Tag Archives: jabodetabek

Jangan Ngutang Pakai Pinjol Ilegal, Ini Daftar Pinjaman Tanpa Bunga

Jakarta

Pinjaman online atau pinjol merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan uang secara cepat. Sayangnya, beberapa orang masih terjerat pinjaman online ilegal, padahal sudah ada pinjol legal yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain tidak resmi, pinjol ilegal juga memberikan beban bunga yang sangat besar kepada debitur. Hal tersebut membuat sebagian debitur terlilit utang karena kesulitan untuk membayarnya.

Namun jangan khawatir, sebab masih ada beberapa lembaga yang menyediakan pinjaman tanpa bunga. Dengan begitu, masyarakat tak perlu khawatir akan terbebani utang besar dan akhirnya berujung gagal bayar (galbay).


Lantas, apa saja lembaga yang memberikan pinjaman legal tanpa bunga? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Daftar Lembaga yang Punya Pinjaman Tanpa Bunga

Meski terdaftar di OJK, sebagian orang masih ragu ketika meminjam uang di sejumlah pinjol legal. Sebab, nominal bunganya cukup besar sehingga beberapa orang jadi berpikir dua kali untuk mengambilnya.

Ternyata, masih ada sejumlah lembaga yang menyediakan program pinjaman uang tanpa bunga. Berikut daftar lembaganya:

1. BAZNAS

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyalurkan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS). Selain itu, BAZNAS juga menyediakan program pinjaman bebas bunga untuk masyarakat, yakni BAZNAS Microfinance Desa.

Mengutip laman BAZNAS Kalimantan Tengah, BAZNAS Microfinance Desa merupakan program bantuan pinjaman tanpa bunga. Sasaran dari program ini adalah pengusaha kecil dan menengah yang membutuhkan pinjaman uang sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usaha.

BAZNAS Microfinance Desa sama halnya dengan lembaga keuangan syariah, yakni menganut pada prinsip syariah, mulai dari menghindari riba, gharar, dan maisir. Selain itu, dasar kerjanya adalah qardhul hasan (pinjaman tanpa imbalan), karena BAZNAS lembaga yang tidak melakukan investasi, melakukan perdagangan, dan hal-hal yang sifatnya profit.

Tujuan program BAZNAS Microfinance Desa adalah untuk memberdayakan masyarakat lewat pembiayaan dan pendampingan mikro berbasis zakat. Dengan begitu, para pengusaha kecil dapat memanfaatkan program ini untuk meminjam uang dan terhindar dari jeratan pinjaman berbunga yang mencekik.

Pelaku usaha mikro yang meminjam uang ke BAZNAS berkewajiban mengembalikan secara berkala sesuai kesepakatan pada awal proses akad. Selain itu, mereka juga hanya perlu berjanji jika ke depannya akan menjadi muzakki (orang yang mengeluarkan zakat).

Untuk proses pengajuan, pelaku usaha harus melengkapi berbagai dokumen yang telah ditentukan. Soalnya, BAZNAS merupakan lembaga publik yang keuangannya juga diaudit oleh publik, sehingga pelaporan dananya akan dipertanggungjawabkan secara umum kepada para pemberi zakat.

2. BPRS AlSalaam

Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) AlSalaam juga menyediakan program pinjaman berbasis syariah, tanpa riba (bunga), serta aman dan amanah. Adapun sejumlah produk pembiayaan yang ditawarkan AlSalaam, salah satunya untuk kebutuhan konsumtif yang disebut SalamMultiguna.

Mengutip laman resminya, SalamMultiguna merupakan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan, baik barang ataupun jasa dengan menggunakan prinsip syariah. Plafon yang ditawarkan mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 3 miliar dengan jangka waktu angsuran hingga 60 bulan.

Pembiayaan SalamMultiguna menerapkan akad murabahah/ijarah/istishna/MMq (Musyarakah Mutanaqishah) sesuai tujuan penggunaan oleh nasabah. Adapun sejumlah kriteria nasabah yang wajib dipenuhi jika ingin meminjam di BPRS AlSalaam, yakni:

  • WNI
  • Usia minimal 21 tahun
  • Usaha/bisnis telah berjalan minimal 2 tahun
  • Memiliki sumber penghasilan untuk pengembalian pembiayaan
  • Domisili nasabah berada di Jabodetabek dan Bandung.

Selain itu, calon nasabah juga harus memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa melakukan pinjaman, yaitu:

  • Fotokopi KTP Pemohon
  • Fotokopi KTP Pasangan
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi Akta Nikah/Cerai
  • Slip Gaji 3 Bulan Terakhir atau Surat Keterangan penghasilan
  • Surat keterangan kepegawaian
  • Fotokopi Laporan Keuangan Usaha (Khusus Wirausaha)
  • Fotokopi Bukti Kepemilikan Rumah (SPPT PBB/AJB/SHM/SHGB)
  • Fotokopi Surat Keterangan Usaha (Khusus Wirausaha)
  • Rekening Koran 3 Bulan Terakhir
  • Fotokopi Dokumen Agunan
  • Fotokopi NPWP.

Lewat situs resminya, kamu juga bisa melakukan perhitungan simulasi pinjaman SalamMultiguna. Sebagai contoh, seorang nasabah melakukan pinjaman sebesar Rp 20.000.000 dengan tenor 18 bulan, berikut perhitungannya:

1. Ringkasan Pembiayaan

  • Plafon pembiayaan = Rp 20.000.000
  • Tenor = 18 bulan
  • Angsuran per bulan = Rp 1.363.544

2. Administrasi

  • Administrasi bank = Rp 300.000
  • Total biaya admin yang harus dibayar = Rp 300.000.

Sebagai catatan, perhitungan di atas hanya estimasi biaya, tidak mengikat, dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi WhatsApp Bank Syariah Al Salaam di 0811-8748-388.

Itu tadi daftar lembaga yang menyediakan pinjaman tanpa bunga. Semoga bermanfaat.

(ilf/fds)

Sumber : finance.detik.com

Alhamdulillah Haji Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Ekonomi Bisnis baca koran
ilustrasi sumber : unsplash.com / adeolu eletu

Mudah! Begini Hitung-hitungan Biaya Bangun Rumah Tipe 21, 36, dan 45



Jakarta

Saat ini harga tanah semakin mahal per meternya. Selain itu lahan yang tersedia terutama di kota-kota besar juga tidak begitu luas. Alhasil, mau tak mau ukuran rumah tidak bisa dibuat begitu luas mungkin hanya cukup untuk tipe rumah 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi.

Biasanya rumah ukuran 21 meter persegi, 36 meter persegi, dan 45 meter persegi cukup untuk dibuat 2 kamar dan 1 kamar mandi atau minimal 1 kamar tidur. Apabila kamu memang sedang ingin membangun rumah dengan ukuran tersebut, hal yang perlu kamu siapkan adalah dana. Perencanaan biaya yang baik akan membuat kamu terhindar dari biaya yang tidak diperlukan. Lantas, bagaimana memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah masing-masing ukuran tadi?

Besaran Biaya Pembangunan Rumah Tipe 21, 36, dan 48

Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhul Rizki mengatakan bahwa biaya pembangunan rumah biasanya sekitar Rp 4-5 juta per meter persegi di daerah Jabodetabek, tapi bisa juga berubah tergantung bahan yang dipilih.


Dengan harga tersebut, kamu sudah bisa memilih beberapa tipe rumah yang dilengkapi dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan dapur.

Kemudian, siapkan pula biaya untuk pemasangan instalasi listrik. Panggah mengatakan kisaran harganya mulai dari Rp 400.000. Selain biaya untuk pembangunan rumah, kamu juga perlu memiliki dana darurat sekitar 10-15% dari total biaya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Rumah Tipe 21

Rumah tipe 21 adalah sebutan yang biasa dipakai untuk luas bangunan 21 meter persegi. Biasanya bangunan ini memiliki dimensi 3 x 7 meter, 5,25 x 4 meter, dan 6 x 3,5 meter. Dengan luas dan dimensi tersebut, rumah tipe 21 ini bisa dikategorikan sebagai rumah yang kecil. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 21 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 21 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 84 juta-Rp 105 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 84,4 juta-Rp 105,4 juta = Rp 8,4 juta-Rp 10,5 juta

Total biaya = Rp 92,8 juta-Rp 116 juta

Rumah Tipe 36

Rumah dengan tipe 36 dibangun dengan dimensi 6 x 6 meter atau 9 x 4 meter. Biasanya rumah tipe ini cocok untuk keluarga kecil atau pasangan yang baru menikah. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 36 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 36 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 144 juta-Rp 180 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 144,4 juta-Rp 180,4 juta = Rp 14,4 juta-Rp 18 juta

Total biaya = Rp 158,8 juta-Rp 198,4 juta

Rumah Tipe 45

Rumah tipe 45 umumnya dibangun dengan dimensi 6 x 7,5 meter dan sudah mulai memasuki segmen middle-low. Sementara itu, untuk hitung-hitungan biaya pembangunan rumah tipe 45 sebagai berikut.

Biaya konstruksi 45 meter persegi x Rp 4 juta-Rp 5 juta = Rp 180 juta-Rp 225 juta

Biaya instalasi listrik = Rp 400 ribu

Biaya tak terduga 10% x (Biaya konstruksi + biaya instalasi) = 10% x Rp 180,4 juta-Rp 225,4 juta = Rp 18 juta-Rp 22,5 juta

Total biaya = Rp 198,4 juta-Rp 247,9 juta

Perlu diingat bahwa perkiraan harga tersebut belum mencakup harga tanah, ya. Jadi kamu perlu menambahkan harga tanah yang kamu beli sesuai dengan harga pasar agar bisa mendapatkan perkiraan biaya bangun rumah untuk tipe 21, 34, dan 45 dengan lebih tepat.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Toren Air Biru Lebih Dicari Ketimbang Oranye, Tahu Kenapa?



Jakarta

Ada beberapa jenis toren atau tandon air yang dijual di pasaran. Yang paling sering ditemui perbedaannya adalah dari segi warna.

Umumnya, toren air berwarna oranye, ada juga warna biru. Tahukah kamu beda keduanya apa?

Ternyata, selain berbeda dari segi warna dan kualitas, harga toren air warna oranye dan biru pun berbeda. Ternyata toren warba biru lebih banyak diminati ketimbang oranye.


Toren Biru Lebih Tahan Lumut

Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning, lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.

Jika warnanya pudar, sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam toren sehingga bisa memicu pertumbuhan lumut.

“Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu

Melansri detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang bisa memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembab, seperti toren yang memang digunakan untuk menampung air.

Berangkat dari hal tersebut, banyak konsumen yang lebih memilih toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Hal ini dituturkan pula oleh Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya.

“Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023).

“Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

Terlepas dari warnanya, toren pada akhirnya bisa kotor akibat lumut dan endapan kotoran dari sumber air rumah tangga yang kita gunakan. Maka, baik biru maupun oranye, sesuaikan kembali dengan preferensimu serta lakukan pencucian dan pengurasan toren jika kondisinya sudah kotor.

Mencuci dan menguras toren sebaiknya dilakukan rutin satu sampai dua kali dalam setahun.

“Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” kata Suratman.

Namun, hal ini bisa disesuaikan kembali dengan tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing. Jika kamu merasa toren sudah kotor, lakukan pembersihan dan pengurasan sesegera mungkin.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Sampai Mampet, Ini Waktu yang Tepat Bersihkan Toren Air!



Jakarta

Setiap rumah pasti memiliki tangki air atau biasa disebut toren. Fungsi dari toren sendiri adalah menampung air siap pakai yang nantinya akan mengalir ke setiap saluran air di rumah seperti dapur, kamar mandi, wastafel, hingga keran halaman depan.

Kebersihan air di rumah juga dipengaruhi oleh kebersihan dari toren air itu sendiri. Maka dari itu, kamu perlu memastikan toren air dalam keadaan bersih dan terawat. Toren air memang tidak perlu setiap hari dibersihkan karena lumut tidak akan secepat itu menyebar di dalamnya. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membersihkan toren air?

Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman, mengatakan bahwa mayoritas klien menggunakan jasanya saat air di rumah mereka keruh atau keran mampet.


“Tapi cuci toren itu nunggu air keruh atau mampet baru orang order cuci toren rata-rata,” ungkap Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com beberapa waktu lalu, seperti yang dikutip pada Sabtu (26/10/2024).

“Rata-rata yang order itu torennya itu kan sampai nggak dicuci bertahun-tahun, nunggu air nggak ngalir, baru order. Rata-rata kayak gitu masalah mampet, banyak lumut, banyak lumpur di saluran,” lanjut Suratman.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan penyebab toren air lebih cepat kotor. Menurutnya pemicu utamanya adalah pertumbuhan lumut dan endapan lumpur di dalam toren tersebut. Pertumbuhan lumut biasanya terjadi karena paparan sinar matahari ke air yang ada di dalam toren. Sementara itu, lumpur di dalam toren berasal dari endapan dari kotoran-kotoran yang ada di dalam kandungan air. Seperti yang diketahui rata-rata rumah di Indonesia memakai air tanah sehingga saat air masuk ke dalam toren air, ada tanah yang terbawa.

Dua benda ini yang apabila diabaikan justru menyumbat pipa yang menyambungkan toren dengan keran.

“Jadi keran yang mampet karena lumpur itu jadi endapan di toren itu udah penuh, jadi kotoran itu ke instalasi ke keran. Jadi menutup ke pipa,” jelas Suratman.

Seberapa Sering Toren Air Harus Dikuras?

Membersihkan dan menguras toren harus dilakukan rutin, sedikitnya satu sampai dua kali dalam setahun. Banyaknya pengurasan tergantung pada tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing.

“Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” jelas Suratman.

Suratman menyampaikan Proses membersihkan dan menguras toren pun ternyata hanya memakan waktu sekitar 30 menit hingga satu jam. Sebelum dibersihkan, toren air harus dalam keadaan kosong agar waktu pembersihannya semakin cepat.

“Kalau biasa kita tuh paling lama satu jam, paling cepat 30 menit, tergantung kondisi air, kosong atau penuh pas kita datang. Kosongin dulu itu hampir setengah jam,” jelas Suratman.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Berapa Estimasi Biaya Bangun Dapur Minimalis Ukuran 3 X 6 Meter?


Jakarta

Perkiraan (estimasi) pembangunan dapur dan rumah ternyata hampir sama. Karena itu, detikers yang hendak membangun atau memperluas dapur harus punya pertimbangan yang matang agar kebutuhan dana tidak jebol dan berlebih.

Dapur adalah area penting dalam rumah untuk masak, makan, atau lokasi penyimpanan kebutuhan domestik. Sayangnya luas dapur di rumah minimalis umumnya hanya muat meja untuk meletakkan kompor, tempat cuci piring, dan keran air. Sehingga tak jarang penghuni ingin membangun dapur yang lebih luas.

Estimasi Biaya Bangun Dapur Minimalis 3 X 6 Meter

Biaya pembangunan dapur dan rumah tidak jauh beda, seperti penjelasan profesional kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki. Budget bangun rumah di Jabodetabek saat ini sekitar Rp 4-5 juta per meter persegi.


Belum lagi jika ingin menambahkan kitchen set, biayanya bisa lebih besar. Menurut Panggah, kabinet penyimpanan dengan banyak bukaan ini cukup mahal. Namun harganya memang tergantung bahan, luas, dan jumlah kabinet yang dibutuhkan.

“Biasanya yang mahal itu di kitchen setnya. Tergantung bahannya. Yang paling familiar itu kayu dilapisi HPL, tapi memang basically itu kayu. Yang bikin indah itu kulitnya, HPL itu. Biasanya kalau di interior kitchen set itu Rp 1,8 juta sampai Rp 2 juta tergantung dari bahan dan desainnya, tergantung besarnya kabinet yang ada,” ujar Panggah.

Sementara Wahyu selaku Project Manager Gradasi Design & Build mengatakan, perkiraan biaya bikin kitchen set lengkap berukuran 3-4 meter berkisar Rp 25 juta. Kitchen set sudah termasuk kabinet atas, bawah, top table, dan backsplash.

Selain itu sudah tersedia ventilasi, rak piring, tempat sendok, rel panci, rel gas, dan rak bumbu custom. Kitchen set ini bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan konsumen untuk menyimpan berbagai peralatan dan kebutuhan rumah tangga.

Estimasi biaya pembangunan dapur tentunya harus menyertakan jasa tukang bangunan. Tarif jasanya bervariasi tergantung wilayah tempat tinggal. Estimasinya kisaran Rp 100.000-200.000 per orang, bergantung kesepakatan dengan tukang bangunan.

Detikers yang ingin membangun dapur tentunya wajib menyiapkan dana darurat. Nantinya dana ini untuk pembiayaan jika terjadi hal-hal di luar rencana. Menurut Panggah, estimasi biaya bangun dapur 3 x 6 m sebaiknya menyiapkan 10-15% dana untuk biaya tak terduga.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Biaya Membuat Sumur Bor, Lengkap Kedalamannya


Jakarta

Ketersediaan air bersih di rumah tentu menjadi hal penting karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu cara untuk mendapatkan air bersih adalah dengan membuat sumur bor.

Penggunaan sumur bor sebagai sumber air bisa menjadi keuntungan tersendiri. Biasanya, saat musim kemarau tiba, pasokan air dari sumur akan tetap melimpah.

Kisaran harga pembuatan sumur bor cukup bervariasi. Faktor yang membedakan harga adalah diameter serta kedalaman sumur bor.


Kira-kira, berapa kisaran harga pembuatan sumur bor? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini biaya membuat sumur bor.

Biaya Membuat Sumur Bor Berdasarkan Diameter Pipa

Diameter pipa 3 inci jet pump:Rp 100.000/ meter

Diameter pipa 4 inci jet pump: Rp 150.000/ meter

Diameter pipa 5 inci well drilling: Rp 300.000/ meter

Diameter pipa 6 inci well drilling: Rp 500.000/ meter

Diameter pipa 8 inci well drilling:Rp 600.000/ meter

Diameter pipa 10 inci well drilling:Rp 700.000/ meter

Perlu dicatat bahwa harga tersebut baru jasa saja, belum termasuk biaya peralatan, mesin pompa, dan pipa.

Namun, jika kamu nggak mau ribet, biasanya penyedia jasa juga menawarkan paket pengeboran sumur. Berikut ini estimasi biayanya.

Paket Pembuatan Sumur Bor per Meter (standar)

Kedalaman sumur bor air 20 meter: Rp 5.000.000

Kedalaman sumur bor air 30 meter: Rp 6.500.000

Kedalaman sumur bor air 40 meter: Rp 8.000.000

Kedalaman sumur bor air 50 meter: Rp 14.000.000

Kedalaman sumur bor air 60 meter: Rp 18.000.000

Paket Pembuatan Sumur Bor per Meter (middle)

Kedalaman sumur bor air 20 meter: Rp 6.000.000

Kedalaman sumur bor air 30 meter: Rp 7.500.000

Kedalaman sumur bor air 40 meter: Rp 10.000.000

Kedalaman sumur bor air 50 meter: Rp 15.000.000

Kedalaman sumur bor air 60 meter: Rp 20.000.000

Paket Pembuatan Sumur Bor per Meter (high)

Kedalaman sumur bor air 20 meter: Rp 7.500.000

Kedalaman sumur bor air 30 meter: Rp 9.000.000

Kedalaman sumur bor air 40 meter: Rp 10.500.000

Kedalaman sumur bor air 50 meter: Rp 16.000.000

Kedalaman sumur bor air 60 meter: Rp 22.000.000

Sebagai catatan, harga tersebut hanya merupakan estimasi untuk wilayah Jabodetabek. Biaya pembuatan sumur bor bisa berbeda-beda setiap daerahnya.

Demikian informasi terkait harga pembuatan sumur bor. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ternyata Ini Alasan Toren Biru Lebih Banyak yang Beli



Jakarta

Toren atau tandon air memiliki beberapa jenis. Salah satu yang sering dibedakan dari segi warna.

Toren yang sering ditemukan warna oranye dan biru. Lalu apa perbedaan daru keduanya?

Sebenarnya selain berbeda dari segi warna dan kualitas, harga toren air warna oranye dan biru pun berbeda. Namun ternyata toren warna biru lebih banyak diminati.


Toren Biru Lebih Tahan Lumut

Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, mengatakan bahwa toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning, lebih cepat pudar akibat paparan sinar matahari dibandingkan toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam.

Jika warnanya pudar, sinar matahari bisa tembus masuk ke dalam toren sehingga bisa memicu pertumbuhan lumut.

“Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Orange itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, orange itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” tutur Suratman, pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, kepada detikcom beberapa waktu lalu

Melansri detikEdu, lumut merupakan tumbuhan yang bisa memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembab, seperti toren yang memang digunakan untuk menampung air.

Berangkat dari hal tersebut, banyak konsumen yang lebih memilih toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Hal ini dituturkan pula oleh Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya.

“Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, orange itu ya biasa gitu,” kata Hendri, pemilik Toko Bangunan Kurnia Jaya, kepada detikcom, Kamis (26/10/2023).

“Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” sambungnya.

Cuci dan Kuras Toren Berapa Kali?

Terlepas dari warnanya, toren pada akhirnya bisa kotor akibat lumut dan endapan kotoran dari sumber air rumah tangga yang kita gunakan. Maka, baik biru maupun oranye, sesuaikan kembali dengan preferensimu serta lakukan pencucian dan pengurasan toren jika kondisinya sudah kotor.

Mencuci dan menguras toren sebaiknya dilakukan rutin satu sampai dua kali dalam setahun.

“Untuk daerah Jabodetabek, itu minimal setahun sekali. Satu sampai dua kali lah,” kata Suratman.

Namun, hal ini bisa disesuaikan kembali dengan tingkat kebersihan sumber air di tempat tinggal masing-masing. Jika kamu merasa toren sudah kotor, lakukan pembersihan dan pengurasan sesegera mungkin.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Menjadi 2 Lantai


Jakarta

Renovasi rumah dari yang semula 1 lantai menjadi 2 lantai merupakan salah satu cara yang dipilih banyak orang. Sebab, keterbatasan lahan membuat rumah tidak bisa diperlebar luasnya, sehingga hanya bisa ditingkatkan ke atas.

Namun, ada sejumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk menambah lantai bangunan. Oleh sebab itu, sebaiknya perhitungkan anggaran secara rinci untuk merenovasi rumah agar bisa selesai sesuai keinginan detikers.

Akan tetapi, biaya untuk menambah lantai bangunan dapat berbeda-beda tergantung dari desain hingga lokasi rumah berada. Agar tidak bingung, simak estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai dalam artikel ini.


Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai jadi 2 Lantai

Apabila detikers berencana menambah lantai bangunan rumah, sebaiknya perlu mengetahui rincian biaya yang harus disiapkan. Lantas, berapa anggaran yang dibutuhkan?

Menurut Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah, Nuzhul Rizki mengatakan estimasi biaya untuk renovasi rumah dari 1 lantai menjadi 2 lantai sekitar Rp 4 juta per meternya. Namun, biaya tersebut masih estimasi sehingga perlu mengikuti harga pasar dan wilayah tempat tinggal.

CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat mengatakan untuk menambah lantai bangunan sekaligus menambah kamar mandi dapat menelan biaya sekitar Rp 3-5 juta per meter. Harga tersebut merupakan standar untuk wilayah Jabodetabek dan bisa berubah sewaktu-waktu.

“(Harga) per meter itu (Rp 3-5 juta) standar untuk keperluan dua lantai, bisa penambahan kamar, ada kamar mandinya. Itu balik lagi ke desainnya akan seperti apa. Kalau misalnya nambah lantai 2 untuk kos-kosan, di setiap kamar ada kamar mandi dan kamarnya kecil misal 3×3 meter dan jadinya 6 kamar, nah itu akan lebih besar (biayanya) karena temboknya lebih banyak, belum lagi bangunan kamar mandi yang mesti pakai keramik, kloset, wastafel, nah itu per meternya akan lebih besar,” kata Taufiq kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Sebagai catatan, harga Rp 3-5 juta per meter hanya untuk struktur bangunannya saja jika memang harus menambah kolom atau perubahan struktur rumah. “Semua kembali lagi, tergantung desain rumah,” ujar Taufiq.

Sebagai contoh, rumah tipe 36 dengan 2 kamar tidur ingin direnovasi menjadi 2 lantai. Di lantai atas akan ada 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi beserta balkon. Jika luas bangunan di lantai 2 sekitar 36 meter persegi, dengan harga renovasi per meter Rp 5 juta maka estimasi biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 180 juta.

Namun, biaya tersebut belum termasuk perabotan rumah, sehingga hanya ruangannya saja dengan spesifikasi material kualitas standar, sudah dikeramik, serta dicat dindingnya.

Estimasi Waktu Renovasi Rumah 1 Lantai jadi 2 Lantai

Dalam proses renovasi rumah dari 1 lantai menjadi 2 lantai, diperkirakan memakan waktu sekitar 4-6 bulan. Estimasi waktu renovasi rumah bisa lebih cepat atau lebih lama, tergantung dari desain rumah yang ingin direnovasi.

Taufiq mengatakan, proses renovasi rumah bisa saja lebih cepat sekitar tiga bulan saja. Asalkan, kamu harus menambah jumlah tukang yang bekerja.

“Tapi kalau di SobatBangun bisa juga 3 bulan. ‘Saya perlu 3 bulan jadi’, ya kita akan ukur tukang yang harus kerja berapa orang, apakah perlu lembur, atau perlu 2 shift. Nah itu akan lebih cepat,” ujarnya.

“Tapi kalau standar-standar aja pakai 3-4 orang tukang ya waktunya 4-6 bulan,” pungkas Taufiq.

Itu dia estimasi biaya untuk renovasi rumah 1 lantai yang ditingkatkan menjadi 2 lantai. Semoga bermanfaat!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com

THR Cukup buat DP Beli Rumah? Begini Cara Atur Duitnya



Jakarta

Jelang Lebaran, beberapa pekerja pasti antusias menanti uang Tunjangan Hari Raya (THR) cair. Nilai THR biasanya setara dengan gaji pokok satu bulan sehingga nilainya cukup lumayan untuk membantu memenuhi kebutuhan jelang Lebaran yang biasanya perlu belanja banyak hal.

Jika ada detikers yang berencana beli rumah, bisa nggak sih menggunakan THR?

Menurut Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, bisa atau tidaknya uang THR dipakai untuk membeli rumah terutama DP, tergantung dari besaran DP yang harus dibayarkan.


Sebagai contoh, rumah impian yang ingin dibeli harganya Rp 300 juta, lokasinya berada di pinggiran Jabodetabek. Ia menyarankan kisaran DP yang bisa diambil adalah 20% dari harga rumah tersebut yakni sekitar Rp 60 juta.

Andy menyarankan, jika nilai THR yang didapat lebih kecil dari nilai DP yang harus dibayar, disarankan ditabung dahulu hingga memenuhi.

Ia juga mengingatkan sebelum mengalokasikan THR untuk membeli rumah, calon pembeli harus sudah mengetahui skala prioritas. Jika saat itu yang paling penting adalah membeli tiket mudik, membayar sekolah anak, atau melunasi tagihan, sebaiknya tahan dulu keinginan untuk membeli rumah. Bisa juga membagi THR 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari termasuk melunasi tagihan, kemudian 50 persen lainnya ditabung untuk membeli rumah.

“Kita di awal sisihkan berapa yang kita sanggup untuk cicilan DP, misalnya bisa 50 persen dengan 50 persen atau misalnya mudiknya jauh, ke Medan gitu misalnya, bisa buat mudik 70 persen (dari THR) untuk cicilan DP 30 persen,” jelasnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Tips lainnya sebelum membeli rumah adalah calon pembeli disarankan memiliki lebih dari 1 rekening tabungan. Hal ini untuk mempermudah mereka menyimpan uang sesuai dengan tujuan penggunaannya, sebagai contoh rekening pertama untuk kebutuhan sehari-hari, rekening kedua untuk dana darurat, dan rekening lainnya untuk tabungan membeli rumah.

“Jadi paling tidak kalau selama mudik Lebaran ‘lalai’ uangnya kepakai yang ada di rekening kita, yang tadi disisihkan untuk DP rumah, untuk bayar-bayar kredit, itu masih aman semuanya. Jadi kita nggak kebingungan nanti pasca mudik ‘duh uangnya sudah habis dipakai mudik’,” kata Andy.

Namun, memakai 1 rekening juga tidak masalah karena bisa diakali dengan tarik tunai uang untuk kebutuhan mudik yang dananya dipakai paling cepat.

“Kalau misalnya saat ini cuma punya 1 rekening ya sudah pakai cara manual saja, tarik tunai, terus uangnya taruh di tempat yang aman ketika mudik. Atau dibalik, tarik tunai uang untuk mudik, jadi uang yang kita pegang selama mudik itu uang cash semua. Sementara uang untuk DP rumah, uang untuk bayar-bayar pasca-Lebaran tetap dalam rekening,” tutur Andy.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Berapa Besar Cicilan Minimal buat Beli Rumah Subsidi? Ini Hitungannya



Jakarta

Sebelum mencicil rumah, kita harus tahu besaran cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Sebagai contoh jika ingin membeli rumah subsidi, jumlah cicilannya akan sama dari awal hingga akhir karena bank hanya mengenakan bunga tetap (flat).

Skema ini tentu mempermudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang gajinya di bawah bawah UMH hingga Rp 14 jutaan. Namun, sebelum mengambil cicilan, ketahui dahulu minimal cicilan yang perlu dikeluarkan untuk membeli rumah subsidi agar dapat mengukur kemampuan membayar.

Langkah pertama untuk mengetahui jumlah cicilan minimal rumah subsidi adalah ketahui dahulu harga rumah subsidi terbaru. Berikut daftarnya.


1. Wilayah Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Sumatra (kecuali Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai) untuk tahun 2024 sebesar Rp 166 juta.

2. Wilayah Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu) pada tahun tahun 2024 sebesar Rp 182 juta.

3. Untuk wilayah Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas) sebesar Rp 173 juta.

4. Wilayah Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, dan Kabupaten Mahakam Ulu untuk tahun 2024 sebesar Rp 185 juta.

5. Wilayah Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya dan Papua Selatan untuk tahun 2024 sebesar Rp 240 juta.

Dari harga rata-rata rumah subsidi tersebut, kita bisa memperkirakan minimal cicilan yang harus dikeluarkan setiap bulan.

Sebagai gambaran, asumsikan kita ingin mengambil rumah di Jabodetabek seharga Rp 185 juta. Tenor KPR yang diambil 20 tahun dengan bunga yang dikenakan 5 persen, dan tanpa dikenakan uang muka.

Berdasarkan hasil simulasi kalkulator rumah subsidi Bank BTN, besar cicilan minimal yang akan dikenakan sekitar Rp 1,3 juta per bulan.

Lalu, untuk harga rumah di Jabodetabek Rp 166 juta, dengan tenor dan suku bunga yang sama, besar cicilan paling kecil yang harus disiapkan sekitar Rp 1,1 juta per bulan.

Besaran minimal ciicilan KPR rumah subsidi ini dapat berbeda, tergantung pada harga rumah, tenor atau jangka waktu cicilan, dan bunga yang dipilih. Perhitungan ini sifatnya hanya sebagai gambaran agar calon nasabah bisa memperkirakan uang yang perlu disiapkan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com