Tag: jamur

  • 7 Cara Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur


    Jakarta

    Dapur merupakan salah satu area di dalam rumah yang mudah kotor. Apalagi jika detikers gemar memasak dengan minyak yang banyak, bisa saja minyak meletup dan menempel di dinding dapur.

    Apabila dinding dapur tidak dilapisi dengan keramik, maka noda minyak sangat mudah menempel di dinding. Selain terlihat kotor, jika tidak segera dibersihkan maka bisa menimbulkan jamur.

    Ada sejumlah cara mudah untuk membersihkan noda minyak yang menempel di dinding dapur. Bagaimana caranya? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Noda Minyak di Dinding Dapur

    Jika terdapat banyak noda minyak yang menempel di dinding dapur, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara mudah untuk membersihkannya.

    Dilansir situs Teka Cleaning dan How Stuff Works, berikut cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur:

    1. Tepung

    Jika kamu sedang memasak dan minyak meletup mengenai dinding dapur, segera bersihkan dengan tepung. Cukup dengan menaburkan ke titik-titik yang terdapat noda minyak, lalu diamkan selama 5-10 menit agar tepung menyerap minyak. Setelah itu, bersihkan sisa tepung dengan lap kering.

    Sebagai catatan, cara ini hanya berhasil jika noda minyak belum kering atau masih basah.

    2. Baking Soda

    Apabila noda minyak sudah mengering, kamu tetap bisa membersihkannya dengan baking soda. Sebab, soda kue dapat ampuh melarutkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan.

    Untuk menghilangkan noda minyak di dinding, cukup campurkan 3 sendok makan soda kue dengan 1 gelas air ke dalam wadah. Setelah itu, gunakan spons untuk menggosok noda lemak di dinding secara perlahan.

    3. Sabun Cuci Piring

    Sabun cuci piring juga bisa digunakan untuk membersihkan noda minyak pada dinding. Caranya juga mudah, cukup teteskan sabun ke titik-titik yang terdapat noda, lalu diamkan sekitar 30 menit. Setelah itu, bersihkan dinding dengan air bersih dan keringkan menggunakan kain lap.

    4. Garam dan Sabun Cuci Piring

    Agar lebih ampuh membersihkan noda minyak, kamu bisa mengkombinasikan garam dan sabun cuci piring. Untuk cara pakainya, campurkan sekitar 2-3 sendok makan garam dan sabun cuci piring secukupnya ke dalam wadah, lalu aduk hingga merata sampai berbusa.

    Setelah itu, gosok cairan tersebut ke dinding yang penuh noda minyak dengan spons sampai bersih. Setelah itu, bilas dengan air dan keringkan menggunakan kain lap.

    5. Cuka

    Cara berikutnya adalah menggunakan cuka. Bahan ini dinilai ampuh untuk membersihkan noda minyak yang membandel pada dinding. Sebab, asam pada cuka dapat melarutkan minyak yang sudah mengering, sehingga dapat digosok dengan spons.

    Cara pakainya cukup dengan menuangkan cuka putih di area yang penuh noda minyak, lalu diamkan sekitar 5 menit agar cuka meresap. Setelah itu, gosok dengan spons lembut agar noda menghilang.

    6. Jeruk Lemon

    Selain dijadikan minuman segar, jeruk lemon juga disebut ampuh menghilangkan noda di dinding dapur. Cukup menggunakan air jeruk lemon yang dituang ke dalam botol spray, lalu semprotkan ke titik yang penuh noda minyak. Diamkan selama beberapa menit dan lap menggunakan kain hingga kering.

    7. Cuka dan Baking Soda

    Perpaduan cuka dan baking soda juga bisa dipilih untuk membersihkan noda minyak. Soalnya, kedua bahan itu dapat memecah residu minyak yang menempel pada dinding sehingga lebih mudah dibersihkan.

    Cukup campurkan cuka dan baking soda ke dalam wadah dan aduk hingga merata, lalu oleskan pada dinding yang terdapat noda minyak dan diamkan selama beberapa menit. Setelah itu, gosok dengan spons dan bilas dengan air sampai bersih.

    Demikian tujuh cara ampuh bersihkan noda minyak pada dinding dapur. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Kebiasaan yang Bikin Barang di Dapur Tetap Kotor Meski Sudah Dibersihkan


    Jakarta

    Membersihkan perangkat memasak di dapur dan perlengkapan makan dengan dicuci ternyata nggak menjamin kebersihannya. Kuman dan bakteri tetap bisa menempel pada barang-barang tersebut dan membuatnya tidak higienis.

    Hal ini biasanya disebabkan karena kebiasaan-kebiasaan yang salah ketika membersihkan atau menyimpan barang tersebut. Dilansir Food Network, berikut beberapa kebiasaan yang dapat membuat perlengkapan makan dan dapur tetap kotor meski sudah dibersihkan.

    1. Membersihkan Blender Asal-asalan

    Blender yang dicuci dengan asal-asalan kebanyakan tidak akan bersih dan higienis. Menurut Studi Kuman Rumah Tangga Internasional NSF pada 2013 lalu, menemukan bahwa blender yang dibersihkan secara asal-asalan ternyata menyisakan jejak salmonella sekitar 36 persen dan 43 persen di antaranya meninggalkan jamur atau ragi.


    Cara yang benar untuk membersihkan blender adalah dengan membuka semua komponen bagian atas yakni wadah bumbu, bilah tajam, dan badannya. Bilas blender dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Setelah itu cuci dengan sabun seperti mencuci piring biasa. Bilas lagi dengan air hangat. Tunggu hingga kering dan pasang semua komponen seperti semula sebelum disimpan di tempat yang bersih.

    2. Meletakkan Gelas Terbalik

    Banyak orang berfikir apabila meletakkan gelas dengan kondisi terbalik justru mencegah benda tersebut terkontaminasi dari debu dan bakteri. Ternyata kenyataannya justru sebaliknya.

    Bagian atas gelas merupakan area yang rapuh sehingga ketika diletakkan terbalik bagian atas akan menanggung beban di atasnya. Khawatirnya bagian atas bisa retak karena tidak sekuat bagian bawah. Sebaiknya letakkan gelas seperti ketika menggunakannya. Untuk memastikan kebersihannya, tutup bagian atas agar debu dan bakteri tidak ada yang menempel.

    3. Menaruh Pisau Bersih di Blok Kayu

    Saat ini terdapat inovasi tempat penyimpanan kayu yang dari segi penampilan aman dan rapih yakni blok kayu berlubang. Namun, model penyimpanan seperti ini tidak disarankan karena blok kayu tersebut terbuka dan mudah terkontaminasi bakteri dan jamur.

    Jika tetap ingin memaki blok kayu, pilih yang tertutup. Selain itu, sering bersihkan blok tersebut dengan menggunakan air sabun hangat, dan gunakan sikat kecil untuk menggosok slotnya. Bilas dengan air dingin. Lalu, bersihkan dengan campuran air dan pemutih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Bahan yang Ampuh Hilangkan Kerak di Kamar Mandi, Auto Kinclong


    Jakarta

    Kerak merupakan kotoran yang kerap ditemui di kamar mandi. Noda ini bisa ditemukan di kloset, bak mandi, lantai, dinding, keran, shower, hingga gayung. Bentuknya pun beragam, ada yang berwarna putih, coklat, hingga hitam.

    Sama seperti sifat kerak, noda tersebut agak sulit dibersihkan meski berkali-kali disiram air bersih. Sebab, kerak tersebut terbentuk dari penumpukan magnesium, kalium, dan kalsium yang berasal dari produk yang digunakan di kamar mandi, kandungan air sadah, hingga pertumbuhan jamur.

    Air saja tidak akan cukup untuk menghilangkan kerak-kerak tersebut. Perlu bahan-bahan pembersih bersifat korosif untuk mengangkat noda tersebut. Mengutip The Spruce, berikut beberapa bahan pembersih yang dapat digunakan.


    1. Perasan Lemon

    Buah lemon bisa untuk membersihkan noda membandel seperti kerak di kamar mandi. Perasan air lemon mengandung asam yang bisa menghilangkan noda. Cara menggunakannya dengan mencampurkan perasan air lemon dengan baking soda. Kemudian, oleskan ke noda kerak di kamar mandi. Diamkan selama 15 menit, setelah itu, sikat dan bilas.

    Sebagai catatan, jika noda tersebut menempel di batu alam, sebaiknya hindari memakai campuran bahan ini karena bisa merusak permukaannya. Campuran bahan ini masih aman digunakan untuk membersihkan noda di kaca dan plastik.

    2. Baking Soda dan Cuka

    Kekuatan abrasif ringan ditemukan di dalam baking soda. Apabila tidak memiliki lemon, baking soda bisa dicampurkan cuka untuk membersihkan kerak putih yang menempel di kamar mandi. Cara pemakaiannya sama dengan campuran baking soda dan lemon. Area yang bisa digosok dengan campuran ini adalah cermin, penutup keran, ubin, atau keramik di kamar mandi.

    3. Batu Apung Basah

    Batu apung banyak ditemukan di daerah dekat aktivitas vulkanik, seperti daerah gunung berapi. Batu ini memiliki tekstur karena permukaannya berlubang. Warna batu apung cukup beragam, mulai dari abu-abu, hitam, putih, hingga coklat.

    Tekstur dari batu ini mampu untuk membersihkan kerak putih yang menempel di kamar mandi, tanpa perlu ditambahkan bahan pembersih lain. Kuncinya adalah batu apung tersebut harus dibasahkan sebelum dipakai.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Bisa Toren Air Berlumut? Ini Penyebab dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Hampir setiap rumah memiliki toren air. Disebut juga tandon air, benda ini berfungsi sebagai wadah menyimpan air bersih. Jika rumah mati lampu dan tak bisa mengalirkan air, maka toren air bisa jadi penyelamat.

    Namun, sering kali ditemukan toren air yang berlumut. Alhasil, ketika digunakan air yang keluar justru menjadi kotor dan berwarna hijau akibat lumut.

    Kondisi ini tentu bikin kesal karena air tersebut otomatis tak bisa digunakan lagi untuk mandi dan mencuci. Lantas, apa yang menyebabkan toren air jadi berlumut? Simak dalam artikel ini.


    Penyebab Toren Air Berlumut

    Munculnya lumut di dalam toren air bukan tanpa sebab. Dikutip dari catatan detikProperti, berikut penyebab toren air jadi berlumut:

    1. Sinar Matahari

    Pada umumnya, masyarakat menempatkan toren air di bawah sinar matahari langsung. Ternyata, paparan sinar matahari justru menyebabkan lumut bisa tumbuh di dalam toren.

    2. Air Baku yang Kotor

    Apabila air yang digunakan untuk mengisi toren kualitasnya kotor atau keruh, alhasil lumut bisa tumbuh di dalamnya. Sebab, air kotor mengandung jamur sehingga lumut dapat tumbuh lebih cepat.

    3. Udara Lembap

    Udara lembap di dalam toren air juga bisa menyebabkan tumbuhnya lumut. Apalagi jika posisi toren air terpapar langsung sinar matahari, maka lumut semakin cepat tumbuh.

    Cara Atasi Toren Air Berlumut

    Meski toren air di rumah berlumut, sebenarnya masih bisa diatasi dengan berbagai cara. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Tutup Toren dengan Rapat

    Tips yang pertama adalah memastikan toren air sudah ditutup secara rapat. Jika tidak, sinar matahari bisa masuk ke dalam toren dan alhasil menyebabkan munculnya lumut.

    2. Pasang Pelindung Toren

    Posisi toren air di ruang terbuka menyebabkan gampang terpapar sinar matahari, sehingga lumut dapat muncul. Apabila ingin menempatkan toren di luar ruangan, sebaiknya pasang pelindung seperti atap agar tidak terpapar cahaya matahari langsung.

    3. Kuras Toren Secara Rutin

    Air bersih yang terisi di dalam toren bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Maka dari itu, sebaiknya kamu rutin menguras toren air untuk mencegah lumut dapat tumbuh.

    Disarankan untuk menguras tandon enam bulan sekali. Jika lumut tumbuh lebih cepat, maka kamu bisa menguras tandon minimal 3-4 bulan sekali.

    4. Pilih Toren Berwarna Gelap

    Tips yang terakhir adalah dengan memilih toren berwarna gelap. Soalnya, tandon air berwarna cerah justru memudahkan cahaya matahari masuk ke dalam. Seiring waktu, lumut dapat tumbuh hingga memenuhi toren.

    Apabila sudah terlanjur memiliki toren air berwarna cerah, kamu bisa mengecatnya dengan warna gelap. Pastikan mengecat toren ke seluruh permukaan agar menegah cahaya masuk ke dalam.

    Itulah penyebab toren air berlumut dan cara mengatasinya. Semoga membantu detikers!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Cacing merupakan salah satu hewan melata yang bisa muncul di berbagai tempat, salah satunya di dalam kamar mandi. Sebagian orang merasa geli dan takut dengan kehadiran cacing karena khawatir bisa masuk ke dalam tubuh.

    Ada sejumlah penyebab mengapa cacing bisa muncul di kamar mandi, salah satunya karena kondisi kamar mandi yang lembap dan basah. Kondisi itu jadi tempat yang cocok bagi hewan melata tersebut untuk berkembang biak.

    Namun jangan khawatir, ada beberapa cara ampuh untuk mengatasi cacing di kamar mandi. Bagaimana caranya? Simak tipsnya dalam artikel ini.


    Penyebab Cacing Muncul di Kamar Mandi

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan cacing bisa muncul di kamar mandi rumah. Dikutip dari DIY Home Comfort, Minggu (8/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Pipa Air Bocor

    Faktor yang pertama karena terjadi kebocoran pipa air. Hal itu menyebabkan kamar mandi sangat lembap sehingga jadi tempat ideal bagi cacing untuk tumbuh. Sayangnya, kebocoran pipa air sering tidak terlihat seperti di balik dinding atau di bawah atap.

    2. Drainase Buruk

    Kondisi drainase di rumah yang buruk juga bisa menyebabkan cacing muncul di kamar mandi. Hewan ini bisa masuk lewat saluran pembuangan yang mampet atau kotor.

    3. Kamar Mandi Kotor

    Selain karena drainase yang buruk, kondisi kamar mandi yang kotor juga menjadi tempat yang disenangi cacing. Bahkan, kotoran hingga jamur bisa tumbuh di kamar mandi sehingga membahayakan kesehatan penghuni.

    4. Suhu Lembap di Kamar Mandi

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kondisi lembap pada kamar mandi juga bisa menyebabkan cacing bermunculan. Ventilasi udara yang buruk membuat toilet jadi lembap secara terus-menerus, sehingga jadi tempat yang cocok bagi cacing berkembang biak.

    Cara Ampuh Mengatasi Cacing di Kamar Mandi

    Jika menemukan cacing di kamar mandi, jangan panik dan khawatir. Ada sejumlah cara ampuh untuk membasmi hewan tersebut. Simak beberapa tipsnya di bawah ini:

    1. Cairan Pemutih

    Cara yang pertama adalah menggunakan cairan pemutih. Zat kimia tersebut dapat membunuh telur dan juga cacing-cacing yang bersembunyi di kamar mandi. Untuk cara pakainya, kamu bisa menuangkan cairan pemutih ke saluran air atau sela-sela di kamar mandi yang jadi tempat bersembunyi cacing.

    2. Baking Soda dan Cuka Putih

    Kombinasi baking soda dan cuka putih dinilai ampuh untuk membasmi cacing di kamar mandi. Untuk cara pakainya, campurkan baking soda dan cuka putih dengan perbandingan 50:50, lalu tuang air secukupnya dan aduk hingga merata.

    Jika sudah tercampur rata, siram cairan tersebut ke area yang terdapat cacing dan saluran pembuangan air di kamar mandi.

    3. Garam dan Air Sabun Mandi

    Cara berikutnya adalah dengan menggunakan garam dan sabun mandi. Campurkan 500 gr garam dengan 5 liter air sabun mandi, setelah itu kocok hingga merata.

    Kemudian siram air tersebut pada dinding, lantai, dan saluran pembuangan air di kamar mandi. Jangan lupa untuk menyikat kamar mandi dan siram kembali dengan air bersih.

    Itulah empat penyebab cacing bisa muncul di kamar mandi dan cara ampuh untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Bersihkan Noda Membandel di Kompor Bisa Pakai 3 Bahan Ini


    Jakarta

    Noda sisa-sisa makanan setelah memasak terkadang mengering dan menempel di kompor. Apalagi jika tidak langsung dibersihkan, bisa-bisa noda sulit dihilangkan.

    Apabila sudah kejadian ada noda membandel di kompor, penghuni rumah tak perlu khawatir karena masih bisa membersihkannya. Bagaimana caranya?

    Dilansir dari Homes & Gardens, berikut ini beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan noda membandel di kompor.


    1. Baking Soda

    jar of baking soda and spoon on the white backgroundbaking soda. Foto: Istimewa

    Soda kue atau baking soda biasa dipakai untuk membuat kue, tetapi kegunaannya juga bisa untuk membersihkan noda membandel hingga jamur. Caranya dengan campurkan soda kue dengan air untuk mengatasi noda membandel di meja dapur, wastafel, dan kompor. Cara lainnya adalah dengan menaburkan soda kue pada spons basah untuk membersihkan permukaan tanpa menggoresnya.

    2. Air Perasan Lemon

    khasiat sehat minum air lemonkhasiat sehat minum air lemon Foto: iStock

    Air perasan lemon yang dicampur ke dalam air sudah dikenal sebagai senjata ampuh untuk membersihkan noda membandel. Hal ini dikarenakan dalam lemon terdapat kandungan bahan pembersih alami dengan tingkat keasamannya yang tinggi dan sifat antibakterinya.

    Bukan hanya noda, bau tak sedap di dapur juga bisa dihilangkan dengan semprotan lemon. Caranya dengan meneteskan dua tetes minyak esensial lemon ke kapas. Lalu, letakkan di tempat di mana ditemukan bau tak sedap. Apabila muncul dari kulkas, letakkan di belakang kulkas agar baunya dapat terserap.

    Selain minyak esensial lemon, kulit lemon juga bisa menghilangkan bau tak sedap pada tempat sampah. Caranya cukup membuang beberapa kulit lemon ke dalam tempat sampah.

    Lemon juga memiliki efek pemutihan alami yang dapat membantu mencerahkan noda pada meja dapur dan permukaan lainnya. Namun, sebaiknya tidak menggunakan lemon pada meja dapur marmer atau beberapa meja dapur batu alam karena asamnya dapat mengikis batu atau meninggalkan noda.

    cuka putihcuka putih Foto: iStock

    Cuka putih merupakan pembersih alami yang ampuh karena keasamannya yang membantu melarutkan endapan mineral, minyak, dan kotoran. Cara untuk membuat bahan pembersih dari larutan cuka putih cukup dengan mencampurkan dengan air. Kemudian, semprotkan campuran cuka dan air ke permukaan kompor, biarkan selama sekitar 10 menit, lalu gosok dengan air sabun menggunakan sabut gosok non-abrasif.

    Itulah beberapa cara menghilangkan noda membandel di kompor. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah dan Ampuh! 3 Cara Bersihkan Sarang Laba-Laba di Plafon Rumah



    Jakarta

    Langit-langit rumah jadi sarang laba-laba? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang sering menyepelekan sarang laba-laba yang menempel di sudut-sudut atap rumah karena sulit dijangkau dan biasanya berada di area gelap.

    Padahal, kalau dibiarkan, sarang laba-laba bisa terus menumpuk dan bikin kualitas udara dalam rumah jadi nggak sehat. Belum lagi tampilannya yang bikin rumah terlihat kotor dan kurang terawat.

    Nah, biar rumah tetap bersih dan bebas jaring laba-laba, ada 3 cara simpel dan efektif yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Melansir dari Herzindagi, ini dia langkah-langkahnya!


    1. Gunakan Penyedot Debu Panjang

    Punya penyedot debu (vacuum cleaner) dengan ujung fleksibel dan panjang? Ini bisa jadi senjata andalan. Cukup arahkan ke langit-langit dan sudut-sudut ruangan tempat sarang laba-laba biasa muncul. Selain praktis, cara ini juga minim kontak langsung dengan tangan-lebih higienis.

    2. Semprot dengan Campuran Sabun & Air

    Kalau kamu ingin metode yang lebih menyeluruh, coba buat larutan pembersih sendiri. Campurkan 2 cangkir air hangat dan 1 cangkir deterjen cair. Masukkan ke dalam botol semprot, kocok rata, lalu semprotkan ke area yang terkena jaring laba-laba. Selain membersihkan sarangnya, cairan ini juga bisa membantu mengangkat noda yang menempel di langit-langit rumah.

    3. Desinfeksi dengan Pemutih

    Butuh efek pembersih maksimal sekaligus mencegah jamur? Campuran 2 cangkir air + ½ cangkir pemutih bisa jadi solusi. Masukkan ke dalam botol semprot dan aplikasikan ke area yang kotor. Tapi ingat, pakai sarung tangan ya! Karena pemutih bisa membuat kulit iritasi.

    Bonusnya, larutan ini nggak cuma bersihin sarang laba-laba, tapi juga bikin langit-langit rumah lebih bersih dan bebas jamur.

    Jadi, dari pada sarang laba-laba makin menumpuk dan bikin rumah terasa pengap, yuk luangkan sedikit waktu untuk bersih-bersih langit-langit rumah! Rumah rapi, udara bersih, suasana pun makin nyaman.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Jenis Kayu buat Pintu Rumah, Mana yang Paling Kuat?


    Jakarta

    Kayu menjadi bahan andalan masyarakat Indonesia untuk pintu rumah. Tampilan kayu yang alami menjadikannya masih sering digunakan di Indonesia.

    “Kayu sebenarnya sudah merupakan pintu yang ideal karena nggak semudah itu jebol pintu kayu,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikProperti, Selasa (1/7/2025).

    Denny mengatakan kayu mudah untuk dibentuk dan diukir sesuai dengan keinginan si pemilik rumah. Namun, kayu cenderung rentan terhadap cuaca ekstrem, sehingga bisa mengalami proses muai-susut dan pelapukan. Belum lagi, kayu punya rayap, sehingga penting melakukan proses pengolesan anti rayap buat pintu.


    Ia pun mengingatkan kalau pemilik rumah perlu memperhatikan jenis kayu yang digunakan. Sebab, beberapa pintu kayu lebih cocok dipasang indoor atau outdoor.

    “Kita harus tahu bahwa kayu yang kita pakai itu tahan terhadap cuaca luar atau tidak. Ketahanannya mesti kita pastikan karena ada beberapa jenis kayu yang memang cuma kuat di indoor dan bisa di outdoor,” katanya.

    Menurutnya, jenis kayu yang cocok untuk pintu outdoor antara lain jati, merbau, dan ulin. Sementara itu, pintu kayu indoor bisa terbuat dari meranti, mahoni, dan kamper.

    Lantas, apa saja jenis kayu yang cocok menjadi pintu rumah? Berikut ini ulasannya.

    Jenis-jenis Kayu buat Pintu

    Inilah deretan kayu yang cocok dibikin pintu menurut Kontraktor Wildan.

    1. Kayu Mahoni

    Wildan mengatakan pintu rumah bisa terbuat dari mahoni. Bahan ini tahan terhadap pelapukan serta cukup stabil menahan kelembapan.

    2. Kayu Oak

    Kayu oak termasuk bahan yang kuat, sehingga bisa jadi pilihan yang bagus untuk pintu. Tak hanya itu, kayu ini bersifat kedap air.

    3. Jati

    Wildan menyebut jati memiliki warna coklat keemasan yang kaya, anggun, dan memberi kesan hangat untuk ruangan. Jati termasuk kayu yang paling kuat dibanding pohon lainnya.

    “Kepadatannya tinggi, minyak alami banyak, tahan cuaca, juga perlu waktu lama untuk dapat jenis kayu jati yang benar-benar bagus,” ucap Wildan.

    4. Kayu Kenari

    Selanjutnya, pemilik juga bisa mempertimbangkan kayu kenari sebagai pintu. Kayu tersebut tahan terhadap kelembapan serta anti jamur.

    5. Kayu Kamper

    Lalu, ada kayu kamper yang aromanya seperti kapur barus. Kayu ini dikenal memiliki daya tahan yang kuat.

    “(Kayu kamper) memiliki bau mirip dengan aroma kamper atau kapur barus dan dikenal dengan daya tahannya dari serangan rayap alias anti rayap,” tuturnya.

    6. Kayu Merbau

    Kayu merbau juga dikenal sangat kuat, keras, dan berumur panjang. Bahan ini bisa menjadi pilihan buat pintu rumah.

    7. Kayu Pinus

    Terakhir, ada kayu pinus sebagai pintu. Bahan ini termasuk paling murah dibandingkan material lainnya. Untungnya, jenis kayu ini tidak mudah menyusut atau mengembang.

    Itulah informasi seputar bahan kayu untuk pintu. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Hias yang Ampuh Serap Kelembapan, Rumah Bisa Bebas dari Jamur


    Jakarta

    Kelembapan merupakan salah satu masalah yang kerap ditemukan di rumah, tetapi jarang disadari oleh penghuni. Sebab, kelembapan ini tidak terlihat, bahkan tanda-tandanya baru disadari ketika bangunan sudah terdampak.

    Masalah yang ditimbulkan kelembapan banyak sekali. Menurut Head of Marketing PTICI Paints Indonesia, Niluh Putu Ayu Setiawati, salah satu dampaknya adalah bisa menyebabkan cat dinding di rumah cepat rusak dan mengelupas karena terjadi pengkristalan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Selain itu, bisa juga menyebabkan munculnya jamur hitam atau black mold pada plafon dan dinding yang bahaya bagi kesehatan.

    Kelembapan juga bisa mempengaruhi kesehatan penghuninya dan memicu beberapa penyakit pernapasan, seperti asma, alergi, sinusitis, dan masih banyak lagi.


    Oleh karena itu, banyak ahli menyarankan agar setiap rumah menginvestasikan membeli alat penyerap kelembapan daripada berobat ke rumah sakit. Selain itu, ada solusi lain yang lebih ramah lingkungan, sehat, dan ada manfaat lainnya yang tak akan ditemukan pada alat canggih sekalipun yakni dengan meletakkan tanaman yang dapat menyerap kelembapan.

    Dilansir House Beautiful, berikut beberapa jenis tanaman yang bisa menyerap kelembapan di rumah.

    1. Anggrek

    Ilustrasi anggrekIlustrasi anggrek Foto: Getty Images/Siarhei Khaletski

    Tanaman hias yang jenisnya sudah ada sejak 2 abad yang lalu, dapat tumbuh di lingkungan lembap. Namun, kelembapannya pun yang tidak terlalu basah karena apabila terlalu basah justru membuat akarnya menjadi cepat busuk. Di pasaran, tanaman ini memiliki banyak jenis dan warna sehingga pemilik rumah memiliki pilihan untuk merawat berbagai jenis anggrek. Selain bermanfaat, anggrek juga memiliki tampilan yang indah sehingga cocok untuk dipajang di rumah atau dijadikan hadiah yang berharga.

    2. Pakis

    A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

    Tanaman pakis memiliki banyak sekali jenis. Salah satu yang memiliki kemampuan untuk menyerap kelembapan adalah pakis bintang biru yang memiliki daun yang lebar. Pakis satu ini tidak memiliki bunga, hanya berupa dedaunan hijau. Bentuknya yang rimbun dan panjang sangat cocok sebagai hiasan di rumah terutama di ruang tamu. Tanaman ini bisa membuat tampilan ruangan menjadi lebih hijau dan sejuk.

    3. Peace Lily

    Ilustrasi peace lilyIlustrasi peace lily Foto: Getty Images/iStockphoto/little_honey

    Peace Lily merupakan tanaman hias yang memiliki bunga berwarna putih seperti kuncup. Tanaman cantik ini bukan hanya menarik dari segi tampilan, melainkan manfaat yang diberikan. Tanaman peace lily bisa menyerap kelembapan dan mencegah pertumbuhan jamur di rumah. Tanaman ini juga bisa diletakkan di dalam rumah sehingga dapat memberikan pasokan oksigen, menyerap kelembapan, dan mencegah adanya jamur.

    Namun, tanaman peace lily harus dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan karena apabila tidak sengaja memakan tanaman ini bisa menimbulkan efek samping seperti keracunan. Di dalam tanaman ini terdapat kandungan oksalat yang beracun.

    4. Lidah Buaya

    Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

    Siapa yang nggak kenal tanaman lidah buaya? Tanaman ini terkenal dengan segudang khasiat yang dimilikinya sebagai tanaman obat, kecantikan, hingga penyedot kelembapan. Tanaman ini juga terkenal memiliki perawatan yang mudah sehingga bisa tumbuh subur meski jarang disiram air. Lidah buaya juga bisa hidup di dalam rumah bahkan di dalam kamar mandi sekalipun.

    5. Palem

    Ilustrasi palem kuningIlustrasi palem kuning Foto: Getty Images/iStockphoto/violettaviovi

    Tanaman lainnya yang memiliki manfaat dapat menyerap udara lembap adalah palem kuning. Tanaman ini bisa tumbuh setinggi manusia dan memiliki daun yang ramping dan panjang seperti daun pohon kelapa. Meskipun daunnya tidak begitu lebar, tetapi tanaman ini sangat menyukai daerah yang lembap dan bisa menyaring udara.

    6. Lidah Mertua

    Potted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior designPotted plant and beautiful picture on grey chest of drawers in room, space for text. Interior design Foto: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

    Tanaman lidah mertua merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia. Tanaman ini banyak dipakai untuk menyerap polusi. Namun, ada satu kegunaannya yang jarang diketahui orang, tetapi sama pentingnya yakni dapat menyerap kelembapan. Jika kamu meletakkan tanaman ini di rumah, bisa dipastikan tidak akan repot merawatnya karena lidah mertua tidak butuh banyak disiram.

    7. Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman spider plant memiliki bentuk daun panjang dan ramping. Tanaman ini menarik karena warnanya yang cerah dan bisa diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini ternyata bisa menyerap kelembapan dan polutan seperti formaldehida dan xilena di rumah. Selain itu, perawatannya pun mudah sehingga cocok untuk dirawat di rumah.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa menyerap kelembapan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-Hati Jamur Hitam di Kamar Mandi, Ini Cara Ampuh Menghilangkannya!



    Jakarta

    Pernah lihat noda hitam di pojok kamar mandi atau di sudut dinding yang lembap? Hati-hati, itu bisa jadi black mold atau jamur hitam yang berbahaya bagi kesehatan.

    Jamur ini biasanya muncul akibat sirkulasi udara yang buruk dan kelembapan tinggi. Dilansir dari Real Simple, black mold tak hanya mengganggu tampilan kamar mandi, tapi juga bisa memicu alergi hingga gangguan pernapasan jika tidak ditangani dengan benar.

    Wajib Pakai Alat Pelindung

    Sebelum membersihkan jamur hitam, pastikan kamu mengenakan perlengkapan berikut:


    • Masker
    • Sarung tangan karet
    • Kacamata pelindung

    Jangan lupa juga buka jendela atau pintu kamar mandi agar sirkulasi udara lancar saat proses pembersihan berlangsung.

    3 Bahan Rumahan untuk Menghilangkan Black Mold

    1. Pakai Pemutih

    Bahan ini ampuh membasmi jamur membandel, tapi harus digunakan hati-hati.

    Langkah-langkah:

    • Campur 1 cangkir pemutih dan air dalam ember.
    • Celupkan spons, lalu oleskan ke area yang terkena jamur.
    • Basahi bola kapas dalam larutan, tempelkan di permukaan jamur, dan diamkan 15 menit.
    • Sikat hingga bersih, bilas, dan keringkan. Ulangi jika perlu.

    2. Gunakan Cuka Putih

    Cuka adalah solusi alami yang aman dan efektif.

    Caranya:

    • Tuang cuka putih ke dalam botol semprot.
    • Semprotkan langsung ke jamur, diamkan 1 jam.
    • Semprot lagi dan gosok dengan sikat.
    • Bilas hingga bersih.

    3. Coba Pasta Soda Kue

    Bahan dapur satu ini juga bisa jadi solusi untuk membasmi jamur.

    Begini langkahnya:

    • Campur ½ cangkir soda kue dengan air hingga membentuk pasta.
    • Oleskan pasta ke area berjamur dan diamkan 30 menit.
    • Sikat lalu bilas dengan air bersih.

    Jika jamur terus muncul, coba cek sirkulasi udara di kamar mandi. Pasang exhaust fan atau buka ventilasi agar udara lembap tak terperangkap.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com