Tag: interior

  • 5 Pertimbangan Bikin Interior Rumah Ramah Lingkungan & Berkelanjutan


    Jakarta

    Topik tentang lingkungan merupakan isu yang cukup digemborkan di Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk desain interior. Menerapkan menjadi prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat.

    Menurut Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Rohadi, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu memahami makna dari kata sustain itu sendiri. Ia mengimbau jangan karena berusaha sustain justru malah menimbulkan kerugian.

    “Kita harus ngerti, sustain itu sampai kapan. Jangan sampai untuk kita sustain, tapi malah membuang energi yang banyak. Contohnya mobil, kalau mobil sekian tahun memang harus ganti, kalau nggak ganti ya repot,” ujar Rohadi kepada detikcom belum lama ini.


    Menerapkan gaya hidup berkelanjutan berarti harus memperhatikan masa pakai, cara menggunakannya kembali, hingga cara mendaur ulang barang atau dalam hal ini furnitur atau komponen interior lainnya.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan membuat desain interior yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    1. Kebutuhan

    Rohadi menjelaskan hal pertama yang dipikirkan ketika hendak merancang interior ruangan adalah memikirkan kebutuhan ruangan untuk menunjang kehidupan penghuni rumah. Renungkan bagaimana memfungsikan setiap ruangan di rumah serta apa yang bisa ditambahkan memudahkan aktivitas di dalamnya.

    “Seandainya rumah tinggal yang dibutuhkan apa? Ruang apa? Ruang multifungsi atau ruang per ruang itu kebutuhannya. Ruang makan, ruang keluarga, ruang bermain dan sebagainya. Bisa nggak ruang-ruang itu dijadikan satu? Ada nggak ruang-ruang yang harus khusus, ruang-ruang yang benar-benar untuk privacy kita?” katanya.

    2. Desain

    Lalu, untuk memenuhi kebutuhan itu, pengguna memikirkan bagaimana komponen-komponen interior akan membantu memudahkan kehidupannya. Misalkan suatu menggunakan teknologi untuk mempersingkat waktu, seperti membuka pintu atau menyalakan lampu menggunakan remot ataupun saklar. Menentukan furnitur tidak bisa sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepraktisan di dalam rumah.

    “Dilihat dari furniturnya, desainnya seperti apa, bentukan-bentukannya, flow-nya seperti apa. Karena itu juga menyangkut kepada masalah sirkulasi udara, sirkulasi orang masuk-keluar (ruangan), sirkulasi keamanan dan sebagainya. Dan akhirnya kita bisa menentukan furnitur yang kita butuhkan itu untuk menunjang hidup kita,” jelasnya.

    3. Material

    Lebih lanjut, Rohadi menyebut para desainer penting sekali menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan serta aman bagi manusia. Sebagaimana memilih cat rumah atau furnitur, harus hati-hati jangan sampai memilih bahan yang mengandung senyawa berbahaya.

    “Kita juga tidak bisa sembarangan memberikan cat-cat yang tidak ramah lingkungan. Dalam artian toxic. Mungkin dengan minyak, pelarutnya dari minyak dan sebagainya. Dalam satu ruangan, kalau kita tidur kita hirup, ya kan? Nah,itu juga penting untuk kita cermati,” ucapnya.

    Maka, memilih bahan atau material yang alami juga tidak menjamin suatu furniture atau interior lebih ramah lingkungan atau berkelanjutan. Sudah banyak bahan-bahan yang modern sudah memikirkan aspek kelanjutan suatu barang.

    “Bahan-bahan yang antibakterial, antivirus, dan sebagainya itu sudah ada. Dan tentunya ramah lingkungan juga sudah ada. Pinter-pinternya para desainer, pinter-pinternya para pemakai aja,” ungkapnya.

    4. Estetika

    Setelah memahami kebutuhan kriteria dari furnitur atau desain interior, pengguna baru mempelajari tentang warna, estetika, serta faktor ergonomik lainnya. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan untuk memastikan kenyamanan pengguna.

    5. Harga

    Terakhir, sesuaikan kemampuan dengan desain interior yang sudah bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penghuni rumah. Rohadi menuturkan jangan jadikan harga pertimbangan di awal, melainkan kebutuhan dan kenyamanan terlebih dulu.

    “Kalau mahal tapi kita membuat kita nyaman, why not? Ya walaupun mahal, memang harus gitu kan?” imbuhnya.

    Pasalnya, persoalan harga masih dapat dinego serta diusahakan secara bertahap dengan menentukan prioritas. Berbagai furnitur dapat dibeli di kemudian hari sesuai kemampuan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Dekorasi Rumah Bak Resor Mewah di Bali


    Jakarta

    Liburan ke resort tentu membuat perasaan tenteram, bukan? Hal itu sebenarnya bisa lebih sering kamu rasakan kalau mendekorasi rumah bagus bak resor di Bali.

    Meski rumah tak semewah penginapan di Bali, kamu bisa meniru dekorasi ala resort. Dengan demikian, kamu seakan-akan sedang healing setiap hari karena tampilan rumah seperti resor.

    Melansir dari House Digest, Minggu (5/5/2024) berikut ini beberapa cara dekorasi supaya rumah bagus seperti resor mewah.


    Cara Dekorasi Rumah Bak Resor Mewah di Bali

    1. Furnitur Kayu atau Anyaman

    Memakai furnitur berbahan kayu atau anyaman bisa memberi kesan seperti bersantai di pantai. Tampilan furnitur yang hangat, kasual, dan erat dengan alam, sehingga cocok sekali untuk membuat rumah bergaya resor.

    Selain itu, furnitur seperti ini sangat mudah dipadu-padankan di rumah karena warnanya yang netral. Nah, jangan lupa lengkapi dengan bantalan berwarna cerah supaya ruangan terlihat lebih segar.

    2. Tanaman Hias

    Tanaman hias tidak boleh ketinggalan buat menghiasi interior rumah. Kamu bisa menggunakan tanaman asli ataupun palsu untuk menciptakan suasana tropis di dalam rumah. Tak hanya cantik, beberapa tanaman juga bermanfaat untuk membersihkan udara, sehingga dapat mendukung produktivitas dan kesehatan mental.

    3. Tempat Tidur Bernuansa Putih

    Tiru suasana penginapan mewah dengan menggunakan seprai, sarung bantal, dan selimut berwarna putih. Tempat tidur yang terlihat bersih bakal menambah kenyamanan di kamar. Warna putih juga sangat cocok dipadukan dengan berbagai hiasan interior, bahkan tempat tidur bisa menjadi titik fokus dalam ruangan.

    4. Tempat Tidur Kanopi

    Berikan sentuhan tambahan pada kamar dengan memakai kanopi tempat tidur. Kanopi bisa membuat suasana kamar menjadi lebih mewah dan romantis. Kemudian, mengingatkan juga saat liburan ke resor yang banyak menggunakan kanopi buat menghalau serangga.

    5. Kamar Mandi Bergaya Spa

    Liburan ke resor juga identik dengan spa yang menenangkan tubuh dan pikiran. Coba bikin kamar mandi kamu seakan-akan di spa dengan menambah beberapa elemen yang terinspirasi spa untuk menciptakan lingkungan terapeutik dan santai.

    Kamu dapat mendekorasi dinding dengan foto dan lukisan laut atau pemandangan di pantai. Lalu, atur tempat penyimpanan dan rak handuk sebagaimana biasa dilakukan di resor.

    6. Gorden Tipis

    Cahaya alami sangat diperlukan untuk membuat ruangan lebih terang dan hangat seperti di resor. Kamu bisa menggunakan gorden tipis berwarna putih sebagai hiasan sederhana. Sebab, gorden yang berat dan redup membuat isi rumah kurang terhubung dengan dunia luar.

    7. Ruang Makan Outdoor

    Sebagai tambahan, coba siapkan ruang makan outdoor buat kamu gunakan ketika cuaca bagus. Ruang makan outdoor memungkinkan kamu merasakan kehidupan resort di rumah. Siapkan saja meja dan kursi yang kokoh serta lengkapi dengan hiasan seperti bunga dan lainnya.

    Itulah cara mendekorasi agar rumah bak resor, sehingga setiap hari bagaikan berlibur ke Bali. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 7 Tips Memilih Cat Tembok Ini Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Warna cat tembok mampu mengubah tampilan rumah secara drastis. Kalau kamu sedang membangun atau merenovasi rumah, tentu membeli cat termasuk dalam daftar belanjamu.

    Nah, memilih cat tembok tidak bisa sembarangan dengan sekadar memilih warna favorit saja. Kamu perlu memerhatikan cat tembok dari jenis hingga warna yang sesuai untuk mendapatkan hasil terbaik.

    Melansir dari howstuffworks, Senin (6/5/2024) berikut ini beberapa pertimbangan ketika memilih cat tembok.


    Tips Memilih Cat Tembok

    1. Jenis Cat

    Pastikan kamu memilih jenis cat berdasarkan letak tembok baik outdoor maupun indoor. Bahan dan karakteristik cat untuk interior dan eksterior rumah itu berbeda, maka jangan sampai tertukar ketika membeli cat.

    Ada banyak faktor yang bisa mengubah hasil pengecatan dari pencahayaan hingga permukaan. Jadi pastikan kamu memahami karakteristik dari jenis cat dan kecocokan dengan tembok yang akan dicat.

    2. Dekor Ruangan

    Untuk tampilan ruangan yang menawan, kamu perlu mempertimbangkan warna yang cocok dipadukan dengan interior ruangan. Perhatikan tekstur dan warna yang sudah ada di sebuah ruangan untuk menentukan warna tembok yang bisa menambah keindahan rumah.

    Akan tetapi, kalau kamu bingung menentukan warna atau sudah menyukai warna tembok yang sudah ada, kamu cukup melapisi ulang bagian-bagian tembok yang rusak saja.

    3. Pencahayaan Ruangan

    Pertimbangkan pencahayaan ruangan saat memilih cat tembok, sebab hal ini memengaruhi hasil pengecatan tembok. Kemungkinan tone warna tembok akan berbeda di pagi dan malam hari tergantung pencahayaan yang ada. Maka, pastikan kamu menyukai warna tembok pada dua kondisi tersebut.

    4. Fungsi Ruangan

    Nah, yang nggak kalah penting adalah warna cat sebaiknya disesuaikan dengan suasana ruangan untuk jangka waktu yang panjang. Suatu ruangan bisa sewaktu-waktu beralih fungsi, maka kamu perlu mempertimbangkan warna tembok yang pas kalau nggak mau mengecat ulang.

    5. Keamanan Bahan Cat

    Cat terbuat dari berbagai bahan kimia yang mungkin berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahan kimia berbahaya bisa terekspos dan terhirup melalui udara. Oleh karena itu, pastikan untuk mempertimbangkan keamanan bahan cat tembok.

    Itulah beberapa tips memilih cat tembok yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Wastafel yang Ideal? Begini Cara Mengukurnya


    Jakarta

    Wastafel dapur adalah tempat yang biasanya digunakan untuk mencuci piring dan peralatan memasak. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata ada tinggi ideal untuk wastafel di dapur?

    Memasang wastafel pada ketinggian yang tepat jauh lebih penting daripada ketinggian standar untuk semua orang.

    Mengapa begitu? Ini karena setiap orang memiliki tinggi yang berbeda-beda. Jadi, ketinggian wastafel seharusnya disesuaikan dengan tinggian pengguna. Ketinggian yang sesuai akan membuat pengguna terhindar dari bungkuk dan rasa pegal saat harus mencuci piring dalam jumlah banyak.


    Lantas berapa tinggi wastafel yang ideal? Berikut adalah pengukurannya, dilansir dari berbagai sumber.

    Tinggi Ideal Wastafel Sesuai Tinggi Pengguna

    Tinggi ideal wastafel bisa diukur menggunakan tinggi siku pengguna. Tinggi siku adalah ketinggian yang diukur mulai dari tanah berpijak sampai siku seseorang, jadi tinggi siku ini akan berbeda untuk setiap orang. Pengukuran tinggi wastafel yang paling ideal adalah menggunakan tinggi siku pengguna, bukan tinggi badan.

    Antara tinggi siku dan permukaan atas wastafel, harus ada jarak sekitar 10-15 cm. Ketinggian wastafel idealnya berjarak antara 10-15 cm dibawah tinggi siku pengguna. Pengukuran ini bisa membantu pengguna untuk tidak membungkuk di atas wastafel dan membuat punggung lebih rileks.

    Selanjutnya, ketinggian wastafel hampir selalu sama dengan tinggi meja dapur. Namun, kedalaman wastafel yang ideal adalah 56 cm. Kedalaman ini akan meminimalisir cipratan dan dapur menjadi basah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 10 Hal Ini Saat Pilih Cat Dinding Rumah biar Nggak Kecewa


    Jakarta

    Suasana dan penampilan rumah bisa dipengaruhi oleh warna cat dinding. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai warna cat untuk menciptakan suasana dan estetika sesuai selera.

    Akan tetapi, memilih cat rumah tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya rumah tampilan dinding serasi dengan keseluruhan interior dan desain rumah.

    Nah, supaya kamu nggak mau kecewa sama hasil pengecatan, kamu bisa melakukan riset, pertimbangan, hingga uji coba cat rumah dulu. Yuk, simak penjelasan berikut ini yang dikutip dari detikBali, Kamis (13/6/2024).


    Tips Cat Rumah Anti Gagal

    1. Mulai dari Ruangan yang Kecil

    Jika detikers masih bingung dan belum yakin ingin mengecat tembok dengan warna apa, cobalah mengecat ruangan yang luasnya tidak begitu besar. Di sini, kamu bisa melakukan eksperimen kecil-kecilan dengan mencoba warna cat baru, kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Pikirkan Warna Cat Sesuai Mood

    Perasaan atau mood dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih warna cat rumah. Selain itu, pertimbangkan juga suasana ruangan yang akan kamu tempati, gunakan perasaan hati kamu untuk menentukan warna cat yang pas.

    Misalnya, detikers ingin warna cat di kamar tidur utama mengusung nuansa yang tenang dan bahagia, kamu bisa menggunakan cat tembok berwarna netral atau pastel. Lalu, di area ruang makan ingin mengusung warna cat yang terasa nyaman untuk ditempati, kamu bisa memilih warna-warna cerah.

    3. Perhatikan Pencahayaan yang Digunakan

    Bukan cuman mood, detikers juga perlu memperhatikan pencahayaan di dalam rumah. Kalau rumah kamu memiliki cahaya lampu pijar, maka lebih menonjolkan warna-warna hangat dan kuning.

    Sementara itu, kalau rumah detikers mengusung cahaya lampu pendar, maka warna yang dihasilkan cenderung lebih ke warna biru. Jadi, perhatikan juga pencahayaan yang digunakan di rumah kamu agar tidak salah memilih warna cat.

    4. Pahami Arti Setiap Warna

    Memilih warna cat tembok rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan detikers, maka dari itu kamu harus memahami arti dari setiap warna. Biar lebih mudah, berikut terminologi yang dipakai untuk menjelaskan sebuah warna:

    Hue merupakan julukan untuk sebuah warna. Nilai hue dapat dipengaruhi oleh seberapa terang atau gelap warna tersebut. Dalam hal ini warna merah dan biru adalah hue.

    Saturation atau saturasi adalah seberapa besar pengaruh dominan hue dalam suatu warna. Misalnya, saat mengubah warna dari merah ke pink, maka nilai hue merah akan menjadi kurang dominan.

    5. Tes Warna Cat Baru yang Ingin Dipakai

    Kalau kamu ragu dengan warna cat yang baru dibeli, cobalah tes cat tersebut dengan mengecatnya di atas papan poster atau salah satu tembok rumah. Tes ini juga membantu detikers untuk mempertimbangkan warna-warna yang lebih kuat, tajam, lembut, atau netral. Jadi, rumah detikers terlihat lebih indah karena mengusung warna-warna yang indah di mata.

    6. Gunakan Warna Cat Tembok yang Serasi dengan Atap

    Bagi detikers yang ingin mengecat tembok eksterior rumah, usahakan jangan sampai salah memilih warna ya. Untuk itu, kamu bisa memilih warna cat yang serasi dengan atap atau genteng rumah.

    Pada umumnya, rumah modern saat ini memiliki atap yang cenderung berwarna gelap. Nah, kamu bisa memadukannya dengan warna cat tembok yang tidak begitu mencolok seperti putih, krem, atau abu-abu.

    7. Jangan Gunakan Satu Warna

    Ada sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan ketika mengecat rumah, seperti mood dan nuansa yang ingin diciptakan. Maka dari itu, sebaiknya jangan menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah.

    Agar lebih berwarna, kamu bisa mengusung warna-warna cerah untuk area kamar tidur dan tempat bermain si kecil. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    8. Tentukan Transisi Warna yang Pas

    Seperti yang dijelaskan di atas, usahakan tidak menggunakan satu warna saja untuk mengecat seluruh tembok rumah. Namun, penggunaan warna cat tembok yang bermacam-macam juga harus disesuaikan dengan baik, agar bisa menciptakan transisi warna yang pas.

    Tentu, transisi warna cat tembok yang tidak pas akan menimbulkan kesan nabrak, terlalu ramai, dan tidak estetik. Cobalah memadukan warna kalem seperti putih di ruang tamu, krem di ruang makan, dan abu-abu di area taman.

    9. Gunakan Tabel Lingkaran Warna

    Kalau detikers masih kesulitan untuk menentukan warna yang pas, coba gunakan tabel lingkaran warna. Dengan bantuan tabel ini, detikers dapat menentukan kombinasi warna kontras yang pas agar menghasilkan nuansa rumah yang ciamik.

    10. Pasang Aksesoris untuk Ruangan yang Pas

    Setelah mengecat tembok rumah dengan warna yang sesuai, kini detikers tinggal mengisi peralatan rumah tangga dan beragam aksesoris. Tapi perlu diingat, jika detikers ingin memasang sejumlah aksesoris di dinding usahakan kombinasi warnanya sesuai.

    Jadi, tak hanya bentuk aksesorisnya saja yang diperhatikan, tapi perlu juga mempertimbangkan warna yang digunakan. Bayangkan kalau cat tembok detikers berwarna krem, namun aksesoris yang dipajang berwarna hijau stabilo. Tentu tidak pas bukan?

    Nah, itu dia detikers pembahasan mengenai tips memilih cat tembok rumah yang bagus dan tahan lama. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang masih kebingungan memilih warna cat tembok rumah.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Bikin Rumah Kedap Suara buat Suasana Hunian Lebih Tentram


    Jakarta

    Rumah semestinya menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat dan bersantai dengan suasana tentram dari kebisingan. Namun, terkadang lingkungan sekitar rumah yang berisik sangat mengganggu, sehingga perlu mengakali agar rumah kedap suara.

    Melansir dari Ideal Home, Kamis (13/6/2024), sebuah laporan oleh The House of Lords Science and Technology Committee yang mengatakan kebisingan sebagai ‘polutan yang sering terabaikan’. Padahal lingkungan yang bising dapat mempengaruhi kualitas tidur dan kesehatan seseorang.

    Mungkin ada tetangga yang sedang renovasi, mengelar acara, ataupun kendaraan berlalu-lalang di dekat rumah. Daripada stress seharian mendengarkan kebisingan itu,ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan ketenangan.


    Tips Redam Suara Berisik di Rumah

    1. Pakai Perabotan Berbahan Lembut

    Jika kamu punya kamar yang sering bergema kamu bisa meminimalisir suara tersebut dengan gema tersebut dengan perabotan lembut. Membuat ruangan ‘kedap suara’ mungkin terbayang oleh kamu sebuah studio musik dengan ruangan ditutupi alat peredam suara seperti kotak telur.

    Tapi kamu bisa gunakan perabotan lembut berbahan kain seperti kain pelapis, selendang, gorden dan bantalan untuk meredam suara bising dan gema.Kamu juga bisa memasang kepala tempat tidur berlapis kain kepompong pada tempat tidur kemudian taruh karpet permadani untuk mengurangi suara ketika tidur pada malam hari.

    2. Pakai Furniture Besar

    kamu nggak perlu masukkan semua furniture ke kamar tapi cukup barang besar dan berat yang bisa membantu menyerap suara dan mengurangi efek gema di dalam ruangan. ‘Saat benda berat diletakkan di dalam ruangan, benda tersebut cenderung menyerap suara sehingga menghasilkan lebih sedikit kebisingan,’ jelas John Paul Manning,dari Insulation4Less. Menaruh lemari atau rak buku menghadap tembok dapat mengurangi suara bising dari tetangga.

    3. Pasang Panel Dinding

    Selain menambah kesan estetik memasang panel dinding dapat mengurangi suara bising. Perlu diingat panel disini yang asli bukan hanya hiasan.

    “Membuat permukaan bertekstur pada dinding dan langit-langit merupakan tips lainnya untuk membantu gema suara karena ini adalah cara sempurna untuk memberi tekstur pada dinding dan tetap memastikannya terlihat fantastis,” ucap desainer interior Cathy Dean dari Studio Dean. Semakin tebal penyekatan atau semakin tinggi kualitas bahannya, semakin baik pula kedap suaranya.

    4. Pakai Pintu Berbahan Solid

    Jika suara berisik berasal dari taman tetangga atau jalanan dekat rumah, maka kamu bisa pasang pintu yang berkualitas baik dan solid untuk meredam suara masuk. Ditambah lagi rumah kamu menjadi lebih aman karena pintu yang solid dan tidak mudah rusak.

    5. Manfaatkan Tirai dan Jendela

    Gelombang suara biasanya dapat merambat melalui celah kecil. Dengan memasang jendela yang tebal dan tirai penutup dapat membantu mengurangi suara dari luar masuk ke dalam rumah.

    6. Pasang lukisan

    Tak hanya mempercantik ruangan dengan memasang lukisan bisa buat ruangan lebih sunyi. Karena gelombang suara akan diserap lukisan sehingga mengurangi suara langsung masuk ke ruangan kamu.

    Begitulah cara meredam suara berisik dari luar rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Aturan 60-30-10: Penyeimbang Warna Ruangan


    Jakarta

    Dalam desain interior, ada aturan penting yang dapat membantu menyeimbangkan aksen warna pada suatu ruangan. Aturan tersebut adalah aturan 60-30-10.

    Apa itu aturan 60-30-10 dalam dekorasi interior? Aturan dekorasi ini sederhana dan tak lekang oleh waktu yang memudahkanmu mengkombinasikan skema warna dengan mudah.

    Panduan dekorasi yang patut diikuti, karena konsep ini meliputi penggunaan proporsi warna untuk memberi tampilan seimbang dan harmonis pada ruangan. Mengutip dari The Spruce, Sabtu (15/6/2024) begini penerapan aturan 60-30-10:


    – 60%: Warna utama harus mendominasi 60% warna dalam ruangan
    – 30%: Warna sekunder harus mendominasi 30% warna dalam ruangan
    – 10%: Warna aksen harus mendominasi 10% warna dalam ruangan

    Contoh Aturan 60-30-10

    Dinding kamar dan sofa serba putih (60%), lantai warna netral, meja samping, dan kursi samping berlapis kain (30%), dan satu warna aksen di sekeliling ruangan dengan menggunakan bantal hias, karya seni, dan barang-barang kecil lainnya (10%).

    Cara Menggunakan Aturan 60-30-10 dalam Desain
    Aturan 60-30-10 sangat penting sebab bisa membuat pilihan warna menjadi sederhana dan membantumu memperoleh keseimbangan dalam dekorasi. Untuk detail bagaimana konsep ini bekerja, berikut beberapa contoh yang bisa kamu pakai.

    Aturan Warna 60%

    Proporsi 60% merujuk pada warna utama yang akan kamu pakai pada desain ruangan. Warna ini menjadi penegas ruangan dan berfungsi sebagai latar belakang untuk warna lain yang akan digunakan. Contoh yang termasuk dalam aturan warna 60%:
    1. Dinding
    2. Area karpet
    3. Sofa atau furnitur besar lainnya

    Aturan Warna 30%

    Proporsi 30% merujuk pada warna sekunder di dalam ruangan. Warna ini digunakan separuh dari warna utama. Warna sekunder menunjang warna utama dan memberi kontras dan keindahan pada ruangan. Contoh barang yang termasuk dalam aturan warna 30%:
    1. Gorden
    2. Kursi aksen
    3. Sprei
    4. Furnitur yang di-cat
    5. Dinding aksen

    Aturan Warna 10%

    Proporsi 10% merujuk pada warna aksen dalam sebuah ruangan. Warna ini akan menambah daya tarik ruangan. Ambil sebuah warna dari karya seni di sebuah ruangan. Berikut contoh yang terdiri dari aturan warna 10%:
    1. Bantal dan selimut (di sofa atau tempat tidur)
    2. Aksesori dekoratif (misal, bingkai dan vas)
    3. Lampu dan lilin
    4. Karya seni

    Cara Memilih Warna

    1. Pakai Roda Warna

    Untuk memulai, kamu bisa pilih warna utama dan lihat skema warna berdasarkan roda warna. Beberapa opsi yang kuat termasuk warna analog, komplementer, dan monokromatik.

    Analog: Warna analogis bersebelahan pada roda warna, seperti kuning, hijau, dan biru. Umumnya, paling optimal kalau kamu pilih wara tengah (hijau) sebagai warna dominan, dengan kuning dan biru sebagai warna pendukung.
    Komplementer: Warna yang saling berseberangan pada roda warna. Skema warna ini umumnya terdiri dari dua warna, missal warna kuning dan ungu. Warna ketiga sering masuk ke dalam campuran, biasanya warna analog atau yang berdekatan dengan salah satu warna komplementer pada roda warna, misalnya warna jingga.
    Monokromatik: Satu keluarga warna membuatmu tetap berada dalam lingkup palet monokromatik.

    2. Cari Referensi

    Cara lain adalah dengan memilih warna berdasarkan bantal, karpet, karya seni, atau sprei. Bisa juga lihat referensi online atau majalah yang memuat warna-warna ruangan.

    3. Tren Warna

    Lihatlah tren warna yang popular untuk skema warna. Produsen cat akan menampilkan warna tahun ini dan warna lain yang cocok dengan warna tersebut. Cara ini cocok buat kamu yang suka ganti warna cat tiap tahun. Selain itu, warna netral cocok buat kamu yang lebih memilih untuk membiarkan ruangan apa adanya dalam jangka waktu yang lama.

    Apakah Harus Mengikuti Aturan 60-30-10?

    Kalau kamu lebih suka dan ingin lebih mengekspresikan ide warnamu, ada beberapa cara untuk melakukannya sambal tetap menciptakan keseimbangan warna.

    Kuncinya adalah pelajari aturannya dahulu agar kamu memahami ide dasar dari konsep tersebut. Setelah kamu memahaminya, kamu akan lebih mudah menyesuaikan penggunaan warna di suatu ruangan.

    Menambahkan 10 lagi ke Aturan 60-30-10

    Begini skema desain dengan aturan warna 110%:
    – 60% warna utama
    – 30% warna sekunder
    – Dua warna aksen 10%

    Aturan 60-30-10 dalam Monokrom

    Skema warna monokromatik yang netral menciptakan skema warna yang menenagkan, kamu bisa menerapkan aturan 60-30-10. Kalau kamu membuat skema warna monokromatik, warna utama, sekunder, dan aksen bisa berupa berbagai nuansa warna yang sama, bukan tiga warna yang terpisah atau kontras, contoh:
    – 60% warna utama: Warna abu-abu netral yang menenangkan
    – 30% warna sekunder: Warna yang lebih pekat dari warna abu-abu yang sama
    – 10% warna aksen: Warna pucat dari nada warna abu-abu dominan

    Kalau kamu mau memakai warna monokromatik di luar zona netral, pakai kartu warna cat sebagai cara sederhana untuk menginspirasi pilihanmu. Pilih rona paling terang pada kartu (misal, biru pucat) untuk 60% warna utama, pakai warna paling gelap (missal, biru tua) untuk memadu 30% warna sekunder, dan warna tengah pada kartu (misal, biru asli) untuk 10% warna aksen. Kalau mau pakai opsi 110%, pilihlah sedikit warna pelengkap (missal, satu atau dua aksen oranye) untuk menghidupkan tampilan monokrom.

    Bagaimana Kalau Tidak Berhasil?

    Aturan ini sangat membantu, tapi bagaimana kalau kamu tidak menyukai hasilnya? Kamu bisa pakai formula 30-30-20-20, bereksperimen lah dengan proporsi tersebut. Perhatikan bagaimana warna-warna tersebut menyeimbangkan ruang. Kalau kamu sudah tahu bobot visual dari proporsi warnamu, kamu bisa melakukan penyesuaian guna memperoleh keseimbangan yang sesuai.

    Para desainer juga memakai aturan warna 70-20-10, yang mengikuti konsep umum yang sama dengan aturan 60-30-10, dengan persentase warna yang bervariasi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertimbangkan 4 Hal Ini buat Beli Sofa yang Cocok Sama Interior Rumah


    Jakarta

    Sofa menjadi furniture yang tidak luput untuk melengkapi interior rumah seperti ruang tamu dan ruang keluarga. Perabot andalan ini berfungsi sebagai tempat untuk duduk dan bersantai bersama keluarga maupun teman-teman di rumah.

    Kalau kamu berencana membeli sofa, sebaiknya melakukan beberapa pertimbangan terlebih dahulu. Dari warna yang serasi hingga bahan sofa yang nyaman perlu dipikirkan matang-matang supaya bisa memilih sofa terbaik.

    Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli sofa? Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Living Cozy, Selasa (18/6/2024).


    Tips Membeli Sofa Terbaik

    1. Warna Dinding

    Tentu salah satu pertimbangan utama ketika membeli sofa adalah warnanya. Desainer Interior dari Mackenzie Collier Interiors, Rasha Rizwan menyarankan untuk mempertimbangkan warna dinding dan palet warna ruangan secara keseluruhan saat memilih sofa. Jika punya warna dinding netral. Kamu bisa bebas memilih warna sofa.

    “Anda memiliki lebih banyak kebebasan untuk memilih warna sofa yang melengkapi ruangan,” kata Rizwan, dikutip Living Cozy.

    Namun, jika warna dindingnya ‘berani’ atau bermotif, yang terbaik adalah memilih sofa warna solid dengan shade warna yang saling melengkapi.

    2. Tujuan Sofa

    Tak sekadar membeli sofa, kamu perlu menentukan tujuan sofa sebagai pelengkap ruangan. Seorang Penata Interior dan Presenter TV Maxine Brady, dengan pengalaman 20 tahun di dunia desain, menekankan pentingnya tujuan sofa di ruangan kamu.

    “Apakah kamu ingin sofa kamu menonjol? Atau menyatu? Apakah kamu ingin sofa kamu menjadi pilihan desain atau tempat praktis dan nyaman untuk bersantai?” tuturnya.

    Untuk membantu mengambil keputusan, Brady merekomendasikan untuk membuat board atau papan di Pinterest dan mengeksplorasi warna yang membuat kamu tertarik atau melihat warna yang ada di ruangan yang kamu sukai.

    3. Warna Dekorasi, Tekstur, dan Ukuran Ruangan yang Ada

    Selain itu, desain interior ruangan perlu menjadi pertimbangan sebelum menambahkan sofa. Rozit Arditi, seorang Desainer Interior dan Pendiri Arditi Design menyarankan untuk memulai dengan permadani (jika ada) dan memutuskan bahan sofa terbaik untuk kebutuhan kamu.

    “Kami tertarik menggunakan tekstur pada karpet, sehingga bahan sofa biasanya lebih netral bagi kami,” jelasnya.

    Kamu juga perlu mempertimbangkan bentuk, warna, dan tekstur furnitur lain seperti meja kopi, meja samping, dan konsol media.

    Ukuran ruangan juga berperan saat memilih warna yang tepat untuk sofa di ruang tamu. Jika kamu memiliki ruangan kecil, warna sofa yang berani mungkin akan sedikit berlebihan, sebaiknya gunakan warna yang lebih netral atau minimalis seperti abu-abu muda karena lebih cocok.

    4. Bahan Sofa

    Bahan sofa yang tepat juga sangat penting untuk desain dan kepraktisan. Arditi menekankan pentingnya memilih kain yang kamu sukai yang tak lekang oleh waktu.

    Di sisi lain, Brady mengatakan pilih bahan yang tahan lama dan mudah dibersihkan untuk menjaga penampilan sofa dari waktu ke waktu.

    “Selalu carilah sofa dengan bahan yang tahan lama – yang dapat dibersihkan dari noda atau anti noda,” sarannya.

    Ingatlah bahwa kamu selalu dapat memperbarui sofa dengan bahan baru melalui ahli pelapis furnitur maupun dengan menggunakan sarung penutup sofa.

    Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli sofa. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghilangkan Lem Bekas Wallpaper yang Efektif Tanpa Merusak Tembok


    Jakarta

    Cara menghilangkan lem bekas wallpaper ternyata sangat mudah dan cepat. Perlu teknik khusus agar residu yang lengket dapat terlepas sempurna tanpa merusak tembok.

    Menghilangkan bekas lem di tembok diperlukan agar wallpaper baru terpasang sempurna. Teknik ini sangat penting dan berpengaruh pada hasil akhir tembok sebagai interior yang mempercantik rumah.

    Umumnya masyarakat akan merendam permukaan tembok dengan air dan mengikisnya perlahan dengan pisau dempul. Apakah cara ini tepat? Berikut tips menghilangkan lem bekas wallpaper yang efektif tanpa merusak tembok.


    Cara Menghilangkan Lem Bekas Wallpaper Efektif dan Cepat

    Dilansir dari laman Murals Your Way, menghilangkan bekas lem wallpaper yang menempel di tembok rumah sangat mudah. Berikut beberapa alat, bahan, dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukannya.

    1. Bahan

    • Air panas
    • Sabun cuci piring cair
    • Bubuk soda kue
    • Cuka.

    2. Peralatan

    • Terpal plastik atau kain jatuh
    • Selotip
    • Sarung tangan karet
    • Keranjang
    • Air panas
    • Botol semprot
    • Busa (spons)
    • Handuk atau kain lap bersih
    • Pengikis wallpaper atau pisau dempul
    • Kantong sampah.

    3. Langkah-langkah untuk Menghilangkan Bekas Lem Wallpaper

    a. Pindah Perabotan dan Lapisi Lantai dengan Kain

    Sebelum ke tahap utama, pastikan untuk telah memindahkan perabotan ke luar atau tepat di tengah ruangan. Jangan lupa untuk meletakkan kain pelapis untuk melindungi lantai dari percikan larutan pembersih. Gunakan selotip untuk menutup stop kontak, saklar, dan ventilasi sekaligus mematikan aliran listrik di ruangan tersebut.

    b. Siapkan Larutan Pembersih

    • Campurkan air panas dan beberapa tetes sabun cuci piring cair
    • Masukkan 1 sdm soda kue ke dalam ember
    • Aduk rata seluruh bahan dan tambahkan 1 cangkir cuka/ takaran air panas yang dimasukkan
    • Cuka bersifat opsional jika residu wallpaper sangat membandel
    • Tuangkan ke botol semprot untuk mempermudah proses pembersihan.

    c. Semprotkan Larutan Pembersih ke Area Tembok

    Sebelum menyemprotkan cairan tersebut, pastikan untuk menggunakan sarung tangan karet. Awali dengan bagian kecil yang mudah dijangkau selagi basah. Gosok perlahan sisa lem dengan spons, handuk atau lap bersih dan ulangi di seluruh bagian tembok.

    d. Kikis Lem Membandel

    Tidak seluruh residu dapat hilang dengan gosokan spons atau handuk. Cobalah untuk menghilangkan bekas lem wallpaper dengan pengikis wallpaper atau pisau dempul setelah menyemprotkan cairan pembersih. Lakukan dengan hati-hati dan buang sisa lem di kantong sampah agar tidak mengenai kaki.

    e. Keringkan Larutan Pembersih

    Sebelum memasangnya dengan wallpaper baru, detikers wajib mengeringkan dinding yang lembab tersebut dengan lap bersih. Tunggu selama 24-48 jam sampai tembok benar-benar kering sebelum ditimpa dengan wallpaper baru. Proses ini juga menjadi tahap pengecekan akhir sebelum ruangan dibersihkan secara total.

    f. Bersihkan Ruangan

    Ketika dirasa dinding tembok terasa halus, maka proses dekorasi interior dapat dilanjutkan. Seseorang dapat menimpa dengan wallpaper baru atau mengecatnya ulang dengan hati-hati. Apabila dirasa cukup, perabot, kain pelapis, dan selotip yang terpasang dapat dilepas dengan menampilkan suasana rumah yang baru dan cantik.

    Cara Mengetahui Lem Bekas Wallpaper Sudah Hilang

    Dikutip dari laman Fantastic Cleaners, berikut cara mudah mengetahui lem wallpaper benar-benar hilang.

    1. Mengecek dengan Jari Tangan

    Cara mudah mengetahui tembok benar-benar bersih adalah mengeceknya dengan jari. Jika permukaannya terasa berlendir atau lengket maka masih ada sisa lem wallpaper yang membandel.

    2. Menggunakan Senter

    Untuk mengecek dengan senter, detikers perlu menyorot tembok dengan permukaan basah dari samping. Ketika ada kilau dan bercak gelap yang tersisa, maka butuh adanya proses pembersihan ulang. Hal ini dilakukan untuk performa pengecatan atau pemasangan wallpaper berikutnya yang sempurna.

    Demikian cara menghilangkan lem bekas wallpaper yang efektif tanpa merusak tembok. Detikers juga bisa menggunakan gel stripper untuk menghilangkan residu yang lengket dengan langkah yang sama saat menggunakan larutan pembersih.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Inspirasi Interior Nyaman yang Bikin Betah

    Foto Properti

    Rachman Haryanto – detikProperti

    Rabu, 24 Jul 2024 07:01 WIB

    Serpong – Kehadiran beragam produk furniture dirumah jadi idaman setiap orang agar menjadi lebih nyaman dan bikin betah. Ini salah satu inspirasinya yang bisa dicontek.



    Sumber : www.detik.com