Tag: ipb

  • Nggak Perlu Beli ke Pasar, Begini Cara Menanam Cabai di Rumah


    Jakarta

    Sudah menjadi fenomena tahunan, harga cabai di pasaran akan naik pada momen-momen besar. Saat harga cabai naik, tentu banyak keluarga yang kerepotan karena bahan masakan satu ini keberadaannya sangat penting.

    Namun, tahukah kamu kalau sebenarnya cabai bisa dibudidaya dan ditanam sendiri di depan rumah?

    Dengan menanam cabai sendiri, kamu bisa mendapat alternatif untuk menekan pengeluaran bulanan. Selain itu, kamu juga bisa menghemat waktu karena cukup memetik cabai di depan rumah tanpa perlu beli ke pasar.


    Dilansir dari detikFinance berdasarkan buku ‘Cabai Panen Setiap Hari’ karya Guru Besar Pemuliaan Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Syukur, berikut tips menanam cabai di rumah dengan media pot.

    Cara Menanam Cabai di Rumah

    Inilah cara menanam cabai di rumah agar tidak perlu beli ke pasar.

    1. Siapkan Pot yang Sesuai

    Jenis pot yang digunakan bisa berupa polybag, pot plastik, drum, ember, atau kaleng bekas. Ukuran minimal pot yang bisa digunakan untuk menanam cabai adalah berdiameter 20 cm.

    Setiap pot harus memiliki 4-8 lubang pada bagian dasarnya untuk drainase air sehingga tidak mengendap di bawah pot. Diameter lubang tersebut adalah 1 cm. Pastikan pot yang kamu gunakan dapat bertahan untuk 5-6 bulan ke depan.

    Di bagian bawah pot disarankan diletakkan pecahan genting atau bata merah untuk mengendalikan drainase.

    2. Siapkan Media Tanam untuk Sebar Benih

    Setelah pot siap, siapkan tanah yang akan menjadi tempat sebar benih. Media tanam yang dipakai merupakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1.

    Jika tidak ada pasir, kamu bisa menggantinya dengan sekam bakar dengan perbandingan sama yakni 2:2:1. Aduk campuran bahan tersebut dengan rata.

    Pupuk kandang bisa diperoleh dari kotoran sapi, ayam, atau kambing. Namun, pastikan pupuk kandangnya telah melalui proses dekomposisi hingga teksturnya remah, kering, tidak berbau, dan tidak panas.

    Masukan campuran tanah tadi hingga menyisakan 5 cm dari bibir pot. Pastikan pot tersebut diletakkan di tempat terbuka yang mendapat cahaya matahari beberapa hari sebelum penanaman.

    3. Semai Benih Cabai

    Sebelum benih cabai disemai ke dalam tanah. Benih tersebut harus direndam di dalam air. Disarankan air tersebut juga dicampurkan dengan larutan fungisida yang berfungsi untuk membersihkan jamur.

    Fungsi dari perendaman benih ini adalah untuk memisahkan benih yang bagus dan tidak. Biasanya benih yang bagus dan bisa dipakai adalah yang tenggelam di dalam air. Benih yang tidak bisa dipakai biasanya mengapung di atas air dan sebaiknya dibuang saja.

    Setelah disisihkan, bungkus benih dalam kertas atau kain lembab selama 24-36 jam sebelum disemai.

    Penyemaian benih tidak bisa dilakukan di pot yang disiapkan tadi. Kamu harus menyemai di pot yang lebih kecil ukuran 8×10 cm. Isinya media tanam campuran tanah halus dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1.

    Benih kemudian disemai di kedalaman 1-15 cm dari bibir pot. Caranya dengan membuat lubang di tanah. Apabila benih sudah masuk ke dalam lubang, tutup dengan tanah halus

    Tutup pot dengan karung goni basah atau plastik hitam selama 3 hari, kemudian tunggu perkembangannya.

    4. Tunggu Selama 7 Hari

    Benih cabai biasanya akan berkecambah dalam 7 hari setelah disemai. Apabila sudah berkecambah, tugas kamu belum selesai. Kamu masih harus mengawasi hingga 5-6 minggu atau telah berdaun 6-8 helai.

    5. Siram 1-2 Kali Per Hari

    Selama menunggu cabai berkecambah, siram cabai 1-2 kali per hari. Agar cabai tumbuh dengan baik, kamu bisa menambahkan pupuk NPK seminggu sekali dengan konsentrasi 3 gram/liter.

    6. Bibit Cabai Pindah ke Pot Besar

    Setelah bibit cabai berkecambah dengan sempurna setelah 6 minggu atau muncul 6-8 daun, biarkan bibit tersebut terkena sinar matahari selama 5 hari berturut-turut.

    Setelah dirasa sudah beradaptasi, baru kamu bisa memindahkan bibit cabai ke pot besar yang sejak awal sudah disiapkan. Pemindahan ini disarankan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari tanaman stres.

    Saat sudah tumbuh di pot besar, kamu tetap harus sering menyiramnya. Kamu dapat menggunakan air biasa atau larutan fungisida dengan ukuran 1 gram per liter, dan pupuk daun gandasil 2 gram/liter.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Perputaran Uang Aktivitas Haji & Umrah Capai Rp 60-70 Triliun Setiap Tahun



    Jakarta

    Perputaran uang terkait aktivitas haji dan umrah mencapai Rp 60-70 triliun setiap tahunnya. Hal ini dikatakan oleh anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Amri Yusuf.

    “Perputaran uang terkait aktivitas perhajian, termasuk umrah, mencapai Rp 60-70 triliun setiap tahun. Sebanyak Rp 21 triliun berasal dari kegiatan perhajian yang didukung BPKH, sementara umrah menyumbang Rp 30-40 triliun. Namun, hanya sedikit yang memiliki efek signifikan terhadap perekonomian Indonesia,” terangnya dalam acara Ruang Dialog BPKH: Harmonisasi Penyelenggaraan Haji Menuju Ekosistem Perhajian Indonesia seperti dikutip pada Selasa (17/12/2024).


    Amri menilai bahwa BPKH telah memulai inisiatif untuk menurunkan biaya penyelenggaraan haji dengan mendirikan anak usaha yang masuk dalam ekosistem perhajian pada tahun 2023. Diharapkan, langkah tersebut memberikan dampak nyata pada ekonomi Indonesia.

    Amri juga membeberkan bahwa dana kelolaan haji terus meningkat. Per 2023 dana mencapai Rp 166,7 triliun dan diproyeksikan tumbuh menjadi Rp 170,5 triliun pada akhir 2024.

    “Dana tersebut telah ditempatkan dan diinvestasikan melalui berbagai instrumen keuangan syariah yang aman dan optimal. Yang paling penting, tidak ada satu rupiah pun dana haji digunakan untuk kepentingan pembangunan infrastruktur,” ungkapnya dalam seminar yang digelar hasil kerjasama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

    Melalui acara tersebut, Ketua Umum ICMI, Arif Satria, menyoroti potensi ibadah haji dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah dan UMKM di Indonesia.

    “Haji secara ekonomi dapat membantu pengembangan ekonomi syariah. Jika aspek ini sudah berkembang, maka potensi ekonomi yang besar dari penyelenggaraan haji dapat membawa kembali pengaruhnya ke Indonesia,” ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, pakar ekonomi syariah sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dam Manajemen (FEM) IPB, Irfan Sauqibeik, menuturkan bahwa kesempatan yang sama juga hadir dalam sisi keberlanjutan dana haji.

    “Tentang keberlanjutan dana haji kami menyarankan design BPKH dan ruang investasi yang perlu diperluas demi keberlanjutan dana haji tetap terjaga,” katanya.

    Dalam seminar yang digelar di Bogor, Minggu (15/12), ditegaskan terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan pengelolaan haji. Tidak hanya demi kepuasan jemaah, melainkan juga untuk meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

    Acara dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar; Ketua Umum ICMI Arif Satria; dan Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf. Diskusi ini membedah penyelenggaraan ibadah haji, pengelolaan dana haji yang transparan, akuntabel, syariah, dan efisien, sekaligus tantangan yang dihadapi.

    Halim Alamsyah selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2010 – 2015 yang turut hadir menjelaskan bahwa perlu dilakukan antisipasi dari setiap tantangan di masa depan.

    “Perlu dilakukan antisipasi dari setiap tantangan kedepannya demi keberlanjutan dana haji,” pungkas Halim.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com