Tag: insulasi

  • Genteng Metal Berisik Saat Hujan, Begini 6 Cara Ampuh Meredamnya


    Jakarta

    Genteng metal dikenal sebagai atap yang cukup bising terutama saat hujan. Hal ini disebabkan genteng metal terbuat dari bahan logam yang konduktif yang menghantarkan suara, panas, dan listrik. Suara yang dihasilkan ketika hujan seperti permukaan logam yang dipukul dengan benda berat, cukup nyaring. Meskipun begitu, genteng metal masih banyak digunakan karena harganya yang murah dan ketahanannya.

    Selain itu, saat ini ada beberapa cara untuk meredam suara bising genteng metal saat hujan sehingga penghuni rumah tidak terganggu. Melansir dari BLKP, Minggu (14/7/2024), berikut beberapa cara meredam suara dari genteng metal.

    1. Pilih Atap Metal yang Tebal

    Ketebalan atap mempengaruhi besar suara yang dihasilkan. Maka dari itu, ketika membeli genteng metal, sebaiknya pilih ketebalan yang aman. Ketebalan yang disarankan setidaknya berkisar antara 0,25 hingga 0,30 millimeter. Semakin tebal permukaan atap, maka semakin kuat menahan air atau benda yang jatuh. Tingkat suara bising pun akan berkurang.


    2. Tambah Plafon

    Suara air jatuh saat hujan akan terdengar jelas karena di bawahnya tidak dipasang plafon. Plafon dapat menjadi lapisan tambahan yang meredam suara hujan dan membuat rumah kamu lebih tenang.

    3. Pemasangan Atap Pelana

    Salah satu solusi yang bisa meredam suara bising adalah menggunakan pemasangan atap pelana. Atap pelana adalah lapisan tambahan yang dipasang di atas genteng metal. Lapisan ini akan meredam suara hujan dan membuat atap lebih tahan terhadap suara bising.

    4. Pemasangan Insulasi

    Salah satu cara efektif untuk meredam suara bising pada genteng metal adalah dengan memasang insulasi. Singkatnya, insulasi merupakan penghambatan proses rambat pada bunyi. Kamu bisa menggunakan bahan seperti wol mineral atau busa berlapis aluminium dapat ditempatkan di bawah genteng metal. Insulasi ini akan menyerap suara hujan dan mengurangi getaran genteng metal yang menyebabkan suara bising.

    5. Pilih Genteng Metal yang Kondisinya Bagus

    Genteng metal yang kondisinya masih baik tidak begitu mengeluarkan suara nyaring saat hujan. Namun, jika genteng dalam kondisi rusak atau longgar suara yang dihasilkan akan lebih besar saat hujan.

    6. Pertimbangkan Material Alternatif

    Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, genteng metal pasti menimbulkan suara bising. Agar kamu tidak menyesal, kamu bisa menggantinya sejak awal dengan jenis material lain seperti genteng bitumen atau genteng beton. Meskipun harus melakukan renovasi, tetapi ini merupakan solusi jangka panjang yang akan mengurangi masalah suara bising.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Ampuh Bikin Rumah Tetap Adem Walau Cuaca Panas Menyengat


    Jakarta

    Memasuki musim kemarau, cuaca panas mulai terasa. Hal itu bisa menyebabkan udara di dalam rumah terasa panas.

    Untuk menghadapi cuaca yang panas, perlu strategi khusus agar rumah tetap nyaman. Salah satunya dengan mengoptimalkan material bahan bangunan dan struktur bangunan.

    Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah tetap adem saat musim kemarau.


    Mengoptimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Menggunakan atap berwarna terang atau yang dilapisi bahan reflektif dapat membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Selain itu, memasang ventilasi atap atau turbine ventilator dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    Pilihan lain yang juga efektif adalah menggunakan material atap dengan lapisan insulasi termal, seperti foil isolasi, yang dapat mengurangi transmisi panas ke dalam rumah. Selain itu pertimbangkan juga menggunakan plafon rumah dengan ceiling tinggi, dengan ini panas yang ada di bawah atap semakin di atas dan semakin menjaga kesejukan di dalamnya.

    Umumnya tinggi plafon ruang tamu 2,8 m -3,2 m dari lantai, dengan ini Anda dapat memperkirakan berapa tinggi yang ideal.

    Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah-emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, orientasi jendela juga perlu dipertimbangkan; jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    Pastikan Ventilasi yang Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Menggunakan pelapis dinding yang tepat juga bisa menjadi solusi jitu. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif dapat mengurangi penyerapan panas. Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    Penggunaan AC/Kipas

    Terakhir, penggunaan teknologi modern seperti pendingin udara hemat energi atau sistem pendingin berbasis evaporatif juga bisa menjadi tambahan yang berguna. Meskipun ini adalah solusi yang memerlukan energi listrik, memilih perangkat yang efisien dan ramah lingkungan dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk tanpa menguras daya listrik secara berlebihan.

    “Memang selain faktor struktural dan materialnya, elemen tambahan seperti dekorasi dapat juga membantu rumah lebih asri sehingga memberikan nuansa sejuk dan juga sekaligus mempercantik rumah,” ujar PR & Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander dalam keterangannya, dikutip Sabtu (17/8/2024).

    Tak hanya itu, Anda juga bisa menambahkan unsur-unsur alam pada rumah. Contohnya seperti kolam ikan, air mancur, hingga tumbuh-tumbuhan.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Beda Plafon PVC dan Gypsum dari Kualitas hingga Harga, Mana Lebih Baik?


    Jakarta

    Pemilihan material plafon jadi salah satu faktor penting dalam dunia desain interior. Pasalnya, ini akan mempengaruhi estetika dan fungsi ruang.

    Saat ini, plafon PVC dan gypsum adalah dua pilihan bahan plafon yang sedang trend di pasaran. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan.

    Plafon PVC

    Polyvinyl chloride (PVC) adalah panel yang terbuat dari bahan plastik ringan buatan pabrik. PVC punya eksterior yang mengkilap dan halus.


    Mengutip National Plastics, panel PVC 100% kedap air dan tidak memerlukan grouting. Alasan ini membuat PVC cocok untuk ruangan dengan tingkat kondensasi tinggi, contohnya kamar mandi dan kamar mandi dalam.

    Kelebihan Plafon PVC

    • Ringan.
    • Mudah dirawat.
    • Biaya perawatannya rendah (bahkan hampir bebas perawatan).
    • Tahan lama.
    • Tersedia banyak pilihan desain dan warna.

    Kekurangan Plafon PVC

    • Biaya awal yang lebih mahal.
    • Tidak tahan api.
    • Bukan bahan yang ramah lingkungan.
    • Kapasitas menahan bebannya terbatas (tidak terlalu bagus menahan beban berat).

    Plafon Gypsum

    Gypsum adalah plafon yang terbuat dari kalsium sulfat terhidrasi. Bahan dasar gipsum ialah Plaster of Paris (POP), yang diproses menjadi papan dan digunakan untuk membuat struktur plafon gantung pada saluran aluminium.

    Dilansir Medium, bahan ini biasanya jadi pilihan utama untuk ceiling palsu untuk bangunan perumahan dan komersial. Tidak hanya itu, Gypsum juga pilihan yang baik untuk teater, kantor, dan lembaga pendidikan.

    Plafon gipsum memberikan hasil akhir yang halus, yang meningkatkan daya tarik estetika ruangan. Selain itu, plafon jenis ini juga mudah dipotong, dibentuk, dan dicetak menjadi berbagai desain.

    Kelebihan Plafon Gypsum

    • Sifatnya yang tahan api.
    • Memberikan insulasi akustik, yang menyerap suara sehingga bisa mengurangi transmisi kebisingan antara lantai dan ruangan.
    • Mudah dipasang dan ringan.
    • Harganya lebih hemat dibandingkan dengan bahan plafon lainnya.

    Kekurangan Plafon Gypsum

    • Tidak kedap air.
    • Rentan terhadap serangga.
    • Harganya mahal.
    • ketahanan terhadap api.

    Perbedaan Plafon PVC dan Gypsum

    Mengutip Gyproc, Berikut adalah faktor yang membedakan plafon PVC dan gypsum:

    1. Harga

    Umumnya, gypsum harganya lebih mahal daripada PVC yang terbuat dari POP. Harga PVC umumnya sekitar 25% lebih murah dari gypsum.

    2. Waktu Instalasi

    Karena plafon PVC dipasang di tempat, maka prosesnya memakan waktu lama dari gypsum. Sementara, gypsum diproduksi di pabrik dan dirakit serta diselesaikan di lokasi, jasi waktu penyelesaiannya sangat singkat.

    3. Desain dan Estetika

    Plafon PVC bisa dibuat dengan pola atau desain apa pun, sedangkan gypsum tidak semudah plafon PVC.

    4. Retakan

    Gypsum papannya datar mungkin tidak mudah retak. Sementara, PVC mungkin bisa retak, namun ini terjadi tergantung pada pengrajin dan kualitas campuran POP.

    5. Perbaikan

    Plafon PVC hanya perlu perbaikan sederhana, mungkin hanya sebagian kecil langit-langit saja perlu dipotong dan direnovasi jika perlu. Sementara, gypsum perbaikannya lebih sulit karena karena papan terpasang pada rangka logam.

    6. Tahan Air

    Plafon PVC kedap air, sedangkan plafon gypsum cenderung bisa berjamur dan muncul lengkungan jika ada kelembapan masuk ke langit-langit gypsum dari atap yang bocor atau pipa pembuangan.

    Itu tadi penjelasan mengenai perbandingan plafon PVC vs Gypsum, lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

    Namun perlu diingat, saat memilih material plafon palsu yang tepat untuk ruangan penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari anggaran, fungsionalitas, tampilan yang diinginkan, kondisi lingkungan, dan pemeliharaannya.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Alasan Genteng Tanah Liat Efektif Bikin Rumah jadi Adem


    Jakarta

    Saat melihat rumah di sekitar kamu, seringkali yang ditemui adalah atap dengan menggunakan genteng tanah liat. Bentuknya bergelombang dengan warna yang biasanya cerah dan dipasang saling mengait di ke samping dan bertumpuk ke bawah.

    Genteng tanah liat adalah bahan atap yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dengan cara dibakar di tungku. Bahan ini biasanya tidak diglasir, tetapi dapat diglasir atau dilapisi dengan bahan lain untuk menghasilkan lapisan akhir yang berwarna.

    Banyak alasan mengapa orang-orang lebih memilih menggunakan atap genteng tanah liat, salah satunya karena rumah menjadi lebih adem. Namun apakah hal itu benar?


    Melansir ehow, Senin (28/10/2024), berikut alasan mengapa genteng tanah liat lebih adem untuk rumah.

    1. Dapat Memantulkan Cahaya Matahari

    Genteng tanah liat memantulkan lebih banyak sinar matahari daripada atap aspal konvensional, meskipun daya pantulan bervariasi sesuai dengan warna nya. Genteng tanah liat merah tanpa glasir memantulkan 33 persen energi matahari yang mengenai permukaannya.

    Sedangkan genteng tanah liat berglasir memantulkan 70 hingga 80 persen sinar matahari yang mencapai permukaannya. Sebagai perbandingan, sirap aspal gelap konvensional memantulkan hanya 5 hingga 15 persen sinar matahari.

    2. Aliran Udara Bebas Masuk

    Atap genteng dipasang menggunakan pasak melalui tepi atas genteng, menahannya pada penyangga kayu. Metode pemasangan ini memungkinkan aliran udara bebas baik di atas maupun di bawah genteng.

    Aliran udara yang lebih baik berarti genteng dapat menyebarkan panas lebih cepat dan efisien. Genteng tanah liat menyebarkan 70 persen lebih sedikit panas ke dalam rumah selama musim panas daripada sirap aspal.

    3. Tidak Menyerap Panas

    Massa termal mengacu pada kemampuan material untuk menyerap panas dan memancarkannya. Tanah liat dianggap sebagai material dengan massa termal tinggi, tanah liat memanas secara perlahan dan menyebarkan panas secara perlahan.

    Hal ini membuat rumah dengan atap genteng tanah liat memiliki suhu yang relatif merata. Fitur ini memungkinkan atap melepas panas yang diserap pada siang hari dan melepaskannya di malam hari.

    Genteng tanah liat bukan hanya satu-satunya material yang memantulkan sinar matahari, menyediakan aliran udara yang baik, dan bisa menyerap panas dengan baik. Atap beton dan batu tulis juga memiliki tingkat penangkal panas yang bagus.

    Setiap atap genteng yang dipasang menggunakan teknik yang sama seperti genteng tanah liat, akan memberikan sifat aliran udara yang sama dan lapisan udara yang bersifat insulasi (peredaman panas) di bawah atap.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Atap Baja Ringan Bisa Bunyi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Atap baja ringan adalah jenis atap yang terbuat dari lembaran baja berkualitas struktural. Atap ini jadi salah satu yang populer di kalangan pemilik rumah modern, karena terkenal cukup kuat dan tahan lama (jika dibandingkan atap kayu).

    Di lain, ada mitos saat ada angin kencang dan hujan atap ini menimbulkan suara berisik. Di mana, hal ini bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Lebih lanjut, simak penjelasan faktor-faktor penyebabnya di bawah ini.

    Alasan Kenapa Atap Baja Ringan Bunyi

    Metal Roofing Alliance, faktor yang menyebabkan atap baja ringan bunyi di antaranya dipengaruhi oleh dek atap, insulasi, serta teknik pemasangan.

    Alasan atap baja ringan sering berbunyi mungkin bisa dilihat dari sifat logam (besi) itu sendiri yang jadi materialnya. Logam mengeluarkan bunyi denting atau dering ketika dipukul.

    Bentuk atap juga termasuk faktor dalam hal bunyi, terlepas dari apa pun material yang digunakan. Umumnya, atap dengan permukaan yang lebih tinggi dan ruang loteng yang lebih luas , cenderung lebih senyap daripada atap datar.


    Atap Berisik Bisa Jadi Pertanda Buruk

    Menurut sumber yang sama, menyebut bahwa atap logam yang bunyi dan berisik bisa menjadi tanda bahaya, meliputi:

    Kemungkinan atap tersebut tidak dipasang sesuai dengan rekomendasi pabrik maupun insulasinya tidak memadai.
    Jumlah pengencang yang terlalu sedikit atau pengencang yang longgar
    Penempatannya salah atau tidak tepat.

    Cara Menghentikan Atap yang Berisik

    Mengutip laman JJ Roofing Supplies, jika dipasang dengan benar, atap material logam modern tidaklah
    menimbulkan bunyi yang sangat bising. Kuncinya ada pada proses pemasangan dan bahan yang digunakan.

    Sejatinya, tidak ada cara yang benar-benar bisa meredam kebisingan dari atap lembaran logam. Namun, ada beberapa teknik untuk mengurangi transmisi suara melalui atap baja ringan:

    • Pastikan instalasi benar, karena proses pemasangan memegang peranan penting untuk menentukan seberapa senyapnya atap logam.
    • Penggunaan insulasi dan lapisan bawah, bisa jadi cara paling efektif untuk mengurangi kebisingan dari atap ini. Bahan-bahan tersebut berfungsi sebagai penghalang suara, menyerap, dan meredam kebisingan sebelum bisa memasuki ruang.
    • Pertimbangkan struktur atap dengan kemiringan yang lebih curam. Karena sudutnya membantu meredakan dampak tetesan air hujan, sehingga umumnya akan lebih senyap daripada atap yang lebih datar. Keberadaan ruang loteng juga bisa menyediakan zona penyangga tambahan untuk meredam suara-suara tersebut.

    Jika dipasang dengan benar, atap baja ringan bisa memberikan insulasi suara, efisiensi energi, dan daya tahan yang baik. Material ini bisa jadi investasi jangka panjang yang bisa t menambah nilai rumah, sekaligus memberikan perlindungan terbaik dari berbagai unsur alam.

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Pakai Atap Beton Bikin Panas? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Penggunaan atap beton pada rumah bisa menyerap banyak panas. Dengan demikian, bisa membuat bangunan terasa panas.

    Namun jangan khawatir karena hal itu bisa diatasi. Bagaimana caranya? Dilansir dari Four Square Construction, berikut ini caranya.

    Pakai Cat dan Pelapis Reflektif

    Sebelum kamu menerapkan pelapis reflektif, bersihkan dulu area atap dan perbaiki retakan yang ada. Hal ini guna memastikan pelapis melekat dengan baik dan sempurna. Pelapis dapat digulung atau disemprotkan, menutupi atap secara merata.


    Sebaiknya hal ini dikerjakan oleh tenaga ahli atau profesional untuk memastikannya dilakukan dengan benar. Aplikasi yang benar dapat membantu lapisan bertahan lebih lama dan bekerja lebih maksimal.

    Jenis Bahan Reflektif

    Cat dan pelapis reflektif ini juga membantu menjaga agar atap tetap sejuk, hal ini dilakukan bukan dengan menyerap sinar matahari melainkan memantulkannya. Cat khusus ini terdiri dari pelapis elastomeric, yang bersifat kenyal dan elastis, serta dapat meregang seiring dengan pergerakan atap.

    Sebagian terbuat dari bahan seperti poliuretan atau akrilik, kedua bahan tersebut mengandung pigmen mengkilap yang memantulkan sinar matahari kembali ke langit. Pelapis atap reflektif juga bisa menurunkan suhu permukaan pada atap, sehingga dapat mengurangi kebutuhan pendinginan dalam ruangan secara signifikan.

    Insulasi Atap

    Papan busa, isolasi reflektif, dan papan fiberglass adalah bahan umum yang digunakan untuk mengisolasi atap. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai penghalang untuk menghentikan panas masuk ke dalam bangunan, sehingga bangunan tetap sejuk.

    Insulasi pada atap dapat dipasang dengan dua cara, yaitu dipasang langsung di beton atau dipasang di atas beton di bawah lapisan atap baru. Untuk bangunan baru, insulasi dipasang langsung pada beton. Ini dilakukan sebelum bahan atap ditambahkan.

    Pada bangunan lama, isolasi dapat ditempatkan di atas beton. Ini dilakukan di bawah lapisan bahan atap baru. Metode ini membantu menjaga bangunan tetap sejuk dengan mencegah panas masuk ke atap.

    Menambahkan isolasi dapat memangkas kebutuhan AC hingga 15%, sehingga lebih terjangkau untuk menjaga bangunan tetap sejuk dan nyaman.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Isolasi Area Ini di Rumah, Bakal Rugi Sendiri!



    Jakarta

    Mengetahui di mana harus mengisolasi bagian rumah kamu akan membuat terasa nyaman dan aman sepanjang musim penghujan. Saat musim penghujan hampir tiba, beberapa pemilik rumah ingin tahu cara menjaga rumah yang tidak memiliki insulasi yang baik agar tetap hangat.

    Tetapi, terdapat beberapa area yang harus kamu pertimbangkan untuk mengisolasinya. Karena, jika insulasi tidak dipasang secara benar atau pada tempat yang salah, hal ini justru dapat menyebabkan lebih banyak kerugian dibandingkan dengan manfaatnya.

    Apa itu Isolasi?

    Melansir Home Building, Selasa (5/11/2024), jika mengambil pada pendekatannya, isolasi berarti membangun rumah yang sangat terisolasi serta kedap udara.


    Sederhananya, ini tentang membungkus rumah kamu dengan menggunakan selimut termal guna menciptakan rumah berkelanjutan yang tidak terlalu banyak membutuhkan pemanas, serta meningkatkan tingkat kenyamanan, dan mengurangi biaya listrik kamu.

    “Insulasi adalah komponen penting dari bangunan yang nyaman dan efisien, insulasi tidak hanya mengurangi kehilangan atau perolehan panas dengan menyediakan penghalang antara suhu dalam dan luar, tetapi penggunaannya juga dapat mendukung beberapa tantangan keberlanjutan dan pembangunan terbesar saat ini, mulai dari konsumsi energi hingga polusi suara dan ketahanan terhadap kebakaran,” kata Manajer produk GBU, James Francis.

    Area Ventilasi

    Melansir Ideal Home, pada Selasa (5/11/2024), ventilasi sering kali membuat rumah terasa lebih dingin, terutama pada saat musim-musim tertentu seperti musim penghujan ketika suhu mulai menurun.

    “Meskipun terasa berangin, kamu tidak boleh membiarkan insulasi menutupi area ventilasi atau menggunakan bahan anti angin untuk menyumbatnya,” ujar pakar properti dan konstruksi MyJobQuote.co.uk, Thomas Goodman, dalam kutipannya di Ideal Home.

    Dia menegaskan bahwa hal itu dapat menimbulkan masalah kelembapan yang signifikan dalam jangka panjang.

    Di Atas Kabel Listrik

    Sementara itu pendiri The Stairlift Store, Mark Glenney menerangkan insulasi loteng di atas kabel merupakan hal yang sulit. Kabel membutuhkan ruang untuk melepaskan panas dan membungkus insulasi dengan rapat pada area sekitar kabel atau kabel dapat memberikan resiko panas yang lebih.

    “Menutupi kabel dengan insulasi loteng umumnya baik-baik saja, tetapi kamu harus memastikan kabel kamu memiliki peringkat yang tepat dan pada kotak sambungan diisolasi dengan baik dan benar sehingga tidak terlalu panas dan menimbulkan resiko kebakaran,” ujar pendiri dan CEO Furbnow, Becky Lane.

    Hal itu juga tidak hanya bisa mengakibatkan kabel menjadi terlalu panas, tetapi juga bisa mengurangi kapasitas kabel untuk mengalirkan arus. Pada intinya, kabel hanya boleh ditutup dengan isolasi ketika seorang tenaga ahli listrik sudah mengkonfirmasi kalau hal ini tidak akan berdampak kepada kapasitasnya secara signifikan.

    Rongga pada Dinding Bangunan Lama

    Biarpun beberapa dinding rongga dapat diisolasi dan mungkin menjadi tempat paling sering untuk menambahkan isolasi, namun terdapat beberapa contoh di mana kamu lebih baik tak usah melakukannya. Karena isolasi pada dinding rongga yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah kondensasi.

    Jika kamu berencana untuk mengisolasi dinding rongga pada properti lama, sebaiknya kamu memakai bahan isolasi yang dapat bernapas guna mempertahankan kemampuan ini.

    Loteng

    Penyumbatan juga dapat menimbulkan terbentuknya kondensasi, kelembapan, serta jamur. Penting untuk kamu menjaganya supaya usia atap tidak terganggu.

    Hal yang harus kamu perhatikan juga adalah harus mengganti atap karena kamu salah mengisolasi atap.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lindungi Rumah dari Banjir Pakai Jurus Ini



    Jakarta

    Banjir dapat menjadi ancaman serius bagi rumah, terutama di daerah yang rawan terkena dampak bencana ini. Untuk melindungi hunian dan barang berharga, ada beberapa solusi praktis yang dapat diterapkan.

    Pertama, membuat sumur resapan atau biopori dapat membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, sehingga mengurangi genangan di permukaan. Selain itu, menjaga kebersihan saluran air dan memasang jeruji untuk mencegah penyumbatan sangat penting agar aliran air tetap lancar.

    Langkah lain yang efektif adalah meninggikan lantai rumah dan menggunakan konstruksi tahan banjir, seperti rumah panggung, yang telah terbukti berhasil menghindari genangan saat banjir besar.


    Gunakan Material Tahan Banjir

    Melansir Archdaily, pada Minggu (10/11/2024), material tahan banjir adalah jenis material yang mampu bertahan ketika terendam banjir selama minimal 72 jam tanpa mengalami kerusakan yang signifikan. Air banjir dapat muncul dalam bentuk genangan (hidrostatik) atau aliran (hidrodinamik).

    Dan terkadang dapat menyebabkan pergeseran pada dinding pondasi, keruntuhan bangunan, pengapungan tangki bahan bakar, serta erosi. Istilah kerusakan yang signifikan merujuk pada kerusakan yang memerlukan perbaikan lebih dari sekadar pembersihan atau perbaikan kosmetik yang murah, seperti pengecatan.

    Untuk menghindari kerusakan tersebut, material tahan banjir harus memiliki daya tahan yang tinggi dan mampu menahan kelembapan berlebih.

    Contoh material tersebut meliputi beton, bata berlapis kaca, insulasi sel tertutup dan busa, perangkat keras dari baja, kayu lapis yang telah diberi perlakuan tekanan dan kelas laut, ubin keramik, lem tahan air, cat epoksi poliester, dan berbagai jenis lainnya.

    Meninggikan Bangunan

    Sebagai langkah awal, arsitek perlu merancang struktur yang berada di atas permukaan banjir untuk mengurangi risiko kerusakan jika banjir terjadi. Salah satu metode umum adalah dengan membangun struktur di atas kolom atau panggung.

    Dalam situasi lain, fondasi yang kuat dapat dinaikkan ke ketinggian yang lebih tinggi. Untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang langkah-langkah yang perlu diambil, arsitek harus menganalisis iklim dan sejarah banjir di daerah tersebut serta berkonsultasi dengan sumber daya online, seperti panduan mengenai konstruksi pesisir.

    Gunakan Pelapis Sealant dan Veneer yang Tahan Air

    Ada dua jenis pelapisan anti banjir yaitu kering dan basah. Pelapisan anti banjir kering berfungsi untuk mencegah air banjir masuk, sedangkan pelapisan anti banjir basah memungkinkan air banjir masuk ke dalam rumah.

    Jenis pelapisan ini mencakup pelapis, sealant, dan veneer kedap air yang dirancang untuk menghentikan air mencapai bagian dalam bangunan.

    Veneer kedap air dapat terdiri dari lapisan batu bata yang didukung oleh membran kedap air, yang berfungsi untuk menyegel dinding luar agar tidak dapat ditembus oleh air.

    Untuk dinding interior, arsitek sebaiknya menggunakan insulasi busa sel tertutup yang dapat dicuci di area yang mungkin terendam banjir.

    Selain itu, pelapis dan sealant juga dapat diterapkan pada fondasi, dinding, jendela, dan pintu untuk mencegah masuknya air banjir melalui celah-celah, karena bukaan ini biasanya tidak dirancang untuk kedap air atau mampu menahan tekanan dari banjir.

    Amankan Perangkat Elektronik dan Perpipaan

    Menempatkan peralatan servis di atas permukaan air banjir adalah salah satu cara terbaik untuk melindunginya. Peralatan ini mencakup pemanas, ventilasi, pendingin udara, peralatan pipa, perlengkapan pipa, sistem saluran, serta peralatan listrik seperti panel servis, meteran, sakelar, dan stopkontak.

    Jika komponen-komponen ini terendam air banjir, bahkan hanya untuk waktu singkat, mereka dapat mengalami kerusakan parah dan perlu diganti. Khususnya, peralatan listrik dapat menjadi sumber risiko kebakaran jika terjadi korsleting.

    Oleh karena itu, sebaiknya komponen-komponen ini ditinggikan di atas permukaan air banjir. Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, komponen tersebut dapat dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir dengan menggunakan penutup kedap air, penghalang, lapisan pelindung, atau metode lain yang dapat melindungi bagian-bagian yang rentan.

    Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang berlaku, arsitek disarankan untuk berkonsultasi dengan peraturan kota setempat.

    Ratakan Rumput Pada Area Rumah

    Salah satu metode terakhir yang dapat diterapkan oleh arsitek untuk mengurangi kerusakan akibat banjir adalah dengan meratakan halaman rumput agar tidak terlalu dekat dengan rumah. Jika halaman rumput miring ke arah rumah, air hujan akan terakumulasi di sekitar bangunan.

    Sebaliknya, jika halaman rumput dimiringkan ke arah luar, air hujan akan mengalir menjauh dari rumah. Untuk mencapai tujuan ini, halaman rumput sebaiknya menggunakan tanah berat yang mengandung campuran tanah liat dan pasir, sehingga limpasan permukaan dapat mengalir ke tempat yang lebih sesuai, seperti selokan jalan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Masalah yang Sering Terjadi Pada Atap



    Jakarta

    Atap merupakan salah satu elemen terpenting dalam struktur bangunan, berfungsi melindungi interior dari cuaca ekstrem dan menjaga kenyamanan penghuni. Namun, seiring berjalannya waktu, atap dapat mengalami berbagai masalah yang bisa mengganggu fungsinya.

    Simak artikel ini yang akan membahas beberapa masalah umum yang sering terjadi pada atap, seperti kebocoran, kerusakan genteng, dan penumpukan lumut, serta memberikan solusi praktis untuk memperbaikinya.

    Identifikasi

    Melansir This Old House, pemeriksaan secara berkala memungkinkan kamu untuk mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul sebelum berkembang menjadi isu yang lebih serius. Namun, penting untuk mengetahui apa yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan tersebut.


    Periksa Indikator Visual

    Lihat masalah atap yang terindikasi dari darat, seperti kerusakan atau hilangnya flashing di sekitar cerobong asap dan ventilasi, genteng yang hilang, retak, atau melengkung, area yang kendur di atap, serta adanya garis-garis gelap atau pertumbuhan alga.

    Tanda Internal Masalah

    Waspadai titik lembab di lantai atas, cat mengelupas di samping atap yang menjorok, cahaya yang masuk melalui papan atap, noda air di langit-langit atau dinding, jika kamu menyaksikan salah satu gejala ini, silakan penyelidikan lebih lanjut atau kontak profesional untuk inspeksi.

    Kebocoran

    Kebocoran atap adalah salah satu masalah paling umum dan berpotensi merusak yang sering dihadapi oleh pemilik rumah. Kebocoran tidak selalu terlihat sebagai tetesan air yang terus-menerus.

    Terkadang, ia muncul dalam bentuk titik lembap di langit-langit atau noda air yang membesar. Untuk mendeteksi kebocoran, periksa loteng kamu untuk mencari insulasi yang basah atau area yang bernoda pada selubung.

    Kamu juga bisa meminta bantuan teman atau anggota keluarga untuk menyemprotkan air ke area atap yang dicurigai sambil kamu memeriksa dari dalam. Setelah menemukan lokasi kebocoran, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki masalah tersebut di permukaan atap.

    Kerusakan Sirap

    Cuaca ekstrem dapat merusak, mengendurkan, atau bahkan menghilangkan sirap atap. Sirap yang rusak membuat atap kamu lebih rentan terhadap infiltrasi air dan kerusakan tambahan, melakukan pemeriksaan secara berkala dapat membantu kamu mendeteksi masalah pada sirap lebih awal.

    Kegagalan Flashing

    Flashing adalah bahan yang digunakan untuk menutup sambungan dan mencegah air masuk melalui celah di atap, seperti di sekitar cerobong asap, ventilasi, dan skylight. Seiring waktu, flashing dapat mengalami keretakan, berkarat, atau terlepas, yang dapat mengakibatkan kebocoran.

    Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian ekstra pada area ini saat melakukan pemeriksaan atap.

    Masalah Ventilasi Atap

    Ventilasi atap dan skylight tidak hanya fungsional tetapi juga estetis, namun keduanya dapat mengalami kebocoran jika tidak dirawat dengan baik. Periksa adanya retakan atau celah, terutama di sekitar segel.

    Komponen yang terpasang dengan aman dan tersegel dengan baik akan membantu mencegah masuknya air.

    Masalah Sambungan dan Kelembapan

    Lereng atap, yaitu area di mana dua bidang atap bertemu, dapat mengumpulkan serpihan dan air, yang berpotensi menyebabkan keausan dan kebocoran. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa sirap di lereng tersebut terpasang dengan benar agar masalah ini dapat dihindari.

    Peralatan Perbaikan Atap Sendiri

    Sebelum memulai perbaikan atap sendiri, kumpulkan peralatan dan perlengkapan keselamatan berikut antara lain pistol mendempul, bar datar, sekop taman, palu, tangga, sepatu anti selip, paku atap, sealant atap, kacamata keselamatan, tali pengaman, dan sarung tangan kerja.

    Langkah-langkah Memperbaiki dan Mengganti Sirap yang Rusak

    Jika kamu perlu memperbaiki atau mengganti sirap atap, pilihlah hari yang cerah untuk melakukannya, karena suhu ekstrem dapat membuat sirap menjadi rapuh atau terlalu lunak kemudian, ikuti langkah-langkah berikut untuk memperbaikinya.

    Gunakan batang datar untuk memecah segel antar sirap dan cabut paku-paku, singkirkan sirap yang rusak, pasang sirap baru mulai dari tingkat terendah, pakukan sirap baru pada tempatnya, dan aplikasikan manik-manik sealant atap di bawah tepi depan setiap sirap yang diganti serta sirap di atasnya.

    Memperbaiki Flashing yang Salah

    Jika kamu menghadapi masalah kecil pada flashing, cukup bersihkan area di sekitarnya dan aplikasikan sealant atap untuk memperbaiki retakan atau menempelkan kembali bagian yang longgar.

    Pastikan permukaan sealant tetap halus agar air dapat mengalir dengan baik.
    Namun, jika kamu mengalami masalah flashing yang lebih serius, kamu mungkin perlu mengganti seluruh unit flashing tersebut.

    Dalam hal ini, sebaiknya hubungi profesional untuk mendapatkan bantuan.

    Memperbaiki Kebocoran Langit-langit

    Untuk memperbaiki kebocoran langit-langit, cari retakan atau celah pada langit-langit dan aplikasikan segel silikon di sekeliling tepi langit-langit. Pastikan flashing di sekeliling langit-langit masih utuh, lalu tutup semua celah atau retakan.

    Membersihkan Atap yang Lembap

    Untuk membersihkan lembah atap dari serpihan, gunakan sekop taman untuk mengangkat daun, cabang, dan tanah.

    Periksa sirap di lembah untuk melihat apakah ada kerusakan, dan ganti jika diperlukan. Pastikan sirap sudah diratakan dan disegel dengan baik agar air tidak bisa masuk.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakelar Lampu Terasa Panas dan Menyetrum? Bisa Jadi Ini 3 Penyebabnya!


    Jakarta

    Pada setiap instalasi lampu di rumah, pasti ada saklar untuk menyalakan dan mematikan lampu. Normalnya, saklar lampu aman dipegang karena memakai bahan yang tahan dari aliran listrik. Namun, pernahkah kamu merasa saklar di rumah terasa panas atau hangat? Kira-kira hal tersebut normal atau bahaya?

    Dilansir The Spruce, sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena panas yang terasa merupakan proses pembuangan panas dari aliran listrik.

    Maka dari itu, agar lebih aman digunakan bahan saklar biasanya memakai bahan dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.


    Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama justru lebih berbahaya. Panas tersebut dapat merusak insulasi atau pengaman kabel. Kemudian, menimbulkan retakan dan jika sudah parah dapat memicu kebocoran pada aliran listrik. Hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran.

    Hal yang harus kamu waspadai adalah apabila saklar yang panas tersebut juga disertai dengan kejutan atau aliran listrik yang terasa saat dipegang. Jika sudah seperti ini, kamu perlu berhati-hati dan memperbaiki saklar tersebut. Namun sebelum itu, ketahui dahulu beberapa penyebab saklar listrik panas hingga disertai kejut dari listrik.

    1. Besar Daya Listrik yang Tidak Sesuai dengan Kabel

    Saat memasang instalasi listrik, jenis kabel harus disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Perbedaan jenis kabel dan muatan justru dapat menimbulkan panas yang terasa hingga ke saklar. Semakin banyak panas yang ditimbulkan, bisa terjadi kebocoran yang dapat memicu korsleting listrik.

    2. Sambungan Kabel Longgar

    Penyebab kedua bisa karena sambungan kabel yang longgar. Untuk mengetahui hal ini dan cara perbaikannya, sebaiknya kamu memanggil tenaga ahli agar lebih aman.

    3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

    Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Cara memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com