Tag: instalasi listrik

  • 3 Cara Memilih Pipa Conduit Alias Pipa Kabel yang Aman untuk Instalasi Listrik


    Jakarta

    Saat memasang instalasi listrik di rumah pasti kamu melihat di dekat saklar lampu atau stop kontak terdapat pipa putih panjang dipasang. Pipa tersebut bernama pipa conduit.

    Menurut eepower.com, pipa conduit adalah pipa plastik atau logam yang mengalirkan kabel listrik dalam suatu instalasi, sekaligus melindungi kabel listrik dari kerusakan dari luar.

    Pipa ini memiliki permukaan yang keras dan tahan tekanan. Meski begitu, pipa conduit mudah untuk dipotong, fleksibel, dan cukup elastis apabila lubangnya perlu diperbesar.


    Cara pemasangan pipa conduit biasanya cukup ditempelkan ke dinding menggunakan klem pipa. Ada pula yang memasang pipa conduit di dalam dinding dengan membuat lubang selebar dan sepanjang pipa conduit yang akan dipasang. Biasanya metode penanaman kabel ini untuk memasang saklar lampu dan stop kontak.

    Pipa conduit memiliki beragam jenis berdasarkan bahannya seperti nilon, baja lapis, aluminium, baja tahan karat, PVC, hingga PVC transparan.

    Lalu bagaimana cara mengetahui pipa conduit yang aman untuk instalasi listrik di rumah? Melansir dari lesso.com, Selasa (6/2/2024) berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih pipa conduit yang tepat.

    1. Daya Tahan

    Instalasi listrik perlu dilindungi dengan maksimal dalam jangka waktu yang lama. Pipa conduit yang berfungsi mencegah gangguan dari luar pasti diharapkan tahan pada perubahan suhu, kedap air, tahan terhadap panas atau paparan sinar matahari.

    Maka lihat dari bahan pipa conduit yakni logam dan tidak logam. Pipa berbahan logam dikatakan tahan terhadap karat, pipa conduit berbahan PVC tidak mudah lembab dan tahan panas, dan pipa berbahan nilon tahan terhadap sinar UV dan fleksibel.

    2. Cara Pemasangan

    Semua pipa conduit mudah untuk dipasang terutama yang berbahan nilon dan PVC karena lebih fleksibel. Maka sebelum membeli, tentukan cara pemasangan pipa condiut, ingin ditempel tanpa membolongi dinding atau di permukaan dinding.

    Apabila ingin dibolongi agar tampilannya lebih rapih, maka pipa conduitt tersebut perlu ditanam di dalam dinding. Risikonya saat ada perbaikan pada listrik maka dinding perlu dibongkar untuk mengeluarkan pipa tersebut.

    Sedangkan untuk pipa conduit yang hanya ditempel di dinding jauh lebih mudah untuk dipasang dan dilepas. Agar pipa tidak menganggu estetika bisa diberi warna yang sama dengan cat dinding.

    3. Kebutuhan Kawat

    Pertimbangkan ukuran kawat, lebar penampang kabel, dan jumlah tikungan dalam satu rangkaian dalam instalasi listrik.

    – Kabel yang digunakan di area yang memiliki instalasi yang rumit seperti di pabrik dan koneksi antar mesin bisa memakai bahan PVC.

    – Untuk melindungi kabel listrik dan telekomunikasi, rangkaian luar ruangan bisa menggunakan bahan nilon.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Salah Pilih Kabel Listrik Bisa Bawa Petaka di Rumah


    Jakarta

    Memilih kabel listrik yang tepat untuk rumah adalah hal krusial yang sering diabaikan.

    Padahal, kesalahan dalam memilih kabel bisa menimbulkan berbagai risiko yang berbahaya, mulai dari kerusakan perangkat hingga kebakaran rumah.

    Overheating yang Berpotensi Kebakaran

    Salah satu risiko terbesar dari pemilihan kabel yang tidak sesuai adalah overheating. Kabel yang tidak mampu menahan arus listrik berlebih dapat memanas dengan cepat, melansir familyhandyman.com, tukang listrik biasanya menggunakan alat penguji tegangan non kontak, dan kamu juga sebaiknya memiliki alat tersebut.


    Jika dibiarkan, suhu tinggi ini dapat menyebabkan isolasi kabel terbakar, yang akhirnya berujung pada kebakaran rumah. Pastikan memilih kabel dengan kapasitas yang sesuai dengan beban listrik di rumah, konsultasikan dengan teknisi listrik jika kamu tidak yakin dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

    Korsleting Listrik

    Korsleting listrik terjadi ketika aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Ini biasanya disebabkan oleh penggunaan kabel yang tidak mampu menahan beban arus listrik yang besar. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    Gunakan kabel dengan standar yang sudah teruji kualitasnya dan mampu menahan arus listrik yang diperlukan. Periksa juga instalasi listrik secara berkala untuk memastikan semua kabel dalam kondisi baik.

    Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Bahaya lain yang tak kalah serius adalah kejutan listrik. Ini bisa terjadi jika kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Risiko ini bisa sangat berbahaya, terutama jika penghuni rumah secara tidak sengaja menyentuh kabel yang terkelupas.

    Pilihlah kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dan tidak jelas mereknya, karena biasanya memiliki kualitas isolasi yang buruk.

    Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Memilih kabel yang salah bukan hanya menimbulkan risiko keselamatan, tetapi juga berdampak pada biaya perbaikan yang tinggi. Perangkat yang rusak akibat arus listrik yang tidak stabil atau korsleting membutuhkan biaya perbaikan atau penggantian yang mahal.

    Jangan berhemat pada kualitas kabel. Meskipun kabel berkualitas mungkin lebih mahal, ini adalah investasi jangka panjang yang akan melindungi rumah dan perangkat kamu dari kerusakan lebih lanjut.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cek Aliran Listrik Aman atau Tidak, Biar Nggak Sering Jeglek!



    Jakarta

    Pemasangan instalasi listrik biasanya dilakukan bersamaan dengan pembangunan rumah karena peletakkannya di dalam. Terkadang bagi pembeli rumah siap huni, mereka tidak mengetahui kondisi instalasi yang dipasang aman atau tidak karena tidak mengawasi pembangunannya. Sementara, pengembang pasti mengatakan aman-aman saja.

    Lantas, bagaimana cara memastikan kondisi instalasi rumah aman atau tidak?

    Menurut, Business Vice President, Home and Distribution Schneider Electric Indonesia M. Farhan Lucky, hal paling mudah mengetahui instalasi listrik di rumah aman atau tidak adalah pada saat listrik di rumah turun atau jeglek. Biasanya, listrik yang suka jeglek dikarenakan kelebihan daya yang terpakai. Selain itu, jeglek juga bisa disebabkan karena kebocoran listrik.


    “Yang paling simple, untuk mengecek listrik rumah kita itu aman atau tidak adalah pada saat jeglek. Itu kayak kalau kita mau ngecek jantung kita, kita kan biasanya kan cek nadi kita tuh. Nah itu yang pertama tuh,” kata Farhan dalam acara ‘Innovation Talk: Rumah Nyaman Listrik Aman’ di Jakarta pada Rabu (2/10/2024).

    Biasanya listrik yang tiba-tiba mati masih bisa dihidupkan kembali dengan menarik tombol di MCB ke arah yang berlawanan. MCB adalah Miniature Circuit Breaker, sebuah komponen listrik yang dapat memutus arus listrik secara otomatis.

    Hadir di tempat yang sama, public figure dan influencer Andrew White, membagikan pengalamannya untuk mengecek instalasi listrik di rumah. Dia mengatakan caranya dengan menyalakan semua perangkat elektronik di rumah secara bersamaan.

    “Pas nyampe ke rumah yang KPR itu, nyalain aja semua AC-nya, kompornya, semua yang listrik-listrik itu,” imbuh Andrew.

    Dia menambahkan, apabila pada saat dinyalakan secara bersamaan, listrik di rumah langsung jeglek, kamu perlu minta pendampingan tenaga ahli untuk mengecek daya listrik di rumah dan berkonsultasi apakah perlu ditambah atau ada kesalahan lainnya.

    Produk Manager Produk Manager Schneider Electric Ivan Desian Kaulika juga turut menambahkan, pada saat pindahan rumah, terutama rumah siap huni, pemilik rumah harus memastikan tidak ada kabel listrik yang menjuntai. Apabila ada kabel yang terlihat di luar bangunan, maka itu sudah peringatan dan harus segera diperbaiki.

    “Harus lihat secara fisiknya. Ada yang di luar-luar nggak? Kalau lihat ada yang visible (terlihat) itu bahaya. Tetap ngga boleh ngecek sendiri. Harus (bersama) tukang listrik. Lihat kabelnya udah visible artinya red flag,” paparnya.

    Kemudian, tanda instalasi listrik tidak aman adalah pada saat memegang perangkat elektronik, kamu sering merasa tersetrum. Fenomena ini juga bisa menjadi pertanda.

    “Kemudian kalau menghidupkan alat elektronik kesetrum ngga? Itu bahaya, harus tanya ahli listrik. Itu biasanya pertanahannya nggak bener,” lanjutnya.

    Dia menegaskan selama melakukan pengecekan instalasi listrik, pemilik rumah harus didampingi oleh tenaga ahli agar lebih aman dan pasti. Meskipun sudah mengetahui beberapa tanda tadi, tetap perlu mendengar penilaian dari tenaga ahli mengenai kondisi instalasi listrik di rumah.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kebakaran Mal di Jakbar, Ini Cara Cegah Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran hebat terjadi pada sebuah mal di Grogol, Jakarta Barat pada Jumat (4/10) pukul 00.58 WIB. Kebakaran dilaporkan berasal dari lantai 5 gedung tersebut.

    Sekitar pukul 01.00 WIB, pihak pemadam kebakaran (damkar) mulai proses pemadaman api dan selesai pukul 03.05 WIB. Diduga, kebakaran tersebut dipicu dari korsleting listrik.

    “Menurut informasi yang diterima, api berasal dari salah satu cafe yang berada di lantai 5 bangunan tersebut. Diduga terjadi arus pendek/korsleting listrik pada salah satu restoran (food court) dan kondisi tertutup,” tulis damkar DKI Jakarta dalam keterangannya.


    Kebakaran akibat korsleting listrik memang kerap terjadi, baik itu di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

    Nah, berikut ini beberapa cara mencegah korsleting listrik agar terhindar dari kebakaran.

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    7. Lakukan Perawatan Rutin

    Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

    8. Hindari Beban Berlebih

    Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

    9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

    Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

    10. Pasang Alat Pelindung

    Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

    11. Sedia APAR

    Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

    Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Kebakaran Mal di Jakbar, Ini Cara Cegah Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran hebat terjadi pada sebuah mal di Grogol, Jakarta Barat pada Jumat (4/10) pukul 00.58 WIB. Kebakaran dilaporkan berasal dari lantai 5 gedung tersebut.

    Sekitar pukul 01.00 WIB, pihak pemadam kebakaran (damkar) mulai proses pemadaman api dan selesai pukul 03.05 WIB. Diduga, kebakaran tersebut dipicu dari korsleting listrik.

    “Menurut informasi yang diterima, api berasal dari salah satu cafe yang berada di lantai 5 bangunan tersebut. Diduga terjadi arus pendek/korsleting listrik pada salah satu restoran (food court) dan kondisi tertutup,” tulis damkar DKI Jakarta dalam keterangannya.


    Kebakaran akibat korsleting listrik memang kerap terjadi, baik itu di rumah, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. Dilansir dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Banda Aceh, kebanyakan korsleting listrik asal mulanya karena kelalaian manusia. Salah satu contohnya adalah pemasangan kabel listrik yang tidak sesuai atau tidak merawat kabel listrik di rumah. Kabel listrik yang sudah terkelupas atau rusak karena tertekuk dapat mengakibatkan aliran listrik terganggu yang biasa memicu korsleting.

    Nah, berikut ini beberapa cara mencegah korsleting listrik agar terhindar dari kebakaran.

    1. Selalu Cabut Kabel Listrik Setelah Digunakan

    Kebanyakan orang setelah menggunakan perangkat elektronik, tidak langsung mencabut kabel pada stop kontak. Padahal itu berisiko penghuni rumah tersetrum dan korsleting listrik.

    2. Pilih Kualitas Peralatan Listrik yang Bermutu

    Pastikan peralatan listrik di rumah adalah produk baru dan berkualitas. Lebih baik membeli peralatan listrik dengan harga mahal, daripada rumah yang justru hangus terbakar. Cari peralatan listrik yang berkualitas, berlambang SNI atau LMK.

    3. Hindari Memakai Tusuk Kontak yang Terlalu Longgar

    Tusuk kontak adalah area kepala dan kaki dari kabel. Biasanya tusuk kontak adalah bagian yang dimasukkan ke dalam stop kontak. Tusuk kontak yang terlalu longgar, jika terpegang tangan bisa menyetrum dan tidak sedikit yang menimbulkan percikan.

    4. Jangan Memencet atau Memainkan MCB

    Mengotak-atik atau menyambung langsung (bypass) peralatan pengaman, baik sekring maupun Mini Circuit Breaker (MCB) dapat menyebabkan korsleting listrik.

    5. Minta Bantuan Ahli Saat Pemasangan Instalasi Listrik di Rumah

    Untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan, serahkan pada ahli.

    6. Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala

    Pemeriksaan dapat dilakukan kurang lebih setelah 10 tahun dan selanjutnya 5 tahun.

    7. Lakukan Perawatan Rutin

    Dilansir dari Sinar Mas Land, jadwalkan pemeriksaan rutin instalasi listrik oleh teknisi listrik profesional. Mereka akan memeriksa kabel, sambungan, dan komponen lainnya untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik.

    8. Hindari Beban Berlebih

    Jangan mencolokkan terlalu banyak perangkat ke satu stopkontak atau sirkuit. Gunakan kabel ekstensi dengan hati-hati dan pastikan kabel tersebut memiliki kapasitas yang cukup.

    9. Lindungi Kabel dan Perangkat Listrik dari Air

    Jauhkan kabel dan perangkat listrik dari sumber air atau kelembapan. Pastikan stopkontak dan saklar di area basah (seperti kamar mandi atau dapur) memiliki penutup pelindung.

    10. Pasang Alat Pelindung

    Pertimbangkan untuk memasang alat pelindung seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) dan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker). MCB melindungi dari kelebihan beban, sedangkan ELCB melindungi dari kebocoran arus yang bisa menyebabkan sengatan listrik.

    11. Sedia APAR

    Dilansir dari situs Pemerintah Kota Depok, sebaiknya di setiap rumah atau tempat usaha menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan pertama jika terjadi kebakaran. Tabung Apar 5 kg untuk skala rumah tangga dan tempat usaha 6 kg.

    Itulah beberapa cara mencegah terjadinya korsleting listrik. Semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Buruan Cek! Begini Cara Periksa Kebocoran Listrik di Rumah


    Jakarta

    Masalah kelistrikan di rumah tidak sesederhana kelihatannya. Ada beberapa masalah seputar listrik yang tidak diketahui jika dilihat dari fisiknya saja. Kamu perlu mengeceknya langsung dari meteran listrik. Salah satunya adalah kebocoran listrik.

    Kebocoran listrik adalah kondisi saat arus listrik mengalir di luar jalur yang seharusnya hingga bisa menyengat manusia dan tidak akan mati meskipun meteran listrik atau kWh meter sudah dalam kondisi mati.

    SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan kebocoran listrik dapat berbahaya bagi penghuni rumah. Terutama pada aliran listrik yang bocor di dekat besi dan air karena listrik dapat dengan mudah menyambar ke sekitarnya.


    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti ditulis Jumat (1/11/2024).

    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” lanjutnya.

    Cara Mengetahui Ada Kebocoran Listrik

    Untuk mengecek ada kebocoran atau tidak pada listrik, caranya cukup mudah. Kamu bisa mengeceknya di meteran listrik yang biasanya terpasang di depan rumah. Namun, ini hanya berlaku pada meteran listrik pra bayar yang memiliki tombol. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa mengikuti cara berikut.

    1. Matikan dan cabut semua kabel perangkat elektronik di rumah

    2. Matikan meteran listrik

    3. Tekan angka ’44’ lalu enter

    4. Lihat angka yang tertera pada meteran listrik. Apabila angka ‘0 (nol)’ yang muncul maka tidak ada kebocoran. Namun, apabila ada angka 1, 2, atau angka dengan koma, itu pertanda listrik di rumah bocor.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” jelasnya.

    Penyebab Kebocoran Listrik

    1. Kabel Listrik Sudah Tua

    Risiko kebocoran listrik bisa terjadi pada kabel listrik yang periode pemakaiannya sudah lama.

    “Dari kabel yang sudah usianya sudah lama. Kabel di instalasi kita, lampu, stop kontak, dan peralatan elektronik,” sebut Yudhi.

    2. Pemasangan Kabel yang Tidak Sesuai

    Meskipun bentuk kabel sama, ternyata setiap besaran arus listrik jenis kabel yang digunakan berbeda lho. Yudhi menuturkan penyambungan kabel yang sembarangan dan tidak sama besarannya dapat menyebabkan arus listrik bocor.

    “Dari sisi pemasangan mungkin ada sambungan atau kabel yang masih terbuka, tidak terisolasi dengan baik, itu juga bisa menyebabkan kebocoran atau korsleting,” tuturnya.

    3. Kabel Stop Kontak Berbeda Dipakai Bersambung

    Pemakaian kabel stop kontak yang disambung begitu banyak dapat menyebabkan kebocoran listrik. Jika didiamkan dari kabel tersebut bisa muncul percikan api yang dapat menyebabkan kebakaran.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini 4 Cara Perbaiki Kebocoran Listrik di Rumah


    Jakarta

    Kebocoran listrik adalah kondisi saat arus listrik mengalir di luar jalur yang seharusnya. Kondisinya dapat berbahaya karena listrik dapat menyambar ke benda atau bahkan penghuni rumah.

    Menurut SPV Teknik PLN ULP Sawangan Depok, Yudhi Maharsa Jaya kebocoran listrik akan lebih berbahaya apabila dekat dengan media yang sifatnya penghantar listrik seperti besi dan air.

    “Misalkan jalur kabel itu melewati besi. Nah itu mungkin ada sedikit sengatan, (meskipun) kebocorannya masih kecil, bisa tersetrum lah bahasa kasarnya,” kata Yudhi kepada detikProperti pada Kamis (31/10/2024).


    “(Aliran dekat air) Itu ngaruh juga karena kalau setahu saya, saya pernah kejadian terkait instalasi yang bocor ke arah pemanas kamar mandi. Air itu kan pengantar yang bagus untuk listrik,” lanjutnya.

    Selain dapat membahayakan keselamatan, kebocoran listrik juga dapat memicu korsleting listrik dan kebakaran. Peralatan listrik juga jadi cepat rusak karena daya yang diterima bisa jadi lebih besar dari yang bisa diproses.

    Kerugian lainnya adalah tagihan listrik dipastikan membengkak setiap bulan karena pemakaian listrik yang berlebihan meskipun sudah mengurangi penggunaan perangkat elektronik.

    “Tagihan listrik kita kan naik terus ya, maksudnya kayak gede. Jadi kenapa sih masyarakat sering kan kontraknya saya agak bengkak itu (karena kebocoran listrik),” jelasnya.

    Cara Mengatasi Kebocoran Listrik

    1. Cek Listrik di Rumah Bocor atau Tidak

    Apabila kamu merasa tagihan listrik tiap bulan besar nominalnya, sementara penggunaan listrik tidak seberapa, coba periksa kebocoran listrik melalui meteran listrik atau kWh meter. Pastikan meteran listrik di rumah berjenis pra bayar yang memiliki tombol.

    Pada saat mengecek ini, kamu harus mematikan semua perangkat listrik dan mencabut kabel dari stop kontak. Lalu, meteran listrik juga dalam keadaan mati. Setelah itu pencet angkat ’44’ lalu enter.

    Lihat angka yang muncul di layar. Apabila yang muncul angka ‘0’ maka listrik di rumah tidak bocor. Namun, apabila muncul angka lain, maka listrik di rumah kamu mengalami kebocoran.

    “Harusnya kan itu menunjukkan angka 0. Tapi misalkan ada angka 1, 2, atau 1,3, nah itu kan ada kebocoran di sisi instalasi,” ungkapnya.

    2. Laporkan ke PLN

    Kamu harus segera melaporkan temuanmu itu PLN, bisa dengan menghubungi nomor bantuan atau melalui aplikasi yakni PLN Mobile. Masuk ke fitur ‘ListriQu’ di aplikasi PLN Mobile lalu jelaskan keluhan listrik di rumah.

    3. Tunggu Petugas PLN Datang

    Agar kerusakan tidak parah, lebih baik menunggu pemeriksaan dari PLN. Biaya pemeriksaan tidak dipungut biaya operasional apa pun.

    “Ya (gratis) misalkan hanya pengaduan, kita datang pengecekan,” ujarnya.

    4. Penggantian Kabel

    Apabila letak masalahnya pada pemasangan kabel atau kondisi kabel yang sudah tidak layak, maka ada pergantian kabel.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Rumah Bisa Tersambar Petir? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya



    Jakarta

    Hujan yang turun begitu deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Selain memiliki suara yang menggelegar, petir bisa mengganggu penghuni rumah kalau sampai tersambar.

    Petir sangat berbahaya, baik bagi manusia maupun bangunan. Sambaran petir memicu terjadinya kerusakan pada struktur bangunan atau peralatan elektronik, bahkan bisa menimbulkan kebakaran.

    Lantas, kenapa petir menyambar rumah? Bagaimana cara mencegahnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Tersambar Petir

    Melansir situs resmi Institut Teknologi Bandung, petir merupakan fenomena alam yang terjadi karena ada lompatan elektron-elektron dari awan yang bermuatan negatif ke bumi yang bermuatan positif.

    Indonesia termasuk negara dengan jumlah petir yang banyak karena terletak di daerah khatulistiwa. Petir biasanya terjadi pada musim hujan dan sering kali menyambar struktur bangunan yang tinggi, termasuk rumah bertingkat.

    Tips Mencegah Sambaran Petir buat Rumah Bertingkat

    Melansir situs Properti Indonesia, berikut tips mencegah sambaran petir, terutama untuk rumah bertingkat.

    1. Pasang Penangkal Petir

    Pastinya penangkal petir menjadi salah satu solusi untuk mencegah rumah bertingkat terkena sambaran petir. Penangkal petir tidak hanya bisa dipasang di gedung-gedung tinggi, tetapi juga di rumah-rumah bertingkat.

    Penangkal petir berfungsi sebagai media penghantar listrik untuk disalurkan ke tanah. Untuk rumah bertingkat, jenis penangkal petir yang umumnya digunakan adalah penangkal petir konvensional.

    Pada rumah bertingkat, penangkal petir dipasang di ujung tertinggi bagian rumah. Selain itu, kamu juga bisa memasang penangkal petir internal pada panel listrik atau barang-barang elektronik.

    2. Periksa Instalasi Listrik secara Rutin

    Kemudian, sebaiknya kamu memeriksa instalasi listrik secara rutin untuk mencegah rumah terkena sambaran petir. Segera ganti kabel listrik yang mulai terbuka.

    Hal ini merupakan upaya pencegahan terjadinya sambaran dan korsleting listrik di rumah akibat sambaran petir. Kamu juga harus memastikan alat-alat elektronik dalam keadaan mati saat hujan turun disertai petir.

    3. Pangkas Pohon Besar

    Jika ada pohon besar dekar rumah, sebaiknya memangkasnya sebelum hujan turun. Pohon yang besar berpotensi terkena sambaran petir, apalagi kalau jarak pohon tersebut dekat dengan rumahmu. Selain karena dahan-dahan pohon bisa tumbang menimpa rumah, pohon besar yang tersambar listrik bisa memicu kebakaran.

    Itulah penyebab rumah tersambar petir dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakelar Lampu Terasa Panas dan Menyetrum? Bisa Jadi Ini 3 Penyebabnya!


    Jakarta

    Pada setiap instalasi lampu di rumah, pasti ada saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu. Normalnya, saklar lampu aman dipegang karena memakai bahan yang tahan dari aliran listrik. Namun, pernahkah kamu merasa saklar di rumah terasa panas atau hangat? Kira-kira hal tersebut normal atau bahaya?

    Dilansir The Spruce, sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena panas yang terasa merupakan proses pembuangan panas dari aliran listrik.

    Maka dari itu, agar lebih aman digunakan bahan saklar biasanya memakai bahan dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.


    Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama justru lebih berbahaya. Panas tersebut dapat merusak insulasi atau pengaman kabel. Kemudian, menimbulkan retakan dan jika sudah parah dapat memicu kebocoran pada aliran listrik. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran.

    Hal yang harus kamu waspadai adalah apabila saklar yang panas tersebut juga disertai dengan kejutan atau aliran listrik yang terasa saat dipegang. Jika sudah seperti ini, kamu perlu berhati-hati dan memperbaiki saklar tersebut. Namun sebelum itu, ketahui dahulu beberapa penyebab saklar listrik panas hingga disertai kejut dari listrik.

    1. Besar Daya Listrik yang Tidak Sesuai dengan Kabel

    Saat memasang instalasi listrik, jenis kabel harus disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Perbedaan jenis kabel dan muatan justru dapat menimbulkan panas yang terasa hingga ke saklar. Semakin banyak panas yang ditimbulkan, bisa terjadi kebocoran yang dapat memicu korsleting listrik.

    2. Sambungan Kabel Longgar

    Penyebab kedua bisa karena sambungan kabel yang longgar. Untuk mengetahui hal ini dan cara perbaikannya, sebaiknya kamu memanggil tenaga ahli agar lebih aman.

    3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

    Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Cara memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Arti Tulisan Periksa pada Meteran Listrik dan Cara Menanganinya


    Jakarta

    Mengisi token listrik prabayar seharusnya menjadi proses yang sederhana dan cepat. Namun dalam praktiknya, tak jarang pengguna mengalami hambatan saat memasukkan kode token.

    Salah satu kendala yang cukup sering terjadi adalah munculnya pesan ‘Periksa’ pada layar meteran setelah melakukan pengisian token listrik. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama jika dikhawatirkan aliran listrik akan terputus.

    Tapi jangan panik. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini, mulai dari memastikan kode token yang dimasukkan sudah benar, hingga melapor ke pihak PLN melalui aplikasi resmi mereka, yaitu PLN Mobile.


    3 Penyebab Umum Munculnya Tulisan ‘Periksa’

    Pesan ‘Periksa’ sering kali menandakan adanya gangguan pada instalasi listrik di rumah atau kemungkinan terjadi kebocoran listrik. Berikut adalah penyebab umum yang perlu diperhatikan, dirangkum dari berbagai sumber dan Portal Layanan Pelanggan PLN:

    1. Ada Kebocoran Arus Listrik

    Tulisan ‘Periksa’ yang muncul pada kWh meter merupakan tanda adanya potensi gangguan pada instalasi listrik di dalam rumah. Salah satu penyebab yang umum adalah adanya kebocoran arus listrik.

    Kebocoran listrik terjadi ketika arus mengalir melalui jalur yang tidak seharusnya, misalnya karena kabel rusak atau sambungan yang longgar. Selain menyebabkan kegagalan pengisian token, kondisi ini juga membahayakan penghuni rumah. Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik sangat dianjurkan untuk menghindari potensi bahaya ini.

    2. Terjadi Perbedaan Arus Listrik

    Selain itu, gangguan ini juga bisa disebabkan oleh kesalahan pada instalasi seperti fasa yang tertukar yakni kabel listrik yang membawa arus terhubung secara tidak semestinya. Bisa karena adanya perbedaan arus atau pemasangan sistem listrik yang tidak sesuai, seperti polaritas terbalik atau grounding yang tidak benar. Dalam kasus seperti ini, penanganan hanya boleh dilakukan oleh teknisi resmi PLN.

    3. Pemasangan Grounding yang Tidak Tepat

    Faktor lain yang mungkin menjadi pemicu adalah pemasangan sistem pentanahan (grounding/arde) yang tidak sesuai standar. Grounding yang tidak terpasang dengan benar bisa mengganggu sistem kelistrikan dan menyebabkan munculnya pesan ‘Periksa’.

    Fungsi grounding sangat penting untuk mengalirkan arus bocor ke tanah, sehingga menjaga keamanan peralatan listrik. Jika terdapat kesalahan instalasi, segera hubungi tenaga ahli PLN.

    Cara Menangani Munculnya Tulisan ‘Periksa’ pada Meteran Listrik

    Jika tulisan ‘Periksa’ muncul pada meteran listrik di rumahmu, segera laporkan masalah ini melalui aplikasi PLN Mobile. Berikut langkah-langkah pengaduan yang dapat kamu lakukan:

    1. Unduh dan buka aplikasi PLN Mobile dari Play Store (Android) atau App Store (iOS).
    2. Pilih menu “Pengaduan” pada halaman utama.
    3. Tentukan jenis gangguan yang sesuai.
    4. Masukkan ID Pelanggan atau nomor meteran. Jika tidak tahu ID, kamu bisa menandai lokasi rumah melalui peta yang tersedia.
    5. Tekan “Konfirmasi”, lalu lengkapi data lokasi, dan pilih “Lanjutkan”.
    6. Jika memungkinkan, lampirkan foto kondisi meteran dan tambahkan penjelasan singkat mengenai kendala yang terjadi, lalu tulis penjelasan singkat masalah yang dihadapi dan klik “Kirim Pengaduan”.
    7. Setelah semua data diisi, tekan “Lanjutkan”.
    8. Kamu akan menerima Nomor Laporan (format Gxxxxx) dan bisa memantau status laporan secara langsung melalui aplikasi.
    9. Setelah laporan dikirim, pelanggan akan menerima instruksi berupa kode yang perlu dimasukkan ke dalam kWh meter. Kode ini berfungsi untuk mereset sistem dan menghilangkan tulisan “Periksa”. Dengan begitu, meteran akan kembali berfungsi normal.
    10. Untuk bantuan cepat, kamu juga dapat menghubungi Call Center PLN di 123.

    Nah itulah tadi penyebab dan solusi jika ada tulisan periksa pada meteran listrik. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan kamu bisa segera memperoleh solusi atas kendala pengisian token listrik. Semoga membantu!

    (aau/fds)



    Sumber : www.detik.com