Tag: iritasi kulit

  • Fakta Unik Ketonggeng yang Mirip Kalajengking dan Cara Cegah Masuk Rumah



    Jakarta

    Pernahkah melihat makhluk kecil berwarna hitam mirip kalajengking di dalam rumah? Kemungkinan itu adalah ketonggeng yang dicirikan mempunyai capit kecil dan buntut seperti cambuk.

    Dikutip dari Bulwark Exterminating, ketonggeng mungkin punya bentuk yang mengerikan seperti kalajengking, tapi mereka tidak berbahaya kok. Ekor ketonggeng tidak memiliki sengat, sehingga tak perlu khawatir terkena racun.

    Mereka juga tidak menggigit dan enggan mendekati manusia. Ketonggeng lebih memilih kabur daripada mencubit manusia dengan capitnya.


    Namun, beberapa ketonggeng bisa melawan manusia kalau merasa terancam. Meskipun cubitan mereka kecil, hal itu tetap bisa mengganggu penghuni rumah.

    Ketonggeng Masuk Rumah

    Ketonggeng aktif di malam hari dan akan bersembunyi di tempat gelap pada siang hari. Hal ini dapat membuat mereka masuk rumah untuk bersembunyi di tempat-tempat kecil dan gelap.

    Sebenarnya ketonggeng lebih suka membuat rumah sendiri di dalam tanah. Namun, ada juga ketonggeng yang tidak terlalu pilih-pilih dan menggunakan benda atau ruang sempit di rumah manusia.

    Jika menemukan ketonggeng di rumah, sebaiknya jaga jarak aman. Sebab, hewan ini bisa menyemprot cairan asam dari ekor. Asam ini dapat menyebabkan iritasi kulit ringan atau melepuh. Baunya sangat tidak sedap dan bisa sulit dihilangkan dari pakaian.

    Cara Cegah Ketonggeng Masuk Rumah

    Kalau nggak mau ketonggeng ada di rumah, penghuni perlu memastikan tak ada celah buat hewan ini masuk. Berikut cara mencegah ketonggeng masuk rumah.

    1. Tutup Celah Bukaan

    Pastikan dinding, pintu, dan jendela rumah tertutup rapat dan aman untuk mencegah ketonggeng menyelinap masuk. Tutuplah celah bukaan di rumah dengan segel.

    2. Jauhkan Tempat Tinggal

    Jauhkan benda-benda luar ruangan yang dapat menjadi habitat serangga dari fondasi rumah misalnya batu atau tumpukan kayu. Makhluk kecil ini dapat ditemukan secara tidak sengaja di bawah puing-puing dan tumpukan kayu.

    Itulah informasi tentang ketonggeng masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Mana, Toren Warna Oranye atau Biru?



    Jakarta

    Toren merupakan penampung air bersih yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga memasak. Jika diperhatikan, toren atau tandon memiliki bentuk yang sama yakni tabung besar dengan bukaan di bagian atas.

    Meskipun bentuknya sama, tandon diproduksi dengan beberapa warna. Namun, terdapat dua warna yang paling banyak digunakan di Indonesia yakni biru dan oranye. Ternyata penggunaan warna ini bisa berpengaruh pada kualitas air lho.

    Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, dapat lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.


    Warna toren yang memudar dapat membuat air di dalam toren lebih mudah terpapar sinar matahari. Akibatnya adalah lumut lebih cepat muncul di dalam toren. Keberadaan lumut dapat berpengaruh pada kualitas air.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Dilansir detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang mandiri, mereka bisa mendapatkan makanan dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembap, seperti toren yang sering terkena panas dan dingin.

    Lantas, apakah lebih baik menggunakan toren berwarna gelap daripada terang?

    Pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, Hendri, menyampaikan banyak konsumen yang meyakini demikian. Warna yang paling banyak dipilih adalah toren hitam dan biru tua.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023) lalu.

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

    Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

    Lumut tetap dapat dibersihkan dan dicegah dengan sering membersihkan toren apa pun warna yang dipakai sehingga setiap rumah tetap bisa mendapat air bersih. Suratman menyarankan periode pengurasan dan pencucian toren air adalah 1-2 kali dalam setahun.

    “Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” ujar Suratman.

    Namun, apabila kualitas air di rumah tidak bagus, mengandung sadah, berwarna kuning, atau berlumpur, toren perlu dibersihkan sesering mungkin. Apabila jarang dibersihkan justru dapat menyebabkan iritasi kulit dan berbahaya jika digunakan untuk memasak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Buat yang Punya Alergi, Jangan Pernah Taruh Tanaman Ini di Rumah!


    Jakarta

    Menaruh tanaman hias di dalam rumah bisa menjadi pilihan dekorasi sekaligus membuat ruangan tampak asri. Namun harus hati-hati ya saat memilih tanaman hias karena bisa menjadi alergen bagi penghuni rumah yang memiliki alergi.

    Ya, beberapa tanaman memang bisa memicu reaksi alergi pada seseorang. Jangan sampai niat hati ingin membuat rumah tampak indah tapi malah bikin susah.

    Nah, berikut ini ada beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah karena bisa memicu alergi. Ini informasinya.


    1. English Ivy

    Ivy, Flower Pot, Indoors, Plant, Potted PlantEnglish ivy Foto: Getty Images/Haizhan Zheng

    Tanaman rambat yang satu ini kerap menjadi pilihan bagi pemilik rumah untuk mempercantik halaman. Walau demikian, penderita alergi sebaiknya hindari tanaman ini karena bisa menyebabkan bersin-bersin.

    Selain itu, dilansir dari Real Simple, ahli tanaman dan pendiri blog The Houseplant Guru, Lisa Eldred Steinkopf menyarankan untuk menggunakan sarung tangan saat mengurus English ivy. Hal itu karena tanaman tersebut mengandung falcarinol yaitu suatu kandungan yang bisa menyebabkan iritasi kulit.

    2. Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Rubber plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman hias yang satu ini juga menjadi langganan yang ada di rumah karena mudah beradaptasi. Tapi, tanaman ini bisa jadi bukan pilihan yang tepat bagi penderita alergi.

    Rubber plant menghasilkan zat putih yang disebut lateks yang merupakan sumber utama karet. Kalau terkena getahnya, bisa membuat tubuh gatal-gatal.

    “Saat memangkas tanaman ini, berhati-hatilah agar getahnya tidak mengenai kulit Anda, terutama jika Anda alergi lateks. Getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit, gatal-gatal, dan kesulitan bernapas,” ujar ahli tanaman dan pendiri Plants with Krystal, Krystal Duran, dikutip dari Real Simple, Kamis (25/9/2025).

    3. Lili Perdamaian

    Peace Lily in white flower pot on wood with black background. spathiphyllum houseplant for Valentines DayPeace Lily atau lily perdamaian. Foto: Dok. Istock

    Bunga cantik ini langganan menjadi pilihan banyak orang untuk ditanam di rumah. Namun, tanaman ini ternyata bisa memicu alergi.

    4. Geranium

    Selective focus on Geranium flowers pot with blurred background of light interior of open work space office with desks, chairs and green plants. Coworking. Minimalism business style. Copy spaceGeranium Foto: iStock

    Bunga geranium yang beraroma (scented geranium) bisa memicu alergi dari aromanya yang cukup kuat. Sebaiknya penderita alergi pikir-pikir lagi kalau mau tanam ini di rumah.

    “Hindari penggunaan geranium beraroma (pelargonium) sebagai tanaman hias jika Anda memiliki alergi, aromanya yang kuat dapat berpotensi mengiritasi dan menyebabkan gatal-gatal atau dermatitis kontak,” kata ahli alergi bersertifikat dan juru bicara Yayasan Asma dan Alergi Amerika (AAFA) Dr. John James, M.D., dikutip dari Martha Stewart.

    5. Pakis

    Jenis tanaman hias pakis-pakisanJenis tanaman hias pakis-pakisan Foto: Instagram @airy_garden_official

    Pakis adalah tanaman hias yang indah dengan dedaunan yang rimbun, tetapi bisa mengganggu penderita alergi karena adanya spora.

    “Akhirnya, spora kecil di bagian belakang daun pakis akan pecah, atau terbuka, dan melepaskan partikel kecil serbuk sari yang tidak menyenangkan ke udara, yang merupakan agitator,” tutur pemilik Mosaic Home & Garden Center, Joe Moussa.

    Tips Memilih Tanaman untuk Penderita Alergi

    Masih dilansir dari Martha Stewart, bagi penderita alergi yang masih ingin merawat tanaman, sebaiknya tanyakan dulu ke ahlinya, misalnya ahli tanaman atau ahli alergi. Beri tahu mereka kondisi penderita alergi, nantinya para ahli tersebut akan menyarankan tanaman yang aman untuk ditanam.

    Selanjutnya, pastikan tanaman bebas debu untuk mencegah alergi kambuh. Lalu, rawat agar tanaman tidak ditumbuhi jamur yang bisa memicu alergi juga.

    Untuk menghindari atau mengurangi masalah terkait jamur, Dr. James menyarankan untuk memperhatikan jenis tanaman hias yang dimiliki dan kondisi tempat penyimpanannya. Pembersihan rutin dan ventilasi yang baik dapat mencegah masalah tersebut.

    “Jamur tumbuh subur dalam kondisi lembap dan basah, dan sporanya dapat menyebar di udara,” ujarnya.

    Ia menambahkan, mengurangi kelembapan dengan menggunakan pembersih udara juga bisa membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    Itulah beberapa tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di rumah terlebih bagi penderita alergi.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Konon 5 Tanaman Ini Bisa Membawa Sial di Rumah, Apa Saja?


    Jakarta

    Menanam tanaman di rumah bisa menciptakan suasana asri dan sejuk. Selain itu, hadirnya tanaman juga membantu penghuni rumah agar lebih rileks dan terhindar dari stres.

    Ilmu feng shui juga menganjurkan manusia untuk menanam tanaman di rumah. Langkah ini dilakukan agar rumah bisa selaras dengan alam serta menciptakan ketenangan.

    Meski begitu, ada beberapa tanaman hias yang sebaiknya jangan ditanam di rumah. Feng shui menilai tanaman tersebut justru dapat membawa malapetaka bagi para penghuninya.


    Jika ingin menanam aneka tumbuhan, sebaiknya ketahui jenis-jenis tanaman yang bisa membawa sial di rumah menurut feng shui. Dilansir situs House and Garden dan Living Etc, berikut daftar tanamannya:

    1. Yucca

    Yucca merupakan salah satu tanaman hias yang mudah dirawat. Sebab, tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik dan mampu bertahan di kondisi kering. Jadi, kamu tak perlu sering-sering menyiram yucca setiap hari.

    Namun, yucca termasuk tanaman hias yang justru bisa membawa sial di rumah. Soalnya, feng shui menilai tanaman yang berduri atau bentuk daunnya yang lancip dapat membawa energi negatif.

    “Disarankan untuk menghindari tanaman yang terlalu berduri dan bentuk daunnya lancip tajam karena dapat menyebabkan cedera. Saya cenderung menghindari tanaman berduri tajam seperti yucca ketika saya mencoba menciptakan suasana keberuntungan di suatu ruangan,” kata pakar feng shui Jane Langof.

    2. Kaktus

    Kaktus merupakan salah satu tanaman hias yang banyak ditanam di rumah karena mudah dirawat dan terlihat indah. Sayangnya, tanaman ini bisa membawa sial menurut feng shui.

    Sebab, kaktus merupakan tanaman yang memiliki duri tajam sehingga bisa membawa energi negatif ke dalam rumah. Selain itu, duri kaktus bisa saja menempel di kulit dan menyebabkan luka.

    Pakar feng shui Laura Morris menyebut sebenarnya masih bisa menanam kaktus, asalkan tidak diletakkan di dalam rumah. Sebaiknya tanam kaktus di luar ruangan agar tidak membahayakan penghuni rumah.

    “Sebagai aturan umum, kamu perlu memperhatikan di mana kamu meletakkan tanaman yang punya duri tajam. Usahakan untuk tidak meletakkannya di samping tempat tidur atau di area dalam rumah,” papar Morris.

    3. Lidah Mertua

    Banyak masyarakat yang mengoleksi lidah mertua karena punya tampilan yang cantik dan cocok diletakkan di rumah. Tak hanya itu, lidah mertua juga mudah dirawat karena cukup disiram seminggu sekali.

    Akan tetapi, tanaman ini dianggap berbahaya dan mencegah hoki masuk ke dalam rumah. Sebab, lidah mertua memiliki daun yang runcing dan tajam sehingga dinilai berbahaya bagi anak-anak.

    Di sisi lain, lidah mertua juga berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan peliharaan karena mengandung saponin. Senyawa tersebut bisa menimbulkan iritasi kulit, reaksi alergi, dan keracunan jika tertelan ke dalam tubuh.

    4. Sirih Gading

    Menanam sirih gading dapat menciptakan suasana yang asri di dalam rumah. Sayangnya, tanaman ini dianggap mampu menyerap energi positif dan menciptakan ketidakseimbangan di rumah menurut feng shui.

    Jika ingin menanam sirih gading di rumah, dianjurkan untuk tidak memiliki lebih dari tiga pot agar tidak mengganggu keseimbangan energi. Lalu, letakkan sirih gading di dekat pintu depan atau jendela rumah agar memancarkan energi.

    5. Geranium

    Satu lagi tanaman hias yang perlu dihindari menurut feng shui, yaitu geranium. Tumbuhan ini sangat populer karena memiliki bunga yang cantik dan beraneka warna. Namun, tanaman ini dapat menyerap energi negatif dan dipancarkan ke seluruh ruangan.

    Maka dari itu, geranium sebaiknya tidak diletakkan di dalam rumah karena khawatir menghalangi energi positif. Tanaman ini sebaiknya ditempatkan di teras atau halaman agar dapat mempercantik hunian.

    Itulah lima tanaman hias yang bisa membawa sial di rumah menurut feng shui. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Atasi Black Mold di Dinding Hanya dengan Dilapisi Cat, Apakah Ampuh?


    Jakarta

    Jamur hitam atau black mold kerap muncul pada dinding rumah. Bercak berwarna hitam itu dapat memberikan kesan kotor serta merusak estetika rumah.

    Selain mengganggu keindahan, munculnya black mold juga dapat memicu masalah kesehatan bagi penghuni rumah. Jika terpapar jamur hitam dalam jumlah banyak dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi kulit, dan infeksi paru.

    Maka dari itu, jika menemukan black mold di dinding rumah maka harus segera diatasi. Agar lebih cepat dan praktis, banyak orang yang membersihkan black mold hanya dengan mengecat ulang dinding.


    Namun, apakah efektif menghilangkan black mold hanya dengan cara mengecat ulang dinding? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Apa Bisa Atasi Black Mold dengan Mengecat Ulang Dinding?

    Dilansir situs VanDerKolk Painting, mengecat ulang dinding yang penuh jamur dinilai tidak efektif untuk menghilangkannya. Secara visual mungkin bisa tersamarkan karena lapisan cat yang tebal dan warnanya terang.

    Meski begitu, jamur tidak akan pernah mati walau sudah ditimpa cat. Jika berpikir kandungan kimia pada cat bisa mematikan jamur, hal tersebut salah besar.

    Mengecat ulang dinding yang penuh black mold hanya sekadar menutupinya saja. Seiring waktu, jamur dapat menembus cat dan akan menyebar ke area dinding lainnya.

    Selain itu, cat yang baru dilapisi ke dinding tidak akan bertahan lama meski punya kualitas terbaik. Beberapa bulan setelah dicat, akan muncul gelembung kecil dan akhirnya dapat mengelupas cat karena tingkat kelembapan yang tinggi di dalam rumah.

    Alhasil, jamur akan tetap muncul dan memicu penyakit berbahaya bagi penghuni rumah. Di sisi lain, rumah akan kembali terlihat kotor dan kusam karena cat dinding tak mampu bertahan lama.

    Cara Ampuh Atasi Black Mold di Dinding

    Daripada harus menutupi black mold dengan lapisan cat, ada cara lain yang lebih efektif untuk mengatasi jamur hitam yang muncul di dinding.

    Dikutip dari The Spruce, black mold dapat diatasi dengan membuat larutan pembersih jamur alami. Bahannya cukup sederhana, yakni cairan klorin dan sabun cuci piring.

    Klorin diklaim mampu membunuh spora jamur secara efektif. Jika tak ada klorin di rumah bisa menggunakan cuka putih untuk membasmi black mold.

    Caranya cukup mencampurkan satu sendok makan sabun cuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat ke dalam wadah. Aduk hingga kedua bahan tersebut tercampur rata, lalu tuang ke dalam botol semprot.

    Selanjutnya, semprotkan larutan pembersih ke area tembok yang penuh jamur hitam mulai dari bawah hingga ke atas. Langkah ini guna mencegah spora dan noda bercak menyebar ke area dinding lain.

    Saat proses pembersihan, pastikan permukaan dinding benar-benar basah, tapi tidak terlalu lembap demi mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika black mold sudah sampai mendekati plafon, gunakan tangga untuk membersihkannya.

    Itulah alasan mengapa jangan membasmi black mold hanya dengan melapisi cat tembok. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com