Tag: interior

  • 11 Ide Motif Cat Tembok Keren yang Mudah Dibuat


    Jakarta

    Jika detikers bosan dengan cat tembok yang polos dan biasa-biasa saja, coba terapkan cat tembok bermotif. Motif tembok bisa dibuat dengan cat, sehingga tidak perlu membeli stiker atau wallpaper yang mahal.

    Membuat motif yang menarik pun tidak harus rumit. Coba simak dulu 11 ide motif cat tembok keren yang mudah dibuat berikut ini.

    Motif Cat Tembok Keren untuk Interior

    Berikut ini 11 ide motif cat tembok keren yang mudah diterapkan untuk interior rumah, dilansir dari situs My Bespoke Room dan Better Homes & Gardens:


    1. Motif Garis Vertikal

    Motif cat tembok garis vertikal.Motif cat tembok garis vertikal. Foto: My Bespoke Room.

    Yang pertama, detikers bisa menerapkan motif garis vertikal dua warna. Motif ini tidak harus dibuat di seluruh bagian rumah. Kalian bisa memakai motif ini di salah satu sudut ruangan saja untuk memberi nuansa berbeda.

    Garis-garis vertikal ini gampang dibuat secara manual. Ukur dengan meteran agar ukuran garis seimbang. Tutup bagian yang tidak dicat dengan plester. Kamu bisa memilih dua warna yang kontras maupun senada.

    2. Garis-garis Horizontal

    Motif cat tembok keren garis horizontal.Motif cat tembok keren garis horizontal. Foto: Better Homes & Gardens/Alise O’Brien.

    Selain vertikal, detikers juga bisa menerapkan membuat garis-garis horizontal. Gunakan dua warna, misalnya putih dengan paduan warna cerah. Motif cat tembok keren ini cocok digunakan untuk ruang bermain anak.

    3. Garis Diagonal

    Motif cat tembok keren garis diagonal.Motif cat tembok keren garis diagonal. Foto: My Bespoke Room.

    Ide motif cat tembok selanjutnya adalah garis diagonal. Tarik garis lurus dari sudut kiri atas ke kanan bawah, atau sebaliknya. Berilah pernak-pernik di salah satu sisi. Kemudian di satu sisi lainnya diisi dengan frame foto atau hiasan lain yang ditata mengikuti garis diagonal.

    4. Garis Samping

    Motif cat tembok garis samping.Motif cat tembok garis samping. Foto: My Bespoke Room.

    Pada satu sudut kecil ruangan, detikers bisa menerapkan motif garis samping. Beri sedikit ruang di kanan kiri tembok untuk diberi warna lain, sehingga bagian tengahnya terlihat menjadi highlight dari ruangan tersebut.

    5. Lengkungan

    Motif cat tembok lengkungan.Motif cat tembok lengkungan. Foto: My Bespoke Room.

    Motif lengkungan berfungsi membuat ruang di bagian melengkung agar menjadi sorotan. Terapkan lengkungan dengan warna lebih gelap pada sudut ruangan di belakang sofa. Beri hiasan di tengah lengkungan agar lebih menarik.

    6. Lengkungan di Area Kerja

    Motif cat tembok lengkungan di area kerja.Motif cat tembok lengkungan di area kerja. Foto: My Bespoke Room.

    Cara lain menerapkan motif lengkungan adalah membuatnya di ruangan tanpa sekat. Kamu bisa menerapkan motif lengkung pada area meja kerja kamu, sehingga tampak seperti sebuah ruangan khusus.

    7. Horizontal Setinggi Rak

    Motif cat tembok horizontal setinggi rak.Motif cat tembok horizontal setinggi rak. Foto: My Bespoke Room.

    Motif cat tembok keren selanjutnya adalah dua warna setengah tembok horizontal. Detikers bisa memberikan batas warna setinggi rak, sehingga membuat dekorasi lebih menyatu dengan cat.

    8. Kotak-kotak

    Motif cat tembok kotak-kotak.Motif cat tembok kotak-kotak. Foto: Better Homes & Gardens/Laura Moss.

    Ide selanjutnya adalah membuat motif kotak-kotak. Motif ini dapat dibuat dua atau tiga warna. Motif kotak-kotak tidak harus dibuat di seluruh tembok, kamu bisa menerapkan untuk bagian atas saja atau bawah saja.

    Membuat motif ini tidak sulit tetapi memang membutuhkan waktu lebih lama, terlebih jika dibuat 3 warna.

    9. Gunung Geometris

    Motof cat tembok gunung geometris.Motof cat tembok gunung geometris. Foto: Better Homes & Gardens/Biz Jones.

    Untuk ruangan anak, detikers bisa membuat motif-motif lucu khas anak-anak, misalnya bentuk geometri. Misalnya membuat bentuk segitiga seperti gunung, bulat seperti bumi, dan sebagainya. Berikan warna-warna cerah pada motif tersebut.

    10. Nuansa Sunset

    Motof cat tembok nuansa sunset.Motof cat tembok nuansa sunset. Foto: Better Homes & Gardens/Jason Donnelly.

    Warna gradasi horizontal juga menarik dipakai untuk motif cat tembok. Salah satu paduan warna yang menarik adalah nuansa sunset yang terdiri dari merah, oranye, biru, dan biru tua. Warna ini cocok untuk dipasang di kamar maupun ruang tengah. Terapkan di salah satu sisi tembok.

    11. Gradasi Laut

    Motif cat tembok gradasi laut.Motif cat tembok gradasi laut. Foto: Better Homes & Gardens/Matthew Clark.

    Motif gradasi lainnya adalah bernuansa laut, yakni paduan warna putih, biru muda, biru tua, dan hitam. Warna gelap berada di bawah dan warna terang di atas. Berikan penerangan yang baik di ruangan itu agar tidak terlihat sempit.

    Nah, itulah 11 ide motif cat tembok keren yang mudah dibuat, mulai dari garis-garis, diagonal, geometri, hingga gradasi. Detikers tertarik motif yang mana?

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Bedanya Cat Interior dan Eksterior? Ini Jawabannya


    Jakarta

    Seperti yang kamu ketahui, bagian rumah terbagi menjadi dua, yakni bagian dalam dan luar. Saat kamu mau mengecat dinding, cat yang akan dipakai tentu berbeda, sehingga harus disesuaikan dengan lokasinya di luar atau dalam.

    Maka dari itu, ada dua jenis cat yang tersedia di pasaran, yaitu cat interior dan cat eksterior. Apa saja perbedaannya?

    Pengertian Cat Interior dan Cat Eksterior

    Cat Interior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian dalam bangunan, seperti area ruangan kamar, lorong, kamar mandi, dapur, dan lain-lain. Cat ini juga bisa tahan terhadap untuk perubahan suhu dan kelembaban yang tidak begitu ekstrem di dalam ruangan.


    Sementara itu, cat interior dan cat eksterior merupakan jenis cat yang digunakan pada bagian luar bangunan. Ketahanan cat eksterior lebih baik dari cat interior. Cat ini dirancang dapat beradaptasi dengan kondisi alam seperti cuaca dan angin yang cepat berubah

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    Untuk dapat memahami perbedaan dan fungsi cat interior dan eksterior, berikut 5 perbedaan kedunya jenis cat mengutip dari Real Milk Paint, Rabu (2/10/2024).

    1. Bahan Dasar

    Untuk kegunaan yang berbeda, tentu bahan dasar yang digunakan tidak sama. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan peliharaan.

    Cat interior mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sementara cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Jika kamu memperhatikan dari pilihan warna dan teksturnya, cat interior biasanya memiliki tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Lalu, dari pilihan warna, cat interior jauh lebih banyak dan menarik karena semua warna bisa dapat terlindungi di dalam rumah.

    Kebalikannya, pilihan warna dan tekstur cat eksterior umumnya lebih terbatas. Sebab, ada beberapa warna yang dapat bereaksi dengan cepat apabila menerima panas berlebih atau terlalu lembap.

    Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Kamu mungkin berpikir saat mengecat bagian interior dan eksterior akan sama saja. Nyatanya, cara mengecatnya pun keduanya berbeda.

    Pengecatan bagian interior lebih sederhana dan bisa dilakukan sendiri. Alat yang dibutuhkan hanya kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sedangkan untuk cat eksterior jauh lebih kompleks. Beberapa tahapan yang harus dilakukan adalah pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Alat yang digunakan juga cukup beragam, mulai dari semprotan, rol khusus, bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Pengecatan di lokasi yang berbeda, tentu pengeringannya tidak akan sama. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering karena tidak ada gangguan seperti hujan atau cuaca dingin. Waktu pengeringan cat interior biasanya sekitar 2 hingga 4 jam saja.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan jauh lebih lama karena harus tahan terutama saat cuaca yang tidak menentu dan lembap. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Untuk harga, cat interior dan cat eksterior tidak begitu jauh. Namun, akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tak Boleh Asal, Ini 7 Cara Pilih Warna Cat Dinding Rumah yang Tepat


    Jakarta

    Memilih warna cat dinding itu sebenarnya tidak begitu sulit, tetapi tetap tidak boleh sembarangan. Sebab, warna cat dinding dapat mempengaruhi suasana rumah dan mood penghuninya.

    Selain itu, saat memilih warna cat dinding, kamu juga harus mempertimbangkan ketahanannya. Cat untuk dalam ruangan dan luar ruangan berbeda karena ketahanannya juga tidak sama.

    Jangan sampai, kamu sudah membeli banyak cat dengan harga mahal, lalu mengecatnya menghabiskan waktu berjam-jam, berujung tidak puas. Belum lagi, jika memakai cat dinding yang kualitasnya tidak begitu bagus, yang ada justru rumah kamu cepat terlihat kusam dan berjamur.


    Lantas, bagaimana cara memilih warna cat dinding yang sesuai untuk rumah? Mengutip dari HGTV, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

    1. Pilih Warna Cat yang Diinginkan

    Setiap orang pasti memiliki selera masing-masing. Begitu pula saat memilih warna cat dinding, kamu juga perlu menentukan dahulu warna cat apa yang kamu inginkan. Referensinya bisa dari warna kesukaan atau warna yang cocok dengan interior rumah.

    Jika kamu masih bingung, bisa dengan mencoba warna cat baru yang dioleskan ke dinding kecil untuk uji coba. Kalau dirasa suka dan cocok maka kamu bisa mengecat ke ruangan yang lebih luas.

    2. Lihat Arah Pencahayaan di Rumah

    Rumah yang baik sebenarnya adalah ruangan yang memiliki ventilasi dan mendapat cahaya matahari langsung. Namun, ada pula rumah yang hanya beberapa bagian yang terkena sinar matahari.

    Apabila kamu memiliki ruangan yang sering tersorot sinar matahari warna yang digunakan perlu selektif. Sebab, ada beberapa cat yang cepat pudar apabila tersorot matahari dalam jangka waktu yang lama.

    Tipsnya, hindari warna-warna cerah seperti biru cerah, kuning, dan merah karena lebih rentan kusam akibat radiasi sinar UV. Hal ini juga berlaku pada warna-warna cat yang gelap karena menarik banyak cahaya matahari atau menyerap panasnya. Sebagai gantinya gunakan warna cat dinding seperti cokelat, krem, atau putih yang pigmen warnanya lebih stabil dibandingkan warna lainnya.

    3. Hindari Memakai 1 Jenis Warna

    Mungkin kamu berpikir menggunakan 1 jenis warna akan jauh lebih sederhana, minimalis, dan hemat. Namun, saat mengecat dinding rumah sebaiknya kamu menggunakan beberapa jenis warna untuk rumah. Hal ini untuk menyesuaikan kebutuhan.

    Sebagai contoh, area kamar tidur dan tempat bermain si kecil menggunakan yang lebih berwarna. Untuk bagian ruang tamu, kamar utama, atau dapur bisa mengusung warna-warna yang lebih kalem.

    4. Pakai Bantuan Tabel Lingkaran Warna

    Kamu pernah mendengar tabel lingkaran warna? Ini adalah daftar warna yang disusun dari yang termuda hingga ke warna yang paling gelap. Tabel ini juga bisa memberikan rekomendasi kepada penggunanya untuk menentukan warna kontras yang cocok untuk dipadukan. Dengan begitu kamu bisa tambah yakin untuk menggunakan suatu perpaduan warna.

    5. Pastikan Permukaan Dinding Tidak Lembap

    Selain memperhatikan soal pencahayaan di rumah. Hal lain yang dapat merusak cat dinding dengan cepat adalah kelembapan pada dinding. Meskipun dinding tertutupi cat, jamur tetap dapat tumbuh subur di dinding yang lembap. Alhasil kualitas cat dinding akan cepat menurun, terlihat kusam, dan pucat.

    6. Gunakan Cat yang Mengkilap

    Kamu pasti pernah melihat cat yang terlihat mengkilap seperti dilapisi plastik. Ternyata, jenis cat satu ini dapat membantu mengurangi jumlah cahaya yang dapat diserap oleh cat dinding.

    Jenis cat mengkilap cocok digunakan di dinding luar rumah. Nama cat mengkilap ini adalah cat lateks akrilik yang berbahan dasar minyak.

    7. Gunakan Cat Primer

    Saat kamu hendak mengecat dinding, sebenarnya kamu perlu melapisi dinding beberapa kali agar ketahanan catnya bagus. Salah satunya dengan menggunakan cat primer atau cat dasar. Biasanya cat ini berwarna putih. Penggunaan cat primer bisa mencegah warna cat dinding cepat kusam, cat menggelembung, terkelupas dan retak, tumbuhnya jamur, hingga kering.

    Itulah beberapa cara memilih warna cat dinding yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlena dengan Bau Cat Dinding, Bisa Memicu Kanker Lho!


    Jakarta

    Cat dinding adalah lapisan terluar dinding yang berguna sebagai pelindung dan mempercantik tampilan bangunan. Namun, dibalik kegunaannya, ada bahaya yang mengintai yakni senyawa berbahaya yang kerap dipakai di dalam cat dinding tersebut. Senyawa ini disebut dengan VOC (Volatile organic compounds).

    Lantas, apa itu VOC?

    Mengutip dari How Stuff Works, VOC merupakan Senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas. Sedangkan, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal.

    Selain itu, senyawa ini juga dapat memicu kanker karena bersifat karsinogen.

    Biasanya, sebagian besar VOC menguap pada saat cat mengering, tetapi tidak semuanya meninggalkan cat. VOC bisa menguap selama bertahun-tahun setelah pengecatan awal. Maka dari itu, pada saat mengecat disarankan kamu memakai penutup mulut dan tidak berada berlama-lama di ruangan yang baru dicat.

    Di Amerika sendiri senyawa-senyawa berbahaya yang dikategorikan VOC sudah dilarang dan dibatasi penggunaannya. Menurut Cat Midwest Eco-Design kandungannya harus kurang dari 250 gram per liter. Pilihan lainnya agar tetap aman dan sehat adalah memilih cat tanpa VOC. Namun, cat tanpa VOC biasanya harganya jauh lebih mahal dari cat biasa.

    Tips Mengurangi Risiko VOC Saat Mengecat

    Kamu tentu memerlukan cat dinding untuk mempercantik rumah, tetapi tetap ingin sehat dan tidak terkena efek dari VOC ini bukan? Mengutip dari Healthline, Rabu (2/10/2024), berikut beberapa tips mengurangi risiko VOC.

    1. Pilih Cat Berbahan Dasar Air

    Cat dibedakan menjadi 2, ada yang untuk bagian dalam rumah atau cat interior dan untuk bagian luar rumah atau eksterior.

    Untuk cat interior yang akan sering bersinggungan, kamu perlu berhati-hati saat membeli cat. Pilih yang berbahan dasar air dan tidak memiliki asap atau VOC di dalamnya. Jika kamu tidak paham saat membaca panduan di kalengnya, kamu bisa bertanya kepada penjual.

    2. Pakai Kacamata dan Sarung Tangan

    Untuk tindakan perlindungan, kamu perlu memakai alat pelindung seperti sarung tangan atau kacamata. Jika kamu ingin lebih aman, kamu bisa memakai respirator untuk menurunkan risiko menghirup VOC.

    3. Pastikan Ada Ventilasi Ruangan

    VOC biasanya menyebar ketika dia menguap, maka kamu harus memastikan setelah menguap, senyawa berbahaya tersebut terbuang ke luar. Caranya dengan memastikan ada ventilasi di ruangan yang sedang kamu cat. Sebagai contoh, jendela, pintu, atau lubang angin yang lain. Bisa juga pasang kipas angin agar udara segar tetap terasa di ruangan tersebut.

    Saat mengecat sering-sering beristirahat dan menghirup udara segar agar tidak pusing dan mual.

    Setelah selesai mengecat, pastikan jendela, pintu tetap dalam keadaan terbuka hingga tidak ada bau menyengat yang tercium. Jangka waktunya sekitar 2-3 hari dibiarkan terbuka.

    Tidak lupa, tutup rapat wadah sisa cat untuk mencegah uap bocor ke area sekitar. Jika cat ingin dibuang, pastikan caranya sudah tepat dan tidak bocor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Terlena dengan Bau Cat Dinding, Bisa Memicu Kanker Lho!


    Jakarta

    Cat dinding adalah lapisan terluar dinding yang berguna sebagai pelindung dan mempercantik tampilan bangunan. Namun, dibalik kegunaannya, ada bahaya yang mengintai yakni senyawa berbahaya yang kerap dipakai di dalam cat dinding tersebut. Senyawa ini disebut dengan VOC (Volatile organic compounds).

    Lantas, apa itu VOC?

    Mengutip dari How Stuff Works, VOC merupakan Senyawa organik yang mudah menguap setelah cat dinding diaplikasikan. Fungsi dari senyawa ini adalah membuat cat lebih tahan lama dan bahan kimia yang membuat dinding basah menjadi kering. Seperti pengertiannya, VOC ini bentuknya adalah uap.


    Menurut Healthline, beberapa contoh VOC di antaranya adalah toluene, xilena, aseton, metilen klorida, formaldehida, hingga benzene.

    Paparan VOC terkadang dapat menimbulkan efek kesehatan jangka pendek atau jangka panjang. Untuk jangka pendek seperti iritasi pada mata, hidung, atau tenggorokan, sakit kepala, pusing, mual, hingga kesulitan bernapas. Sedangkan, untuk jangka panjang bisa merusak sistem saraf, hati, ginjal.

    Selain itu, senyawa ini juga dapat memicu kanker karena bersifat karsinogen.

    Biasanya, sebagian besar VOC menguap pada saat cat mengering, tetapi tidak semuanya meninggalkan cat. VOC bisa menguap selama bertahun-tahun setelah pengecatan awal. Maka dari itu, pada saat mengecat disarankan kamu memakai penutup mulut dan tidak berada berlama-lama di ruangan yang baru dicat.

    Di Amerika sendiri senyawa-senyawa berbahaya yang dikategorikan VOC sudah dilarang dan dibatasi penggunaannya. Menurut Cat Midwest Eco-Design kandungannya harus kurang dari 250 gram per liter. Pilihan lainnya agar tetap aman dan sehat adalah memilih cat tanpa VOC. Namun, cat tanpa VOC biasanya harganya jauh lebih mahal dari cat biasa.

    Tips Mengurangi Risiko VOC Saat Mengecat

    Kamu tentu memerlukan cat dinding untuk mempercantik rumah, tetapi tetap ingin sehat dan tidak terkena efek dari VOC ini bukan? Mengutip dari Healthline, Rabu (2/10/2024), berikut beberapa tips mengurangi risiko VOC.

    1. Pilih Cat Berbahan Dasar Air

    Cat dibedakan menjadi 2, ada yang untuk bagian dalam rumah atau cat interior dan untuk bagian luar rumah atau eksterior.

    Untuk cat interior yang akan sering bersinggungan, kamu perlu berhati-hati saat membeli cat. Pilih yang berbahan dasar air dan tidak memiliki asap atau VOC di dalamnya. Jika kamu tidak paham saat membaca panduan di kalengnya, kamu bisa bertanya kepada penjual.

    2. Pakai Kacamata dan Sarung Tangan

    Untuk tindakan perlindungan, kamu perlu memakai alat pelindung seperti sarung tangan atau kacamata. Jika kamu ingin lebih aman, kamu bisa memakai respirator untuk menurunkan risiko menghirup VOC.

    3. Pastikan Ada Ventilasi Ruangan

    VOC biasanya menyebar ketika dia menguap, maka kamu harus memastikan setelah menguap, senyawa berbahaya tersebut terbuang ke luar. Caranya dengan memastikan ada ventilasi di ruangan yang sedang kamu cat. Sebagai contoh, jendela, pintu, atau lubang angin yang lain. Bisa juga pasang kipas angin agar udara segar tetap terasa di ruangan tersebut.

    Saat mengecat sering-sering beristirahat dan menghirup udara segar agar tidak pusing dan mual.

    Setelah selesai mengecat, pastikan jendela, pintu tetap dalam keadaan terbuka hingga tidak ada bau menyengat yang tercium. Jangka waktunya sekitar 2-3 hari dibiarkan terbuka.

    Tidak lupa, tutup rapat wadah sisa cat untuk mencegah uap bocor ke area sekitar. Jika cat ingin dibuang, pastikan caranya sudah tepat dan tidak bocor.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Langsung Nyalakan Kulkas yang Habis Dipindahkan, Pokoknya Jangan!


    Jakarta

    Saat hendak memakai kulkas, ada beberapa yang harus kamu perhatikan. Sebab, kulkas yang fungsinya sebagai pendingin membutuhkan lebih banyak waktu untuk bekerja secara optimal. Salah satu yang harus kamu tahu adalah waktu menyalakan kulkas.

    Kulkas adalah perangkat elektronik yang tidak bisa langsung dinyalakan setelah dibeli atau dipindahkan. Alasannya adalah pada saat kulkas yang mengalami guncangan, bagian oli kompresornya perlu melakukan penyusaian kembali.

    Sebagai contoh saat kamu membeli kulkas baru dari mal atau secara online. Kulkas itu pasti dibawa dengan mobil sampai ke rumahmu. Pasti ada guncangan di perjalanan. Guncangan ini juga terjadi saat kamu menggotong kulkas di dalam rumah jika kamu ingin memindahkan posisinya. Semula di dapur, kamu ingin memindahkan di kamar. Meskipun jaraknya tidak sejauh antara mal dan rumah, tetapi kulkas tetap mendapat guncangan.


    Guncangan ini berpengaruh pada apa yang ada di dalam kulkas yakni pergerakan oli kompresor yang fungsinya sebagai pendingin dan pelumas. Menurut situs Domex, oli kompresor adalah zat yang diperlukan untuk melumasi dan mendinginkan bagian mana pun yang menjadi panas di dalam kulkas. Tanpa oli kompresor, kulkas, dan freezer bisa cepat rusak dan beberapa suku cadang di dalam kulkas harus sering diganti karena rusak.

    Maka dari itu, kulkas yang baru dipindahkan harus didiamkan hingga oli kompresor tersebut kembali ke tempatnya. Apabila kamu langsung menyalakan kulkas setelah dibeli atau dipindahkan, dapat memicu kebocoran kompresor kulkas. Nantinya, kulkas akan lebih lama untuk dngin.

    Selain itu, oli kompresor yang bocor juga bisa menyebabkan sirkulasi pada freon terganggu. Sebagai informasi sirkulasi freon adalah senyawa kimia yang berguna untuk menyerap suhu panas dan mengubahnya menjadi suhu dingin di dalam kulkas.

    Lantas bagaimana cara mengetahui kapan kulkas siap dinyalakan?

    Waktu yang Tepat Menyalakan Kulkas

    Setelah kulkas diletakkan di tempat baru, kamu perlu menunggu selama 24 jam agar oli kompresor bisa kembali ke tempat semula. Namun, waktu tunggu ini harus disesuaikan dengan ukuran kulkas, jenis, dan lamanya pengiriman.

    Kamu bisa menanyakan kepada penjual terkait estimasi barang sampai dan waktu yang tepat untuk menyalakan kulkas.

    Cara Memindahkan Kulkas yang Benar

    Bagi kamu yang hendak pindahan rumah dan ingin membawa kulkas dengan aman sampai ke rumah baru. Menurut situs findamover.com, Jumat (4/10/2024), berikut cara memindahkan kulkas yang aman.

    1. Kosongkan, bersihkan, dan pastikan es sudah mencair 24-48 jam sebelum dipindahkan.
    2. Gunakan alat bantu untuk menggerakkan kulkas seperti kain atau roda.
    3. Ukur dan tentukan jalur keluar kulkas. Pastikan kulkas tidak terhalang tinggi pintu atau kerangka pintu lainnya.
    4. Biarkan kulkas tetap tegak atau berdiri saat dipindahkan untuk mencegah perpindahan oli kompresor.
    5. Ikat kulkas jika merasa saat perpindahan akan mengalami banyak guncangan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Toilet Duduk Vs Toilet Jongkok, Mending yang Mana Ya?


    Jakarta

    Ada dua jenis pilihan toilet berdasarkan cara penggunaannya, yakni toilet duduk dan toilet jongkok. Setiap orang pasti punya preferensinya masing-masing saat memilih bentuk toilet.

    Namun, ternyata posisi saat buang air besar (BAB) berpengaruh terhadap kesehatan dan kelancaran BAB, lho. Tentunya, kedua toilet ini punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Dari segi model hingga pengaruh terhadap kelancaran dan kesehatan bisa jadi pertimbangan kamu. Dikutip dari Alodokter, Jumat (4/10/2024), yuk, simak penjelasannya berikut ini,


    Toilet Duduk

    Ilustrasi toilet Toilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya/Foto: Thinkstock

    Kelebihan Toilet Duduk

    – Desain Modern dan Mewah

    Di pasaran, toilet duduk juga kerap jadi pilihan rumah-rumah yang baru dibangun karena merepresentasikan tingkat modernitas rumah tersebut.

    Dibanding toilet jongkok yang terkesan lebih kuno, toilet duduk punya perkembangan yang lebih masif. Buktinya, kini hadir toilet duduk smart toilet yang serba otomatis.

    – Nyaman Digunakan

    Bagi sebagian orang, toilet duduk lebih nyaman dipakai. Khususnya bagi lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita cedera lutut.

    – Mudah Dipakai

    Dibanding toilet jongkok, toilet duduk lebih mudah digunakan karena kita tidak perlu repot menyiram kotoran bekas BAB dengan air gayung. Cukup satu sentuhan, kotoran akan bersih.

    Kekurangan Toilet Duduk

    – Lebih Mahal

    Harga toilet duduk lebih mahal ketimbang toilet jongkok. Apalagi untuk jenis toilet pintar alias smart toilet.

    – Kurang Sehat

    Berdasarkan penelitian, BAB menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar daripada toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengejan saat BAB dan duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti wasir dan sembelit.

    Selain itu, penggunaan toilet duduk bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit diare, flu, hingga infeksi kulit. Soalnya, kulit akan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri E.coli dan Shigella atau virus hepatitis A dan norovirus.

    Toilet Jongkok

    PT KAI membenahi toilet Stasiun GambirToilet Jongkok Lebih Sehat Dibanding Toilet Duduk? Ini Fakta-faktanya Foto: Dina Rayanti-detikFinance

    Kelebihan Toilet Jongkok

    – Lebih Murah

    Harga toilet jongkok lebih murah dibanding dengan toilet duduk.

    – Lebih Sehat

    Menggunakan toilet jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian menyebut, posisi jongkok saat BAB lebih efektif melancarkan proses BAB. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses BAB.

    Posisi jongkok berfungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih relaks. Dengan begitu, BAB pun menjadi lebih mudah dan tinja bisa keluar lebih maksimal.

    Sedangkan, pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini bisa mengganggu kelancaran BAB.

    Penelitian lain menyebutkan, BAB menggunakan toilet jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah kembung, sembelit, dan wasir. Selain itu, toilet jongkok juga baik digunakan untuk ibu hamil karena dapat menjaga kekuatan otot panggul.

    Kekurangan Toilet Jongkok

    – Modelnya Kuno

    Karena sudah ada sejak zaman dahulu, toilet jongkok dianggap kuno dan perkembangan modelnya pun tak semasif toilet duduk.

    – Kurang Nyaman

    Dianggap kurang nyaman digunakan karena dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha.

    Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendinitis

    Jadi, kamu pilih toilet duduk atau toilet jongkok?

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Tidur Terasa Pengap? Begini Cara Atasinya Biar Lebih Segar


    Jakarta

    Terkadang kamar tidur bisa terasa pengap, terutama saat cuaca panas. Susana kamar seperti ini bisa mengganggu istirahat penghuni rumah.

    Bukan hanya itu, hawa pengap di dalam kamar bisa menimbulkan masalah lainnya, seperti pertumbuhan jamur dan lumut. Nah, kalau kamu merasa kamar tidur pengap, segera atasi ya.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan hawa pengap di dalam kamar? Berikut penjelasannya seperti yang dilansir dari Focus on Energy, Jumat (4/10/2024).


    Tips Atasi Kamar Tidur yang Pengap

    1. Cek Ventilasi Udara

    Udara pengap biasanya terjadi di ruangan yang kurang ventilasi. Oleh karena itu, kamu harus sering mengecek ventilasi udara. Buka jendela dan pintu. Beberapa area rumah mungkin juga membutuhkan ventilasi spot.

    2. Pakai Dehumidifier

    Jika masalah udara pengap ini disebabkan oleh masalah kelembapan, maka menggunakan dehumidifier adalah solusinya. Dehumidifier bisa membantu mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan kelembaban itu langsung dari udara di ruangan mana pun yang membuat kamu kesulitan.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Jika ruangan kamu tidak memiliki ventilasi yang cukup, kamu harus menggunakan kipas angin. Dengan menggunakan kipas langit-langit, atau kipas angin di dalam ruangan yang pengap, kamu bisa menjaga udara tetap bergerak dan menghindari udara pengap.

    4. Tutup Kebocoran Udara

    Jika kamu menambahkan insulasi, pertimbangkan juga untuk menutup kebocoran udara. Hal ini membantu mencegah udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    Kebocoran kecil pun bisa membuat debu, polusi, dan kelembapan masuk ke dalam rumah kamu. Menutup kebocoran udara membuat insulasi dan sistem pendingin di rumah kamu bisa bekerja lebih baik, sambil menjaga udara segar di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Tidur Terasa Pengap? Begini Cara Atasinya Biar Lebih Segar


    Jakarta

    Terkadang kamar tidur bisa terasa pengap, terutama saat cuaca panas. Susana kamar seperti ini bisa mengganggu istirahat penghuni rumah.

    Bukan hanya itu, hawa pengap di dalam kamar bisa menimbulkan masalah lainnya, seperti pertumbuhan jamur dan lumut. Nah, kalau kamu merasa kamar tidur pengap, segera atasi ya.

    Lalu, bagaimana cara menghilangkan hawa pengap di dalam kamar? Berikut penjelasannya seperti yang dilansir dari Focus on Energy, Jumat (4/10/2024).


    Tips Atasi Kamar Tidur yang Pengap

    1. Cek Ventilasi Udara

    Udara pengap biasanya terjadi di ruangan yang kurang ventilasi. Oleh karena itu, kamu harus sering mengecek ventilasi udara. Buka jendela dan pintu. Beberapa area rumah mungkin juga membutuhkan ventilasi spot.

    2. Pakai Dehumidifier

    Jika masalah udara pengap ini disebabkan oleh masalah kelembapan, maka menggunakan dehumidifier adalah solusinya. Dehumidifier bisa membantu mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan kelembaban itu langsung dari udara di ruangan mana pun yang membuat kamu kesulitan.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Jika ruangan kamu tidak memiliki ventilasi yang cukup, kamu harus menggunakan kipas angin. Dengan menggunakan kipas langit-langit, atau kipas angin di dalam ruangan yang pengap, kamu bisa menjaga udara tetap bergerak dan menghindari udara pengap.

    4. Tutup Kebocoran Udara

    Jika kamu menambahkan insulasi, pertimbangkan juga untuk menutup kebocoran udara. Hal ini membantu mencegah udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah.

    Kebocoran kecil pun bisa membuat debu, polusi, dan kelembapan masuk ke dalam rumah kamu. Menutup kebocoran udara membuat insulasi dan sistem pendingin di rumah kamu bisa bekerja lebih baik, sambil menjaga udara segar di dalam rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cat Tembok Mengelupas Bikin Rumah Nggak Estetik, Ini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Cat tembok sangat mempengaruhi penampilan rumah. Seiring berjalannya waktu, kondisi cat tembok bisa rusak, seperti memudar dan mengelupas.

    Pastinya hal ini bisa merusak estetika rumah kamu. Kalau cat tembok sudah terkelupas, kamu perlu mengatasinya dengan cara yang tepat.

    Lalu, sebenarnya apa saja yang bikin cat tembok mengelupas dan bagaimana cara perbaikinya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Faktor Penyebab Cat Tembok Mengelupas

    Dikutip dari homesandgardens.com, seorang tukang cat profesional, Andre Kazimierski mengatakan bahwa faktor yang menyebabkan cat tembok terkelupas umumnya terjadi karena cat tidak menempel dengan benar pada tembok sejak awal.

    “Ini terjadi saat kamu mengecat permukaan yang kotor atau basah atau bahkan dengan mengecat permukaan saat suhunya terlalu panas atau dingin,” tuturnya dikutip dari Homes & Gardens, Jumat (4/10/2024).

    Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kelembapan udara juga bisa menjadi penyebab cat mengelupas. Ruangan yang terlalu lembab bisa membuat cat rusak secara perlahan.

    Kamu dapat menghindarinya dengan menggunakan langkah-langkah persiapan yang tepat dan memilih hasil akhir dan kualitas cat yang tepat untuk area tersebut, misalnya menggunakan cat pencegah jamur di area lembab seperti dapur dan kamar mandi,” ujarnya.

    Cara Perbaiki Cat Tembok

    Pendiri Hometown Painting Oklahoma, Matthew Stone mengatakan bahwa jika cat tembok sudah mengelupas, sebaiknya kamu harus langsung memperbaikinya. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan permukaan tembok menjadi rusak dan lembab. Selain itu, tembok juga akan menjadi sulit untuk di cat ulang.

    Tapi kamu juga tidak boleh terburu-buru. Mengecat ulang tembok rumah memang terlihat mudah, tapi dalam kenyataannya, bila teknik mengecat dilakukan dengan cara yang salah, cat tembok akan jadi mudah mengelupas. Oleh karena itu kamu perlu mempelajari prosesnya terlebih dahulu.

    Berikut cara mengecat ulang cat tembok yang mengelupas dengan benar.

    1. Bersihkan Tembok dari Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama adalah bersihkan tembok dari cat yang mengelupas supaya mendapatkan permukaan tembok yang halus. Untuk membersihkan cat mengelupas dari tembok bisa digunakan alat pengikis.

    2. Amplas Bagian Tembok yang Masih Kasar

    Untuk mendapatkan permukaan yang halus, tembok bisa diamplas. Atau, kamu juga bisa membersihkannya dengan air hangat dan sabun lalu biarkan sampai kering sebelum mengecat ulang.

    3. Gunakan Primer Berkualitas

    Setelah tembok dibersihkan, gunakan cat dasar atau primer berkualitas sebelum melakukan pengecatan. Hal ini akan membantu untuk menghalangi pewarnaan pada tembok jika pengelupasan disebabkan oleh jamur atau kelembaban dan akan mendapatkan permukaan tembok yang lebih halus. Setelahnya baru lakukan pengecatan tembok.

    4. Cat Ulang Tembok yang Catnya Terkelupas

    Langkah terakhir adalah mengecat ulang tembok dengan menggunakan warna dan brand yang sudah ada pada tembok. Hal itu dilakukan agar warna yang ada di tembok tetap sama.

    Nah, itu dia ringkasan mengenai faktor penyebab mengelupasnya cat tembok dan cara untuk mengatasinya dengan benar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com