Tag: intermittent

  • 4 Minuman yang Cocok Dikonsumsi saat Diet Intermittent Fasting, Tak Cuma Air Putih

    Jakarta

    Program diet intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten akhir-akhir cukup viral di media sosial. Pasalnya, aktris kenamaan Indonesia, Marshanda sukses menurunkan berat badannya hingga 17 kg dengan program diet ini.

    Sebagai informasi, intermittent fasting merupakan program diet yang melibatkan siklus makan dan tidak makan secara bergantian. Jadwal waktu ‘berpuasa’ juga bervariasi, setiap orang mungkin akan memiliki jadwal yang berbeda, sesuai dengan kemampuan tubuh masing-masing.

    Saat menjalani program diet ini, ada beberapa rekomendasi minuman yang bisa dimasukkan ke dalam menu ketika intermittent fasting. Dikutip dari Women’s Health, berikut penjelasannya.


    1. Kopi Hitam

    Kopi hitam bebas kalori, sehingga minuman ini bisa menjadi pilihan ketika intermittent fasting. Menambahkan gula, krim, atau susu sebaiknya dihindari karena dapat menambah kalori pada kopi.

    Selain itu, hindari minum lebih dari satu cangkir atau beralihlah ke kopi tanpa kafein saat puasa intermiten. Kafein yang berlebihan, terutama saat perut kosong dapat meningkatkan perasaan gelisah yang seringkali meningkatkan nafsu makan dan keinginan untuk ngemil.

    2. Teh

    Teh bebas kalori dan mengandung zat antioksidan tinggi, sehingga bisa menjadi pilihan ketika melakukan intermittent fasting. Perlu diingat, teh yang dianjurkan adalah yang diseduh dari kantong teh, daun teh, atau serpihan teh.

    Hindari untuk meminum teh dalam kemasan. Hal ini karena teh dalam botol banyak mengandung bahan tambahan lain seperti gula.

    3. Air Putih

    Air secara alami bebas kalori, jadi seseorang tidak perlu ragu untuk meminumnya ketika puasa intermiten. Selain itu, meminum air yang cukup dapat memastikan tubuh tetap terhidrasi, serta untuk mengisi perut dan mencegah lapar.

    4. Air Lemon

    Lemon kaya antioksidan dan vitamin C yang mampu mendukung metabolisme tubuh menjadi lebih baik. Selain itu, air lemon juga terbilang menyegarkan dan beraroma, ini bisa menjadi tambahan di samping air putih.

    (dpy/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Menyoal Intermittent Fasting, Dijalani Marshanda hingga Berhasil Turun 17 Kg

    Jakarta

    Penampilan terbaru aktris Marshanda bikin pangling. Pemeran Iragita dalam serial Induk Gajah itu kini lebih langsing setelah berhasil menurunkan berat badan hingga 17 kilogram.

    Kepada awak media, Marshanda mengaku mulai menjalani gaya hidup sehat karena salah satu watak yang dia perankan. Adapun salah satu metode yang dia lakukan untuk menurunkan berat badan adalah puasa intermiten atau intermittent fasting.

    “Aku intermittent fasting, menunya ada, sama saja,” ujarnya dikutip dari detikhot, Senin (29/7/2024).


    Selain melakukan intermittent fasting, Marshanda mengatakan dirinya juga rutin berolahraga di gym dan badminton setiap minggu.

    “Ada coach-nya untuk badminton, olahraga yang lain, banyak nanya-nanya ke orang lain yang lebih ngerti soal kesehatan-kesehatan, nutrisinya gimana apakah normal atau berlebihan,” imbuhnya.

    Apa Itu Metode Diet Intermittent Fasting?

    Dikutip dari Healthline, puasa intermiten atau intermittent fasting adalah metode diet yang pola makannya diatur pada jam-jam tertentu.

    Salah satu alasan mengapa puasa intermiten efektif untuk menurunkan berat badan adalah karena metode ini membantu membatasi asupan kalori harian, sehingga bisa mencapai defisit kalori.

    Sebuah analisa studi pada 2020 menunjukkan orang yang melakukan puasa intermiten dapat mengalami penurunan berat badan 0,8 hingga 13 persen. Penelitian serupa yang dikutip dari laman Harvard Health juga menemukan puasa intermiten dapat menurunkan berat badan 3,5-7 kilogram dalam 10 minggu.

    Jenis Intermittent Fasting

    Secara prinsip, puasa intermiten tidak jauh berbeda dengan puasa yang biasa dilakukan muslim selama Ramadan. Namun, perbedaannya ada pada durasi puasa dan jam makan.

    Berikut beberapa jenis puasa intermiten yang paling umum:

    1. Metode 16:8

    Seseorang diperbolehkan makan dalam periode 8 jam, dan 16 jam selanjutnya harus berpuasa atau tidak makan sama sekali.

    2. Metode 5:2

    Pada metode ini, seseorang bisa makan normal selama lima hari, kemudian mengurangi asupan kalori hingga seperempat kebutuhan harian selama satu atau dua hari seminggu.

    3. Eat Stop Eat

    Pada metode ini, seseorang harus berpuasa 24 jam penuh selama satu atau dua hari (tidak harus berturut-turut) dalam seminggu, sementara di hari lainnya boleh makan dengan normal.

    4. Puasa selang-seling

    Seseorang berpuasa setiap dua hari sekali, dan diperbolehkan untuk makan secara normal di hari tidak puasa.

    (ath/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Source : unsplash.com / Online Marketing
  • Cara Tepat Intermittent Fasting, Dijalani Rina Nose Biar Tubuhnya Tetap Ramping


    Jakarta

    Komedian Rina Nose membagikan rahasia tubuh ramping dan sehatnya. Rina mengatakan bahwa dirinya selama ini menerapkan diet dengan jendela makan atau metode intermittent fasting.

    Meski tidak memiliki pantangan khusus dalam mengonsumsi makanan, ia mengatur jendela waktu makan hanya pada pukul satu siang hingga jam tujuh malam. Selain jam tersebut, Rina mengaku hanya mengonsumsi air putih.

    “Pokoknya makan tiap hari dimulai dari jam satu sampai jam tujuh. Nggak (makan) apapun (juga). Kalau nasi masih, sayur, makanan yang kayak gini kan dimasak semua,” ucap Rina Nose dikutip dari detikHot, Rabu (19/11/2024).


    Untuk jenis makanan yang ia konsumsi, Rina mengatakan lebih mengutamakan makanan tinggi protein seperti daging-dagingan. Menurutnya, makanan tinggi protein bisa membuatnya kenyang lebih lama.

    Berkaitan dengan pola makan dilakukan Rina Nose, spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda SpGK menjelaskan intermittent fasting dalam beberapa penelitian menunjukkan berbagai manfaat kesehatan. Beberapa di antaranya seperti membantu menurunkan berat badan dan lemak tubuh, hingga meningkatkan sensitivitas insulin yang membantu mencegah diabetes tipe dua.

    “Intermittent fasting juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Itu juga membantu merangsang autophagy yang membantu membersihkan sel-sel rusak,” kata dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Selasa (19/11/2024).

    Meski begitu, dr Raissa mengatakan bahwa metode diet ini mungkin tidak cocok untuk semua orang. Ketika dilakukan secara tidak tepat, metode diet ini justru bisa dapat memunculkan risiko penurunan energi, pusing, hingga masalah pencernaan.

    Beberapa orang yang tidak cocok dengan metode intermittent fasting seperti ibu hamil dan menyusui, anak-anak, dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu.

    “Jika tidak dijalankan dengan benar, intermittent fasting juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi,” sambungnya.

    Apabila ingin mencoba metode diet ini, dr Raissa menyarankan masyarakat untuk tetap memilih jenis makanan-makanan bergizi seimbang saat masuk jendela waktu makan. Jangan sampai makanan yang dikonsumsi porsinya berlebihan atau nutrisinya kurang sehingga tidak memenuhi kebutuhan harian.

    Idealnya menurut dr Raissa, satu porsi makanan berisi 55-65 persen berisi karbohidrat (termasuk sayur), 20-30 persen lemak, dan 15-35 persen protein. Ia menyebut masyarakat juga bisa mengikuti pedoman ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan yaitu 50 persen buah dan sayur (sayur 2/3 dan buah 1/3) dan 50 persen berisi karbohidrat dan protein (2/3 karbohidrat dan 1/3 protein).

    (avk/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Intermittent Fasting ala Rina Nose Biar Tetap Kurus, Ternyata Sesimpel Ini


    Jakarta

    Tubuh ramping dan sehat yang dimiliki Rina Nose tentu menjadi dambaan banyak wanita. Demi mendapatkan bentuk tubuh ramping itu, selebritis kenamaan Indonesia tersebut mengaku menjalani metode intermittent fasting atau diet dengan jam makan tertentu.

    Rina Nose mengaku tidak memiliki pantangan makanan pada metode diet intermittent fasting-nya. Hanya saja, dirinya disiplin untuk makan hanya antara pukul satu siang hingga tujuh malam.

    Di luar jam tersebut, Rina mengatakan hanya menjaga tubuhnya tetap terhidrasi dengan baik dengan minum air putih.


    “Pokoknya makan tiap hari dimulai dari jam satu sampai jam tujuh. Nggak (makan) apapun (juga). Kalau nasi masih, sayur, makanan yang kayak gini kan dimasak semua,” ucap Rina Nose dikutip dari detikHot, Rabu (19/11/2024).

    Rina Nose mengatakan dirinya rutin mengonsumsi makanan tinggi protein untuk membantunya merasa kenyang lebih lama.

    Rekomendasi Makanan untuk Intermittent Fasting

    Demi memaksimalkan potensi manfaat kesehatan dari metode diet ini, penting untuk mengonsumsi makanan dan minuman utuh yang bergizi selama periode makan.

    Dikutip dari Healthline, mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi membantu melengkapi diet dan mendukung berat badan yang sehat. Cobalah untuk menyeimbangkan setiap waktu makan dengan berbagai macam makanan utuh seperti:

    • Buah-buahan: apel, pisang, beri, jeruk, persik, pir, dan tomat
    • Sayuran: brokoli, kubis brussel, kembang kol, mentimun, sayuran berdaun hijau.
    • Biji-bijian utuh: jelai, soba, quinoa, beras, gandum.
    • Lemak sehat: minyak zaitun dan alpukat
    • Sumber protein: telur, ikan, kacang-kacangan, daging, unggas, kacang-kacangan, biji-bijian.

    Minuman bebas kalori seperti air putih dan teh serta kopi tanpa gula, bahkan saat berpuasa, juga membantu mengendalikan nafsu makan sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    Sebaiknya batasi makanan olahan seperti makanan ringan kemasan, makanan yang digoreng, minuman manis, dan sebagian besar makanan beku. Pasalnya, makanan jenis ini akan mengurangi efek positif dari diet yang telah dilakukan.

    NEXT: Manfaat Intermittent Fasting

    Dokter gizi dr Raissa E Djuanda SpGK mengatakan melalui beberapa penelitian, metode diet ini dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Seperti membantu menurunkan berat badan, hingga mencegah penyakit diabetes tipe 2.

    “Intermittent fasting juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Itu juga membantu merangsang autophagy yang membantu membersihkan sel-sel rusak,” kata dr Raissa ketika dihubungi detikcom, Selasa (19/11/2024).

    Idealnya menurut dr Raissa, satu porsi makanan berisi 55-65 persen berisi karbohidrat (termasuk sayur), 20-30 persen lemak, dan 15-35 persen protein.

    Ia menyebut masyarakat juga bisa mengikuti pedoman ‘Isi Piringku’ dari Kementerian Kesehatan yaitu 50 persen buah dan sayur (sayur 2/3 dan buah 1/3) dan 50 persen berisi karbohidrat dan protein (2/3 karbohidrat dan 1/3 protein).

    dr Raissa menegaskan meskipun metode diet ini terbilang cukup efektif, namun tidak semua orang dapat mencobanya. Saat dilakukan secara tidak tepat, intermittent fasting bisa saja memunculkan risiko penurunan energi, pusing, hingga muncul masalah pencernaan.

    Beberapa orang yang tidak cocok dengan metode intermittent fasting seperti ibu hamil dan menyusui, anak-anak, dan orang-orang dengan kondisi medis tertentu.

    (dpy/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Jadi Metode Diet Favorit Artis, Begini Aturan Intermitten Fasting yang Tepat


    Jakarta

    Intermittent fasting belakangan menjadi salah satu pola diet favorit bagi sebagian artis Tanah Air seperti Marshanda, Rina Nose, dan Adrian Maulana. Menerapkan pola diet intermittent fasting dipercaya dapat memaksimalkan hasil untuk menurunkan berat badan serta mengontrol tubuh tetap ramping dan ideal.

    Dikutip dari Healthline, intermittent fasting atau diet puasa merupakan pola makan saat tubuh bergantian di antara periode makan dan puasa. Metode ini tidak mengatur asupan makan yang dikonsumsi, melainkan hanya mengatur waktu megonsumsinya.

    Terdapat beberapa bentuk intermittent fasting yang berbeda, semuanya membagi hari atau minggu menjadi periode makan dan periode puasa.


    Sebagian orang sebenarnya sudah ‘berpuasa’ setiap hari, saat mereka tidur. Namun, intermittent fasting memungkinkan bagi setiap orang untuk melakukan beberapa usaha ekstra sebagai berikut:

    • Memperpanjang waktu puasa sedikit lebih lama
    • Melewatkan sarapan
    • Mengonsumsi makanan pertama di siang hari
    • Mengonsumsi makanan terakhir di jam 8 malam

    Tidak ada makanan yang diperbolehkan selama periode puasa, namun mereka yang menjalani intermitten fasting dapat mengonsumsi air putih, kopi, teh, dan minuman nonkalori lainnya.

    Beberapa bentuk intermittent fasting juga memperbolehkan mengonsumsi sedikit makanan rendah kalori selama periode puasa. Mengonsumsi suplemen pada umumnya diperbolehkan saat berpuasa, selama tidak ada kalori di dalamnya.

    Berikut merupakan berbagai bentuk intermittent fasting yang dapat dicoba:

    • Metode 16/8: Seseorang memiliki waktu makan tetap selama 8 jam setiap hari. Tidak boleh mengonsumsi makanan apa pun selama 16 jam sisanya, namun dapat mengonsumsi air putih, kopi tawar, atau teh.
    • Diet 5:2: Metode ini dilakukan dengan cara puasa selama 2 hari dalam seminggu. Sisanya selama lima hari, dipersilahkan makan dengan normal. Selama puasa, perhatikan kalori yang masuk. Laki-laki hanya boleh mengkonsumsi kalori sebesar 500 sedangkan perempuan 600.
    • Makan-Berhenti-Makan: Cara ini dilakukan dengan berpuasa selama 1-2 hari dalam seminggu. Namun puasanya dilakukan full selama 24 jam. Contoh, jika makan terakhir pukul 8 malam pada Rabu, maka harus menahan lapar sampai keesokan harinya di jam yang sama.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • 5 Minuman Diet Intermittent Fasting Selain Air Putih

    Jakarta

    Intermittent fasting atau puasa intermiten menjadi diet yang populer bagi dipilih oleh banyak orang yang mau meningkatkan berat badan. Salah satu cara yang dilakukan adalah metode 16/8 di mana puasa dilakukan selama 16 jam dan makan dalam rentang waktu 8 jam.

    Selain itu, ada metode 5:2 yang melibatkan makan teratur selama lima hari dan mengonsumsi kalori minimal dalam dua hari yang tidak berurutan. Selama periode puasa, minuman yang dikonsumsi bisa memengaruhi efektivitas puasa secara signifikan. Jadi, penting untuk memilih minuman sehat selama puasa intermiten.

    Minuman Sehat untuk Diet Intermittent Fasting

    Selain air putih, ada beberapa minuman sehat yang bisa dikonsumsi untuk diet intermittent fasting. Dikutip dari laman Health Shots, berikut di antaranya:


    1. Air Lemon

    Air lemon merupakan minuman sederhana tapi efektif untuk dinikmati selama diet intermittent. Tambahan irisan lemon atau sedikit perasan air lemon ke dalam air bisa meningkatkan rasa dan memberi manfaat vitamin C, sehingga bisa mendukung fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Air lemon juga bisa membantu melancarkan pencernaan dan bertindak sebagai diuretik ringan, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan membuang racun. Dalam hal penurunan berat badan dalam puasa intermiten, minum air lemon bisa mengurangi nafsu makan dan asupan kalori. Ingat, jangan gunakan gula atau pemanis tambahan

    2. Kopi Hitam

    Kopi hitam mengandung kalori minimal, biasanya kurang dari 5 kalori per cangkir dan bisa mendukung proses diet. Kandungan kafein dalam kopi hitam merangsang sistem saraf dan mengirim sinyal untuk memecah lemak. Hal ini ditunjukan dalam sebuah studi dalam Food Science and Biotechnology.

    Hal ini bisa membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak, yang bisa meningkatkan manfaat puasa. Jangan menambahkan gula, krim, atau susu pada kopi karena bisa meningkatkan asupan kalori.

    3. Teh Hijau

    Seperti kopi hitam, teh hijau juga mengandung kafein, tapi dalam jumlah yang lebih rendah, sehingga bisa memberikan efek stimulan yang lebih ringan. Sebuah studi yang diterbitkan Cochrane Database of Systematic Reviews, teh hijau kaya akan antioksidan yang disebut sebagai katekin.

    Teh hijau kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG) yang dikaitkan dengan manfaat puasa intermiten, seperti peningkatan metabolisme, sensitivitas insulin, dan pembakaran lemak. Minum teh hijau secara teratur juga terbukti efektif dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung.

    4. Teh Herbal

    Kebanyakan teh herbal, seperti peppermint, jahe, atau jambang sepatu biasanya tidak mengandung kafein dan terbukti membantu menurunkan berat badan. Teh herbal juga bisa membantu meredakan gangguan pencernaan dan mual, serta meningkatkan relaksasi. Setiap teh herbal memiliki efek yang berbeda pada tubuh, tapi semuanya menyehatkan dan menenangkan.

    5. Air Berkarbonasi

    Air soda yang berkarbonasi tapi tidak mengandung kalori merupakan pilihan lain yang cocok dikonsumsi dalam puasa intermiten. Sebuah studi dalam Digestive Disease and Sciences, air soda bisa meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, mengurangi risiko asupan kalori, serta membantu menurunkan berat badan. Pastikan tidak menambahkan gula atau pemanis buatan.

    Ditinjau oleh: Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Minuman Diet Intermittent Fasting Selain Air Putih

    Jakarta

    Intermittent fasting atau puasa intermiten menjadi diet yang populer bagi dipilih oleh banyak orang yang mau meningkatkan berat badan. Salah satu cara yang dilakukan adalah metode 16/8 di mana puasa dilakukan selama 16 jam dan makan dalam rentang waktu 8 jam.

    Selain itu, ada metode 5:2 yang melibatkan makan teratur selama lima hari dan mengonsumsi kalori minimal dalam dua hari yang tidak berurutan. Selama periode puasa, minuman yang dikonsumsi bisa memengaruhi efektivitas puasa secara signifikan. Jadi, penting untuk memilih minuman sehat selama puasa intermiten.

    Minuman Sehat untuk Diet Intermittent Fasting

    Selain air putih, ada beberapa minuman sehat yang bisa dikonsumsi untuk diet intermittent fasting. Dikutip dari laman Health Shots, berikut di antaranya:


    1. Air Lemon

    Air lemon merupakan minuman sederhana tapi efektif untuk dinikmati selama diet intermittent. Tambahan irisan lemon atau sedikit perasan air lemon ke dalam air bisa meningkatkan rasa dan memberi manfaat vitamin C, sehingga bisa mendukung fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan secara keseluruhan.

    Air lemon juga bisa membantu melancarkan pencernaan dan bertindak sebagai diuretik ringan, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan membuang racun. Dalam hal penurunan berat badan dalam puasa intermiten, minum air lemon bisa mengurangi nafsu makan dan asupan kalori. Ingat, jangan gunakan gula atau pemanis tambahan

    2. Kopi Hitam

    Kopi hitam mengandung kalori minimal, biasanya kurang dari 5 kalori per cangkir dan bisa mendukung proses diet. Kandungan kafein dalam kopi hitam merangsang sistem saraf dan mengirim sinyal untuk memecah lemak. Hal ini ditunjukan dalam sebuah studi dalam Food Science and Biotechnology.

    Hal ini bisa membantu meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak, yang bisa meningkatkan manfaat puasa. Jangan menambahkan gula, krim, atau susu pada kopi karena bisa meningkatkan asupan kalori.

    3. Teh Hijau

    Seperti kopi hitam, teh hijau juga mengandung kafein, tapi dalam jumlah yang lebih rendah, sehingga bisa memberikan efek stimulan yang lebih ringan. Sebuah studi yang diterbitkan Cochrane Database of Systematic Reviews, teh hijau kaya akan antioksidan yang disebut sebagai katekin.

    Teh hijau kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG) yang dikaitkan dengan manfaat puasa intermiten, seperti peningkatan metabolisme, sensitivitas insulin, dan pembakaran lemak. Minum teh hijau secara teratur juga terbukti efektif dalam mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan jantung.

    4. Teh Herbal

    Kebanyakan teh herbal, seperti peppermint, jahe, atau jambang sepatu biasanya tidak mengandung kafein dan terbukti membantu menurunkan berat badan. Teh herbal juga bisa membantu meredakan gangguan pencernaan dan mual, serta meningkatkan relaksasi. Setiap teh herbal memiliki efek yang berbeda pada tubuh, tapi semuanya menyehatkan dan menenangkan.

    5. Air Berkarbonasi

    Air soda yang berkarbonasi tapi tidak mengandung kalori merupakan pilihan lain yang cocok dikonsumsi dalam puasa intermiten. Sebuah studi dalam Digestive Disease and Sciences, air soda bisa meningkatkan rasa kenyang, menekan nafsu makan, mengurangi risiko asupan kalori, serta membantu menurunkan berat badan. Pastikan tidak menambahkan gula atau pemanis buatan.

    Ditinjau oleh: Mhd. Alrdian, S.Gz, lulusan ilmu gizi Universitas Andalas, saat ini menjadi penulis lepas di detikcom.

    (elk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Cerita Diet Pria Turun 57 Kg, Begini Triknya yang Bisa Ditiru


    Jakarta

    Seorang pria asal Jerman yang tinggal di Shanghai, China bernama Thomas Derksen (36) menceritakan pengalamannya sukses menurunkan 57 kg berat badan menjadi 83 kg dalam 5 tahun. Ia mengaku berhasil menurunkan berat badannya tanpa obat dan tanpa diet ketat.

    Ia mengalami masalah berat badan sejak sekolah dasar. Ia sempat mencoba beberapa kali diet ketat dan berhasil turun, tapi akhirnya berat badannya justru naik lagi dan semakin parah. Bobot terberatnya pernah mencapai 140 kg.

    Semasa sekolah, ia sering diejek oleh teman-temannya dan Derksen menyebut itu pengalaman yang menyakitkan. Bahkan ketika sudah dewasa, dirinya masih sering menerima komentar dan saran yang tidak diminta untuk menurunkan berat badan.


    Sampai pada tahun 2020 di masa pandemi, isolasi mandiri membuatnya lebih banyak merenung soal berat badan dan kesehatan. Ini juga didorong komplikasi medis yang ia alami akibat berat badan berlebih.

    “Aku mulai menurunkan berat badan saat COVID melanda. Aku tahu harus menurunkan berat badan dan bahwa gaya hidupku tidak sehat. Aku punya masalah hati berlemak, nyeri dada, dan sendi yang sakit,” katas Derksen dikutip dari SCMP, Jumat (1/8/2025).

    Semenjak itu, Derksen jadi sering jalan-jalan, berolahraga, hingga pergi ke gym. Ia melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu dan kardio dua kali seminggu.

    Derksen juga selalu memilih jalan kaki jika pergi ke tempat yang jaraknya kurang dari 5 km. Menurutnya, jalan kaki adalah aktivitas fisik terbaik.

    Alih-alih diet ketat, Derksen justru makan 3-4 kali sehari tapi dengan porsi yang lebih kecil. Ia pernah mencoba intermittent fasting, tapi memutuskan berhenti karena menurutnya terlalu berat. Derksen bahkan bisa makan bebas seperti kentang dan hamburger sesekali.

    “Aku tidak pernah berkata pada diriku, ‘Kamu tidak boleh makan ini atau itu’. Sebaliknya, aku bilang, ‘Kamu boleh makan apa pun, tapi 80 persen waktunya harus makan sehat’. Pergeseran itu membuatku merasa jadi pelaku aktif, bukan pasif,” katanya.

    Dulu, ia menganggap makanan sebagai hiburan dan harus enak. Derksen kini lebih sering memasak sendiri dengan bahan sehat dan sederhana.

    Derksen tidak mempertimbangkan obat GLP-1 karena ia menyadari bahwa pola makannya selama ini bukan disebabkan oleh rasa lapar, melainkan oleh faktor emosional seperti stres atau kebosanan. Baginya, menekan nafsu makan saja tidak cukup untuk mengatasi akar permasalahan.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • Diet ‘Puasa’ Vs Hitung Kalori, Mana yang Lebih Efektif untuk Turunkan BB?


    Jakarta

    Diet ‘puasa’ atau intermittent fasting (IMF) dan hitung kalori merupakan dua metode diet populer yang kerap dilakukan untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa IMF 4:3 memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan hitung kalori, kok bisa?

    IMF 4:3 merupakan diet yang dilakukan dengan membatasi asupan selama 3 hari (tidak berturut-turut) dalam seminggu, sementara 4 hari lainnya diperbolehkan makan secara normal.

    Peneliti di Amerika Serikat menemukan pendekatan ini menghasilkan penurunan berat badan rata-rata 7,6 persen selama setahun. Ini lebih besar bila dibandingkan hitung kalori sebesar 5 persen.


    “Bagi saya itu mengejutkan dan menyenangkan karena hasilnya lebih baik,” kata ahli endokrinologi Victoria Catenacci dari Universitas Colorado dikutip dari Science Alert, Selasa (9/4/2025).

    Penelitian melibatkan 165 orang dengan masalah kelebihan berat badan dengan usia 18-60 tahun. Mereka diminta melakukan IMF dan hitung kalori selama 12 bulan, sembari merekomendasikan peningkatan aktivitas fisik.

    Kelompok IMF diminta menerapkan pembatasan asupan kalori sebesar 80 persen selama 3 hari dalam seminggu, tanpa pembatasan apapun di sisa harinya (makan sehat tetap dianjurkan). Kelompok hitung kalori diminta untuk mengurangi asupan kalori harian mereka sebesar 34 persen tiap hari.

    Hasilnya, terjadi penurunan berat badan bervariasi pada kedua kelompok tapi orang-orang yang IMF mengalami penurunan rata-rata 7,7 kg, lebih banyak dari orang-orang yang hitung kalori dengan 4,8 kg.

    “Pesan yang lebih penting bagi saya adalah bahwa ini adalah strategi diet yang merupakan alternatif berbasis bukti, terutama bagi orang-orang yang telah mencoba diet pembatasan kalori harian dan merasa kesulitan,” kata Catenacci.

    Peneliti memberikan catatan bahwa peserta kelompok IMF hanya mencatat hari-hari puasa mereka. Ada kemungkinan mereka juga membatasi asupan kalori pada hari-hari tidak puasa.

    Mereka berpendapat kelompok IMF mungkin cenderung lebih mampu mematuhi pola makan mereka. Ini bisa dianggap hal positif lantaran program penurunan berat badan akan lebih efektif jika mudah diikuti.

    (avk/kna)



    Sumber : health.detik.com

  • 5 Cara Melakukan Diet Intermittent Fasting untuk Menurunkan Berat Badan

    Jakarta

    Cara melakukan diet intermittent fasting atau diet IF yang benar kerap dicari banyak orang. Pasalnya, diet intermittent fasting diyakini sebagai salah satu metode diet yang efektif untuk menurunkan berat badan dengan cepat.

    Diet IF juga digandrungi oleh banyak artis dan tokoh terkenal, seperti Melaney Ricardo, Marshanda, Beyonce, Benedict Cumberbatch, hingga Elon Musk. Karenanya, tidak heran jika banyak yang penasaran dan tertarik mencoba diet IF untuk menurunkan berat badan.

    Ada banyak varian diet IF yang bisa diterapkan. Bagi pemula yang tertarik ingin melakukan diet ini, berikut 5 cara diet IF yang bisa dijajal yang dikutip dari Medical News Today.


    1. Puasa selama 12 Jam Sehari

    Sesuai namanya, cara diet IF ini mengharuskan seseorang untuk berpuasa selama 12 jam setiap hari. Sejumlah penelitian menunjukkan puasa selama 12-14 jam dapat mendorong tubuh mengubah simpanan lemaknya menjadi energi, yang kemudian melepaskan keton ke dalam darah. Inilah yang membuat berat badan berkurang.

    Metode ini cocok bagi pemula karena waktu puasa yang relatif pendek. Sebagian besar puasa terjadi saat tidur, dan praktisinya tetap bisa mengonsumsi kalori dalam jumlah yang sama setiap hari.

    Cara paling mudah untuk melakukan metode ini adalah dengan memasukkan periode tidur di waktu puasa. Misalnya, memilih puasa mulai dari jam 8 malam hingga 8 pagi.

    2. Puasa selama 16 Jam

    Selain puasa 12 jam, diet IF juga bisa dilakukan dengan berpuasa selama 16 jam. Metode ini dikenal juga dengan sebutan 16:8 atau diet Leangains.

    Bagi wanita, beberapa ahli menyarankan untuk berpuasa selama 14 jam dan perlahan-lahan meningkatkan durasinya hingga 16 jam. Di sisi lain, pria bisa langsung mulai berpuasa selama 16 jam.

    Metode ini mungkin cocok bagi mereka yang telah berpuasa selama 12 jam, tetapi tidak merasakan manfaat apapun.

    Sebuah ulasan studi pada 2022 juga menemukan cara diet IF seperti ini mungkin bermanfaat untuk manajemen berat badan pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan.

    3. Puasa 2 Hari Seminggu

    Cara diet IF ini disebut juga dengan metode 5:2. Jadi dalam seminggu, seseorang mengonsumsi makanan sehat dengan porsi standar selama lima hari, kemudian mengurangi asupan kalori untuk dua hari sisanya.

    Selama dua hari berpuasa, pria biasanya dapat mengonsumsi 600 kalori, sedangkan wanita hanya 500 kalori.

    Biasanya, orang-orang akan memisahkan hari puasa mereka dalam seminggu. Misalnya, mereka berpuasa pada hari Senin dan Rabu, dan makan seperti biasa pada hari lainnya.

    4. Puasa Selang-seling

    Cara diet IF ini dilakukan dengan berpuasa setiap dua hari sekali. Bagi sebagian orang, puasa selang-seling seperti ini berarti menghindari konsumsi makanan padat saat puasa, atau hanya mengonsumsi hingga 500 kalori.

    Lalu pada hari lainnya, mereka akan makan sebanyak yang diinginkan.

    Perlu diingat, puasa seperti ini mungkin tidak cocok bagi mereka yang memiliki kondisi medis tertentu. Selain itu, mungkin juga sulit mempertahankan puasa ini dalam jangka panjang.

    5. Puasa 24 Jam Sekali Seminggu

    Dikenal juga dengan sebutan diet ‘Eat-Stop-Eat’, cara diet IF ini melibatkan puasa selama satu atau dua hari penuh dalam seminggu. Banyak orang mempraktikkannya dengan berpuasa mulai dari sarapan pagi hingga sarapan pagi berikutnya, atau mulai dari makan siang sampai waktu makan siang keesokan hari.

    Sementara di hari lainnya, mereka harus kembali ke pola makan yang normal. Metode ini membatasi asupan kalori total, tetapi tidak membatasi makanan tertentu yang dikonsumsi.

    Puasa selama 24 jam bisa cukup sulit bagi sebagian orang, dan berpotensi menyebabkan kelelahan, sakit kepala, atau gangguan suasana hati. Sebaiknya coba membiasakan diri berpuasa selama 12 jam atau 16 jam sebelum menjajal metode ini.

    (ath/kna)



    Sumber : health.detik.com