Tag: jamur

  • 5 Barang Rumah Tangga Ini Harus Dicuci Setiap Hari, Jangan Tunggu Kotor!



    Jakarta

    Mencuci barang-barang di rumah memang acap kali menyita waktu. Namun wajib diketahui ada beberapa barang yang harus langsung dibersihkan setelah dipakai.

    Dikutip dari situs The Spruce, terdapat 5 benda berikut yang harus langsung dibersihkan. Hal ini guna membasmi kotoran, kuman, dan bakteri yang menempel.

    Lap Cuci Piring

    Manajer Umum Park Slope Cleaning Diana Ciechorska mengatakan bahwa lap cuci piring adalah salah satu barang yang harus dicuci setiap kali digunakan atau setiap hari. Menurutnya karena lap cuci piring menyentuh segala hal.


    “Lapisan lap cuci piring menyentuh segala hal, mulai dari tangan hingga meja dapur. Jadi, saya mencucinya setiap hari untuk menghindari penyebaran kuman,” ungkap Ciechorska.

    Spons Cuci Piring

    Para ahli juga menyarankan untuk mendesinfeksi atau bahkan mengganti spons secara teratur. Hal ini akibat dari banyaknya bakteri dan partikel makanan yang dapat menempel pada spons. Sehingga, perlu mensterilkan spons secara rutin.

    Kain Mikrofiber

    Kain mikrofiber merupakan andalan untuk membersihkan rumah karena dapat digunakan hampir di mana saja. Meski selalu digunakan, kain mikrofiber tetap harus dibersihkan setiap hari.

    Talenan

    Biasanya orang-orang hanya mengelap talenan setelah digunakan lalu disimpan kembali. Padahal, talenan harus selalu dibersihkan setiap selesai digunakan. Kepala Pemasaran CottageCore Scott Schrader juga setuju karena benda-benda di dapur perlu perhatian lebih. Menurutnya, apalagi jika talenan sehabis digunakan untuk memotong daging merah.

    “Peralatan ini harus dibersihkan setiap kali digunakan untuk menghilangkan atau meminimalkan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang,” kata Schrader.

    Mangkuk Hewan Peliharaan

    Jangan terbiasa membiarkan mangkuk hewan peliharaan dalam jangka waktu yang lama sampai beberapa hari atau seminggu. Sebaiknya, mangkuk hewan peliharaan juga sama seperti mangkuk manusia yang harus dicuci setiap kali digunakan.

    “Bakteri dan sisa makanan dapat terkumpul dengan cepat, cucilah setiap hari agar hewan peliharaan tetap aman dan sehat,” ujar Schrader.

    Wadah Penyimpanan

    Wadah penyimpanan makanan juga menjadi barang penting untuk dibersihkan menyeluruh setiap habis digunakan. Sebab, sisa sedikit air saja bisa menyebabkan pertumbuhan jamur.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Tips Merawat Tanaman Anti Hama agar Subur Sepanjang Waktu



    Jakarta

    Tanaman hias maupun tanaman pangan di rumah bisa saja tumbuh subur, tapi ancaman hama sering kali jadi musuh utama yang bikin kesal. Mulai dari serangga, tikus, hingga kelelawar bisa merusak hasil perawatan tanaman yang sudah dilakukan dengan susah payah.

    Supaya tanaman tetap sehat dan tumbuh maksimal sepanjang tahun, penting untuk melakukan pencegahan sejak awal. Berikut beberapa tips praktis merawat tanaman agar bebas hama dan tetap subur dari waktu ke waktu.

    1. Pasang Pembatas Fisik

    Dilansir dari Real Simple, salah satu cara paling efektif menghindari hama adalah dengan memasang pagar pembatas, terutama dari kawat. Langkah ini berguna untuk mencegah masuknya hewan-hewan kecil seperti kelinci, tupai, atau bahkan hewan liar lain yang bisa mencuri buah atau merusak daun.


    Jika kamu punya pohon buah, bungkus buahnya dengan plastik atau jaring pelindung untuk mencegah gangguan dari kelelawar atau burung pemakan buah.

    2. Gunakan Tanaman Jebakan

    Menanam tanaman jebakan atau tanaman pengalih bisa jadi strategi cerdas. Misalnya, jika kamu menanam tomat, tanam juga bunga nasturtium di sekitarnya. Serangga lebih cenderung tertarik pada nasturtium dibandingkan tomat, sehingga tanaman utama bisa tetap aman.

    3. Waspadai Genangan Air

    Air yang menggenang bisa jadi sarang nyamuk dan mempercepat penyebaran penyakit di taman. Pastikan area di sekitar pot, talang air, dan bahkan kandang burung tetap kering dan bersih. Pot yang menampung air hujan juga perlu dikuras secara rutin.

    Selain nyamuk, lingkungan yang terlalu lembap juga bisa memicu jamur dan mempercepat kerusakan akar tanaman.

    4. Tanam Tanaman Asli Daerah Setempat

    Menurut Profesor John Tooker dari Departemen Entomologi Penn State, menanam spesies tanaman lokal bisa memperkuat ekosistem alami di taman rumah. Tumbuhan lokal akan menarik serangga asli yang lebih stabil dan cenderung membawa predator alami yang bisa membantu mengendalikan hama secara alami.

    “Saya juga mendorong masyarakat untuk menghindari pemakaian insektisida, kecuali jika sudah tidak ada pilihan lain,” ujarnya, dikutip dari The Spruce.

    Dengan kombinasi teknik fisik dan pendekatan ekosistem alami, kamu bisa menjaga taman tetap sehat dan subur tanpa tergantung pada bahan kimia. Mulai dari langkah sederhana seperti memasang pagar hingga menanam bunga pengalih serangga, semua bisa dilakukan secara bertahap.

    (das/das)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • 5 Tanaman Ini Bisa Bikin Dapur Bebas Lembap dan Jadi Sejuk


    Jakarta

    Tanaman umumnya diletakkan di halaman dan teras rumah. Hal ini karena tanaman di luar ruangan bisa mendapatkan cahaya matahari dan sumber air yang dibutuhkan.

    Tanaman tidak hanya tumbuh subur di luar ruangan, tapi di dalam rumah juga bisa. Bahkan ada satu ruangan yang butuh sekali tanaman, yakni dapur. Area yang digunakan untuk memasak ini bisa menjadi tempat yang lebih sehat apabila diletakkan tanaman.

    Beberapa jenis tanaman ada yang bisa menyerap kelembapan dan menyaring udara menjadi lebih bersih. Alhasil dapur tidak akan mudah lembap dan tidak muncul banyak noda jamur yang bisa berbahaya bagi pernapasan manusia.


    Selain itu, tanaman merupakan penghasil oksigen sehingga baik bagi penghuni rumah. Jika dapur sering terasa panas, tanaman bisa menjaga ruangan tersebut tetap sejuk.

    Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa tanaman yang cocok diletakkan di dapur.

    1. Pothos

    Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

    Pilihan tanaman yang pas untuk dapur yang kecil dan tidak bisa ada banyak barang dipajang di area memasak adalah pothos. Tanaman hias satu ini tidak memiliki bunga, hanya daun-daun hijau yang mungil. Tanaman ini terlihat indah karena batangnya yang bisa memanjang karena termasuk tanaman rambat.

    Untuk memajang tanaman ini bisa dengan digantung atau diletakkan di dinding. Jadi tidak akan menghabiskan banyak tempat di dapur. Pothos atau Epipremnum aureum juga salah satu tanaman hias yang paling mudah dirawat karena tidak butuh banyak cahaya dan dapat tetap tumbuh meski jarang disiram.

    Dalam feng shui, tanaman ini dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan. Secara ilmiah, manfaatnya dapat menyaring racun di udara dan menyerap kelembapan.

    2. Spider Plant

    cat playing in spider plantIlustrasi spider plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Spider plant (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman hias yang paling mudah dirawat. Tanaman ini juga bisa digantung, bisa berbunga, dan di ruangan yang tidak ada sinar matahari karena tanaman ini tidak bisa terkena sinar matahari langsung.

    Tanaman dengan bentuk daun memanjang dan ramping ini disebut dapat menyaring polutan di udara dan menyerap kelembapan.

    3. Lidah Mertua

    Ilustrasi lidah mertuaIlustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn

    Tanaman lidah mertua pasti sudah tidak asing lagi di Indonesia karena tanaman ini memang mudah tumbuh di dalam dan luar ruangan. Tanaman ini juga mudah dirawat tanpa perlu sering disiram.

    Jika diletakkan di dapur, tanaman ini dapat menyerap bau, polutan hingga memperindah tampilan dapur. Untuk meletakkan tanaman ini di dalam rumah, umumnya memakai pot dan diletakkan di tempat yang datar.

    4. ZZ Plant

    Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Tanaman ZZ Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

    Mungkin sebagian orang merasa nama tanaman ini agak sedikit aneh. Namun, tanaman yang memiliki nama ilmiah Zamioculcas zamiifolia ini punya segudang manfaat mulai dari membersihkan udara dari polutan dan racun hingga mengurangi kelembapan pada ruangan. Sebagai catatan, tanaman ini jangan sampai digapai oleh hewan peliharaan karena bisa menjadi racun bagi mereka.

    Sama seperti lidah mertua, ZZ Plant kebanyakan juga ditempatkan di pot dan diletakkan di area yang terlihat.

    5. Sukulen

    House indoor plants collection. Succulent and cactus in different pots on white backgroundSukulen. Foto: Getty Images/Zakharova_Natalia

    Jika penghuni rumah mencari tanaman yang kecil dengan bentuk menarik, coba pilih sukulen. Tanaman ini ukurannya seperti kaktus kecil dan memiliki daun yang keras dan kaku. Selain itu, ada berbagai macam sukulen yang bisa dipilih.

    Selain itu manfaatnya nggak main-main, mulai dari bisa melepas banyak oksigen di malam hari, membuat ruangan tidak lembap, dan membersihkan racun dari udara.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa diletakkan di dapur, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)

    Sumber : www.detik.com

    Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
    ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason
  • Awas Perabot Kayu Berjamur Kala Musim Hujan, 7 Cara Ini Bisa Halau



    Jakarta

    Furniture kayu sangat rentan berjamur. Terlebih lagi ketika musim hujan tiba, potensi tumbuhnya jamur semakin tinggi. Jarang membersihkan furnitur juga bisa menjadi faktor tumbuhnya jamur pada furnitur kayu.

    Jamur akan membuat bahan kayu pada furnitur menjadi lapuk dan rusak. Lalu, bagaimana cara menghilangkan jamur pada furnitur kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada furnitur kayu.

    1. Menjemur Furniture di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada furnitur kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.


    Kamu dapat menjemur furniture kayu secara rutin. Namun, jangan terlalu lama sebab tidak semua material furniture tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna furniture Kamu akan pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian furniture yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan furniture kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada furniture kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian furniture yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Meletakkan Kamper Di Dalam Furniture

    Selain menyebabkan furniture rusak, adanya jamur ini juga menimbulkan bau kurang sedap. Barang-barang, seperti pakaian, sepatu, dan buku, secara otomatis akan terpengaruh.

    Sebelum hal tersebut terjadi, Kamu dapat meletakkan kamper di dalam furniture. Misalnya, di dalam lemari pakaian. Aroma kamper mampu menghambat pertumbuhan jamur. Jangan lupa mengganti kamper baru setelah kamper yang lama sudah habis.

    6. Memasang Lampu Di Dekat Furniture

    Jamur dapat muncul pada tempat kurang cahaya. Nah, solusinya Kamu dapat memasang lampu neon di ruangan, terutama dekat dengan furniture kayu. Panas lampu dipercaya dapat mencegah sekaligus membunuh jamur yang sudah tumbuh. Kamu juga dapat memasang lampu di dalam lemari pakaian. Sehingga terhindar dari ruang penyimpanan dalam lemari yang gelap dan lembab.

    7. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan furniture. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan furnitur kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mudah Hilangkan Noda Jamur pada Handuk


    Jakarta

    Kebiasaan meletakkan handuk tidak pada tempatnya bisa mengakibatkan tumbuhnya jamur. Kondisi handuk yang masih basah setelah digunakan mandi dan diletakkan pada tempat yang lembap membuat handuk jadi berjamur dan bau apak.

    Jika sudah demikian, cuci dengan cara biasa tak bisa menghilangkan noda jamur pada permukaan handuk. Lalu, bagaimana solusinya? Dikutip dari Hunker, Kamis (15/2/2024), berikut cara menghilangkan noda jamur pada handuk mandi.

    Gosok Permukaan Handuk

    Langkah pertama untuk menghilangkan noda jamur pada handuk mandi yaitu dengan menggosoknya. Kamu bisa menggunakan sikat lembut untuk kain kemudian gosok sampai noda jamur rontok.


    Pastikan kamu menggosoknya di dalam kamar mandi karena spora jamur dapat menyebar ke tempat lain seperti karpet dan dinding.

    Cuci Handuk

    Setelah itu, cuci handuk berjamur di mesin cuci menggunakan air panas atau suhu yang direkomendasikan pabrik. Tambahkan detergen cucian, boraks, dan pemutih ke wadah ke dalam mesin cuci. Gunakan pengaturan normal untuk siklus pencucian yang lebih lama.

    Cuci Kembali Jika Masih Ada Noda Jamur

    Ulangi pencucian jika noda jamur masih menempel pada handuk mandi. Rendam handuk selama 30-60 menit dalam air detergen dan pemutih sebelum siklus pembilasan serta pemerasan.

    Jemur Handuk di Bawah Sinar Matahari

    Selanjutnya, jemur handuk di luar ruangan, tepatnya di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Sinar matahari membantu menghilangkan noda gelap dan bau apek yang tersisa.

    Gunakan Pengering

    Tempatkan handuk di pengering selama lima sampai 10 menit untuk melembutkannya setelah pengeringan udara dan tambahkan lembar pengering untuk mengharumkan handuk jika membutuhkannya.

    Demikian langkah mudah hilangkan noda jamur pada handuk mandi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Hilangkan Jamur yang Muncul di Dinding Beton


    Jakarta

    Kamu mungkin berpikir jika menggunakan beton sebagai dinding di rumah, tidak mudah ditumbuhi jamur. Anggapan tersebut salah, jamur mudah tumbuh di berbagai bahan bangunan bahkan beton sekalipun jika ada faktor pendukungnya.

    Munculnya jamur di dinding beton dapat mengganggu estetika. Seperti yang diketahui wujud jamur tidak hanya satu melainkan terdiri dari beberapa macam dan warna. Bisa hijau, putih, hitam, coklat, hingga kuning.

    Awal mula kemunculan jamur pada dinding beton adalah hinggapnya spora jamur yang sebelumnya melayang di udara. Jika dia menemukan tempat dan suhu yang tepat, jamur dapat berkembang dan menyebar di media tersebut. Kisaran suhu yang mendukung jamur berkembang adalah di antara 25-30 derajat Celcius. Permukaan yang basah dan lembap juga disukai oleh jamur daripada yang kering.


    Apakah jamur bisa dibersihkan jika sudah menyebar? Jawabannya bisa. Mengutip dari Concrete Renovation, Sabtu (30/3/2024), berikut beberapa tips menghilangkan jamur di dinding beton rumah.

    1. Menyiramkan Air Panas

    Layaknya menghapus noda, jamur bisa dihilangkan dengan air panas. Cukup tuangkan air panas ke dinding yang berjamur lalu digosok hingga benar-benar hilang. Namun kamu perlu berhati-hati terkena tetesan air panasnya. Coba cara ini untuk jamur yang muncul di bagian bawah dinding.

    2. Menyemprotkan Air yang Kencang

    Jika jamur di dinding kamu timbul dan bertekstur, kamu bisa membersihkannya dengan menyemprotkan air dari selang. Kamu bisa gosok terlebih dahulu agar lebih bersih. Cara ini juga lebih aman dibandingkan dengan menyiramkan air panas dan bisa digunakan untuk jamur di bagian atas.

    3. Soda Kue

    Soda kue adalah bahan dapur yang ampuh untuk mengangkat noda membandel di berbagai benda. Menggunakan soda kue juga tidak berbahaya. Kamu cukup taburkan soda kue ke permukaan dinding beton yang berjamur, lalu tunggu selama 24 jam. Pastikan permukaan dinding tidak basah atau lembap.

    4. Campuran Cuka dan Air

    Jika memakai soda kue tidak mempan, kamu bisa menggunakan cuka dan air. Campurkan keduanya lalu masukkan ke dalam semprotan. Jangan lupa untuk mengaduk cuka dan air tadi. Pastikan kamu memakai sarung tangan saat memegang cuka. Setelah itu semprotkan ke dinding beton yang berlumut.

    5. Campuran Pemutih dan Air

    Selain soda kue dan cuka putih, kamu juga bisa menggunakan pemutih, tetapi bahan ini berbahaya jika terkena kulit manusia. Pastikan memakai sarung tangan. Lalu benda di dekat dinding atau keramik juga sebaiknya dilapisi dengan plastik agar tetap aman jika terkena tetesan.

    Setelah pemutih dicampurkan dengan air, masukkan ke botol semprotan. Semprotkan campuran ini ke dinding beton yang berjamur. Setelah beberapa menit, sikat dan siram dinding beton dengan air biasa.

    Itulah 5 cara menghilangkan jamur pada dinding beton. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Aman Bikin Ruangan Lembap biar Nggak Berjamur


    Jakarta

    Ruangan yang terlalu lembap bisa membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman. Kondisi ruangan seperti ini akan mempengaruhi suasana ruangan hingga kesehatan penghuni rumah.

    Apalagi ruangan dengan kelembapan tinggi menjadi tempat favorit untuk pertumbuhan jamur. Alhasil, spora jamur banyak beredar di udara, sehingga akan terhirup dan menjadi alergen atau iritan pada tubuh manusia.

    Hal ini cukup membahayakan karena berisiko mengiritasi paru-paru, hidung dan tenggorokan. Oleh karena itu, sebaiknya segera mengatasi udara yang terlalu lembap pada ruangan.


    Melansir dari Courtina, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi udara lembap. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

    1. Menambah Ventilasi

    Ventilasi tambahan akan membuat udara dapat bersirkulasi dengan baik. Kamu bisa menghitung jumlah ventilasi yang tepat dengan mempertimbangkan luas ruangan. Namun, jangan memasang terlalu banyak ventilasi karena tidak baik untuk kondisi ruangan.

    2. Meletakkan Silica Gel di Sudut Ruangan

    Silica gel merupakan alat penyerap lembap berbentuk butiran-butiran kecil. Kamu bisa meletakkan silica gel di tiap sudut-sudut ruangan yang paling lembap. Cara ini menjadi alternatif yang bagus karena harga silica gel yang ekonomis.

    3. Gunakan Cat Dinding Anti Lembap

    Ada cat dinding di pasaran dengan inovasi yang mampu mencegah kelembapan. Tak hanya mempercantik rumah, cat ini membantu menjaga tingkat kelembapan, terutama pada area dinding.

    4. Meletakkan Tanaman Penyerap Kelembapan

    Beberapa jenis tanaman bisa membantu menyerap kelembapan kalau diletakan di dalam ruangan. Beberapa tanaman yang terbukti ampuh untuk mengurangi kelembapan antara lain ivy, chamomile dan sepatu filum. Pori-pori, akar, dan daun dari tanaman tersebut akan menyerap polutan dan juga mengendalikan kelembapan pada ruangan tersebut.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Kamu juga bisa menggunakan dehumidifier, yakni sebuah alat yang mengurangi kelembapan pada ruangan. Alat elektronik ini menghilangkan kelembapan dengan menyerap kandungan air di udara, sehingga menjadikan udara lebih sehat bagi penghuni rumah.

    Demikian cara mengatasi kelembapan udara untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Langkah Mudah Hilangkan Jamur pada Pakaian



    Jakarta

    Pakaian yang kondisinya lembab atau basah sangat mudah menjadi tempat tumbuhnya jamur. Maka dari itu, segeralah mengosongkan mesin cuci tiap selesai mencuci agar pakaian tidak berjamur.

    Dilansir dari Persil, Rabu (1/5/2024) bercak-bercak coklat, abu-abu, hijau, atau hitam yang tidak enak dilihat ini bisa menyebar kalau kamu biarkan begitu saja. Jadi, kamu harus beri perhatian lebih pada pakaian atau handuk basah yang menumpuk di bagian bawah keranjang cucian.

    Untungnya, tidak sulit untuk menghilangkan jamur pada pakaian. Berikut produk dan langkahnya


    Barang untuk Menghilangkan Jamur pada Pakaian

    Sebaiknya kamu uji coba dulu pada bagian kain yang tidak menonjol dan lakukan pencegahan yang direkomendasikan pada label produk.

    1. Sabun mandi

    Untuk noda lama, kamu bisa pakai sabun yang berbentuk batangan maupun cair. Bisa langsung digosok dan dibilas dengan air, lalu jemur pakaian di bawah sinar matahari.

    2. Cuka putih

    Cuka encer adalah pembunuh jamur yang sangat bagus bisa dioleskan langsung pada noda, atau kamu bisa rendam pakaian terlebih dahulu di dalam ember berisi air yang sudah dicampur dengan satu cangkir cuka. Kamu juga bisa memasukkan 1-2 cangkir cuka ke dalam mesin cuci untuk bunuh jamur dan mencerahkan pakaian putih.

    3. Boraks

    Mineral yang larut dalam air ini adalah pembunuh jamur alami. Kamu bisa beli dalam bentuk bubuk, campurkan setengah cangkir boraks dengan air panas sesuai petunjuk. Lalu tambahkan larutan ke dalam mesin cuci, dan cuci seperti biasa.

    4. Pemutih

    Pemutih efektif membunuh jamur, tapi juga bisa memudarkan warna. Sehingga, pakai pemutih hanya pada pakaian putih atau pakaian yang tahan luntur, sebagai rendaman awal atau digosok langsung ke noda jamurnya. Ikuti petunjuk produk, gunakan sarung tangan karet, dan lakukan di tempat berventilasi baik dan jauh dari jangkauan anak-anak. Sebab asap pemutih sangat menyengat, perlu diingat untuk simpan pemutih di lemari yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan.

    Kalau kamu sudah cek label perawatan tapi tidak yakin perawatan terbaik apa untuk pakaianmu, konsultasikan dengan pembersih kering profesional untuk mendapat saran.

    Cara Menghilangkan Jamur pada Pakaian

    Saat kamu mendeteksi adanya jamur pada pakaian, perawatannya tergantung pada seberapa parah noda jamur dan jenis kainnya. Noda jamur yang masih baru kerap bisa dihilangkan cukup dengan mencuci pakai deterjen berkualitas baik.

    1. Periksa label perawatan pakaian

    Ikuti petunjuk pabriknya, khususnya yang berhubungan dengan suhu air dan cara mengeringkan yang disarankan untuk pakaianmu.

    2. Gosokkan penghilang noda jamur dengan sikat gigi

    Kalau kainnya keras, misal denim atau katun, kamu bisa coba gosok noda jamur perlahan dengan sikat gigi yang bersih dan produk pembersih yang dipilih.

    3. Keringkan

    Biarkan noda mengering di bawah sinar matahari, atau rendam terlebih dahulu. Hal ini tergantung pada jenis kainnya. Sinar matahari ampuh hilangkan jamur dari kain, tapi juga bisa memudarkan warna dan merusak kain yang halus. Jadi, kaos katun putih bisa dijemur di bawah sinar matahari, tapi tidak untuk kaos nilon warna-warni.

    Kalau noda jamur masih tidak hilang berikut alternatifnya. Kamu bisa rendam pakaian yang ada noda satu jam dengan larutan ini.

    4. Cuci dengan air panas dan deterjen kapsul (atau bentuk apapun).

    Air panas punya keunggulan terbaik untuk membunuh spora jamur, tapi tetap ikuti petunjuk label perawatan untuk mengetahui suhu yang paling aman untuk mencuci pakaianmu. Masukkan satu atau dua kapsul ke dalam mesin cuci, jangan lupa periksa kemasan untuk petunjuk dosisnya sebelum memasukkan pakaian.

    5. Jemur pakaian di bawah sinar matahari

    Kalau noda jamur masih ada, kamu bisa ulangi beberapa langkah sebelumnya. Menjemur pakaian di bawah sinar matahari bisa bantu hilangkan jamur yang tersisa.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Jamur dan Lumut Membandel Pada Kaca



    Jakarta

    Jamur dan lumut adalah dua jenis jamur rumah tangga yang banyak tumbuh di tempat yang gelap, lembab, dan panas. Jamur menimbulkan bau tak sedap dan menjadi penyebab banyak penyakit dan infeksi virus.

    Jamur dan lumut menodai permukaan kaca, serta cukup susah dihilangkan dan dibersihkan. Jamur rumah tangga ini tumbuh subur di lingkungan yang lembab dan tumbuh secara progresif pada kaca yang kotor dan tidak terawat.

    Perbedaan Jamur dan Lumut

    Lumut dan jamur dibedakan atas warna dan tampilannya. Umumnya, jamur timbul dalam warna biru, hijau, hitam, dan merah. Sedangkan lumut berwarna putih. Keduanya muncul sebagai lapisan bakteri bernoda tipis pada permukaan dan berkembang di area yang kotor dan tak terurus.


    Cara Membersihkan

    Menghilangkan jamur adalah tugas sulit dan merupakan penyebab umum kekhawatiran banyak pemilik rumah. Banyak tersedia pembersih professional di pasaran yang bekerja sempurna dalam menghilangkan jamur.

    Tapi, pembersih professional bukan satu-satunya pilihan yang tersedia. Ada bahan rumahan yang bisa memberi hasil yang memuaskan dan membantu menghilangkan lumut dan jamur dengan mudah.

    1. Hidrogen Peroksida atau Pemutih Klorin

    Hidrogen peroksida adalah larutan antijamur yang efektif dan banyak dipakai untuk menghilangkan jamur virus dan bakteri. Pemutih klorin mengandung larutan hidrogen peroksida yang sama dengan sifat pengoksidasi yang kuat, yang bisa menghilangkan jamur dan mensterilkan serta mendisinfeksi permukaan kaca.

    Larutan ini bekerja secara efisien untuk menghilangkan jamur hitam yang merupakan salah satu jenis jamur rumah tangga yang paling membandel.

    2. Soda Kue

    Metode penghilangan jamur ini tidak beracun dan tidak membahayakan manusia dan hewan peliharaan. Tidak hanya efektif menghilangkan jamur tapi juga menyerap sisa kelembaban yang memicu pertumbuhan jamur.

    Campuran sederhana dari air dan soda kue menghasilkan larutan pembersih yang kuat, yang bisa disemprotkan dan dibersihkan dengan mudah. Ini adalah salah satu solusi pembersihan paling umum dan ekonomis untuk lumut dan jamur rumah tangga.

    3. Cuka

    Dilansir dari Fab Glass, Minggu (2/6/2024) cuka adalah asam ringan yang biasa dipakai di rumah, dan secara efektif bisa membunuh sekitar 82% jamur dan lumut yang hidup pada permukaan kaca. Cuka digunakan sebagai larutan pembersih yang bisa disemprotkan langsung pada permukaan kaca dan tidak perlu dicampur air.

    Seka area berjamur dengan lembut setelah memercikkan cuka. Langkah ini bisa menghilangkan Sebagian besar lumut dan jamur yang menumpuk.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai 5 Cara Ini Bisa Bersihkan Jamur yang Tumbuh di Dinding Rumah


    Jakarta

    Masuk musim hujan, rumah jadi lebih lembap dari biasanya. Hal ini bisa jadi pemicu tumbuhnya jamur pada spot-spot di rumah yang paling lembap seperti dinding. Kondisi ini bisa semakin parah jika rumah tidak memiliki ventilasi yang tepat.

    Jamur bisa tumbuh di mana saja baik dinding di rumah baru ataupun lama. Dari material beton ataupun kayu, jamur bisa hidup di sana jika permukaannya lembap. Jika dibiarkan, keberadaan jamur bukan hanya mengganggu estetika rumah, melainkan juga bisa berbahaya bagi kesehatan.

    Melansir Medical News Today, spora jamur merupakan cikal bakal tumbuhnya jamur. Spora jamur bisa masuk ke dalam rumah melalui udara atau menempel pada benda dan orang. Kelembapan udara yang tinggi mendukung pertumbuhan jamur. Dinding yang bocor atau terkena genangan air bisa memicu pertumbuhan jamur.


    Cara Membersihkan Jamur dari Dinding Rumah

    Melansir The Spruce, Senin (17/6/2024) berikut cara membersihkan jamur dari dinding rumah.

    1. Campuran Larutan Pembersih Jamur

    Jamur tidak dapat hilang dengan air biasa atau sabun, melainkan harus memakai campuran larutan pembersih diantaranya cairan klorin dan sabun cucian piring. Tuang dua larutan tersebut ke dalam air. Klorin merupakan produk pembersih rumah yang paling efektif untuk membunuh spora jamur. Pilihan lain pengganti klorin bisa menggunakan cuka putih jika jamur di dinding tidak banyak.

    Takarannya untuk membersihkan jamur pada area dinding yang tidak begitu luas, campurkan satu sendok makan cairan pencuci piring, setengah cangkir pemutih klorin, dan satu cangkir air hangat dalam botol semprot. Cairan pencuci piring membantu larutan melekat lebih lama pada dinding untuk membunuh spora jamur. Jangan lupa menggunakan sarung tangan saat menuangkan larutan.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki kandungan asam yang bisa merusak struktur jamur. Kamu bisa menyemprotkan cuka putih ke permukaan dinding yang berjamur, lalu lap dengan kain mikrofiber atau spons, dan biarkan area itu mengering. Namun, jika ada noda gelap yang tersisa, kamu perlu melakukan pembersihan tambahan dengan pembersih noda khusus dinding.

    3. Buat Ventilasi di Ruangan

    Saat membersihkan jamur pastikan ventilasi seperti jendela atau pintu di rumah dalam keadaan terbuka. Jika tidak ada ventilasi di dekat dinding tersebut kamu bisa menyalakan kipas angin.

    4. Larutan Pembersih

    Larutan pembersih bisa digunakan dengan memakai botol semprot atau spons. Bersihkan jamur mulai dari bawah dan naik ke atas. Ini akan mencegah spora menyebar dan noda bercak di dinding rumahmu. Permukaan dinding harus benar-benar basah, tetapi tidak terlalu lembab untuk mencegah kerusakan pada dinding kering. Jika jamur berada di dekat langit-langit gunakan tangga.

    5. Tunggu Mengering dan Periksa Noda yang Tersisa

    Dinding yang sudah diberikan larutan pembersih harus dibiarkan mengering terlebih dahulu. Setelah itu kamu baru bisa melihat hasilnya apakah bersih dari jamur atau ada noda yang tersisa seperti noda gelap. Jika masih ada, ulangi langkah-langkah dengan larutan pembersih pemutih yang segar.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com