

    Ada banyak cara untuk menggunakan catnip dalam pengusiran rayap. Salah satunya adalah dengan menanam catnip di sekitar area yang terinfeksi rayap. Cara efektif lainnya adalah dengan mengoleskan minyak esensial beraroma catnip ke area yang terkena rayap.

    5. Tanam Mint

    Daun mint adalah salah satu pestisida alami yang bisa mengusir rayap. Bahkan permen dengan rasa mint pun memiliki aroma yang kuat. Dengan begitu, rayap tentu akan kewalahan menghadapinya.

    Mint dapat digunakan untuk mengusir rayap secara efektif, dan bukan dari bahan kimia yang berbahaya. Kamu bisa menanam pohon mint di sekitar rumah untuk mendapatkan bantuan pengusiran rayap.

    6. Tanam Rumput Vetiver

    Vetiver adalah tanaman hias yang cocok dijadikan bahan sebagai pengusir rayap. Rumput vetiver memiliki kandungan senyawa kimia yang biasa disebut nootkatone. Senyawa ini mampu menangkal rayap serta berbagai macam hama lainnya secara alami.

    7. Gunakan Insektisida

    Kimia (termisida), yang dapat diaplikasikan dalam beberapa cara yaitu melalui penyemprotan, atau pencampuran termisida dalam bentuk serbuk atau granula dengan tanah.

    Teknik penyuntikan pada bagian yang terserang rayap karena cara ini dapat membunuh rayap beserta koloni-koloninya.

    8. Tuang Asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang dapat digunakan untuk membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Efeknya cukup ampuh karena mengandung racun yang dapat mengganggu sistem pencernaan rayap. Kamu bisa memasukkan cairan asam borat ke botol semprot agar mudah diaplikasikan.

    Lakukan penyemprotan pada beberapa sudut rumah yang dijadikan sarang oleh rayap, misalnya lemari, retakan tembok, dan sebagainya sesuai kebutuhan. Cara menghilangkan rayap di kayu seperti ini termasuk ampuh dan cepat prosesnya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah Banget! Pakai 4 Bahan Alami Ini, Laba-laba di Rumah Auto Kabur


    Jakarta

    Sarang laba-laba biasanya ditemukan di sudut rumah yang jarang dibersihkan. Keberadaan laba-laba sebenarnya tidak berbahaya karena laba-laba juga jarang menyerang manusia, tetapi memang keberadaannya kerap membuat risih dan rumah terlihat kotor jika ditemukan sarang ini.

    Maka dari itu, kamu harus sering membersihkan rumah secara merata termasuk ke area celah seperti di bawah meja, di belakang lemari, di plafon, atau tempat lainnya. Cara membersihkannya pun tidak susah. Cukup ambil sarang dengan sapu atau benda padat lainnya.

    Namun, jika kamu ingin laba-laba tidak bersarang lagi di rumah, kamu bisa menggunakan bahan khusus untuk membasmihnya. Melansir dari Mirror, Jumat (26/1/2024), berikut ini bahan yang efektif untuk membasmi laba-laba di rumah.


    1. Jeruk

    Sudah menjadi rahasia umum jika aroma jeruk cukup kuat. Namun, aroma tidak membuat laba-laba takut. Hewan satu ini lebih takut dengan air dari jeruk atau lemon karena terdapat senyawa insektisida (limonene dan linalool) yang membunuh banyak hama. Caranya kamu bisa memeras air jeruk atau lemon, lalu semprotkan pada area yang kerap ditemukan laba-laba.

    2. Minyak Esensial

    Sering digunakan sebagai cairan relaksasi dan bermanfaat untuk kesehatan, tetapi minyak esensial justru ampuh ditakuti oleh hama salah satunya laba-laba. Aroma yang paling ampuh untuk basmi laba-laba adalah peppermint karena aroma ini terlalu menyengat untuk laba-laba yang memiliki indera penciuman melalui kakinya.

    Untuk membuat ramuan tersebut, kamu perlu sekitar 20 tetes minyak esensial peppermint ke dalam botol berisi air, lalu semprotkan ke setiap sudut dan celah rumahmu. Kamu juga bisa menyemprotkannya ke selimut untuk mencegah mereka naik ke tempat tidur. Karena minyak ini beracun bagi hewan peliharaan, pastikan bahwa kamu menghindari metode ini dari peliharaan Kamu.

    3. Lilin Aromaterapi Serai

    Salah satu bahan masakan yang ampuh usir laba-laba adalah serai. Tanaman ini juga ampuh mengusir serangga seperti tawon dan nyamuk. Cara penggunaannya bisa dengan menjadikannya lilin aromaterapi kemudian letakkan di dekat jendela.

    4. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki segudang manfaat, termasuk untuk membasmi laba-laba di rumah. Cuka memiliki kandungan asam asetat yang sangat sensitif bagi laba-laba. Metode ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan setengah air dan setengah cuka ke tempat laba-laba yang menyelinap masuk. Selain itu, cuka tidak memiliki efek yang berbahaya dan beracun sehingga aman untuk digunakan ketika kamu dekat hewan peliharaan.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Jurus Jitu Cegah Laba-laba Masuk Rumah Biar Nggak Banyak Sarang


    Jakarta

    Laba-laba adalah serangga kecil yang kerap kali ditemukan di rumah. Meski tidak berbahaya, ada orang-orang yang merasa terganggu kalau ada laba-laba di rumah.

    Serangga ini suka membuat sarang di sudut-sudut ruangan, sehingga rumah terlihat kotor. Lalu, ada juga orang-orang yang takut melihat laba-laba.

    Apalagi, dikhawatirkan laba-laba bisa masuk ke tubuh saat seseorang sedang tidur. Kalau kamu nggak suka ada laba-laba di rumah, kamu bisamencegahnya masuk dengan cara berikut ini, dikutip dari rac.com.au, Selasa (13/8/2024).


    Cara Cegah Laba-Laba Masuk Rumah

    1. Bersihkan dan Rapikan Rumahmu

    Laba-laba sering kali tinggal di tempat yang gelap dan hangat, jadi pastikan kamu selalu menjaga rumah tetap bersih dan rapi, termasuk area yang tersembunyi dari pandangan, seperti di belakang atau di bawah furnitur.

    2. Tambal Retakan dan Celah pada Rumahmu

    Seperti habitat pada umumnya, laba-laba akan sering bersarang pada celah-celah rumah untuk menangkap serangga kecil yang ingin masuk atau keluar dari rumah.

    3. Bersihkan Sarang Laba-Laba

    Jika kamu melihat sudah ada sarang laba-laba pada rumahmu, kamu harus langsung membersihkannya. Jika dibiarkan, laba-laba lain akan tertarik ke area yang sama untuk membuat jaringnya sendiri, sehingga populasi laba-laba di rumah kamu akan bertambah.

    4. Kurangi Pencahayaan

    Sama seperti serangga pada umumnya, laba-laba juga tertarik pada cahaya yang terang. Maka dari itu kamu harus pastikan bahwa kamu tidak menggunakan terlalu banyak sumber cahaya, terutama pada lampu di luar rumahmu.

    5. Semprotkan Minyak Peppermint

    Minyak peppermint bisa dijadikan sebagai insektisida, karena laba-laba tidak menyukai bau menyengat dari minyak peppermint. Caranya cukup dengan mencampurkan minyak peppermint dengan sedikit air hangat, lalu menyemprotkannya pada daerah yang berpotensi dijadikan sarang oleh laba-laba.

    6. Hati-Hati dengan Barang Bawaan dari Luar

    Jika kamu baru saja pulang dari perjalanan di luar rumah, sebaiknya kamu perhatikan dulu barang bawaan kamu. Laba-laba adalah serangga yang cukup gesit dan fleksibel, terkadang mereka bisa saja masuk ke dalam barang bawaan kamu.

    Itu dia segenap tips untuk mencegah laba-laba masuk dan bersarang di dalam rumah. Semoga membantu!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek dan Basmi! Ini 6 Tempat Persembunyian Nyamuk di Rumah


    Jakarta

    Nyamuk adalah hewan yang bisa ditemukan di mana saja baik di dalam maupun di luar rumah. Bahkan kedatangannya tidak menentu, terkadang rumah sama sekali tidak diganggu nyamuk, ada suatu waktu nyamuk banyak sekali di rumah. Maka dari itu, minimal kita harus tau tempat-tempat apa saja yang disukai oleh nyamuk agar di waktu apa pun, nyamuk tidak bisa datang lagi ke rumah.

    Sebelum itu, kamu harus mengetahui dahulu apa yang disukai nyamuk untuk tempat tinggalnya. Nyamuk adalah hewan yang menyukai genangan air. Di sana, dia bisa berkembang biak dengan baik. Maka dari itu, saat marak terjangkit penyakit DBD, salah satu pencegahannya adalah dengan menutup genangan.

    Lalu, nyamuk mudah mendeteksi berbagai senyawa, salah satunya karbondioksida, maka dari itu, dia suka menghampiri manusia dan berada di halaman rumah.


    “Karbon dioksida adalah sinyal terbaik bagi hewan berdarah panas, dan mereka dapat merasakannya dari jarak hingga 9 meter, jarak yang cukup jauh,” kata Peneliti Universitas Washington, Jeff Riffell seperti yang dikutip dari The Christian Science Monitor.

    “Dan kemudian mereka mulai menggunakan penglihatan dan bau badan lainnya untuk membedakan apakah kita anjing, rusa, sapi, atau manusia. Mungkin itulah cara mereka membeda-bedakan calon inang darah,” lanjutnya.

    Lantas, tempat-tempat mana saja yang sering jadi tempat persembunyian nyamuk? Melansir dari berbagai sumber pada Jumat (23/8/2024), berikut di antaranya.

    1. Genangan Air

    Menurut USA Today, seperti yang disebutkan sebelumnya, nyamuk sangat menyukai genangan air karena dijadikan sebagai tempat berkembang biak. Genangan air ini tidak hanya di tanah atau lantai yang cekung. Nyamuk juga bisa memanfaatkan sisa air di bawah pot, air yang menggenang di benda yang tahan air, dan ember di rumah.

    Maka dari itu, usahakan tidak ada air yang bersisa di ember atau wadah yang letaknya di luar ruangan atau ruang terbuka.

    2. Tumpukan Barang dan Area yang Gelap

    Di rumah pasti ada sudut rumah digunakan untuk menyimpan barang yang tidak terpakai. Sudut ini juga biasanya jarang dibersihkan karena jarang dilalui atau tertutup. Ternyata area seperti ini penuh dengan barang adalah tempat yang disukai oleh nyamuk.

    3. Bagian Bawah Sudut Dinding

    Dikutip dari Best Life, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal PNAS Nexus menemukan bahwa menyemprot bagian bawah dinding dengan insektisida dapat membasmih nyamuk di rumah. Hal ini dikarenakan adanya panas, sementara lebih suka tinggal di tempat yang lebih dingin.

    4. Dapur

    Selain halaman depan dan kamar mandi, dapur adalah tempat yang juga bisa banyak genangan karena ada wastafel.

    5. Dekat Tanaman

    Tanaman dalam ruangan yang terlalu banyak air dapat menarik nyamuk, terutama di dekat jendela yang terbuka. Coba selalu cek bagian bawah pot apakah ada genangan air atau tidak, selain itu cek juga kondisi tanah terlalu berair atau tidak.

    6. Kamar Mandi

    Salah satu sumber air di rumah, kamar mandi merupakan tempat yang disukai oleh nyamuk untuk bersembunyi.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Simak! 5 Tanaman Ini Bisa Usir Lalat dari Rumah


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sering ditemukan di rumah. Kehadirannya membuat resah penghuni rumah karena bisa menyebarkan penyakit.

    Lalat kerap hinggap di sembarang tempat sehingga memungkinkan untuk membawa bakteri yang menyebabkan berbagai penyakit. Belum lagi kalau mereka bertelur dan meninggalkan larva di makanan yang dihinggapinya.

    Maka dari itu, perlu mengusir atau membasmi lalat yang ada di rumah. Selain menggunakan insektisida, kamu juga bisa mengusir lalat dengan bahan alami.


    Dilansir dari The Spruce, Senin (26/8/2024), berikut ini beberapa tanaman yang bisa mengusir lalat atau bahkan membasminya dari rumah.

    Lavender

    Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

    Lavender disebut dapat mengusir lalat dari rumah. Hal itu karena lalat tidak menyukai aromanya. Selain lalat, lavender juga bisa mengusir nyamuk dan ngengat.

    Catnip

    Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio:Giant catnip (Nepeta grandiflora)A similar pictures from my portfolio: Foto: iStock

    Tanaman ini memang disukai dan aman untuk kucing. Di sisi lain, tanaman ini juga bisa mengusir lalat. Aroma dan minyak yang dihasilkan oleh catnip bisa mengusir serangga, termasuk lalat.

    Marigold

    Vibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers FieldVibrant Orange and Yellow Blooming Marigold Flowers Field Foto: Getty Images/iStockphoto/lovelypeace

    Bunga Marigold tidak hanya cantik dan cerah tetapi juga bisa mengusir serangga dari rumah, tak terkecuali lalat. Senyawa pyrethrum yang ada di Marigold kerap digunakan sebagai pengusir serangga.

    Venus

    Detailed image of Venus flytrap (Dionaea muscipula). When an insect or spider enters the trap, the trap closes.Detailed image of Venus flytrap (Dionaea muscipula). When an insect or spider enters the trap, the trap closes. Foto: Getty Images/iStockphoto/Meindert van der Haven

    Tanaman venus merupakan salah satu tanaman pemakan serangga. Dilansir dari Healthline, saat lalat hinggap di tanaman tersebut, kedua sisi tanaman Venus akan menutup di sekitar lalat. Selanjutnya, tanaman itu akan mengeluarkan cairan yang dapat mencerna bagian dalam lalat. Tanaman Venus mencerna lalat sekitar 5-12 hari, lalu mengeluarkan bagian exoskeleton atau rangka luar yang melindungi serangga.

    Mint

    A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter.A stock photo of a healthy green mint plant growing in a small planter. Foto: iStock

    Tanaman ini kerap dipakai sebagai salah satu bahan masakan. Namun, siapa sangka tanaman ini juga bisa digunakan untuk mengusir lalat. Aromanya yang segar memang disukai manusia, namun tidak disukai oleh lalat sehingga tanaman ini cocok untuk diletakkan di rumah.

    Itulah beberapa tanaman di rumah yang bisa mengusir lalat. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Banyak Lalat di Rumah Kamu? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Lalat merupakan salah satu serangga yang sering ada di rumah. Kehadirannya terkadang mengganggu penghuni rumah dan dikhawatirkan membawa penyakit, karena lalat merupakan salah satu binatang pembawa penyakit atau vektor.

    Tak heran, hewan yang satu ini sering diusir baik dengan bahan alami maupun insektisida. Meski demikian, lalat bisa masuk ke dalam rumah kamu bukan tanpa sebab. Ada beberapa hal yang membuat lalat tertarik untuk masuk ke dalam rumah kamu.

    Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa alasan yang menarik lalat untuk datang ke rumah.


    1. Hal yang Membusuk

    Dilansir dari Better Homes and Gardens, kebanyakan lalat mengkonsumsi makanan organik. Biasanya mereka berburu makan pada tempat sampah, tempat kompos, dan genangan air.

    Makanan yang biasa mereka incar adalah buah yang membusuk atau terlalu matang, bakteri atau makanan kecil pada air menggenang, dan hal organik lainnya yang sedang dalam proses pembusukan.

    2. Suhu Hangat

    Lalat sangat tertarik pada suhu yang hangat. Biasanya lalat akan berkembang biak pada tempat bersuhu di atas 75°F atau setara dengan 24°C.

    3. Cepatnya Reproduksi

    Kebanyakan dari spesies lalat bisa bereproduksi sangat cepat. Rata-rata umur seekor lalat adalah 15-30 hari dan bisa menghasilkan hingga 500 telur sepanjang umurnya.

    Selain itu, rata-rata proses pendewasaan telur tersebut hingga menjadi lalat adalah 7-10 hari. Jadi kalau di rumahmu ada 5 ekor lalat betina, lalat tersebut bisa berkembang hingga 2000 ekor dalam waktu kurang dari satu bulan.

    4. Menaruh Tempat Sampah di Dekat Jendela

    Lalat bisa masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu. Namun, pasti ada alasan yang menarik lalat masuk ke dalam rumah, baik melalui jendela maupun pintu. Misalnya ada tempat sampah di dekat jendela atau adanya retakan di saluran pipa.

    “Beberapa lalat seperti lalat drainase dapat masuk melalui retakan tipis di pipa drainase. Kemudian mereka dapat mulai bertelur. Sebaiknya gunakan pembersih drainase enzimatik beberapa kali setahun jika Anda sering dihinggapi lalat drainase,” kata Craig Wilson, pakar hortikultura, dan Direktur Gardener’s Dream Ltd, dilansir dari Homes and Gardens.

    Jika tempat sampah kamu berada di dekat jendela, kamu bisa berinvestasi pada salah satu tanaman pengusir lalat terbaik yang akan mengusir makhluk itu saat mereka hinggap di jendela.

    5. Ada Tumpahan Makanan/Minuman

    Salah satu hal yang menarik lalat masuk ke dalam rumah adalah adanya tumpahan makanan atau minuman. Jadi, kamu bisa langsung membersihkan tumpahan tersebut agar lalat segera pergi.

    “Lalat buah berkembang biak pada bahan organik yang lembap dan membusuk, seperti buah atau tumpahan minuman. Jika ada tempat bagi serangga ini untuk berkembang biak, mereka akan terus kembali,” kata Nancy Troyano, Ahli Entomologi Bersertifikat dan Direktur Operasional Pendidikan dan Pelatihan untuk Pengendalian Hama Ehrlich.

    Pakar tersebut menambahkan bahwa tingkat reproduksi lalat juga sangat tinggi, karena lalat betina dewasa dapat bertelur ratusan kali dan berkembang menjadi lalat dewasa hanya dalam waktu tujuh hari. Oleh karena itu, penting untuk segera membersihkan sisa makanan dan tumpahan cairan.

    Itulah beberapa hal yang menyebabkan lalat masuk ke dalam rumah. Jangan lupa untuk selalu membersihkan dan merawat rumah ya detikers supaya lalat tidak masuk ke dalam rumah!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com