Tag: jakarta

  • 4 Hal yang Harus Dilakukan Usai Rumah Terendam Banjir



    Jakarta

    Hingga hari ini curah hujan masih terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan di daerah Puncak Bogor baru saja terjadi banjir bandang dan Jakarta ikut terkena imbasnya dari banjir kiriman,

    Nah bagi detikers yang rumahnya mengalami kebanjiran dan berpotensi kebanjiran sebaiknya waspada. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan jika rumah habis terkena banjir dilansir dari Flood Info.

    1. Periksa Kabel Listrik di Rumah

    Saat kamu membersihkan rumah, hal paling penting adalah listrik harus menyala. Namun, hati-hati saat menyalakan listrik di rumah, terutama pada sistem kabel yang terendam air. Sebaiknya panggil tenaga profesional untuk mengecek.


    2. Periksa Gas

    Selain listrik, gas juga harus diperiksa karena benda satu ini jika mengalami kebocoran dapat berbahaya. Ada baiknya, saat melihat tanda genangan, gas di rumah bisa diamankan dahulu.

    Apabila mencium bau menyengat dari gas, keluarkan ke tempat terbuka. Bisa jadi gas terlalu lama berada di tempat tertutup yang minim ventilasi. Apabila kamu tidak berani menyentuh gas, kamu bisa meminta bantuan pemadam kebakaran atau orang yang mengerti soal tabung gas.

    3. Selalu Gunakan Sarung Tangan dan Alas Kaki Tertutup

    Air yang menggenang atau bekas genangan biasanya bisa menjadi sumber penyakit. Sebab, kebanyakan air tersebut berasal dari selokan atau tempat pembuangan di dekat rumah. Tentu, airnya tidak bersih dan bisa saja sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme.
    Sebaiknya gunakan sarung tangan lateks dan alas kaki yang tertutup. Jika masih ada genangan, pakai alas kaki seperti boots setinggi mata kaki.

    4. Cek Retakan pada Fondasi Rumah

    Saat memasuki rumah, kamu perlu mengecek kondisi dinding hingga ke bagian langit-langitnya. Biasanya cat yang kurang baik saat terkena air terlalu lama dapat retak atau muncul tonjolan. Lalu, bisa pula muncul noda bekas air, jamur, dan retakan.

    Tips Perbaikan Rumah yang Terkena Banjir

    Jika kamu memiliki asuransi banjir, foto kondisi rumah untuk bukti klaim asuransi. Namun, apabila kamu tidak memiliki asuransi, maka semua perbaikan harus ditanggung sendiri, tetapi kamu bisa meminta bantuan ahli agar perbaikannya maksimal.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Ukuran dan Material Lantai Garasi yang Tepat


    Jakarta

    Keberadaan garasi diperlukan apabila pemilik rumah memiliki mobil. Hal ini agar pemilik rumah tidak perlu pusing-pusing mencari tempat parkir untuk mobil di dekat rumah.

    Membangun garasi tidak bisa sembarangan, ukurannya harus disesuaikan dengan luas tanah yang dimiliki pemilik rumah. Apabila tanah yang dimiliki tidak terlalu luas, maka pemilik rumah bisa membangun carport saja.

    Nah, kira-kira berapa ya ukuran garasi yang ideal?


    Ukuran Garasi

    Menurut arsitek Denny Setiawan, memiliki garasi di rumah bisa membuat nilai properti meningkat. Namun jika luas tanahnya tidak memadai, maka jangan memaksakan untuk membangun garasi.

    Denny mengungkapkan, untuk membangun garasi bisa menggunakan ukuran yang standar. Ia mengatakan bahwa ukuran garasi untuk sebuah mobil itu biasanya dibangun dengan standar ukuran 3 x 6 meter, dan untuk kelipatan selanjutnya cukup dikalikan dengan jumlah mobil saja.

    “Ukuran standar garasi adalah 3m x 6m untuk 1 mobil. Bila 2 mobil bisa dikalikan 2,” terang Denny kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Untuk rumusnya sendiri nggak ada, menurut standar yang kami pakai, ukurannya hanya ini,” tambahnya.

    Lebih detail, Denny memperkirakan bahwa total biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah garasi itu kurang lebihnya sama dengan biaya untuk membangun rumah.

    Sebagai contoh, biaya bangun sebuah rumah di Jakarta adalah sekitar Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per meter persegi. Maka dari itu, untuk membangun sebuah garasi berukuran standar 1 mobil atau 18 meter persegi akan membutuhkan biaya sekitar Rp 126 juta.

    “Kalau biayanya bangun garasi, anggarannya kurang bisa saya prediksi. Tapi kalau kita bicara membangun sebuah bangunan, kalau di Jakarta ini kira-kira 6 sampai 7 juta per meter persegi. Jadi garasi itu kalau satu mobil kita kira 18 meter persegi, lalu dikali 7 juta. Kira-kira segitu biayanya untuk mobil,” kata Denny.

    “Tentunya ini dipengaruhi oleh lokasi daerah juga, biaya membangun di Jakarta mungkin bisa berbeda dengan biaya membangun di daerah lainnya,” tambahnya.

    Material Lantai yang Cocok untuk Garasi

    Dalam memilih lantai yang tepat untuk garasi, Denny menyarankan untuk menggunakan lantai yang bertekstur dan tahan gores. Apa saja contoh-contohnya? Berikut ini informasinya.

    1. Lantai Batu Alam (Andesit)

    Menurut Denny, bahan lantai yang terbaik untuk digunakan di garasi adalah batu alam atau batu andesit. Alasannya karena batu andesit memiliki sifat permukaan yang kesat dan bertekstur, sehingga batu andesit sangat cocok dijadikan sebagai lantai garasi.

    “Beberapa pilihan yang bisa dipakai misalnya, yang paling murah itu batu alam atau andesit. Itu bisa dipakai untuk lantai garasi, selain karena kesat, kalau tergores juga tidak akan terlalu kelihatan karena dia juga bertekstur,” kata Denny.

    Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa tekstur permukaan dari bahan lantai yang dipakai untuk garasi itu sangat penting. Hal ini karena banyak orang yang memang sengaja membuat garasi mereka sedikit miring, sehingga lantai yang bertekstur ini akan membantu gaya gesek ban mobil supaya tidak mudah tergelincir.

    “Bertekstur ini juga penting karena biasanya orang itu kalau bikin garasi agak miring sedikit, jadi tekstur ini memberikan gesekan terhadap ban,” jelasnya.

    2. Lantai Granit Bertekstur

    Jenis bahan lantai yang kedua adalah lantai granit atau keramik granit (granit tiles). Lebih jelasnya, Denny menyarankan untuk menggunakan bahan lantai granit yang memiliki permukaan bertekstur.

    “Yang kedua adalah granit tiles. Granit tiles ini pilihannya banyak sekali, dari mulai yang bertekstur hingga yang di polish. Cuma untuk garasi, tentu harus pakai material yang bertekstur,” kata Denny.

    3. Lantai Granit Bakar

    Bila kamu ingin menggunakan lantai paling mewah, lantai granit bakar ini sangat cocok bagi kamu.

    “Yang paling mahal ada namanya granit bakar, karena granit bakar punya lebar yang cukup besar. Banyak garasi yang pakai granit bakar 1 kali 2 meter,” ujarnya.

    Itu dia tips untuk menentukan ukuran dan material lantai garasi yang tepat. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek Sekarang, Ini Pemicu Air Pancuran Shower Mengecil



    Jakarta

    Saat memakai shower, kamu bisa mengatur debit air yang keluar seperti mengatur keran air. Semakin besar debit air yang keluar, pancuran akan semakin lebar dan deras. Sebaliknya, jika kamu butuh sedikit, air yang keluar pun tidak deras, hanya seperti tetesan air.

    Namun, ada beberapa kejadian saat air yang keluar dari shower tidak bisa deras seperti pada awal pemakaian. Alhasil, jika semula mandi dengan shower kamu bisa selesai lebih cepat, sekarang harus bersabar karena debit air yang keluar sedikit.

    Lantas, apa penyebab air shower mengecil?


    Menurut Nasional Retail Manager PT Global Pasifik Prima, Nicolass penyebab air shower mengecil adalah terjadi penyumbatan pada saluran atau pipa shower. Pemicunya banyak, tetapi untuk di Indonesia sendiri yang sering ditemukan karena kualitas air yang mengandung kapur. Air seperti ini biasanya berada di daerah pegunungan.

    “Di daerah-daerah seperti mungkin kalau kita sebut di Bali, sumber air yang masuk ke sistem pumping pipa-pipa air, dia harus pake filter dulu. Karena air di Bali itu mengandung zat kapur yang tinggi sekali,” kata Nicolass kepada detikProperti saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Cara mudah mengetahui air di rumah mengandung kapur dengan melihat kerak-kerak yang menempel di kamar mandi. Kerak tersebut bentuknya noda-noda putih yang bentuknya abstrak. Kerak ini biasanya tidak hilang dengan disiram air, melainkan harus digosok atau disikat. Biasanya kerak ini ditemukan di keran air, dinding, shower, kaca, hingga ke kloset.

    Nicolass mengatakan untuk mencegah debit air mampet, shower perlu dilengkapi dengan filter air pada pipa keran.

    Jika pipa sudah dipasang filter, tetapi debit air yang keluar masih kecil atau mampet, ia menyarankan untuk mengecek bagian cartridge shower. Bagian ini merupakan jantung keran yang tidak boleh tersumbat.

    “Jadi kalo pemasangan baru, ada baiknya saluran airnya tuh di-flush (disiram) dulu karena cartridge shower ini kan terbuat dari keramik. Fungsinya itu jalur air. Dihidupkan dulu biar kotoran-kotoran keluar dulu. Lalu unitnya dipasang. Kalau unitnya langsung dipasang sebelum di-flush, kotoran-kotorannya akan masuk ke cartridge ini,” tuturnya.

    Selain disebabkan air kapur, penyebab air shower mengecil adalah adanya karat pada pipa air. Karat biasanya disebabkan karena bahan yang digunakan rawan korosi dan mengalami oksidasi sehingga mudah bereaksi saat terkena air. Nicolass menyarankan untuk menggunakan bahan kuningan untuk shower bagian luar dan dalam.

    “Harus kuningan. Kalau Stainless Steel 304, dari namanya saja stainless ya kan? Tidak mudah terkena noda, tetapi tetap teroksidasi. Tapi kalo kuningan dia tidak teroksidasi,” tambahnya.

    Ia menambahkan bahan kuningan juga perawatannya mudah yakni cukup dibersihkan dengan lap atau kain mikro fiber apabila terlihat bercak putih setiap setelah digunakan. Dengan begitu, tampilan luarnya tetap aman dan tidak mengelupas.

    Bagian coating adalah bagian yang perlu dijaga agar tidak mengelupas. Apabila lapisan ini rusak atau terkelupas bahan shower akan lebih mudah teroksidasi dan membuat daya tahannya menurun.

    “Perawatannya itu paling simpel habis mandi dilap pakai lap kering yang halus. Air di Indonesia itu mau air ledeng, air pump, air PDAM pasti meninggalkan jejak white spot yang kelamaan susah dibersihkan. Kita mulai menggunakan opsi menggunakan chemical. Ketika kita menggunakan opsi chemical, dia punya lapisan luar safety coating,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Belum? Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


    Jakarta

    Sumber air bersih di rumah bisa didapatkan dengan berbagai cara, salah satunya dari sumur yang mengambil air dari dalam tanah. Nah, terdapat dua jenis sumur, yakni sumur bor dan sumur gali.

    Perbedaan utama antara keduanya adalah sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual. Tentunya, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulannya masing-masing.

    Namun, Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor menilai sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali. Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba.


    “Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Lantas, apa perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

    Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

    Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

    1. Dimensi Lubang

    Pembuatan sumur bor menggunakan mesin bor, sehingga prosesnya lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan yang mengakibatkan sumur tidak bisa terlalu dalam.

    “Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

    “Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

    2. Debit Air

    Bentuk lubang sumur gali memiliki diameter yang besar, sehingga debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Adapun debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

    “Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

    3. Waktu Pengerjaan

    Meski pembuatan sumur gali lebih murah, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya. Pasalnya penggalian dilakukan sendiri secara manual.

    Berbeda halnya dengan penggalian sumur bor yang relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

    Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Harus Pakai Cat Dasar Sebelum Ngecat Dinding? Ini Alasannya



    Jakarta

    Saat mengecat dinding, kalian harus mengaplikasikan cat beberapa kali hingga dinding tertutup sempurna dan rata. Untuk memastikan lapisan paling atas menempel dengan erat, dibutuhkan lapisan paling bawah yang kuat atau sering disebut cat dasar atau cat primer.

    Cat dasar atau cat primer merupakan jenis cat tersendiri dan berbeda dengan cat-cat untuk lapisan luar. Selain itu, cat primer biasanya berwarna putih atau abu-abu. Berbeda dengan cat lapisan atas yang memiliki berbagai warna.

    Selain untuk mengeratkan lapisan di atasnya, keberadaan cat dasar punya banyak manfaat. Menurut Achriano Toyang, Senior RD&I Manager PT ICI Paints Indonesia, cat dasar atau primer juga bisa untuk melindungi kelembapan, pengkristalan garam alkali, dan bisa untuk membuat cat lebih tahan lama.


    Ada pun pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Penyebabnya biasanya dikarenakan indikasi masuknya kelembapan dan buruknya kualitas udara dalam ruangan tersebut. Hal ini dapat membuat cat mudah rusak.

    Head of Marketing PT ICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati menambahkan bahwa cat dasar dibutuhkan karena dapat melindungi dinding dari air dan kelembapan yang merupakan musuh terbesar dinding.

    “Musuh terbesar daripada tembok adalah air dan kelembapan. Apalagi di Indonesia, air itu sangat tinggi. Oleh karena itu, cat dasar itu sangat dibutuhkan,” ungkap Niluh saat ditemui dalam acara Press Conference Dulux Professional: 2-in-1 Evolution, Jakarta, Rabu (23/4/2025).

    Niluh membenarkan jika saat ini cat primer dengan cat pelapis atas adalah dua produk yang berbeda. Konsumen perlu membeli dua produk berbeda untuk mengecat dinding. Namun, saat ini sudah ada inovasi produk yang telah menyatukan dua jenis cat tersebut dalam satu produk yakni Dulux Professional Interior Express 2-in-1 A700 yang dapat dipakai di dalam ruangan.

    Produk ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk mendapatkan produk yang lebih murah, pemakaiannya cepat, dan lebih ramah lingkungan. Sebab, ada satu step yang akan dilewatkan yakni pengecatan primer karena dalam produk tersebut sudah mencakup cat primer dan cat lapisan atas.

    “Tapi karena cat dasar itu membutuhkan dua bahan yang berbeda dengan top coat, jadi menyatukan menjadi satu. Jadi dia udah pelindung alkalinya, warnanya. Jadi dua menjadi satu,” jelas Niluh.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Hal Ini Dulu Sebelum Beli Furniture Rumah



    Jakarta

    Membeli furniture rumah terkadang memberikan perasaan senang dan semangat karena memiliki barang baru. Terkadang, hal ini bisa membuat pemilik rumah justru tidak bijak membelanjakan uangnya ketika membeli furniture.

    Maka dari itu, sebelum membeli furniture pastikan dulu kegunaannya untuk apa. Jangan sampai asal beli furniture tapi tidak terlalu berguna.

    Selain itu, jika ingin membeli furniture outdoor, pastikan material yang dibeli ‘tahan banting’. Sebab, furniture outdoor rawan rusak karena adanya perubahan cuaca, misalnya hujan atau pun panas.


    “Tipsnya tentunya adalah pilihlah sesuai dengan kegunaannya. Jadi kalau misalnya cuacanya di luar sering kehujanan mungkin, ini kita bisa menyediakan barang-barang yang terbuat dari anyaman plastik, lalu juga kalau di outdoor mungkin perlu kelambunya, atau mungkin ada sunblocker-nya,” kata Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia, Teresa Wibowo, dalam acara Perayaan Pembukaan Toko AZKO ke-250 di Txoko, Jakarta, Jumat (16/5/2025).

    Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia, Teresa WibowoDirektur PT Aspirasi Hidup Indonesia, Teresa Wibowo Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom

    Jika konsumen bingung, ia juga menyarankan untuk segera bertanya pada pegawai yang berjaga untuk meminta saran. Sebab, biasanya pegawai yang bertugas sudah memiliki pengetahuan produk yang sangat baik sehingga bisa memberikan masukan atau pun saran kepada konsumen.

    Sebagai informasi, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) (ACES) akan membuka toko di Sorong, Papua Barat Daya. Hal ini sebagai salah satu bentuk perayaan pembukaan toko ke-250.

    Pembukaan toko di Sorong akan dilakukan pada 25 Mei 2025 mendatang. Nantinya, toko tersebut akan memiliki luas area 2.100 meter persegi di dalam Mall Paragon Sorong. Saat ini, sudah ada di 78 wilayah di seluruh Indonesia dan rencananya, tahun ini akan membuka sekitar 25-30 toko.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Punya Gaji Rp 5-10 Juta Per Bulan, Bisakah Beli Rumah di Jakarta?



    Jakarta

    Penghasilan Rp 5-10 juta per bulan bisa dikatakan cukup untuk biaya hidup bulanan di Jakarta. Para pekerja bisa menggunakan upah atau gaji tersebut untuk memenuhi kebutuhan, seperti membeli rumah. Namun, apakah dengan penghasilan Rp 5-10 juta per bulan bisa untuk membeli rumah di Jakarta?

    Seperti yang diketahui harga rata-rata rumah di Jakarta termasuk yang tertinggi di Indonesia. Selain itu, pasokan tanahnya terbatas. Apabila ingin membangun rumah di tengah kota, siap-siap rogoh kocek yang dalam. Oleh karena itu, banyak pekerja di Jakarta memilih membeli rumah di daerah pinggiran Jakarta yang masih dekat dengan transportasi umum ke tengah kota.

    Menurut Perencana Keuangan Andy Nugroho harga rumah di Jakarta cukup beragam, tergantung pada lokasi dan luas rumahnya. Penghasilan saat ini bisa disesuikan dengan harga rumah tersebut. Apabila belum ada uang yang cukup untuk membeli rumah, sebaiknya menyewa hunian terlebih dahulu, terutama bagi para pekerja yang bekerja di tengah kota Jakarta.


    Ia mengatakan menyewa rumah di dekat tempat kerja bisa menghemat biaya transportasi, kemudian ditabung untuk membeli rumah di kemudian hari.

    “Rumah itu kan kebutuhan yang penting dan urgent, mau nggak mau harus dipenuhin. Ketika kita bekerja di suatu tempat, otomatis harus memiliki tempat tinggal. Misal kita belum mampu untuk membeli rumah ya pilihannya yang paling masuk akal adalah ngontrak dulu,” tuturnya kepada detikcom, Kamis (16/5/2024) lalu.

    Ketika tabungan siap untuk membeli rumah, pastikan pula jika akan menetap lama di Jakarta, tidak dipindah tugas ke daerah lain karena akan sulit lagi menjual rumah di Jakarta.

    Ia menuturkan harga rumah di Jakarta yang di bawah Rp 1 miliar masih bisa ditemukan, tetapi lokasinya memang agak sulit dilalui mobil karena letaknya di dalam gang dengan harga mulai dari Rp 500 juta ke atas.

    “Misalnya pengin cari rumah yang dekat dengan tempat kerja, itu mungkin di dalam gang sekalipun harganya sudah tembus Rp 500 (juta-an), itu di dalam gang. Di dalam gang itu mungkin yang cuma satu motor doang yang bisa lewat, mobil nggak bisa lewat,” tuturnya.

    Ia menyarankan, jika benar-benar membutuhkan rumah dan enggan menyewa, cari rumah di pinggiran Jabodetabek. Harga rumah di pinggiran Jakarta lebih bervariatif dan dengan ukuran yang masih layak.

    “Contohnya Bogor, tapi nggak di tengah Kota Bogor. Mungkin daerah Citayam, itu juga bukan yang di dekat stasiun, agak menjauh dikit mungkin radius 2 km dari stasiun. Karena memang harganya sudah mahal daerah sana,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Gaji UMR Bisa Beli Rumah? Ini Kata Pengamat dan Solusi KPR yang Tepat



    Jakarta

    Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang perlu diusahakan, terutama yang sudah memiliki pekerjaan. Sayangnya, tidak semua orang bisa merealisasikan mimpi itu, bahkan setelah memiliki pekerjaan tetap sekalipun karena penghasilan yang setiap bulan hanya sebatas upah minimum regional (UMR) sekitar Rp 5 jutaan.

    Kebanyakan di antara pekerja muda lebih memprioritaskan untuk menabung dahulu atau memenuhi kebutuhan sehari-hari sebelum membeli rumah.

    Sebenarnya, bisa nggak sih membeli rumah sembari menabung untuk pekerja yang penghasilannya setara UMR?


    Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan kemampuan seseorang untuk membeli rumah sembari menabung, tergantung pada masing-masing individu. Apabila bisa mengatur pengeluaran secara ketat, dua hal tersebut dapat dilakukan secara bersamaan dengan gaji UMR. Namun, apabila tanggungan besar, rasanya akan sulit menabung karena cicilan rumah per bulan sudah cukup membebani.

    “Secara realistis, karyawan dengan gaji UMR Jakarta (sekitar Rp 5 juta per bulan) akan cukup kesulitan membeli rumah secara mandiri sambil tetap menabung, kecuali rumah yang dituju adalah rumah subsidi dengan cicilan rendah (sekitar Rp 1-1,5 juta per bulan),” kata Arianto kepada detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Kemudian, apabila ingin membeli rumah, skema pembiayaan yang paling mudah untuk dijangkau bagi pekerja gaji UMR adalah KPR subsidi yang memiliki suku bunga tetap. Selain itu, bisa pula mengambil KPR syariah untuk mendapat cicilan yang tetap sejak awal, tetapi suku bunganya tidak serendah KPR subsidi.

    “KPR subsidi lebih cocok untuk gaji UMR karena cicilannya terjangkau dan bunga tetap rendah. Jika tidak eligible untuk subsidi, KPR syariah bisa dipertimbangkan untuk kepastian cicilan tetap, sedangkan floating rate cocok untuk yang mampu menanggung fluktuasi dan berencana melunasi lebih cepat,” sebutnya.

    Pekerja yang belum menikah lebih memiliki fleksibilitas untuk melakukan angsuran rumah dan menabung secara bersamaan. Namun, tidak menutup kemungkinan yang sudah memiliki pasangan juga bisa melakukan keduanya. Syaratnya, keduanya memiliki pekerjaan tetap sehingga penghasilan dari dua pintu.

    “Status lajang memberikan fleksibilitas finansial yang lebih besar karena pengeluaran pribadi cenderung lebih kecil, sehingga lebih mungkin untuk menyisihkan dana untuk cicilan rumah dan tabungan. Namun, pasangan suami istri juga tetap bisa membeli rumah asal ada penghasilan gabungan (joint income) dan pembagian keuangan yang disiplin,” jelasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Keramik vs PVC, Mana yang Lebih Cocok buat Lantai Kamar Tidur?



    Jakarta

    Pemilihan material lantai di kamar tidur sama pentingnya seperti memilih perabotan. Sebab, material lantai bisa mempengaruhi tampilan dan suasana kamar.
    Jenis material lantai yang digunakan untuk kamar tidur cukup banyak, tetapi saat ini terdapat 2 jenis yang paling banyak dipakai yakni keramik dan PVC.

    Sebagai informasi, berdasarkan catatan detikcom, keramik adalah pelapis lantai yang bagian permukaannya dilapisi glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Keramik terbuat dari tanah liat (kaolin) yang dibakar dalam suhu 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.

    Sementara, PVC adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride. PVC juga bisa menjadi bahan untuk membuat pelapis lantai yang sering disebut dengan vinyl. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan.


    Material satu ini menyerupai dari segi tekstur dan tampilan. Namun, tentu ketahanannya jauh berbeda dengan kayu sungguhan. PVC banyak dipilih karena tampilannya, harganya yang jauh lebih murah daripada kayu sungguhan, serta pemasangannya yang lebih mudah dari kayu.

    Di antara kedua material ini, mana yang lebih cocok untuk kamar tidur?

    Menurut arsitek Denny Setiawan, cocok atau tidaknya suatu material tergantung pada kebutuhan masing-masing. Sebab, keramik dan PVC memberikan dua kesan yang berbeda.

    Penggunaan PVC pada lantai dapat memberikan kesan hangat pada kamar tidur. Namun, pada kenyataannya PVC tidak benar-benar membuat lantai hangat karena bukan kayu sungguhan.

    “Memang elemen kayu akan memberikan rasa lebih hangat terhadap ruangan, tapi sebenernya paling ideal kalau mau, pake kayu yang beneran, bukan yang tiruan kayu,” katanya saat dihubungi detikProperti, Selasa (27/5/2025).

    Sementara itu, jika memakai keramik, lantai kamar akan terasa dingin dan tidak akan panas karena material ini sebagai isolator termal atau penghalang panas.

    “Tapi keramik atau marmer itu memberikan kesan dingin justru. Nah beda orang, beda kebutuhan. Untuk mereka yang ingin rumahnya rasanya lebih dingin karena Jakarta kan udah panas banget, mereka akan menggunakan marmer atau keramik,” jelasnya.

    Denny juga menyampaikan, apabila ingin menggunakan PVC pada lantai, material satu ini rentan sekali muncul goresan apabila terkena benda tajam. Sementara material seperti keramik dan batu-batuan alam seperti marmer lebih tahan terhadap goresan sehingga permukaannya tidak mudah rusak.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Penting Punya Taman di Rumah? Ketahui Dulu Manfaatnya



    Jakarta

    Salah satu keuntungan memiliki rumah tapak adalah bagian depan bangunan biasanya memiliki halaman atau tanah kosong yang digunakan untuk taman. Namun, saat ini banyak rumah yang menutup tanah kosong tersebut untuk dijadikan tempat parkir karena luasnya yang tak seberapa.

    Eits, tenang, tidak masalah jika halaman rumah digunakan untuk lahan parkir. Setiap rumah memiliki kebutuhan masing-masing. Namun, keberadaan taman di rumah tetap penting. Menurut Arsitek Denny Setiawan, taman tidak melulu harus ditempatkan di bagian depan rumah atau belakang. Taman bisa dibuat di area kosong di mana saja di rumah, seperti di dalam rumah atau di atap.

    “Jadi tidak ada alasan kita nggak punya taman. Sebenarnya taman itu fleksibel, bisa dibuat di awal, di akhir juga bisa,” kata Denny kepada detikProperti, Selasa (3/6/2025).


    Sebab, kata Denny, memiliki taman di rumah memberikan banyak keuntungan. Pertama, taman bisa memberikan pasokan oksigen di rumah. Seperti yang kita tahu, taman biasanya ditumbuhi banyak tanaman, baik besar maupun kecil. Tanaman-tanaman inilah yang memasok oksigen untuk manusia.

    Kedua, dengan membuat taman, pemilik rumah sudah berkontribusi terhadap penghijauan. Membuat ruang hijau tidak perlu membutuhkan ruang yang luas, di lahan sepetak juga cukup. Dengan memiliki area terbuka hijau, rumah memiliki area resapan dan pasokan oksigen.

    “Fungsinya bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah. Jadi air hujan kita bisa terserap di tanah kita sendiri walaupun rumah subsidi tapi rasanya harus ada taman juga,” ujarnya.

    Denny mengatakan apabila bagian depan rumah sudah tidak ada ruang tersisa, banyak orang memilih untuk menambah ruang di atas rumah seperti membuat rooftop. Area ini bisa digunakan pula untuk dibuat taman sungguhan yang ditumbuhi rumput.

    “Caranya yang pertama adalah lapisan dry cell supaya airnya bisa menyerap ke bawah kemudian dialirkan lewat pipa, flood drain. Di atas dry cell harus ada kerikil, atau split, baru di atasnya ada tanah,” jelasnya.

    Kemudian, apabila tidak memungkinkan dibuat di atas dan di bawah, pemilik rumah bisa menjajal membuat taman vertikal. Biasanya tanaman akan diletakkan di dinding atau pagar dengan pot atau tanaman rambat.

    “Saat ini kita kekurangan media tanam. Untuk Kota Jakarta sendiri target vegetasi baru tercapai 9 persen dari target kota ideal 30 persen ruang hijau. Jadi kita butuh sekali sebanyak-banyaknya ruang hijau agar tanaman bisa bertumbuh, agar setiap manusia di kota Jakarta ini bisa menghirup oksigen dengan baik jadi rasanya daripada kita membuat pagar yang tinggi yang kemudian kesannya tertutup, tidak ada salahnya kita mencoba metode untuk membuat pagar dari tanaman,” ungkapnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com