Tag: isolasi

  • Cuaca Mulai Panas, Ini 5 Cara Agar Rumah Tetap Adem


    Jakarta

    Cuaca panas mulai terasa seiring dengan memasuki musim kemarau. Untuk mengurangi rasa panas tersebut, penghuni rumah biasanya menyiasatinya dengan cara menggunakan AC atau kipas angin.

    Selain itu, masih ada juga cara-cara lainnya untuk membuat rumah bisa tetap terasa adem meski cuaca sedang panas. Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan bahan dan struktur bangunan.

    Dalam catatan detikcom, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat rumah terasa tetap adem di tengah cuaca panas.


    1. Optimalkan Atap dan Plafon Rumah

    Penggunaan atap berwarna cerah atau yang dilapisi bahan reflektif bisa membantu memantulkan sinar matahari dan mengurangi penyerapan panas. Memasang ventilasi atap atau turbine ventilator juga dapat meningkatkan sirkulasi udara sehingga panas yang terperangkap di bawah atap dapat dilepaskan dengan lebih efisien.

    2. Pasang Jendela yang Tepat

    Jendela yang tepat juga merupakan kunci untuk menjaga rumah tetap sejuk. Jendela berlapis ganda atau kaca rendah emisi (low-e) dapat mengurangi panas yang masuk ke dalam rumah sekaligus mempertahankan suhu dingin di dalam.

    Selain itu, posisi jendela juga perlu dipertimbangkan. Jendela yang menghadap ke arah timur atau barat cenderung menerima lebih banyak sinar matahari langsung sehingga meningkatkan suhu dalam rumah. Menggunakan tirai tebal, gorden berlapis, atau film pelindung panas pada jendela juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk.

    3. Pakai Pelapis Dinding yang Tepat

    Memakai pelapis dinding yang tepat juga bisa membantu rumah terasa adem. Cat berwarna terang atau pelapis dinding reflektif bisa mengurangi penyerapan panas di dalam rumah.

    Di beberapa daerah, penggunaan bahan isolasi pada dinding luar juga menjadi pilihan populer untuk mengurangi transfer panas dari luar ke dalam rumah. Bahan isolasi ini bisa berupa busa poliuretan atau panel isolasi yang dipasang di antara dinding bata.

    4. Pastikan Ventilasi Terpasang dengan Baik

    Langkah lain yang tak kalah penting adalah memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik. Sistem ventilasi silang, di mana udara dapat bergerak bebas dari satu sisi rumah ke sisi lain, sangat efektif dalam menjaga sirkulasi udara dan mendinginkan ruangan.

    Membuka jendela pada waktu yang tepat, terutama pada pagi dan sore hari ketika suhu lebih rendah, dapat membantu mengalirkan udara segar ke dalam rumah. Pemasangan ventilasi tambahan seperti ventilasi atap atau lubang angin di dinding juga dapat meningkatkan aliran udara dan mengurangi panas dalam rumah.

    Dilansir dari BBC, saat siang hari, penghuni rumah bisa menutup jendela dan pintu untuk menjaga agar udara panas tidak masuk ke dalam rumah. Untuk menutup jendela, bisa gunakan gorden.

    5. Gunakan Dekorasi yang Sesuai

    Pada 2024 lalu, PR dan Marketing Communication Senior Manager Gravel, Ricky Alexander, sempat mengungkapkan tak hanya material dan struktur bangunan saja yang penting untuk membuat rumah adem, dekorasi juga bisa memberikan dampak serupa.

    Dekorasi rumah tidak hanya mempercantik bangunan saja namun bisa juga membuat hunian terasa adem. Ia mencontohkan untuk menambahkan unsur-unsur alam di dalam rumah, misalnya kolam ikan, air mancur, serta tanaman.

    Itulah beberapa cara untuk menjaga rumah tetap terasa adem walaupun cuaca sedang panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Catat Ya! Begini Panduan dan Perawatan Stabilizer yang Benar



    Jakarta

    Stabilizer kerap digunakan untuk menyiasati tegangan listrik yang tidak seimbang. Alat ini juga dapat melindungi perangkat elektronik dari kerusakan karena tegangan listrik yang tidak stabil.

    Pemasangan stabilizer perlu dilkukan oleh orang yang ahli. Jika tidak, stabilizer dapat menimbulkan api karena aliran listrik kacau. Ada beberapa kejadian, pemasangan stabilizer yang salah justru menimbulkan listrik di rumah mati hingga kebakaran.

    SPV Teknik PLN Yudhi Maharsa Jaya mengungkapkan sebelum memasang stabilizer, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah pastikan tegangan di rumah lebih besar dari daya stabilizer yang akan terpasang.


    “Dia itu ada kapasitor yang bisa bekerja di atas 190 Volt, (sekitar) di 200 Volt, di 220 Volt,” kata Yudhi saat dihubungi detikProperti pada Jumat (18/10/2024).

    Kemudian, pastikan stabilizer yang digunakan merupakan produk yang berkualitas dan telah berstandar SNI. Apabila ingin menaikkan tegangan listrik di rumah, pastikan kabel yang terpasang di rumah juga ikut disesuaikan.

    “Saat pemasangan, pastikan juga kabel tersebut sudah sesuai standar dengan arus yang akan dihantarkan. Misalkan daya 2.200, kabel itu harus sesuai juga. Setelah itu kita pastikan juga produk stabilizernya apa, apakah sudah SNI,” ujarnya.

    Kamu juga perlu memastikan kabel yang terpasang sudah kencang, dalam keadaan tertutup, dan disimpan dengan rapih.

    “Dari pemasangan, pemasangan pengawatan yang terpasang dipasang oleh instalatir. (yang menyebabkan stabilizer rusak) kabelnya bisa kurang kencang dan masih menggunakan isolasi terbuka, nah itu kan tidak boleh,” tambahnya.

    Apabila dari pemasangannya sudah tepat, bisa dipastikan stabilizer dapat bekerja dengan optimal dan aman. Namun kamu juga tetap mengawasi dan merawat alat tersebut agar tahan lama. Berikut beberapa hal yang harus diterapkan.

    1. Letakkan stabilizer di tempat yang kering, terhindar dari air dan area basah.

    2. ⁠Gunakan kabel penyaluaran stabilizer yang telah berstandar untuk beban listrik. Hal ini untuk mencegah kerusakan stabilizer akibat korsleting atau over heating.

    3. ⁠Pengecekan secara berkala dan menjaga kebersihannya. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada kabel, soket, atau kemungkinan ada binatang yang bersarang di dalam stabilizier.

    4. ⁠Matikan stabilizer jika tidak digunakan dan saat keluar rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Pakai Atap Beton Bikin Panas? Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Penggunaan atap beton pada rumah bisa menyerap banyak panas. Dengan demikian, bisa membuat bangunan terasa panas.

    Namun jangan khawatir karena hal itu bisa diatasi. Bagaimana caranya? Dilansir dari Four Square Construction, berikut ini caranya.

    Pakai Cat dan Pelapis Reflektif

    Sebelum kamu menerapkan pelapis reflektif, bersihkan dulu area atap dan perbaiki retakan yang ada. Hal ini guna memastikan pelapis melekat dengan baik dan sempurna. Pelapis dapat digulung atau disemprotkan, menutupi atap secara merata.


    Sebaiknya hal ini dikerjakan oleh tenaga ahli atau profesional untuk memastikannya dilakukan dengan benar. Aplikasi yang benar dapat membantu lapisan bertahan lebih lama dan bekerja lebih maksimal.

    Jenis Bahan Reflektif

    Cat dan pelapis reflektif ini juga membantu menjaga agar atap tetap sejuk, hal ini dilakukan bukan dengan menyerap sinar matahari melainkan memantulkannya. Cat khusus ini terdiri dari pelapis elastomeric, yang bersifat kenyal dan elastis, serta dapat meregang seiring dengan pergerakan atap.

    Sebagian terbuat dari bahan seperti poliuretan atau akrilik, kedua bahan tersebut mengandung pigmen mengkilap yang memantulkan sinar matahari kembali ke langit. Pelapis atap reflektif juga bisa menurunkan suhu permukaan pada atap, sehingga dapat mengurangi kebutuhan pendinginan dalam ruangan secara signifikan.

    Insulasi Atap

    Papan busa, isolasi reflektif, dan papan fiberglass adalah bahan umum yang digunakan untuk mengisolasi atap. Bahan-bahan ini berfungsi sebagai penghalang untuk menghentikan panas masuk ke dalam bangunan, sehingga bangunan tetap sejuk.

    Insulasi pada atap dapat dipasang dengan dua cara, yaitu dipasang langsung di beton atau dipasang di atas beton di bawah lapisan atap baru. Untuk bangunan baru, insulasi dipasang langsung pada beton. Ini dilakukan sebelum bahan atap ditambahkan.

    Pada bangunan lama, isolasi dapat ditempatkan di atas beton. Ini dilakukan di bawah lapisan bahan atap baru. Metode ini membantu menjaga bangunan tetap sejuk dengan mencegah panas masuk ke atap.

    Menambahkan isolasi dapat memangkas kebutuhan AC hingga 15%, sehingga lebih terjangkau untuk menjaga bangunan tetap sejuk dan nyaman.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Isolasi Area Ini di Rumah, Bakal Rugi Sendiri!



    Jakarta

    Mengetahui di mana harus mengisolasi bagian rumah kamu akan membuat terasa nyaman dan aman sepanjang musim penghujan. Saat musim penghujan hampir tiba, beberapa pemilik rumah ingin tahu cara menjaga rumah yang tidak memiliki insulasi yang baik agar tetap hangat.

    Tetapi, terdapat beberapa area yang harus kamu pertimbangkan untuk mengisolasinya. Karena, jika insulasi tidak dipasang secara benar atau pada tempat yang salah, hal ini justru dapat menyebabkan lebih banyak kerugian dibandingkan dengan manfaatnya.

    Apa itu Isolasi?

    Melansir Home Building, Selasa (5/11/2024), jika mengambil pada pendekatannya, isolasi berarti membangun rumah yang sangat terisolasi serta kedap udara.


    Sederhananya, ini tentang membungkus rumah kamu dengan menggunakan selimut termal guna menciptakan rumah berkelanjutan yang tidak terlalu banyak membutuhkan pemanas, serta meningkatkan tingkat kenyamanan, dan mengurangi biaya listrik kamu.

    “Insulasi adalah komponen penting dari bangunan yang nyaman dan efisien, insulasi tidak hanya mengurangi kehilangan atau perolehan panas dengan menyediakan penghalang antara suhu dalam dan luar, tetapi penggunaannya juga dapat mendukung beberapa tantangan keberlanjutan dan pembangunan terbesar saat ini, mulai dari konsumsi energi hingga polusi suara dan ketahanan terhadap kebakaran,” kata Manajer produk GBU, James Francis.

    Area Ventilasi

    Melansir Ideal Home, pada Selasa (5/11/2024), ventilasi sering kali membuat rumah terasa lebih dingin, terutama pada saat musim-musim tertentu seperti musim penghujan ketika suhu mulai menurun.

    “Meskipun terasa berangin, kamu tidak boleh membiarkan insulasi menutupi area ventilasi atau menggunakan bahan anti angin untuk menyumbatnya,” ujar pakar properti dan konstruksi MyJobQuote.co.uk, Thomas Goodman, dalam kutipannya di Ideal Home.

    Dia menegaskan bahwa hal itu dapat menimbulkan masalah kelembapan yang signifikan dalam jangka panjang.

    Di Atas Kabel Listrik

    Sementara itu pendiri The Stairlift Store, Mark Glenney menerangkan insulasi loteng di atas kabel merupakan hal yang sulit. Kabel membutuhkan ruang untuk melepaskan panas dan membungkus insulasi dengan rapat pada area sekitar kabel atau kabel dapat memberikan resiko panas yang lebih.

    “Menutupi kabel dengan insulasi loteng umumnya baik-baik saja, tetapi kamu harus memastikan kabel kamu memiliki peringkat yang tepat dan pada kotak sambungan diisolasi dengan baik dan benar sehingga tidak terlalu panas dan menimbulkan resiko kebakaran,” ujar pendiri dan CEO Furbnow, Becky Lane.

    Hal itu juga tidak hanya bisa mengakibatkan kabel menjadi terlalu panas, tetapi juga bisa mengurangi kapasitas kabel untuk mengalirkan arus. Pada intinya, kabel hanya boleh ditutup dengan isolasi ketika seorang tenaga ahli listrik sudah mengkonfirmasi kalau hal ini tidak akan berdampak kepada kapasitasnya secara signifikan.

    Rongga pada Dinding Bangunan Lama

    Biarpun beberapa dinding rongga dapat diisolasi dan mungkin menjadi tempat paling sering untuk menambahkan isolasi, namun terdapat beberapa contoh di mana kamu lebih baik tak usah melakukannya. Karena isolasi pada dinding rongga yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah kondensasi.

    Jika kamu berencana untuk mengisolasi dinding rongga pada properti lama, sebaiknya kamu memakai bahan isolasi yang dapat bernapas guna mempertahankan kemampuan ini.

    Loteng

    Penyumbatan juga dapat menimbulkan terbentuknya kondensasi, kelembapan, serta jamur. Penting untuk kamu menjaganya supaya usia atap tidak terganggu.

    Hal yang harus kamu perhatikan juga adalah harus mengganti atap karena kamu salah mengisolasi atap.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Percantik Rumah dengan Tirai dari Sprei Bekas, Begini Caranya



    Jakarta

    Pastinya kamu ingin memberikan sentuhan baru pada interior rumah tanpa mengeluarkan banyak biaya. Mengubah sprei lama menjadi tirai cantik bisa menjadi solusi yang kreatif dan ekonomis.

    Dalam pembahasan kali ini akan menunjukkan bagaimana langkah-langkah sederhana untuk menciptakan tirai yang tidak hanya fungsional tetapi juga menambah estetika ruangan kamu. Mari eksplorasi cara mudah dan menyenangkan untuk mendaur ulang sprei menjadi tirai yang menawan.

    Potong Sprei Queen atau King Menjadi Dua

    Melansir Dengarden, pada Minggu (10/11/2024), ukur lebar dan panjang bukaan jendela berdasarkan tinggi batang gorden untuk menentukan panjang gorden yang diinginkan. Bawa ukuran tersebut ke toko untuk memilih sprei datar dengan lebar dua kali lipat dari bukaan jendela.


    Ukur dan potong lembaran sesuai ukuran, buat kantong batang dengan membuka keliman atas, aman kan tepi yang belum selesai. Bentuk dan sematkan keliman panel gorden dengan teknik keliman yang diputar dua kali untuk hasil yang rapi, jahit keliman menggunakan jahitan lurus, dan setrika gorden sebelum digantung.

    Trik untuk Tirai Lembaran

    Bagi sprei queen atau king menjadi dua bagian memanjang untuk membuat dua panel gorden. Dua lembar sprei twin atau full flat biasanya cukup untuk menutupi sebagian besar jendela berukuran standar.

    Coba Cincin Tirai Jepit

    Gantilah kantong batang gorden dengan cincin tirai jepit. Jika pola kain tidak menjadi masalah, pasang klip di sepanjang keliman bawah yang sempit dan gantung kain dengan sisi terbalik untuk hasil yang lebih rapi.

    Ukur cincin dan jepitan dengan mempertimbangkan panjang tirai yang diinginkan, jika ukuran kain sudah tepat, kamu tidak perlu menjahitnya cukup jepit cincinnya dan selesai.

    Opsi Tanpa Jahitan

    Jika kamu tidak memiliki mesin jahit, buatlah keliman dan jahitan menggunakan pita keliman yang dapat menyatu. Lipat keliman dua kali, potong pita dengan ukuran yang sesuai, masukkan ke dalam lipatan keliman, dan setrika mengikuti petunjuk pada kemasan.

    Periksa Ukurannya

    Setiap produsen sprei memiliki sedikit variasi dalam dimensi. Pastikan untuk memeriksa kemasan untuk mengetahui ukuran yang tepat.

    Gunakan Tirai atau Kerai

    Sprei umumnya tidak cukup tebal untuk memberikan privasi, isolasi, dan pengendalian cahaya yang baik. Sebaiknya gunakan tirai atau kerai sebagai lapisan dasar di bawah gorden dekoratif kamu.

    Jangan Biarkan Pita Kelim yang Dapat Meleleh Terekspos

    Saat menggunakan pita kelim yang dapat meleleh, pastikan tidak ada bagian dari pita tersebut yang terekspos, karena dapat meninggalkan residu lengket yang sulit dibersihkan pada permukaan setrika.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Cat yang Tepat untuk Kamar Mandi



    Jakarta

    Memilih cat yang tepat untuk kamar mandi adalah langkah penting dalam menciptakan suasana yang nyaman dan menarik. Dengan kelembapan tinggi dan paparan langsung terhadap air, tidak semua jenis cat cocok untuk ruangan ini.

    Simak penjelasan yang akan membahas berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan, termasuk ketahanan terhadap lembap, warna yang sesuai, dan jenis cat yang dapat memberikan hasil terbaik untuk kamar mandi kamu.

    Pahami Syarat untuk Cat Kamar Mandi

    Melansir This Old House, berbeda dengan ruangan lain di rumah kamu, kamar mandi memerlukan perhatian khusus dalam pemilihan cat. Cat yang paling cocok untuk kamar mandi harus memiliki ketahanan terhadap kelembapan, mudah dibersihkan, dan cukup tahan lama untuk menghadapi paparan air serta produk pembersih secara rutin.


    Ketahanan terhadap kelembapan adalah faktor utama yang perlu dipertimbangkan saat memilih cat untuk kamar mandi. Tanpa perlindungan yang memadai, dinding dan langit-langit dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur dan lumut, yang dapat membahayakan kesehatan serta mengakibatkan biaya perbaikan yang tinggi.

    Selain itu, cat untuk kamar mandi juga harus bersifat antiair dan tidak mudah mengelupas atau menggelembung ketika terpapar uap dan cipratan air.

    Jenis Cat Finishing

    Lapisan cat memiliki peranan krusial dalam kinerja dan penampilan di kamar mandi. Berbagai jenis lapisan cat memberikan tingkat ketahanan terhadap kelembapan dan pantulan cahaya yang bervariasi.

    Hasil Akhir Cat Mengkilap

    Kamu sangat disarankan untuk menggunakan cat mengilap dan semi-kilap di kamar mandi karena ketahanannya terhadap kelembapan dan daya tahannya yang luar biasa. Cat ini menghasilkan permukaan yang keras dan mengkilap, yang menolak air dan mudah dibersihkan.

    Selain itu, sifat reflektif dari cat mengilap dan semi-kilap juga membantu menerangi ruangan, sehingga kamar mandi yang lebih kecil terlihat lebih luas. Cat semi-kilap sangat populer untuk dinding kamar mandi karena mampu menyeimbangkan kilau dan kelembutan.

    Cat ini tahan terhadap kelembapan dan jamur, serta memiliki tingkat pantulan cahaya yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan cat mengilap penuh, yang bisa menonjolkan ketidaksempurnaan pada permukaan dinding.

    Jenis Cat Dasar yang Tepat untuk Kamar Mandi

    Cat Akrilik

    Cat akrilik adalah pilihan yang sangat baik untuk kamar mandi karena ketahanannya terhadap kelembapan dan waktu pengeringan yang cepat. Cat berbasis air ini melekat dengan baik pada permukaan kamar mandi dan menghasilkan lapisan akhir yang tahan lama serta mudah dibersihkan secara berkala.

    Selain itu, cat akrilik tidak mudah pudar atau menguning seiring berjalannya waktu, sehingga warna dan penampilannya tetap terjaga meskipun berada di lingkungan yang lembap.

    Ketika memilih cat akrilik untuk kamar mandi, penting untuk mencari formula yang dirancang khusus untuk area dengan kelembapan tinggi.

    Cat ini biasanya mengandung bahan tambahan yang meningkatkan ketahanannya terhadap jamur dan lumut, menjadikannya ideal untuk digunakan di kamar mandi.

    Selain itu, mengetahui primer yang tepat untuk digunakan juga sangat penting saat menggunakan cat akrilik, karena hal ini memastikan daya rekat yang baik dan keawetan cat tersebut.

    Cat Lateks

    Cat lateks adalah opsi populer lainnya untuk kamar mandi. Seperti cat akrilik, lateks berdasarkan air dan memiliki ketahanan yang baik terhadap kelembapan. Lebih lagi, cat ini mudah diaplikasikan, cepat kering, dan mengeluarkan sedikit aroma selama proses aplikasi.

    Cat lateks juga menyediakan isolasi yang sangat efektif dan tidak mudah mengubah warna seiring waktu dibandingkan dengan cat berbahan dasar minyak.

    Untuk mendapatkan hasil terbaik, pilihlah cat lateks berkualitas tinggi yang spesifik dirancang untuk daerah dengan tingkat kelembapan tinggi. Banyak varietas cat ini dilengkapi dengan antijamur dan bahan tambahan lain yang meningkatkan performanya di lingkungan lembab.

    Cat Minyak

    Meskipun jarang digunakan di kamar mandi, cat berbahan dasar minyak masih dapat dipertimbangkan dalam kondisi tertentu. Cat berbahan dasar minyak menawarkan ketahanan yang sangat baik terhadap kelembapan dan menghasilkan lapisan akhir yang keras dan tahan lama, siap untuk melawan pembersihan yang sering.

    Namun, cat ini memiliki beberapa kelemahan, yaitu waktu pengeringan yang lebih panjang, bau yang lebih kuat selama proses pengecatan, dan kemungkinan menguning seiring waktu.

    Jika kamu memilih untuk menggunakan cat berbasis minyak di kamar mandi, pastikan ada ventilasi yang baik selama dan setelah pengecatan. Penting juga untuk menyadari bahwa cat berbasis minyak mungkin membutuhkan pelarut pembersih dan metode pembuangannya sendiri.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Biang Kerok yang Bikin Rumah Kamu Terasa Panas


    Jakarta

    Rumah yang terasa panas dan gerah tentu bikin penghuninya merasa kurang nyaman. Selain gegara cuaca, ternyata bangunan rumah bisa membuat rumah bisa menahan hawa panas, lho.

    Pernahkah kamu mengalami saat sedang kepanasan lalu menyalakan kipas angin tapi malah menambah hawa panas di ruangan tersebut? Kipas angin tidak bisa mendinginkan ruangan kalau udara sekitar panas.

    Lantas, apa yang membuat rumah terasa gerah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.


    Penyebab Rumah Terasa Panas

    1. Paparan Sinar Matahari yang Berlebihan

    Dilansir dari Sansone Air Conditioning, kalau di ruangan kamu terdapat banyak jendela, panas matahari yang terperangkap di dalam ruangan menimbulkan efek rumah kaca. Hal ini tidak hanya membuat ruangan menjadi tidak nyaman tapi juga bisa menambah tagihan listrik kamu. Untuk menghalangi sinar matahari saat siang, kamu bisa pasang tirai atau gorden.

    2. Isolasi Buruk

    Kapan terakhir kamu mengecek isolasi rumahmu? Isolasi yang buruk memungkinkan udara keluar melalui dinding. Akibatnya, beberapa ruangan terasa lebih hangat atau lebih sejuk dari yang kamu inginkan, sementara ruangan lain terasa nyaman-nyaman saja.

    3. Tinggal di Rumah Bertingkat

    Lantai atas di rumah bertingkat cenderung lebih hangat saat musim panas dan lebih dingin saat musim hujan. Ini dikarenakan lantai paling atas lebih banyak bersentuhan langsung dengan elemen luar.

    4. Ventilasi Udara Tertutup atau Terhalang

    Kalau ventilasi udara tertutup atau terhalang oleh furnitur atau kain pelapis, aliran udara akan terganggu. Hal ini menyebabkan beberapa ruangan menjadi lebih panas dibandingkan ruangan lainnya. Jaga agar ventilasi tetap terbuka setiap saat untuk memastikan suhu yang nyaman dan merata di seluruh rumahmu.

    Itulah beberapa hal yang bisa bikin rumah kamu terasa panas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Hebel Vs Bata Merah, Mana yang Lebih Kokoh?



    Jakarta

    Material yang kokoh dan tahan lama tentu menjadi pilihan ketika membangun rumah. Setidaknya ada dua material yang sering dipilih untuk membangun rumah, yaitu hebel dan bata merah.

    Bata merah masih banyak dipilih orang dalam membangun rumah. Akan tetapi, banyak juga yang lebih memilih hebel atau bata ringan karena dinilai punya kelebihan daripada bata merah.

    Lantas, apa sih yang membedakan antara hebel dan bata merah? Lalu lebih kuat mana di antara kedua material tersebut? Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Pengertian Hebel dan Bata Merah

    Hebel dan bata merah memiliki sejumlah perbedaan. Agar tidak bingung, simak masing-masing pengertiannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.Foto: Lamhot Aritonang

    Hebel merupakan salah satu jenis bahan material yang terbuat dari campuran beton, pasir, dan gypsum. Sebenarnya, hebel adalah sebuah merek yang memproduksi bata ringan, namun masyarakat lebih terbiasa menyebutnya hebel ketimbang bata ringan.

    Berat bata hebel jauh lebih ringan daripada bata merah dan beton. Maka dari itu, proses instalasinya juga lebih mudah ketimbang material tersebut.

    Selain itu, hebel juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yakni punya kemampuan isolasi termal yang baik serta membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan. Hebel juga tahan terhadap api dan dapat menghambat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

    Hebel menggunakan pengikat seperti semen saat proses produksinya. Cara ini dilakukan agar pondasi lebih kuat, sehingga jauh lebih kokoh daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat.

    Tak hanya itu, proses pembuatan bata ringan hebel juga sama seperti beton. Jadi, bahan ini memenuhi standar material untuk membuat bangunan tahan gempa.

    2. Bata Merah

    Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Foto: Rico Bagus

    Sementara itu, bata merah adalah salah satu jenis bahan material yang sudah banyak digunakan untuk membangun rumah. Bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, setelah itu dibakar pada suhu tinggi.

    Salah satu kelebihan dari bata merah cenderung bersifat poros dan mampu menyerap air dengan mudah. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembapan dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

    Kekurangan dan Kelebihan Hebel serta Bata Merah

    Adapun sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel dan bata merah. Dalam beberapa poin, hebel terlihat lebih unggul. Namun, ada beberapa hal yang membuat bata merah lebih meyakinkan daripada hebel.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzul Rizki membagikan sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel serta bata merah. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Kelebihan:

    • Lebih ringan
    • Tahan api
    • Punya isolasi termal yang baik
    • Materialnya lebih kuat dan kokoh
    • Harganya cenderung lebih murah jika dihitung per meter kubik.

    Kekurangan:

    • Ukurannya lebih besar daripada batu bata merah.

    2. Bata Merah

    Kelebihan:

    • Banyak tersedia di toko bangunan
    • Lebih mudah diangkut dan dibawa karena ukurannya lebih kecil.

    Kekurangan:

    • Mudah menyerap air, sehingga dinding cepat lembap yang dapat mengurangi kekuatan bangunan
    • Cukup berat
    • Harga cenderung lebih mahal kalau dihitung per meter persegi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Siasat Pulihkan Rumah Usai Kebakaran



    Jakarta

    Menghadapi kerusakan akibat kebakaran rumah adalah pengalaman yang sangat menantang dan emosional. Selain kehilangan barang-barang berharga, kamu juga harus menghadapi dampak fisik dari api dan asap yang dapat merusak struktur dan kenyamanan rumah kamu.

    Namun, dengan pendekatan yang tepat, kamu dapat memulihkan rumah kamu kembali ke kondisi semula atau bahkan lebih baik. Simak penjelasan ini yang akan membahas langkah-langkah penting yang perlu diambil untuk memperbaiki kerusakan setelah kebakaran, mulai dari penilaian kerusakan hingga proses perbaikan dan pemulihan.

    Langkah yang Harus Segera di Ambil

    Melansir dari This Old House, segera setelah kebakaran rumah terjadi, penting untuk segera mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan kerusakan lebih lanjut dan memulai proses pemulihan.


    Dimulai dengan menghubungi perusahaan asuransi kamu untuk melaporkan kejadian tersebut dan memulai klaim, serta mengamankan properti kamu dengan menutup jendela yang pecah atau lubang di atap setelah dinyatakan aman oleh pemadam kebakaran atau teknisi struktur.

    Periksa Tingkat Kerusakan

    Setelah mengamankan properti kamu, lakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan dan mulai tandai perbaikan yang perlu dilakukan. Langkah awal ini akan membantu mengarahkan upaya restorasi dan rencana rekonstruksi kamu di masa depan.

    Panggil Insinyur Struktural

    Untuk kerusakan akibat kebakaran yang parah, disarankan untuk menyewa seorang insinyur struktur. Mereka akan mengevaluasi kondisi fondasi, kerangka, dan selubung bangunan rumah kamu.

    Insinyur struktur dapat mengidentifikasi kerusakan struktural yang tersembunyi dan berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

    Evaluasi Komponen Struktural

    Insinyur struktur akan memeriksa elemen-elemen utama rumah kamu, seperti lantai, dinding, dan atap. Laporan mereka akan menjelaskan tingkat kerusakan dan mengidentifikasi bagian-bagian struktur yang dapat diselamatkan atau perlu diganti.

    Mereka juga akan menilai keamanan dan stabilitas rumah kamu selama proses restorasi, sehingga membantu kamu memprioritaskan perbaikan dan merencanakan upaya rekonstruksi dengan lebih efektif.

    Langkah-langkah Keselamatan yang Perlu Diambil Setelah Kebakaran

    Membersihkan rumah setelah kebakaran sangat berbahaya karena adanya bahan kimia beracun dan struktur yang tidak stabil di rumah kamu. Ambillah tindakan pencegahan keselamatan yang tepat untuk melindungi kesehatan kamu selama proses pembersihan.

    Perlengkapan Pelindung

    Saat memasuki rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran, selalu gunakan perlindungan yang sesuai. Perlengkapan yang diperlukan meliputi masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet.

    Jika kamu membersihkan sendiri, pastikan untuk mengenakan masker debu, pakaian pelindung, dan sarung tangan karet. Kacamata pengaman akan melindungi mata kamu dari debu, sementara alas kaki yang kokoh dapat mencegah cedera akibat benda tajam.

    Mengelola Residu Kebakaran

    Residu kebakaran mengandung zat berbahaya yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Jika kamu ragu tentang keamanan suatu bahan, sebaiknya konsultasikan dengan profesional atau serahkan pembersihannya kepada perusahaan restorasi yang berpengalaman.

    Pastikan juga untuk membuang bahan berbahaya dengan cara yang benar. Selalu periksa peraturan setempat dan patuhi undang-undang untuk mencegah pencemaran lingkungan.

    Meredakan Kerusakan Akibat Air

    Ironisnya, kerusakan akibat air yang disebabkan oleh upaya pemadaman kebakaran bisa sama parahnya dengan kerusakan akibat kebakaran itu sendiri. Utamakan untuk mengeluarkan barang-barang basah dari area yang terdampak.

    Periksa dinding kering, isolasi, karpet, dan furnitur kamu. Segala sesuatu yang tetap lembap dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan lumut.

    Pastikan untuk memisahkan barang-barang yang dapat diselamatkan dari yang perlu dibuang, dan dokumentasikan kerusakan tersebut untuk keperluan klaim asuransi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Merawat AC Supaya Dingin dan Tahan Lama


    Jakarta

    Air conditioner atau AC menjadi alat elektronik andalan untuk menyejukkan ruangan di rumah. Apalagi cuaca panas di Indonesia membuat tiap rumah butuh alat pendingin utara, salah satu pilihannya AC.

    Karena sering digunakan, AC tetap harus dirawat agar awet dan selalu dingin. Sebab, lama-lama masalah suka timbul pada AC, seperti udara kurang dingin hingga ada air menetes.

    Kalau kamu mau AC yang lebih awet dan tetap dingin, coba lakukan beberapa tips merawat AC berikut ini.


    7 Tips Merawat AC Supaya Awet dan Tetap Dingin

    Inilah cara merawat AC agar lebih awet dan memaksimalkan kinerja AC.

    1. Periksa dan Bersihkan Filter Udara

    Membersihkan dan memeriksa filter AC adalah langkah penting dalam perawatan. Filter yang bersih memungkinkan udara masuk ke AC tanpa hambatan, sehingga AC dapat beroperasi secara efisien.

    Filter juga membantu menghilangkan debu dan kotoran dari udara, menjaga kebersihan ruangan dan kualitas udara.

    Caranya mudah, matikan listrik, buka panel AC, periksa filter, bersihkan atau ganti jika perlu, pasang kembali, dan hidupkan kembali AC. Lakukan secara teratur untuk menjaga kinerja AC.

    2. Bersihkan Saluran Udara

    Membersihkan dan memeriksa saluran udara AC sangat penting karena saluran yang bersih memastikan aliran udara yang lancar, mencegah penumpukan debu dan kotoran yang dapat mengganggu kinerja AC, serta menjaga kualitas udara dalam ruangan.

    Gunakan penyedot debu atau sikat yang lembut untuk membersihkan saluran udara dari debu dan kotoran. Pastikan untuk membersihkan semua area saluran secara menyeluruh.

    3. Periksa Isolasi Pipa

    Pipa refrigeran adalah saluran yang membawa pendingin dari evaporator di unit air handler ke kondensor di luar. Pipa-pipa ini biasanya dilapisi dengan isolasi berbentuk busa.

    Nah ini perlu memeriksa apakah ada bagian isolasi yang rusak atau hilang. Jika ditemukan, segera gantilah dengan isolasi baru untuk menjaga kinerja optimal sistem AC.

    4. Bersihkan Kompresor Luar

    Bersihkan kumparan kondensor dan kipas AC dari kotoran atau puing-puing. Kumparan kondensor biasanya terletak di luar ruangan dan terlihat seperti kisi-kisi pada kotak logam yang besar. Biasanya komponen ini akan terkotori oleh debu atau tumpukan daun yang akan menghambat kinerja.

    Pastikan udara dapat bergerak lancar melalui kumparan untuk efisiensi maksimal. Bersihkan kotoran yang mungkin menyumbat kumparan dengan tekanan lembut dan pembersih agar unit bekerja dengan baik. Pastikan tidak merusak sirip yang rapuh saat membersihkan.

    5. Periksa Kabel

    Kabel juga perlu diperiksa, karena bagaimanapun juga itu merupakan komponen penting yang memungkinkan menghambat kinerja AC.

    Periksalah kabel di unit kondensor jika ada tanda-tanda panas berlebih atau keausan. Ingatlah untuk mematikan AC sebelum memulai. Jika Anda melihat kabel yang terbakar, rusak, atau aus, sebaiknya panggil profesional untuk memperbaikinya.

    6. Berikan Istirahat pada Sistem

    Meski dengan perawatan yang baik, sistem yang terus menerus bekerja akan mengalami penurunan performa lebih cepat dibandingkan dengan sistem yang digunakan secara berkala dan tidak terus menerus.

    Oleh karena itu penting untuk memberikan istirahat pada sistem supaya AC lebih tahan lama dan kinerjanya optimal.

    7. Jadwalkan Tune Up atau Service Tahunan

    Beberapa perawatan perangkat AC kadang di luar kapasitas kita. Oleh karena itu, penting untuk memanggil professional untuk membantu merawat AC setidaknya setahun sekali.

    Tune-up meliputi pengencangan semua koneksi listrik, pelumasan kipas, dan pembersihan sistem. Teknisi juga akan memeriksa level refrigeran dan dapat mendiagnosis masalah yang lebih serius seperti kebocoran refrigeran, serta memperbaikinya untuk mengembalikan kinerja AC.

    Itu dia tips merawat AC sehingga tetap tahan lama dan bekerja dengan optimal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com